• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Pembahasan Ikatan Ion pada Kristal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hasil dan Pembahasan Ikatan Ion pada Kristal"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Hasil dan Pembahasan Ikatan Ion pada Kristal A. ELF Topologi dan Senyawa Ionik

Untuk mengkarakterisasi fitur utama dari pasangan elektron dalam Kristal ionic, kita akan fokus pada rocksalt (B1) tahap LiF sebagai patokan. Kesimpulan yang sama berasal untuk semua senyawa keluarga Kristal AX.

Hasil untuk identifikasi penarikan ELF dan bips yang ditunjukkan pada tabel 1. Seperti yang telah diamati oleh Savin et al, pasangan elektron

didistribusikan ke atom elektron sekitar inti (terdekat), dimana satu kulit untuk litium (inti kulit-K, K (Li)) dan dua untuk flour (inti kulit K, K (F) dan valensi kulit L, L (F)). Tidak ada elektron yang berhubungan dengan cekungan ikatan. Kulit hampir bulat sempurna mengisi peralihan yang diamati sehingga

menimbulkan dua kulit di F dan satu kulit di L+.

1. Titik Kritis dan Kulit Pasangan Elektron

Beberapa valensi maxima terjadi dalam kulit kedua F-, dimana kita menemukan

(2)

Tabel 2 merangkum pengaturan SEP untuk alkil halide lainnya. Jumlah dan distribusi valensi SEP penarik mengungkapkan polarisasi ion dan kuatnya interaksi dalam Kristal. Distribusi penarik SEP di Kristal alkil halida dibedakan menjadi 3 pola : octahedral (oh), kubik (c), dan pola yang lebih rumit (v). Semua kation menunjukkan pengaturan SEP kubik. Untuk anion, ketika kation berukuran kecil yang terlibat, polarisasi muncul didaerah tetangga terdekat terdekat (6 kation) sehingga menimbulkan suatu pengaturan octahedral (misalnya LiCl pada gambar 1). Pola ikatan mereka didominasi oleh interaksi kation-anion. Sebagai anion menjadi lebih terpolarisasi, sedangkan pola muncul lebih kompleks untuk topologi valensi yang menunjukkan sebagai V (untuk berbagai bentuk). Misalnya Br- di LiBr. Sehingga, jika kedua ion memiliki

kekerasan yang sama, tidak satu pun dari mereka mampu mempolarisasi ion lawannya. Sehingga, apabila SEP muncul pada daerah tetangga kedua dominasi yang tersorot yaitu interaksi antara ion –ion contohnya pada gambar 1 bagian b (untuk KF).

2. Valensi

(3)

Seperti yang diharapkan , pada penelitian ini telah diamati (pada tabel 2) bahwa perbedaan terbesar muncul untuk kulit terluar baik kation maupun anion. Dalam kasus Li+ dan Na+, nilai-nilai ΔELF sangat rendah dan sangat berbeda

(kecuali dalam NaF) dari nilai-nilai ΔELF dari anion (Tabel 2). Dalam kasus ini, kulit terluar anion ini, yaitu kristal valensi, terutama bertanggung jawab untuk kristal menanggapi tekanan fisik dan kimia. Sebagai kation menjadi lebih lembut dan atau deformasi kation menjadi mirip dengan salah satu anion, baik ion berkontribusi pada kristal valensi (misalnya, di NaF). kristal ini adalah orang-orang yang menimbulkan pengaturan C-C dari SEP.

3. Jari-Jari Ion

(4)

4. Ionik polyhedra

The Wigner-Seitz sel dalam struktur rocksalt yang dapat mengadopsi dua bentuk. Jika rA / rX cukup dekat dengan kesatuan, kedua ion diasumsikan menunjukkan bentuk kubik (bentuk II). Jika rasio jelas berbeda dari satu, ion yang lebih besar mengadopsi bentuk cuboctahedron, sedangkan ion yang lebih kecil mengisi kiri-atas lubang kubik (bentuk I).

Contoh ditunjukkan di bagian a-c Gambar 4, di mana bola kecil menunjukkan posisi ELF minimum dan tetap hijau gelap menunjukkan sel-sel ionic yang sesuai. Hasil untuk keseluruhan set dikumpulkan pada Tabel 3. Semua kecuali dua dari halida alkali menunjukkan bentuk I.

(5)

bentuk polyhedral diambil oleh ion-ion dalam kerangka ELF secara langsung mereka berhubungan dengan ukuran 3D, tidak hanya untuk jari-jari mereka.

5. Volume ion

Gambar

Tabel 2 merangkum pengaturan SEP untuk alkil halide lainnya. Jumlah dan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian mengenai modifikasi permukaan kitin yang terkandung dalam limbah kulit udang sebagai adsorben logam berat, khususnya ion logam

Penelitian ini adalah mengamati perbedaan hasil jadi lekapan Kristal bungkus antara menggunakan kain tulle dan lace yang tinjau dari tingkat kerapian hasil jadi Kristal

Meskipun jumlah tanaman berbunga dan jumlah bunga per umbel (Tabel 2) serta viabilitas serbuk sari (Tabel 4) meningkat dengan aplikasi BAP sampai konsentrasi tertentu akan

Perhitungan biaya persediaan bahan baku berdasarkan metode POQ periode September 2014 sampai September 2015 secara rinci terdapat pada lampiran 5, sedangkan total

Pada rasio Ce/Ci sarna dengan 0.09 sistem kolom adsorpsi bentonit Tonsil mampu menangani lim bah cair melanoidin sampai pada volume 200 mililiter, setelah

Hasil analisis kualitatif senyawa vitamin C dari ekstrak buah jambu kristal pada ketinggian 168 mdpl menunjukkan bahwa terdapat kandungan vitamin C yang

Dalam tugas akhir ini, pengumpulan data dilakukan mulai bulan januari 2011 sampai dengan bulan Oktober 2013 untuk tiap-tiap komponen tersebut (Data waktu interval

Menurut konsep ini, komponen ga- ram (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis) membentuk ion H3O + (= H + ) atau ion