• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Estetis Wajah Menurut Merrifield pada Oklusi Normal Mahasiswa FKG USU Ras Deutro Melayu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Estetis Wajah Menurut Merrifield pada Oklusi Normal Mahasiswa FKG USU Ras Deutro Melayu"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

Departemen Ortodonti

Tahun 2013

Rose Diana

Gambaran Estetis Wajah Menurut Merrifield pada Oklusi Normal Mahasiswa

FKG USU Ras Deutro Melayu

xi + 35 halaman

Oklusi normal merupakan tujuan umum dari perawatan ortodonti. Oklusi dapat

mempengaruhi profil jaringan lunak wajah yang dapat dianalisis menurut beberapa

parameter, salah satunya yaitu analisis Merrifield (sudut Z). Salah satu alat penunjang

yang dapat digunakan untuk menganalisis profil jaringan lunak wajah adalah dengan

radiografi sefalometri lateral. Setiap populasi/ras memiliki bentuk profil yang berbeda,

sehingga terdapat nilai normal yang berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk

mendapatkan rerata gambaran estetis wajah menurut Merrifield pada oklusi normal

mahasiswa FKG USU ras Deutro Melayu dan untuk melihat apakah ada perbedaan nilai

antara perempuan dan laki-laki.

Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan dengan menggunakan 40 sefalogram

yang terdiri dari 22 perempuan dan 18 laki-laki dari mahasiswa FKG USU yang

memenuhi kriteria inklusi. Masing-masing sefalogram kemudian diukur besar sudut Z

dan dilakukan uji t-independen untuk melihat perbedaan antara perempuan dan

laki-laki.

(2)

Hasil penelitian ini menunjukkan rerata sudut Z pada oklusi normal mahasiswa

FKG USU ras Deutro Melayu adalah 73,88° ± 7,39°. Rerata sudut Z pada mahasiswa

perempuan adalah 76° ± 6,45° dan mahasiswa laki-laki yaitu 72,07° ± 7,72°. Hasil uji

analitik (t-independen) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna

pada sudut Z antara perempuan dan laki-laki. Nilai ini sedikit lebih kecil dibandingkan

dengan nilai sudut Z pada ras Kaukasoid pada penelitian Merrifield, sehingga dapat

disimpulkan bahwa setiap ras memiliki ukuran normal yang berbeda dimana profil ras

Deutro Melayu sedikit lebih cembung dibandingkan dengan ras Kaukasoid.

Daftar Rujukan : 33 (1988-2013)

Referensi

Dokumen terkait

Pemeriksaan radiografi extra-oral seperti sefalometri dan panoramik sering digunakan untuk mengevaluasi asimetri skeletal dan jaringan lunak pada wajah karena dengan foto

penelitian mengenai HUBUNGAN SUDUT INTERINSISAL DENGAN JARINGAN LUNAK WAJAH BERDASARKAN ANALISIS STEINER PADA MAHASISWA FKG USU RAS DEUTRO MELAYU dan tidak menyatakan

Pengambilan foto profil dilakukan dari sisi lateral kanan wajah, keadaan bibir relaks, dan kepala sampel berada pada posisi Natural Head Position (NHP) karena banyak

Pemeriksaan radiografi extra-oral seperti sefalometri dan panoramik sering digunakan untuk mengevaluasi asimetri skeletal dan jaringan lunak pada wajah karena dengan

Oleh karena itu, penulis ingin melihat seberapa jauh hubungan sudut interinsisal dengan profil jaringan lunak wajah menurut analisis Holdaway pada mahasiswa ras campuran Proto

Apabila besar sudut H lebih besar 15º maka bentuk profil wajah adalah cembung, sedangkan bila lebih kecil dari 7º maka bentuk profil wajah adalah cekung karena letak Pog’ lebih

Hubungan sudut interinsisal terhadap profil jaringan lunak pasien. RSGMP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rerata nilai skeletal, dental dan profil jaringan lunak pada mahasiswa FKG USU ras Deutro Melayu dan untuk melihat apakah ada