• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Tengah No. 03/03/62/Th.VI, 1 Maret 2012 1  Pada Februari 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat 99,75 persen atau naik

0,31 persen dibanding NTP Januari 2012. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,62 persen lebih besar dari kenaikan Indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,31 persen.

 Dilihat dari 5 (lima) subsektor, terdapat 3 (tiga) subsektor Pertanian mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,64 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik sebesar 1,17 persen dan subsektor Peternakan naik 0,28 persen. Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan adalah subsektor Hortikultura yang turun sebesar 1,06 persen dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,31 persen.

 Pada Februari 2012, indeks harga yang diterima petani (IT) naik sebesar 0,62 persen dibandingkan dengan IT Januari 2012. Peningkatan IT tersebut disebabkan oleh meningkatnya IT pada 4 subsektor dan menurunnya IT pada 1 subsektor. Subsektor yang mengalami peningkatan IT adalah subsektor Tanaman Pangan naik 1,06 persen, Susektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 1,19 persen, Subsektor Peternakan naik 0,44 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,20 persen. Sedangkan IT subsektor Hortikultura turun sebesar 0,69 persen.

 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) Bulan Februari naik sebesar 0,31 persen dibandingkan Januari 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya IB pada 5 subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik 0,41 persen, subsektor Hortikultura naik 0,37 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 0,02 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,17 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,51 persen.

Perubahan Indeks konsumsi rumah tangga (KRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi pada wilayah Pedesaan. Pada Februari 2012 terjadi kenaikan sebesar 0,32 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan kelompok Bahan Makanan sebesar 0.09 persen, kelompok Makanan Jadi naik 0,78 persen, kelompok Perumahan naik 0,91 persen, kelompok Sandang naik 0,32 persen, kelompok Kesehatan naik 0,48 persen dan kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik 0,16 persen. Sedangkan kelompok Transportasi & Komunikasi turun sebesar 0,45 persen.

 Pada Februari 2012, NTP Nasional sebesar 105,10 persen atau turun 0,60 persen dibandingkan bulan Januari 2012. Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima petani turun 0,18 persen, sedangkan harga yang dibayar petani naik sebesar 0,43 persen.

o. 04/04/62/Th. I, 2 April 2007

No. 03 / 03 / 62 /Th.VI, 1 Maret 2012

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di Kalimantan Tengah pada bulan Februari 2012, NTP naik sebesar 0,31 persen dibanding NTP Bulan Januari 2012, yaitu dari 99,44 menjadi 99,75 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 0,62 persen, lebih besar kenaikannya dibanding kenaikan Indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,31 persen.

1. Indeks Harga yang Diterima Petani (IT)

Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Februari 2012, indeks harga yang diterima petani (IT) naik 0,62 persen dibandingkan dengan IT Januari 2012, yaitu dari 134,26 persen menjadi 135,09 persen. Peningkatan IT tersebut disebabkan oleh meningkatnya IT pada 4 subsektor dan menurunnya IT pada 1 subsektor. Subsektor yang mengalami peningkatan IT adalah subsektor Tanaman Pangan naik 1,06 persen, Susektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 1,19 persen, Subsektor Peternakan naik 0,44 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,20 persen. Sedangkan IT subsektor Hortikultura turun sebesar 0,69 persen.

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB)

Melalui Indeks harga yang dibayar petani (IB) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh manyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar masyarakat pedessan. Selain itu, dapat dilihat juga fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Februari 2012 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) naik 0,31 persen dibandingkan Januari 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya IB pada 5 subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik 0,41 persen, subsektor Hortikultura naik 0,37 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 0,02 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,17 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,51 persen.

(3)

kelompok Sandang naik 0,32 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,48 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik 0,16 persen, sedangkan kelompok Transportasi & Komunikasi turun sebesar 0,45 persen.

Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) pertanian pada Februari 2012 naik sebesar 0,25 persen dibandingkan indeks bulan Januari 2012, yaitu dari 119,93 persen menjadi 120,23 persen. Hal ini disebabkan beberapa kelompok mengalami peningkatan, yaitu kelompok Obat-obatan & Pupuk naik 0,34 persen, kelompok Sewa Lahan, Pajak & Lainnya naik 0,02 persen, kelompok transportasi naik 0,22 persen, kelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,36 persen dan kelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,24 persen. Sedangkan kelompok Bibit mengalami penurunan sebesar 0,19 persen.

Pada Februari 2012, NTP Nasional sebesar 105,10 persen atau turun 0,60 persen dibandingkan bulan Januari 2012. Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima petani turun 0,18 persen, sedangkan harga yang dibayar petani naik sebesar 0,43 persen.

TABEL. 1

NTP GABUNGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DAN NASIONAL Januari - Februari 2012

(2007= 100)

No Rincian NTP Provinsi NTP Nasional

Jan Feb % Jan Feb %

1 Indeks Diterima Petani 134.26 135.09 0.62 143.57 143.31 -0.18

2 Indeks Dibayar Petani 135.01 135.43 0.31 135.78 136.36 0.43

3 Konsumsi Rumah Tangga 139.83 140.27 0.32 138.99 139.63 0.46

Bahan Makanan 148.09 148.22 0.09 145.95 146.66 0.49

Makanan Jadi 137.40 138.47 0.78 136.70 137.43 0.53

Perumahan 130.39 131.58 0.91 140.08 140.78 0.50

Sandang 131.54 131.96 0.32 135.18 135.72 0.40

Kesehatan 122.46 123.04 0.48 126.52 127.05 0.42

Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 117.93 118.11 0.16 123.32 123.68 0.29

Transportasi dan Komunikasi 113.24 112.73 -0.45 114.27 114.36 0.08

4 BPPBM 119.93 120.23 0.25 126.27 126.69 0.33

Bibit 117.47 117.24 -0.19 127.91 128.21 0.24

Obat-obatan & Pupuk 136.11 136.57 0.34 125.85 126.36 0.40

Sewa Lahan, Pajak & Lainnya 103.26 103.27 0.02 122.15 122.39 0.20

Transportasi 124.86 125.14 0.22 122.54 122.97 0.35

Penambahan Barang Modal 117.14 117.57 0.36 129.04 129.45 0.32

Upah Buruh Tani 111.54 111.81 0.24 125.99 126.39 0.32

(4)

TABEL . 2

NTP SUBSEKTOR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DAN NASIONAL Januari - Februari 2012

(2007= 100)

No Sub Sektor NTP Provinsi NTP Nasional

Jan Feb % Jan Feb %

1 Tanaman Pangan :

Indeks yang diterima 142.77 144.28 1.06 145.74 144.96 -0.54

Indeks yang dibayar 135.87 136.43 0.41 137.80 138.47 0.48

Nilai Tukar Petani ( NTPP) 105.08 105.76 0.64 105.76 104.69 -1.02

2 Hortikultura :

Indeks yang diterima 142.03 141.05 -0.69 147.51 147.81 0.20

Indeks yang dibayar 137.27 137.78 0.37 136.19 136.78 0.43

Nilai Tukar Petani NTPH) 103.47 102.37 -1.06 108.31 108.07 -0.23

3 Tanaman Perkebunan Rakyat :

Indeks yang diterima 116.20 117.58 1.19 143.42 143.64 0.15

Indeks yang dibayar 134.68 134.71 0.02 134.53 134.95 0.31

Nilai Tukar Petani ( NTPR) 86.28 87.29 1.17 106.61 106.44 -0.16

4 Peternakan :

Indeks yang diterima 117.96 118.48 0.44 134.26 134.63 0.28

Indeks yang dibayar 131.44 131.66 0.17 132.66 133.15 0.37

Nilai Tukar Petani ( NTPT) 89.74 89.99 0.28 101.20 101.11 -0.09

5 Perikanan :

Indeks yang diterima 131.43 131.70 0.20 138.21 138.17 -0.03

Indeks yang dibayar 126.72 127.37 0.51 130.94 131.42 0.37

Nilai Tukar Petani ( NTN) 103.72 103.40 -0.31 105.55 105.14 -0.39

No Rincian Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des Jan'12 Feb'12

1 Indeks Diterima Petani 134,12 134,33 133,98 134,07 133,44 133,11 133.05 133.01 132.77 133.49 134.26 135.09 (IT)

2 Indeks Dibayar Petani 131,31 131,77 131,93 132,41 132,72 132,95 133.52 133.27 133.38 134.00 135.01 135.43 (IB)

3

NTP

102,14 101,94 101,55 101,26 100,54 100,12 99.65 99.81 99.55 99.61 99.44 99.75

TABEL . 3

NTP GABUNGAN PROVINSI KALTENG Maret 2011 sd Februari 2012

(5)

TABEL. 4

Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Tengah per Subsektor Januari - Februari 2012 (2007=100)

Kelompok dan Sub kelompok Januari 2012 Februari 2012 Persentase

Perubahan

(1) (2) (3) (4)

1. Tanaman Pangan (Padi & Palawija)

a. Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) 105.08 105.76 0.64

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 142.77 144.28 1.06

- Padi 145.59 147.54 1.34

- Palawija 129.69 129.12 -0.44

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 135.87 136.43 0.41

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 139.12 139.69 0.41

- Indeks BPPBM 123.86 124.37 0.41

2. Hortikultura

a. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 103.47 102.37 -1.06

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 142.03 141.05 -0.69

- Sayur-sayuran 141.86 141.50 -0.25

- Buah-buahan 142.21 140.57 -1.15

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 137.27 137.78 0.37

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 140.24 140.85 0.43

- Indeks BPPBM 122.00 122.02 0.02

3. Tanaman Perkebunan Rakyat

a. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 86.28 87.29 1.17

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 116.20 117.58 1.19

- Tanaman Perkebunan Rakyat 116.20 117.58 1.19

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 134.68 134.71 0.02

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 141.61 141.61 -0.01

- Indeks BPPBM 114.67 114.82 0.13

4. Peternakan

a. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 89.74 89.99 0.28

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 117.96 118.48 0.44

- Ternak Besar 105.78 106.08 0.28

- Ternak Kecil 114.80 114.80 0.00

- Unggas 122.18 122.84 0.54

- Hasil Ternak 147.74 149.59 1.25

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 131.44 131.66 0.17

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 139.59 139.82 0.17

- Indeks BPPBM 114.38 114.58 0.17

5. Perikanan

a. Nilai Tukar Nelayan (NTN) 131.43 131.70 0.20

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 128.72 129.13 0.32

- Penangkapan 152.89 152.03 -0.56

- Budidaya 126.72 127.37 0.51

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 137.95 138.83 0.63

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 107.94 108.21 0.25

- Indeks BPPBM 103.72 103.40 -0.31

Gabungan/Provinsi Kalimantan Tengah

a. Nilai Tukar Petani (NTP) 99.44 99.75 0.31

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 134.26 135.09 0.62

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 135.01 135.43 0.31

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 139.83 140.27 0.32

- Indeks BPPBM 119.93 120.23 0.25

Referensi

Dokumen terkait

Subsektor yang juga mengalami penurunan indeks yang diterima yaitu subsektor hortikultura sebesar -2.78 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar -2.62 persen,

November 2015, tiga dari lima subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP yaitu NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 1,99 persen dari 94,93 menjadi 96,82, NTP Subsektor

Kenaikan ini disebabkan karena semua kelompok mengalami kenaikan yaitu kelompok Bahan Makanan naik 1,53 persen, kelompok Makanan Jadi naik 0,27 persen , kelompok

Pada bulan Maret 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 98,26 poin mengalami penurunan 1,87 persen dibanding NTPR

 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) Bulan Agustus naik 0,18 persen dibandingkan Juli 2011, kenaikan ini disebabkan karena IB pada 5 subsektor semua mengalami kenaikan,

Pada November 2011 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) naik 0,08 persen dibandingkan Oktober 2011, kenaikan ini disebabkan karena IB pada empat subsektor mengalami

Pada Oktober 2011 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) turun 0,19 persen dibandingkan September 2011, kenaikan ini disebabkan karena IB pada 5 subsektor semua

Pada Maret 2011 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) naik 0,28 persen dibandingkan Feberuari 2011, kenaikan ini disebabkan karena IB pada 5 subsektor semua mengalami kenaikan,