NOMOR 7 3 TAHUN 1 9 9 1 TENTANG
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : bahwa sebagai pel aksanaan ket ent uan Pasal 10 ayat (5) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional , dipandang perl u menet apkan Perat uran Pemerint ah t ent ang Pendidikan Luar Sekol ah;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390);
MEMUTUSKAN :
Menet apkan : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dal am Perat uran Pemerint ah ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan l uar sekol ah adal ah pendidikan yang disel enggarakan di l uar sekol ah baik dil embagakan maupun t idak.
3. Kel ompok bel aj ar adal ah sat uan pendidikan l uar sekol ah yang t erdiri at as sekumpul an warga masyarakat yang sal ing membel aj arkan pengal aman dan kemampuan dal am rangka meningkat kan mut u dan t araf kehidupan.
4. Kursus adal ah sat uan pendidikan l uar sekol ah yang t erdiri at as sekumpul an warga masyarakat yang memberikan penget ahuan, ket erampil an dan sikap ment al t ert ent u bagi warga bel aj ar.
5. Ment eri adal ah Ment eri Pendidikan dan Kebudayaan.
6. Ment eri l ain adal ah Ment eri yang bert anggung j awab at as penyel enggaraan sat uan pendidikan l uar sekol ah di l uar l ingkungan Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan.
7. Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen adal ah Pimpinan Lembaga Pernerint ah Non Depart emen yang bert anggung j awab at as penyel enggaraan sat uan pendidikan l uar sekol ah.
BAB II TUJUAN
Pasal 2
Pendidikan l uar sekol ah bert uj uan:
1. Mel ayani warga bel aj ar supaya dapat t umbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanj ang hayat nya guna meningkat kan mart abat dan mut u kehidupannya;
2. Membina warga bel aj ar agar memil iki penget ahuan, ket erampil an dan sikap ment al yang diperl ukan unt uk mengembangkan diri, bekerj a mencari naf kah at au mel anj ut kan ke t ingkat dan/ at au j enj ang pendidikan yang l ebih t inggi; dan
BAB III JENIS PENDIDIKAN
Pasal 3
(1) Jenis pendidikan l uar sekol ah t erdiri at as pendidikan umum, pendidikan keagamaan, pendidikan j abat an kerj a, pendidikan kedinasan dan pendidikan kej uruan.
(2) Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengut amakan perl uasan dan peningkat an ket erampil an dan sikap warga bel aj ar dal am bidang t ert ent u.
(3) Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan warga bel aj ar unt uk dapat menj al ankan peranan yang menunt ut penguasaan khusus t ent ang aj aran agama yang bersangkut an.
(4) Pendidikan j abat an kerj a merupakan pendidikan yang berusaha meningkat kan penget ahuan, kemampuan dan sikap warga bel aj ar unt uk memenuhi persyarat an pekerj aan t ert ent u pada sat uan kerj a yang bersangkut an.
(5) Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan yang berusaha meningkat kan kemampuan dal am pel aksanaan t ugas kedinasan unt uk pegawai at au cal on pegawai suat u Depart emen at au Lembaga Pemerint ah Non Depart emen.
(6) Pendidikan kej uruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan warga bel aj ar unt uk dapat bekerj a dal am bidang t ert ent u.
BAB IV
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pasal 4
Persyarat an unt uk menyel enggarakan pendidikan dit et apkan ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 5
(1) Penyel enggara pendidikan l uar sekol ah dapat t erdiri at as Pemerint ah, badan, kel ompok at au perorangan yang bert anggung j awab at as pel aksanaan j enis pendidikan l uar sekol ah yang disel enggarakannya.
(2) Masyarakat dapat menyel enggarakan semua j enis pendidikan l uar sekol ah kecual i pendidikan kedinasan.
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan ayat (2) diat ur ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pcmerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
BAB V
TENAGA KEPENDIDIKAN
Pasal 6
(1) Tenaga kependidikan pada pendidikan l uar sekol ah t erdiri at as t enaga pendidik, pengel ol a sat uan pendidikan, penil ik, penel it i dan pengembang dibidang pendidikan, pust akawan, l aboran, t eknisi sumber bel aj ar dan penguj i.
l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 7
(1) Tenaga pendidik t erdiri at as t enaga yang mel aksanakan kegiat an pendidikan baik dengan maupun t anpa memil iki kual if ikasi sebagai t enaga pendidik.
(2) Tenaga pendidik yang memil iki kual if ikasi t ert ent u t erdiri at as t enaga yang memil iki t anda kemampuan dan kewenangan yang disahkan ol eh Pemerint ah maupun yang t idak disahkan.
(3) Jenis t enaga pendidik yang memerl ukan pengesahan Pemerint ah dit et apkan ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan
Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 8
(1) Tenaga Pendidik t ert ent u yang karena kebut uhan kual if ikasi t ert ent u, diwaj ibkan mendaf t arkan diri pada inst ansi yang dit unj uk ol eh Ment eri at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen.
BAB VI WARGA BELAJAR
Pasal 9
(1) Set iap orang dapat menj adi warga bel aj ar baik dengan maupun t anpa memenuhi persyarat an t ert ent u.
(2) Persyarat an umum yang harus dipenuhi unt uk menj adi warga bel aj ar pada sat uan pendidikan l uar sekol ah t ert ent u dit et apkan ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 10
(1) Warga bel aj ar mempunyai hak:
1. bel aj ar secara mandiri;
2. memperol eh perl indungan t erhadap perl akuan yang t idak waj ar dari t enaga kependidikan at au l embaga penyel enggara pendidikan yang bersangkut an;
3. memperol eh penil aian hasil bel aj arnya;
4. pindah ke j al ur pendidikan sekol ah bil amana memenuhi persyarat an sat uan pendidikan yang hendak dimasuki.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 11
1. ikut menanggung biaya penyel enggaraan pendidikan, kecual i warga bel aj ar yang dibebaskan dari kewaj iban t ersebut ol eh penyel enggara sat uan pendidikan yang bersangkut an;
2. memat uhi ket ent uan perat uran yang berl aku;
3. menghormat i t enaga kependidikan;
4. ikut memel ihara sarana dan prasarana sert a kebersihan, ket ert iban dan keamanan pada sat uan pendidikan l uar sekol ah yang bersangkut an.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
BAB VII KURIKULUM
Pasal 12
(1) Kurikul um merupakan suat u pedoman kegiat an bimbingan pengaj aran dan/ at au pel at ihan yang dil aksanakan unt uk mencapai kemampuan t ert ent u.
(2) Kurikul um sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dapat t ert ul is dan t idak t ert ul is.
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (2) diat ur ol eh Ment eri, Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Pasal 13
Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
(2) Kurikul um yang t idak t ermasuk dal am ayat (1) dit et apkan ol eh penyel enggara sat uan pendidikan yang berdasarkan ket ent uan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 t ent ang Sist em Pendidikan Nasional .
BAB VIII
BENTUK SATUAN PENDIDIKAN
Bagian Kesat u Kursus
Pasal 14
(1) Kursus disel enggarakan bagi warga bel aj ar yang memerl ukan bekal unt uk mengembangkan diri, bekerj a mencari naf kah dan/ at au mel anj ut kan ke t ingkat at au j enj ang pendidikan yang l ebih t inggi.
(2) Warga bel aj ar pada kursus yang menyel enggarakan program Paket A dan B dimungkinkan unt uk pindah ke j al ur pendidikan sekol ah.
Pasal 15
(1) Kursus dapat disel enggarakan dal am 3 (t iga) t ingkat kemampuan yait u, t ingkat dasar, t ingkat menengah dan t ingkat at as.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) diat ur ol eh penyel enggara sat uan pendidikan yang bersangkut an.
Pasal 16
(1) Kursus harus memil iki sej uml ah warga bel aj ar, t enaga kependidikan, kurikul um dan al at penunj ang bel aj ar.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan t at a cara pendirian kursus yang menyel enggarakan pendidikan umum dan pendidikan kej uruan dit et apkan ol eh Ment eri.
(3) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan t at a cara pendirian kursus yang menyel enggarakan pendidikan keagamaan dit et apkan ol eh Ment eri Agama set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
(4) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan t at a cara pendirian kursus yang menyel enggarakan pendidikan j abat an kerj a dit et apkan ol eh Ment eri Tenaga Kerj a set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
(5) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dan t at a cara pendirian kursus yang menyel enggarakan pendidikan kej uruan dit et apkan ol eh Ment eri, at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen set el ah berkonsul t asi dengan Ment eri.
Bagian Kedua Kel ompok Bel aj ar
Pasal 17
Kel ompok bel aj ar disel enggarakan bagi sekumpul an warga bel aj ar dengan sal ing membel aj arkan unt uk mengembangkan diri, bekerj a dan/ at au mel anj ut kan ke t ingkat dan/ at au j enj ang pendidikan yang l ebih t inggi.
Pasal 18
(1) Pendidikan l uar sekol ah yang set ara dengan pendidikan dasar disel enggarakan pada kel ompok bel aj ar Paket A dan kel ompok bel aj ar Paket B.
(2) Kel ompok bel aj ar Paket A disel enggarakan bagi sekumpul an warga bel aj ar unt uk memperol eh pendidikan set ara dengan Sekol ah Dasar.
(3) Kel ompok bel aj ar Paket B disel enggarakan bagi sekumpul an warga bel aj ar unt uk memperol eh pendidikan set ara dengan Sekol ah Lanj ut an Tingkat Pert ama.
Bagian Ket iga Sat uan Pendidikan Lain
Pasal 19
Sel ain kursus dan kel ompok bel aj ar, pendidikan l uar sekol ah dapat disel enggarakan dal am bent uk Kel ompok Bermain, Penit ipan Anak, dan sat uan pendidikan sej enis yang dit et apkan ol eh Ment eri.
BAB IX PENILAIAN
Pasal 20
(1) Terhadap hasil bel aj ar warga bel aj ar dapat diadakan penil aian yang dapat dinyat akan dengan surat ket erangan l ul us, ij asah at au sert if ikat .
(2) Terhadap sat uan pendidikan yang memerl ukan pengesahan dari Pemerint ah diadakan penil aian.
BAB X PEMBINAAN
Pasal 21
(1) Pembinaan pendidikan l uar sekol ah sebagai bagian dari sist em pendidikan nasional baik yang disel enggarakan ol eh Pemerint ah, badan, kel ompok at au perorangan merupakan t anggung j awab Ment eri.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dit et apkan ol eh Ment eri.
Pasal 22
(1) Pembinaan sat uan pendidikan l uar sekol ah yang menyel enggarakan pendidikan umum merupakan t anggung j awab Ment eri.
(2) Pembinaan sat uan pendidikan l uar sekol ah yang menyel enggarakan pendidikan kej uruan merupakan t anggung j awab Ment eri at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen.
(3) Pembinaan sat uan pendidikan l uar sekol ah yang menyel enggarakan pendidikan keagamaan merupakan t anggung j awab Ment eri Agama.
(4) Pembinaan sat uan pendidikan l uar sekol ah yang menyel enggarakan pendidikan j abat an kerj a unt uk memenuhi persyarat an j abat an kerj a t ert ent u merupakan t anggung j awab Ment eri Tenaga Kerj a.
(6) Pembinaan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) mel iput i pemberian bimbingan, dorongan pengayoman dan/ at au bant uan.
(7) Pel aksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dal am ayat (6) dil akukan secara t erkoordinasi.
BAB XI KETENTUAN LAIN
Pasal 23
(1) Perwakil an Republ ik Indonesia di l uar negeri dapat menyel enggarakan dan mengembangkan pendidikan l uar sekol ah sebagai bagian dari sist em pcndidikan nasional bagi warga bel aj ar warga negara Republ ik Indonesia di l uar negeri.
(2) Pel aksanaan ket ent uan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dit et apkan ol eh Kepal a Perwakil an Republ ik Indonesia set empat .
Pasal 24
(1) Warga negara asing yang mengikut i pendidikan di sat uan pendidikan l uar sekol ah yang merupakan bagian dari sist em pendidikan nasional baik di dal am maupun di l uar negeri waj ib menaat i ket ent uan-ket ent uan yang berl aku bagi dan dari sat uan pendidikan l uar sekol ah yang bersangkut an.
Pasal 25
(1) Perwakil an negara asing di wil ayah Republ ik Indonesia dapat menyel enggarakan pendidikan l uar sekol ah dengan ket ent uan t idak bert ent angan dengan kepent ingan nasional dan waj ib memat uhi perat uran perundang-undangan yang berl aku.
(2) Lembaga int ernasional at au badan/ kel embagaan swast a asing di wil ayah Republ ik Indonesia dapat menyel enggarakan pendidikan l uar sekol ah dengan ket ent uan t idak bert ent angan dengan kepent ingan nasional dan waj ib memat uhi perat uran perundang-undangan yang berl aku.
(3) Penyel enggaraan sat uan pendidikan sebagaimana dimaksud dal am ayat (1) dit et apkan ol eh Ment eri Luar Negeri set el ah mendapat pert imbangan dari Ment eri at au Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen.
(4) Penyel enggaraan sat uan pendidikan sebagaimana dimaksud dal am ayat (2) dit et apkan ol eh Ment eri set el ah mendapat pert imbangan dari Ment eri l ain at au Pimpinan Lembaga Pemerint ah Non Depart emen.
BAB XII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 26
BAB XIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 27
Perat uran Pemerint ah ini mul ai berl aku pada t anggal diundangkan.
Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Perat uran Pemerint ah ini dengan penempat annya dal am Lembaran Negara Republ ik Indonesia.
Dit et apkan di Jakart a
pada t anggal 31 Desember 1991
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
t t d
SOEHARTO
Diundangkan di Jakart a
pada t anggal 31 Desember 1991
MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA
t t d
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 1991
TENTANG
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UMUM
Di Negara Republ ik Indonesia, kegiat an pendidikan, baik unt uk memenuhi kebut uhan perorangan maupun masyarakat , bangsa dan negara, dibagi dal am dua gol ongan sebagai bagian dari sat u sist em pendidikan nasional , yait u j al ur pendidikan sekol ah dan pendidikan l uar sekol ah.
Pendidikan l uar sekol ah yang sangat mendasar sif at nya adal ah pendidikan kel uarga. Meskipun pendidikan kel uarga amat pent ing, yang bahkan mel et akkan dasar-dasar kesiapan hidup sebagai anggot a masyarakat , pengat urannya merupakan wewenang kel uarga yang bersangkut an.
Kel uarga yang memerl ukan bant uan dal am penyel enggaraan kegiat an pendidikan di l ingkungannya dapat memperol eh bant uan mel al ui keikut sert aan orang t ua dal am kel ompok bel aj ar at au kursus, at au kegiat an bel aj ar dengan menggunakan bahan bel aj ar yang dapat dikaj i sendiri.
memperol eh inf ormasi, penget ahuan, dan ket erampil an.
Kemakmuran yang bert ambah l uas memungkinkan l ebih banyak anggot a masyarakat mel ibat kan diri dal am kegiat an budaya. Banyak kegiat an pendidikan dal am bidang kebudayaan t idak dapat disel enggarakan mel al ui j al ur pendidikan sekol ah.
Banyak kegiat an pendidikan dal am kehidupan keagamaan j uga t idak dapat disel enggarakan dal am j al ur pendidikan sekol ah. Bahkan berbagai bent uk kegiat an pendidikan Pondok Pesant ren, Maj el is Takl im, kel ompok pengaj ian t el ah ada l ama sebel um pendidikan sekol ah diadakan, sedangkan berbagai bent uk pendidikan dal am kehidupan keagamaan yang baru di l uar sekol ah l ahir sebagai akibat t erj adinya perubahan dal am berbagai bidang kehidupan.
Perkembangan indust ri sert a pert umbuhan perusahaan-perusahaan kecil menengah maupun besar menunt ut t ersedianya: 1. t enaga ahl i yang mempunyai kemampuan unt uk menerapkan penget ahuan, dan 2. t enaga kerj a yang t erl at ih unt uk dapat menyel enggarakan kegiat an t ert ent u. Pendidikan sekol ah pada umumnya t idak menghasil kan l ul usan yang siap kerj a, t et api l ul usan yang siap l at ih. Ol eh sebab it u, pendidikan l uar sekol ah j uga merupakan j embat an ant ara pendidikan sekol ah dan dunia kerj a. Berbagai kursus dan bent uk l at ihan kerj a yang l ain memungkinkan l ul usan sekol ah-sekol ah j enis t ert ent u memperol eh kemampuan kerj a yang diperl ukan di dunia kerj a.
t erwuj ud sepenuhnya.
Pendidikan l uar sekol ah seiring dengan pendidikan sekol ah memungkinkan manusia Indonesia sepanj ang hayat nya mendapat kesempat an unt uk memperol eh pendidikan bil amana ia memerl ukannya.
Kebanyakan kegiat an pendidikan l uar sekol ah disel enggarakan at as prakarsa dan upaya masyarakat sesuai dengan kebut uhan dan kemampuan pihak-pihak yang bersangkut an. Pel uang amat l uas dal am j al ur pendidikan l uar sekol ah unt uk mengaj ar, membimbing dan/ at au mel at ih di sat u pihak sert a unt uk bel aj ar dan berl at ih di l ain pihak memungkinkan unt uk memperol eh pendidikan yang t idak dapat diperol eh di j al ur pendidikan sekol ah. Sist em pendidikan nasional memungkinkan pesert a didik yang memenuhi persyarat an dengan mudah dapat berpindah dari j al ur pendidikan l uar sekol ah ke j al ur pendidikan sekol ah dan sebal iknya.
Upaya Pemerint ah di j al ur pendidikan l uar sekol ah t erwuj ud sebagai program-program pendidikan masyarakat , sepert i program pemberant asan but a aksara l at in dan angka, but a bahasa Indonesia dan but a pendidikan dasar, sert a pemberian bant uan keuangan dan pembinaan kepada sat uan pendidikan yang memerl ukannya bil amana memenuhi persyarat an yang dit et apkan.
PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup j el as
Pasal 2
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Jenj ang adal ah j enj ang sebagaimana dimaksud dal am j al ur pendidikan sekol ah.
Angka 3
Unt uk mencapai t uj uan sebagaimana dimaksud dal am Pasal ini, penyel enggaraan pendidikan l uar sekol ah berpedoman pada t uj uan pendidikan nasional .
Pasal 3
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
Cukup j el as
Ayat (7)
Cukup j el as
Pasal 4
Cukup j el as
Pasal 5
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 6
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Pasal 7
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 8
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 9
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Sat uan pendidikan sebagaimana dimaksud dal am ayat ini adal ah sat uan pendidikan yang memerl ukan pengesahan ol eh Pemerint ah.
Pasal 10
Angka 1
Set iap orang dapat memperol eh penget ahuan, kemampuan dan/ at au ket rampil an secara bel aj ar sendiri. Hasil bel aj arnya dapat dinil ai unt uk memperol eh pengakuan keset araan dengan pendidikan pada j enj ang pendidikan dasar at au pendidikan menengah dan kel as t ert ent u di j al ur pendidikan sekol ah.
Angka 2
Cukup j el as
Angka 3
Cukup j el as
Angka 4
Cukup j el as
Ayat (2)
Pengat uran pel aksanaan sebagaimana dimaksud dal am ayat ini mel iput i pul a pengat uran kewenangan dan krit eria penet apan keset araan pendidikan l uar sekol ah dengan pendidikan sekol ah.
Pasal 11
Ayat (1)
Angka 1
Cukup j el as
Angka 2
Cukup j el as
Angka 3
Angka 4
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 12
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 13
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Penyel enggara sebagaimana dimaksud dal am ayat ini mel iput i t enaga pendidik, pengel ol a sat uan pendidikan l uar sekol ah, t enaga ahl i di bidang yang bersangkut an, cal on pemakai ket erampil an l ul usan, dan Pemerint ah.
Pasal 14
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 15
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Kursus sebagaimana dimaksud dal am ayat ini adal ah kursus yang memerl ukan pengesahan Pemerint ah.
Pasal 16
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Cukup j el as
Pasal 17
Cukup j el as
Pasal 18
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Pasal 19
Kel ompok Bermain dan Penit ipan Anak merupakan sat uan pendidikan l uar sekol ah sebagaimana dit et apkan dal am Perat uran Pemerint ah Nomor 27 Tahun 1990 t ent ang Pendidikan Prasekol ah. Sat uan pendidikan yang sej enis sebagaimana dimaksud dal am ayat ini, misal nya padepokan pencaksil at , sanggar kesenian, pant i/ bal ai l at ihan, bengkel / t eat er dan sebagainya.
Pasal 20
Ayat (1)
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 21
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 22
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Ayat (4)
Cukup j el as
Ayat (5)
Cukup j el as
Ayat (6)
sat uan pendidikan l uar sekol ah.
Ayat (7)
Cukup j el as
Pasal 23
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 24
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Pasal 25
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Cukup j el as
Pasal 26
Cukup j el as
Pasal 27