NOMOR 7 2 TAHUN 1 9 9 1 TENTANG
PENDIDIKAN LUAR BIASA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : bahwa sebagai pel aksanaan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional , dipandang perl u menet apkan Perat uran Pemerint ah t ent ang Pendidikan Luar Biasa;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390);
MEMUTUSKAN :
Menet apkan : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENDIDIKAN LUAR BIASA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dal am Perat uran Pemerint ah ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan l uar biasa adal ah pendidikan yang khusus disel enggarakan bagi pesert a didik yang menyandang kel ainan f isik dan/ at au ment al .
2. Sat uan pendidikan l uar biasa adal ah sekol ah yang menyel enggarakan pendidikan l uar biasa.
menyandang kel ainan agar dapat mencapai kemampuan f ungsional nya set inggi mungkin.
4. Anak didik adal ah pesert a didik pada Taman Kanak-kanak Luar Biasa.
5. Siswa adal ah pesert a didik pada Sekol ah Dasar Luar Biasa, Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa, dan Sekol ah Menengah Luar Biasa.
6. Orang t ua adal ah ayah dan/ at au ibu at au wal i pesert a didik yang bersangkut an.
7. Ment eri adal ah Ment eri Pendidikan dan Kebudayaan.
8. Ment eri l ain adal ah Ment eri yang bert anggung j awab at as penyel enggaraan sat uan pendidikan l uar biasa di l uar l ingkungan Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan.
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
Pasal 2
BAB III
JENIS KELAINAN PESERTA DIDIK
Pasal 3
(1) Jenis kel ainan pesert a didik t erdiri at as kel ainan f isik dan/ at au ment al dan/ at au kel ainan peril aku.
(2) Kel ainan f isik mel iput i:
1. t una net ra;
2. t una rungu;
3. t una daksa;
(3) Kel ainan ment al mel iput i :
1. t una grahit a ringan;
2. t una grahit a sedang;
(4) Kel ainan peril aku mel iput i t una l aras.
(5) Kel ainan pesert a didik dapat j uga berwuj ud sebagai kel ainan ganda.
BAB IV
BENTUK SATUAN DAN LAMA PENDIDIKAN
Pasal 4
Bent uk sat uan pendidikan l uar biasa t erdiri at as :
1. Sekol ah Dasar Luar Biasa (SDLB);
2. Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa (SLTPLB);
3. Sekol ah Menengah Luar Biasa (SMLB); dan
Pasal 5
Lama pendidikan pada:
1. Sekol ah Dasar Luar Biasa sekurang-kurangnya enam t ahun;
2. Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa sekurang-kurangnya t iga t ahun; dan
3. Sekol ah Menengah Luar Biasa sekurang-kurangnya t iga t ahun.
Pasal 6
(1) Pada pendidikan prasekol ah, sat uan pendidikan l uar biasa dapat disel enggarakan dal am Taman Kanak-kanak Luar Biasa.
(2) Lama pendidikan Taman Kanak-kanak Luar Biasa sat u sampai t iga t ahun.
BAB V
SYARAT DAN TATA CARA PENDIRIAN
Pasal 7
(1) Pendirian sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah at au masyarakat harus memenuhi persyarat an :
1. sekurang-kurangnya l ima orang pesert a didik;
2. t enaga kependidikan t erdiri at as sekurang-kurangnya seorang guru kel as, dan seorang t enaga ahl i;
3. kurikul um didasarkan at as kurikul um nasional yang dit et apkan ol eh Ment eri;
5. program rehabil it asi;
6. t empat bel aj ar dan ruang rehabil it asi;
7. buku pel aj aran dan peral at an pendidikan khusus;
8. buku pedoman guru; dan
9. peral at an rehabil it asi.
(2) Pendirian sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh masyarakat sel ain memenuhi ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) harus pul a memenuhi persyarat an penyel enggaranya berbent uk yayasan.
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan ayat (2) diat ur ol eh Ment eri.
Pasal 8
(1) Tat a cara pendirian sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah at au masyarakat mel iput i:
1. pengaj uan permohonan pendirian kepada Ment eri yang disert ai persyarat an pendirian;
2. penel aahan t erhadap permohonan t ersebut pada but ir 1; dan
3. penet apan pendirian.
BAB VI
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 9
(1) Sat uan pendidikan l uar biasa menyel enggarakan kegiat an bel aj ar-mengaj ar berdasarkan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am Pasal 7.
(2) Unt uk membant u penyel enggaraan kegiat an pendidikan, pada set iap sat uan pendidikan l uar biasa dapat dibent uk kel ompok ahl i unt uk membant u set iap penyel enggaraan pendidikan.
(3) Pembent ukan, susunan, t ugas, dan f ungsi sert a pembinaan kel ompok ahl i sebagaimana dimaksud dal am ayat (2) diat ur ol eh Ment eri.
BAB VII PENGELOLAAN
Pasal 10
Pengel ol aan pendidikan l uar biasa sebagai bagian dari sist em pendidikan nasional merupakan t anggung j awab Ment eri.
Pasal 11
(1) Pengadaan, pendayagunaan dan pengembangan t enaga kependidikan/ t enaga ahl i, kurikul um, buku pel aj aran, peral at an pendidikan khusus, buku pedoman guru, t empat bel aj ar dari ruang rehabil it asi dari sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah merupakan t anggung j awab Ment eri.
rehabil it asi dan peral at an rehabil it asi dari sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah merupakan t anggung j awab Ment eri set el ah mendengar pert imbangan Ment eri l ain.
(3) Pengadaan, pemel iharaan dan perbaikan gedung sert a penyediaan t anah unt uk Sekol ah Dasar Luar Biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah merupakan t anggung j awab Pemerint ah Daerah.
(4) Pengadaan, pemel iharaan dan perbaikan gedung sert a penyediaan t anah unt uk Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa dan Sekol ah Menengah Luar Biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah merupakan t anggung j awab Ment eri.
(5) Pengadaan dan pendayagunaan t enaga kependidikan dan t enaga ahl i, program rehabil it asi, buku pel aj aran, peral at an pendidikan khusus, buku pedoman guru, peral at an rehabil it asi, t empat bel aj ar, ruang rehabil it asi, t anah dan gedung besert a pemel iharaannya dari sat uan pendidikan l uarbiasa yang disel enggarakan ol eh masyarakat merupakan t anggung j awab yayasan.
(6) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1), ayat (2) dan ayat (4) diat ur ol eh Ment eri set el ah mendengar pert imbangan Ment eri l ain yang t erkait .
(7) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (3) diat ur ol eh Ment eri Dal am Negeri set el ah mendengar pert imbangan Ment eri.
Pasal 12
(1) Sat uan pendidikan l uar biasa yang didirikan ol eh Pemerint ah disel enggarakan ol eh Ment eri.
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan ayat (2) diat ur ol eh Ment eri.
Pasal 13
(1) Kepal a Sekol ah dari Sat uan Pendidikan Luar Biasa bert anggung j awab at as penyel enggaraan kegiat an pendidikan, kegiat an rehabil it asi, administ rasi sekol ah, pembinaan guru dan t enaga kependidikan l ainnya, t enaga ahl i dan pendayagunaan sert a pemel iharaan sarana dan prasarana.
(2) Kepal a Sekol ah dari Sat uan Pendidikan Luar Biasa dapat dibant u ol eh scorang Wakil Kepal a Sekol ah dal am rangka mel aksanakan ket ent uan ayat (1).
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan ayat (2) diat ur ol eh Ment eri.
Pasal 14
(1) Kepal a Sekol ah dari Sat uan Pendidikan Luar Biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah bert anggung j awab at as penyel enggaraan kegiat an pendidikan, kegiat an rehabil it asi, administ rasi sekol ah, pembinaan guru dan t enaga kependidikan l ainnya, t enaga ahl i dan pendayagunaan sert a pemel iharaan sarana dan prasarana kepada Ment eri.
(2) Kepal a Sekol ah dari Sat uan Pendidikan Luar Biasa yang disel enggarakan ol eh masyarakat bert anggung j awab at as penyel enggaraan kegiat an pendidikan, kegiat an rehabil it asi, administ rasi sekol ah, pembinaan guru dan t enaga kependidikan l ainnya, t enaga ahl i dan pendayagunaan sert a pemel iharaan sarana dan prasarana kepada yayasan yang menyel enggarakan sat uan pendidikan l uar biasa yang bersangkut an.
Pemerint ah berl anggung j awab at as pemel iharaan dan perbaikan gedung sert a pemel iharaan t anah kepada Pemerint ah Daerah.
(4) Kepal a Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa dan Sekol ah Menengah Luar Biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah bert anggung j awab at as pemel iharaan dan perbaikan gedung sert a pemel iharaan t anah kepada Ment eri.
(5) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1), ayat (2) dan ayat (4) diat ur ol eh Ment eri.
(6) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (3) diat ur ol eh Pemerint ah Daerah.
BAB VIII KURIKULUM
Pasal 15
(1) Isi program kegiat an bel aj ar pada Taman Kanak-kanak Luar Biasa sedapat mungkin disesuaikan dengan program kegiat an bel aj ar Taman kanak-kanak dengan memperhat ikan ket erbat asan kemampuan bel aj ar para anak didik yang bersangkut an.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh Ment eri dan yang berkenaan dengan bidang pengembangan agama diat ur ol eh Ment eri set el ah mendengar pert imbangan Ment eri Agama.
Pasal 16
(2) Isi kurikul um Sekol ah Dasar Luar Biasa sedapat mungkin disesuaikan dengan kurikul um Sekol ah Dasar dengan memperhat ikan ket erbat asan kemampuan bel aj ar para siswa yang bersangkut an.
(3) Isi kurikul um Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa sedapat mungkin disesuaikan dengan kurikul um Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama dengan memperhat ikan ket erbat asan kemampuan bel aj ar para siswa yang bersangkut an.
(4) Isi kurikul um Sekol ah Menengah Luar Biasa sedapat mungkin disesuaikan dengan kurikul um Sekol ah Menengah dengan memperhat ikan ket erbat asan kemampuan bel aj ar para siswa yang bersangkut an.
(5) Kurikul um Sekol ah Menengah Luar Biasa dit et apkan unt uk menyiapkan siswanya agar memil iki ket erampil an yang dapat menj adi bekal sumber mat a pencaharian sehingga dapat mandiri di masyarakat .
(6) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) diat ur ol eh Ment eri dan yang berkenaan dengan bahan kaj ian dan pel aj aran pendidikan agama diat ur ol eh Ment eri set el ah mendengar pert imbangan Ment eri Agama.
BAB IX PESERTA DIDIK
Pasal 17
(1) Unt uk dapat dit erima sebagai anak didik pada Taman Kanak-kanak Luar Biasa sekurang-kurangnya berusia t iga t ahun.
(2) Unt uk dapat dit erima sebagai siswa pada Sekol ah Dasar Luar Biasa sekurang-kurangnya berusia enam t ahun.
Pert ama Luar Biasa seseorang harus t el ah t amat Sekol ah Dasar Luar Biasa at au sat uan pendidikan yang sederaj at at au set ara.
(4) Unt uk dapat dit erima sebagai siswa Sekol ah Menengah Luar Biasa, seseorang harus t el ah t amat Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa at au sat uan pendidikan yang sederaj at at au set ara.
(5) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diat ur ol eh Ment eri.
Pasal 18
(1) Pesert a didik mempunyai hak:
1. memperol eh perl akuan sesuai dengan bakat , minat , kemampuan, dan kel ainannya;
2. memperol eh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut nya;
3. mengikut i program pendidikan yang bersangkut an at as dasar pendidikan berkel anj ut an, baik unt uk mengembangkan kemampuan diri maupun unt uk memperol eh pengakuan t ingkat pendidikan t ert ent u yang t el ah dibakukan;
4. memperol eh bant uan f asil it as bel aj ar, beasiswa, at au bant uan l ain sesuai dengan kel ainan yang disandang dan persyarat an yang berl aku;
5. pindah ke sekol ah yang sej aj ar at au mel anj ut kan ke t ingkat yang l ebih t inggi sesuai dengan kel ainan yang disandang dan persyarat an penerimaan siswa pada sekol ah yang hendak dimasuki;
6. memperol eh penil aian hasil bel aj ar;
8. memperol eh pel ayanan khusus sesuai dengan j enis kel ainan yang disandang.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh Ment eri.
Pasal 19
(1) Pesert a didik sebat as kemampuannya berkewaj iban unt uk:
1. ikut menanggung biaya penyel enggaraan pendidikan, kecual i yang dibebaskan dari kewaj iban t ersebut ;
2. memat uhi ket ent uan perat uran yang berl aku;
3. menghormat i guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i; dan
4. ikut memel ihara sarana dan prasarana sert a kebersihan, ket ert iban dan keamanan sekol ah.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh Ment eri.
BAB X
TENAGA KEPENDIDIKAN
Pasal 20
(1) Tenaga kependidikan pada sat uan pendidikan l uar biasa t erdiri at as t enaga pendidik, pengel ol a sat uan pendidikan, pengawas, penel it i dan pengembang di bi dang pendidikan, pust akawan, l aboran dan t eknisi sumber bel aj ar.
guru pada sat uan pendidikan l uar biasa.
BAB XI PENILAIAN
Pasal 21
(1) Penil aian pendidikan l uar biasa disel enggarakan unt uk memperol eh ket erangan t ent ang proses bel aj ar-mengaj ar, kegiat an rehabil it asi, dan upaya pencapaian t uj uan pendidikan l uar biasa dal am rangka pembinaan dan pengembangannya, sert a unt uk penent uan akredit asi sat uan pendidikan yang bersangkut an.
(2) Penil aian pendidikan l uar biasa mencakup:
1. kegiat an rehabil it asi;
2. kemampuan bel aj ar anak didik dan siswa;
3. pel aksanaan program bel aj ar dan kurikul um;
4. guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i; dan
5. sat uan pendidikan sebagai sat u kesel uruhan.
Pasal 22
(1) Penil aian kegiat an rehabil it asi dan kegiat an kemaj uan bel aj ar pesert a didik dil akukan unt uk menget ahui perkembangan dan hasil bel aj ar pesert a didik.
(2) Penil aian hasil bel aj ar siswa pada akhir pendidikan pada sat uan pendidikan l uar biasa dil akukan unt uk memberi Surat Tanda Tamat Bel aj ar.
membant u perkembangan pesert a didik dan memperol eh ket erangan t ent ang mut u pendidikan l uar biasa secara nasional .
(4) Penil aian sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dil aksanakan berdasarkan t uj uan dan isi kurikul um sert a program rehabil it asi yang berl aku.
Pasal 23
Penil aian kurikul um dan program rehabil it asi dil akukan unt uk menget ahui kesesuaian kurikul um pendidikan l uar biasa dengan dasar, f ungsi, dan t uj uan pendidikan nasional , kemampuan siswa dan kesesuaiannya dengan t unt ut an perkembangan yang t erj adi dal am masyarakat dan dil akukan secara berkal a.
Pasal 24
(1) Penil aian t erhadap guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i dil akukan unt uk menget ahui kemampuan dan kewenangan prof esional .
(2) Hasil penil aian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan unt uk:
1. pembinaan dan pengembangan guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i;
2. penyempurnaan kurikul um dan pengel ol aan program pendidikan guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i.
Pasal 25
(2) Penil aian sat uan pendidikan l uar biasa sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) mel iput i segi-segi:
1. kel embagaan;
2. program bel aj ar dan kurikul um;
3. program rehabil it asi;
4. anak didik dan siswa;
5. guru, t enaga kependidikan l ainnya dan t enaga ahl i;
6. sarana dan prasarana;
7. administ rasi; dan
8. keadaan umum pada sat uan pendidikan l uar biasa yang bersangkut an.
(3) Hasil penil aian sebagaimana di maksud dal am ayat (2) digunakan unt uk akredit asi dan pembinaan sat uan pendidikan l uar biasa yang bersangkut an.
Pasal 26
(1) Penil aian dil aksanakan ol eh guru, kepal a sekol ah, pengawas, t enaga kependidikan l ainnya, dan t enaga ahl i sert a aparat st rukt ural / f ungsional yang berkait an.
(2) Guru berkewaj iban menil ai kegiat an kemaj uan bel aj ar anak didik dan siswa sert a pel aksanaan program kegiat an bel aj ar dan kurikul um yang berada dal am wewenang dan t anggung j awabnya.
(3) Kepal a Sekol ah sat uan pendidikan l uar biasa berkewaj iban menil ai kurikul um, guru, t enaga kependidikan l ainnya, t enaga ahl i sert a sarana dan prasarana dal am l ingkungan sat uan pendidikan yang berada dal am wewenang dan t anggung j awabnya.
administ rasi sat uan pendidikan l uar biasa yang berada dal am wewenang dan t anggung j awabnya.
(5) Tenaga kependidikan l ainnya yang t erkait berkewaj iban menil ai pel aksanaan kegiat an di bidang yang menj adi t anggung j awab masing-masing.
(6) Tenaga ahl i berkewaj iban menil ai pel aksanaan kegiat an rehabil it asi yang menj adi t anggung j awab masing-masing.
(7) Pej abat st rukt ural / f ungsional berkewaj iban menil ai perencanaan dan pel aksanaan pendidikan dan program rehabil it asi yang berkait an dengan pembinaan dan pengembangan sat uan pendidikan l uar biasa yang berada dal am wewenang dan t anggung j awabnya.
Pasal 27
Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am Pasal 22, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 25, dan Pasal 26 diat ur ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
BAB XII
BIMBINGAN DAN REHABILITASI
Pasal 28
(1) Bimbingan merupakan bant uan yang diberikan kepada pesert a didik dal am rangka upaya menemukan pribadi, mengat asi masal ah yang disebabkan ol eh kel ainan yang disandang, mengenal l ingkungan dan merencanakan masa depan.
(2) Bimbingan diberikan ol eh guru pembimbing.
Pert imbangan Ment eri t erkait .
Pasal 29
(1) Rehabil it asi merupakan upaya bant uan medik, sosial dan ket erampil an yang diberikan kepada pesert a didik agar mampu mengikut i pendidikan.
(2) Rehabil it asi medik mel iput i usaha penyembuhan/ pemul ihan kesehat an penyandang kel ainan sert a pemberian al at penggant i dan/ at au al at pembant u t ubuh.
(3) Pel aksanaan rehabil it asi medik sebagaimana dimaksud dal am ayat (2) diat ur ol eh Ment eri yang bert anggung j awab di bidang kesehat an.
(4) Rehabil it asi sosial mel iput i usaha pemberian bimbingan sosial kepada pesert a didik yang mencakup pcngarahan pada penyesuaian diri dan pengembangan pribadi secara waj ar.
(5) Pel aksanaan rehabil it asi sosial sebagaimana dimaksud dal am ayat (4) diat ur ol eh Ment eri yang bert anggung j awab di bidang sosial .
(6) Rehabil it asi diberikan ol eh ahl i t erapi f isik, ahl i t erapi bicara, dokt er umum, dokt er spesial is, ahl i psikol ogi, perawat dan pekerj a sosial .
BAB XIII SUMBER DAYA
Pasal 30
(1) Pemerint ah at au badan penyel enggara sat uan pendidikan l uar biasa bert anggung j awab at as biaya penyel enggaraan pendidikan dan sat uan pendidikan yang bersangkut an.
(2) Pembiayaan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) mel iput i:
1. gaj i guru, t enaga kependidikan l ainnya, t enaga ahl i dan t enaga administ rasi;
2. pengadaan sert a pemel iharaan sarana dan prasarana; dan
3. penyel enggaraan pendidikan dan rehabil it asi.
BAB XIV PENGAWASAN
Pasal 31
(1) Pengawasan t erhadap sat uan pendidikan l uar biasa yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah at au masyarakat dal am rangka pembinaan, pengembangan, pel ayanan, dan peningkat an mut u sert a perl indungan bagi sat uan pendidikan l uar biasa dil akukan ol eh Ment eri.
(2) Pengawasan mel iput i segi t eknis kependidikan dan pel aksanaan kegiat an rehabil it asi pada sat uan pendidikan l uar biasa yang bersangkut an.
Pasal 32
Ment eri berwenang mengambil t indakan administ rat if t erhadap penyel enggara sat uan pendidikan l uar biasa yang mel akukan pel anggaran t erhadap perat uran perundang-undangan yang berl aku.
BAB XV PENGEMBANGAN
Pasal 33
(1) Pada sat uan pendidikan l uar biasa dapat dil akukan upaya unt uk mengembangkan gagasan baru yang diperl ukan dal am rangka peningkat an pendidikan dan perbaikan pel ayanan rehabil it asi.
(2) Sat uan pendidikan l uar biasa dapat memberi pel uang kepada para penel it i dan pengembang di bidang pendidikan unt uk mel akukan penel it ian dan/ at au upaya l ain dal am rangka penyempurnaan pendidikan l uar biasa dan rehabil it asi.
(3) Kegiat an sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan ayat (2) dil aksanakan dengan t idak mengurangi kel angsungan penyel enggaraan pendidikan dan rehabil it asi pada sat uan pendidikan l uar biasa yang bersangkut an.
BAB XVI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 34
Semua ket ent uan yang mengat ur pendidikan l uar biasa yang ada pada saat diundangkannya Perat uran Pemerint ah ini masih t et ap berl aku sepanj ang t idak bert ent angan dan bel um digant i berdasarkan Perat uran Pemerint ah ini.
BAB XVII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 35
Perat uran Pemerint ah ini mul ai berl aku pada t anggal diundangkan. Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Perat uran Pemerint ah ini dengan penempat annya dal am Lembaran Negara Republ ik Indonesia.
Dit et apkan di Jakart a
pada t anggal 31 Desember 1991
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
t t d
Diundangkan di Jakart a
pada t anggal 31 Desember 1991
MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA
t t d
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 1991
TENTANG
PENDIDIKAN LUAR BIASA
UMUM
Dal am sist em pendidikan nasional diadakan pengat uran pendidikan khusus yang disel enggarakan unt uk pesert a didik yang menyandang kel ainan f isik dan/ at au ment al .
Pesert a didik yang menyandang kel ainan demikian j uga berhak memperol eh pendidikan yang l ayak, sebagaimana diamanat kan dal am Undang-Undang Dasar 1945 yang dal am hal ini menyat akan dengan singkat t api j el as bahwa "Tiap-t iap warga negara berhak mendapat pengaj aran", dan yang dit egaskan dal am Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional yang menyat akan bahwa "Set iap warga negara", t ermasuk warga negara berkel ainan, "mempunyai hak yang sama unt uk memperol eh pendidikan".
Hak masing-masing warga negara unt uk memperol eh pendidikan dapat diart ikan sebagai hak unt uk "memperol eh penget ahuan, kemampuan dan ket erampil an yang sekurang-kurangnya set ara dengan penget ahuan, kemampuan dan ket erampil an t amat an pendidikan dasar".
Pada umumnya masing-masing pesert a didik yang menyandang kel ainan menunt ut perhat ian dan pel ayanan pendidikan yang l ebih khusus dan upaya rehabil it asi daripada pesert a didik biasa. Upaya rehabil it asi yang seharusnya diadakan bagi pesert a didik yang berkel ainan disebut pendidikan l uar biasa.
Perat uran Pemerint ah ini pada dasarnya dirumuskan secara umum agar t erbuka kel el uasaan bagi para t enaga kependidikan dan ahl i rehabil it asi yang bersangkut an unt uk menyesuaikan pel ayanan masing-masing dengan kebut uhan khas pesert a didik yang menyandang kel ainan.
Perat uran Pemerint ah ini j uga diadakan agar kel uarga, Pemerint ah dan masyarakat menget ahui hak dan kewaj iban masing-masing dal am upaya pengadaan, penyel enggaraan dan pengembangan pendidikan l uar biasa di wil ayah Republ ik Indonesia.
PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup j el as
Pasal 2
a. Pengembangan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya:
1. memperkuat keimanan dan ket aqwaan;
2. membiasakan berperil aku yang baik;
3. memberikan penget ahuan dan ket erampil an dasar;
4. memel ihara kesehat an j asmani dan rohani;
5. memberikan kemampuan unt uk bel aj ar; dan
6. mengembangkan kepribadian yang mant ap dan mandiri.
masyarakat sekurang-kurangnya mencakup upaya unt uk:
1. memperkuat kesadaran hidup beragama dal am masyarakat ;
2. menumbuhkan rasa t anggung j awab dal am l ingkungan hidup; dan
3. memberikan penget ahuan dan ket erampil an dasar yang diperl ukan unt uk berperan sert a dal am kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.
c. Mempersiapkan siswa unt uk dapat memil iki ket erampil an sebagai bekal unt uk memasuki dunia kerj a.
d. Mempersiapkan anak didik dan siswa unt uk mengikut i pendidikan l anj ut an dal am menguasai isi kurikul um yang diisyarat kan.
Pasal 3
Ayat (1)
Dal am pengert ian kel ainan ment al t ermasuk kel ainan/ gangguan sosial at au t una l aras.
Ayat (2)
Angka 1
Tuna net ra adal ah kerusakan at au cacat mat a yang mengakibat kan seseorang t idak dapat mel ihat / but a. Termasuk t una net ra adal ah seseorang yang kurang daya pengl ihat annya.
Angka 2
Tuna rungu adal ah kerusakan at au cacat pendengaran yang mengakibat kan seseorang t ak dapat mendengar at au t ul i at au pekak. Termasuk disini seseorang yang kurang daya pendengarannya.
Angka 3
Ayat (3)
Tuna grahit a adal ah ket erbel akangan ment al , t ermasuk disini yang ket erbel akangan ment al ringan dan ket erbel akangan ment al sedang.
Ayat (4)
Tuna l aras adal ah gangguan at au hambat an at au kel ainan t ingkah l aku sehingga kurang dapat menyesuaikan diri dengan baik t erhadap l ingkungan kel uarga, sekol ah, dan masyarakat .
Ayat (5)
Kel ainan ganda adal ah gabungan kel ainan f isik dan ment al .
Pasal 4
Angka 1
Sekol ah Dasar Luar Biasa adal ah bent uk sat uan pendidikan bagi penyandang kel ainan yang menyiapkan siswanya unt uk dapat mengikut i program Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa at au Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama.
Angka 2
Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa adal ah bent uk sat uan pendidikan bagi penyandang kel ainan yang menyiapkan siswanya dal am kehidupan bermasyarakat dan memberi kemungkinan unt uk mel anj ut kan pendidikan ke t ingkat sel anj ut nya.
Angka 3
Sekol ah Menengah Luar Biasa adal ah bent uk sat uan pendidikan bagi penyandang kel ainan yang menyiapkan siswanya agar memil iki ket erampil an yang dapat menj adi bekal sumber mat a pencaharian sehingga dapat mandiri di masyarakat at au unt uk dapat mel anj ut kan ke j enj ang pendidikan t inggi.
Cukup j el as
Pasal 5
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Pasal 6
Ayat (1)
Taman Kanak-kanak Luar Biasa adal ah bent uk sat uan pendidikan bagi penyandang kel ainan usia t iga-enam t ahun sebagai upaya pel ayanan secara dini agar mereka memperol eh kesiapan f isik, ment al , sosial dan emosi unt uk dapat mengikut i program pendidikan pada Sekol ah Dasar Luar Biasa.
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 7
Ayat (1)
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Bil amana dal am penyel enggaraan sat uan pendidikan l uar biasa bel um t erdapat t enaga ahl i, program rehabil it asi dapat dil akukan ol eh seorang guru pendidikan l uar biasa.
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Angka 5
Program rehabil it asi pada sat uan pendidikan l uar biasa merupakan sat u kesat uan program pendidikan.
Angka 6
Cukup j el as
Angka 7
Cukup j el as
Angka 8
Cukup j el as
Angka 9
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Dal am membuat perat uran pel aksanaan, Ment eri dapat mempert imbangkan kemungkinan pemberian kel onggaran bagi daerah-daerah yang bel um memenuhi persyarat an yang berl aku.
Pasal 8
Ayat (1)
Angka 1
Cukup j el as
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 9
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 10
Cukup j el as
Pasal 11
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Cukup j el as
Ayat (6)
Cukup j el as
Ayat (7)
Cukup j el as
Pasal 12
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 13
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 14
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
Cukup j el as
Pasal 15
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 16
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
isi kurikul um t ersebut harus t et ap dibedakan sesuai dengan kemampuannya.
Ayat (4)
Lihat penj el asan ayat (3)
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
Cukup j el as
Pasal 17
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Syarat t amat dari sat uan pendidikan yang sederaj ad at au set ara disini, dimaksudkan unt uk memungkinkan seseorang yang t el ah t amat pendidikan Paket A pada sat uan pendidikan l uar sekol ah at au pendidikan sekol ah yang sederaj ad dengan sekol ah dasar, misal nya, madrasah ibt idaiyah mengikut i Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama Luar Biasa.
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Pasal 18
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Sat uan pendidikan l uar biasa yang memil iki kekhususan at as dasar agama t ert ent u t idak berkewaj iban menyel enggarakan pendidikan agama l ain daripada agama yang merupakan kekhususan sekol ah yang bersangkut an.
Angka 3
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Angka 5
Cukup j el as
Angka 6
Cukup j el as
Angka 7
Cukup j el as
Angka 8
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 19
Ayat (1)
Angka 1
Angka 2
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 20
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Tenaga pendidik yang dimaksud pada ayat ini mel iput i j uga anggot a masyarakat yang t idak dididik khusus sebagai t enaga pendidik l uar biasa t et api mempunyai kemampuan (keahl ian) t ert ent u yang dapat dimanf aat kan ol eh pesert a didik dal am kegiat an bel aj ar.
Pasal 21
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Cukup j el as
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Angka 5
Cukup j el as
Pasal 22
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Pasal 23
Penil aian pel aksanaan kurikul um mencakup penil aian sarana dan prasarana pendidikan sert a sarana dan prasarana rehabil it asi.
Pasal 24
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan kewenangan prof esional adal ah kewenangan mel akukan pekerj aan mengaj ar berdasarkan kepat ut an yang diberikan ol eh pej abat yang berwenang.
Ayat (2)
Angka 1
Angka 2
Cukup j el as
Pasal 25
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Angka 5
Cukup j el as
Angka 6
Cukup j el as
Angka 7
Cukup j el as
Angka 8
Cukup j el as
Ayat (3)
Pasal 26
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
Cukup j el as
Ayat (7)
Cukup j el as
Pasal 27
Cukup j el as
Pasal 28
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Cukup j el as
Pasal 29
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
Dokt er spesial is t erdiri at as dokt er ahl i syaraf , dokt er ahl i mat a, dokt er ahl i t el inga, hidung dan t enggorokan, dokt er ahl i penyakit j iwa, dan dokt er ahl i ort hopedik (bedah t ul ang).
Ayat (7)
Cukup j el as
Pasal 30
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Angka 1
Cukup j el as
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Pasal 31
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 32
Cukup j el as
Pasal 33
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Pasal 34
Pasal 35