BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Analisis Sistem
Secara umum penyakit kulit yang diakibatkan oleh adanya infeksi jamur terdiri dari 8 jenis penyakit yang berbeda. Dari keseluruhan jenis-jenis penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir sama. Oleh sebab itu pada perancangan sistem ini menggunakan metode Bayesian Network dikarenakan metode ini dapat mempresentasikan hubungan sebab akibat antara penyakit dan gejalanya dan menghitung probabilitas gejala suatu penyakit sehingga mempermudah pengguna dalam menentukan jenis penyakit kulit apa yang diderita.
Struktur dan proses sistem pakar diagnosa penyakit kulit akibat infeksi jamur dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini.
Gambar 4.1 Arsitektur Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur Pakar Pemakai Mesin Inferensi Antarmuka Fasilitas Penjelasan Basis Pengetahuan Fakta dan Aturan
Komponen-komponen yang terdapat pada arsitektur Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur:
1. Antarmuka Pengguna (user interface)
Pada bagian ini terjadi dialog antara program dan pemakai, dimana sistem memberikan pertanyaan-pertanyaan dan pemakai menjawab sesuai yang dialaminya. Kemudian sistem memberikan solusi atas jawaban dari pemakai yang telah diproses pada mesin inferensi.
2. Basis Pengetahuan
Data yang dibutuhkan dalam penerapan metode Bayesian Network pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur ini meliputi data jenis-jenis penyakit, definisi dari tiap penyakit, data gejala-gejala, pengobatannya serta aturan untuk menarik kesimpulan. Adapun basis pengetahuan tersebut dapat berasal dari pakar, jurnal dan sumber pengetahuan lain.
Dari basis pengetahuan ini, diperoleh terdapat 6 jenis penyakit kulit, 6 lokasi bagian tubuh yang diserang penyakit kulit serta 15 gejala-gejala yang berbeda. Aturan yang dibuat berdasarkan data yang diperoleh dan mengarahkan pengguna dalam penyelesaian masalah. Data jenis penyakit, lokasi bagian tubuh yang diserang penyakit kulit dan gejalanya dapat dilihat pada tabel 4.1, dan tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.1 Jenis-jenis Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur Kode Penyakit Nama Penyakit
P01 Tinea Manus
P02 Tinea Unguium
P03 Tinea Pedis
Tabel 4.1 Jenis-jenis Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur (Lanjutan) Kode Penyakit Nama Penyakit
P05 Tinea Kapitis
P06 Tinea Krusis
Tabel 4.2 Gejala dari Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Kode Gejala Gejala
B01 Kulit Berpola
B02 Gatal
B03 Terdapat pada Tangan
B04 Luka Terbuka Kecil
B05 Penebalan Kulit
B06 Terdapat pada Kuku
B07 Kuku Rapuh
B08 Kuku Suram
B09 Bercak Putih
B10 Terdapat pada Sela-sela Jari
B11 Bercak Banyak B12 Radang B13 Berbau B14 Berbintik Kemerahan B15 Nyeri B16 Bercak Hitam
B17 Terdapat pada Telapak B18 Terdapat pada Kepala
B19 Benjolan-Benjolan Kecil
B20 Terdapat pada Selangkangan
Tabel 4.3 Klasifikasi Gejala dari Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur Kode
Penyakit Nama Penyakit
Kode Gejala Gejala P01 Tinea Manus B03 B04 B01 B02 Tangan
Luka Terbuka Kecil Kulit Berpola Gatal P02 Tinea Unguium B06 B09 B05 B08 B07 Kuku Bercak Putih Penebalan Kulit Kuku Suram Kuku Rapuh P03 Tinea Pedis B10 B09 B11 B01 B12 B13 Sela-sela Jari Bercak Putih Bercak Banyak Kulit Berpola Radang Berbau P04 Tinea Nigra Palmaris B17 B16 B01 B15 B02 Telapak Bercak Hitam Kulit Berpola Nyeri Gatal P05 Tinea Kapitis B18 B19 B16 B14 B02 B15 Kepala Benjolan Kecil Bercak Hitam Berbintik Kemerahan Gatal Nyeri P06 Tinea Kruris B20 B01 B05 B02 B14 B21 Selangkangan Kulit Berpola Penebalan Kulit Gatal Berbintik Kemerahan Bersisik Kasar
Selanjutnya diberikan tabel penjelasan penyakit, penyebab serta cara pengobatannya dapat dilihat pada tabel 4.4 pada halaman (Lampiran).
4.1.2 Penerapan Bayesian Network
Terdapat beberapa langkah dalam menerapkan metode Bayesian Network, Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Membangun struktur Bayesian Network. b. Menentukan Parameter (Prior Probability) c. Membuat Conditional Probability Table (CPT) d. Membuat Joint Probability Distribution (JPD) e. Menghitung Posterior Probability
f. Inferensi Probabilistik
Berikut penjelasan dari beberapa langkah penerapan Bayesian Network yang telah disebutkan diatas :
a. Membangun struktur Bayesian Network Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur.
Berdasarkan data gejala dan penyakit yang telah diperoleh, dapat digambarkan struktur Bayesian Network Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur adalah sebagai berikut:
Gambar 4.2 Struktur Bayesian Network Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Gatal
Tangan Bercak Putih
Luka Terbuka Kecil Penebalan Kulit P01 P01 Kulit Berpola Penebalan Kulit Bercak Putih Sela-Sela Jari Berbintik Kemerahan Nyeri Kuku Kuku Rapuh Berbintik Kemerahan Kuku Bercak Banyak Radang Radang Berbintik Kemerahan Kuku Rapuh Kuku Suram Kuku Suram P03 P03 P02 P02 Selangkangan Bercak Hitam Telapak PX Bersisik Kasar P04 Nyeri P06 P06 Kepala PX Benjolan Kecil P05 P05 Berbau Berbau
Keterangan :
: Jawanban Ya
: Jawaban Tidak
P01 : Tinea Manus P04 : Tinea Nigra Palmaris
P02 : Tinea Unguium P05 : Tinea Kapitis
P03 : Tinea Pedis P06 : Tinea Krusis
PX : Bukan penyakit kulit akibat jamur
Setelah dibangun Struktur Bayesian Network dari diagnosa penyakit kulit akibat jamur, kemudian dibuat rule table untuk menjelasakan alur dari struktur Bayesian Network diatas. Rule table dari struktur Bayesian Network diatas dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Rule Table Struktur Bayesian Network Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur Kode Gejala Gejala Penyakit Fakta P01 P02 P03 P04 P05 P06 Ya Tidak B01 Kulit Berpola X x x x B02 B05 B02 Gatal X x x x B03 B09
B03 Terdapat pada Tangan X B04 B05
B04 Luka Terbuka Kecil X P01 P01
B05 Penebalan Kulit x x B06 B09
B06 Terdapat pada Kuku x B07 B14
B07 Kuku Rapuh x B08 B08
B08 Kuku Suram x P02 P02
B09 Bercak Putih x x B10 B14
B10 Terdapat pada Sela-Sela Jari x B11 B06
B11 Bercak Banyak x B12 B12
B12 Radang x B13 B13
B13 Berbau x P03 P03
Tabel 4.5 Rule Table Struktur Bayesian Network Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur (Lanjutan) Kode Gejala Gejala Penyakit Fakta P01 P02 P03 P04 P05 P06 Ya Tidak B15 Nyeri x x B16 B20 B16 Bercak Hitam x x B17 B20
B17 Terdapat pada Telapak x P04 B18
B18 Terdapat pada Kepala x B19 PX
B19 Benjolan-Benjolan Kecil x P05 P05
B20 Terdapat pada Selangkangan x B21 PX
b. Menentukan Parameter.
Setelah struktur Bayesian Network terbentuk, langkah selanjutnya adalah menentukan parameter (Prior Probability) dari tiap-tiap gejala. Prior Probability merupakan derajat kepercayaan dari suatu gejala yang digunakan ketika tidak ada informasi lain yang dapat digunakan untuk melihat kemungkinan suatu event terjadi, tetapi begitu informasi baru diketahui maka probabilitas yang baru harus dilihat berdasarkan informasi yang baru diketahui tersebut. Parameter dari seluruh gejala penyakit kulit akibat infeksi jamur dapat dilihat pada tabel 4.6 pada halaman (Lampiran).
c. Membuat Conditional Probability Table (CPT).
Conditional Probability adalah probabilitas suatu event B apabila event A telah terjadi. Setiap tabel yang berisi probabilitas dari setiap kemungkinan nilai A dan B disebut Conditional Probability table (CPT).
Berikut ini diberikan contoh dalam menentukan Conditional Probability dari gejala (Gatal) :
Gatal Infeksi P. Kulit Present Absent Present 0,9 0,9
Absent 0,1 0,1
1 1
(a) Peluang seseorang terkena infeksi kulit apabila dia merasa gatal 0,9 (b) Peluang seseorang terkena infeksi kulit apabila dia tidak merasa gatal 0,1 (c) Peluang seseorang tidak terkena infeksi kulit apabila dia merasa gatal 0,9 (d) Peluang seseorang tidak terkena infeksi kulit apabila dia tidak merasa gatal 0,1
(a) (b)
(c) (d)
Conditional Probability Table (CPT) dari gejala-gejala Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur dapat dilihat pada tabel 4.7 pada halaman (Lampiran).
d. Membuat Joint Probability Distribution (JPD).
Joint Probability Distribution adalah probabbilitas kemunculan bersama untuk semua kombinasi kemungkinan nilai-nilai yang terdapat pada variabel A dan B. Sama halnya dengan CPT, Joint Probability Distribution dari suatu variabel A dan B adalah sebuah tabel yang berisi probabilitas untuk setiap nilai A dan B yang dapat terjadi. Notasi P(A,B) dapat ditulis dalam bentuk persamaan :
P(A,B) = P(A|B).P(B)
Berdasarkan persamaan diatas, cara menghitung Joint Probability Distribution suatu Gejala adalah dengan mengalikan nilai Conditional Probability dengan Prior Probability.
Diberikan contoh dalam menghitung Joint Probability Distribution dari gejala (Gatal). Dari data diatas, diperoleh nilai Prior Probability (Gatal) Present adalah 0,24 sedangkan absent 0,76. Conditional Probability Table (CPT) dari gejala (Gatal) adalah : Gatal Infeksi P. Kulit Present Absent Present 0,9 0,9 Absent 0,1 0,1
Selanjutnya, untuk mendapatkan hasil dari Joint Probability Distribution dari gejala (gatal) adalah dengan mengalikan nilai Prior Present dengan nilai CPT
[Gejala Gatal]
(Prior Present) x (CPT Present) 0,24 x 0,9 = 0,216
[Gejala Gatal] (Prior Absent) x (CPT Absent)
0,76 x 0,9 = 0,684
[Gejala Gatal]
(Prior Present) x (CPT Present) 0,24 x 0,1 = 0,024
[Gejala Gatal] (Prior Absent) x (CPT Absent)
Present Penyakit Kulit dari gejala (Gatal), serta mengalikan nilai Prior Absent dengan nilai CPT Absent Penyakit Kulit dari gejala (Gatal), sehingga diperoleh Joint Probability Distribution dari gejala (gatal) adalah :
Gatal
Infeksi P. Kulit
Present Absent
Present 0,216 0,684
Absent 0,024 0,076
Nilai Joint Probability Distribution dari seluruh gejala Penyakit Kulit akibat Infeksi Jamur dapat dilihat pada tabel 4.8 dalam halaman (Lampiran).
e. Menghitung Posterior Probability.
Untuk mendapatkan nilai Posterior Probability, dapat dihitung dari hasil Joint Probability Distribution yang telah diperoleh, lalu nilai inilah yang digunakan untuk menghitung nilai probabilitas kemunculan suatu gejala. Berikut ini diberikan contoh dalam menghitung nilai Posterior Probability dari gejala (Gatal). Dalam menghitung nilai Posterior Probability dari tiap gejala diperlukan nilai dari Joint Probability Distribution. Dari data diatas diperoleh nilai Joint Probability Distribution dari (Gatal) adalah :
Gatal
Infeksi P. Kulit
Present Absent
Present 0,216 0,684
Absent 0,024 0,076
Berdasarkan Joint Probability Distribution tersebut, dapat dihitung Posterior Probability dari gejala (Gatal) adalah : = 0,24
Tabel yang berisi nilai Posterior Probability dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.9 Posterior Probability Dari Tiap Gejala Penyakit Kulit Akibat Infeksi
Jamur.
Kode Gejala Gejala Nilai
B01 Kulit Berpola 0,4586
B02 Gatal 0,24
B03 Terdapat pada Tangan 0,95
B04 Luka Terbuka Kecil 0,89
B05 Penebalan Kulit 0,48
B06 Terdapat pada Kuku 0,95
B07 Kuku Rapuh 0,9825
B08 Kuku Suram 0,9471
B09 Bercak Putih 0,8926
B10 Terdapat pada Sela-Sela Jari 0,9638
B11 Bercak Banyak 0,9551 B12 Radang 0,93 B13 Berbau 0,932 B14 Berbintik Kemerahan 0,5 B15 Nyeri 0,4667 B16 Bercak Hitam 0,9474
B17 Terdapat pada Telapak 0,95
B18 Terdapat pada Kepala 0,95
B19 Benjolan-Benjolan Kecil 0,9084
B20 Terdapat pada Selangkangan 0,956
B21 Bersisik Kasar 0,8372
f. Inferensi Probabilistik
Data yang digunakan dalam melakukan inferensi diperoleh dari jawaban yang telah diberikan oleh pengguna atas pertanyaan mengenai gejala yang diaujakan oleh sistem. Berikut contoh graf penelusuran penyakit untuk dua jenis penyakit.
Graf untuk penelusuran penyakit Tinea Manus (P01) memiliki 4 gejala yang digambarkan seperti berikut ini :
Gambar 4.3 Graf Penyakit Tinea Manus (P01)
Graf untuk penelusuran penyakit Tinea Unguium (P02) memiliki 5 gejala yang digambarkan seperti berikut ini :
Gambar 4.4 Graf Penelusuran Penyakut Tinea Unguium (P02)
Setelah rule table serta nilai posterior dari tiap gejala telah diketahui, selanjutnya dihitung probabilitas gejala dari tiap-tiap penyakit dari struktur Bayesian Network yang telah dibuat. Proses penghitungan probabilitas ini dimaksudkan untuk mengetahui estimasi nilai dari gejala-gejala yang diderita si pasien sehingga kita dapat mengetahui seberapa besar probabilitas pasien tersebut
P01 B03 B04 B01 B02 P02 B06 B09 B05 B08 B07
mengidap satu penyakit. Proses penghitungan probabilitas gejala dari tiap-tiap penyakit bias dilihat pada tabel berikut :
1. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Manus (P01)
Tabel 4.10 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea Manus
(P01) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B01 B02 B03 B04 Kulit Berpola Gatal Tangan
Luka Terbuka Kecil
0,4586 0,6986 1,6486 2,5386 x x x x 0,4586 0,6986 1,6486 x x x x 1,6486 Jumlah x 100% x 100% 63.47% 54.95%
2. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Unguium (P02)
Tabel 4.11 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea
Unguium (P02) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B05 B09 B06 B07 B08 Penebalan Kulit Bercak Putih Kuku Kuku Rapuh Kuku Suram 0,48 x 1,43 2,4125 3,3596 x 0,48 x x x x 0,8926 1,8426 2,8251 3,7722 0 x x x x Jumlah x 100% x 100% 83.99% 94.31%
3. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Pedis (P03)
Tabel 4.12 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea Pedis
(P03) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B01 B02 B09 B10 B11 B12 B13 Kulit Berpola Gatal Bercak Putih Sela-sela Jari Bercak Banyak Radang Berbau 0,4586 x 1,3512 2,315 3,2701 4,2001 5,1321 x 0,4586 x x x x x 0,4586 0,6986 1,5912 2,555 3,5101 4,4401 5,3721 x x x x x x x Jumlah x 100% x 100% 85.54% 76.74%
4. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Nigra Palmaris (P04)
Tabel 4.13 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea Nigra
Palmaris (P04) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B01 B02 B14 B15 B16 B17 Kulit Berpola Gatal Berbintik Kemerahan Nyeri Bercak Hitam Telapak 0,4586 0,6986 x 1,1653 2,1127 3,0627 x x 0,6986 x x x 0,4586 0,6986 1,1986 1,6653 2,6127 3,5627 x x x x x x Jumlah x 100% x 100% 61.25% 59.38%
5. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Kapitis (P05)
Tabel 4.14 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea Kapitis
(P05) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B01 B02 B14 B15 B16 B18 B19 Kulit Berpola Gatal Berbintik Kemerahan Nyeri Bercak Hitam Kepala Benjolan Kecil x x 0,5 0,9667 1,9141 2,8641 3,7725 0 0 x x x x x 0,4586 0,6966 1,1986 1,6653 2,6127 3,5627 4,4711 x x x x x x x Jumlah x 100% x 100% 75.45% 63.87%
6. Proses perhitungan probabilitas gejala dari penyakit Tinea Kruris (P06)
Tabel 4.15 Proses Perhitungan Probabilitas gejala dari penyakit Tinea Kruris
(P06) Kode Gejala Gejala Probabilitas 1 Probabilitas 2 Ya Tidak Ya Tidak B01 B02 B05 B14 B20 B21 Kulit Berpola Gatal Penebalan Kulit Berbintik Kemerahan Selangkangan Bersisik Kasar 0,4586 0,6986 1,1786 1,6786 2,6346 3,4718 x x x x x x x x x 0,5 1,456 2,2932 0 0 0 x x x Jumlah x 100% x 100% 75.45% 76.44%
4.1.3 Desain Sistem
Pada tahap ini penyusun merancang desain proses, diagram alir data (DAD), entity relationship diagram (ERD), dan tampilan interface dari sistem pakar diagnosa penyakit penyakit kulit akibat jamur.
1. Desain Proses
Gambar 4.5 Diagram Konteks Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat
Infeksi Jamur
Input Data Pasien
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi
Jamur
Administrator Pasien
Dokter
-Data Pasien -Data Diagnosa
Laporan Hasil Diagnosis
-Data Jenis Penyakit -Data Penjelasan Penyakit -Data Gejala
-Data Penyebab Penyakit -Data Cara Pengobatan
Input Jawaban Ya atau Tidak
2. DAD Level 0
Gambar 4.6 DAD Level 0 -Data Pasien
Administrator
Dokter
-Data Jenis Penyakit -Data Penjelasan Penyakit -Data Gejala
-Data Penyebab Penyakit -Data Cara Pengobatan
F4 Data Penyebab Penyakit F2 Data Penjelasan Penyakit F1 Data Jenis Penyakit
F3 Data Gejala
F5 Data Cara Pengobatan F6 Data Pasien 1.0 Input Data 3.0 Proses
Diagnosis Hasil Diagnosis F7 Hasil Diagnosis
Hasil Diagnosis
4.0 Laporan
F6 Data Pasien
-Laporan Data Pasien -Laporan Hasil Diagnosis Pasien
-Input Data Pasien -Input Jawaban Ya atau Tidak Data Pasien Data Pasien 2.0 Basis Pengetahuan
-Data Jenis Penyakit -Data Penjelasan Penyakit -Data Gejala
-Data Penyebab Penyakit -Data Cara Pengobatan
3. ERD (Entity Relationalship Diagram)
Gambar 4.7 Hubungan Antar Tabel ERD (Enitity Relationalship Diagram)
1 1 Gejala prior_present question prior_absent id_question jika_tidak cpt_c jpd_d cpt_b posterior jpd_c cpt_a cpt_d jpd_a jpd_b fakta_ya jika_ya fakta_tidak Pasien jam_konsiltasi nama_pasien no_konsutasi umur tgl_konsultasi alamat nilai_probabilitas jenis_kelamin solusi menderita_penyakit Penyakit id_penyakit nm_penyakit detail_penyakit penyebab_penyakit Menghasilkan id_solusi solusi Solusi id_penyakit nm_penyakit Menghasilkan Memiliki Memiliki 1 1 1 1 1 N Diagnosis Menghasilkan 1 1
Adapun keterangan dari gambar hubungan antar tabel ERD diatas yaitu :
a. Hubungan antar tabel penyakit dengan tabel gejala adalah one to many. Dikarenakan 1 penyakit memiliki banyak gejala.
b. Hubungan antar tabel penyakit dengan tabel solusi adalah one to one. Dikarenakan 1 penyakit hanya memiliki 1 pengobatan.
c. Hubungan antar tabel penyakit dengan tabel hasil penyakit adalah one to one. Dikarenakan 1 penyakit menghasilkan 1 hasil diagnosa.
d. Hubungan antar tabel pasien dengan tabel hasil diagnosa adalah one to one. Dikarenakan 1 pasien menghasilkan 1 hasil diagnosa.
e. Hubungan antar tabel pasien dengan tabel penyakit adalah one to one. Dikarenakan 1 pasien hanya menghasilkan 1 penyakit.
f. Hubungan antar tabel pasien dengan tabel solusi adalah one to one. Dikarenakan 1 pasien hanya menghasilkan 1 pengobatan.
4. Rancangan Database
Dalam perancangan database pada sistem pakar ini file-file yang digunakan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.16 Penyakit
Field Type Index Size Keterangan
id_penyakit nm_penyakit detail_penyakit penyebab_penyakit Text Text Memo Memo Primary Key - - - 3 10 - - ID Penyakit Jenis Penyakit Penjelasan Penyakit Penyebab Penyakit
Tabel 4.17 Gejala
Field Type Index Size Keterangan
id_question question fakta_ya fakta_tidak jika_ya jika_tidak prior_present prior_absent cpt_a cpt_b cpt_c cpt_d jpd_a jpd_b jpd_c jpd_d posterior Text Text Text Text Text Text Text Text Number Number Number Number Number Number Number Number Number Primary Key - - - - - - - - - - - - - - - - 3 - - - 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 ID Pertanyaan/Gejala Pertanyaan/Gejala Fakta Ya Fakta Tidak Jika jawaban Ya Jika jawaban Tidak Nilai Prior Present Nilai Prior Absent Nilai CPT a Nilai CPT b Nilai CPT c Nilai CPT d Nilai JPD a Nilai JPD b Nilai JPD c Nilai JPD d Nilai Posterior Tabel 4.18 Solusi
Field Type Index Size Keterangan
id_solusi solusi id_penyakit Text Memo Text Primary Key - Foreign Key 3 - 3 ID Pengobatan Cara Pengobatan ID Penyakit Tabel 4.19 Pasien
Field Type Index Size Keterangan
no_konsultasi jam_konsultasi tgl_konsultasi nama_pasien umur Text Text Text Text Text Primary Key - - - - 5 6 - - 2 No. Konsultasi Jam Konsultasi Hari/Tgl Konsultasi Nama Pasien Umur
Tabel 4.19 Pasien (Lanjutan)
Field Type Index Size Keterangan
jenis_kelamin alamat menderita_penyakit nilai_probabilitas id_solusi Text Text Text Text Text - - - - Foreign Key - - 10 4 5 Jenis Kelamin Alamat Pasien
Penyakit yang Diderita Nilai Probabilitas ID Pengobatan
Tabel 4.20 Pengguna
Field Type Index Size Keterangan
id_user username pass level Text Text Text Text Primary Key - - - 4 10 8 - ID User Username Password Level User
5. Rancangan Tampilan Interface
Setelah penerapan metode Bayesian Network pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Jamur terbentuk, kemudian dibuatkan rancangan awal tampilan program yaitu seperti berikut ini :
a. Rancangan Interface Program. 1.) Form Login
Gambar 4.8 Interface Form Login
SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Sistem Login
Level : User ID : Password :
2.) Form Halaman Utama
Gambar 4.9 Interface Form Halaman Utama
3.) Form Edit Pengetahuan
Untuk Form Edit Pengetahuan terdapat 5 frame didalamnya yang meliputi :
1.1. Frame User
ID User Username Password Level
Gambar 4.10 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame User)
SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Halaman Utama Edit Pengetahuan Batal Gambar Keluar Proses Diagnosis
Edit Data User SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan Simpan Bersih Password : Keluar User ID : Username : Level :
1.2. Frame Pasien No. Konsul Jam Konsul Tgl Konsul Nama Pasien Umur Jenis Kelamin Alamat Menderita Penyakit Nilai Probabilitas Solusi
Gambar 4.11 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame Pasien)
1.3. Frame Penyakit
ID
Penyakit Nama Penyakit Penjelasan Penyakit Penyebab Penyakit
Gambar 4.12 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame Penyakit)
Edit Data Pasien SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan
Hapus Bersih Umur :
Ubah Jam / Tanggal Konsultasi :
Nama Pasien : No. Konsutasi :
Alamat : Penyakit yang diderita : Dengan nilai Probabilitas :
Jenis Kelamin :
Keluar
Penyebab : Edit Penyakit
SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan Hapus Ubah Simpan Nama Penyakit : Penjelasan Penyakit : ID Penyakit : Bersih Keluar
1.4. Frame Gejala 1.5. ID Question Question Fakta Ya Fakta Tidak Jika Ya Jika Tidak Prior Present Prior Absent CPT a CPT b CPT c CPT d JPD a JPD b JPD c JPD d Posterior
Gambar 4.13 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame Gejala)
1.5. Frame Solusi
ID Solusi Solusi ID Penyakit Nama Penyakit
Gambar 4.14 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame Solusi)
1.6. Frame Laporan dan Hasil Diagnosis Pasien
Untuk frame Laporan dan Hasil Diagnosis Pasien ini masih terdapat pada from Edit Pengetahuan. Untuk memilih data mana yang hendak kita cetak yaitu dengan memilih salah satu pilihan laporan yang ada pada Combo Box „Cetak Berdasarkan‟, seperti yang terlihat pada gambar 4.15 dibawah ini :
Edit Gejala SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan Hapus Ubah Simpan Question : ID Question : Bersih Keluar Fakta Ya : Fakta Tidak : JIka Ya : Jika Tidak :
Prior Present : Prior Absent :
Conditional Probability Table Join Probability Distribution
Posterior Probability :
Nilai Bayesian Network
Edit Solusi
SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan
Hapus Ubah
Simpan Solusi :
ID Solusi : Bersih Keluar
No. Konsul Jam Konsul Tgl Konsul Nama Pasien Umur Jenis Kelamin Alamat Menderita Penyakit Nilai Probabilitas Solusi
Gambar 4.15 Interface Form Edit Pengetahuan (Frame Cetak Laporan
dan Hasil Diagnosis Pasien)
b. Rancangan Interface Laporan Konsultasi dan Hasil Diagnosis Pasien. 1.) Laporan Data Konsultasi Pasien
Gambar 4.16 Interface Laporan Data Konsultasi Pasien
Cetak Laporan dan Hasil Diagnosis Pasien SISTEM PAKAR
Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur
Edit Pengetahuan Bersih No. Konsultasi : Cari Berdasarkan : Cari Cetak Nama Pasien :
BLUD RSU PROF. DR. H ALOEI SABOE POLIKLINIK SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
Jln. Aloei Saboe Kel. Wongkaditi Kec. Kota Utara Kota Gorontalo
Laporan Data Konsultasi Pasien
NO. No. Konsultasi Waktu Konsultasi Hari & Tgl Konsultasi Nama Pasien Umur Jenis Kelamin Alamat Menderita Penyakit Solusi Dr. Wahyuni Sp.KK, M.Kes Spesialis Kulit dan Kelamin
2.) Laporan Hasil Diagnosa Pasien
Gambar 4.17 Interface Hasil Diagnosa Pasien
BLUD RSU PROF. DR. H ALOEI SABOE POLIKLINIK SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
Jln. Aloei Saboe Kel. Wongkaditi Kec. Kota Utara Kota Gorontalo
Laporan Hasil Diagnosa Pasien
No. Konsultasi :
Hari / Tanggal Konsultasi :
DATA LENGKAP PASIEN
NAMA LENGKAP :
UMUR :
JENIS KELAMIN :
ALAMAT :
HASIL DIAGNOSIS SERTA CARA PENGOBATAN Didiagnosa menderita penyakit :
Dengan nilai probabilitas sebesar : Berikut adalah cara pengobatannya :
Dr. Wahyuni Sp.KK, M.Kes Spesialis Kulit dan Kelamin
4.2 Pembahasan
4.2.1 Implementasi Sistem
Penerapan metode Bayesian Network dalam membangun sistem pakar diagnosa penyakit kulit akibat jamur pada manusia ini diaplikasikan kedalam suatu bahasa pemograman dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0. Berdasarkan rancangan sistem yang telah dibuat, maka berikut adalah hasil implementasinya :
1. Form Login
Gambar 4.18 Tampilan Sistem Login
Form login ini bertujuan sebagai pengamanan program. Dalam sistem login ini terdapat 3 level pengguna yaitu Pasien, Pakar dan Administrator. Untuk dapat mengakses program ini dibutuhkan user ID dan password yang diisi dengan benar kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol masuk maka akan masuk pada form
halaman utama, kecuali level pasien dapat langsung masuk pada form halaman utama tanpa memasukkan user ID dan password.
2. Form Halaman Utama
Gambar 4.19 Tampilan Form Utama
Dalam form halaman utama terdapat 2 tombol utama, yakni tombol Edit Pengetahuan dan tombol Proses Diagnosis. Setiap level pengguna memiliki hak akses berbeda-beda, berikut adalah perbedaan hak akses setiap level pengguna: a. Pasien
Level Pasien hanya dapat mengakses tombol Proses Diagnosis (untuk mengetahui penyakit apa yang diderita) serta Hasil Diagnosis (untuk dapat mengetahui hasil dari diagnosis serta nilai probabilitas dari penyakit yang diderita kemudian cara pengobatannya) yang akan muncul ketika pengguna melakukan proses diagnosis.
b. Pakar
Level Pakar dapat mengakses menu meliputi Proses Diagnosis dan Hasil Diagnosis serta Edit Pengetahuan (Edit User, Cetak Hasil Diagnosis Pasien, Edit Penyakit, Edit Gejala, Edit Solusi). Level Pakar tidak masuk pada menu Edit Pasien tentunya dikarenakan menu Edit pasien adalah Hak Akses Level Administrator.
c. Administrator
Level Administrator tidak dapat mengakses menu meliputi Proses Diagnosis dan Hasil Diagnosis serta Edit Pengetahuan (Edit User, Edit Data Pasien, Cetak Data Pasien, Cetak Hasil Diagnosis Pasien).
3. Form Edit Pengetahuan
Dalam form Edit Pengetahuan terdapat 3 menu utama yang terdiri dari menu File, menu Data dan menu Tentang yang memiliki submenu masing-masing: a. Menu File
Dalam menu File terdapat submenu Halaman login (akses untuk ke form Sistem Login), halaman utama (akses untuk ke form Halaman Utama) dan keluar (akses untuk menutup program).
b. Menu Data
Dalam menu Data terdapat 3 submenu yakni Data User (Edit User), Data Pasien (Edit Data Pasien, Cetak Data dan Hasil Diagnosis), dan Data Pengetahuan (Edit Penyakit, Edit Gejala, Edit Solusi).
1.) Submenu Data User (Frame Edit User)
Gambar 4.21 Tampilan Frame Edit User pada Form Edit Pengetahuan
Submenu Edit user diperlukan untuk menginput ataupun mengubah data level pengguna. Dalam frame ini, data yang dimasukkan berupa data username dan password yang nantinya akan digunakan untuk hak akses program.
2.) Submenu Data Pasien (Frame Edit Data Pasien)
Gambar 4.22 Tampilan Frame Edit Data Pasien pada Form Edit
Pengetahuan
Frame Edit Data Pasien ini berfungsi untuk mengubah data yang keliru atau ada kesalahan data yang diinput yang dimasukkan oleh pasien dari form Proses Diagnosis. Data yang dapat diubah meliputi Nama Pasien, Umur, Jenis Kelamin, dan Alamat.
3.) Submenu Data Pasien (Frame Cetak Data dan Hasil Diagnosis)
Gambar 4.23 Tampilan Frame Cetak Data dan Hasil Diagnosis pada Form
Frame Cetak Data dan Hasil Diagnosis ini terdapat combo box “Cetak Berdasarkan”. Dalam combo box ini terdapat 2 pilihan perintah yaitu “Laporan Data Pasien” dan “Hasil Diagnosis Pasien”, Jika combo box kita pilih pada “Laporan Data Pasien” maka perintah ini berfungsi untuk mencetak semua data pasien yang telah menggunakan program ini yang dibuat dalam satu laporan. Jika kita pilih combo box “Hasil Diagnosis Pasien” maka kita dapat mencetak hasil diagnosis dari pasien yang telah melakukan proses diagnosis sebelumnya.
4.) Laporan Data Pasien
5.) Laporan Hasil Diagnosis Pasien
Gambar 4.25 Tampilan Laporan Hasil Diagnosis Pasien
6.) Submenu Edit Pengetahuan (Frame Edit Penyakit)
Gambar 4.26 Tampilan Frame Edit Penyakit pada Form Edit Pengetahuan
Pada frame Edit Penyakit ini difungsikan untuk menginput ataupun mengubah data penyakit, penjelasan penyakit serta penyebab penyakit.
7.) Submenu Edit Pengetahuan (Frame Edit Gejala)
Gambar 4.27 Tampilan Frame Edit Gejala pada Form Edit Pengetahuan
Frame Edit Gejala ini digunakan untuk menginput ataupun mengubah data gejala, aturan dari tiap-tiap gejala serta nilai probabilitas dari gejala tersebut. Pada frame gejala ini terdapat tombol petunjuk yang dapat mengarahkan kepada form petunjuk yakni sebagai berikut:
8.) Submenu Edit Pengetahuan (Frame Edit Solusi)
Gambar 4.29 Tampilan Frame Edit Solusi pada Form Edit Pengetahuan
Frame Edit solusi ini dapat digunakan untuk menginput ataupun mengubah data tentang cara pengobatan dari tiap penyakit.
4. Form Proses Diagnosis (Frame Proses Diagnosis)
Form Proses Diagnosis ini digunakan untuk melakukan proses diagnosa penyakit kulit akibat infeksi jamur terhadap pasien. Pada form ini porses yang dilakukan adalah dengan menerima jawaban Ya atau Tidak yang diinput dari pasien dan kemudian dari proses ini akan diperoleh penyakit apa yang ia derita dengan perhitungan probabilitas dari gejala-gejala yang diinput. Selanjutnya setelah melakukan proses diagnosis maka akan muncul frame Hasil Diagnosis. 5. Form Proses Diagnosis (Frame Hasil Diagnosa)
Gambar 4.31 Tampilan Hasil Diagnosa pada Form Proses Diagnosis
Dari frame Hasil Diagnosa diatas terdapat tombol Lihat Detail, jika menekan tombol Lihat Detail maka akan muncul form Hasil Diagnosa dari proses diagnosis yang telah dilakukan tadi.
6. Form Hasil Diagnosis
Gambar 4.32 Tampilan Form Hasis Diagnosis
Form Hasil Diagnosa ini digunakan untuk menampilkan hasil diagnosa dari proses diagnosa yang telah dilakukan tadi. Pada form ini ditampilkan data berupa penyakit yang diderita dengan probibabilitasnya, keterangan atau penjelasan dari penyakit, gejala yang dirasakan, penyebab penyakit serta cara pengobatannya.
4.2.2 Pengujian Sistem
Setelah implementasi sistem selesai dibuat, kemudian sistem akan diuji apakah sistem yang telah dibuat ini sudah layak untuk digunakan atau belum. Pada tahap ini, pengujian dilakukan dengan mengunakan metode pengujian black-box.
Pada pengujian black-box yang di ambil adalah form login, frame edit gejala pada form edit pengetahuan dan form diagnosis. Hasil dari pengujian sistem dapat dilihat pada tabel-tabel berikut:
1. Pengujian Login
Tabel 4.21 Pengujian Form Login
Data Masukan Proses Pengamatan Kesimpulan
Level, Username dan password terisi dengan benar Akan Menampilkan Halaman Utama program Menampilkan Halaman Utama Sesuai Level, Username dan password salah Akan menampilkan pesan “Username Tidak Tersedia” Menampilkan Pesan Sesuai
2. Pengujian Edit Pengetahuan
Tabel 4.22 Pengujian Frame Edit Gejala pada Form Edit Pengetahuan
Data Masukan Proses Pengamatan Kesimpulan
Input data gejala dengan benar dan lengkap
Data tersimpan di tabel gejala
Tombol Simpan berfungsi dengan benar
Sesuai
Tombol Petunjuk Menampilkan form petunjuk
Menampilkan form petunjuk
Sesuai
Tombol Ubah Data diperbaharui Tombol Edit
berfungsi dengan benar
Sesuai
Tombol Hapus Data dihapus Data berhasil
dihapus
Tabel 4.22 Pengujian Frame Edit Penyakit pada Form Edit Pengetahuan
(Lanjutan)
Data Masukan Proses Pengamatan Kesimpulan
Tombol Bersih Semua Text Box
kosong
Text Box kosong Sesuai
Tombol Keluar Keluar dari form Edit Pengetahuan dan kembali ke form Halaman Utama Tombol Keluar berfungsi dengan baik Sesuai
3. Pengujian Proses Diagnosa
Tabel 4.23 Pengujian Form Proses Diagnosa
Data Masukan Proses Pengamatan Kesimpulan
Tombol Proses Mulai melakukan
proses diagnosa jika input data pasien diisi dengan baik dan benar
Proses diagnosa dimulai
Sesuai
Input data pasien salah
Menampilkan pesan “Data yang anda masukan belum lengkap!”
Menampilkan pesan
Sesuai
Tombol Bersih Semua tex box kosong tex box kosong Sesuai
Tombol Batal Keluar dari form
Proses Diagnosa kembali ke form Halaman Utama Tombol Batal Berfungsi dengan baik Sesuai
Tombol Ya Melakukan proses
pelemparan ke pertanyaan berikutnya apabila pengguna menjawab ya Proses pelembaran jawaban berjalan dengan baik Sesuai
Tombol Tidak Melakukan proses
pelemparan ke pertanyaan berikutnya apabila pengguna menjawab ya Proses pelembaran jawaban berjalan dengan baik Sesuai
Dengan melihat hasil pengujian yang telah dilakukan diatas, menunjukan bahwa sistem yang dibangun sudah memenuhi persyaratan secara fungsional, artinya sistem ini sudah dapat digunakan karena dapat menghasikan keluaran yang sesuai dengan yang diharapkan.