I. Ringkasan Eksekutif
Audit Mutu Internal SDN Ciwangi tahun 2013 menemukan beberapa ketidaksesuaian (KTS) dan observasi (OB) pada lima standar yang diaudit: Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Standar Pengelolaan. Secara keseluruhan, ditemukan 7 KTS dan 8 OB. Temuan-temuan ini meliputi kurangnya pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013, pemanfaatan TIK, penilaian perilaku, serta pelaksanaan supervisi akademik. Rekomendasi yang diajukan meliputi pelatihan guru, penggunaan TIK, pembinaan guru dalam penilaian, dan penugasan guru pamong untuk supervisi. Auditi merespon positif rekomendasi dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya guna meningkatkan mutu pendidikan.
II. Gambaran Umum SDN Ciwangi
SDN Ciwangi, yang dulunya bernama SDN Cibening II, berdiri sejak tahun 1995. Sekolah ini telah mengalami perubahan nama dan status, termasuk pernah menjadi Sekolah RSBI. Saat ini, SDN Ciwangi berstatus Sekolah Dasar Negeri dan terpilih sebagai sekolah Pengembang Standar Nasional Pendidikan. Visi sekolah adalah "Unggul dalam prestasi, beriman dan berbudi pekerti", yang didukung oleh misi peningkatan keimanan, pengembangan sumber daya manusia, optimalisasi pembelajaran PAIKEM, dan pemanfaatan ekstrakurikuler. Tujuan sekolah selaras dengan tujuan Pendidikan Dasar, menekankan pembentukan karakter, pengembangan kecerdasan dan keterampilan, serta pencapaian prestasi.
III. Hasil Pemeriksaan
Hasil audit mutu internal menunjukkan temuan-temuan ketidaksesuaian dan observasi pada kelima standar. Rincian temuan terlampir dalam borang audit (Form 3 dan Form 4). Secara umum, temuan menunjukkan beberapa kelemahan dalam implementasi Kurikulum 2013, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, pelaksanaan penilaian, khususnya penilaian perilaku, serta pengelolaan supervisi. Detail temuan pada setiap standar dijelaskan pada sub-bab berikut.
3.1. Standar Isi
Temuan utama pada Standar Isi adalah belum tersusunnya dokumen kurikulum sekolah yang berbasis Kurikulum 2013. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan pembinaan terkait penyusunan kurikulum 2013. Akibatnya, pembelajaran belum sepenuhnya mengacu pada Kurikulum 2013. Rekomendasi yang diberikan adalah mendatangkan narasumber untuk memberikan pelatihan dan pembinaan dalam penyusunan kurikulum berbasis Kurikulum 2013.
3.2. Standar Proses
Pada Standar Proses, ditemukan beberapa permasalahan. Pertama, 18 guru belum memahami pembelajaran tematik, menunjukkan kurang efektifnya pelatihan sebelumnya. Kedua, 9 dari 27 guru belum memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, menunjukkan kurangnya kreativitas dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Rekomendasi mencakup pelatihan tambahan tentang pembelajaran tematik dan penggunaan TIK dalam pembelajaran.
3.3. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Pada standar SKL, ditemukan dua hal utama. Pertama, peserta didik belum menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab secara optimal. Hal ini disebabkan kurang optimalnya penilaian sikap oleh guru. Kedua, peserta didik jarang berkunjung ke perpustakaan sekolah karena kurangnya jadwal kunjungan dan tugas membaca dari guru. Rekomendasi meliputi optimalisasi penilaian sikap, pembiasaan perilaku positif, serta pembuatan jadwal kunjungan perpustakaan dan penugasan membaca.
3.4. Standar Penilaian
Pada Standar Penilaian, ditemukan bahwa hanya 7 dari 9 guru yang melaksanakan penilaian perilaku. Hal ini dikarenakan beberapa guru belum memahami penilaian sikap. Rekomendasi yang diberikan adalah pembinaan dan pelatihan bagi guru yang belum memahami penilaian perilaku, agar penilaian lebih komprehensif dan meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
3.5. Standar Pengelolaan
Terkait Standar Pengelolaan, temuan utama adalah supervisi akademik belum dilaksanakan secara teratur karena jumlah guru yang banyak dan kesibukan yang padat. Rekomendasi adalah penugasan guru pamong untuk membantu kepala sekolah melaksanakan supervisi agar pengawasan dan pembinaan guru berjalan lebih efektif dan merata.
IV. Kesimpulan dan Rekomendasi
Audit Mutu Internal SDN Ciwangi tahun 2013 menghasilkan temuan-temuan penting yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013, penggunaan TIK, pelaksanaan penilaian, dan supervisi. Rekomendasi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Auditi diharapkan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang telah diberikan untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Pemantauan dan evaluasi berkala terhadap implementasi rekomendasi sangat penting untuk memastikan keberhasilan upaya peningkatan mutu.
Referensi Dokumen
- Permendikbud No. 66 tahun 2013
- Permendikbud No. 81 a tahun 2013
- Permen. No. 54 Tahun 2013
- Permendiknas No. 24 tahun 2007
- Permendiknas No. 13 tahun 2007