1 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
LAPORAN PRAKTIKUM EKOOGI TUMBUHAN
“ANALISA VEGETASI”
DISUSUN OLEH : ANGGIE FITRIANI
1304020030
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
2 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Ekologi adalah ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme deng an lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kataYunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotikdan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologimempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari
bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botaniyang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakanrantai makanan manusia dan tingkat tropik.
3 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang
menyebabkannya.
2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
B. Tujuan
1. Mengetahui spesies gulma yang tumbuh mengganggu dan bersaing dengan tanaman budidaya.
4 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Vegetasi adalah berbagai macam jenis tumbuhan atau tanaman yang menempati suatu ekosistem. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, vegetasi di definisikan sebagai suatu bentuk kehidupan yang berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan atau tanam-tanaman. Istilah vegetasi dalam ekologi adalah istilah yang digunakan untuk menyebut komunitas tumbuh-tumbuhan yang hidup di dalam suatu ekosistem (Anonim, 2015).
Vegetasi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem. Persebaran Tumbuhan ditentukan oleh faktor geologis, geografis (seperti ketinggian dan garis lintang) dan curah hujan. Dengan demikian disetiap belahan bumi akan berbeda jenis vegetasinya. Menurut Merriem persebaran tumbuhan dari khatulistiwa ke daerah lintang tinggi memiliki cir-ciri sebagai berikut :
Keanekaragaman tumbuhan berkurang Kerapatan tumbuhan semakin renggang
Ketinggian tumbuhan semakin berkurang (Gita, 2013)
Analisis vegetasi merupakan cara pendeskripsian suatu tipe vegetasi berdasarkan komposisi floristik vegetasi yaitu dengan membuat daftar jenis suatu komunitas
(Sari, 2014). Menurut Wiharto (2014), istilah vegetasi tidak bisa dilepaskan dari komponen-komponen penyusun vegetasi, karena komponen tersebutlah yang menjadi fokus dalam pengukuran vegetasi. Komponen tumbuhan yang menjadi penyusun suatu vegetasi umumnya terdiri dari:
1. Belukar (Shrub) : Tumbuhan yang memiliki kayu yang cukup besar, dan memiliki tangkai yang terbagi menjadi banyak subtangkai.
5 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
3. Paku-pakuan (Fern) : Tumbuhan tanpa bunga atau tangkai, biasanya memiliki rhizoma seperti akar dan berkayu, dimana pada rhizoma
tersebut keluar tangkai daun.
4. Palma (Palm) : Tumbuhan yang tangkainya menyerupai kayu, lurus dan biasanya tinggi; tidak bercabang sampai daun pertama. Daun lebih panjang dari 1 meter dan biasanya terbagi dalam banyak anak daun. 5. Pemanjat (Climber) : Tumbuhan seperti kayu atau berumput yang tidak
berdiri sendiri namun merambat atau memanjat untuk penyokongnya seperti kayu atau belukar.
6. Terna (Herb) : Tumbuhan yang merambat ditanah, namun tidak menyerupai rumput. Daunnya tidak panjang dan lurus, biasanya memiliki bunga yang menyolok, tingginya tidak lebih dari 2 meter dan memiliki tangkai lembut yang kadang-kadang keras.
7. Pohon (Tree) : Tumbuhan yang memiliki kayu besar, tinggi dan memiliki satu batang atau tangkai utama dengan ukuran diameter lebih dari 20 cm. Untuk tingkat pohon dapat dibagi lagi menurut tingkat permudaannya, yaitu :
a. Semai (Seedling) : Permudaan mulai dari kecambah sampai anakan kurang dari 1.5 m.
b. Pancang (Sapling) : Permudaan dengan tinggi 1.5 m sampai anakan berdiameter kurang dari 10 cm.
c. Tiang (Poles) : Pohon muda berdiameter 10 cm sampai kurang dari 20 cm.
6 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
organisme yang khas, demikian juga organisme yang ditemukan diperbatasan. Jumlah dan banyaknya spesies sering kali lebih besar daripada komunitas
7 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan BAB III
METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Praktikum
1. Tempat
Praktikum ini dilaksanakan daerah Baturraden 2. Waktu
Praktikum ini dilaksanakan pada : hari : Jum’at
1. Membuat petak dari kawat dengan ukuran 50 cm x 50 cm.
2. Melemparkan pada lahan, kemudian mencabut jenis gulma yang pada petak tersebut.
3. Memasukkan gulma tersebut kedalam kantong plastic.
8 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
5. Mengidentifikasi jenis gulma yang ada menggunakan buku deskripsi berdasarkan cirri morfologinya.
6. Menulis nama spesiesnya serta jumlah spesies tanaman yang didapat pada masing – masing petak.
7. Membungkus masing – masing spesies menggunakan kertas Koran atau HVS, kemudian oven selama 24 jam.
8. Setelah kering, menimbang tanaman tersebut untuk mengetahui bobot keringnya.
11 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan 3. Berat Basah dan Berat Kering
No. Nama Spesies Gulma Berat Basah Berat Kering
1 Ilalang 120 0,34
2 Brachiaria distachya 0,27 0,02
3 Echinochloa colonum 1,00 0,14
4 Eragrostis nigra 0,13 0,02
5 Eragrotis unioloides 1,14 0,48
6 Ischaemum indicum 1,06 0,26
7 Panicum repens 1,00 0,19
8 Paspalidium flavidum 1,25 0,17
9 Urochloa panicoides 0,96 0,28
10 Polytrias indica 0,10 0,18
11 Ipomoea aquatic 0,98 0,11
12 Echinochloa colonum 0,94 0,19
13 Putri malu 0,19 0,32
14 Emilia sonchifolia 1,95 0,25
15 Rorippa heterophylla 2,26 0,73
4. Indeks Nilai Penting (INP)
No. Nama spesies gulma Kr Fr Hasil
1 ilalang 1.69 4.35 6.04
2 Brachiaria distachya 6.55 10.87 17.42 3 Echinochloa colonum 17.34 10.87 28.21
4 Eragrostis nigra 1.06 4.35 5.40
5 Eragrotis unioloides 7.19 6.52 13.71
12 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan 7 Panicum repens
25.58 10.87 36.45
8 Paspalidium flavidum
28.12 10.87 38.99
9 Urochloa panicoides
0.85 6.52 7.37
10 Polytrias indica
1.06 6.52 7.58
11 Ipomoea aquatic
1.27 6.52 7.79
12 Echinochloa colonum
2.75 4.35 7.10
13 Putri malu
0.42 2.17 2.60
14 Emilia sonchifolia
1.06 4.35 5.40
15 Rorippa heterophylla
13 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisa
Untuk perhitungan indeks nilai penting terhadap spesies yang ditemukan pada Petak yang dibuat, dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Perhitungan tersebut dilakukan sampai jenis tanaman yang teridentifikasi untuk mengetahui kerapatan tumbuhan tersebut dalam populasinya.
Kerapatan Relatif (Kr) =
Contoh. Tumbuhan ilalang terhadap 5 petak, maka
Kr =
Selanjutnya Indeks nilai penting (INP) setiap strata dihitung dengan rumus : INP = KR + FR
Contoh. INP dari Ialang adalah INP = 1.59 + 4.35 = 6.04 %
B. Pembahasan
14 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
praktikum daerah Baturraden. Dilihat dari pengertian analisa vegetasi itu sendiri adalah cara untuk mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur)
vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Dalam menganalisa suatu vegetasi dapat menggunakan metode-metode analisa vegetasi, salah satunya adalah metode petak, metode jalur, metode garis berpetak, metode kombinasi antara metode jalur dengan metode garis berpetak,metode garis, metode tanpa Petak, dan metode jarak. Namun pada analisis vegetasi kali ini menggunakan metode petak.
Berdasarkan hasil tanaman yang diperoleh adalah Ilalang,Brachiaria distachya, Echinochloa colonum, Eragrostis nigra, Eragrotis unioloides, Ischaemum indicum, Panicum repens, Paspalidium flavidum, Polytrias indica, Urochloa panicoides, Putri malu Ipomoea aquatic, Echinochloa colonum, Emilia sonchifolia, Rorippa heterophylla.
Dalam analisa vegetasi memerlukan veriabel-variabel yang menggambarkan baik
struktur maupun komposisi vegetasi, diantaranya adalah :
1. Kerapatan, untuk menggambarkan jumlah individu dari populasi sejenis
2. Kerimbunan, variable yang menggambarkan luas penutupan suatu populasi di
suatu kawasan, dan bias juga menggambarkan luas daerah yang dikuasai oleh
populasi tertentu atau dominasinya.
3. Frekuensi, variable yang menggambarkan penyebaran dari populasi disuatu
kawasan
Jumlah masing-masing spesies tanaman yang didapat berbeda-beda pada setiap
petaknya.
Jumlah yang dihasilkan dari setiap petak berbeda – beda, petak 1 terdapat 7
jenis tumbuhan, petak 2 terdapat 3 macam tumbuhan, petak ke 3 terdapat 2 jenis
tanaman, petak ke 4 terdapat 2 jenis tumbuhan dan petak terakhir terdapat 1 jenis
tumbuhan.
15 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
Adapun klasifikasi tumbuhan terserbut adalah sebagai berikut :
1. Ilalang Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Imperata Spesies: Imperata cylindrica (L.) Beauv.
Deskripsi
Terna rumput, berumur panjang (perenial), tumbuh berumpun, tinggi 30 - 180 cm. Akar rimpang, menjalar, berbuku-buku, keras dan liat, berwarna putih. Batang berbentuk silindris, diameter 2 - 3 mm, beruas-ruas. Daun warna hijau, bentuk pita (ligulatus), panjang 12 - 80 cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), tepi rata, pertulangan sejajar (parallel), permukaan atas halus, permukaan bawah kasap (scaber). Bunga majemuk,
bentuk bulir (spica), bertangkai panjang, setiap bulir berekor puluhan helai rambut putih sepanjang 8 - 14 mm, mudah diterbangkan angin. Buah bentuk biji jorong, panjang +/- 1 mm, berwarna cokelat tua. Perbanyaan vegetatif (akar rimpang). (anonym, 2015)
2. Brachiaria distachya
16 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
Barat (Togo). Deskripsi : Merayap tahunan; batang hingga 50 cm, naik dari dasar bersujud, rooting pada node. Daun lebar linier untuk sempit lanset, 2-8 cm x 3-7
mm; selubung keeled, panjang sampai 3 cm, berbulu di margin ketika muda. Perbungaan terdiri dari 2-3 tandan pada sumbu 0,5-2 cm; tandan 1-3 cm panjang dengan bulir terpasang tunggal di kedua sisi punggungan median dari rachis; bulir sempit berbentuk bulat panjang, 2,5-3 mm, gundul, akut; glume rendah sepertiga sampai setengah selama spikelet, menggenggam; glume atas dipisahkan dari bawah oleh ruas pendek; atas lemma rugulose. Caryopsis diratakan bulat telur, 1,6 mm, lampu kuning.
Penggunaan : B. distachya digunakan terutama sebagai pakan. Dalam bukit pasir pantai itu bertindak sebagai tanah-pengikat. Hal ini dapat digunakan sebagai tanaman perangkap untuk diversifikasi ekosistem sorgum, yang dapat berakibat pada menurunnya fly shoot (Atherigona soccata) kepadatan.
Ekologi : B. distachya disesuaikan dengan dataran rendah tropis yang lembab. Hal ini dapat tumbuh dalam kondisi teduh ringan seperti terjadi di perkebunan kelapa tua atau kebun. Hal ini sering ditemukan di patch kecil sepanjang tepi hutan dan tempat-tempat sampah di mana ia bebas merumput oleh ternak desa. Ini tidak mentolerir genangan air . (mannetje, 2015)
3. Echinochloa colonum (Rumput Bebek)
Rumput bebek (Echinochloa colona) adalal tumbuhan rumput yang
tumbuh liar. Rumput ini biasanya ditemukan di area sekitar pinggir jalan, rumah, atau di sekitar sekolah.
Klasifikasi Rumput Bebek
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sunkingdom : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Monocotyledonae (Berkeping satu) Ordo : Poales
17 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan Spesies : Echinochola colona
Morfologi Rumput Bebek :
Rumput bebek atau Echinochloa colona merupakan jenis rumput yang memiliki akar serabut. Rumput ini memiliki daun yang berwarna hijau. Rumput bebek juga berkembangbiak menggunakan bunganya.
Manfaat Rumput Bebek :
jika dirawat dengan benar, maka akan bermanfaat untuk keindahan. Sebagai tempat hinggap serangga-serangga kecil
Sebagai tumbuhan untuk menutupi tanah yang tandus (anonym, 2013)
4. Eragrotis nigra
Species: Eragrostis nigra (anonym, 2011)
Batang berumbai, tegak atau sedikit geniculate di dasar, 30-90 × 0,15-0,25 cm, sedikit dikompresi di dasar, 2-3-noded. Selubung daun bersama margin Ciliata panjang, pilose putih sepanjang puncak; ligules 0,1-0,5 mm; daun pisau filiform, datar, 2-25 × 0,3-0,5 cm, gundul. Malai terbuka, 10-24 × 3-16 cm; cabang soliter atau ver- tikal, ramping dan memutar, gundul di axils. Bulir hitam atau hitam hijau, 3-6 × 1-1,5 mm, 3-8-bunga, dengan pedicel 2-10 mm. Glumes
membran, lanset, acuminate puncaknya, glume lebih rendah 1-berurat, 1,5-2,5 mm; atas glume 1-3-berurat, 1,8-2,5 mm. Lemmas bulat telur-lonjong, membran
puncak, lebih rendah lemma 2-2,2 mm. Palea gigih, sedikit lebih pendek dari lemma, bersama 2 keels ciliolate, puncak tumpul. Benang sari 3; kepala sari ca. 0,6 mm. Caryopsis elips, 0,5-1 mm. Fl. dan fr. April-September (anonym, 2015)
18 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
Kebiasaan Tahunan, atau abadi; berumur pendek; caespitose. Batang menaik geniculately, atau yg berbaring; 7-50 cm; rooting dari node yang lebih rendah. Ligule pinggiran rambut. Daun-pisau panjang 3-10 cm; 2-5 mm lebar. Perbungaan Perbungaan berupa malai. Malai terbuka; elips; 5-12 cm; Lebar 2-6 cm. Spikelets soliter. Bulir subur pedicelled. Gagang bunga 2-10 mm. SUBUR bulir bulir terdiri 9-72 kuntum subur; dengan kuntum berkurang di puncak. Spikelets bulat telur; lateral dikompresi; 4-12 mm; 2-3,4 mm lebar; putus pada saat jatuh tempo; rhachilla persisten; shedding paleas. Ruas Rhachilla dikaburkan oleh lemmas. Glumes glumes gugur; mirip; lebih pendek dari gabah. Lanset glume rendah; 1,4 mm;
0,8-0,9 panjang glume atas; 1-keeled; 1 -veined. Lebih rendah vena utama glume scabrous. Turunkan glume vena lateralis absen. Lebih rendah akut puncak glume. Bulat telur glume atas; 1,6 mm; 1,2 panjang lemma subur yang berdekatan; 1-keeled; 1 -veined. Vena utama atas glume scabrous. Atas glume vena lateralis absen. Glume atas akut puncak. (anonym. 2015). 6. Ischaemum indicum
7. Panicum repens
Rumput tahunan dengan akar rimpang sepanjang 12-40 cm, menjalar di
bawah permukaan tanah, tebal rimpang hingga 20 mm, putih, berdaging. Daun berukuran 4-30 cm x 3-9 mm berbentuk garis dengan kaki lebar dan
ujung runcing. Bunga majemuk berupa malai agak jarang sepanjang 8-22 cm. Senang tumbuh di tempat yang lembab dan tidak menyukai kekeringan. Menghasilkan daun yang sedikit, kebanyakan tumbuh sebagai gulma yang mengganggu tanaman pertanian. Nilai gizi yang dikandung memuaskan dan herbivora gemar memakannya serta rimpang di beberapa tempat.
Habitat : Tersebar di Nusantara, di Jawa, tumbuh sampai ketinggian sekitar 2.000 m dpl.
Penggunaan : Bahan obat-obatan. Klasifikasi :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
19 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan) Genus : Panicum
Spesies : Panicum repens L.(Ririnpunto, 2012)
8. Paspalidium flavidum 9. Urochloa panicoides 10.Polytrias indica 11.Ipomoea aquatic 12.Echinochloa colonum 13.Putri malu
20 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Dari praktikum kali ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tumbuhan yang menempati suatu ekosistem (hutan, kebun, tundra).
2. Analisa vegetasi adalah cara untuk mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan.
3. Ada beberapa macam metode analisa vegetasi, meliputi : metode petak, metode jalur, metode garis berpetak, metode kombinasi antara metode jalur dengan metode garis berpetak,metode garis, metode tanpa Petak, dan metode jarak.
4. Metode petak adalah metode analisa vegetasi dengan menggunakan 5. Dalam analisa vegetasi tedapat rumus untuk menghitung kerapatan
populasi, kerapatan populasi relatif, indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi.
2. Saran
Adapun saran untuk kegiatan praktikum ini, yaitu praktikan harusnya menguasai metode praktikum agar tidak kebingungan di dalam pelaksanaan praktikum. Selain itu, menentukan tempat yang akan di jadikan praktikum.
21 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Ekologi. https://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi (Diakses Kamis, 25 Juni 2015)
Anonym. 2015. Pengertian Vegetasi. http://www.kamusq.com/2013/04/vegetasi-adalah-pengertian-dan-definisi.html#sthash.AI98QYJy.dpuf (Diakses Kamis, 25 Juni 2015)
Apriyani, April. 2014.Kurvas Spesies Area. https://www.academia.edu/ 10112226/Kurvas_spesies_area (Diakses Kamis, 25 Juni 2015)
Gita, Isma. 2013. Penyebaran Vegetasi. http://isma-gita.blogspot.com/2013 /04/penyebaran-vegetasi.html#pages/1 (Diakses Kamis, 25 Juni 2015)
22 Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan LAMPIRAN
Petak 1 Petak 2
Petak 3 Petak 4