BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Rencana Kerja (RENJA) Kecamatan Rappocini Kota Makassar Tahun 2016 pada dasarnya merupakan pengkomunikasian Program dan Kegiatan Pemerintahan Kota Makassar Di Bidang Pemerintahan, Sosial Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomiaan.
Mengacu pada Permendagri No.54 Tahun 2010, dimana setiap satuan perangkat SKPD diwajibkan menyusun Rencana Strategis (Renstra) sebagai proyeksi program/kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD dalam 5 tahun mendatang. Dari dokumen Renstra selanjutnya diturunkan ke dalam penyusunan dokumen Renja SKPD per tahun. Penyusunan Renja SKPD merujuk pada dokumen Renstra SKPD dan melakukan pengukuran dan evaluasi Renja tahun sebelumnya.
Rencana Kerja merupakan dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan dalam anggaran yang menjadi dasar dalam penetapan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Penyusunan Rencana Kerja, merupakan bentuk pelaksanaan Undang-undang No.25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-Undang ini secara substansi mengamanatkan penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) untuk periode tahunan dan juga sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran SKPD, serta untuk mendukung suksesnya pencapaian sasaran pembangunan daerah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar Tahun 2014-2019.
Proses penyusunan Renja didasarkan pada penjaringan aspirasi yang diformulasikan melalui Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahunan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah pada tahun sebelumnya. Lebih lanjut penyusunan Dokumen RKPD dan Renja SKPD juga diintegrasikan dengan prioritas pembangunan pemerintahan Provinsi maupun Pemerintah Pusat, hal ini sejalan dengan Pasal 2 (dua) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa Daerah Kabupaten dan Kota merupakan bagian dari Provinsi serta mempunyai hubungan wewenang Keuangan, Pelayanan umum, Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan
Sumber Daya lainnya. Musrenbang berfungsi sebagai Forum untuk menghasilkan kesepakatan antara pelaku pembangunan tentang rencana RKPD dan Renja SKPD, yang menitik beratkan pada pembahasan untuk singkronisasi sasaran, arah kebijakan program dan kegiatan SKPD serta masyarakat dalam pencapaian tujuan pembangunan Kota Makassar.
Penyusunan rencana kinerja ini juga dimulai dengan merumuskan Renstra Kecamatan Rappocini yang merupakan rencana jangka menengah ( lima tahun ) yang dilanjutkan dengan menjabarkan rencana lima tahunan tersebut kedalam rencana kerja tahunan berdasarkan rencana kerja tahunan tersebut akan ditindak lanjuti dengan penyusunan RKA dan DPA Kecamatan Rappocini.
1.2. Landasan Hukum
Dasar Hukum penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Kecamatan Rappocini adalah berdasarkan :
1) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822);
2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3) Undang-Undang Nomor 33Tahun 2004 tentang sistem Perimbangan Keuangan Pusat
dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
5) Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan batas-batas Daerah Kota Makassar dan Kabupaten-Kabupaten Gowa, Maros, Pangkejene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
6) Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar Dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 193);
7) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggung jawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
8) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
9) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
10) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
11) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
12) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan kemudian diubah kembali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
13) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
14) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015;
15) Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 13 Tahun 2006 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Makassar Tahun 2005- 2025 (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 13 Tahun 2006);
16) Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Menjadi
Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Tahun 2009 Nomor 2);
17) Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009);
18) Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Tahun 2006 Nomor 6 Seri E );
19) Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2014).
20) Surat Keputusan Walikota Tentang pengesahan RENSTRA SKPD.
Dengan dasar Hukum ini, memberikan konsekuensi terhadap semua Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk dapat menyusun Rencana Kerjanya. Program dan Kegiatan setiap tahun dengan parameter yang terukur dan dapat dilaksanakan untuk menjawab berbagai permasalahan sesuai dengan kemampuan anggaran yang diselaraskan dengan Rencana Strategis yang telah disusun sebelumnya. Oleh karena itu dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kecamatan Rappocini maka disusunlah Rencana kerja setiap tahunnya.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan RENJA Kecamatan Rappocini adalah Memberikan arah penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan serta pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Rappocini Tahun 2016. Dan sebagai pemandu bagi pelaksanaan program/kegiatan Kecamatan Rappocini Tahun 2016.
Adapun tujuan disusunnya Rencana Kerja (RENJA) Kecamatan Rappocini tahun 2015 adalah sebagai berikut :
1. Sebagai input dalam rangka perbaikan pelaksanaan tugas dan peningkatan
pembangunan satu tahun kedepan;
2. Mensinkronisasi serta mensinergikan program dan kegiatan Kecamatan Rappocini Tahun 2016 dengan target dan sasaran pembangunan daerah sebagaimana terumus dalam dokumen RKPD Kota Makassar tahun 2016.
3. Bahan evaluasi perencanaan tugas-tugas Camat berikutnya;
4. Mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2015 sebagai salah satu
pertimbangan dalam penentuan Rencana Program dan Kegiatan tahun 2016, menetapkan rencana program dan kegiatan tahun 2016, dan menetapkan indikator capaian program/kegiatan yang akan dicapai tahun 2016.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja (RENJA) Kecamatan Rappocini sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan Renja SKPD, bab ini memuat :
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistimatika Penyusunan
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KECAMATAN RAPPOCINI TAHUN LALU
2.1. Evaluasi pelaksanaan Renja Tahhun lalu dan capaian Renstra Kecamatan Rappocini
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Kecamatan Rappocini
2.3. Isu – Isu penjting penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
2.5. Penelaahan Usulan Program dank Kegiatan Masyarakat. BAB III TUJUAN SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Bab ini memuattentang :
3.1. Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD 3.2. Program dan Kegiatan BAB IV PENUTUP
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KECAMATAN RAPPOCINI TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Kecamatan Rappocini Tahun Lalu dan Capaian Renstra Kecamatan Rappocini.
Selama tahun 2015 SKPD Kecamatan Rappocini telah melaksanakan 12 (dua belas) program 55 kegiatan, terdiri dari 6 program penunjang/pendukung ( 20 kegiatan) dan 6 program utama ( 35 kegiatan).
Dari 6 program utama ada 5 program capaian kinerja di atas 100% sedangkan 1 program berada di bawah target yang telah di rencanakan. Dan apabila dibandingkan dengan target kinerja program Renstra (5 tahunan), secara umum telah sesuai dengan target yang diinginkan.
Sedangkan realisasi capaian target kinerja program penunjang/pendukung adalah dari 6 program semua capaian kinerja di atas 100 %, Apabila dibandingkan dengan target kinerja program Renstra (5 tahunan), secara umum telah sesuai dengan target yang diinginkan,tercapainyatarget kinerja program tersebut disebabkan realisasi anggaran dapat dipergunakan dengan baik sesuai yang direncanakan.
Secara rinci, penjelasan capaian target kinerja dan penyebab untuk masing-masing program diuraikan sebagai berikut:
a. Program Utama
1. PROGRAM FASILITASI PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT KECAMATAN
Capaian kinerja sasaran Meningkatkan UKM Melalui Fasilitasi Pelayanan KBT adalah126 % dengan indikator Persentase Kelompok Usaha Masyarakat yang Menghasilkan adalah 65%. Terdapat 38 UKM yang menghasilkan produk dari 59 UKM binaan. Jadi, realisasi tahun 2015 adalah 38 UKM yang menghasilkan produk dibandingkan dengan UKM binaan tahun 2015 sebanyak 59 UKM, yaitu 64.40%. Capaian di atas didukung oleh Program Fasilitasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan, kegiatanFasilitasi klinik bisnis terpadu (KBT) tingkat
kecamatan dan Penyuluhan Kelompok ekonomi kreatif. Selain itu, tercapainya target kinerja tersebut disebabkan oleh sebagian besar dari Binaan UKM aktif melakukan Konsultasi pada Klinik Bisnis Terpadu (KBT).
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 100% maka capaian kinerja indikator Persentase Kelompok Usaha Masyarakat Binaan yang Menghasilkan Produk telah mencapai 25,33%.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Fasilitas Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan dengan pagu anggaran Rp. 162.000.000,- dengan realisasi anggaran Rp 162.000.000,- atau 100% yang diperuntukkan Untuk kegiatan Fasilitasi klinik bisnis terpadu (KBT) tingkat kecamatan dan Penyuluhan Kelompok ekonomi kreatif.
2. PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS WILAYAH KECAMATAN
Capaian Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah Kecamatan dengan target kinerja Sasaran Meningkatkan Peran serta Masyarakat Dalam Pembangunan dengan Indikator Kinerja Jumlah Dana Swadaya Masyarakat Dalam Pembangunan adalah 151% dengan realisasi dana swadaya sebesar Rp 6.062.811.920,- dan target tahun 2015 sebesar Rp. 4.000.000.000,-Tercapainya target kinerja program tersebut dikarenakan tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang merupakan faktor pendorong tercapainya target kinerja di atas. Dana swadaya masyarakat tersebut dikumpulkan melalui kegiatan kerja bakti, sumbangan masjid dan kegiatan pembangunan lainnya dengan swadaya masyarakat.
Realisasi Jumlah Dana Swadaya Masyarakat dalam Pembangunan Tahun 2015 Rp 6.062.811.920,- Apabila dibandingkan dengan target Renstra tahun kelima dengan target 20 Milyar, maka jumlah Dana Swadaya Masyarakat Dalam Pembangunan telah mencapai 30,31%. Capaian di atas didukung oleh program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah Kecamatan dengan kegiatan Pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan dan kelurahan, Pembinaan Organisasi kepemudaan dan Karang Taruna serta Pembinaan Administrasi PKK Kecamatan dan Kelurahan.
Untuk mencapai target kinerja sasaran melalui program dan kegiatan-kegiatan di atas, Kecamatan Rappocini Kota Makassar telah merealisasikan anggaran sebesar Rp. 263.473.600 yang kemudian pada DPA perubahan 2015 berubah menjadi Rp. 285.473.600, sampai akhir triwulan IV 2015 telah terealisasi sebesar Rp. 283.623.600 atau 99.35 %.
3. PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT KECAMATAN
Capaian kinerja sasaran Meningkatnya Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kecamatan adalah 137%. Target yang ditetapkan untuk tahun 2015 adalah 70%. Jumlah Bantuan Sosial yang tersalurkan pada tahun 2015 sebanyak 125 orang atau 96% yang terdiri dari Imam Kelurahan Imam rawatib Mesjid, Fakir miskin, Pemandi jenazah dan Guru gereja. Tercapainya target tersebut disebabkan oleh meningkatnya anggaran bagi pekerja sosial masyakarat. Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 100% maka capaian kinerja sasaran Meningkatnya Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kecamatan dengan indikator Jumlah bantuan social yang terlasurkan jika dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 600 orang adalah 20.83%.
Untuk mencapai target kinerja sasaran melalui program Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat dengan 2 (dua) kegiatan yaitu : kegiatan Insentif imam kelurahan dan Honor Pengelolah taman bacaan dan telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 58.800.000 atau 100% dari alokasi anggaran sebesar Rp 58.800.000. Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat.
4. PROGRAM PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH LINGKUP KECAMATAN DAN KELURAHAN
Capaian kinerja sasaran Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan dengan Indikator Kinerja Presentase Jumlah Sampah Yang Tertangani di TPS yaitu 118.9%. Dengan target 70% dan realisasi 83.23%. Sampah yang tertangani di kecamatan Rappocini sekitar 273 M3 dengan rincian, sampah yang terangkut ke TPA 244 M3, yang diolah oleh Bang Sampah 21 M3, Kompos
(Organik) 3 M3, Daur Ulang 3 M3, dan pemanfaatan lainnya sekitar 2 M3. Sedangkan jumlah sampah keselurahan sekitar 328 M3.
Tercapaianya target tersebut didukung dengan Program Peningkatan Pengelolaan Sampah Lingkup Kecamatan dan Kelurahan dengan kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Persampahan dan Kebersihan, Pengelolaan Persampahan dan Kebersihan,bSosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan, Sosialisasi Tata Kelola Bank Sampah, Sosialsasi Kesadaran membuang sampah, Sosialisasi Program Gemar MTR, Pelatihan Daur Ulang Sampah, Pendataan Potensi Retribusi Persampahan, Sosialisasi Retribusi Persampahan dan Kesadaran Masyarakat mulai meningkat.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Pengelolaan Persampahan Lingkup Kecamatan dan Kelurahandengan pagu Rp. 6.373.504.000yang kemudian pada DPA perubahan 2015 Berubah menjadi Rp. 6.024.333.000 , sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 5.851.256.900 atau 97.13 %. Untuk kegiatan penyedian sarana dan prasarana persampahan,Operasional pengelolaan persampahan dan Sosialisasi sangat Efisen dan Efektif meningkatkan pengelolaan persampahan dilihat dari segi volume sampah yang tertangani di TPS.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 70% dari sekitar 1.640 m3 produksi sampah yang ada, Maka persentase capaian kinerja indikator Jumlah Sampah Yang Tertangani di TPS yang telah dicapai adalah 16.65% dari produksi sampah yang ada
5. PROGRAM PENINGKATAN INFRASTRUKTUR TINGKAT KECAMATAN DAN KELURAHAN
Capaian kinerja Sasaran Meningkatnya Infrastruktur Kecamatan dan Kelurahan dengan Indikator Kinerja Jumlah Infrastruktur Lorong yang di pelihara (Pengerukan/Normalisasi Draenase) adalah 297.8%. Pada tahun 2015, infrastrukur jalan/lorong yang telah dikerjakan sepanjang 7.445 meter dari target tahun 2015 sepanjang 5.000 meter atau 148.9%. Tercapaianya target tersebut didukung dengan Program Peningkatan Infranstruktur Tingkat Kecamatan dan Kelurahan dengan kegiatan Pemberdayaan masyarakat bersih drainase serta tingginya
partisipasi masyarakat dalam membantu Satgas Draenase untuk pengendalian genangan air dan banjir.
Untuk mencapai target kinerja sasaran melalui program dan kegiatan-kegiatan di atas, Kecamatan Rappocini Kota Makassar telah merealisasikan anggaran Rp. 300.000.000 dan sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 300.000.000 atau 100%. Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima, yaitu25.000 meter total panjang draenase kec.Rappocini yang akan dikerut, dengan target setiap tahun 5.000 meter atau 50% dari target 2015 atau 2,500 meter, maka cakupan infrastruktur yang ditingkatkan sudah tercapai sekitar 29.78%. atau 7.445M.
6. PROGRAM PERNINGKATAN KUALITAS PENANGANAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN
Capaian target indikator kinerja Presentase penurunan jumlah gangguan kamtibmas dibanding Tahun sebelumnya adalah -200%. Dikarenakan targetnya harusnya turun 16% tetapi realisasinya justru naik 33.53%. dengan rincian kejadian yaitu pada tahun 2015 telah terjadi gangguan K3 sebanyak 450 kejadian, yang tertangani sekitar 310 kasus/kejadian sedangkan tahun lalu sebanyak 337 kejadian yang tertangani sekitar 232 kasus atau terjadi peningkatan jumlah gangguan kamtibmas sebesar 33.53% atau sebanyak 113 kejadian dari tahun 2014. Tidak tercapianya target kinerja tersebut disebabkan oleh wilayah kecamatan Rappocini yang sangat Luas dan tingkat kesenjangan ekonomi yang semakin meningkat sehingga angka kejadian/kasus yang ada semakin bertambah dari tahun sebelumnya walaupun yang tertangani sudah cukup banyak, sehingga Langkah yang akan dilakukan untuk menurunkan jumlah gangguan kamtibmas atau meningkatkan capaian kinerja indikator tersebut di tahun depan adalah dengan meningkatkan sinergitas antara aparat keamanan yang ada di wilayah kecamatan dan patroli malam lebih ditingkatkan oleh aparatur yang terkait.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Kualitas Penanganan Ketentraman dan Ketertiban dengan pagu Rp. 319.825.000,-yang kemudian pada DPA perubahan 2015 Berubah menjadi Rp. 522.081.000 , sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 522.081.000 atau 100%.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 80% maka capaian kinerja indikator Persentase Penurunan Jumlah Gangguan Kantibmas dibanding Tahun Sebelumnya adalah -33,53%.
b. Program Penunjang/Pendukung
1. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
Capaian kinerja Sasaran Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran adalah 103%. Dari 174 pegawai yang ada di Kecamatan Rappocini 173 orang mengatakan puas dengan pelayanan administrasi perkantoran atau 99.3 %, hanya 1 orang yang tidak menjawab dikarenakan jarang masuk kantor. Kuisioner dibagikan pada awal bulan nopember dan dikumpulkan pada awal desember yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan aparatur di lingkup Kecamatan Rappocini terhadap system pelayanan yang ada.Tercapaianya Indeks Kepuasan Pelayanan Administrasi Perkantoran didorong oleh tingginya motivasi kerja aparat serta sarana dan prasarana kantor yang semakin baik dan didukung dengan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 11 kegiatan Administarasi Perkantoran antara lain Penyediaan jasa surat menyurat dan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan pagu Rp. 1.335.175.300,- yang kemudian pada DPA perubahan 2015 Berubah menjadi Rp. 1.270.410.700,- sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 1.211.387.575 atau 95.35%. dengan 10 Kegiatan Administarasi perkantoran Efektif meningkatkan Kinerja Pegawai untuk melayani masyarakat kelurahan dan kecamatan.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 70% maka capaian kinerja indikator sasaran Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran adalah 99,3 % atau sekitar 20 % lebih dari target Lima tahunan.
2. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
Capaian kinerja Sasaran Meningkatkan sarana dan prasarana aparatur adalah 121% Dari 124 unit target pengadaansarana dan prasarana tahun 2015, sebanyak 124 unit telah diadakan atau 100 %.Tercapaian target kinerja tersebut
disebabkan karena sebagian besar pengadaan barang dan jasa di Kecamatan Rappocini dilaksanakan diawal periode tahun anggaran yang didukung dengan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan Kegiatan pengadaan sarana dan prasarana antara lain pengadaan Alat Kantor dan lain- lain.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur dengan pagu 620.626.000,-yang kemudian pada DPA perubahan 2015 Berubah menjadi Rp. 824.185.600 , sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 787.988.170 atau 93.56%. untuk kegiatan pengadaan alat-alat kantor, Pemeliharaan serta Jasa pemeliharaan alat kantor Efektif meningkatkan mendukung terselenggaranya aktivitas kantor. Dilihat dari banyaknya laporan dan kegiatan surat menyurat yang terselesaikan tepat waktu.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 70%maka capaian kinerja indikator sasaran Meningkatkan Sarana Prasarana Aparaturpada tahun 2015 telah mencapai atau melampaui target yang diinginkan, mencapai 100%.
3. PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR
Capaian kinerja Sasaran Meningkatkan disiplin aparatur adalah 100%. Dari 174 orang pegawai, yang aktif hadir sebanyak 165 Orang atau 94.82% dengan target tahun 2015 sebanyak 70%. Tercapainya target kinerja tersebut disebabkan oleh tingkat disiplin Aparat sangat tinggi dan didorong oleh Program Peningkatan Disiplin Aparatur kegiatanPengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan pagu Rp. 70.000.000 dengan realisasi Rp. 70.000.000 atau 100%.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2014-2019 tahun kelima yaitu 70% maka capaian kinerja indikator sasaran Meningkatkan Disiplin Aparatur telah mencapai 10%.
4. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR
Capaian kinerja sasaran Meningkatkan SDM aparatur kecamatan dan kelurahan dengan Indikator Kinerja Cakupan Aparatur yang mendapatkan
Pelatihan kompeten dibidangnya. Sebanyak 32 Orang yang mengikuti palatihan/diklat sedangkan target tahun 2015 sebanyak 20 orang. Tercapaianya target kinerja tersebut disebabkan oleh tingginya minat Aparat untuk mengikuti pelatihan serta didorong oleh program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur kegiatanPendidikan dan pelatihan formal.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan pagu Rp. 269.000.000,-yang kemudian pada DPA perubahan 2015 Berubah menjadi Rp. 358.500.000 , sampai akhir triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 358.066.000 atau 99.88%. untuk kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal sangat Efisen dan Efektif meningkatkan Motivasi aparatur untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Apabila dibandingkan dengan target Renstra (5 tahunan) dengan target 100 orang cakupan aparatur yang mendapatkan Pelatihan kompeten dibidangnya baru dicapai 32%
5. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA & KEUANGAN
Capaian kinerja sasaran Meningkatkan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan adalah 109%. Tercapaianya target kinerja tersebut disebabkan oleh tingginya tanggung jawab aparat bidang keuangan dan kinerja dalam penyelesaian program dan kegiatan sesuai waktu yang telah ditentukan serta didukung oleh Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan 11 kegiatan, antara lain Penyusunan RKA SKPD dan lain-lain Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada laporan Evaluasi Renja 2015 pada lampiran LKIP ini. Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan pagu Rp. 489.880.000 dengan realisasi Rp 489.880.000atau 92.90%. Untuk kegiatan Laporan Keuangan dan Akuntabilitas Kinerja SKPD Kecamatan Rappocini 2015 sangat Efisen dan Efektif yang dapat dilihat dari banyaknya laporan yang selesai tepat waktu.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra (5 tahunan) dengan target rata-rata pertahun 80%, persentase capaian kinerja yang termuat dalam citizen charter SKPD tahun 2015 mencapai 92%.
6. PROGRAM PENINGKATAN PERAN KECAMATAN DAN KELURAHAN
Capaian indikator Indeks Kepuasan Masyarakat Untuk Capaian 113.7%. Sesuai hasil survei pelayanan ISO sebanyak 175 responden dari 190 responden mengatakan cukup puas dengan pelayanan Kecamatan atau 92%. Hanya 15 orang yang mengatakan kurang puas atau 7.9% dimana target tahun 2015 sebesar 70%. Tercapaianya target kinerja tersebut didorong oleh Program Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan dengan kegiatan biaya operasional Kelurahan serta disebabkan gencarnya sosialisasi pelayan PBB di tingkat kelurahan dan Kecamatan.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari pos Program Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan dengan pagu Rp. 1.003.716.100 realisasi Rp 892.190.580 atau 88.89%.
Apabila dibandingkan dengan target Renstra (5 tahunan) tahun kelima dengan target 70%, Indeks Kepuasan Masyarakat tahun 2015 telah mencapai 92,1%.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Kecamatan Rappocini
SKPD Kecamatan Rappocini Kota Makassar sampai saat ini telah melaksanakan sebagian Program / kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun seluruh capaian kinerja yang diuraikan dalam capaian sasaran strategis dan hasil pengukuran indikator kinerja dapat dilihat pada tabel. 2.2
Berdasarkan Tabel. 2.2, dari 12 (Dua belas) indikator kinerja sasaran pelayanan SKPD, pada umumnya semua indikator telah mencapai target.
2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kecamatan Rappocini
Dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Rappocini bahwa ditentukan isu-isu penting yaitu sebagai berikut :
1. Pemanfaatan peluang kebijakan penyerahan sebagian kewenangan dari Walikota Makassar kepada Camat di bidang Pemerintahan untuk mendayagunakan segenap potensi yang ada di wilayah.
2. Optimalisasi partisipasi masyarakat dan kalangan dunia usaha di wilayah Kecamatan. Terlebih dengan adanya kewajiban pengusaha untuk sungguh–sungguh memperhatikan Company/Corperate Social Responsibility ( CSR );
3. Pelayanan Prima. Kecamatan sebagai salah satu SKPD di Pemerintah Kota Makassar yang menyelenggarakan pelayanan publik;
4. Peningkatan Kapasitas Aparatur dan penambahan kuantitas aparatur. Keberadaan aparatur merupakan factor penting dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi, serta pemberian pelayanan masyarakat;
5. Arah Kebijakan Pemerintah Kota Makassar dengan peruntukan wilayah kecamatan Rappocinisebagai kawasan peruntukan perdagangan, jasa dan kawasan strategis pusat bisnis kota.
Adapun Permasalahan dan Hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan Fungsi SKPD Kecamatan Rappocini adalah sebagai berikut:
1. Sistem pelayanan publik yang belum optimal dan keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan, yang diperlukan dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat;
2. Jumlah aparatur/pegawai yang ada di Wilayah Kecamatan dan Kelurahan masih terbatas, dan masih banyaknya jabatan yang lowong/kosong sehingga pendistribusian pekerjaan berdasarkan kemampuan yang dimiliki dalam pengelolaan pendanaan pelayanan ini tidak bisa terakomodasi secara optimal, sehingga dapat mempengaruhi kinerja pelayanan; 3. Tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Rappocini masih cukup
rendah. yang bisa disebabkan oleh faktor permodalan karena sebagian dari pelaku usaha tersebut termasuk golongan pelaku usaha dengan keterbatasan modal sehingga belum bisa mandiri secara finansial dan kreatifitas;
4. Jumlah Warga miskin di Kecamatan Rappocini masih cukup tinggi. yang di sebabkan oleh beberapa faktor di antaranya belum adanya kemandirian dan jiwa kewirausahaan dari warga penerima bantuan sehingga barang-barang bantuan yang diterima tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang kebutuhan hidupnya;
5. Permasalahan lingkungan yaitu pengelolaan persampahan yang ada diwilayah Kecamatan Rappocini, Sampah yang bila tidak tertangani dengan baik akan mendatangkan banyak permasalahan lingkungan, sehingga dapat menurunkan kulitas lingkungan masyarakat itu sendiri. Meskipun hingga saat ini jumlah sampah yang ada di wilayah Kecamatan masih dapat tertangani dengan baik, namun untuk masa mendatang jumlah sampah yang dibuang ke TPA tidak dapat diatasi dikarenakan keterbatasan lahan, maka dari itu diperlukan upaya antisipasi dan mengedepankan upaya pengelolaan sampah secara mandiri di masing-masing wilayah kecamatan..
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Dalam prosesnya, penyusunan rancangan Renja SKPD mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD. Telaahan terhadap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra SKPD dan tingkat kinerja yang dicapai oleh SKPD, dengan arahan kepala daerah terkait prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD berdasarkan rancangan awal RKPD.
Penetapan pagu anggaran dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar tahun 2015 yang diperuntukkan bagi SKPD Kecamatan Rappocini dapat dilihat pada Tabel. 2.3.
Tidak terdapat perbedaan antara Renja SKPD Kecamatan Rappocini Tahun 2016 dengan rancangan awal RKPD pemerintah kota Makassar, seperti yang terdapat pada Tabel. 2.3
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Sesuai dengan pendekatan perencanaan pembangunan partisipatoris, maka renja Kecamatan Rappocini juga mempertimbangkan usulan-usulan dari para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat, LSM, dan dari Musrenbang Kelurahan yang diadakan oleh Kecamatan. Namun demikian, dengan mempertimbangkan keterbatasan pagu anggaran yang diberikan kepada kecamatan, maka dilakukan pemilihan usulan berdasarkan skala prioritas.
Secara umum program/kegiatan masyarakat tersebut telah terakomodir dalam program/kegiatan dalam dokumen Renja 2016 ini, karena berkaitan dengan isu-isu penting
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Rappocini. Adapun Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.4
BAB III
TUJUAN, SASARAN, POGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional
Pelaksanaan program dan kegiatan pada Kecamatan Rappocini sepenuhnya mengacu pada RPJMD kota Makassar Tahun 2014 – 2019, dan jika pun ada maka pelaksanaan program/kegiatan tersebut tidak terkait secara langsung dengan kebijakan yang ditetapkan di tingkat nasional.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja 3.1.1 Tujuan Renja SKPD
Tujuan pada dasarnya merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang memberikan gambaran tentang sesuatu yang akan dicapai atau yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun dengan memperhatikan sumber daya yang dimilikinya.
1. Meningkatnya pelayanan publik.
2. Meningkatnya kesejahteraan ekonomi masyarakat. 3. Meningkatnya kualitas lingkungan.
3.1.2 Sasaran Renja SKPD
Setelah merumuskan tujuan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan sasaran sebagai bagian integral dalam proses perencanaan strategis. Fokus utama dalam penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi. Dalam melaksanakan kegiatan atau operasional organisasi tiap-tiap tahun dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.
Sasaran strategis Kecamatan Rappocini Kota Makassar adalah proses perencanaan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh yang berarti menyangkut keseluruhan satuan kerja di lingkungan Kerja Kecamatan Rappocini. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang telah ditetapkan telah dicapai, maka diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga telah dapat dicapai.
Penetapan sasaran ini diikuti dengan penetapan program yang akan dijalankan untuk mencapai sasaran terkait. Program tersebut sepenuhnya mendukung pencapaian sasaran. Adapun sasaran Renja SKPD sebagai berikut : Misi 1 : Peningkatan Pelayanan Publik dan kinerja Pelayanan
Sasaran :
1. Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran; 2. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Meningkatkan Disiplin Aparatur;
4. Meningkatkan SDM Aparatur Kecamatan dan Kelurahan;
5. Meningkatkan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan;
6. Meningkatkan Peran Kecamatan dan Kelurahan.
Misi 2 : Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat.
Sasaran :
1. Meningkatnya Pertumbuhan UKM melalui fasilitasi Pelayanan KBT; 2. Meningkatnya Peran serta Masyarakat Dalam Pembangunan; 3. Meningkatnya Kesejahteraan Sosial Masyarakat.
Misi 3 : Meningkatkan Kualitas Lingkungan Masyarakat. Sasaran :
1. Meningkatnya Kebersihan dan Keindahan Lingkungan; 2. Meningkatnya Infrastruktur Kecamatan dan Kelurahan; 3. Meningkatnya Ketertiban dan Keamanan Masyarakat. 3.3 Program dan Kegiatan
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program/kegiatan tahun sebelumnya, isu-isu penting penyelenggaraan tupoksi Kec. Rappocini, usulan/masukan kegiatan dari masyarakat/pemangku kepentingan, telaahan atas rancangan awal RKPD, dan telaahan atas kebijakan nasional yang relevan dengan tupoksi Kec. Rapocini, maka
kami mengusulkan 12 (dua Belas) program (74kegiatan), terdiri dari 6 (Enam) program utama (36kegiatan) dan 6 (Enam) program penunjang/pendukung (38kegiatan).
Diusulkannya program dan kegiatan tersebut dalam rangka mencapai visi dan misi Walikota terpilih dan untuk menjawab permasalahan yang belum selesai dimasyarakat, isu-isu penting dalam penyelenggaraan tupoksi instansi, dan mendukung kebijakan nasional.
Adapun rincian program/kegiatan, jumlah program/kegiatan, indicator program/kegiatan beserta targetnya, lokasi program/kegiatan, pagu indikatif, dan lainnya secara rinci disajikan dalam lampiran.
PROGRAM : PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
KEGIATAN :
1) Penyediaan jasa surat menyurat;
2) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik; 3) Penyediaan jasa kebersihan kantor;
4) Penyediaan jasa tenaga pendukung adminstrasi kantor/tekhnis lainnya; 5) Penyediaan Bahan Bacaan;
6) Pengelolaan Administrasi Perkantoran; 7) Rapat-Rapat kordinasi keluar daerah;
8) Survailance Audit Sistem manajeman mutu ISO; 9) Sosialisasi Kinerja Pelayanan Publik.
PROGRAM : PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEGIATAN :
1) Pengadaan Alat kantor;
2) Pengadaan Alat rumah tangga; 3) Pengadaan Komputer;
4) Pengadaan Meja dan Kursi Kerja/Rapat; 5) Pengadaan Alat Komunikasi;
6) Pengadaan Alat Keamanan dan Perlindungan; 7) Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan;
8) Pemeliharaan rutin/berkala alat angkutan darat bermotor; 9) Pemeliharaan rutin Berkala Alat Rumah Tangga;
10) Pemeliharaan rutin/berkala komputer;
11) Pemeliharaan rutin/berkala Bangunan Gedung tempat Kerja; 12) Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor;
13) Rehabilitasi sedang/berat kendaraan dinas/operasional 14) Penyediaan jasa perizinan dan Sertifikasi;
15) Penyediaan komponen instalasi listrik/Penerangan bangunan kantor.. PROGRAM : PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR
KEGIATAN :
1) Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya;
PROGRAM : PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR KEGIATAN :
1) Pendidikan dan pelatihan formal;
2) Workshop Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan.
PROGRAM : PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEMPELAPORAN CAPAIAN KINERJA & KEUANGAN
KEGIATAN :
1) Penyusunan RKA SKPD;
2) Penyusunan DPA SKPD;
3) Penyusunan Renja-SKPD;
4) Penyusunan LAKIP;
5) Penyusunan Dokumen Perjanjian Kinerja Kota Makassar;
6) Penyusunan laporan keuangan semesteran & Penyusutan Asset; 7) Pengelolaan Keuangan SKPD;
8) Peningkatan Kinerja Pelayanan dan Administrasi; 9) Pengelolaan Website
PROGRAM : PROGRAM PENINGKATAN PERAN KECAMATAN DAN KELURAHAN
KEGIATAN :
1) OP Kelurahan Banta-bantaeng 2) OP Kelurahan Buakana 3) OP Kelurahan Bonto Makkio 4) OP Kelurahan Ballaparang 5) OP Kelurahan Karunrung 6) OP Kelurahan Kassi-kassi 7) OP Kelurahan Mapala 8) OP Kelurahan Tidung 9) OP Kelurahan Rappocini 10) OP Kelurahan Gunung Sari
11) Peningkatan Kapasitas Aparatur Kecamatan
PROGRAM : FASILITASI PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT KECAMATAN
KEGIATAN :
1) Fasilitasi klinik bisnis terpadu (KBT) tingkat kecamatan; 2) Penyuluhan Kelompok ekonomi kreatif.
PROGRAM : PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS WILAYAH KECAMATAN
KEGIATAN :
1) Pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan dan kelurahan; 2) Pembinaan Organisasi kepemudaan dan Karang Taruna; 3) Pembinaan Administrasi PKK Kecamatan dan Kelurahan.
PROGRAM : PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT KECAMATAN
1) Pembinaan Imam Kelurahan 2) Pengelolaan Taman Baca
PROGRAM : PROGRAM PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH LINGKUP KECAMATAN DAN KELURAHAN
KEGIATAN :
1) Penyediaan Sarana dan Prasarana Persampahan dan Kebersihan; 2) Pengelolaan Persampahan dan Kebersihan;
3) Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan; 4) Sosialisasi Tata Kelola Bank Sampah;
5) Sosialisasi Kesadaran Membuang Sampah; 6) Sosialisasi Penerapan Gema MTR;
7) Pelatihan Daur Ulang Sampah; 8) Sosialisasi Retribusi Persampahan;
9) Pendataan Potensi Retribusi Persampahan.
PROGRAM : PROGRAM PENINGKATAN INFRASTRUKTUR TINGKAT KECAMATAN DAN KELURAHAN
KEGIATAN :
1) Pemberdayaan masyarakat bersih drainase; 2) Pemeliharaan taman kantor
3) Peningkatan kualitas Infrastruktur Lorong
PROGRAM : PROGRAM PERNINGKATAN KUALITAS PENANGANAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN
KEGIATAN :
1) Koordinasi TRIPIKA;
2) Penyuluhan Penyelenggaraan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan; 3) Penyusulan Disiplin Pedagang Kaki Lima;
4) Pembinaan RT dan RW;
6) Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rumah Kost; 7) Pengawasan dan Penanganan Ketertiban Wilayah Kecamatan.
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Kecamatan Rappocini merupakan pedoman dalam melaksanakan program dan Kegiatan pengelolaan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2016. Rencana Kerja Kecamatan disusun dengan tetap berpedoman dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Makassar dan kebijaksanaan Pemerintah Kota Makassar yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan jangka menengah Daerah Kota Makassar tahun 2014-2019.
Perencanaan ini dibuat secara partisipatif, dengan mengupayakan semaksimal mungkin dapat memfasilitasi segenap aspirasi stakeholders (pihak yang terkait dan berkepentingan) di Kecamatan Rappocini. Ruang lingkup perencanaan pembangunan di Rappocini ini bersifat makro dalam rangka mendukung pencapaian target dan sasaran serta visi dan misi Kota Makassar secara keseluruhan.
Dengan adanya dokumen renja ini dapat memberikan arahan sebagai tolak ukur dalam menjalankan capaian kinerja yangefisien, efektif, transparan, akuntabel dan partisipatif dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai indikator sasaran program dan kegiatan pada Rencana kerja tahun 2016
Semoga Dokumen Renja ini bisa bermanfaat bagi yang memerlukannya. Makassar, Juni 2015
Camat Rappocini
Dr. HAMRI HAIYA.,AP.S.Sos.SH., M.Si Pangkat : Pembina