2. LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisikan teori-teori penunjang yang menjadi dasar bagi penulis dalam pembuatan Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Administrasi berbasis Web pada CV. TIGABE MONDIALINDO. Penjelasannya akan diuraikan pada sub bab berikut.
2.1. Sistem Informasi
2.1.1. Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu istilah yang dapat diartikan secara luas dan berbeda satu sama lainnya. Dari susunan katanya, Sistem Informasi terdiri dari dua kata yaitu sistem dan informasi.
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan (McLeod & Schell, 2001). Dari konsep ini, sistem dijabarkan lebih lanjut menjadi sekumpulan prosedur-prosedur kerja yang saling berhubungan satu sama lain dan dikumpulkan untuk mencapai sebuah sasaran yang sama.
Sedangkan informasi adalah data yang sudah diproses sehingga mempunyai nilai lebih (Romney & Steinbart, 2006). Selain itu, informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti (McLeod & Schell, 2001).
Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan elemen atau prosedur-prosedur kerja yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Selain itu, sistem informasi juga dapat diartikan sebagai perangkat elemen yang bekerja untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengawasan, analisis, dan visualisasi dalam organisasi (Laudon, 2002).
2.1.2. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan penerapan sistem informasi di dalam perusahaan untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Laudon, 2002). Sebuah sistem baru bisa disebut SIM bila memiliki sebuah database sederhana yang disertai dengan kemampuan untuk mengambil data dan satu atau dua model perencanaan dan pengambilan keputusan. Secara teori SIM tidak memerlukan komputer, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer.
Tujuan SIM adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika. Prinsip utama dalam perancangan SIM adalah SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama. SIM juga selalu berhubungan dengan pengolahan terhadap informasi yang didasarkan pada komputer.
Dengan kata lain, SIM adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama.
Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan, atau subunit dibawahnya.
2.2. Metode First In First Out (FIFO)
Metode FIFO (FIFO method) mengasumsikan bahwa barang yang pertama kali dibeli adalah barang yang pertama kali dijual. FIFO bahkan paralel dengan arus fisik aktual persediaan barang dagang karena umumnya merupakan praktik bisnis yang sehat untuk menjual pertama kali barang yang dibeli lebih dulu. Dengan metode FIFO, harga pokok barang yang lebih dulu dibeli merupakan biaya yang pertama kali diakui sebagai harga pokok penjualan.
Perhatikan bahwa hal ini bukan berarti barang yang dibeli lebih dulu adalah barang yang dijual pertama kali, melainkan harga pokok dari persediaan yang pertama kali dibeli akan diakui pertama kali. Contoh: Dalam toko peranti keras komputer, tidak ada seorangpun yang mengetahui mana barang yang pertama kali dijual (Weygandt, Kieso, & Kimmel, 2005).
Contoh:
Alokasi harga pokok barang tersedia untuk dijual pada Bow Valley Electronics
Kumpulan Biaya
Harga Pokok Barang Tersedia Untuk Dijual
Tanggal Uraian Unit Biaya per
Unit
Biaya Total 1/1 Persediaan
Awal 100 $10 $1,000
15/4 Pembelian 200 $11 $2,200
24/8 Pembelian 300 $12 $3,600
27/11 Pembelian 400 $13 $5,200
Total 1000
$12,000
Urutan dari alokasi:
1. Hitung persediaan akhir
2. Menentukan harga pokok penjualan
Tanggal Unit Biaya per Unit Biaya Total
27/11 400 $13 $5,200
24/8 50 $12 $600
Total 450 $5,800
Harga pokok barang tersedia untuk dijual $12,000 Dikurangi: Persediaan akhir $5,800
Harga pokok penjualan $6,200
$1,000 Harga Pokok
$2,200 Penjualan
$3,000 = $6,200
Persediaan Akhir $600
= $5,800 $5,200
FIFO-biaya yang pertama kali masuk adalah biaya pertama yang dihitung dalam menghitung harga pokok penjualan
Perhatikan bahwa persediaan akhir adalah berdasarkan unit yang terakhir dibeli. Hal tersebut karena dengan metode FIFO, biaya persediaan akhir ditentukan dengan pembelian paling akhir dan dihitung ke belakang setelah seluruh unit persediaan dihitung biayanya (Weygandt, Kieso, & Kimmel, 2005).
Kita dapat memverifikasi keakuratan harga pokok penjualan dengan mengakui bahwa unit yang pertama kali diperoleh adalah unit yang pertama kali dijual (Weygandt, Kieso, & Kimmel, 2005).
Contoh:
Perhitungan untuk 550 unit yang telah terjual
Tanggal Unit Biaya per Unit Biaya Total
1/1 100 × $10 = $1,000
15/4 200 × $11 = $2,200
24/8 250 × $12 = $3,000
Total 550 $6,200
2.3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam teknik pengumpulan data ini dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pada skripsi ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung (Amirin, 2000). Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan yang diambil dari kata-kata dan tindakan. Sedangkan data tertulis, foto dan statistik adalah data tambahan (Moleong, 2007).
2.3.1. Wawancara
Wawancara atau interview dalam pengembangan sistem informasi telah banyak kali dilakukan karena telah diakui sebagai teknik pengumpulan data/fakta (fact finding). Teknik wawancara ini adalah salah satu teknik pengumpulan data secara tatap muka langsung, yaitu dimana interviewer (pewawancara) secara interaktif melakukan tanya jawab dengan pihak/orang yang diwawancarai. Oleh Kendall, merencanakan wawancara dibagi dalam beberapa tahap yaitu (Kendall, 2008) :
Membaca materi dari latar belakang masalah
Menentukan/menetapkan tujuan dari wawancara
Memutuskan siapa yang harus diwawancarai
Mempersiapkan wawancara dengan baik
Memutuskan jenis dan struktur pertanyaan
2.4. Flowchart
Flowchart adalah teknik analisis yang dipergunakan untuk menggambarkan beberapa aspek sistem dengan lebih jelas, sistematis,dan logis.
Aspek sistem seperti pelaku, input, proses, output, media penyimpanan, arus data, dan pengendalian yang diterapkan (Romney & Steinbart, 2006).
Simbol-simbol flowchart dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu simbol input/output, simbol proses, simbol penyimpanan (storage), simbol arus dan lainnya (flow and miscellaneous).
a. Simbol Input/Output
Simbol input/output dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini.
Tabel 2.1. Simbol Input/Output
Simbol Nama Keterangan
Dokumen
Dokumen atau laporan, dapat ditulis dengan tangan atau dicetak dengan komputer.
Tabel 2.1. Simbol Input/Output (Sambungan)
Dokumen dengan tembusan
Dokumen yang sama dicetak dalam jumlah tertentu untuk kepentingan tertentu.
Penomoran dapat diletakkan di pojok kanan atas.
Input/Output
Data yang dimasukkan ke proses atau data yang dihasilkan.
Display
Informasi yang ditampakkan pada sebuah alat seperti monitor atau layar.
Pengetikan online
Data yang dimasukkan melalui alat seperti keyboard atau barcode
b. Simbol Proses
Simbol proses dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini.
Tabel 2.2. Simbol Proses
Simbol Nama Keterangan
Proses komputer Proses yang dilakukan dengan atau oleh komputer
Proses manual Proses yang dilakukan secara manual
c. Simbol Penyimpanan
Simbol penyimpanan dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut ini.
Tabel 2.3. Simbol Penyimpanan
Simbol Nama Keterangan
Magnetic disk
Data disimpan secara
permanen di dalam magnetic disk, biasanya digunakan untuk file master.
Penyimpanan online
Data disimpan di dalam file online temporer melalui media yang dapat diakses secara langsung, seperti disk.
File
File dokumen secara manual disimpan dan diambil kembali. Huruf yang ada di dalam simbol menunjukkan urutan pengaturan file.
N: nomor A: abjad D: tanggal d. Simbol Arus dan lainnya
Simbol arus dan lainnya dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut ini.
Tabel 2.4. Simbol arus dan lainnya
Simbol Nama Keterangan
Arus dokumen atau proses
Arah pemrosesan atau arus dokumen.
On-page connector
Menghubungkan arus pemrosesan di satu halaman yang sama. Ini bertujuan untuk menghindari garis-garis saling bersilangan.
Off-page connector
Suatu penanda masuk dari, atau keluar ke, halaman yang yang lain.
Arus barang Menunjukkan perpindahan barang secara fisik.
N
Tabel 2.4. Simbol arus dan lainnya (Sambungan)
Simbol Nama Keterangan
Terminal
Titik awal, akhir, atau pemberhentian dalam suatu Proses atau program.
Keputusan Langkah pengambilan keputusan (if)
2.5. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama bubble chart, bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi (Nugraha, 2009).
Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD terdiri dari 4 macam, yaitu:
Process
Data flow
Data store
External entity
2.5.1. Process
Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses atau untuk mengubah input menjadi output. Lambang dari Process dilambangkan dengan gambar lingkaran. Contoh gambar dapat dilihat pada Gambar 2.1
Gambar 2.1. Simbol dari Process
1 Process
2.5.2. Data Flow
Data mengalir melalui sistem, dimulai dengan sebagian input dan diubah atau diproses menjadi output. Data Flow dilambangkan dengan kurva atau garis lurus dengan panah disalah satu ujungnya. Contoh gambar terlihat pada Gambar 2.2.
Gambar 2.2. Simbol dari Data Flow
2.5.3. Data Store
Data disimpan untuk keperluan berikutnya. Data store di DFD disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya. Contoh gambar seperti terlihat pada Gambar 2.3.
Gambar 2.3. Simbol dari Data Store
2.5.4. External Entity
Kesatuan luar (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa sekelompok orang, divisi, organisasi, atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. External entity dapat dilambangkan dengan notasi kotak atau segi empat.
Contoh gambar terlihat pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4. Simbol dari External Entity
2.6. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity relationship adalah suatu cara memodelkan suatu data ditingkat konseptual dalam perancangan basis data. Model Entity-Relationship merupakan
1 Data Store
External Entity
alat modeling data yang populer dan banyak digunakan oleh para perancang database. Data model merupakan representasi abstrak dari data tentang entitas, kejadian, aktifitas dan asosiasinya dalam suatu organisasi. Tujuan dari pemodelan data adalah untuk menyajikan data dan menjadikan data mudah dimengerti, sehingga mempermudah perancangan dan pengaksesan database.
Berdasarkan tipe konsepnya, data model dibagi menjadi dua kategori yaitu Conceptual (High Level) Data Model dan Physical (Low Level) Data Model.
Conceptual Data Model merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan pemakai terhadap data, sedangkan Physical Data Model merupakan konsep yang menerangkan detail dari bagaimana data di simpan di dalam komputer. Dalam pandangan ini model Entity-Relationship digunakan untuk menggambarkan Conceptual Data Model (E-R) (Romney & Steinbart, 2006).
2.6.1. Cardinality
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :
Entity adalah obyek seseorang, sekelompok, departemen, atau sebuah sistem yang menerima atau menghasilkan informasi atau data. Simbolnya menggunakan kotak. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.5.
Gambar 2.5. Entity
Atribut adalah karakteristik dari entity atau relasi yang menjelaskan entity atau relasi tersebut. Penulisan atribut diletakkan dalam kotak entity-nya. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.6.
Entity
Gambar 2.6. Atribut
Relasi adalah hubungan yang terjadi antar entity. Simbolnya menggunakan garis dengan anak panah menunjukkan arah relasi. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.7.
Gambar 2.7. Relasi
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu :
One-to-One
Pada bentuk relasi One-to-One, tiap elemen pada entity_1 berelasi hanya dengan satu elemen pada entity_2, begitu juga sebaliknya. Simbol relasi One- to-One dapat dilihat pada Gambar 2.8.
Gambar 2.8. Relasi One to One
One-to-Many
Pada bentuk relasi One-to-Many, tiap elemen pada entity_1 dapat berelasi dengan banyak elemen pada entity_2, namun tiap elemen pada entity_2 hanya dapat berelasi dengan satu elemen pada entity_1. Simbol relasi One-to-Many dapat dilihat pada Gambar 2.9.
ID Nama_depan Nama_tengah Nama_belakang Tempat_lahir Tanggal_lahir Alamat Kota
Relasi
Relasi
Ent_1 Ent_2
Gambar 2.9. Relasi One to Many
Many-to-Many
Pada bentuk relasi Many-to-Many, tiap elemen pada pada entity_1 dapat berelasi dengan banyak elemen pada entity_2, begitu juga sebaliknya. Simbol relasi Many-to-Many dapat dilihat pada Gambar 2.10.
Gambar 2.10. Relasi Many to Many
2.6.2. Relationship
Relationship adalah hubungan antara dua entitas atau lebih. Tiga jenis relationship yaitu obligatory, non-obligatory, dan dependency.
Obligatory, obligatory dapat disebut juga mandatory. Obligatory adalah keadaan dimana semua anggota dari semua entitas harus berpartisipasi atau memiliki hubungan dengan entitas yang lain.
Gambar 2.11. Many to Many Relationship – Mandatory
Non-obligatory, non-obligatory adalah keadaan dimana tidak semua anggota dari suatu entitas harus berpartisipasi atau memiliki hubungan dengan entitas yang lain.
Relasi
Ent_1 Ent_2
Relasi
Ent_1 Ent_2
mempunyai
Ent_1 Ent_2
Gambar 2.12. Many to Many Relationship – Non-mandatory
Dependency, dependency adalah suatu keadaan dimana satu entitas didefinisikan secara sebagian (partial) oleh entitas lainnya. Agar terjadi hubungan ini, setiap entitas harus memiliki suatu identifier.
Gambar 2.13. Dependent Relationship
Participation Constraint berfungsi untuk menjelaskan keberadaan suatu entity yang tergantung dengan entitas lainnya. Terdapat dua macam Participation Constraint yaitu :
Total Participation
Yaitu keberadaan suatu entity tergantung pada entity lain, yang digambarkan dengan dua garis penghubung antara entity dengan relasinya.
Partial Participation
Dimana keberadaan suatu entity tidak tergantung pada entity lain, digambarkan cukup dengan satu garis penghubung.
2.7. PHP Hypertext Preprocessor (PHP)
PHP adalah bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai saat ini.
PHP banyak dipakai untuk membuat web dinamis walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk pemakaian lain. Walaupun PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut, PHP dapat di-integrasikan ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai program CGI terpisah (Welling & Thomson, 2001).
Ada beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain, antara lain :
mempunyai
Ent_1 Ent_2
mempunyai
Ent_1 Ent_2
Bahasa pemrograman PHP adalah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana-mana, mulai dari apache, IIS, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
Dalam sisi pengembangannya lebih mudah, karena banyak developer yang siap membantu dalam pengembangan.
Dalam sisi pemahaman, PHP adalah scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
PHP adalah bahasa open source yang dapat di berbagai mesin (Linux,Unix, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP, namun fungsi PHP yang paling utama adalah untuk menghubungkan database dengan web. Dengan PHP, membuat aplikasi web yang terkoneksi dengan database menjadi sangat mudah. Cara penulisan dengan menggunakan PHP ada 4 cara yaitu :
I. <?php echo("ini juga\n"); ?>
II. <script language="php">
echo ("tulis pake ini jika html editor Anda tidak mengenali PHP");
</script>
III. <% echo ("kalau yang ini mirip dengan ASP"); %>
2.8. Database pada PhpMyAdmin 2.8.1. Database
Definisi dari database adalah kumpulan dari beberapa data dalam jumlah banyak, saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu. Database secara global terdiri dari kumpulan tabel yang berisi baris dan kolom. Tiap baris dan tabel mewakili satu unit data yang disebut record dan kolom di dalam tabel (disebut dengan field) merupakan keterangan dari masing-masing record.
Pemrograman database merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemudahan dalam melakukan manajemen dan akses ke sebuah database. Pemrograman sebuah database banyak dilakukan dengan menggunakan
bahasa yang disebut dengan Structured Quey Language (SQL). Selain SQL, pemrograman database juga meliputi manipulasi objek-objek database, analisa query, dan juga interaksi database dengan Open Database Connectivity (ODBC).
Pemrograman database dapat dilakukan dengan menggunakan tool yang membantu kita untuk membuat database dengan mudah dengan cepat, Salah satunya adalah tool phpMyAdmin, tool ini merupakan salah satu paket dari PHPTriad, jadi apabila Anda menginstall PHPTriad, maka secara otomatis di komputer Anda sudah terinstall juga phpMyAdmin-nya. Setelah PHPTriad di- install Aktifkan terlebih dahulu Apache server dan MySQL server-nya. Selain menggunakan PHPTriad juga bisa menggunakan program XAMPP (Glass et al., 2005).
2.8.2. MySQL
MySQL merupakan salah satu perangkat lunak sistem manajemen basis data (database management system) atau DBMS yang menggunakan perintah standar SQL (Structured Query Language). Dimana MySQL mampu untuk melakukan banyak eksekusi perintah query dalam satu permintaan (multithread), baik itu menerima dan mengirimkan data. MySQL juga multi-user dalam arti dapat dipergunakan oleh banyak pengguna dalam waktu bersamaan. Dengan sekitar enam juta instalasi di seluruh dunia. MySQL tersedia dalam perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL) dan juga menjual dalam lisensi komersial untuk keperluan jika penggunanya tidak cocok menggunakan lisensi General Public License. Penggunaan MySQL yang merupakan sebuah database server sekaligus dapat sebagai client, dan dapat berjalan di multi-OS (operating system) memiliki keunggulan lainnya seperti OpenSource sehingga penggunanya tidak perlu membayar lisensi kepada pembuatnya. Dapat mendukung database dengan kapasitas yang sangat besar. Merupakan database management system (DBMS) yang mudah digunakan. Didukung oleh driver ODBC, sehingga database MySQL dapat diakses oleh aplikasi apa saja. Bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mengakses MySQL diantaranya adalah dengan C, C++, Java, Perl, PHP, Phyton, dan APIs (Glass et al., 2005).
2.8.3. PHPMyAdmin
PHPMyAdmin adalah suatu alat bantu open source yang ditulis dalam PHP yang digunakan untuk menangani administrasi basis data MySQL yang diakses melalui web browser (Internet Explorer, Firefox, Opera, dan lain-lain).
Fasilitas yang tersedia pada PHPMyAdmin saat ini adalah dapat membuat dan menghapus database, membuat, menghapus dan menambah tabel, menghapus, mengedit dan menambah field, melakukan berbagai macam perintah SQL, mengatur kunci pada field, mengatur akses (privileges), mengekspor data ke berbagai format (Glass et al., 2005).
2.8.4. XAMPP
XAMPP adalah perangkat lunak gratis, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjalankan fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrogramaan PHP dan Perl. XAMPP adalah nama yang merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl.
Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas. XAMPP merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat mampu melayani halaman dinamis. Saat ini, XAMPP tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows, Linux, Sun Solaris dan Mac OS X (Glass et al., 2005).
2.9. JavaScript
2.9.1. Sejarah JavaScript
JavaScript pertama kali diperkenalkan oleh Netscape pada tahun 1995.
Pada awalnya bahasa yang sekarang disebut JavaScript ini dulunya dinamai
“LiveScript” yang berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2 yang sangat populer pada saat itu. Kemudian sejalan dengan sedang giatnya kerjasama antara Netscape dan Sun (pengembang bahasa pemrograman
“Java”) pada masa itu, maka Netscape memberikan nama “JavaScript” kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 Desember 1995 (Lagerstrom, 2000).
Pada saat yang bersamaan Microsoft sendiri mencoba untuk mengadaptasikan teknologi ini yang disebut sebagai “Jscript” di browser miliknya yaitu Internet Explorer 3. JavaScript sendiri merupakan modifikasi dari bahasa pemrograman C++ dengan pola penulisan yang lebih sederhana dari bahasa pemrograman C++.
2.9.2. Pengertian JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototype yang berjalan disisi klien. Jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya, kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan khusus untuk di browser atau halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program (Lagerstrom, 2000).
2.9.3. Kelebihan JavaScript
JavaScript bekerja pada sisi browser. Untuk menampilkan halaman web, user menuliskan alamat web di address bar url. setelah itu, browser “mengambil”
file html (dengan file JavaScript yang melekat padanya jika memang ada) ke server yang beralamat di URL yang diketikan oleh user. Selesai file diambil, file ditampilkan pada browser. Nah, setelah file JavaScript berada pada browser, barulah script JavaScript tersebut bekerja (Lagerstrom, 2000).
Efek dari Javascript yang bekerja pada sisi browser ini, Javascript dapat merespon perintah user dengan cepat, dan membuat halaman web menjadi lebih responsif. JavaScript melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh HTML, PHP, dan CSS : menangani hal – hal yang membutuhkan respon cepat terhadap aksi dari user (Lagerstrom, 2000).