4 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang berada di Jawa Timur. Objek dari penelitian ini dibatasi oleh peneliti dimana perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang makanan dan minuman harus tergolong dalam kategori industri sedang dengan tenaga kerja berjumlah 20 sampai 99 orang dan tergolong industri besar dengan jumlah tenaga kerja diatas 100 orang.
Peneliti mencari target perusahaan melalui rekanan yang bekerja di perusahaan manufaktur bidang makanan dan minuman terutama pada bagian purchasing dari perusahaan untuk menjadi responden melalui telepon, e-mail, atau kunjungan langsung. Selain itu peneliti menerima bantuan dari rekan – rekan alumni yang bekerja pada perusahaan yang sesuai dengan kriteria objek untuk memberikan kuesioner tersebut kepada karyawan bagian purchasing untuk mengisi kuesioner yang dititipkan oleh peneliti. Peneliti menggunakan media elektronik (google form) dalam pengisian kuesioner ataupun kunjungan langsung ke perusahaan target. Jumlah tanggapan awal yang peneliti terima sejumlah 92 responden, dimana 78 tanggapan didapat langsung dari google form dan 14 tanggapan didapatkan dari pengisian tidak langsung dan secara langsung dari responden. Total kuesioner yang disebarkan oleh peneliti adalah sebanyak 120 kuesioner. Dimana tidak semua responden yang peneliti temui sesuai dengan kriteria, seperti lokasi perusahaan diluar jawa timur & jenis perusahaan yang bukan industri makanan & minuman. Hasil dari keseluruhan tanggapan, 12 responden dari google form tidak dapat digunakan karena pengisian kuesioner yang tidak lengkap.
4.1.1 Deskripsi Profil Perusahaan
Berikut adalah deskriptif profil perusahaan dari 80 perusahaan manufaktur
yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman yang berada di Jawa Timur yang
menjadi sampel penelitian:
Tabel 4.1 Deskriptif Sifat Perusahaan Sifat Perusahaan Jumlah %
Terbuka 21 26.3 Tertutup 59 73.8 Total 80 100.0 Sumber : Data diolah
Berdasarkan tabel 4.1 dari 80 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini didominasi oleh perusahaan tertutup yaitu sebanyak 59 perusahaan (73,8%) dan 21 perusahaan (26,3%) lainnya bersifat terbuka.
Tabel 4.2 Deskriptif Golongan Industri Golongan Industri Jumlah % Industri Sedang (20 – 99 orang) 25 31.3
Industri Besar (>100 orang) 55 68.8
Total 80 100.0
Sumber : Data diolah
Berdasarkan golongan industri dalam tabel 4.2 perusahaan yang tergolong kedalam industri sedang dimana perusahaan tersebut memiliki tenaga kerja sebanyak 20 sampai 99 orang sebanyak 25 perusahaan (31,3%) dan 55 perusahaan lainnya (68,8%) tergolong kedalam industri besar dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih sehingga sampel penelitian telah mewakili perusahaan sesuai dengan kriteria yang peneliti tentukan.
Dari data olah tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang sifatnya tertutup juga mampu bersaing dengan perusahaan terbuka dilihat dengan banyaknya perusahaan tertutup yang tergolong ke dalam industri besar atau mampu bersaing dalam skala besar dengan kompetitor perusahaan yang bersifat terbuka
Tabel.4.3 Lokasi Perusahaan
Lokasi Perusahaan Jumlah %
Surabaya 39 48.8
Sidoarjo 13 16.3
Pasuruan 7 8.8
Lokasi Perusahaan Jumlah %
Kediri 5 6.3
Gresik 4 5.0
Mojokerto 4 5.0
Malang 3 3.8
Lokasi Lain 2 2.5
Tulungagung 2 2.5
Probolinggo 1 1.3
Total 80 100
Sumber : Lampiran
Dari tabel 4.3 perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman yang berada di Jawa Timur, 80 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian diantaranya didominasi oleh perusahaan yang berlokasi di Surabaya sebanyak 39 perusahaan (48,8%) hal ini dikarenakan peneliti yang berdominasi di Surabaya membuat lebih mudah dalam pengambilan sampel serta mendapatkan jawaban dari responden, dan dikuti oleh Sidoarjo dan Pasuruan yang masing-masing sebanyak 13 perusahaan (16,3%) dan 7 perusahaan (8,8%), sedangkan sisanya perusahaan yang berlokasi di kediri sebanyak 5 perusahaan (6,3%), Gresik dan Mojokerto masing-masing sebanyak 4 perusahaan (5%), Malang sebanyak 3 perusahaan (3,8%), Tulungagung sebanyak 2 perusahaan (2,5%) dan Probolinggo sebanyak 1 perusahaan (1,3%) dan lokasi lain sebanyak 2 perusahaan (2,5%).
4.1.2 Deskripsi Profil Responden
Berikut adalah deskriptif profil responden dari 80 perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman yang berada di Jawa Timur yang menjadi sampel penelitian:
Tabel 4.4 Deskriptif Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelaman Jumlah %
Laki-Laki 47 58.8 Perempuan 33 41.3 Total 80 100.0
Sumber : Lampiran
Berdasarkan tabel 4.4. dapat diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 47 orang (58,8%) dari total keseluruhan responden, sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 33 orang (41,3%). Hasil ini memberikan informasi bahwa jumlah karyawan atau staf purchasing yang berjenis kelamin laki-laki yang menjadi responden memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan staf purchasing yang berjenis kelamin perempuan.
Tabel 4.5 Deskriptif Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah %
1 – 3 tahun 44 55.0 3 – 5 tahun 25 31.3 Diatas 5 Tahun 11 13.8 Total 80 100.0
Sumber : Lampiran
Tabel 4.5. menunjukkan bahwa dari 80 responden terdapat 44 karyawan bagian purchasing yang telah bekerja selama 1 sampai 3 tahun (55,0%), 25 karyawan dengan masa kerja 3 sampai 5 tahun (31,3%), dan sisanya sebanyak 11 karyawan telah bekerja lebih dari 5 tahun (13,8%). Dengan banyaknya responden yang telah menjadi pegawai tetap didalam divisi purchasing diasumsikan telah mengetahui dan berpengalaman dalam bidangnya sehingga mampu dalam menjawab pertanyaan ataupun pernyataan yang diberikan oleh peneliti.
4.1.3 Deskripsi Variabel Penelitian
Pada analisis deskripsi ini akan dijelaskan jawaban responden pada masing-
masing item pernyataan pada variabel penelitian yaitu Quality Management Practices
In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing (IS), Purchasing
Performance (PP) dan Internal Customer Satisfaction (ICS). Pengukuran diberikan
dengan rentang skala satu sampai lima. Variabel-variabel utama diwakili oleh
beberapa indikator yang akan dituangkan kedalam pernyataan. Responden diminta
untuk memberikan penilaian pada pernyataan-pernyataan terhadap kesesuaian dengan
kondisi yang terjadi. Ukuran proporsional dari tiap variabel dituangkan dalam tabel indeks presepsi responden terhadap variabel-variabel yang telah ditentukan.
Penelitian pada studi ini dilakukan secara survei, yaitu dengan cara memberikan kuisioner kepada para responden. Besarnya sampel yang terkumpul adalah 80 perusahaan manufaktur makanan dan minuman. Selanjutnya dilakukan analisis Gambaran statistik deskriptif pada variabel, digunakan untuk mengetahui mean (rata - rata) dan deskriptif jawaban responden bila pilihan jawaban merupakan skala Likert . Nilai mean jawaban responden dikategorikan dengan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:
8 , 5 0
1 5 Kelas
Jumlah
Terendah Nilai
Tertinggi Nilai
Kelas
Interval − = − =
=
Dengan interval kelas 0,8 diperoleh kategori mean jawaban responden sebagai berikut:
Tabel 4.6 Kategori Mean Jawaban Responden
Interval Kategori
4,20 – 5,00 Sangat tinggi atau Sangat baik atau Sangat sesuai 3,41 – 4,20 Tinggi atau Baik atau Sesuai
2,61 – 3,40 Cukup tinggi atau Cukup baik atau Cukup Sesuai 1,81 – 2,60 Rendah atau Kurang baik atau Kurang sesuai 1,00 – 1,80 Sangat rendah atau Sangat kurang baik atau Sangat
kurang sesuai
Sumber : Lampiran
Berdasarkan data hasil survey lapangan, distribusi jawaban responden tentang indikator yang diajukan diuraikan dalam kuesioner akan dideskripsikan secara rinci dibawah ini. Berdasarkan tabel, setiap jawaban responden akan dihitung mean-nya untuk mengetahui kategori dari variabel yang diberikan dalam bentuk pernyataan.
Untuk jawaban responden dengan interval nilai mean sebesar 4,20 hingga 5,00
dikategorikan sangat tinggi, untuk nilai mean 3,41 hingga 4,20 dikategorikan tinggi,
untuk nilai mean 2,61 hingga 3,40 dikategorkan cukup, untuk nilai mean 1,80 hingga
2,60 dikategorikan rendah dan untuk nilai mean 1,00 hingga 1,80 dikategorikan sangat rendah.
4.1.3.1 Quality Management Practices In Purchasing (QMPP)
Variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP) disusun oleh 5 indikator. Indikator indikator tersebut adalah Membangun hubungan dengan pemasok untuk memenuhi standar perusahaan, Melakukan pengaturan personal karyawan dengan baik, Adanya koordinasi antar divisi dalam perusahaan, Bagian pembelian berkomitmen menerapkan Total Quality dalam proses pembelian dan Perusahaan melakukan perbaikan melalui benchmarking.
Tabel 4.7 Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP)
Pernyataan Frekuensi Jawaban Rata-
Rata
STS TS N S SS
QMPP1. Membangun hubungan dengan pemasok untuk memenuhi standar perusahaan
1 0 7 50 22 4,15
QMPP2. Melakukan pengaturan
personal karyawan dengan baik 1 0 21 44 14 3,88 QMPP3. Adanya koordinasi antar
divisi dalam perusahaan 0 2 19 50 9 3,82
QMPP4. Bagian pembelian berkomitmen menerapkan Total Quality dalam proses pembelian.
1 4 29 36 10 3,63 QMPP5. Perusahaan melakukan
perbaikan melalui benchmarking 1 6 26 35 12 3,64
Mean Jawaban 3,82
Sumber : Lampiran
Table 4.8 Data Deskriptif Variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP)
No Indikator BTB TTB
QMPP 1 Membangun hubungan
dengan pemasok untuk memenuhi standar perusahaan
1.25 % 90 %
No Indikator BTB TTB QMPP 2 Melakukan pengaturan
personal karyawan dengan baik
1.25 % 72.5 %
QMPP 3 Adanya koordinasi antar divisi dalam perusahaan
2.5 % 73.75 %
QMPP 4
Bagian pembelian berkomitmen menerapkan Total Quality dalam proses
pembelian.
6.25 % 57.5 %
QMPP 5 Perusahaan melakukan perbaikan melalui
benchmarking
8.75 % 58.75 %
Sumber : Lampiran
Dengan melihat jawaban responden dalam mengisi kuesioner, indikator Membangun hubungan dengan pemasok untuk memenuhi standar perusahaan mendapat tanggapan yang sangat baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 90%, dimana hampir keseluruhan responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 4.15.
Hal ini menunjukan bahwa perusahaan telah mampu untuk membangun hubungan yang baik dengan pemasok untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
Indikator kedua yaitu melakukan pengaturan personal karyawan mendapat tanggapan baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 72.5%, dimana hampir tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.88. Nilai rata–rata ini cukup tinggi untuk menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu melakukan pengaturan personal karyawannya dengan baik.
Indikator ketiga yaitu adanya koordinasi antar divisi dalam perusahaan
mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian
sebesar 73.75%, dimana hampir tiga perempat responden setuju dan sangat setuju
dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar
3.82. Nilai rata–rata ini cukup tinggi untuk menunjukkan bahwa koordinasi antar
divisi telah berjalan dengan baik di dalam perusahaan.
Indikator keempat yaitu bagian pembelian berkomitmen Dalam menerapkan total quality management dalam proses pembeliannya mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 57.5%, lebih dari setengah responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.63. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah berkomitmen dalam penerapan total quality management dalam setiap proses pembelian yang dilakukan
Indikator kelima yaitu perusahaan melakukan perbaikan melalui benchmarking mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 58.75%, lebih dari setengah responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.64. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan benchmarking untuk melakukan perbaikan perusahaan.
Dari nilai rata-rata yang didapat, dapat dilihat bahwa pada perusahaan- perusahaan makanan dan minuman di jawa timur telah mampu dalam pengimplementasian QMPP (Quality Management Practices in Purchasing). Dimana perusahaan telah melakukan pengaturan personal karyawan dengan baik, koordinasi antar divisi dalam perusahaan berjalan dengan baik, komitmen bagian pembelian yang cukup tinggi dalam menerapkan Total Quality dalam proses pembelian, serta perusahaan melakukan perbaikan melalui benchmarking, namun fokus utamanya adalah pada membangun hubungan dengan pemasok untuk memenuhi standar perusahaan. Indikator tersebut memberikan dukungan paling besar bagi variabel QMPP (Quality Management Practices in Purchasing) bila dilihat dari nilai rata – ratanya yaitu 4.15. Standar deviasi yang terendah terdapat pada indikator Q3 (0.65) yaitu adanya koordinasi antar divisi dalam perusahaan.
4.1.3.2 Information System Purchasing (IS)
Variabel Information System Purchasing (IS) disusun oleh 5 indikator yaitu
Adanya advertising company web page, Adanya Direct sales company web page,
Adanya Company intranet (internal web, Penggunaan electronic data interchange
(EDI) dengan suppliers dan Penggunaan electronic data interchange (EDI)
dengancustomers/clients. Berikut adalah hasil sebaran jawaban responden pada variabel nformation System Purchasing (IS)
Tabel 4.9 Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Information System Purchasing (IS)
Pernyataan Frekuensi Jawaban Rata-
Rata
STS TS N S SS
IS1. Adanya advertising company
web page 1 5 10 32 32 4,11
IS2. Adanya Direct sales company
web page 0 15 27 30 8 3,39
IS3. Adanya Company intranet
(internal web) 0 5 15 41 19 3,92
IS4. Penggunaan electronic data
interchange (EDI) dengan suppliers 1 4 16 40 19 3,90 IS5. Penggunaan electronic data
interchange (EDI) dengan customers/clients
2 3 18 40 17 3,84
Mean Jawaban 3,83
Sumber : Lampiran
Table 4.10 Data Deskriptif Variabel Information System Purchasing (IS)
No Indikator BTB TTB
IS1. Adanya advertising company
web page 7.5 % 80 %
IS2. Adanya Direct sales company web page
18.75 % 47.5 % IS3. Adanya Company intranet
(internal web)
6.25 % 75 %
IS4. Penggunaan electronic data interchange (EDI) dengan suppliers
6.25 % 73.75 %
IS5. Penggunaan electronic data interchange (EDI) dengan customers/clients
6.25 % 71.25 %
Sumber : Lampiran
Dengan melihat jawaban responden dalam mengisi kuesioner, indikator
adanya advertising company web page mendapat tanggapan yang baik dari responden
dengan prosentase ketercapaian sebesar 80%, dimana hampir tiga perempat dari keseluruhan responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 4.11. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar perusahaan telah memiliki company web advertising untuk mempromosikan produknya.
Indikator kedua yaitu adanya direct sales company web page mendapat tanggapan cukup baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 47.5%, dimana hampir setengah dari total responden setuju dam sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.39.
Nilai rata–rata ini cukup tinggi untuk menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki direct company web page untuk mempermudah dan mempercepat proses penjualan.
Indikator ketiga yaitu adanya company intranet (internal web) mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 75%, dimana tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.92. Nilai rata–rata yang tinggi untuk menunjukkan perusahaan telah mampu menerapkan information system dalam percepatan proses pembelian yang didukung dengan company intranet dalam setiap prosesnya.
Indikator keempat yaitu penggunaan electronic data interchange (EDI) dengan suppliers mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 73.75%, hampir tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.63. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu menerapkan sistem informasi yang terintegrasi dengan supplier menggunaan electronic data interchange (EDI).
Indikator kelima yaitu penggunaan electronic data interchange (EDI) dengan customers/clients mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 71.25%, dengan rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.84.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu menerapkan sistem informasi
yang terintegrasi dengan user menggunaan electronic data interchange (EDI).
Dari nilai rata-rata yang didapat menunjukan bahwa information system yang ada dalam perusahaan masih cukup baik. Standar deviasi yang terendah terdapat pada indikator IS3 (0.82) yaitu adanya company intranet (internal web).
4.1.3.3 Purchasing Performance (PP)
Variabel Purchasing Performance (PP) disusun oleh 4 indikator pertanyaan meliputi Kesesuaian harga bahan baku, Kesesuaian bahan baku material dengan spesifikasi, Ketepatan waktu pengiriman bahan baku dan Jumlah bahan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan perusahaan. berikut adalah sebaran data jawaban responden pada variabel Purchasing Performance (PP).
Tabel 4.11 Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Purchasing Performance (PP)
Pernyataan Frekuensi Jawaban Rata-
Rata
STS TS N S SS
PP1. Kesesuaian harga bahan baku 2 0 13 47 18 3,99 PP2. Kesesuaian bahan baku
material dengan spesifikasi 1 1 11 46 21 4,06 PP3. Ketepatan waktu pengiriman
bahan baku 0 3 25 34 18 3,84
PP4. Jumlah bahan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan perusahaan
1 2 7 41 29 4,19
Mean Jawaban 4,02
Sumber : Lampiran
Table 4.12 Data Deskriptif Variabel
Purchasing Performance (PP)
No Indikator BTB TTB
PP1. Kesesuaian harga bahan baku
2.5 % 81.25 %
PP2. Kesesuaian bahan baku
material dengan spesifikasi 2.5 % 83.75 % PP3. Ketepatan waktu pengiriman
bahan baku
3.75 % 65 %
No Indikator BTB TTB
PP4. Jumlah bahan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan perusahaan
3.75 % 87.5 %
Sumber : Lampiran
Indikator yang menyatakan kesesuaian harga bahan baku mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 81.25%, dimana lebih dari tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.99. Hal ini menunjukan bahwa harga bahan baku yang dibeli oleh perusahaan telah sesuai dengan standar dari perusahaan.
Indikator kedua yaitu kesesuaian bahan baku material dengan spesifikasi mendapat tanggapan baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 83.75%, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 4.06.
Menunjukkan bahwa bahan baku yang dibeli oleh perusahaan telah sesuai dengan standard dan spesifikasi yang ditentukan oleh perusahaan.
Indikator ketiga yaitu ketepatan waktu pengiriman bahan baku mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 65%, lebih dari setengah responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.84. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengiriman bahan baku oleh pemasok kepada perusahaan telah sesuai dengan schedule yang ditetapkan oleh perusahaan.
Indikator keempat yaitu jumlah bahan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan perusahaan mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 87.5%, lebih dari tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 4.19. Hal ini menunjukkan bahwa bahan baku yang dibeli oleh perusahaan telah sesusai dengan kebutuhan bagian produksi perusahaan.
Dari nilai rata-rata yang didapat, dapat dilihat bahwa bagian pembelian
mampu untuk melakukan improvement kinerja pembelian dengan ketepatan waktu
pengiriman bahan baku yang didukung dengan kesesuaian harga dan spesifikasi
bahan baku serta fokus utamanya pada jumlah bahan yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan bagian produksi perusahaan. Standar deviasi yang terendah terdapat pada indikator PP2 (0.75) yaitu kesesuaian bahan baku material dengan spesifikasi.
4.1.3.4 Internal Customer Satisfaction (ICS)
Variabel Internal Customer Satisfaction (ICS) disusun berdasarkan 5 indikator pertanyaan, meliputi : Karyawan puas dengan ketanggapan Divisi pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan, Karyawan puas dengan ketepatan waktu divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan karyawan, Karyawan Puas dengan kehandalan divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan peralatan kerja karyawan, Karyawan puas dengan empati divisi pembelian terhadap kebutuhan peralatan kerja karyawan dan Karyawan puas karena divisi pembelian selalu memberikan peralatan kerja terbaik untuk karyawan. Variabel ini merupakan penilaian departemen pembelian terhadap kinerjanya dalam memuaskan karyawan divisi yang lain. Berikut adalah jawaban responden menurut indikatornya.
Tabel 4.13 Deskripsi Jawaban Responden pada Variabel Internal Customer Satisfaction (ICS)
Pernyataan Frekuensi Jawaban Rata-
Rata
STS TS N S SS
ICS1. Karyawan puas dengan ketanggapan Divisi pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan
1 0 12 58 9 3,93
ICS2. Karyawan puas dengan ketepatan waktu divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan karyawan
1 0 22 46 11 3,82
ICS3. Karyawan Puas dengan kehandalan divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan peralatan kerja karyawan
1 1 26 42 10 3,74
ICS4. Karyawan puas dengan empati divisi pembelian terhadap kebutuhan peralatan kerja karyawan
2 2 27 39 10 3,66
Pernyataan Frekuensi Jawaban Rata- Rata
STS TS N S SS
ICS5. Karyawan puas karena divisi pembelian selalu memberikan peralatan kerja terbaik untuk karyawan
2 1 19 41 17 3,88
Mean Jawaban 3,81
Sumber : Lampiran
Table 4.14 Data Deskriptif Variabel Internal Customer Satisfaction (ICS)
No Indikator BTB TTB
ICS1. Karyawan puas dengan ketanggapan Divisi pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan
1.25 % 83.75 %
ICS2. Karyawan puas dengan ketepatan waktu divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan karyawan
1.25 % 71.25 %
ICS3. Karyawan Puas dengan kehandalan divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan peralatan kerja karyawan
2.5 % 65 %
ICS4. Karyawan puas dengan empati divisi pembelian terhadap kebutuhan peralatan kerja karyawan
5 % 61.25 %
ICS5. Karyawan puas karena divisi pembelian selalu memberikan peralatan kerja terbaik untuk karyawan
3.75 % 72.5 %
Sumber : Lampiran
Indikator yang menyatakan karyawan puas dengan ketanggapan divisi
pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan tanggapan
yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 83.75%, dimana
lebih dari tiga perempat responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan
tersebut, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.93. Hal ini
menunjukan bahwa karyawan / divisi lain telah puas dengan ketanggapan divisi
pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan.
Indikator kedua yaitu karyawan puas dengan ketepatan waktu divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan karyawan mendapat tanggapan baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 71.25%, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.82. Menunjukkan bahwa karyawan / divisi lain telah puas dengan ketepatan waktu divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan karyawan.
Indikator ketiga yaitu karyawan Puas dengan kehandalan divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan peralatan kerja karyawan mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 65%, lebih dari setengah responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan ini, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.74. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan / divisi lain telah puas dengan kehandalan divisi pembelian dalam melengkapi kebutuhan peralatan kerja karyawan.
Indikator keempat yaitu karyawan puas dengan empati divisi pembelian terhadap kebutuhan peralatan kerja karyawan mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 61.25%, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.66. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan / divisi lain telah puas dengan empati divisi pembelian terhadap kebutuhan peralatan kerja karyawan.
Indikator kelima yaitu karyawan puas karena divisi pembelian selalu memberikan peralatan kerja terbaik untuk karyawan mendapat tanggapan yang baik dari responden dengan prosentase ketercapaian sebesar 72.5%, sehingga didapat rata - rata nilai dari pernyataan ini sebesar 3.88. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan / divisi lain telah puas dengan kinerja divisi pembelian yang selalu memberikan peralatan kerja terbaik untuk karyawan.
Dari nilai rata-rata yang didapat, dapat dilihat secara keseluruhan bahwa karyawan puas dengan kinerja bagian pembelian. Yang terlihat dari nilai rata rata dari keempat indikator tersebut sebesar 3.81 yang masuk dalam kategori tinggi atau baik.
Standar deviasi yang terendah terdapat pada indikator ICS1 (0.61) yaitu karyawan
puas dengan ketanggapan divisi pembelian dalam mengobservasi kekurangan peralatan kerja karyawan.
4.1.4 Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Penelitian ini diawali dengan melakukan pengujian validitas kuesioner, yaitu pengujian terhadap item-item pernyataan yang menyusun setiap indikator penelitian.
Pengujian validitas kuesioner dimasudkan untuk mengetahui kemampuan indicator dalam mengukur suatau variabel. Pengujian validitas digunakan metode korelasi product moment pearson, dimana indikator pertanyaan dinyatakan valid apabila nilai korelasi product moment pearson lebih besar dari 0,30 dan untuk pengujian
reliabilitas akan dipergunakan metode cronbach alpha untuk data interval. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan pada 80 responden penelitian dengan skala data nominal dan interval sebagai pre test sebelum dilajutkan ke dalam analisis dengan Partial Least Square. Berikut adalah hasil uji validitas pada variabel penelitian:4.1.4.1 Validitas dan Reliabilitas variabel QMPP
Tabel 4.15 Validitas dan Reliabilitas Quality Management Practices In Purchasing (QMPP)
Indikator Mean Std. Dev
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha
Q1
4,15 0,68 0,493
0,783
Q2
3,88 0,74 0,605
Q3
3,83 0,65 0,498
Q4
3,63 0,82 0,596
Q5
3,64 0,88 0,408
Rata-rata nilai Mean 3,82
Sumber : Lampiran
Tabel 4.15 menunjukkan mean jawaban responden pada indikator-indikator Quality Management Practices In Purchasing yang tergolong tinggi yaitu berada pada interval 3,41 sampai 4,20. Validitas dengan metode korelasi product moment pearson diketahui dari nilai corrected item total correlation untuk masing-masing indicator pertanyaan sudah lebih besar dari criteria r (0,300). Sehingga indikator- indikator pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP).
Hasil pengujian reliabilitas juga diketahui menghasilkan nilai cronbach’s alpha pada dimensi Quality Management Practices In Purchasing (QMPP) sebesar 0,783 sehingga dapat disimpulkan penyusunan item-item pernyataan kuesioner pada variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP) dinyatakan reliabel dan dapat dipercaya sebagi alat ukur yang menghasilkan jawaban yang konsisten.
4.1.4.2 Validitas dan Reliabilitas variabel Information System
Tabel 4.16 Validitas dan Reliabilitas Information System (IS)
Indikator Mean Std. Dev
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha
IS1 4,11
0,94 0,550
0,762
IS2 3,39
0,91 0,380
IS3 3,92
0,82 0,450
IS4 3,90
0,87 0,644
IS5 3,84
0,89 0,642
Rata-rata nilai Mean
3,83
Sumber : Lampiran
Validitas dengan metode korelasi product moment pearson diketahui dari nilai
corrected item total correlation untuk masing-masing indicator pertanyaan sudah
lebih besar dari criteria r (0,300). Sehingga indikator-indikator pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel Information System (IS).
Hasil pengujian reliabilitas juga diketahui menghasilkan nilai cronbach’s alpha pada dimensi Information System (IS) sebesar 0,762 sehingga dapat disimpulkan penyusunan item-item pernyataan kuesioner pada variabel Information System (IS) dinyatakan reliabel dan dapat dipercaya sebagi alat ukur yang menghasilkan jawaban yang konsisten.
4.1.4.3 Validitas dan Reliabilitas variabel Purchasing Performance Tabel 4.17 Validitas dan Reliabilitas Purchasing Performance (PP)
Indikator Mean Std. Dev
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha
PP1 3,99
0,79 0,687
0,804
PP2 4,06
0,75 0,746
PP3 3,84
0,82 0,506
PP4 4,19
0,80 0,552
Rata-rata nilai Mean
4,02
Sumber : Lampiran
Validitas dengan metode korelasi product moment pearson diketahui dari nilai corrected item total correlation untuk masing-masing indicator pertanyaan sudah lebih besar dari criteria r (0,300). Sehingga indikator-indikator pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel Purchasing Performance (PP).
Hasil pengujian reliabilitas juga diketahui menghasilkan nilai cronbach’s
alpha pada dimensi Purchasing Performance (PP) sebesar 0,804 sehingga dapat
disimpulkan penyusunan item-item pernyataan kuesioner pada variabel Purchasing
Performance (PP) dinyatakan reliabel dan dapat dipercaya sebagi alat ukur yang
menghasilkan jawaban yang konsisten.
4.1.4.4 Validitas dan Reliabilitas variabel Internal Customer Satisfaction Tabel 4.18 Validitas dan Reliabilitas Internal Customer Satisfaction (ICS)
Indikator Mean Std. Dev
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha
ICS1 3,93
0,61 0,541
0,826
ICS2 3,82
0,71 0,654
ICS3 3,74
0,74 0,709
ICS4 3,66
0,83 0,651
ICS5 3,88
0,85 0,578
Rata-rata nilai Mean
3,81
Sumber : Lampiran
Validitas dengan metode korelasi product moment pearson diketahui dari nilai corrected item total correlation untuk masing-masing indicator pertanyaan sudah lebih besar dari criteria r (0,300). Sehingga indikator-indikator pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel Internal Customer Satisfaction (ICS).
Hasil pengujian reliabilitas juga diketahui menghasilkan nilai cronbach’s alpha pada dimensi Internal Customer Satisfaction (ICS) sebesar 0,826 sehingga dapat disimpulkan penyusunan item-item pernyataan kuesioner pada variabel Internal Customer Satisfaction (ICS) dinyatakan reliabel dan dapat dipercaya sebagi alat ukur yang menghasilkan jawaban yang konsisten.
4.2 Analisa Partial Least Square
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode Partial Least
Square (PLS) dengan bantuan software Smart PLS 2. Berdasarkan teori dirancang
model struktural PLS untuk pengaruh karateristik Quality Management Practices In
Purchasing (QMPP) terhadap Internal Customer Satisfaction (ICS) melalui
Information System Purchasing (IS) dan Purchasing Performance (PP). Berikut adalah hasil dari estimasi algorithm berdasarkan model yang telah disusun :
Gambar 4.1 Model Struktural SEM
Langkah-langkah dalam melakukan analisis dengan Partial Least Square (PLS) terdiri atas dua evaluasi yaitu evaluasi outer model dan inner model. Berikut ini adalah penjelasan pada tiap langkah evaluasi dalam analisis Partial Least Square:
4.2.1 Evaluasi Outer Model
Evaluasi outer model dalam analisa Partial Least Square dilakukan untuk melakukan pengukuran measurement model atas variabel-variabel penelitian.
Evaluasi outer model terdiri atas pengujian convergent validity, discriminant validity dan composite reliability.
a. Convergent Validity
Convergent validity digunakan untuk mengukur suatu konstruk, karena suatu
konstruk haruslah berkorelasi tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, convergent
validity diukur dengan indicator reliability (outer loading) dan hasil average
variance extracted (AVE).
i. Indicator Reliability (Outer Loading)
Pengukuran convergent validity menggunakan nilai outer loading dengan batas ketentuan nilai outer loading harus lebih besar dari 0,50. Indikator dianggap reliable bila nilai outer loading indikator lebih dari 0,7. Artinya, indikator ini dapat digunakan untuk penelitian. Namun, nilai loading 0,5 hingga 0,7 masih bisa diterima.
Nilai loading yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin penting peranan indikator dalam merefleksikan variabel. Berikut adalah nilai outer loading masing- masing indikator pada variabel penelitian:
Tabel 4.19 Nilai Outer loadings (measurement model)
ICS IS PP QMPP
ICS1 0.70436 ICS2 0.79925 ICS3 0.84078 ICS4 0.78176 ICS5 0.72539
IS1 0.71226
IS2 0.58445
IS3 0.60804
IS4 0.83101
IS5 0.83217
PP1 0.84223
PP2 0.88061
PP3 0.69255
PP4 0.76363
Q1 0.67634
Q2 0.75157
Q3 0.6686
Q4 0.75894
Q5 0.79717
Sumber : Lampiran
Berdasarkan Tabel diketahui bahwa nilai outer loading pada pengukuran
variabel semua item pertanyaan pada tiap dimensi dihasilkan telah lebih besar dari
dari ketetapan 0,50 sehingga pengukuran untuk variabel karakteristik perusahaan
sudah memenuhi convergent validity.
ii. Average Variance Extracted (AVE)
Selain dari outer loading, convergent validity dapat dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE). Average Variance Extracted (AVE) adalah rata-rata presentase nilai varian yang diekstraksi dari seperangkat variabel laten yang diestimasi melalui loading standardize indikatornya dalam proses iterasi algortima.
Dimana nilai AVE ini sebaiknya lebih dari 0,5 (Latan & Ghozali, 2013). Minimal 0,5 berarti baik karena variabel laten dapat menjelaskan rata-rata lebih dari setengah variance dari indikatornya. Semakin besar nilai AVE menunjukkan semakin tinggi kemampuannya dalam menjelaskan skor pada indikator-indikator yang mengukur variabel laten. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.20
Tabel 4.20 Hasil dari Average Variance Extracted (AVE) AVE
ICS 0.59583 IS 0.52034 PP 0.6369 QMPP 0.53616
Dari nilai AVE maka dapat dilihat bahwa variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing (IS), Purchasing Performance(PP) dan Internal Customer Satisfaction (ICS) memiliki hubungan korelasi yang baik, yaitu nilainya lebih besar dari 0,5.
b. Composite Reliability
Composite reliability digunkan untuk mengukur internal consistency dan dapat dikatakan baik apabila memiliki nilai lebih dari 0,80. Composite reliability menguji nilai reliabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dikatakan memenuhi composite reliability jika memiliki nilai composite reliability >
0,70. Berikut adalah nilai composite reliability masing-masing variabel:
Tabel 4.21 Nilai Composite Reliability
Variabel Composite
Reliability Internal Customer Satisfaction (ICS) 0.880
Information System Purchasing(IS) 0.841
Purchasing Performance(PP) 0.874
Quality Management Practices In Purchasing (QMPP) 0.852 Sumber : Lampiran 3
Tabel menunjukkan bahwa nilai composite reliability untuk variabel Quality Management Practices In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing (IS), Purchasing Performance (PP) dan Internal Customer Satisfaction (ICS) semuanya sudah lebih besar dari 0,70. Dengan demikian dalam model penelitian, masing- masing variabel penelitian telah memenuhi composite reliability.
c. Discriminant Validity (Cross Loadings)
Evaluasi selanjutnya pada outer model adalah discriminant validity. Untuk mengukur discriminant validity digunakan perbandingan dengan mempergunakan nilai crossloading. Berikut adalah perbandingan nilai cross loading yang masing- masing indicator variabel penelitian:
Tabel 4.22 Nilai Cross Loading
ICS IS PP QMPP
ICS1 0.704355 0.528693 0.445098 0.589756
ICS2 0.799246 0.617024 0.607025 0.643249
ICS3 0.840782 0.674238 0.581826 0.707854
ICS4 0.781755 0.610028 0.514798 0.577002
ICS5 0.725391 0.596529 0.530188 0.539171
IS1 0.520235 0.712259 0.530735 0.569111
IS2 0.498687 0.584453 0.443245 0.558318
IS3 0.475622 0.608042 0.330686 0.466046
IS4 0.64713 0.831013 0.560589 0.625569
IS5 0.665507 0.832167 0.553195 0.604729
ICS IS PP QMPP PP1 0.590871 0.518613 0.842234 0.506852 PP2 0.608993 0.579551 0.88061 0.602593 PP3 0.469745 0.431888 0.69255 0.488994 PP4 0.54461 0.627667 0.763627 0.538201 Q1 0.626768 0.489632 0.443122 0.676343 Q2 0.495865 0.504818 0.496766 0.751568 Q3 0.49973 0.527816 0.423677 0.668599 Q4 0.627413 0.581237 0.425174 0.758944 Q5 0.643961 0.737584 0.636875 0.797166
Sumber : Lampiran
Berdasarkan Tabel diketahui bahwa nilai outerloading terbesar dari hasil crossloading pada masing-masing variabel dan dimensi didapatkan nilai tertinggi pada variabel yang memang diukurnya. Hasil ini menunjukkan bahwa indikator- indikator di dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik.
4.2.2 Evaluasi Inner Model
Model struktural atau inner model bertujuan untuk memprediksi hubungan antar variabel laten yang dihipotesiskan. Model struktural dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan koefisien determinasi untuk variabel independen. Sedangkan signifikansi antar konstruk dinilai dengan koefisien path atau nilai t (tvalues) (Latan
& Ghozali, 2013).
4.2.2.1 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar variasi
variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen. Dalam mlihat model
structural dengan PLS, mulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten
endogen sebagai kekuatan prediksi dari model structural. Perubahan nilai Rsquare
dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu
terhadap variabel laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantive. Hasil
dari PLS R-square mempresentasi jumlah variance dari konstruk yang dijelaskan oleh
model. Semakin besar nilai R-square semakin besar presentase variance yang dapat dujelaskan (Latan & Ghozali, 2013).
Disamping melihat besarnya nilai R-square, evaluasi model PLS dapat juga dilakukan dengan Q-square. Teknik ini dapat mempresentasi synthesis dari cross- validation dan fungsi fitting dengan prediksi dari observed variabel dan estimasi dari parameter konstruk. Nilai Q-square lebih besar dari 0 menunjukkan bahwa model mempunyai predictive relevance.
Tabel 4.23 Nilai R-Square Variabel R-Square
ICS 0.72002 IS 0.61989 PP 0.51199 QMPP
Dari Tabel 4.23 diketahui nilai R-Square untuk Internal Customer Satisfaction (ICS) sebesar 0,720 memiliki arti bahwa prosentase besarnya Internal Customer Satisfaction (ICS) yang dapat dijelaskan oleh Quality Management Practices In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing(IS) dan Purchasing Performance(PP) adalah sebesar 72,0%. sedangkan sisanya 28% dijelaskan oleh variabel lain selain Quality Management Practices In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing(IS) dan Purchasing Performance(PP).
Besarnya nilai R-Square untuk variabel Information System Purchasing(IS) adalah sebesar 0,6198 artinya prosentase besarnya Information System Purchasing (IS) yang dapat dijelaskan oleh Quality Management Practices In Purchasing (QMPP) adalah sebesar 62%, sedangkan sisanya 38% dijelaskan oleh variabel lain selain Quality Management Practices In Purchasing (QMPP).
Besarnya nilai R-Square untuk variabel Purchasing Performance (PP) adalah
sebesar 0,5119 artinya variabel Purchasing Performance (PP) dapat dijelaskan oleh
variabel uality Management Practices In Purchasing (QMPP) dan Information
System Purchasing (IS) sebesar 51,2% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel
lain.
Kesesuaian mode struktural dapat dilihat dari Q-square. Sementara nilai Q
2dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Q
2= 1 – (P
e12x P
e22x P
e32) dimana:
Q
2= Koefisien determinasi total
P
2ei= Parameter error masing-masing persamaan P
ei= = (1 – Ri
2)
0.5Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai R
12= 0,720 ; R
22= 0,620 dan nilai R
32= 0,512 sehingga diperoleh nilai Pe
1, Pe
2dan Pe
3sebagai berikut:
P
e1= (1 – 0,720)
0.5= 0,529 P
e2= (1 – 0,620)
0.5= 0,616 P
e3= (1 – 0,512)
0.5= 0,699
Didapat nilai koefisien determinasi total sebagai berikut:
Q
2= 1 – (P
e12x P
e22x P
e32)
Q
2= 1 – (0,529
2x 0,616
2x 0,699
2) Q
2= 0,948
Dari hasil perhitungan didapat nilai koefisien determinasi total sebesar 0,948, yang berarti model PLS yang dikembangkan dapat menjelaskan fenomena mengenai Quality Management Practices In Purchasing (QMPP), Information System Purchasing (IS), Purchasing Performance (PP) dan Internal Customer Satisfaction (ICS) di perusahaan manufaktur makanan dan minuman di Jawa Timur sebesar 94,8%. Sedangkan sisanya 5,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dipergunakan di dalam model.
Hasil angka tersebut juga lebih besar dari 0 sehingga menunjukkan model memiliki predictive relevance. Hal ini menunjukkan variabel laten eksogen mempunyai nilai predictive relevance yang cukup terhadap variabel laten endogen.
4.2.2.2 Signifikansi dan Pengaruh antar Variabel
Nilai koefisien path atau inner model menunjukkan tingkat signifikansi dalam pengujian hipotesis. Skor koefisien path ditunjukkan oleh nilai T-statistik. Nilai T-
1−Ri2