1
PROPOSAL
PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG
PENINGKATAN ENERGI LISTRIK SEL
ELEKTROKIMIA Zn|Zn
2+(aq)||Ag
+(aq)|Cu(Ag) ELEKTROLIT AIR LAUT DAN ACID ZINC MENGGUNAKAN
SEPARATOR CAMPURAN POLIVENIL ALCOHOL DAN ALUMINA SEBAGAI SUMBER PENGISIAN DAYA PADA
ACCUMULATOR
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2021
2 DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 2
RINGKASAN PENELITIAN ... 3
BAB 1. PENDAHULUAN ... 4
1.1 Latar Belakang... 4
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan Khusus Penelitian ... 5
1.3 Urgensi Penelitian ... 5
2.1 Renstra Penelitian dan Road Map Penelitian Perguruan Tinggi ... 6
2.2 Penelitian Sebelumnya ... 7
2.2.1 Karakterisasi Elektrode Generator Listrik Air Laut ... 7
2.2.2 Realisasi Generator Listrik Air Laut Metode Isi Ulang ... 8
2.2.3 Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) ... 9
2.2.4 Analisis Pengaruh Elektroplating Perak (Ag) pada Tembaga (Cu)... 10
2.3 Separator ... 11
BAB III. METODELOGI PENELITIAN ... 12
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 12
3.2 Bahan ... Error! Bookmark not defined. 3.3 Pembuatan separator berbasis PVA dan Alumina ... 12
3.4 Karakterisasi fisik dan elektrokimia ... 12
3.5 Alat dan Bahan Media Sel Elektrokimia ... 12
3.6 Prosedur Penelitian ... 13
3.4 Rancangan Data Hasil Penelitian karekteristik Listrik ... 15
3.5 Pembagian Tugas Tim Peneliti ... 15
BAB IV. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN ... 16
BAB V. RENCANA ANGGARAN BIAYA ... 17
BAB VI. JADWAL PENELITIAN ... 17
REFERENSI ... 18
3 RINGKASAN PENELITIAN
Pemanfaatan energi air laut sebagai sumber energi listrik menjadi salah satu alternatif potensial yang besar karena sumber air laut yang melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik. Analisis karakteristik elektrik air laut sebagai sumber energi listrik terbarukan telah dilakukan melalui penelitian dengan menggunakan elektroda yaitu C-Zn, dan Cu-Zn. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pasangan Cu-Zn mampu menghasilkan daya listrik yang lebih tinggi dibandingkan pasangan Elektroda lainnya. Pada penelitian lanjutan dilakukan upaya desain dan realisasi accumulator air laut dengan elektroda Cu-Zn menggunakan 40 sel. Pada penelitian ini dihasilkan tegangan tanpa beban sebesar 32.84-volt dan mampu menyalakan lampu Led 1.2-watt selama 72 jam. Pada penelitian lanjutan dengan modifikasi pada cairan elektrolit melalui penambahan persentase Natrium bikarbonat (NaHCO3) pada air yang menunjukkan terjadi peningkatan signifikan waktu nyala Lampu Led hingga 120 jam. Ini disebabkan meningkatnya tingkat penghantaran listrik pada cairan dan terhambatnya korosi pada permukaan elektrode. Pengendalian korosi pada elektroda Cu dengan metode elektroplating perak (Ag) menunjukkan bahwa elektrode Cu lebih tahan terhadap korosi air laut dengan laju korosi 5 kali lebih rendah sekaligus mempertinggi beda potensial dua elektrode. Upaya peningkatan ketahanan korosi dilakukan dengan melakukan elektrodeposisi Zn dengan acid zinc pada kompartemen elektroda Zn dengan memisahkannya menggunakan separator komposisi PVA dan alumina. Pada penelitian ini penting mengimplementasikan energi yang diperoleh pada penyimpan energi accumulator dan penyimpan energi lainnya yang selanjutnya dapat digunakan untuk keperluan yang lebih luas.
Key word: Energi terbarukan, air laut, Elektroplating Cu(Ag)-Zn(AcidZn), PVA, Alumina
4 BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemanfaatan air laut sebagai sumber energi listrik belum dieksplorasi secara maksimal padahal Indonesia memiliki luas laut yang sangat besar. Energi dari air laut tidak hanya dapat diperoleh melalui ayunan gelombang air laut, tetapi dapat melalui metode elektrokimia dengan memanfaatkan reaksi reduksi-oksidasi yaitu dengan mencelupkan pasangan elektroda yang memiliki perbedaan deret volta [1].
Penelitian tentang energi listrik berbasis elektrolit air laut telah diteliti menggunakan pasangan elektroda yaitu C-Zn, dan Cu-Zn dimana elektroda Cu-Zn menghasilkan tegangan listrik yang lebih tinggi [2]. Namun nilai karateristik elektrik yang dihasilkan Cu-Zn selama 72 jam semakin lama semakin menurun yang disebabkan terjadinya korosi pada elektroda [3].
Pengendalian korosi pada elektroda anoda Zn pada elektrolit air laut dilakukan dengan penambahan logam alumunium (Al) dan magnesium (Mg). Diperoleh hasil bahwa perlakuan elektroda Cu-Zn(Mg) mampu mengurangi korosifitas serta mampu meningkatkan energi listrik yang dihasilkan [4]. Peningkatan potensial elektroda dilakukan electroplating Cu dengan Ag (Cu(Ag)) [5]. Dimana pasangan elektroda Cu(Ag)-Zn menghasilkan nilai karakteristik elektrik yang lebih besar dan stabil dibandingkan Cu-Zn dan juga dengan menambahkan sodium bicharbonate pada elektrolit air laut [6].
Pada logam aluminium, pelapisan dengan Acid Zinc yang dipandang cukup efektif mencegah korosi, toksisitas dan estetika logam [7]. Pada penelitian ini akan dilakukan upaya meningkatkan ketahanan korosi Zn melalui pelapisan dengan Acid Zinc [8]. Penambahan larutan Acid Zinc pada kompartemen Zn dapat berfungsi memperbesar arus saat difungsikan sebagai elektrokimia namun juga berfungsi elektrolisis (regenerasi elektroda Zn).
Separator merupakan bahan pemisah kompartemen sel yang ditempatkan di antara anoda dan katoda untuk melindungi dari short circuit internal dan berfungsi sebagai reservoir elektrolit [9] [10]. Polivenil Alcohol (PVA) banyak diaplikasikan
5 pada baterai seperti Lithium Based Ion (LiBs), dengan mengkomposisikannya diberbagai senyawa lain. Hasil penelitian menunjukkan semakin tingginya tranfer ion sel, ketahanan panas dan nonwoven. Alumina (Al2O3) yang memiliki konduktifitas relatif tinggi sehingga campuran PVA dan Alumina sangat dimungkinkan untuk mempertinggi konduktifitas separator.
Penyimpanan energi pada accumulator akan menambah fleksibilitas pengguna energi [11]. Sehingga penting mengimplementasikan energi yang diperoleh pada penyimpan energi (accumulator) dan penyimpan energi yang selanjutnya dapat digunakan untuk keperluan yang lebih luas [12].
1.2 Rumusan Masalah
1. Media untuk menempatkan air laut, separator, dan acid zinc 2. Electroplating pada Cu agar menjadi Cu(Ag)
3. Besarnya komposisi larutan Acid Zinc
4. Komposisi PVA dan Alumina dengan variasi sampel dan uji sifat padatan SEM dan EDS
5. karakterisitik listrik dan ketahanan korosi pada elektroda Zn dengan menghubungkan pada rangkaian beban.
1.3 Tujuan Khusus Penelitian
Purwarupa sumber energi listrik sel elektrokimia tinggi dari Zn|Zn2+(Aq)||Ag+(Aq)|Cu(Ag) berbahan elektrolit air laut dan acid zinc menggunakan separator PVA dan alumina sebagai sumber pengisian daya pada accumulator.
1.3 Urgensi Penelitian
1. Adanya langkah menuju hilirisasi produk penelitian yang selama ini hanya selesai pada jurnal dan perpustakaan namun memiliki aplikasi nyata di masyarakat
2. Menjadi solusi bagi masyarakat di daerah pinggir pantai dan pulau terpencil, dimana PLN sulit diakses.
6 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Renstra Penelitian dan Road Map Penelitian Perguruan Tinggi
Kebijakan Lembaga Penelitian Universitas Lampung yang tertuang dalam Rencana Induk Penelitian tahun 2016-2020 yang disahkan melalui SK Rektor No.
937/UN26/KP/2014 dimana fokus penelitian Universitas Lampung berangkat dari pola ilmiah kearifan lokal Provinsi Lampung yang menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Empat jenis Penelitian Unggulan serta Pola Kerja Sama dengan Pihak Luar yang meliputi [13]:
1. Kedaulatan pangan: produksi, keberlanjutan produksi pangan, kualitas pangan, industrialisasi dan pemasaran pertanian.
2. Energi: penciptaan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, penciptaan dan pengembangan material maju.
3. Kemaritiman: produk perikanan penangkapan dan budidaya, konservasi ekosistem (lamun, mangrove, terumbu karang), mitigasi dan adaptasi beserta aspek terkait.
4. Kearifan lokal: identifikasi dan pengembangan sistem nilai budaya lokal bagi pembangunan.
Penelitian ini sangat erat kaitannya dengan penciptaan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan pada point kedua. Penelitian ini merupakan upaya realisasi menjadi purwarupa dari dua penelitian sebelumnya yaitu generator listrik air laut dengan electroplating Cu(Ag)-Zn yang disimpan ke dalam power bank dan Analisis Sistem Elektrokimia Dua Kompartemen Menggunakan Elektroda Cu(Ag)-Zn(AcidZn) dengan Elektrolit Air Laut Sebagai Sumber Isi Ulang Daya Pada Power Bank (Dipa Fakultas). Hal ini dengan menilik pada kegiatan riset yang telah kami lakukan sebelumnya dimana sejak tahun 2015-2020 berorientasi pada teknologi sel dan elektroda, sedangkan tahun 2021 ini berorientasi desain purwarupa perangkat untuk peningkatan energi listrik sel elektrokimia Zn|Zn2+(aq)||Ag+(aq)|Cu(Ag) elektrolit air laut dan acid zinc menggunakan separator campuran Polivenil Alcohol dan Alumina sebagai sumber pengisian daya pada accumulator. Rangkaian penelitian terapan ini sebagaimana yang tersaji pada diagram tulang ikan Gambar 2.1 berikut ini.
7 Gambar 2.1 Diagram tulang ikan sistem pembangkit listrik elektrokimia air laut sebagai
sumber energi terbarukan
2.2 Penelitian Sebelumnya
2.2.1 Karakterisasi Elektrode Generator Listrik Air Laut
Penelitian Pauzi dkk tahun 2016 , tentang uji karakteristik Elektrik Air Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan dengan 20 sel dimana sel divariasikan menggunakan kombinasi pasangan elektroda C-Zn, Cu-Al dan Cu-Zn. Pemanfaatan bahan elektroda dengan berbagai kombinasi dapat menghasilkan nilai potensial sel yang sangat bervariasi disebabkan perbedaan potensial antara kedua elektroda [14]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan Cu-Zn mampu menghasilkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi dibandingkan C-Zn dan Cu-Al. Rangkaian
Tahun 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Topik Penelitian
Analisis Uji Karakteristik Elektrik Air Laut sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan
Desain dan pabrikasi sistem pembangkit listrik terbarukan menggunakan air laut dengan elektroda Cu- Zn
Peningkatan Daya Listrik dan Penurunan Laju Korosi Melalui Penambahan Sodium Bikarbonat (NaHCO3) pada Pembangkit Listrik Elektrokimia Menggunakan Air Laut Sebagai Sumber Energi Terbarukan
Peningkatan Ketahanan Korosi serta Daya Listrik Elektroda Elektroplating Cu(Ag) pada Pembangkit Listrik Air Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
Desain Prototipe Generator Energi Listrik Terbarukan Berbahan Air Laut Untuk Sumber Penerangan Menggunakan Elektroda Cu(Ag)-Zn
Realisasi Sistem Accumulator Listrik Energi Terbarukan dengan Elektrolit Air Laut Menggunakan Elektroda Cu(Ag)- Zn(AcidZn) sebagai Pengisi Daya pada Power Bank
Peningkatan Energi Listrik Sel Elektrokimia Zn|Zn2+(aq)||Ag +(aq)|Cu(Ag) Elektrolit Air Laut dan Acidzync Menggunakan Separator Campuran Polivenil Alcohol dan Alumina sebagai Sumber Pengisian Daya pada Accumulator
Target Penelitian
Karakteristik tegangan, arus dan daya dengan tanpa beban dan beban 1.2 watt selama 12 jam
Berhasil di desain sistem isi ulang air laut.
Sistem mampu menyalakan listrik selama 72 jam (3 hari) dengan tiga kali isi ulang.
Table karakteristik tegangan setelah diisi ulang
Berhasil di peroleh Tabel Penurunan laju korosi pada permukaan elektroda Peningkatan luminasi led selama 72 jam
Peningkatan daya listrik yang dihasilkan dengan menggunakan beban 1.2 watt selam 72 jam
Berhasil mendapatkan Penurunan laju korosi pada permukaan elektroda Peningkatan luminasi led selama 72 jam Peningkatan daya tahan listrik yang dihasilkan dengan menggunakan beban 3-watt selama selama 3 bulan Produksi perangkat Aplikasi penerangan
Prototype penghasil listrik dengan desain kemasan yang simple dan ringan, mudah dibawa Penyempurnaan sistem penyaringan dan pengisian ulang air laut Penambahan rangkaian elektronika untuk mempertinggi daya tipe Joule Thief toroida sehingga mampu mengaktifkan peralatan penerangan dengan daya listrik yang lebih besar.
Sistem Accumulator Listrik Energi Terbarukan dengan Elektrolit Air Laut Menggunakan Elektroda Cu (Ag)-Zn (AcidZn) sebagai Pengisi Daya Power Bank
Purwarupa perangakat untuk Peningkatan Energi Listrik Sel Elektrokimia Zn|Zn2+(aq)||Ag +(aq)|Cu(Ag) Elektrolit Air Laut dan Acidzync Menggunakan Separator Campuran Polivenil Alcohol dan Alumina sebagai Sumber Pengisian Daya pada Accumulator Sistem generator listrik elektrokimia
berbahan air laut sebagai sumber energi terbarukan Topik
Penelitian
Target Penelitian
8 pengujian tampak pada Gambar 2.2 (i) dan nyala Led (ii) dan grafik hasil pengujian pada gambar 2.3.
(i) (ii)
Gambar 2.2. (i) Set Rangkaian keseluruhan tempat uji karakteristik elektrik air laut terdiri dari elektroda positif (a), elektroda negatif (b), air laut (c), multimeter digital (d), stopwatch (e), kabel penghubung (f) LED (g), dan (ii) gambar nyala LED tiap jam selama 12 Jam (Pauzi dkk, 2016)
Gambar 2.3. Grafik hubungan teganganterhadap volume air laut pada menit ke-10 [2]
2.2.2 Realisasi Generator Listrik Air Laut Metode Isi Ulang
Penelitian Pauzi dkk tahun 2017 berfokus pada penggunaan pasangan elektroda Cu- Zn yang merupakan aplikasi secara real pada penerangan dengan sistem isi ulang air laut. Alat didesain dengan sistem tertutup yang terdiri dari 40 sel, setiap sel dihubungkan secara seri. Kerangka utama alat terbuat dari bahan akrilik dengan ketebalan 3 mm seperti pada Gambar 2.4.
Hasil pengujian dengan memberikan beban LED 1,2 watt selama 72 jam. Hasil penelitian sel mampu menghasilkan potensial listrik maksimum sebesar 32,81 volt untuk 8 L air laut.
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5
0 50 100 150 200 250
Tegangan (volt)
Volume Air Laut (ml)
C- Zn Cu- Al Cu- Zn
9 a. b.
Gambar 2.4. Realisasi Alat (a) tampak dalam, (b) tampak samping (dok: pribadi)
2.2.3 Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3)
Penelitian lanjutan yang telah kami lakukan merealisasikan alat yang mampu menghasilkan daya listrik menggunakan rangkaian elektroda Cu-Zn dengan elektrolit air laut dan dengan penambahan NaHCO3 (sodium bicharbonate). Alat dirancang agar dapat dilakukan pengisian dan pengosongan elektrolit air laut tanpa membuat elektroda terpapar udara langsung. Hasil penelitian dengan elektrolit air laut ditambahkan NaHCO3 terdapat peningkatan signifikan bahwa sistem mampu menghidupkan LED 1,2 watt hingga 5 hari (120 jam), dan tidak terjadi korosi pada plat Zn sebagaimana yang diharapkan namun muncul lapisan korosi cuprum chloride pada permukaan Cu. Gambar 2.8. Dibawah ini adalah realisasi system akumulator dengan penambahan NaHCO3,
a) b)
Gambar 2.8 Realisasi akumulator air laut a) sistem keseluruhan, b) penyusunan plat dengan jumlah yang lebih banyak (dok: pribadi)
10 2.2.4 Analisis Pengaruh Elektroplating Perak (Ag) pada Tembaga (Cu) Penelitian tentang karakteristik pengaruh elektroplating Perak (Ag) pada Tembaga (Cu) menunjukkan peningkatan ketahanan korosi yang signifikan [6].
Menunjukkan pada pengukuran saat beban di lepas menunjukkan sampai pada hari ke tiga (120 jam) hanya terjadi penurunan ±1 volt dengan tegangan yang lebih tinggi dari pada elektroda Cu-Zn. Grafik hasil pengukuran tampak pada Gambar 2.11 berikut ini.
Gambar 2.11. grafik pengukuran saat beban di lepas
Pengukuran dilakukan setelah penggunaan sel volta selama satu jam saat beban dilepas, penurunan tegangan terjadi hanya 2 volt untuk penggunaan selama 72 jam.
Berikut ini adalah pengukuran tengangan saat diberi beban led 12 V 3 watt.
Tegangan tersebut diukur saat beban dihubungkan pada beban.
Gambar 2.12. Grafik pengukuran Cu-Zn dengan elektroplating Ag
11 Tegangan yang terukur adalah pada kisaran 8 volt dan cenderung stabil hingga hari ke tiga. Sedangkan tegangan yang terukur pada pasangan Cu-Zn cenderung menurun. Hasil pengukuran luminiasi dengan electroplating mampu 5 kali lebih terang dibandingkan tanpa electroplating.
Gambar 2.13. Grafik pengukuran luminasi led 12 volt 3 watt pada kedua pasangan elektroda
2.3 Separator
Seperator berfungsi mencegah kontak fisik antara katoda dan anoda dan menjadi bagian yang penting dalam teknologi elektrokimia dan baterai. Separator harus berfungsi menjamin keamanan, tidak terjadi hubungan singkat, dan tahan terhadap kenaikan suhu [15]. Pemanfaatan campuran bahan Al2O3 dengan PVA dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan separator dengan ukuran mesopori Sifat elektrokimia dan stabilitas termal memiliki konduktifitas tingi dibandigkan separator konvensional [16].
0,00 100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00
0 20 40 60 80
Lumination (lux)
time (hour)
Measuring Led Lumination
L(Cu-Zn)
12 BAB III. METODELOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Elektronika Dasar Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan IImu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada bulan Mei 2021 sampai Oktober 2021.
3.2 Bahan
PVA dengan derajat polimerisasi 1799 berupa 99% serbuk dipasok oleh Chang Chun Petrochemical Co.,Ltd - Taiwan. Air suling digunakan sebagai pelarut dan etanol (100%) yang dibeli dari Chem-Supply Ply.Ltd-Australia digunakan sebagai non-pelarut untuk pengendapan polimer. Sedangkan alumina di produksi oleh Almatis alumina-Jerman dengan kemurnian 99,9%.
3.3 Pembuatan separator berbasis PVA dan Alumina
Larutan sampel polimer dibuat dalam dua seri yaitu pertama untuk pengujian menggunakan non-solvent air dan yang kedua untuk pengujian menggunakan nonsolvent etanol. Selanjutnya campuran PVA dan alumina diaduk menggunakan magnetic stirrer selama kurang lebih 3 jam pada suhu 90 ° C sampai didapatkan larutan yang benar-benar homogen berwarna transparan. Separator dibuat dari 10%
berat larutan PVA dengan kandungan padat alumina 2, 4, 6, 8 dan 10% berat masing-masing didefinisikan sebagai MV1, MV2, MV3, MV4, MV5. Larutan pengecoran yang telah disiapkan kemudian disimpan pada suhu kamar selama 24 jam berikutnya untuk pembuangan udara yang memungkinkan terperangkap dan kesetimbangan suhu.
3.4 Karakterisasi fisik dan elektrokimia
Morfologi separator diperiksa dengan scanning electron microscopy (SEM) sedangkan uji elektrokimia dilakukan dengan uji voltametri di LTSIT Universitas Lampung.
3.5 Alat dan Bahan Media Sel Elektrokimia Bahan yang digunakan penelitian ini adalah:
1. Akrilik sebagai kerangka alat utama;
2. Air laut sebagai elektrolit;
13 3. Pipa PVC dan DOP (tutup pipa PVC) sebagai penampung setiap sel
elektrolit;
4. Selang sebagai saluran pembuangan;
5. Kabel serabut ukuran 2,5 mm sepanjang 2 meter sebanyak 20 buah sebagai katoda;
6. Zn berukuran 4 x 7 x 0,002 cm sebanyak 20 buah sebagai anoda;
7. Larutan sepuh perak (AgNO3) 0,02 M sebagai larutan elektrolit pada proses elektroplating;
8. Filter air untuk memfilter air laut;
9. LED sebagai beban untuk menguji energi listrik dari alat;
10. Aquades digunakan untuk mengencerkan larutan sepuh;
11. Larutan HNO3 1% untuk membersihkan logam Cu sebelum di elektroplating;
12. Etanol 70% untuk membersihkan logam Cu setelah dibersihkan dengan larutan HNO3 1 %;
3.6 Prosedur Penelitian
Penelitian dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
1. Membuat desain purwa rupa sistem sistem elektrolit air laut dengan membuat media berbentuk seperti pada gambar 4.1.
2. Melakukan modifikasi serabut Cu dengan metode electroplating, selanjutnya serabut plat Cu(Ag)-Zn(Acid zinc) di letakkan pada media elektrolit air laut.
3. Membuat prototype media sel dan generator sel yang didesain dengan sketchup software seperti pada Gambar 3.1- 3.6.
Gambar 3.1 Desain media sel volta dengan inlet
14 Gambar 3.2. Media sel volta yang telah ditempatkan plastic pelindung
Gambar 3.2. Media sel volta yang telah ditempatkan plastic pelindung
Gambar 3.3 Desain media besar 40 sel
Gambar 3.5 Cover Luar media sel
15 Gambar 3.6 Desain alat keseluruhan dengan beban LED dan Accumulator
3.4 Rancangan Data Hasil Penelitian karekteristik Listrik
Pada penelitian ini, karakteristik listrik alat yang akan diperoleh berupa tegangan, arus, daya, hambatan dalam alat, dan intensitas cahaya yang dihasilkan dari lampu LED. Energi listrik yang dihasilkan dapat diketahui dengan menggunakan multimeter digital dan intensitas cahaya dapat diketahui dengan menggunakan luxmeter digital. Data pengamatan pada penelitian ini akan diambil setiap 1 jam sekali dalam waktu 10 hari berturut-turut, dengan rangkaian 20 sel disusun secara seri.
3.5 Pembagian Tugas Tim Peneliti Tim Peneliti
No Nama Jabatan Bidang
Keahlian Tugas Alokasi Waktu (jam/minggu) 1 Gurum Ahmad Pauzi Ketua Fisika
Instrumentasi
Manajerial, perencanaan dan desain Media
16
2 Dr. Yanti Yulianti, M.Si
Anggota Fisika Instrumentasi
Analisa PVA dan Alumina
8 3 Agus Riyanto, M.Sc Anggota Fisika
Instrumentasi
Desain preparasi PVA Alumina
8 4 Ferina Srinurfitri
NPM 17041078
(Mahasiswa) Fisika Instrumentasi
Umum (skripsi) 16
5 Iqbal Adi Nugroho NPM 17041077
(Mahasiswa) Fisika Instrumentasi
Umum (skripsi) 16
Penampung Elektrolit Air
laut
Monitoring Tegangan, Kuat Arus dan Daya
Beban (100 LED)
Accumulator
16 BAB IV. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN
Adapun luaran yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah
1. Submit artikel pada International Journal of Electrical Power and Energy Systems Terindek SCOPUS
2. Artikel akan diikut sertakan dalam proceeding terindeks scopus International Conference on Theoretical and Applied Physics (ICTAP) 2021. Padang.
3. Jurnal Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan e-ISSN : 2528-1917 | p-ISSN : 1978-2365
4. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) e-ISSN : 2477-1775 | p-ISSN : 2477-1775
Secara detail terlihat pada table 4.1 berikut ini
Tabel 1.1 Rencana Target Capaian Tahunan
No Jenis Luaran Indikator
Capaian
Kategori Sub Kategori Wajib Tambahan TS
1 Artikel Ilmiah dimuat di jurnal
Internasional bereputasi
V submitted
Nasional Terakreditasi
Tidak ada 2 Artikel Ilmiah dimuat di
prosiding
Internasional Terindeks
V Sudah
dilaksanakan
Nasional Tidak ada
3 Invited speaker dalam temu ilmiah
Internasional Tidak ada
Nasional Tidak ada
4 Visiting Lecturer International Tidak ada
5 Hak Kekayaan Interlektual (HKI)
Paten Tidak ada
Paten sederhana V submitted
6 Teknologi Tepat Guna V Sudah
dilaksanakan 7 Model/Purwarupa/Desain/Karya
Seni/Rekayasa Sosial
V selesai
8 Buku Ajar (ISBN) Tidak ada
9 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) V 6
17 BAB V. RENCANA ANGGARAN BIAYA
Ringkasan anggaran biaya penelitian tampak dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Total Anggaran yang di usulkan
NO Jenis Pengeluaran total biaya(Rp)
1 ATK 2,052,000
2 Laporan dan diseminasi 7.525.000,00 3 Pengadaan alat dan bahan penelitian 23.473.000,00
4 Perjalanan Penelitian 1.950.000,00
Total 35,000,000.00
Justifikasi anggaran secara rinci dilampirkan pada Lampiran 1.
BAB VI. JADWAL PENELITIAN Tabel 5.1. Jadwal aktivitas penelitian untuk tahun pertama.
No Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 1. Persiapan, pembelian bahan media
uji dan pengumpulan bahan 2. Pembelian perangkat
Pembuatan alat
3. Percobaan dan pengujian 4. Analisa dan penyempurnaan 5 Publikasi draf
6. Penulisan laporan
18 REFERENSI
[1]. Pauzi, G.A. A Anjarwati, A.S Samosir, S R Sulistiyanti, W Simanjuntak, 2019a. Analisis Pemanfaatan Jembatan Garam Kcl Dan Nacl Terhadap Laju Korosi Elektroda Zn Pada Sel Volta Menggunakan Air Laut Sebagai Elektrolit. Jurnal Analytical and Environmental Chemistry Volume 4, No.
02, Oktober 2019
[2]. Pauzi. G.A., Encep Hudaya, Amir Supriyanto, Warsito., 2016. Analisis Uji Karakteristik Elektrik Air Laut sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan.
Proseding SN SMIAP 2016
[3]. Pauzi. G.A., Jovizal Aristian, Amir Supriyanto, 2017. Desain dan Aplikasi Sistem Elektrolit Air Laut Sebagai Sumber Energi Alternatif Berkelanjutan (Sustainable Energy. Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika. Volume 05, Nomor 01, Januari Tahun 2017
[4]. Kamalia, L., Pauzi G, A,, Suciyati, S,W,, 2018, “Analisis Laju Korosi Elektrode Bahan CuZn dengan Metode Sacrificial Anode Pada Sistem Energi Listrik alternatif Berbasis Air laut,” Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika, vol, 06, no 02, pp 249-255
[5]. Pauzi G.A, Ketrin Chintia Riski, Sri Wahyu Suciyati, Junaidi, Arif Surtono, Amir Supriyanto, and Warsito. 2019b. Improvement of Electrical Characteristics of Electrochemical Cells made from Sea Water Using Electroplating Method of Cu (Ag)-Zn Electrode as Renewable Energy Source. J. Phys.: Conf. Ser. 1338 012017.
[6]. Pauzi. G.A., Randha Kentama Arwaditha, Amir Supriyanto, Sri Wahyu Suciyati, Arif Surtono, Warsito, 2018. Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Fisika. Vol., 8, (2), 78-8, 2018.
[7]. Loto C.A., R.T. Loto, (2013) Effect of Dextrin and Thiourea Additives on the Zinc Electroplated Mild Steel in Acid Chloride Solution. International Journal of Electrochemical Science. vol 8 (2013) 12434 – 12450
[8]. Tuaweri T. J, E. M. Adigio, P. P. Jombo (2013). A Study of Process Parameters for Zinc Electrodeposition from a Sulphate Bath. International Journal of Engineering Science Invention ISSN 2319 – 6734, ISSN (Print): 2319 – 6726 www.ijesi.org Volume 2 Issue 8, August. 2013, PP.17-24
[9]. Zhang S.S., 2007., A review on the separators of liquid electrolyte Li-ion batteries. J. Power Sources 164, 351–364.
[10]. Costa C.M., M.M. Silva, S.L. Mendez et al., 2013, Battery Separators Based On Vinylidene Fluoride (VDF) Polymers and Copolymers for Lithium Ion Battery Applications. RSC Adv. 3, 11404–11417
19 [11]. Medina P, A. W. Bizuayehu, J. P. S. Catalão, E. M. G. Rodrigues, J.
Contreras, 2014, Electrical Energy Storage Systems: Technologies’ State- of-the-Art, Techno-Economic Benefits and Applications Analysis, 47th Hawaii International Conference on System Science
[12]. Ridwanto, Alfi dan Wisnu Broto. 2017. Perancangan Power Bank Dengan Menggunakan Dinamo Sepeda Sederhana. Jurnal SNF. Vol. 6. Hal. 49-56 [13]. LPPM. 2017. Rencana Induk Penelitian Universitas Lampung 2016-2020.
Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lampung.
[14]. Anderson, M.A., Alberto Cudero and Jose Palma. 2010. Capasitive deionization (CDI) as an electrochemical means of saving energy and delivering clean water. Electrochimica Acta, No. 55, hal. 3845-3856.
[15]. Lee, Hun, et al, 2014, A Review of Recent Developments in Membrane Separators for Rechargeable Lithium-Ion Batteries., Energy &
Environmental Science, The Royal Society of Chemistry, vol. 7, 18 Aug.
2014, pp. 3857-3886
[16]. Kim J., Yu JS., 2019., Development of Al2O3 Coated PVA (Polyvinyl Alcohol) Composite Nonwoven Separator For Improving Thermal and Electrochemical Properties. Journal of Emerging Investigators, Vol 2, 16 Oct 2019.pp 1-5