• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terms of Reference KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Terms of Reference KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN 2020"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

Terms of Reference

KONFERENSI NASIONAL

PERPAJAKAN 2020

Membangun kepatuhan perpajakan melalui riset yang berkelanjutan

(2)

Daftar isi

Daftar isi ... i

Pengantar ... .ii

A. Latar Belakang ... 1

1. Kondisi Perpajakan ... 1

2. Membangun Kepatuhan Masa Depan ... 2

3. Riset Sebagai Pendekatan Edukasi ... 3

4. Call for Paper Perpajakan 2020 ... 4

5. Manfaat Riset bagi DJP ... 4

B. Maksud dan Tujuan ... 5

C. Lokasi Acara ... 5

D. Jadwal Pelaksanaan ... 6

E. Pembicara... 6

F. Undangan dan Peserta ... 7

G. Publikasi ... 8

H. Sekretariat ... 8

I. Timeline... 9

(3)

Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa riset merupakan salah satu bagian penting dalam proses bisnis organisasi untuk menjalankan fungsinya. Riset sangat berguna dalam menyediakan informasi untuk mengembangkan kebijakan, produk peraturan, layanan, sumber daya manusia, organisasi, teknologi informasi dan lain sebagainya. Untuk itu, riset harus selalu dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi edukasi perpajakan, DJP juga menyelenggarakan ijin riset bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas untuk melaksanakan riset perpajakan. Untuk menyelaraskan dengan kebutuhan, riset tersebut dapat diarahkan untuk membuat analisis dampak kebijakan serta kajian dalam penyusunan aturan perpajakan.

Dalam rangka membangun lingkungan riset, DJP akan menyelenggarakan kegiatan ilmiah berupa Call for Paper Perpajakan 2020 dan Seminar Perpajakan yang berkualitas. Dengan kegiatan seminar ini diharapkan akan memberikan agenda bagi akademisi bidang perpajakan untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang perpajakan serta menghasilkan kontribusi yang inovatif dalam membangun keilmuan dan tata kelola perpajakan di Indonesia. Selain itu, kegiatan seminar ini juga bermanfaat sebagai salah satu metode edukasi kesadaran pajak kepada kalangan mahasiswa, peneliti dan masyarakat. Dengan demikian diharapkan akan melahirkan generasi bangsa yang sadar dan taat pajak di masa mendatang.

Untuk kami mohon dukungan dari berbagai pihak agar dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita wujudkan masa depan perpajakan Indonesia yang lebih baik. Atas bantuan dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.

Direktur P2Humas, Hestu Yoga Saksama

NIP 19690526 199311 1 001

(4)

1

A. Latar Belakang

1.

Kondisi Perpajakan

Penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama penerimaan negara. Di dalam postur APBN, proporsi penerimaan perpajakan mencapai lebih dari 80% dari total penerimaan negara selama lima tahun terakhir, yaitu tahun 2016 s.d. 2020. Angka proporsi tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran penerimaanperpajakan dalam mendanai penyelenggaraan pemerintahan, demi mencapai tujuan negara.

Gambar 1. Rasio pajak Indonesia (2010-2018) Sumber: diolah dari LKPP Tahun 2010-2018

Walaupun peran penerimaan perpajakan sangat penting dalam mendanai belanja negara, kenyataannya DJP masih perlu mengoptimalisasi kinerjanya dalam menghimpun penerimaan perpajakan. Indikasi perlunya optimalisasi kinerja salah satunya terlihat dari angka rasio pajak Indonesia, sebagai salah satu indikator kinerja DJP. Rasio pajak Indonesia sejak tahun 2010 hingga tahun 2018 berkisar antara 9%-11% (Gambar 1). Menurut data OECD, Rasio pajak Indonesia pada tahun 2017 jauh lebih rendah daripada rata-rata rasio pajak negara-negara OECD. Rasio pajak Indonesia juga lebih rendah daripada rata-rata rasio pajak negara-negara Amerika Latin dan Kepulauan Karibia, dan negara-negara di benua Afrika (Gambar 2).

(5)

2 Gambar 2. Perbandingan Rasio Pajak Indonesia dengan Negara-Negara OECD

Sumber: OECD

Selain indikator rasio pajak, belum optimalnya potensi perpajakan Indonesia, dapat dilihat dari data kepatuhan penyampaian SPT Wajib Pajak. Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi berada di angka 70% sementara penyampaian SPT Tahunan PPh Badan berada di angka 50%. Angka tingkat kepatuhan ini sangat dapat untuk ditingkatkan. Untuk itu, DJP memerlukan usaha yang lebih besar untuk dapat mengoptimalkan kepatuhan pajak sehingga penerimaan perpajakan dapat tercapai secara maksimal.

2. Membangun Kepatuhan Masa Depan

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan perpajakan, saat ini DJP mengusulkan pendekatan penegakan hukum, layanan Wajib Pajak, serta edukasi wajib pajak dan masyarakat. Salah satu kegiatan edukasi yang telah dilakukan adalah mengelola program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan, yaitu integrasi muatan kesadaran pajak dalam proses pembelajaran kepada peserta didik dari jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Untuk itu Kementerian Keuangan sedang dan telah melakukan kerjasama untuk mendukung program inklusi dengan beberapa kementerian dan lembaga, antara lain: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia.

Program ini merupakan sebuah investasi dengan tujuan jangka panjang untuk membangun masa depan perpajakan Indonesia yang lebih baik. Terdapat 11 inisiatif dalam Program Inklusi Kesadaran Pajak seperti yang terlihat pada Gambar 4 berikut.

(6)

3

Gambar 4. Berbagai inistif dalam Program Inklusi Kesadaran Pajak.

3. Riset Sebagai Pendekatan Edukasi

Riset dan Pengembangan menjadi salah satu inisiatif karena melalui pendekatan riset akan dihasilkan kajian-kajian perpajakan yang memperkaya literasi perpajakan sehingga memperbanyak akses bagi masyarakat untuk menjadi sadar dan taat pajak.

Dalam PMK 212 tentang struktur organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan, tugas dan fungsi riset dapat ditemukan pada unit kerja Direktorat P2Humas yaitu pemberian ijin riset dan unit kerja, serta pada Direktorat Potensi Kepatuhan dan Penerimaan yaitu analisis dampak kebijakan.

Pada pelaksanaan tugas dan fungsi pemberian layanan ijin riset, selama ini dilaksanakan hanya untuk kepentingan administratif. Seiring tujuan progam inklusi, maka Direktorat P2Humas telah melakukan inisiatif terkait riset, antara lain:

a. MoU dengan pemangku kepentingan riset: LIPI dan Ditjen Pengembangan Riset-Kemenristek;

b. Penyusunan konsep kebijakan tentang Riset dan Praktik Kerja;

c. Pengembangan sistem informasi riset, salah satunya yaitu layanan ijin riset online; d. Pelaksanaan Call for Paper Perpajakan pada tahun 2018 dan 2020; dan

e. Pelatihan Pengelolaan Jurnal, bekerjasama dengan LIPI.

Berbagai pengembangan lainnya dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit teknis yang membentuk research environment yang bermanfaat bagi organisasi.

(7)

4

4.

Call for Paper

Perpajakan 2020

Untuk merealisasikan salah satu inisiatif tersebut, DJP telah melaksanakan Call for Paper Perpajakan 2020 dengan tema “Kebijakan dan Strategi Perpajakan yang Tepat dalam Upaya Menghadapi Pandemi COVID-19 dan Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional”, yang telah ditutup pengirimannya pada 15 Oktober 2020.

Dari hasil Call for Paper tersebut, dapat dilaporkan bahwa:

a. Telah diterima sebanyak 118 artikel yang terdiri dari rumpun tema: Kepatuhan Perpajakan (50), Peraturan Perpajakan (21), Edukasi Perpajakan (6), Layanan Perpajakan (4), SDM dan Organsasi (8), Penegakan Hukum Perpajakan (6), Teknologi Informasi Perpajakan (4), Proses Bisnis Perpajakan (5), serta empat belas artikel dengan tema di luar rumpun tema tersebut.

b. Latar belakang peserta adalah dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, serta para pegawai DJP.

c. Atas artikel yang masuk, panitia telah melakukan seleksi dan review untuk selanjutnya akan diambil 28 artikel terbaik untuk dipresentasikan pada seminar perpajakan 2020. d. Artikel yang telah dipresentasikan selanjutnya akan masuk ke proses publikasi untuk

diterbitkan pada jurnal elektronik yang dikelola oleh DJP.

5. Manfaat Riset bagi DJP

Fungsi riset perpajakan bagi DJP, adalah: a. meningkatkan kualitas tata kelola perpajakan;

b. menjadi bahan masukan untuk pengambilan keputusan;

c. sarana bagi masyarakat untuk memberikan sumbangsih saran kepada pemerintah dalam memperbaiki tata kelola administrasi perpajakan Indonesia; dan

(8)

5

B. Maksud dan Tujuan

Berdasarkan latar belakang di atas, DJP bermaksud akan menyelenggarakan sebuah kegiatan ilmiah berupa Seminar Perpajakan 2020. Tujuan kegiatan ini, adalah:

1. Bagian dari tugas edukasi perpajakan;

2. Membangun research environment yang bertemakan perpajakan;

3. Memberikan ruang bagi para peneliti untuk turut serta memberikan masukan bagi perkembangan kebijakan perpajakan;

4. Mendapatkan kajian ilmiah untuk meningkatkan tatakelola perpajakan Indonesia; dan 5. Menerbitkan jurnal perpajakan atas hasil seminar tersebut yang dikelola DJP dan akan

menjadi knowledge-basedresearch center (bank riset) sebagai bahan dokumentasi dalam pengambilan keputusan maupun kontribusi bagi akademisi.

C. Lokasi Acara

Karena hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, pelaksanaan konferensi akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Para peserta seminar wajib melakukan pendaftaran untuk memperoleh tautan Zoom Meeting agar dapat mengikuti seminar. Bagi panitia acara, seminar perpajakan dilaksanakan dari lokasi berikut.

a. Ruang rapat besar P2Humas untuk sesi pembukaan, keynote speech, diskusi panel, pengumuman pemenang, dan penutupan acara.

b. Ruang rapat besar P2Humas, ruang rapat Direktur P2Humas, ruang rapat Subdit Penyuluhan Perpajakan, dan ruang Kasubdit Penyuluhan Perpajakan untuk parallel session.

c. Pemapar, moderator, dan tim penilai dapat ikut serta melalui zoom atau hadir langsung di ruang rapat besar P2Humas.

d. Panitia, pemapar, dan peserta seminar akan dibagi ke dalam empat breakout room saat parallel session berlangsung.

(9)

6

D. Jadwal Pelaksanaan

Kegiatan Seminar Perpajakan 2020 ini akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2020 dengan rundown sebagai berikut:

Waktu Kegiatan

08.00-08.30 Registrasi Panitia

08.30-08.45 Pembukaan (Indonesia Raya, Doa) Panitia

08.45-09.00 Sambutan Direktur P2Humas DJP

09.00-09.10 Pembagian panitia, pemapar, dan peserta seminar ke dalam main room dan empat breakout room

Panitia

09.10-12.10 Parallel Session 5 moderator @ 6 orang pemapar 12.10-12.15 Pengembalian panitia, pemapar, dan peserta

seminar dari breakout room ke main room

Panitia 12.15-13.00 ISHOMA

13.00-13.30 Pembukaan sesi siang dan pembagian doorprize

Panitia

13.30-14.00 Keynote Speech Menteri Keuangan

14.00-16.00 Diskusi Panel Panelis 1:

Dr. Nufransa Wira Sakti, S.Kom., M.Ec. Panelis 2:

Dr. M. Chatib Basri, S.E., M.Ec. Moderator:

Christine Tjen, S.E., Ak., M.Int.Tax, CA. 16.00-16.30 Closing Speech dan pengumuman pemenang

Call for Paper Perpajakan 2020

Direktur Jenderal Pajak

17.05-17.15 Penutupan Panitia

(10)

7

E. Pembicara

No Pembicara Topik

1 Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. Menteri Keuangan

Membangun Kepatuhan Perpajakan Melalui Riset Sebagai Pendekatan Edukasi Pajak 2 Dr. Nufransa Wira Sakti, S.Kom., M.Ec.

Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak

Strategi Pengawasan Pajak dalam Upaya Menghadapi Pandemi COVID-19 dan

Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

3 Dr. M. Chatib Basri, S.E., M.Ec. Pengamat Ekonomi dan Keuangan Negara

Resesi, Periode Survival, dan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi COVID-19 4 Suryo Utomo, S.E., Ak., M.B.T.

Direktur Jenderal Pajak

Peran Call for Paper Perpajakan 2020 bagi Direktorat Jenderal Pajak

F. Undangan dan Peserta

Undangan dan peserta seminar ini, dihadiri oleh:

1.

Eselon I dan II Kementerian Keuangan

2.

Eselon I dan II Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

3.

Eselon I dan II Kementerian Agama

4.

Eselon I dan II Kementerian Dalam Negeri

5.

Eselon I dan II Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia

6.

Rektor Perguruan Tinggi peserta

Piloting

Inklusi Kesadaran Pajak

7.

Rektor Perguruan Tinggi di L2Dikti Wilayah III Jakarta

8.

Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI)

9.

Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

10.

Asosiasi

Tax Center

Seluruh Indonesia (ATPETSI)

11.

Pengelola

Tax Center

12.

Perwakilan World Bank, PROSPERA, JICA

13.

Reviewer

Jurnal Perpajakan

14.

Dosen Perpajakan

15.

Relawan Pajak

16.

Mahasiswa jurusan Perpajakan

(11)

8

G. Publikasi

Publikasi pelaksanaan Seminar Perpajakan 2020 akan diunggah pada beberapa media berikut:

1. pajak.go.id

2. ejurnal.pajak.go.id 3. edukasi.pajak.go.id

4. kanal Youtube DitjenPajakRI

5. akun media sosial resmi milik Direktorat Jenderal Pajak

H.Sekretariat

Panitia Seminar Perpajakan Subdit Penyuluhan, Dit. P2HUmas Lantai 16 Gd. Marie Muhammad Jl. Gatot Subroto Kav. 40-42, Jakarta Email : [email protected]

Web : edukasi.pajak.go.id ejurnal.pajak.go.id Telp : 021-525 0208

(12)

9

I.

Timeline

Kegiatan

2020 2021

Juli

Agt Sept Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr

I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V

Persiapan

Pengumpulan Call for Paper Proses seleksi/review Scoring Paper Pelaksanaan seminar Proses proceeding ISBN Review dan resubmit naskah Penerbitan Jurnal

Gambar

Gambar 1. Rasio pajak Indonesia (2010-2018)  Sumber: diolah dari LKPP Tahun 2010-2018

Referensi

Dokumen terkait

Simple Random sampling , kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Bentuk penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu ) dengan rancangan

Kebijakan Sekolah yang berwawasan lingkungan. Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang mendukung

Kesesuaian pelaksanaan pelayanan ini erat kaitannya dengan prosedur pelayanan yang merupakan suatu tatacara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan

Konflik fisik yang terjadi itu dianggap persoalan dalam negeri, akan tetapi dunia internasional memandang bahwa persoalan tersebut merupakan tindakan pelanggaran terhadap

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat dan menambah wawasan ilmu pengetahuan di bidang perpajakan khususnya dalam hal sosialisasi perpajakan, pelayanan fiskus, pelaksanaan

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi bagi ilmu akuntansi khususnya di bidang perpajakan,dan menambah informasi maupun wawasan

Bagi bidang pendidikan, diharapkan dapat berkontribusi secara tidak langsung dalam pengembangan literatur bidang akuntansi keuangan dan perpajakan tentang Kepemilikan Keluarga

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi bekatul padi pada mie instan kering ditinjau dari karakteristik kimia, fisik, sensori, dan umur simpan.. Terdapat 3