• Tidak ada hasil yang ditemukan

Naskah Roleplay Keperawatan Keluarga den

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Naskah Roleplay Keperawatan Keluarga den"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Naskah Role Play Keperawatan

Mitra Yuni Ratnasari Sebagai Perawat A

Arnelia Putri Sebagai Ibu Aisyah

Okta Verida Andriani Sebagai Perawat B dan Okta (Double Peran)

Disebuah pemukiman, hiduplah seorang wanita lanjut usia yang tinggal bersama anak bungsunya yang saat ini telah berkeluarga. Wanita lanjut usia ini telah ditinggal meninggal oleh suaminya karena sakit setahun yang lalu. Dia memiliki tiga orang anak, yang pertama laki-laki dan sudah berkeluarga, namun tinggal di Jawa, yang kedua perempuan dan juga sudah berkeluarga dan saat ini ikut suaminya tinggal di Kalimantan, sedangkan anak bungsunya yaitu perempuan dan saat ini tinggal bersama dia.

Wanita lanjut usia ini bernama Ibu Aisyah, dia merupakan ibu rumah tangga sedangkan suaminya dulu adalah seorang PNS guru. Saat ini Ibu Aisyah tinggal dirumah anak bungsunya.

Role Play :

Perawat A baru saja mendapat tugas untuk bekerja di Puskesmas “Pelita”, kemudian pada hari pertama bekerja dia melewati sebuah rumah yang cukup besar tapi terlihat sepi, sesekali perawat tersebut melihat ke dalam rumah. Namun, rumah tersebut terlihat seperti tidak berpenghuni.

Sesampai Di Puskesmas, Perawat A menanyakan hal yang membuatnya penasaran kepada Perawat lain yang sedang bertugas di Puskesmas “Pelita” juga. Perawat A : “Eh, tadi saya lewat depan rumah yang ada pohon mangganya itu,

rumahnya cukup besar, halamannya cukup luas, keadaannya juga bersih, tapi kenapa terlihat sepi sekali ya? Siapa yang tinggal disana?” Perawat B : “Saya kurang tau juga sih, soalnya saya juga baru beberapa hari kerja

(2)

Perawat A : “Informasi apalagi yang kira-kira kamu tau tentang keluarga itu?” Perawat B : “Dari infomarsi perawat lain yang sudah bekerja disini, keluarga itu

memang cukup tertutup, jadi banyak perawat yang masih susah mencari informasi dari mereka”

Perawat A : “Bagaimana kalau kita coba berkunjung kesana nanti sore? Kita juga harus melakukan survey kesehatan terhadap lansia kan?”

Perawat B : “Kalau kamu sendiri saja bagaimana, soalnya saya harus melakukan perawatan keluarga untuk keluarga yang tinggal di ujung gang sana” Perawat A : “Oke baiklah, saya sendirian juga tidak apa-apa”

Sepulang bekerja di Puskesmas Perawat A melakukan kunjungan ke rumah yang ingin ia kunjungi tadi.

Perawat A : “Assalamualaikum, selamat sore”

Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah, Perawat A mengulangi salam Perawat A : “Assalamualaikum, selamat sore”

Tetapi tetap tidak ada jawaban, Dia kemudian memutuskan untuk kembali lagi besok.

Perawat A : “Kayaknya gak ada orang, apa mungkin lagi pergi ya? Ya sudahlah besok saja saya kesini lagi”

Keesokan harinya, Perawat A kembali mencoba berkunjung kerumah Ibu Aisyah.

Perawat A : “Assalamualaikum”

Okta : “Waalaikumsalam, Siapa ya?”

Perawat A : “Selamat Sore mbak, saya mitra dari Puskesmas “Pelita”

Okta : “Iya ada apa? Seingat saya, saya tidak pernah memanggil perawat untuk kesini sus”

(3)

Okta : “Tapi disini tidak ada yang sakit mbak, maaf ya. Saya juga mau berangkat jemput anak saya les”

Perawat A : “Baiklah mbak kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih mbak, maaf sebelumnya jika saya mengganggu”

Okta : “Iya iya”

Belum sempat Okta menutup pintu rumahnya, tiba-tiba terdengar suara benda besar jatuh. Okta langsung berlari menuju sumber suara. Kemudian dari dalam rumah terdengar teriakan minta tolong.

Okta : “Tolong...Tolong”

Perawat A langsung datang menuju sumber suara. Dia melihat seorang wanita tua yang terkapar di lantai dan berusaha di angkat oleh Okta. Perawat A langsung membantu Okta mengangkat wanita tua itu.

Perawat A : “Mari saya bantu”

Wanita itu kemudian memegangi dadanya dan terus menyeringai kesakitan. Perawat A mengambil beberapa bantal yang ada di atas kasur itu, kemudian meletakkannya di belakang wanita itu dan memposisikan semi fowler.

Perawat A : “Ibu, sekarang coba ikuti saya, tarik napas dalam, hembuskan, tarik lagi, hembuskan pelan-pelan, tarik lagi, hembuskan lagi pelan-pelan” Wanita itu mengikuti instruksi dari Perawat A, setelah itu wajah wanita itu mulai terlihat tenang.

Perawat A : “Bagaimana perasaannya bu?”

Ibu Aisyah : “Alhamdulillah sudah agak mendingan” Perawat A : “Syukurlah kalau begitu bu, saya merasa lega” Ibu Aisyah : “Mbak siapa ya?”

Perawat A : “Perkenalkan bu, saya Mitra perawat dari Puskesmas “Pelita” Ibu Aisyah : “Saya Ibu Aisyah, Ibu dari Okta”

Perawat A : “Oh iya bu, sekarang apa yang ibu rasakan?” Ibu Aisyah : “Dada saya terasa sesak, terus sakit sekali”

(4)

Perawat A : “Ibu sudah berapa lama merasakan sakit seperti ini?” Ibu Aisyah : “Dari tiga tahun yang lalu nak”

Perawat A : “Selain sesak dan nyeri, apalagi yang sering ibu rasakan?”

Ibu Aisyah : “Kalau misalnya saya jalan yang cukup jauh, biasanya saya langsung lemes, jadi kalau mau keluar rumah, belum sampai pintu saya duduk dulu, setelah itu baru jalan lagi keluar”

Perawat A : “Kalau begitu saya boleh periksa tekanan darah ibu?” Ibu Aisyah : “Boleh, silahkan nak”

Perawat A : (Sambil mengukur tekanan darah, nadi, dan pernapasan) “Sebelumnya ibu sudah pernah ke rumah sakit atau puskesmas?” Ibu Aisyah : “Setahun yang lalu, setelah suami saya meninggal saya sempat

pingsan dan langsung di bawa ke rumah sakit, tapi anak saya bilang saya hanya syok saja”

Perawat A : “Baiklah bu kalau begitu, sebaiknya ibu istirahat saja, nanti kalau diperbolehkan, saya mau berkunjung lagi kesini melihat kondisi ibu, bagaimana bu?”

Ibu Aisyah : “Dengan senang hati nak”

Perawat A : “Terima kasih bu, selamat beristirahat”

Kemudian Perawat A keluar dari kamar Ibu Aisyah, diikuti oleh anaknya Okta. Setelah itu Perawat A melakukan sedikit percakapan dengan Okta.

Perawat A : “Begini mbak, kalau diperbolehkan saya ingin melakukan pengkajian terhadap penyakit yang di derita oleh Ibu aisyah, bagaimana mbak?” Okta : “Itu buat apa? Penelitian aja ya?”

Perawat A : “Gak kok mbak, saya ingin melakukan pengkajian dan intervensi terhadap Ibu Aisyah, semoga nanti kedepannya kita bisa sama-sama meminimalisir keluhan-keluhan yang di rasakan oleh Ibu Aisyah. Bagaimana mbak?”

Okta : “Kalau memang mbak niatnya mau bantu Ibu saya, ya gak apa-apa sih”

(5)

Okta : “Iya sus, setelah ayah saya meninggal, ibu saya langsung shock, jadi kami bawa ke rumah sakit dan langsung di periksa”

Perawat A : “Bagaimana hasil dari pemeriksaan disana?”

Okta : “Dokter bilang Ibu saya menderita penyakit Jantung Koroner” Perawat A : “Maaf mbak, saya mau bertanya apa sebelumnya ibu ada riwayat

merokok?”

Okta : “Ibu saya tidak merokok, tapi ayah saya dulu perokok. Tunggu sebentar ya sus”

Okta masuk ke dalam dan kembali ke luar dengan membawa map besar berwarna coklat

Okta : “Ini hasil pemeriksaan setahun yang lalu” Perawat A : “Boleh saya lihat mbak?”

Okta : “Boleh sus”

Kemudian Perawat A melihat hasil pemeriksaan Ibu Aisyah dan mencatat beberapa hal yang perlu di catat.

Perawat A : “Apa Ibu Aisyah tau tentang kondisinya mbak?”

Okta : “Saya belum berani kasih tau sus, karena saya takut dia jadi stress. Tolong dirahasiakan saja ya sus”

Perawat A : “Baiklah kalau permintaan mbak begitu, saya akan coba rahasiakan” Okta : “Terima kasih sus”

Perawat A : “Dirumah ini yang tinggal siapa saja mbak?”

Okta : “Saya tinggal bersama suami saya dan satu orang anak saya” Perawat A : “Anak mbak umur berapa?”

Okta : “Anak saya berumur 7 tahun”

Perawat A : “Kalau anak Ibu Aisyah yang lain bagaimana mbak?”

Okta : “Kakak saya yang pertama tinggal dan kerja di Jawa, dan mbak saya yang kedua tinggal bersama suaminya di Kalimantan”

(6)

Okta : “Mau nanya apa ya ?”

Perawat A : “Saya dengar, orang-orang dirumah ini jarang berinteraksi keluar, kalau saya boleh tau kenapa ya mbak?”

Okta : “Bukan jarang berinteraksi sus, saya dan suami bekerja, libur hanya hari sabtu dan minggu, itupun anak saya selalu mengajak rekreasi kalau hari sabtu dan minggu, jadi saya jarang bertemu tetangga lain.” Perawat A : “Jadi Ibu Aisyah tinggal sendiri dirumah mbak?”

Okta : “Saya tidak mungkin membawanya jalan-jalan kan? Saya mau jemput anak saya, apa pengkajiannya sudah selesai?”

Perawat A : “Oh iya sudah bu, kalau begitu saya permisi pulang. Kalau besok saya kesini lagi bagaimana mbak?”

Okta : “Boleh mbak, kebetulan besok saya pulang cepat”

Perawat A : “Alhamdulillah kalau begitu, besok sekitar jam 3 saya kesini lagi. Terima kasih mbak, assalamualaikum”

Keesokan harinya, Perawat A kembali berkunjung kerumah Ibu Aisyah.... Perawat A : “Assalamualaikum”

Ibu Aisyah : “Waalaikumsalam, mitra. Masuk nak. Perawat A : “Iya gak apa-apa bu, keadaan ibu gimana?” Ibu Aisyah : “Alhamdulillah udah agak mendingan nak”

Tak lama kemudian, anak dari Ibu Aisyah datang.

Okta : “Assalamualaikum”

Ibu Aisyah : “Waalaikumsalam”

Perawat A : “Nah, berhubung mbak Oktanya sudah datang, kita mulai sekarang aja ya bu?”

Ibu Aisyah : “Iya nak”

(7)

oleh Ibu Aisyah. Saya berharap mbak Okta juga ikut bersama-sama membantu ibu untuk melakukan beberapa hal ini.

Okta : “Jadi kira-kira saya dan ibu saya harus bagaimana sus?”

Perawat A : “Usahakan ibu jangan terlalu banyak melakukan gerakan berlebihan, apalagi misalnya ibu duduk, terus langsung berdiri dan berjalan. Itu membuat perubahan ritme jantungnya sangat cepat, jd usahakan berjalan yang santai saja, kan ibu juga berat badannya agak berlebih. Saya juga berharap mbak Okta bisa tetap mengontrol keadaan ibu” Okta : “Oh iya sus, nanti saya akan mengontrol kondisi ibu saya”

Perawat A : “Nah kalau misalnya ibu masih suka ngeluh sesak napas, disandarin ke kursi aja mbak, atau kalau di kamar bantalnya di tinggikan sampai ibu ngerasa nyaman. Nanti saya juga akan mengajarkan ibu teknik relaksasi dan pernapasan dalam, jadi kalau misalnya merasa dadanya sesak, bisa langsung di gunakan, paling tidak bisa mengurangi sesak yang ibu rasakan.

Ibu Aisyah : “Baik nak”

Perawat A : “Nah, ini saya juga sudah siapkan daftar menu makanan harian untuk ibu, disini juga ada kebutuhan kalori tiap harinya, terus ada juga resep-resep masakannya kalau ibu mau coba masak sendiri.”

Ibu Aisyah : “Wah, saya dapet resep masakan baru ya?”

Perawat A : “Kalau mau jalan-jalan atau rekreasi, mbak juga bisa ajak ibunya, karena dengan begitu ibu bisa menyegarkan pikirannya. Dan bermain dengan cucu juga bisa menjadi obat yang cukup baik untuk mengurangi stress ibu

Okta : “Jadi kalau ibu saya mau di ajak jalan-jalan bisa ya sus?”

Perawat A : “Insya allah bisa mbak, asal kondisinya terus diperhatikan, nanti saya akan coba juga ajarkan senam jantung untuk ibu, agar bisa mengurangi rasa keluhan-keluhan yang sering ibu rasakan”

Ibu Aisyah : “Baiklah nak, itu mau belajar semuanya kapan?”

Perawat A : “Kalau boleh, besok saya akan kesini lagi untuk mengajarkan teknik napas dalam yang sudah saya katakan tadi”

Ibu Aisyah : “Oh boleh-boleh nak, saya boleh masuk ke kamar, soalnya mau istirahat dulu”

(8)

Ibu Aisyah : “Sama-sama nak”

Ibu Aisyah berjalan masuk ke dalam kamar...

Perawat A : “Maaf sebelumnya, saudara mbak yang lain tau kondisi kesehatan Ibu mbak?”

Okta : “Mereka tau sus, mereka juga sering menelpon saya dan juga Ibu untuk mengetahui perkembangan kesehatan Ibu”

Perawat A : “Syukurlah kalau saudara mbak tau. Ya saya sarankan, kalau bisa kedua saudara mbak tetep menjaga komunikasi dengan ibu, kalau bisa si di jenguk. Ibu sudah kehilangan suaminya, jadi dia sangat membutuhkan perhatian dari anak-anaknya”

Okta : “Mereka tiap lebaran pasti pulang kok sus, jadi alhamdulillah setahun sekali kita pasti kumpul.”

Perawat A : Alhamdulillah, berarti mbak dan saudaranya tetap mengontrol kesehatan ibu walau dari jauh. Pikiran dan Emosi ibu harus tetap stabil mbak, kalau bisa jangan sampai ada kejadian atau lain hal yang buat ibu jadi syok, usahakan ibu happy teruslah mbak, biar badannya tetap sehat. Kita saling kerja sama ya mbak buat, menjaga kondisi ibu tetap stabil.”

Okta : “Terima kasih ya sus, saya baru tau kalau ada perawat keluarga seperti ini. Kalau tau, dari dulu saya bisa gunain perawat keluarga, paling tidak bisa memonitor ibu”

Perawat A : “Insya allah, saya berusaha semampu saya ya mbak. Kalau begitu saya permisi ya mbak, masih ada yang harus dikerjakan”

Okta : “Baiklah sus, Terima Kasih”

Perawat A : “Sama-sama, kalau begitu saya permisi ya, mbak, Assalamualaikum”

Okta : “Waalaikumsalam”

Keesokan harinya...

Perawat A : “Assalamualaikum ibu”

(9)

Perawat A : ”Baiklah kalau begitu, saya membawa sesuatu bu” (Perawat A mengeluarkan beberapa buah balon tiup)

Ibu Aisyah : “Balon buat apa nak?”

Perawat A : “Seperti yang saya janjikan kemarin saya mau mengajarkan ibu tentang napas dalam, nah media yang kita pakai adalah balon.”

Ibu Aisyah : “Bagaimana caranya?” Kemudian Okta pulang...

Okta : “Assalamualaikum”

Semua : “Waalaikumsalam”

Okta : “Syukurlah kalau saya tepat waktu, ini kenapa ada balon-balon?” Perawat A : “Ini media yang saya gunakan untuk mengajarkan napas dalam mbak, tapi sebelumnya kita cek kondisi ibu dulu ya”

Setelah mengecek Vital Sign Ibu Aisyah, Perawat A, mencontohkan dan mengajarkan pernapasan dalam dengan media balon, sembari menjelaskan fungsinya, setelah itu Perawat A mengajarkan teknik relaksasi...

Setelah selesai...

Perawat A : “Nah, ibu dan mbak Okta, kalau misalnya sewaktu-waktu dada ibu sesak atau nyeri, metode yang saya ajarkan tadi bisa saya pake, mbak Okta juga bisa membantu memotivasi dan mengajarkan kembali kepada ibu

Ibu Aisyah : “Iya nak, saya sudah paham caranya, terima kasih ya”

Perawat A : “Saya permisi dulu ya mbak, ibu, insya allah besok saya akan kesini lagi, untuk mengajarkan senam yang sehat untuk jantung ibu”

Ibu Aisyah : “Baik nak”

Perawat A : “Oke kalau begitu, saya permisi ya mbak, ibu. Assalamualaikum”

Semua : “Waalaikumsalam”

Keesokan harinya Perawat A menepati janjinya... Perawat A : “Assalamualaikum...”

(10)

Perawat A : “Apa ibu udah siap untuk senam?”

Ibu : “Siap!!!”

Perawat A : “Seperti biasa, kita cek dulu ya kondisi kesehatan ibu” (sambil mengeluarkan alat-alat untuk mengecek kesehatan)

Setelah itu, Perawat A menjelaskan fungsi dari senam jantung ini, dan kemudian memutar musik di handphonenya dan mulai mengajarkan senam jantung kepada Ibu Aisyah

Setelah selesai, Perawat A permisi pulang... Perawat A : “Gimana bu,, udah agak berasa?” Pak Abdullah : “Iya nak, udah agak enak”

Perawat A : “Syukurlah kalau begitu bu, kalau ibu mau olahraga bisa pakai senam yang saya ajarkan tadi, jadi tidak perlu melakukan hal yang berat-berat lagi”

Ibu Aisyah : “Terima kasih banyak ya nak, sudah banyak membantu ibu.”

Perawat A : “Iya bu sama-sama, sudah kewajiban saya. Kalau begitu saya permisi pulang dulu ya bu, Assalamualaikum”

Beberapa hari kemudian, Perawat A sering mengunjungi Ibu Aisyah untuk memonitor kondisi kesehatannya.

(11)

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. B

DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI PADA Ny. A

DI WAY HITAM PALEMBANG

Mitra Yuni Ratnasari (04121003029)

Arnelia Putri (04121003030)

Okta Verida Andriani (04121003031)

Dosen Pembimbing : Ns. Putri Widita., S.Kep., M.kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

SRIWIJAYA

(12)

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Pengkajian Keluarga

I. Data Umum

1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. B

2. Usia : 30 tahun

3. Pendidikan : S1

4. Pekerjaan : Pengusaha

5. Alamat : Jl. Musi 5 Palembang

6. Komposisi keluarga :

No Nama JK Hub Umur Pend

Status Imunisasi

Ket BCG Polio DPT Hepatitis Campak

1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 1 Ny. A P Ibu

Mertua 52 th DIII 

(13)

Genogram

Keterangan :

= laki-laki = klien

= perempuan = hubungan dengan keluarga

= meninggal

= tinggal satu rumah

6. Tipe keluarga

Keluarga Tn. B termasuk tipe keluarga besar (extended family) yaitu didalam suatu rumah terdapat satu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah Tn. B ( ayah ), Ny. O (istri), An. R (anak) dan Ny.A (nenek)

7. Suku dan Bangsa

(14)

8. Agama

Keluarga Tn. B beragama Islam dan taat menjalankan ibadah sholat 5 waktu, biasanya dilakukan bersama-sama di rumah karena jauh dari mushola .

9. Status sosial ekonomi keluarga

Kebutuhan sehari-hari keluarga semua dipenuhi oleh Tn. B dengan pendapatan sebulan + Rp 15.000.000 Tn. S bekerja sebagai pengusaha sebuah kantor pemasaran. Barang-barang yang dimiliki Tn. B yaitu TV, Almari, Kulkas, DVD Player, Sound system, Guci antik, meja kursi dan Tn. B merasa sudah mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Ny. O juga berprofesi sebagai dosen suatu perguruan tinggi di Palembang. Penghasilan Ny. O sendiri + Rp 3.500.000.

10. Aktifitas rekrasi keluarga

Keluarga sering melakukan rekreasi setiap hari sabtu dan minggu atau hari libur. Biasanya keluarga juga menonton TV bersama setiap malam. Namun, Ny.A jarang diajak berekreasi bersama karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. Seluruh anak dari Ny.A biasanya akan pulang pada saat lebaran.

II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

11. Tahap perkembangan saat ini

Keluarga dengan anak usia pra-sekolah, keluarga telah berusaha menyiapkan tabungan untuk biaya pendidikan An. R serta membangun komunikasi dengan anaknya.

(15)

Dari hasil wawancara didapatakan bahwa keluarga masih belum mampu mengawasi anaknya karena kesibukkan mereka yang sangat padat. Namun keluarga mengatakan bahwa saat ini anak mereka di ikutkan Playgroup agar ada yang mengasuh mereka, dikarenakan neneknya (Ny. A) dikhawatirkan akan kesulitan mengawasi anak kecil.

13. Riwayat keluarga inti

Dalam keluarga Tn. B tidak ada yang memiliki penyakit keturunan dan semua sehat-sehat. Apabila dalam keluarga Tn. B ada yang sakit dia selalu mengunakan fasilitas kesehatan.

14. Riwayat keluarga sebelumnya

Ibu Ny.O (Ny.A) memiliki penyakit Jantung Koroner yang diderita sejak 3 tahun yang lalu. Suami dari Ny.A meninggal 3 tahun yang lalu juga

disebabkan oleh penyakit yang sama. Ibu dari Ny.A memiliki riwayat hipertensi, dan meninggal karena serangan jantung.

III. Lingkungan

15. Karakteristik rumah

10 M 1M

Ruang tamu

Teras

Ruang keluarga Dapur

/ WC

Kamar tidur Kamar tidur Kamar tidur

20

m

Tetangga

B

at

as

te

ta

ng

(16)

Rumah Tn. B terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, tiga kamar tidur, dapur, kamar mandi. Cara pengaturan perabot sangat rapi, namun biasanya Ny.O dan Ny.A yang membersihkan rumah itu. Tn.B tidak menggunakan jasa asissten rumah tangga.

Ukuran rumah 20x10 m tipe rumah permanen, atap terbuat dari seng, lantai berubin serta di keramik dan terdapat fentilasi yang jarang dibuka dan kondisi ruangan cukup pengap, dan menggunakan sumber air PAM.

16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Lingkungan tetangga umumnya penduduk asli palembang, hubungan antar tetangga kurang baik karena keluarga ini jarang bersosialisasi dengan warga sekitar oleh karena kesibukkan dari Tn.B dan Ny.O.

17. Mobilitas geografis keluarga

Rumah merupakan daerah perkotaan tidak jauh dari jalan raya, mudah dijangkau oleh sepeda motor/kendaraan roda 4. Dekat dengan fasilitas kesehatan, hanya cukup berjalan kaki lima menit sudah menemukan puskesmas pelita.

18. Perkumpulan keluarga+interaksi dengan masyarakat

Tn.B dan Ny.O jarang mengikuti kegiatan masyarakat dikarenakan mereka jarang berada dirumah, sehingga banyak warga yang belum mengenal keluarga ini dengan baik.

19. Sistem pendukung keluarga

Anggota keluarga Tn. B sehat hanya Ny. A saja yang sakit dan keluarga selalu mengunakan fasilitas kesehatan yaitu rumah sakit dan dokter keluarga.

IV. Struktur keluarga

20. Pola komunikasi keluarga

(17)

21. Struktur kekuatan keluarga

Keluarga selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah sedang Ny.A hanya mengikuti saja apa hasil musyawarah, semua anggota keluarga berperan sesuai perannya masing-masing, dan apabila masalah tidak teratasi maka keputusan ada di tangan Tn. B

22. Struktur peran (formal & informal) Formal

Tn. B sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah untuk memenuhi kebtutuhan keluarganya dismping itu Tn. B sebagai pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman pada keluarga

Ny. A sebagai nenek dari anak Ny.O disamping itu sebagai mertua Tn.B Ny. O berperan sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, Ny. O sebagai ibu rumah tangga memiliki peran untuk mengurusi rumah dan pendidik anak-anaknya

An.R berperan sebagai anak yang harus belajar dan patuh pada kedua ortunya.

Informal

Setiap anggota keluarga selalu memiliki peran sebagai pendorong bagi yang lain

23. Nilai & norma keluarga

Dalam budaya Jawa anak laki-laki harus mempunyai tanggung jawab kepada keluarga, keluarga Tn. B selalu mematuhi aturan-aturan dan norma yang berhubungan dengan agama dan masyarakat

V. Fungsi keluarga 24. Keluarga afektif

Keluarga Tn. B saling mendukung kebutuhan sehingga dapat terpenuhi kehidupan sederhana, dapat menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan keputusan keluarga yang terakhir ditentukan oleh Tn. B sebagai kepala keluarga.

(18)

Tn. B dan Ny. O dibantu Ny. A dapat membina sosialisasi pada anaknya sehingga dapat membentuk norma dan aturan-aturan sesuai dengan perkembangan anaknya, serta dapat meneruskan budaya.

26. Fungsi perawatan keluarga

Kemampuan kel mengenal masalah

Keluarga Tn. B mengatakan bahwa Ny. A menderita penyakit jantung koroner. Ny.O mengetahui penyakit ibunya, sehingga dia selalu mengajak ibunya untuk cek ke rumah sakit setiap bulan. Namun, Ny.O tidak pernah mau memberitahukan tentang penyakit ibunya kepada Ny.A itu sendiri. Dia khawatir jika nanti keadaan Ny.A akan semakin parah.

Kemampuan keluarga mengambil keputusan

Tn. B selalu mengambil keputusan secara tepat seperti halnya kalau Ny. A sakit ia segera membawa ke Rumah Sakit

Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit

Tn. B dengan keluarga akan merawat anggota yang sakit sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya

Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat

Tn. B tidak mengerti jika kondisi rumah dapat menentukan kesehatan orang-orang di dalamnya. Dia selalu berfikir bahwa selama kita memiliki uang, maka kita dapat berobat jika sakit.

Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan

Keluarga Tn.B selalu menggunakan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit, dia berfikir bahwa jika berobat di puskesmas, kita tidak akan cepat sembuh.

27. Fungsi reproduksi

Jumlah anak Tn. B adalah 1 orang, Ny. O dalam hal ini mengunakan alat kontrasepsi pil. Namun, seminggu terakhir ini dia tidak menggunakan kontrasepsi itu dulu, karena dia ingin mempunyai anak lagi.

28. Fungsi ekonomi

(19)

VI. Stres dan Koping Keluarga

29. Stresor jangka pendek dan panjang

Pendek : Stresor jangka pendek yang dipikir keluarga saat ini yaitu memikirkan agar penyakit Ny. A dapat sembuh

Panjang : Saat ini keluarga Tn. B memikirkan agar anaknya dapat menerusksn kejenjang yang lebih tinggi. Bahkan Tn.B dan Ny.O bercita-cita menyekolakan anaknya hingga ke luar negeri.

30. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor

Keluarga Tn. B selalu melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah baik dalam lingkungan keluarga atau masyarakat.

31. Strategi koping yang digunakan

Keluarga Tn. B apabila ada masalah baik dalam keluarga atau masyarakat selalu menyelesaikan nya .

32. Strategi adaptasi disfungsional

Dalam menghadapi masalah selalu berusaha dan berdoa tapi pada akhirnya Tuhan yang menentukan.

VII. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan

fisik Tn. B Ny. O Ny. A An. R

Tekanan darah

120/80 mmHg 120/80 mmHg 160/90 mmHg 90/60 mmHg

Nadi

45x/mnt (nafas pendek dan dangkal dalam)

Kepala Mesochepal Mesochepal Mesochepal Mesochepal Rambut Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih Kulit Sawo matang, turgor

baik

Sawo matang, turgor baik

Sawo matang, terlihat dingin dan pucat, turgor buruk

Sawo matang, turgor baik

Mata Simetris, konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik, penglihatan baik

Simetris, konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik, penglihatan baik

Simetris, konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik, penglihatan kurang baik (kabur pada malam hari)

Simetris,

konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik, penglihatan baik Hidung Bersih, fungsi

penghidu baik

Bersih, fungsi penghidu baik

Bersih, fungsi penghidu baik

(20)

Mulut &

tenggorokan Bersih, tidak berbau, gigi bersih, tidak ada nyeri telan

Bersih, tidak berbau, gigi bersih, tidak ada nyeri telan

Bersih, tidak berbau, gigi tidak lengkap, tidak menggunakan gigi palsu

Bersih, tidak berbau, gigi bersih, tidak ada nyeri telan

Telinga Simetris, pendengaran baik, tidak baik, tidak menggunakan alat bantu

Simetris,

pendengaran baik, tidak menggunakan alat bantu

Leher Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Dada Tidak ada wheezing Tidak ada wheezing Tidak ada wheezing Tidak ada wheezing Perut Tidak kembung, tidak

nyeri tekan

Tidak kembung, tidak nyeri tekan

Sering mual dan merasa ingin muntah

Tidak kembung, tidak nyeri tekan Ekstrimitas Tidak ada kelainan

bentuk Tidak ada kelainan bentuk Tangan kiri & kaki kiri pegel-pegel kadang kaki kiri tidak bisa buat jalan, dengkul kanan dan kiri kemeng, kaki terasa dingin

Tidak ada kelainan bentuk

VIII. Harapan Keluarga

Harapan yang diinginkan keluarga Tn. B yaitu menginginkan agar anggota keluarganya tidak ada yang sakit-sakitan dan keluarga berharap kedatangan perawat dapat memberikan informasi kesehatan sehingga anggota keluarga dapat memelihara kesehatan.

B. Analisa Data

No Data Fokus Masalah Penyebab

1 DS : - Ny.A mengatakan kaki dan tranggan

jimpe-jimpe(pegal)khususnya pada sebelah kanan gringgingen, lemas, kaki sebelah kanan terkadang tidak bisa digerakkan,

(21)

- N : 120 x/mnt - RR : 45 x/mnt

2 DS : - Ny.A mengatakan bahwa dia sering ngos-ngosan jika berjalan jauh

- Ny. A juga mengatakan bahwa sebelumnya dia sudah sering merasa sesak nafas

DO : - Ny.A terlihat pucat dan lemas. yang sakit yaitu Ny.A

3 DS : - Ny.O mengatakan bahwa dia jarang keluar rumah jika sedang berada dirumah

- Ny.O mengatakan bahwa dia tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat sekitar

- Ny.O tidak mau memberitahu penyakit yang diderita Ny.A DO : - Ny.O tampak enggan dilakukan Pengkajian

- Ny.O sering mengalihkan wajah pada saat dilakukan pengkajian

Ketidakefektifan

C. Diagnosa Keperawatan

A. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.A

B. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit yaitu Ny.A

C. Ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam masyarakat

(22)

Skoring Data

1. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.A

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

1. Sifat masalah. Skala : aktual 3

3. Potensial masalah untuk dicegah

Skala : masalah berat harus segera di tangani 2

(23)

rasakan

Jumlah skor = 4

2. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit yaitu Ny.A

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

(24)

4. Menonjolnya masalah.

Skala : masalah berat harus segera dan kasihan jika Ny.A sesak napas, namun mereka tidak tau apa yang harus dilakukan.

Jumlah skor = 3 2/3

3. Resiko ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam masarakat

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

(25)

3. Potensial masalah untuk dicegah Skala : cukup

4. Menonjolnya masalah.

Skala : masalah berat harus segera sangat baik dan hangat terhadap

(26)

1. Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.A

2. Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit yaitu Ny.A

(27)

D. Rencana Keperawatan

1 Gangguan Rasa Nyeri berhubungan keluarga selama 1 minggu/2 minggu/ diharap keluarga :

1. Mempunyai rasa nyeri pada

Kognitif/Afektif

Psikomotor

1. Pelayanan kesehatan

2. Macam pelayanan kesehatan

(28)

Ny.A

Verbal Mengatasi rasa nyeri: - Mengurangi aktivias

berlebihan - Olah raga

- Menghindari stres

1. Ajarkan keluarga mengatasi rasa nyeri dengan teknik relaksasi. 2. Anjurkan keluarga

mengajak Ny.A untuk refreshing walau hanya mengobrol bersama serta bermain bersama cucunya.

3. Hindari pemicu terjadinya rasa Nyeri.

(29)

peredaran dara di jantung.

2 Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan keluarga selama 1 minggu/2 minggu/ diharap keluarga :

1. Memahami

1. Keluarga dapat menyebutkan etiologi, penyebab, serta akibat yang ditimbulkan oleh penyakit Ny.A 2. Keluarga mampu

menyebutkan tindakan yang harus dilakukan jika gejala muncul 3. Keluarga mampu

mengenali faktor

Mengurangi sesak nafas: - Mengurangi aktivitas

berlebihan - Olah raga

- Menghindari stres

1. Informasikan sesak pada Ny.A 3. Informasikan kepala Ny.A jika sesak mulai dirasakan.

(30)

- (seperti meniup diharap keluarga :

1. Memahami

1. Keluarga mampu berinteraksi baik dengan warga sekitar

2. Warga sekitar mengeahui tentang apa yang dialami oleh Ny.A

(31)

E. Implementasi Keperawatan

N o

Diagnosa Implementasi Respons Keluarga

1 Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.A

- Mengucap salam

- Gali pengetahuan keluarga mengenai nyeri yang dirasakan Ny.A

S : - Menjawab salam

- Ny. O mengatakan bahwa jika Ny. A sakit dibawa ke dokter atau rumah sakit

O : Keluarga kooperatif

- Menjelaskan mengenai penyakit yang diderita Ny.A serta cara meminimalisir rasa nyerinya

O : Terlihat masih bingung dan sesekali minta di ulang

- Memberi motivasi keluarga untuk mengulang

S : - Ny.O mengatakan bahwa dia sekarang memahami tentang penyakit yang diderita ibunya.

- Memberi informasi tentang

penatalaksanaan nyeri O : Tersenyum dan mengangguk - Menganjurkan untuk seirng rekreasi

walau hanya di rumah O : Mendengar

- Beri motivasi pada keluarga untuk

(32)

pada Ny.A - Reinforcement (+) pada keluarga O : Tersenyum - Mengajarkan senam jantung pada

Keluarga

O : Mengikuti instruksi yang diberikan

- Beri motivasi keluarga untuk Mengulang

O : Keluarga mengatakan mampu mengulangi gerakan yang diajarkan

2 Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit yaitu Ny.A

- Menggali pengetahuan keluarga tentang tindakan yang dilakukan jika sesak nafas terjadi

S : Keluarga mengatakan bahwa sering kebingungan dan menganjurkan Ny.A untuk tiduran

- Jelaskan tentang cara mengurangi sesak nafas seperti meninggikan kepala atau menyandarkan di kursi

O : Mengangguk

- Beri motivasi keluarga untuk

mengulang yang sudah dijelaskan S : - Keluarga mengatakan jika sesakterjadi, maka Ny.A harus di sandarkan di kursi, atau boleh ditempat tidur namun dengan posisi kepala ditinggikan

- Beri reinforcement positif pada keluarga

O : Tersenyum - Mengajarkan keluarga untuk

melakukan teknik nafas dalam yaitu dengan menarik nafas dalam, terus meniupkan pada balon

O : Keluarga memgikuti instruksi

(33)

mengulang tindakan kemudian meniupkan pada balon, begitu seterusnya secara berulang-ulang

3 Resiko Ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam masyarakat.

- Menggali informasi mengenai kesenjangan komunikasi dengan masyarakat

S : Keluarga mengatakan bahwa mereka jarang berada dirumah sehingga hampir tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar

- Memberikan informasi mengenai pentingnya hubungan dengan masyarakat sekitar

O : Tampak sedikit sedih

- Beri motivasi keluarga untuk mengulangi informasi

(34)

F. EVALUASI

No Tgl/ Jam Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembangan

1 Sabtu

22/2/201 5

(12.00)

Gangguan Rasa Nyeri berhubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga merawat Ny.A S : - Klien mengatakan nyeri sudah jarang dirasakan - Klien mengatakan sering melakukan senam yang diajarkan

- Keluarga mengatakan sekarang sering mengajak Ny.A untuk rekreasi

- Keluarga mengatakan kalau keluarga sakit di bawa ke puskesmas, atau rumah sakit

O : - Keadaan umum sudah cukup baik

- Keluarga mampu menyebutkan apa yang harus dilakukan apabila nyeri bertambah

(35)

2 Sabtu 22/2/201 5

(12.00)

Gangguan bersihan jalan nafas pada Ny.A berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah anggota keluarga yang sakit yaitu Ny.A

S : - Keluarga mengatakan sesak sudah jarang terjadi - Keluarga mengatakan apabila sesak timbul,

maka Ny.A segera disandarkan ke kursi, atau bantal dikepala di tinggikan

- Keluarga mengatakan apabila sesak terjadi, keluarga mengajarkan Ny.A untuk melakukan nafas dalam seperti meniup balon.

- Keluarga mengatakan sudah membatasi aktivitas Ny.A

O : - Keluarga mampu mempraktekan cara mengatasi sesak

- Keluarga melakukan cara nafas dalam A : - Masalah teratasi

(36)

3 Sabtu 22/2/201 5

(12.00)

Resiko Ketidakefektifan pola komunikas berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah komunikasi dalam masyarakat.

S : - Keluarga mengatakan hubungan komunikasi dengan masyarakat dapat membantu kita dalam kondisi apapun

- Keluarga mengatakan sudah sesekali keluar rumah dan mulai menyapa tetangga sekitar

O : - Keluarga sudah dapat membangun komunikasi yang baik dengan warga sekitar

Referensi

Dokumen terkait

yaitu resiko tinggi gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga Tn.S dalam mengenal masalah hipertensi dan resiko tinggi

kunjungan didapatkan tiga diagnosa keperawatan yaitu gangguan rasa nyaman berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi, resiko

Diagnosa yang kedua diambil berdasarkan pengkajian adalah resiko terjadinya penyakit saluran pernapasan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan

Kesimpulan : Masalah kesehatan yang muncul pada keluarga Tn.S akibat ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, ketidakmampuan keluarga

Kesimpulan : Masalah kesehatan yang muncul pada keluarga Tn.S akibat ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, ketidakmampuan keluarga

Diagnosa kedua dari pengkajian adalah resiko tinggi intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Asma

1 nyeri ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan anggota keluarga yang sakit khususnya An. T b.d KMK mengenal masalah gastritis Kerusakan mobilitas fisik keluarga Ny.

1 Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan anggota keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga yang sakit Diabetes Melitus dibuktikan dengan