Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
1
RENJA 2017
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana Kerja (RENJA) SKPD adalah dokumen perencanaan
SKPD untuk periode satu tahun yang memuat kebijakan, program
dan kegiatan serta Kebutuhan Anggaran Indikatif kegiatan.
Penyusunan RENJA merupakan salah satu rangkaian tahapan
perencanaan
pembangunan
setelah
tersusunnya
RPJMD,
RENSTRA SKPD dan Rancangan Awal RKPD. Dalam penyusunan
RENJA SKPD dilakukan pengkajian Program dan Kegiatan yang
tertuang
dalam
Rancangan
Awal
RKPD
dengan
mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja SKPD pada tahun
sebelumnya, pencapaian target RENSTRA SKPD, usulan dari
masyarakat / para pemangku kepentingan, serta analisis
kebutuhan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD.
Dokumen RENJA Tahun 2017 ini disusun untuk menjadi
pedoman penyusunan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) Dinas
Pertanian, Perikanan dan Peternakan yang kemudian akan
dituangkan dalam Rancangan APBD (RAPBD) Kota Blitar Tahun
2017.
1.2. Landasan Hukum
Penyusunan RENJA Dinas Pertanian, Perikanan dan
Peternakan Kota Blitar didasarkan pada ketentuan-ketentuan
sebagai berikut :
1. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional ;
2. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah ;
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
2
RENJA 2017
3. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah ;
4. Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009;
5. Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah ;
6. Peraturan Daerah Kota Blitar No. 4 Tahun 2013 tentang
Tata Kerja Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota
Blitar ;
7. Peraturan Walikota Blitar No. 34 Tahun 2014 tentang
Struktur
Organisasi
Dinas
Pertanian,
Perikanan
dan
Peternakan Kota Blitar;
8. Rencana Awal Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas Pertanian,
Perikanan dan Peternakan Kota Blitar Tahun 2016-2021.
9. Peraturan Walikota Blitar No. Tahun 2016 tentang RKPD
Kota Blitar Tahun 2017.
1.3. Maksud & Tujuan
Maksud penyusunan RENJA SKPD Tahun 2017 ini adalah :
1. Mengkaji Rancangan Awal RKPD Kota Blitar berdasarkan
evaluasi
kinerja
SKPD
tahun
sebelumnya,
evaluasi
pencapaian
target
RENSTRA
SKPD,
usulan
masyarakat/pemangku
kepentingan
serta
kebutuhan
penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD.
2. Merumuskan Daftar Program, Kegiatan dan Kebutuhan
Anggaran Indikatif yang akan dilaksanakan Dinas Pertanian,
Perikanan dan Peternakan Kota Blitar pada Tahun Anggaran
2017.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
3
RENJA 2017
Tujuan penyusunan RENJA SKPD Tahun 2017 ini adalah :
1. Menetapkan Daftar Program dan Kegiatan Dinas Pertanian,
Perikanan dan Peternakan Kota Blitar sebagai pedoman
penyusunan RKA-SKPD Tahun Anggaran 2017.
1.4. Sistematika Penulisan
BAB I. Pendahuluan
Berisi uraian singkat tentang latar belakang, landasan
hukum, maksud & tujuan serta sistematika penulisan
RENJA Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota
Blitar Tahun 2017.
BAB II. Evaluasi Pelaksanaan RENJA Tahun Lalu
Berisi uraian singkat tentang evaluasi pelaksanaan
RENJA Tahun 2016, capaian target RENSTRA s/d tahun
2016, analisis kinerja pelayanan SKPD, isu-isu penting
penyelenggaraan tugas & fungsi SKPD, review terhadap
Rancangan Awal RKPD serta penelaahan usulan
masyarakat / pemangku kepentingan.
BAB III. Tujuan, Sasaran, Program & Kegiatan
Berisi uraian singkat tentang penelaahan terhadap
kebijakan Nasional dalam pembangunan pertanian,
tujuan & sasaran pembangunan Dinas Pertanian,
Perikanan dan Peternakan Kota Blitar serta daftar
Porgram, Kegiatan & Kebutuhan Anggaran Indikatif
Tahun Anggaran 2017.
BAB IV. Penutup
Berisi kesimpulan
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
4
RENJA 2017
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2016
2.1. Evaluasi Capaian RENSTRA SKPD dan Pelaksanaan
RENJA Tahun 2016
Tahun 2016 merupakan tahun peralihan dalam periode
dokumen perencanaan, baik Rencana Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Blitar, maupun Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas
Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Blitar. Karena periode
RPJMD dan RENSTRA SKPD Tahun 2011-2015 telah berakhir,
sedangkan RPJMD dan RENSTRA SKPD Tahun 2016-2021 sedang
dalam proses penyusunan, maka nomenklatur Program dan
Kegiatan Tahun 2016 masih mengacu pada dokumen RENSTRA
SKPD Tahun 2011-2015 sesuai dengan nomenklatur yang
disediakan dalam PERMENDAGRI 59 Tahun 2007.
Setelah selesainya Rancangan RPJMD dan Rancangan
RENSTRA SKPD Tahun 2016-2021, maka dilakukan penyesuaian
nomenklatur Program dan Kegiatan berdasarkan pembagian
Urusan dan Sub Urusan yang tercantum dalam Undang-undang
Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Akibatnya,
terdapat beberapa nomenklatur Program dan Kegiatan baru
dengan indikator kinerja baru, ada juga Program dan Kegiatan
baru dengan indikator kinerja lama yang targetnya merupakan
kelanjutan dari Program dan Kegiatan lama.
Capaian target Program dan Kegiatan yang baru umumnya
masih 0%, karena belum dilaksanakan pada Tahun 2016 dan
pelaksanaannya
akan
dimulai
pada
Tahun
2017-2021.
Sedangkan capaian target Program dan Kegiatan yang lama
umumnya sudah 100%, karena pelaksanaannya berhenti hanya
sampai Tahun 2016 dan nomenklaturnya tidak digunakan lagi
pada Tahun 2017-2021. Perkiraan tingkat capaian target indikator
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
5
RENJA 2017
program dalam RENSTRA SKPD sampai dengan Tahun Anggaran
2016 secara singkat sebagai berikut :
1. Tingkat Capaian Program Peningkatan Ketahanan Pangan
(Pertanian/Perkebunan) sebesar 94%, 17% dan 44%.
2. Tingkat Capaian Program Pembinaan Konsumsi Pangan
sebesar 0%.
3. Tingkat Capaian Program Pengawasan Keamanan Pangan
sebesar 0%.
4. Tingkat
Capaian
Program
Peningkatan
Produksi
Pertanian/Perkebunan sebesar 98%.
5. Tingkat Capaian Program Peningkatan Penerapan Teknologi
Pertanian/Perkebunan sebesar 100%.
6. Tingkat
Capaian
Program
Pemberdayaan
Penyuluh
Pertanian/Perkebunan Lapangan sebesar 38%.
7. Tingkat Capaian Program Peningkatan Kapasitas SDM
Petani dan Lembaga Tani sebesar 16%.
8.
Tingkat Capaian Program Pembinaan Lingkungan Sosial
(DBHCHT Bidang Pertanian) sebesar 0%.
9. Tingkat Capaian Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
sebesar 100%.
10. Tingkat Capaian Program Penanganan Pasca Panen dan
Pemasaran Hasil Pertanian sebesar 43% dan 38%.
11. Tingkat Capaian Program Peningkatan Pemasaran Hasil
Produksi Pertanian sebesar 55%.
12. Tingkat Capaian Program Pembinaan Lingkungan Sosial
(DBHCHT Bidang Perikanan dan Kelautan) sebesar 0%.
13. Tingkat Capaian Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Perikanan sebesar 33% dan 42%.
14. Tingkat
Capaian
Program
Pengembangan
Budidaya
Perikanan sebesar 78%, 88%, 91% dan 78%.
15. Tingkat Capaian Program Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit Ternak sebesar 0% dan 91%.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
6
RENJA 2017
16. Tingkat Capaian Program Peningkatan Produksi Hasil
Peternakan sebesar 91%, 91% dan 91%.
17. Tingkat
Capaian
Program
Pelayanan
Administrasi
Perkantoran sebesar 17%.
18. Tingkat
Capaian
Program
Peningkatan
Sarana
dan
Prasarana Aparatur sebesar 17%.
19. Tingkat Capaian Program Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur sebesar 100%.
20. Tingkat Capaian Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan sebesar
17%.
21. Tingkat Capaian Program Peningkatan Kapasitas Satuan
Kerja Perangkat Daerah sebesar 0%.
Gambaran lengkap evaluasi capaian RENSTRA SKPD &
RENJA SKPD Tahun 2016 dapat dilihat pada Lampiran 1
dokumen RENJA ini.
Realisasi program yang belum memenuhi target karena
merupakan nomenklatur baru untuk dilaksanakan tahun
2017-2021 adalah :
1. Program Pembinaan Konsumsi Pangan.
2. Program Pengawasan Keamanan Pangan.
3. Program Peningkatan Kapasitas SDM Petani dan Lembaga
Tani.
4.
Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT Bidang
Pertanian).
5. Program Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Hasil
Pertanian.
6. Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT Bidang
Perikanan dan Kelautan).
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
7
RENJA 2017
8. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak.
9. Program Peningkatan Kapasitas Satuan Kerja Perangkat
Daerah.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
menangani satu urusan wajib, yaitu Urusan Pangan, serta dua
urusan pilihan yaitu Urusan Pertanian dan Urusan Perikanan.
Dalam kaitan dengan hal tersebut Dinas Pertanian berkewajiban
memenuhi target capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan
Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang telah ditetapkan sesuai
ketentuan yang berlaku. Gambaran kinerja Dinas Pertanian Kota
Blitar dalam pencapaian target pelayanan SKPD tahun 2016-2021
dapat dilihat pada Lampiran 2 dokumen RENJA ini.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas & Fungsi SKPD
Pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pertanian, Perikanan
dan Peternakan Kota Blitar pada tahun 2017 didasarkan pada
PERDA Kota Blitar No.4 Tahun 2013 dan PERWALI Kota Blitar No.
34 Tahun 2014 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Perangkat Daerah. Dalam struktur organisasi baru ini setiap
bidang dibedakan berdasarkan sub sektor yang ditangani, yaitu
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura yang menangani sub
sektor tanaman pangan dan hortikultura, Bidang Perikanan
menangani sub sektor perikanan, Bidang Peternakan menangani
sub sektor peternakan dan Bidang Ketahananan Pangan
menangani urusan ketahanan pangan dan penyuluhan. Bentuk
organisasi ini memungkinkan adanya penanganan yang lebih
fokus terhadap masing-masing sub sektor serta mempermudah
jalur koordinasi dan konsultasi dengan instansi vertikal sehingga
diharapkan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih efektif.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
8
RENJA 2017
Pada awal tahun 2015, Presiden RI mencanangkan Program
Swasembada Pangan untuk mewujudkan Kemandirian dan
Kedaulatan Pangan pada tahun 2018 dan memerintahkan adanya
Sinergisitas antara TNI dan Pemerintah dalam perwujudan
swasembada pangan. Kebijakan itu kemudian ditindaklanjuti oleh
seluruh jajaran TNI dan Pemerintah dari tingkat Pusat sampai
Daerah, bahkan tingkat Kelurahan, dengan berbagai koordinasi
melibatkan anggota TNI dalam semua kegiatan pengelolaan
pertanian
tanaman
pangan,
baik
dari
segi
penyediaan
infrastruktur, sarana produksi maupun teknis budidaya. Program
tersebut menjadi tantangan dan semangat baru bagi jajaran Dinas
Pertanian Perikanan dan Peternakan dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya.
Perwujudan swasembada pangan hanya dapat tercapai
dengan cara peningkatan produksi tanaman pangan. Dalam
kondisi wilayah yang tidak memungkinkan adanya perluasan
lahan sawah baru, maka peningkatan produksi tanaman pangan
hanya dapat dilakukan dengan peningkatan indeks pertanaman
(IP) menjadi IP 3, yaitu pertanaman dengan pola padi-padi-padi.
Peningkatan IP harus didukung dengan penyediaan infrastruktur
jaringan irigasi, penyediaan sumur bor dan pompa air serta alat
dan mesin pertanian yang memadai. Hal inilah yang menjadi
tantangan besar dan sasaran prioritas dalam pelaksanaan
pembangunan pertanian di Kota Blitar tahun 2016-2021.
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)
merupakan dokumen perencanaan daerah dengan periode satu
tahun, yang memuat daftar Program dan Kegiatan seluruh SKPD
dengan prediksi PAGU Anggaran Indikatif yang bersumber dari
APBD maupun APBN. RKPD disusun untuk menjabarkan RPJMD,
menjadi pedoman penyusunan RENJA SKPD serta menjadi acuan
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
9
RENJA 2017
proses Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA). RKPD
Tahun 2017 berpedoman pada RPJMD 2016-2021 dengan
memperhatikan kebijakan-kebijakan Nasional dan Provinsi yang
relevan. Rancangan awal RKPD Kota Blitar tahun 2017 telah
disusun dan sebelum ditetapkan menjadi dokumen RKPD, perlu
dilakukan review terhadap rancangan awal tersebut untuk
mengakomodir kebutuhan SKPD yang belum tercantum dalam
rancangan RKPD.
Review terhadap Rancangan Awal RKPD Kota Blitar Tahun
2017 disajikan secara lengkap pada Lampiran 3 Dokumen RENJA
ini.
2.5. Penelaahan Usulan Program & Kegiatan Masyarakat
Perencanaan pembangunan yang baik tidak boleh bersifat
top down saja, melainkan harus merupakan paduan yang selaras
antara top down dan bottom up. Sejalan dengan amanat RPJMD
Kota Blitar untuk melaksanakan pembangunan yang bersifat
partisipatif, maka aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui
berbagai media harus dijadikan bahan pertimbangan dalam
penyusunan perencanaan program dan kegiatan SKPD.
Pada Tahun 2016 ini terdapat beberapa usulan masyarakat
untuk kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Tahun
2017 yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan
Pembangunan (MUSRENBANG) RKPD dan Pokok-Pokok Pikiran
DPRD Hasil Reses.
Menindaklanjuti berbagai usulan kegiatan tersebut, maka
SKPD akan melakukan verifikasi terhadap kelompok pembuat
usulan dan meninjau lokasi kegiatan yang diusulkan. Hasil
verifikasi
tersebut
kemudian
menjadi
dasar
memberikan
rekomendasi untuk penentuan dapat atau tidaknya usulan
tersebut dimasukkan ke dalam program dan kegiatan Dinas
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
10
RENJA 2017
Pertanian, Perikanan dan Peternakan Tahun 2017, sesuai kriteria
yang
telah
ditentukan.
Rincian
usulan
masyarakat
dan
tindaklanjut hasil verifikasi dapat dilihat pada Lampiran 4
dokumen RENJA ini.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
11
RENJA 2017
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM & KEGIATAN
3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
Penyusunan perencanaan SKPD di Kabupaten/Kota harus
mengacu pada kebijakan Nasional maupun Propinsi, agar tidak
menyimpang dari koridor pembangunan yang telah ditetapkan di
tingkat Nasional maupun Propinsi. Berikut adalah hasil
identifikasi kebijakan Nasional dan Propinsi yang berkaitan
dengan pembangunan pertanian :
No.
Kebijakan Nasional /
Propinsi
Sumber
Keterangan
A. Nasional
1
Kebijakan peningkatan
ketahanan pangan (padi,
jagung, kedelai, tebu, sapi,
cabai dan bawang merah)
yang berdampak bagi
perekonomian.
Kebijakan
Pembangunan
Pertanian
Tahun
2015-2019
Biro
Perencanaan
Kementrian
Pertanian RI
2
Kebijakan pengembangan
komoditas ekspor dan
substitusi
impor serta komoditas
penyedia bahan baku
bio‐energi.
3
Kebijakan peningkatan
daya saing produk
pertanian melalui
standarisasi produk dan
proses, peningkatan rantai
pasok, mutu
dan keamanan pangan.
4
Kebijakan pengembangan
infrastruktur (lahan, air,
sarana dan prasarana) dan
agro‐industri di perdesaan,
sebagai dasar / landasan
pengembangan
bio‐industri berkelanjutan.
5
Kebijakan re‐orientasi
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
12
RENJA 2017
jenis produk menjadi multi
produk (produk utama,
bioenergi, produk
sampingan, produk dari
limbah, zero waste dan
lainnya).
6
Kebijakan pengembangan
klaster/kawasan, yaitu
pada kawasan tertentu
yang mengungkit
pencapaian target
nasional.
7
Kebijakan sistem
perbenihan/pembibitan,
perlindungan petani,
kelembagaan petani,
inovasi dan diseminasi
teknologi, penyuluhan,
dan kebijakan sistem
perkarantinaan pertanian.
8
Kebijakan mendukung
program tematik: MP3EI,
MP3KI, PUG,
KSS, ketenagakerjaan,
percepatan daerah
tertinggal, kawasan
khusus dan wilayah
perbatasan.
9
Adaptasi dan mitigasi
perubahan iklim serta
penanganan pasca
bencana alam
10
Kebijakan subsidi: (1)
subsidi pupuk tetap
diperlukan dengan
cara mengurangi pupuk
tunggal, menaikan subsidi
pupuk
majemuk, (2) pupuk
organik tetap
dikembangkan bukan
dengan dukungan subsidi,
tetapi dialihkan menjadi
kegiatan
pengembangan pupuk
organik, (3) subsidi benih
ditiadakan dan
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
13
RENJA 2017
dialihkan menjadi kegiatan
penguatan penangkar
benih/bibit.
11
Kebijakan kredit: (1) kredit
ketahanan pangan akan
terus
dilanjutkan untuk
mendorong dn
meningkatkan produksi
dan
produktivitas pangan guna
mendukung ketahanan
pangan, (2)untuk lebih
menjamin teralokasinya
kredit untuk pangan,
maka plafon kredit
dialokasikan menurut
subsektor, (3) untuk
memecahkan kelangkaan
tenaga kerja & menjamin
pengelolaan
pangan skala luas, maka
Kredit Mekanisasi
pertaniaan sangat
diperlukan, (4) kegiatan
sertifikasi tanah
diperlukan sehingga layak
kredit
B. Propinsi
1
Kebijakan peningkatan
daya saing produk
pertanian untuk
menghadapi Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA)
2015.
Biro
Perencanaan
BAPPEDA
Propinsi Jawa
Timur
2
Kebijakan peningkatan
produksi tanaman pangan
untuk mewujudkan Jawa
Timur sebagai lumbung
pangan Nasional dalam
rangka swasembada
pangan
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
14
RENJA 2017
3.2. Tujuan & Sasaran SKPD Tahun 2017
Berdasarkan RENSTRA SKPD Tahun 2016-2021 serta hasil
analisis terhadap perkembagan kondisi dan kebutuhan organisasi,
maka ditetapkan Tujuan dan Sasaran Dinas Pertanian, Perikanan
dan Peternakan Kota Blitar Tahun 2017 sebagai berikut :
No.
Tujuan
Sasaran
1
Meningkatkan ketahanan
pangan daerah
1.Meningkatnya ketersediaan
dan keamanan pangan daerah.
2. Meningkatnya luas tanam
padi.
3.Meningkatnya kapasitas SDM
pertanian.
4.Meningkatnya mutu produk
pertanian.
5.Meningkatnya mutu produk
perikanan.
6.Meningkatnya jaminan
keamanan Bahan Asal Hewan
(BAH).
3.3. Program & Kegiatan SKPD Tahun 2017
Berdasarkan analisis terhadap hasil evaluasi kinerja SKPD
tahun 2016, analisis kinerja pelayanan SKPD, isu-isu penting
penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD, review terhadap
Rancangan Awal RKPD serta hasil telaah terhadap usulan
masyarakat, maka ditetapkan Rencana Kerja Program dan
Kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
Tahun 2017 sebagai berikut :
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
15
RENJA 2017
A. Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan ( 19 Program
dan 54 Kegiatan)
1.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1.1.
Kegiatan Penyediaan Surat Manyurat.
1.2.
Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor.
1.3.
Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan.
1.4.
Kegiatan Penyediaan Komponen Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor.
1.5.
Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
1.6.
Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan
Perundang-undangan.
1.7.
Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman.
1.8.
Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam
dan Luar Daerah.
1.9.
Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran.
1.10. Kegiatan Peneydiaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air
dan Listrik.
1.11. Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan
Kendaraan.
2.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
2.1.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor.
2.2.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional.
2.3.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan
Kantor.
2.4.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Kantor.
2.5.
Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor.
2.6.
Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor.
2.7.
Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor.
3.
Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
16
RENJA 2017
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD.
3.2.
Kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun.
3.3.
Kegiatan Penyusunan Perencanaan Kegiatan dan
Anggaran.
4.
Program Peningkatan Kapasitas Satuan Kerja
Perangkat Daerah.
4.1.
Kegiatan Fasilitasi Keperansertaan pada Event Daerah
dan Hari Besar Nasional.
4.2.
Kegiatan Penyebarluasan Informasi Program/Kegiatan
SKPD.
5.
Program Peningkatan Ketahanan Pangan
(Pertanian/Perkebunan).
5.1.
Kegiatan Pemantauan dan Pengendalian Kondisi
Ketahanan Pangan Masyarakat.
5.2.
Kegiatan Pembinaan Penguatan Cadangan Pangan.
5.3.
Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan.
6.
Program Pembinaan Konsumsi Pangan.
6.1.
Kegiatan Pembinaan Konsumsi Pangan Masyarakat.
7.
Program Pengawasan Keamanan Pangan.
7.1.
Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan Segar.
8.
Program Peningkatan Produksi
Pertanian/Perkebunan.
8.1.
Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian.
8.2.
Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana
Pertanian (DAU).
8.3.
Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana
Pertanian (DAK).
8.4.
Kegiatan Pengendalian dan Penanggulangan Serangan
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
17
RENJA 2017
9.
Program Peningkatan Penerapan Teknologi
Pertanian/Perkebunan.
9.1.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan
Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna.
10.
Program Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran
Hasil Pertanian.
10.1. Kegiatan Pembinaan Penanganan Pasca Panen dan
Promosi Pemasaran Hasil Pertanian.
10.2. Kegiatan Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha
Pertanian.
11.
Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi
Pertanian.
11.1. Promosi atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
Unggulan Daerah.
12.
Program Pemberdayaan Penyuluh
Pertanian/Perkebunan Lapangan.
12.1
Kegiatan Demonstrasi Plot/Kaji Terap Teknologi
Pertanian.
12.2. Kegiatan Penyusunan Program Penyuluhan.
13.
Program Peningkatan Kapasitas SDM Petani dan
Lembaga Tani.
13.1. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Petani.
14.
Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT
Bidang Pertanian).
14.1. Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Kerja
bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat.
15.
Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.
15.1. Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan.
15.2. Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana
Peternakan (DAK).
15.3. Kegiatan Pengawasan Mutu dan Peredaran Sarana
Peternakan.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
18
RENJA 2017
16.
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Ternak.
16.1. Kegiatan Penjaminan Kesehatan Hewan dan Produk
Hewan.
16.2. Kegiatan Pengawasan Pemasukan dan Pengeluaran
Hewan dan Produk Hewan.
16.3. Kegiatan Pengelolaan Laboratorium Peternakan dan
Pelayanan Jasa Medik Veteriner.
16.4. Kegiatan Penerapan dan Pengawasan Persyaratan Teknis
Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan
Hewan.
17.
Program Pengembangan Budidaya Perikanan.
17.1. Kegiatan Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha
Perikanan.
17.2. Kegiatan Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidayaan
Ikan.
17.3. Kegiatan Pengelolaan Pembudidayaan Ikan.
17.4. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Perikanan (DAK
Perikanan).
18.
Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.
18.1. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Usaha
Pengolahan Hasil Ikan.
19.
Program Pembinaan Lingkungan Sosial (DBHCHT
Bidang Kelautan dan Perikanan).
19.1. Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Kerja
bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat.
B. UPTD BBI & PIAIH (4 Program dan 13 Kegiatan)
1.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1.1. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air
dan Listrik
1.2. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
1.3. Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
1.4. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
1.5. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
19
RENJA 2017
1.6. Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
1.7. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman
2.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
2.1. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
2.2. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
2.3. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan
Gedung Kantor
2.4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor
3.
Program Pengembangan Budidaya Perikanan
3.1. Kegiatan Penyediaan Benih Ikan Bermutu
4.
Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan
4.1. Kegiatan Penyediaan Informasi Pemasaran Ikan
C. UPTD RPH (3 Program dan 15 Kegiatan)
1.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1.1.
Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air
dan Listrik
1.2.
Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan
1.3.
Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
1.4.
Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
1.5.
Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
1.6.
Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
1.7.
Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
1.8.
Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
Perundang-undangan
1.9.
Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman
1.10. Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
20
RENJA 2017
2.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
2.1.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
2.2.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
2.3.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan
Gedung Kantor
2.4.
Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung
Kantor
3
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Ternak
3.1.
Kegiatan Penyediaan Produk Daging Aman, Sehat, Utuh
dan Halal (ASUH).
Daftar Program dan Kegiatan beserta indikator dan
kebutuhan anggaran indikatif Dinas Pertanian, Perikanan dan
Peternakan Tahun 2017 dapat dilihat pada Lampiran 5 dokumen
RENJA ini.
Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar
21
RENJA 2017
BAB IV
PENUTUP
Rencana Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan
oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Blitar pada
Tahun 2017 telah disusun dalam dokumen RENJA SKPD ini
berdasarkan acuan dokumen-dokumen perencanaan di tingkat
vertikal sekaligus mempertimbangkan berbagai hasil analisis
terhadap perkembangan terbaru kondisi masyarakat maupun
kebutuhan organisasi SKPD.
Pada tahun 2017 Dinas Pertanian, Perikanan dan
Peternakan Kota Blitar telah menetapkan Program dan Kegiatan
yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian sebanyak 19
program dan 54 kegiatan, UPTD BBI & PIAIH sebanyak 4 program
dan 13 kegiatan serta UPTD RPH sebanyak 3 program dan 15
kegiatan.
Perencanaan memang bukan segala-galanya, tetapi tanpa
proses perencanaan yang baik maka pelaksanaan program dan
kegiatan tidak akan berjalan baik. Dengan disusunnya dokumen
RENJA SKPD ini diharapkan perencanaan program dan kegiatan
di Dinas Pertanian dapat lebih matang, sehingga mempermudah
proses pelaksanaan dan pertanggungjawaban serta mampu
memberi kontribusi terhadap capaian target pembangunan Kota
Blitar.
Blitar, 6 Juni 2016
KEPALA DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN
PETERNAKAN
KOTA BLITAR
Ir. DJATMIKO BUDI SANTOSA
Pembina Utama Muda
NIP 19610302 198903 1 005
SKPD
: DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR
Target Realisa
si
Tingkat
realisasi (%)
Realisasi
capaian
Tingkat
capaian (%)
2 3 4 5 6 7 8 9=8/7x100 10 11=(6+8+10) 12=(11/5)x100 132 3 3.3.01 15
PROGRAM PENINGKATAN
KETAHANAN PANGAN(Pertanian
/perkebunan)
Prosentase Ketersediaan
Informasi Pasokan, Harga
dan Akses Pangan di Daerah
%
87
0
81,7
81,7
100
82
82
94
Keg. Analisis dan penyusunan pola
konsumsi dan suplai pangan *
Jumlah dokumen Analisis
Konsumsi Pangan yang
tersusun
dok
2
0
1
1
100
1
2
100
Keg. Laporan berkala kondisi
ketahanan pangan *
Jumlah dokumen Neraca
Bahan Makanan (NBM) yang
tersusun
dok
2
0
1
1
100
1
2
100
Keg Pengembangan sistem informasi
pasar *
Jumlah pemantauan harga &
distribusi pangan
mingg u
104
0
52
52
100
52
104
100
Jumlah koordinasi Dewan
Ketahanan Pangan
kali
10
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah dokumen Neraca
Bahan Makanan (NBM) yang
tersusun
dok
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah dokumen Analisis
Konsumsi Pangan yang
tersusun
dok
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pemantauan harga &
distribusi pangan
mingg u
260
0
0
0
0
0
0
0
REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD & PENCAPAIAN RENSTRA S/D TAHUN 2016
1
Kode
TABEL 2.1.
Satua
n
Catatan
penting
Target dan realisasi kinerja
program dan keluaran
kegiatan SKPD Tahun 2015
Target
program/
kegiatan
RENJA
SKPD
Tahun
berjalan
(Tahun
2016)
Perkiraan relisasi
capaian target
program/kegiatan
Renstra SKPD s/d Tahun
2016
Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Program
(outcomes)/Kegiatan
(outputs)
Target
kinerja
capaian
program
(Renstra
SKPD)
Tahun
2021
Realisasi
target
kinerja
hasil
program
dan
keluaran
kegiatan
s/d tahun
2014
Keg. Pemantauan dan pengendalian
kondisi ketahanan pangan
Rata-rata cadangan pangan
di tingkat rumah tangga
kg/ kapita
/bln
12
0
0
0
0
2
2
17
Keg. Pemanfaatan pekarangan untuk
pengembangan pangan *
Jumlah pelaksanaan lomba
KRPL
kali
2
0
1
1
100
1
2
100
Jumlah pendataan cadangan
pangan pemerintah dan
cadangan pangan rumah
tangga
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pembinaan kelompok
pelaksana Kawasan Rumah
Pangan Lestari (KRPL)
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pelaksanaan lomba
KRPL
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Prosentase penduduk rawan
pangan yang sudah
ditangani sesuai prosedur
%
90
0
0
0
0
40
40
44
Jumlah peta kerentanan dan
ketahanan pangan yang
tersusun
dok
3
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah dokumen Sistem
Kewaspadaan Pangan & Gizi
(SKPG) yang tersusun
dok
60
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyuluhan &
pemberian tambahan gizi
penduduk rawan pangan
kali
42
0
6
6
100
6
6
14
Keg. Peningkatan Mutu dan
Keamanan Pangan *
Jumlah pengujian keamanan
pangan sampel pangan segar
sam pel
80
0
40
40
100
40
80
100
Keg. Penyuluhan sumber pangan
alternatif *
Jumlah pelaksanaan
pelatihan introduksi pangan
alternatif
kali
2
0
1
1
100
1
2
100
2 3 3.3.01
1
1 PROGRAM PEMBINAAN KONSUMSI
PANGAN
Prosentase peserta
pelatihan introduksi pangan
alternatif non beras yang
berminat menerapkan
diversifikasi pangan
%
60
0
0
0
0
10
10
0
Keg. Pembinaan penguatan cadangan
pangan
Keg. Penanganan daerah rawan
pangan
Jumlah penyuluhan pangan
B2SAH (Beragam, Bergizi,
Berimbang, Seimbang, Aman
& Halal) dan pelatihan
introduksi pangan alternatif
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pelaksanaan Lomba
Cipta Menu Tk.Kota
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah partisipasi Lomba
Cipta Menu Tk.Prov.
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
2 3 3.3.00 17 17 PROGRAM PENGAWASAN
KEAMANAN PANGAN
Prosentase keamanan
pangan segar yang
terpantau
%
75
0
45
45
100
50
50
0
Keg. Pengawasan keamanan pangan
segar
Jumlah pengujian keamanan
pangan sampel pangan segar
sam pel
250
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.01 18 18 PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI
PERTANIAN/PERKEBUNAN
Produktivitas padi tahun ini
(ton/ha)
ton/ ha8,24
0
8,02
8,02
100
8,04
8,04
98
Jumlah pendampingan
penyusunan Rencana
Definitif Kebutuhan
Kelompok (RDKK)
klp19
0
19
19
100
19
19
100
Jumlah monev distribusi
pupuk
kali
8
0
4
4
100
4
8
100
Jumlah monev ketersediaan
alat dan mesin pertanian
(alsintan), obat tanaman dan
benih pertanian.
kali
4
0
2
2
100
2
4
100
Jumlah Rakor Komisi
Pemantau & Pengawas
Pupuk (KP3)
kali4
0
2
2
100
2
4
100
Jumlah pendampingan
penyusunan Rencana
Definitif Kebutuhan
Kelompok (RDKK)
klp19
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah monev distribusi
pupuk.
kali
20
0
0
0
0
0
0
0
Keg. Pengawasan penggunaan sarana
pertanian
Keg. Pembinaan konsumsi pangan
masyarakat
Keg.Penyediaan sarana produksi
pertanian dan perkebunan (DAU)*
Jumlah monev ketersediaan
alat dan mesin pertanian
(alsintan), obat tanaman dan
benih pertanian.
kali
20
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah Rakor Komisi
Pemantau & Pengawas
Pupuk (KP3)
kali
10
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah Rakor Unit Pengelola
Jasa Alsintan (UPJA)
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Prosentase luas lahan terairi
irigasi selama 3 Masa Tanam
%
40
0
15
15
100
15
15
38
Keg. Penyediaan sarana produksi
pertanian/perkebunan (DAK)*
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan prasarana
irigasi air tanah (pompa air,
rumah pompa & sumur)
unit
50
0
20
20
100
30
50
100
Keg. Penyusunan kebijakan
pencegahan alih fungsi lahan
pertanian*
Jumlah survey kepemilikan
lahan sawah
kali
1
0
0
0
0
1
1
100
Keg. Pemeliharaan jaringan irigasi
tingkat usaha tani (JITUT)*
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan Jaringan Irigasi
Tingkat Usaha Tani
paket
2
0
1
1
100
1
2
100
Jumlah pendataan lahan &
irigasi
kali
1
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah Rakor Mutasi Lahan
Pertanian
kali
10
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah persiapan
perwujudan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan (LP2B)
keg
4
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyediaan gubug
sarasehan petani
unit
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan prasarana
irigasi air tanah (pompa air &
sumur)
unit
75
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan Jalan Usaha
Tani
unit
7500
0
0
0
0
0
0
0
Keg. Pengembangan prasarana
pertanian (DAU)
Keg. Pengembangan prasarana
pertanian (DAK)
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan Jalan Produksi
meter
400
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyediaan &
pemeliharaan sarana &
prasarana Balai Penyuluhan
Pertanian (BPP)
unit
5
0
0
0
0
0
0
0
Prosentase luas serangan
Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) yang
ditangani sesuai prosedur
%
95
0
65
65
100
70
70
74
Keg. Pengendalian dan
penanggulangan serangan organisme
pengganggu tanaman (OPT)
Jumlah pelatihan Sekolah
Lapangan Pengendalian
Hama Terpadu (SLPHT)
kali10
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.00 16 16 PROGRAM PENINGKATAN
PENERAPAN TEKNOLOGI
PERTANIAN/PERKEBUNAN
Jumlah kebun percontohan
penerapan teknologi
pertanian yang beroperasi
penuh selama 1 th
lokasi
3
0
2
2
100
3
3
100
Jangka waktu
operasionalisasi Kebun
Produksi Hortikultura, Kebun
Agrowisata Blimbing
Karangsari, Kebun
Hortikultura Rumah Dinas
Walikota
bulan
84
0
12
12
100
12
12
14
Jumlah kajian penumbuhan
kebun pertanian unggulan
kecamatan (konsep One
Village One Product)
kali
3
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah kebun pertanian
unggulan per kelurahan
(konsep One Village One
Product) yang terwujud
kebun
4
0
0
0
0
0
0
0
Keg. Pelatihan penerapan teknologi
pertanian /perkebunan modern
bercocok tanam *
Jumlah pelatihan Sekolah
Lapangan Pengelolaan
Tanaman Terpadu (SLPTT)
kali
2
0
1
1
100
1
2
100
Keg. Pemeliharaan rutin /berkala
sarana dan prasarana teknologi
pertanian /perkebunan tepat guna
3 3 3.3.01 19 19 PROGRAM PEMBERDAYAAN
PENYULUH
PERTANIAN/PERKEBUNAN
LAPANGAN
Jumlah penyuluh pertanian
berkinerja BAIK (sesuai
kriteria Permentan
No.91/Permentan/OT.14/9/
2013)
orang
8
0
2
2
100
3
3
38
Keg. Penyusunan program
penyuluhan pertanian
Jumlah dokumen
programma penyuluhan
pertanian dan monografi
pertanian yang tersusun
dok
175
0
25
25
100
25
50
29
Keg. Demonstrasi plot/kaji terap
teknologi pertanian/peternakan
Jumlah demonstrasi plot
(demplot) percontohan
pertanian yang dibina oleh
penyuluh
dem plot
15
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.01
1
1 PENINGKATAN KAPASITAS SDM
PETANI DAN LEMBAGA TANI
Jumlah kelompok tani yang
naik kelas tahun ini
klp
49
0
0
0
0
8
8
16
Jumlah pendampingan dan
penilaian kelas kelompok
tani
kali
10
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah monitoring
pelaksanaan Pengembangan
Usaha Agribisnis Perdesaan
(PUAP)
kali
20
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pembinaan lembaga
petani
lemba ga3
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.01 31 31 PROGRAM PEMBINAAN
LINGKUNGAN SOSIAL (DBHCHT
BIDANG PERTANIAN)
Prosentase petani peserta
pelatihan yang menjawab
post test dengan minimal
jawaban 80% benar.
%
95
0
60
60
100
0
0
0
Keg. Pembinaan & pelatihan
ketrampilan kerja bagi tenaga kerja &
masyarakat
Jumlah pelatihan
ketrampilan kerja bidang
pertanian
jenis30
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.00 15 15 PROGRAM PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN PETANI **
Prosentase rata-rata
peningkatan pendapatan
petani anggota kelompok
binaan Dinas
%
5
0
5
5
100
5
5
100
Keg. Penyuluhan dan pendampingan
petani dan pelaku agribisnis *
Jumlah monitoring
pelaksanaan Pengembangan
Usaha Agribisnis Perdesaan
(PUAP)
kali
8
0
4
4
100
4
8
100
Keg. Peningkatan kemampuan
lembaga petani
Keg. Peningkatan kemampuan
lembaga petani *
Jumlah pendampingan dan
penilaian kelas kelompok
tani
kali
1
0
0
0
0
1
1
100
Keg. Pembinaan Kemampuan dan
Ketrampilan Kerja Masyarakat
diLingkungan Industri Hasil
Tembakau dan/atau daerah
penghasil bahan baku industri hasil
tembakau di bidang Pertanian *
Jumlah pelatihan
ketrampilan kerja bidang
pertanian
jenis
3
0
1
1
100
2
3
100
Keg. Pembinaan Kemampuan dan
Ketrampilan Kerja Masyarakat
diLingkungan Industri Hasil
Tembakau dan/atau daerah
penghasil bahan baku industri hasil
tembakau di bidang Peternakan *
Jumlah pelatihan
ketrampilan kerja bidang
peternakan
jenis
3
0
1
1
100
2
3
100
Keg. Pembinaan Kemampuan dan
Ketrampilan Kerja Masyarakat
diLingkungan Industri Hasil
Tembakau dan/atau daerah
penghasil bahan baku industri hasil
tembakau di bidang Perikanan *
Jumlah pelatihan
ketrampilan kerja bidang
perikanan
jenis
3
0
1
1
100
2
3
100
Keg. Pembinaan Kemampuan dan
Ketrampilan Kerja Masyarakat
diLingkungan Industri Hasil
Tembakau dan/atau daerah
penghasil bahan baku industri hasil
tembakau di bidang Ketahanan
Pangan *
Jumlah pelatihan
ketrampilan kerja bidang
ketahanan pangan
jenis
3
0
1
1
100
2
3
100
3 3 3.3.01 25 25 PROGRAM PENANGANAN PASCA
PANEN DAN PEMASARAN HASIL
PERTANIAN
Jumlah pelaku usaha
pertanian yang
menghasilkan produk layak
dipasarkan
Keg. Pembinaan penanganan pasca
panen dan promosi pemasaran hasil
pertanian
Jumlah pelatihan teknologi
pasca panen dan pengolahan
produk hasil pertanian
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penerbitan ijin
usaha bidang pertanian
tahun ini
ijin
8
0
0
0
0
3
3
38
Keg. Pendataan dan pembinaan
perizinan usaha pertanian
Jumlah pemilik usaha
pertanian yang mendapat
sosialisasi / pembinaan
perizinan pertanian
org
150
0
0
0
0
0
0
0
3 3 3.3.01 16 16 PROGRAM PENINGKATAN
PEMASARAN HASIL PRODUKSI
PERTANIAN
Rata-rata omzet penjualan
produk hasil pertanian Kota
Blitar yang dipromosikan
Rp./ bulan/ jenis produ k
1
.1
0
0
.0
0
0
0
5
0
0
.0
0
0
5
0
0
.0
0
0
100
6
0
0
0
0
0
6
0
0
0
0
0
55
Jumlah keg. Promosi produk
hasil pertanian unggulan
event
21
0
3
3
100
3
3
14
Jumlah keg. Lomba pangan
olahan Tk. Kota
kali
7
0
1
1
100
1
1
14
Jumlah partisipasi keg.
Lomba pangan olahan Tk.
Prov.
kali
7
0
1
1
100
1
1
14
3 1 3.3.01 20 20 PROGRAM PEMBINAAN
LINGKUNGAN SOSIAL (DBHCHT
BIDANG KELAUTAN DAN
PERIKANAN)
Jumlah pelaku usaha
perikanan yang
menghasilkan produk layak
dipasarkan
orang
35
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pendampingan
manajemen mutu produk
olahan hasil ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pelatihan
pengolahan hasil ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pelatihan budidaya
ikan & pembuatan pakan
ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
3 1 3.3.01 17 17 PROGRAM PENGOLAHAN DAN
PEMASARAN HASIL PERIKANAN
Prosentase Peningkatan
konsumsi ikan
%
12
0
2
2
100
2
4
33
Keg. Pembinaan ketrampilan kerja
masyarakat di lingkungan industri
hasil tembakau bidang perikanan
Keg. Promosi atas hasil produksi
pertanian /perkebunan unggulan
daerah
Keg. Pembinaan dan pengembangan
usaha pengolahan hasil ikan
Jumlah fasilitasi promosi
pemasaran produk olahan
hasil ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah penyelenggaraan
Gerakan Gemar Makan Ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah lomba masak ikan tk.
Kota
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah lomba masak ikan tk.
Provinsi
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Prosentase ketersediaan
informasi pemasaran ikan di
UPTD BBI & PIAIH
%
100
0
14
14
100
28
42
42
Keg. Penyediaan informasi
pemasaran ikan (UPTD BBI & PIAIH)
Jumlah ketersediaan
informasi pemasaran ikan di
UPTD BBI & PIAIH
item
7
0
0
0
0
0
0
0
3 1 3.3.01 15 15 PROGRAM PENGEMBANGAN
BUDIDAYA PERIKANAN
Produksi ikan konsumsi
ton240
0
179
179
100
188
188
78
Keg. Pendataan dan pembinaan
perizinan usaha perikanan
Jumlah pendataan perijinan
usaha pembudidaya ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pembinaan perijinan
usaha pembudidaya ikan
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Keg. Pemberdayaan usaha kecil
pembudidayaan ikan
Jumlah pelatihan
peningkatan mutu usaha
budidaya perikanan
paket
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pendampingan
sertifikasi mutu usaha
budidaya perikanan
paket
5
0
0
0
0
0
0
0
Produksi ikan hias
ekor4
.7
9
4
.3
7
0
0
4
.1
3
4
.1
7
0
4
.1
3
4
.1
7
0
100
4
.2
3
7
.5
2
4
4
.2
3
7
.5
2
4
88
Keg. Pendampingan pada kelompok
tani pembudidaya ikan*
Jumlah pembinaan kelompok
pembudidaya ikan
kali
2
0
1
1
100
1
2
100
Keg. Pembinaan dan pengembangan
perikanan (DAU) *
Jumlah fasilitasi promosi
pemasaran hasil ikan
kali
14
0
7
7
100
7
14
100
Keg. Pengelolaan pembudidayaan
ikan
Jumlah pembinaan teknis
manajemen budidaya
perikanan
Jumlah fasilitasi promosi
pemasaran ikan hias
kali
15
0
0
0
0
0
0
0
Produksi benih ikan
ekor9
.1
5
4
.5
1
8
0
8
.1
2
8
.9
5
0
8
.1
2
8
.9
5
0
100
8
.2
9
1
.5
2
9
8
.2
9
1
.5
2
9
91
Keg. Pembinaan dan pengembangan
perikanan (DAK Perikanan)
Jumlah penyediaan dan
pemeliharaan sarana dan
prasarana UPTD BBI & PIAIH
paket
35
0
5
5
100
5
5
14
Produksi benih ikan di UPTD
BBI & PIAIH
ekor
1
9
0
.2
9
4
0
1
4
2
.0
0
0
1
4
2
.0
0
0
100
1
4
9
.1
0
0
1
4
9
.1
0
0
78
Keg. Penyediaan benih ikan bermutu
(UPTD BBI & PIAIH)
Jumlah penyediaan sarana
operasionalisasi BBI
paket
30
0
0
0
0
0
0
0
Keg. Pengembangan bibit ikan unggul
*
Jumlah penyediaan sarana
operasionalisasi BBI
paket
12
0
6
6
100
6
12
100
3 3 3.3.01 20 20 PROGRAM PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN PENYAKIT
TERNAK
Jumlah kasus kejadian
penyakit menular hewan
kasus
0
0
4
4
100
3
3
0
Keg. Pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit menular
ternak *
Jumlah lokasi yang
terjangkau pelayanan
terpadu kesehatan hewan
lokasi
14
0
7
7
100
7
14
100
Jumlah pelayanan
pemeriksaan hewan qurban
kali
2
0
1
1
100
1
2
100
Jumlah pengujian sampel
keamanan Bahan Asal
Hewan (BAH)(sampel)
sampe l
100
0
50
50
100
50
100
100
Jumlah fasilitasi sertifikasi
untuk produk RPH-R
kali
1
0
1
1
100
0
1
100
Jumlah fasilitasi sertifikasi
untuk produk RPH-U
kali
1
0
0
0
0
1
1
100
Keg. Penjaminan kesehatan hewan
dan produk hewan.
Jumlah lokasi yang
terjangkau pelayanan
terpadu
lokasi
35
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pelayanan
pemeriksaan hewan qurban
kali
5
0
0
0
0
0
0
0
Jumlah pengujian sampel
keamanan Bahan Asal
Hewan (BAH)
sam pel