• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Usaha Itik Peking Pemanfaatkan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Pada Itik Peking Umur 1 sampai 8 Minggu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisis Usaha Itik Peking Pemanfaatkan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Pada Itik Peking Umur 1 sampai 8 Minggu"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang

telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Analisis Usaha Pemanfaatkan

Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Pada Itik Peking Umur 1

hari sampai 8 Minggu’’.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang

tua penulis yang telah memberikan doa dan dukungan juga memberikan semangat

dan pengorbanan materil maupun moril yang telah di berikan selama ini. Penulis

juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Ir. Armyn Hakim Daulay, M.BA

selaku ketua komisi pembimbing dan bapak Prof. Dr. Ir. Hasnudi M.S. Selaku

anggota komisi pembimbing yang telah memberikan arahan dalam menyelesaikan

penulisan skripsi ini sehingga dapat terlaksana dengan baik dan tepat pada

waktunya. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Tati Vidiana Sari,

S.Pt. MP yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan

kepada penulis untuk kebaikan proposal ini.

Disamping itu penulis juga mengucapakan banyak terima kasih kepada

civitas akademi di Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas

Sumatera Utara. Serta penulis mengucapkan terima kash kepada rekan mahasiswa

yang telah banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Semoga skripsi ini dapat menjadi dan membantu memberikan informasi

kepada semua pihak dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan serta pelaku di bidang

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

PENDAHULUAN Latar Belakang... ... 1

Rumusan Masalah... ... 3

Tujuan Penelitian ... 4

Kegunaan Penelitian... 4

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ... 16

Bahan dan Alat Penelitian ... 16

Bahan ... 16

Alat ... 16

Metode Penelitian... 17

Parameter Penelitian... 17

Total Biaya Produksi... ... 17

Total Hasil Produksi... ... 18

Analisis Laba/Rugi ... 18

(3)

R/C Ratio ... 18

IOFC... ... 18

Pelaksanaan Penelitian... ... 19

Persiapan Kandang ... 19

Random DOD ... 19

Penyusun Ransum... ... 19

Pemeliharaan Itik Peking ... 20

Analisis Data ... 20

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan Data dan Total Biaya Produksi ... 21

Rekapitulasi Hasil Penelitian ... 34

(4)

DAFTAR TABEL

No. ... Hal.

1. Komposisi Nutrisi Limbah Ikan ... 14

2. Daftar Harga Pakan Selama Penelitian ... 23

3. Total Seluruh Biaya Produksi Selama Penelitian (Rp) ... 24

4. Hasil Penjualan Itik Peking (Rp/plot) ... 26

5. Total Hasil Produksi (Rp) ... 26

6. Rekapitulasi Hasil Penelitian (Rp) ... 34

(5)

DAFTAR GAMBAR

No. Hal

1. Total Biaya Produksi(Rp) ... 24

2. Total Hasil Produksi(Rp) ... 27

3. Analisis Laba/ Rugi(Rp) ... 29

4. Income Over Feed Cost (IOFC) ... 31

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

1. Biaya pembelian bibit (Rp) ... 53

2. Biaya pembelian pakan (Rp) ... 53

3. Biaya sewa kandang (Rp)... 53

4. Biaya peralatan kandang(Rp) ... 53

5. Biaya obat-obatan (Rp) ... 54

6. Biaya tenaga kerja (Rp) ... 54

7. Total Biaya Produksi (Rp) ... 54

8. Total Hasil Produksi (Rp) ... 54

9. Analisis Laba/ Rugi (Rp) ... 55

10.Income Over Feed Cost (IOFC) ... 55

11.R/C Ratio ... 55

12.Bobot badan awal dan akhir domba(kg) ... 55

13.Konsumsi pakan domba(g) ... 56

(7)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Analisis usaha merupakan kegiatan penting dalam usaha peternakan dan

merupakan pekerjaan rutin perusaan peternakan yang dilakaukkan untuk

mengetahui kelayakan suatu usaha peternakan. Keadaan perusaan seperti besarnya

biaya yang dikeluarkan, pendapatan bersi, serta ukuran efisiensi dan efektifitasnya

usaha yang digambarkan melalui analisis usaha ekonomi. Selain itu sebagai

landasan dalam menentukan kebijakan usaha kedepannya.

Di negara agraris Indonesia, ternak itik merupakan salah satu ternak

unggas yang cukup dikenal masyarakat. Itik memberikan dua hal kepada manusia

untuk memenuhi kebutuhan pangannya, yaitu daging dan telur (Samosir, 1981)

Peternakan itik di indonesia sampai saat ini masih menghadapi kendala

baik secara teknis maupun ekonomi. Salah satu diantaranya adalah penyedian

ransum karena faktor ransum juga ikut menentukan besar kecilnya keuntungan

dari suatu usaha peternakan. Untuk itu perlu dicari alternatif bahan pakan yang

tersedia secara terus menerus.

Harga ransum ternak unggas yang semakin mahal pada saat ini, tidak

sebanding dengan penghasilan dari produksi yang didapat oleh peternak. Hal ini

dikarenakan selama ini indonesia mengimpor bahan baku pakan yang potensial,

untuk itu perlu dicari bahan pakan yang potensial alternatif yang diharapkan dapat

menekan kenaikan harga ransum unggas dan tidak melupakan aspek biologisnya.

Penggunaan bahan pakan alternatif yang ekonomis akan memperoleh efesiensi

ransum dan produksi (Murtidjo, 1987).

Limbah perikanan salah satu alternatif untuk memberi solusi dalam

(8)

suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah

yang tidak dapat dikendaliakan dapat mencemari lingkungan yang mengakibatkan

sumber ketidaknyamanan bagi masyarakat lingkungan sekitar.

Salah satu limbah yang diketahui banyak terdapat di daerah belawan, yang

merupakan suatu tempat yang berpotensi menghasilkan limbah dari jenis ikan.

Daerah belawan merupakan salah satu pusat perdagangan ikan yang ada di

sumatera utara yang cukup besar, ikan-ikan tersebut yang akan di distribusikan ke

pasar-pasar yang ada di kota medan. Jarak yang ditempuh dari medan ke belawan

berkisar ± 25 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan angkot maupun

sepeda motor.

Limbah ikan yang ada dibelawan salah satunya yaitu limbah ikan gabus

pasir, yang merupakan jenis ikan yang banyak hidup di pesisir pantai dan mudah

di dapat. Tempat yang banyak memproduksi ikan ini yaitu KUD (Koprasi Unit

Desa) yang merupakan salah satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di

jalan Gabion kecamatan medan belawan. Produksi dari ikan ini dapat mencapai 1

ton/hari, yang merupakan produksi cukup besar di daerah belawan. Ikan gabus

pasir hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sedangkan isi perut dan kepala hanya

dibiarkan begitu saja dan tidak dimanfaatkan. Daging dari ikan ini banyak di

produksi sebagai bahan campuran pembuatan bakso yang banyak di perjual

belikan di pasar, namun ada juga yang mengekspor daging dari ikan gabus pasir

tersebut.

Pengolahan dari limbah ikan gabus pasir dapat berupa tepung, yang

nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran ransum ternak. Tepung

limbah ikan gabus merupakan salah satu produk pengolahan hasil ikan. Sifat ikan

yang sangat mudah rusak ini memerlukan penanganan dan pengolahan yang pada

(9)

dasarnya bertujuan untuk mencegah kerusakan atau pembusukan sehingga dapat

memperpanjang daya tahan simpan ikan. Sampai saat ini penggunaan tepung ikan

gabus pasir belum dilakukan secara maksimal.

Pembuatan tepung ikan berbahan dasar limbah ikan gabus dapat menjadi

suatu bentuk alternatif bahan pakan. Selain memiliki daya simpan yang cukup

lama dibandingkan dengan ikan segar, bentuk yang berupa tepung diharapkan

menjadikan tepung ikan lebih fleksibel dalam pemanfaatannya.

Rumusan Masalah

Hal yang perlu di perhatikan dalam bidang usaha peternakan itik adalah

bahan pakan, selain di sukai ternak, tidak bersaing dengan manusia, juga mudah di

dapat dan berkualitas. Jika bahan pakan sudah di perhatikan dengan baik maka

ternak dapat berkembang dengan baik secara optimal. Untuk lebih menekan biaya

pakan dalam usaha ternak itik maka dengan memanfaatkan limbah yang ada di

sekitar kita.

Ransum merupakan komponen untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada

ternak itik. Ransum yang dibuat oleh pabrik pakan membutuhkan biaya yang

mahal, karena itu dibutuhkan pakan alternatif yang lebih menekan biaya ransum

yang lebih murah dan ketersediaan limbah tersebut melimpah. Dengan

memanfaatkan limbah yang ada di sekitar seperti pemanfaatan limbah ikan gabus

pasir.

Dengan ketersediaan limbah ikan gabus pasir yang melimpah dan agar

lebih termanfaatakan maka diperlukan suatu teknologi. Teknolgi pengolahan yang

digunakan dengan cara pengukusan dan dikeringkan selanjutnya di giling/gerinder

dan pakan berbentuk tepung. Dilakukan pengukusan agar lebih awet dan tidak

(10)

pakan alternatif. Disamping itu seyelah menjalani proses pengukusan dan

pengeringan limbah ikan gabus pasir masih memiliki kandungan nutrisi yang

tinggi.

Darin uraian di atas, maka diharapkan penggunaan pakan berbasis limbah

ikan gabus pasir sebagai pakan ternak itik dalam bentuk tepung dapat menekan

biaya pakan peternak itik, sehingga dapat menambah pemasukan peternak itik.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total hasil produksi,

total biaya produksi, laba rugi, R/C Ratio dan IOFC (income over Feed Cost)

dalam pemeliharaan itik peking umur 1 hari sampai 8 minggu dengan pemberiaan

tepung ikan gabus pasir (Butis amboinensis)

Kegunaan Penelitian

Sebagai bahan informasi bagi peneliti dan peternak itik dalam

mengembangkan usaha peternakan itik dan instansi Pemerintah terkait tentang

pemanfaatan tepung ikan gabus pasir(butis) dalam ransum itik peking umur 1 - 8

hari.

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian Tepung Bawang Putih ( Alliun sativum l. ) Dalam Ransum Itik Peking Terhadap Bobot Karkas, Persentase Karkas, Bobot Potong Dan Bobot Lemak Abdominal Pada Umur 8

Laba/rugi yang diperoleh pada peternakan rakyat di Desa lama Kecamatan Hamparan Perak jika diasumsikan menggunakan pakan 10% tepung limbah ikan gabus pasir dengan PK 16% produksi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan gabus pasir ( Butis amboinensis) dalam ransum terhadap produksi telur, berat telur, dan

gabus pasir (Butis amboinensis) dalam ransum terhadap peformans Itik Petelur. Universitas

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pertimbangan antara penelitian pemeliharaan itik lokal petelur dengan menggunakan ransum tepung limbah ikan gabus pasir

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pertimbangan antara penelitian pemeliharaan itik lokal petelur dengan menggunakan ransum tepung limbah ikan gabus

ANALISA USAHA PEMENFAATAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI SUBSITUSIa.

DIAN SYAHPUTRA, 2015: “Pemanfaatan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Sebagai Subsitusi Tepung Ikan Dalam Ransum Terhadap Fertilitas, Daya Tetas Dan Mortalittas