NOMOR 3 4 TAHUN 1 9 9 1 TENTANG
TATA CARA PERMINTAAN PATEN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan sist em pat en sebagaimana diat ur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 t ent ang Pat en diperlukan ket ent uan mengenai t at a cara permint aan pat en yang sederhana t et api dapat secara ef ekt if mewuj udkan sist em pat en t ersebut ;
b. bahwa sehubungan dengan maksud t ersebut pada huruf a, dipandang perlu menet apkan ket ent uan mengenai t at a cara permint aan pat en dalam Perat uran Pemerint ah;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945
2. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 t ent ang Pat en (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3398);
MEMUTUSKAN :
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Perat uran Pemerint ah ini yang dimaksud dengan:
1. Undang-undang Pat en adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 t ent ang Pat en.
2. Deskripsi at au uraian penemuan adalah penj elasan t ert ulis mengenai cara melaksanakan suat u penemuan sehingga dapat dimengert i oleh seseorang yang ahli di bidang penemuan t ersebut .
3. Klaim adalah uraian t ert ulis mengenai int i penemuan at au bagian-bagian t ert ent u dari suat u penemuan yang dimint akan perlindungan hukum dalam bent uk pat en.
4. Gambar adalah gambar t eknik suat u penemuan yang memuat t anda-t anda, simbol, huruf , angka, bagan, at au diagram yang menj elaskan bagian-bagian dari penemuan.
5. Abst raksi adalah uraian singkat mengenai suat u penemuan yang merupakan ringkasan dari pokok-pokok penj elasan deskripsi, klaim at aupun gambar.
6. Ment eri adalah Ment eri yang lingkup t ugas dan t anggungj awabnya meliput i pembinaan pat en.
BAB II
PERMINTAAN PATEN
Bagian Pert ama
Cara Pengaj uan Permint aan Pat en
Pasal 2
1) Permint aan pat en diaj ukan kepada Kant or Pat en secara t ert ulis dalam bahasa Indonesia dan disert ai pembayaran biaya permint aan pat en yang besarnya dan t at a cara pembayarannya dit et apkan oleh Ment eri.
(2) Kecuali sebagaimana diat ur secara khusus dalam Pasal 28 Undang-undang Pat en, permint aan pat en dapat diaj ukan sendiri oleh penemu at au orang yang berhak at as penemuan at au melalui Konsult an Pat en selaku kuasa.
(3) Dalam hal permint aan pat en diaj ukan oleh kuasa, maka hal t ersebut waj ib dilengkapi dengan surat kuasa.
(4) Apabila permint aan pat en diaj ukan oleh orang yang bukan penemu, permint aan t ersebut harus disert ai pernyat aan yang dilengkapi bukt i yang cukup bahwa ia berhak at as penemuan yang bersangkut an.
(5) Dokumen permint aan pat en dapat disampaikan secara langsung di Kant or Pat en at au dikirim melalui j asa pos.
Pasal 3
lainnya, waj ib dilengkapi dengan pernyat aan t ert ulis yang berisikan perset uj uan penemu lainnya t erhadap pengaj uan permint aan pat en t ersebut ;
(2) Permint aan pat en unt uk sat u penemuan yang diaj ukan melalui kuasa unt uk dan at as nama penemu at au para penemu, waj ib dilengkapi dengan surat kuasa dari penemu at au para penemu yang bersangkut an.
(3) Permint aan pat en unt uk sat u penemuan yang diaj ukan oleh orang yang berhak at as penemuan yang j uga bert indak unt uk dan at as nama orang lain yang j uga berhak at as penemuan, waj ib dilengkapi dengan bukt i t ert ulis bahwa mereka secara bersama-sama berhak at as penemuan dan pernyat aan t ert ulis yang berisikan perset uj uan t erhadap pengaj uan permint aan pat en dari orang lainnya yang j uga berhak.
(4) Permint aan pat en unt uk sat u penemuan yang diaj ukan melalui kuasa unt uk dan at as nama sat u orang at au lebih yang berhak at as penemuan, waj ib dilengkapi surat kuasa dari orang at au orang-orang yang berhak at as penemuan dan bukt i t ert ulis bahwa mereka secara bersama-sama berhak at as penemuan t ersebut .
Bagian Kedua
Surat Permint aan Unt uk Mendapat kan Pat en
Pasal 4
Permint aan pat en t erdiri dari:
a. surat permint aan unt uk mendapat kan pat en;
b. deskripsi t ent ang penemuan;
c. sat u at au lebih klaim yang t erkandung dalam penemuan;
d. sat u at au lebih gambar yang disebut dalam deskripsi yang diperlukan unt uk memperj elas;
e. abst raksi t ent ang penemuan.
Pasal 5
Surat permint aan unt uk mendapat kan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a dit andat angani oleh orang yang mengaj ukan permint aan pat en dan diaj ukan dengan menggunakan bent uk yang cont ohnya dit ent ukan oleh Ment eri sert a memuat :
a. t anggal, bulan dan t ahun surat permint aan;
b. nama lengkap dan alamat j elas orang yang mengaj ukan permint aan pat en;
c. nama lengkap dan kewarganegaraan penemu;
d. nama lengkap dan alamat kuasa apabila permint aan pat en diaj ukan melalui Konsult an Pat en;
Bagian Ket iga
Penerimaan Dokumen Permint aan Pat en
Pasal 6
(1) Kant or Pat en memberikan t anda penerimaan dokumen permint aan pat en yang berisikan nomor, t anggal dan wakt u penerimaan sert a mencat at nya dalam buku khusus yang disediakan unt uk it u.
(2) Ket ent uan lebih lanj ut mengenai cara penerimaan dokumen permint aan pat en diat ur oleh Ment eri.
Bagian Keempat
Pemecahan Permint aan Pat en
Pasal 7
Dengan memperhat ikan ket ent uan bahwa sat u permint aan pat en hanya dapat diaj ukan unt uk sat u penemuan, maka:
a. permint aan pat en yang t elah diaj ukan dapat dipecah menj adi dua permint aan at au lebih apabila diket ahui bahwa permint aan pat en t ersebut mencakup dua at au lebih penemuan;
Pasal 8
(1) Pemecahan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, diaj ukan secara t ert ulis kepada Kant or Pat en.
(2) Permint aan pemecahan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dit olak apabila t erhadap permint aan pat en t ersebut t elah selesai dilakukan pemeriksaan subst ant if .
(3) Dalam hal permint aan pemecahan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diset uj ui, maka pengaj uan dokumen permint aan pat en hasil, pemecahan t ersebut harus t elah dit erima oleh Kant or Pat en selambat -lambat nya 3 (t iga) bulan t erhit ung sej ak t anggal diset uj uinya permint aan pemecahan.
(4) Bat as wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) j uga berlaku unt uk pemenuhan biaya-biaya yang berkait an dengan pemecahan permint aan pat en.
Pasal 9
(1) Dalam hal Kant or Pat en menyet uj uinya, masing-masing permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b dapat pula diaj ukan dengan menggunakan hak priorit as, apabila permint aan semula sebelum dipecah t elah diaj ukan dengan hak priorit as.
Pasal 10
(1) Pemecahan permint aan pat en dapat pula dilakukan at as saran t ert ulis Kant or Pat en.
(2) Apabila saran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diset uj ui, maka penyerahan dokumen t ert ent u yang diperlukan sebagai akibat dari pemecahan permint aan pat en dilakukan selambat lambat nya 3 (t iga) bulan t erhit ung sej ak t anggal penyampaian saran t ert ulis oleh Kant or Pat en.
(3) Bat as wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) j uga berlaku unt uk pemenuhan biaya-biaya yang berkait an dengan pemecahan permint aan pat en.
Bagian Kelima
Perubahan Permint aan Pat en
Pasal 11
Perubahan permint aan pat en dari permint aan pat en biasa menj adi pat en sederhana at au sebaliknya, dimungkinkan dengan ket ent uan:
a. mengaj ukan permint aan t ert ulis kepada Kant or Pat en;
Pasal 12
Permint aan perubahan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dit olak apabila t erhadap permint aan pat en yang t elah diaj ukan it u t elah selesai dilakukan pemeriksaan subst ant if .
Pasal 13
(1) Dalam hal permint aan perubahan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 diset uj ui, maka permint aan pat en t ersebut diaj ukan dengan dilengkapi dokumen yang diperlukan.
(2) Permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan memperhat ikan persyarat an yang dit ent ukan dalam Perat uran Pemerint ah ini.
Pasal 14
(1) Dalam hal dilakukan permint aan perubahan permint aan pat en dari pat en sederhana menj adi pat en biasa, Kant or Pat en waj ib mengumumkan permint aan pat en t ersebut apabila t elah dipenuhi persyarat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13.
(2) Pelaksanaan pengumuman permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan sesuai dengan ket ent uan yang diat ur dalam Perat uran Pemerint ah ini.
BAB III
DOKUMEN PERMINTAAN PATEN
Bagian Pert ama
Pasal 15
Kecuali dit ent ukan lain, penyampaian deskripsi, klaim, gambar dan abst raksi sert a dokumen-dokumen permint aan pat en lainnya dibuat dan diaj ukan dalam rangkap t iga.
Pasal 16
Bent uk dan cara penulisan dokumen permint aan pat en diat ur lebih lanj ut oleh Ment eri.
Pasal 17
Dengan t et ap memperhat ikan ket ent uan Pasal 2 ayat (1), dalam hal asli dokumen permint aan pat en t ert ulis dalam bahasa asing selain bahasa Inggris, Kant or Pat en dapat mint a agar dokumen t ersebut dit erj emahkan pula dalam bahasa lnggris.
Pasal 18
(1) Dalam hal deskripsi mengenai suat u penemuan menyangkut j asad renik t ert ent u, sedang j asad renik it u belum mungkin diungkapkan at au t ersedia bagi masyarakat pada saat pengaj uan permint aan pat en, maka deskripsi sepert i it u t et ap dapat dit erima apabila deskripsi t ersebut mengungkapkan secara lengkap dan j elas cara penggunaan j asad renik dan sej auh dipenuhi syarat -syarat :
b. permint aan pat en yang diaj ukan t ersebut mencant umkan penj elasan secukupnya mengenai ciri-ciri at au karakt erist ik j asad renik yang bersangkut an;
c. nama j asad renik, t anggal penyerahannya unt uk disimpan, nama lembaga penyimpanan dan nomor penyimpanan j asad renik t ersebut dicant umkan pada deskripsi dalam permint aan pat en yang bersangkut an.
(2) Apabila ket erangan mengenai hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c t idak dicant umkan dalam deskripsi, maka ket erangan t ersebut waj ib disampaikan kepada Kant or Pat en selambat -lambat nya 3 (t iga) bulan sej ak t anggal dit erimanya dokumen permint aan pat en.
(3) Penyampaian ket erangan mengenai j asad renik sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dianggap sebagai perset uj uan t anpa syarat dari orang yang mengaj ukan permint aan pat en kepada set iap orang yang pada saat at au set elah pengumuman permint aan pat en, mengaj ukan permint aan t ert ulis kepada Kant or Pat en unt uk memperoleh cont oh j asad renik yang disimpan t ersebut .
Pasal 19
Pasal 20
(1) Pemberian cont oh j asad renik kepada orang yang memerlukan hanya dapat dilakukan dengan perset uj uan t ert ulis dari Kant or Pat en yang mengij inkan dikeluarkannya cont oh t ersebut dari lembaga t empat penyimpanannya.
(2) Permint aan unt uk mendapat kan surat perset uj uan Kant or Pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan secara t ert ulis kepada Kant or Pat en dengan dilengkapi pernyat aan :
a. t idak akan memindah-t angankan cont oh j asad renik t ersebut kepada orang lain sampai dengan permint aan pat en t ersebut dit arik kembali at au dit olak at au sampai dengan berakhirnya j angka wakt u pat en apabila pat en t elah diberikan;
b. hanya semat a-mat a digunakan unt uk keperluan percobaan saj a sampai dengan permint aan pat en t ersebut dit arik kembali, at au dianggap dit arik kembali permint aan cont oh j asad renik diat ur lebih lanj ut oleh Ment eri.
Pasal 21
Bagian Kedua
Deskripsi
Pasal 22
Deskripsi at au uraian penemuan memuat j udul penemuan sesuai dengan j udul yang dicant umkan dalam surat permint aan unt uk mendapat kan pat en, dan :
a. menegaskan bidang t eknik yang berkait an dengan penemuan;
b. menj elaskan lat ar belakang t eknis dari penemuan, sej auh yang diket ahui oleh orang yang mengaj ukan permint aan, yang diperlukan unt uk pemahaman, penelusuran dan pemeriksaan penemuan, dan apabila mungkin menyebut kan pula dokumen yang menj adi acuan lat ar belakang t eknis t ersebut ;
c. menj elaskan keunggulan dan manf aat t eknis penemuan, bila ada, dibandingkan dengan penemuan t eknologi di bidang yang sama yang t elah ada sebelumnya;
d. menj elaskan secara singkat mengenai hal-hal yang berkait an dengan gambar yang disert akan;
e. menj elaskan sedikit nya sat u cara pelaksanaan penemuan dengan disert ai cont oh dan bila perlu dengan mengacu pada gambar-gambar yang disert akan;
f . menj elaskan mengenai cara penerapan penemuan t ersebut dalam indust ri, at au cara pemakaiannya, apabila karena sif at nya penemuan t ersebut sulit dij elaskan secara deskript if .
Ket ent uan mengenai urut an penyaj ian deskripsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 waj ib diikut i, kecuali apabila susunan dalam bent uk lain akan lebih baik dan lebih mampu menj elaskan penemuan yang dimint akan pat en.
Bagian Ket iga
Klaim
Pasal 24
(1) Permint aan unt uk mendapat kan pat en dapat diaj ukan dengan mencant umkan lebih dari sat u klaim.
(2) Apabila diaj ukan lebih dari sat u klaim, masing-masing diberi nomor secara berurut an.
(3) Penj elasan mengenai int i penemuan dalam klaim dit ulis dengan bahasa dan ist ilah yang lazim digunakan dalam penguraian di bidang t eknologi.
Pasal 25
(1) Klaim dit uliskan dalam dua bagian yang t erdiri dari:
a. bagian pert ama, t erdiri dari pernyat aan yang menunj ukkan bidang t eknik dari penemuan sebelumnya;
(2) Dalam hal klaim t idak dit ulis dalam dua bagian maka klaim hanya berisikan pernyat aan t unggal yang memuat penj elasan mengenai int i penemuan.
Pasal 26
(1) Kecuali apabila dianggap perlu, klaim t idak boleh memuat kalimat yang bersif at at au berupa acuan t erhadap deskripsi at au gambar yang disert akan.
(2) Klaim t idak boleh berisi gambar at au graf ik t et api dapat memuat t abel dan/ at au rumus kimia at au rumus mat emat ika.
(3) Jika permint aan pat en disert ai dengan gambar maka dalam klaim dapat dit ambahkan t anda-t anda yang mengacu pada gambar yang dit uliskan secara seragam diant ara t anda kurung.
Pasal 27
Permint aan pat en yang t erdiri dari dua klaim at au lebih t et api saling berkait an dianggap sebagai sat u kesat uan penemuan:
a. klaim mandiri t ent ang produk, kl aim mandiri t ent ang proses yang digunakan unt uk pembuat an produk, dan klaim mandiri unt uk pemakaian produk t ersebut ; at au
b. klaim mandiri t ent ang proses dan klaim mandiri t ent ang alat at au mesin unt uk menj alankan proses t ersebut ; at au
Pasal 28
(1) Apabila dalam sat u permint aan pat en diaj ukan lebih dari 10 (sepuluh) klaim, maka t erhadap kelebihan klaim t ersebut dikenakan biaya t ambahan yang besarnya dit et apkan oleh Ment eri.
(2) Pembayaran biaya t ambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan selambat lambat nya pada saat diaj ukannya permint aan pemeriksaan subst ant if .
(3) Apabila t ambahan biaya t idak dibayarkan dalam j angka wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) maka kelebihan j umlah klaim dianggap dit arik kembali.
Bagian Keempat
Gambar
Pasal 29
(1) Apabila diperlukan unt uk memperj elas deskripsi mengenai penemuan, pemint aan pat en dapat dilengkapi dengan gambar.
(2) Dalam hal permint aan pat en t idak dilengkapi dengan gambar sedangkan Kant or Pat en memandang hal it u perlu unt uk memperj elas deskripsi maka Kant or Pat en dapat mint a kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en unt uk melengkapinya.
Pasal 30
(2) Bagan dan diagram dianggap sebagai gambar.
Bagian Kelima
Abst raksi
Pasal 31
(1) Abst raksi mengenai penemuan dit ulis t idak lebih dari 200 (dua rat us) kat a, dimulai dengan j udul penemuan sesuai dengan j udul penemuan yang dicant umkan dalam surat permint aan unt uk mendapat kan pat en.
(2) Abst raksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat :
a. ringkasan dari klaim dan deskripsi mengenai penemuan t ermasuk gambar, j ika ada;
b. rumus kimia at au mat emat ika yang benar-benar diperlukan unt uk menj elaskan penemuan.
Pasal 32
(1) Abst raksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 berisikan pernyat aan yang menunj ukkan lingkup bidang t eknis penemuan dan secara j elas menggambarkan int i penemuan sert a kegunaannya.
Pasal 33
Jika abst raksi mengenai penemuan menunj uk gambar yang disert akan dalam dokumen permint aan pat en, maka dalam surat permint aan unt uk mendapat kan pat en dinyat akan pula permint aan kepada Kant or Pat en agar menyert akan gambar t ersebut pada saat permint aan pat en diumumkan.
BAB IV
PEMERIKSAAN ADMINISTRATIF
Pasal 34
(1) Kant or Pat en melakukan:
a. pemeriksaan kelengkapan persyarat an administ rat if yang meliput i dokumen permint aan pat en, dan
b. pengklasif ikasian dalam j enis permint aan pat en dan bidang penemuan.
(2) Terhit ung sej ak t anggal penerimaan dokumen permint aan pat en, Kant or Pat en memperlakukan dokumen t ersebut sebagai dokumen rahasia.
Pasal 35
(2) Dalam hal pemberit ahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en selaku kuasa, maka t embusan surat pemberit ahuan t ersebut disampaikan pula kepada penemu.
(3) Kelengkapan dokumen permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus disampaikan kepada Kant or Pat en selambat lambat nya 3 (t iga) bulan t erhit ung sej ak t anggal pemberit ahuan oleh Kant or Pat en.
(4) Bat as wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dapat diperpanj ang unt uk paling lama 3 (t iga) bulan at as perset uj uan Kant or Pat en dalam hal t erdapat alasan yang meyakinkan Kant or Pat en bahwa pemenuhan kelengkapan t ersebut secara t eknis sulit dipenuhi dalam j angka wakt u t ersebut .
Pasal 36
(1) Apabila kekurangan kelengkapan persyarat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) t idak dipenuhi dalam j angka wakt u sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) dan ayat (4) maka permint aan pat en t ersebut dianggap dit arik kembali.
(2) Kant or Pat en memberit ahukan secara t ert ulis mengenai anggapan penarikan kembali permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en.
Pasal 37
diperbaiki dalam j angka wakt u set idaknya sebelum diaj ukannya permint aan pemeriksaan subst ant if .
(2) Kekurangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak menunda diberikannya t anggal penerimaan permint aan pat en.
Pasal 38
Dalam hal Kant or Pat en t elah menyampaikan pemberit ahuan mengenai kekurangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) maka t anggal penerimaan penerimaan pat en adalah t anggal dit erimanya pemenuhan t erakhir kelengkapan permint aan pat en t ersebut oleh Kant or Pat en.
Pasal 39
Dalam hal Kant or Pat en t idak menyampaikan pemberit ahuan mengenai adanya kekurangan dalam j angka wakt u sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) maka permint aan pat en t ersebut dianggap t elah memenuhi persyarat an kelengkapan dokumen permint aan pat en.
Pasal 40
Dalam hal permint aan pat en t elah memenuhi persyarat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dan pembayaran biaya permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) t elah. dipenuhi, Kant or Pat en waj ib memberikan bukt i t ert ulis yang berisikan :
a. t anggal penerimaan permint aan pat en;
b. j enis permint aan pat en;
c. nama dan alamat orang yang mengaj ukan permint aan pat en;
e. j udul penemuan;
f . nama dan alamat lengkap Konsult an Pat en, apabila permint aan pat en diaj ukan melalui Konsult an Pat en.
BAB V
PENARIKAN KEMBALI PERMINTAAN PATEN
Pasal 41
(1) Permint aan pat en dapat dit arik kembali dengan mengaj ukan surat permint aan unt uk it u ke Kant or Pat en yang dit andat angani oleh orang yang mengaj ukan permint aan pat en at au penemu at au orang yang berhak at as penemuan.
(2) Permint aan penarikan kembali permint aan pat en yang diaj ukan oleh Konsult an Pat en, waj ib dilengkapi dengan surat kuasa unt uk it u dari penemu at au orang yang berhak at as penemuan.
(3) Apabila permint aan pat en dit arik kembali maka biaya permint aan pat en dan segala biaya lainnya yang t elah dibayarkan kepada Kant or Pat en, t idak dapat dimint a kembali.
BAB VI
PERMINTAAN PATEN DENGAN HAK PRIORITAS
Pasal 42
(2) Salinan surat permint aan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah salinan yang disahkan oleh pihak yang berwenang di negara yang menerima permint aan pat en unt uk pert ama kali.
Pasal 43
(1) Dalam hal salinan yang disahkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) t idak akan dapat dipenuhi dalam j angka wakt u sebagaimana dit ent ukan dalam Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Pat en, maka permint aan pat en dapat dilakukan dengan menyampaikan bukt i salinan surat permint aan pat en yang pert ama kali disert ai bukt i permint aan pengesahan at as salinan t ersebut .
(2) Penyampaian kelengkapan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dianggap sebagai pemenuhan ket ent uan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Pat en.
Pasal 44
(1) Selain pemenuhan persyarat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, surat permint aan unt uk mendapat kan pat en memuat pula:
a. pernyat aan bahwa permint aan pat en t ersebut diaj ukan dengan menggunakan hak priorit as;
b. t anggal penerimaan permint aan pat en yang pert ama kali di negara lain yang menj adi dasar permint aan dengan hak priorit as t ersebut ;
c. nama negara-negara selain Indonesia dimana permint aan pat en t ersebut diaj ukan.
hal it u dilakukan selambat lambat nya 4 (empat ) bulan set elah t anggal penerimaan surat permint aan pat en oleh Kant or Pat en.
Pasal 45
Ket ent uan lebih lanj ut mengenai permint aan pat en dengan hak priorit as diat ur oleh Ment eri.
BAB VII PENGUMUMAN
Pasal 46
(1) Dengan memperhat ikan ket ent uan Pasal 47, Pasal 48, Pasal 49 dan Pasal 50 Undang-undang Pat en, Kant or Pat en mengumumkan permint aan pat en selama 6 (enam) bulan dengan mencant umkannya pada papan pengumuman di Kant or Pat en dan pemuat annya dalam Berit a Resmi Pat en.
(2) Selama berlangsungnya pengumuman, masyarakat dapat melihat dokumen permint aan pat en dan dapat mengaj ukan permint aan t ert ulis kepada Kant or Pat en unt uk memperoleh salinan dokumen permint aan pat en yang bersangkut an dengan membayar biaya yang besarnya dit et apkan oleh Ment eri.
(3) Ket ent uan lebih lanj ut mengenai bent uk dan isi pengumuman diat ur oleh Ment eri.
Pasal 47
a. surat permint aan unt uk mendapat kan pat en;
b. klaim;
c. deskripsi;
d. gambar;
e. abst raksi.
Pasal 48
(1) Selama j angka wakt u pengumuman, set iap orang dapat mengaj ukan pandangan at au keberat an t erhadap permint aan pat en yang sedang diumumkan dengan ket ent uan bahwa
pandangan at au keberat annya it u diaj ukan secara t ert ulis dalam bahasa Indonesia disert ai dengan alasan, penj elasan dan bukt i at au f akt a yang mendukungnya.
(2) Kant or Pat en dapat mint a agar dokumen yang dit ulis dalam bahasa asing yang disert akan dalam pandangan at au keberat an t ersebut dit erj emahkan dalam bahasa Indonesia.
Pasal 49
Kant or Pat en segera menyampaikan salinan surat yang berisi pandangan at au keberat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (1) kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en at au penemu at au orang yang berhak at as penemuan dan memberi kesempat an unt uk mengaj ukan sanggahan at au penj elasan secara t ert ulis t erhadap pandangan at au keberat an it u kepada Kant or Pat en.
Pasal 50
pert imbangannya penemuan t ersebut dan pengumumannya diperkirakan akan dapat mengganggu at au bert ent angan dengan kepent ingan pert ahanan keamanan negara.
(2) Ket et apan unt uk t idak mengumumkan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberit ahukan oleh Kant or Pat en secara t ert ulis kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en dengan menj elaskan alasan-alasannya dan j ika dipandang perlu disert ai larangan mengenai hal-hal yang t idak boleh dilakukannya t erhadap penemuan yang bersangkut an.
(3) Tembusan surat pemberit ahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) disampaikan kepada penemu at au orang yang berhak at as penemuan apabila permint aan pat en diaj ukan melalui Konsult an Pat en selaku kuasa.
Pasal 51
(1) Selama penet apan t idak mengumumkan permint aan pat en t ersebut masih berlaku, orang yang mengaj ukan permint aan pat en at au penemu at au orang yang berhak at as penemuan dilarang menyebarluaskan hal- hal yang berkait an dengan penemuan t ersebut .
(2) Dilarang pula bagi set iap orang unt uk membuat at au membant u membuat at au melakukan t indakan-t indakan sedemikian rupa sehingga penemuan t ersebut dapat dibuat di luar negeri.
BAB III
PEMERIKSAAN SUBSTANTIF
Pasal 52
(1) Set elah berakhirnya j angka wakt u pengumuman t et api t idak melebihi 36 (t iga puluh enam) bulan sej ak t anggal penerimaan permint aan pat en, permint aan pemeriksaan subst ant if dapat diaj ukan oleh orang yang mengaj ukan permint aan pat en kepada Kant or pat en.
(2) Permint aan pemeriksaan subst ant if sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan dengan disert ai pembayaran biaya yang besarnya dan t at a cara pembayarannya dit et apkan oleh Ment eri.
(3) Pengaj uan permint aan pemeriksaan subst ant if dilakukan secara t ert ulis dengan menggunakan bent uk yang cont ohnya dit et apkan Ment eri.
Pasal 53
Pemeriksaan subst ant if dilakukan dengan t uj uan unt uk menent ukan apakah penemuan yang dimint akan pat en dapat diberi pat en at au t idak dapat diberi pat en.
Pasal 54
Pasal 55
(1) Dalam melaksanakan pemeriksaan subst ant if , Kant or Pat en:
a. menelit i penemuan yang dimint akan pat en dengan penemuan-penemuan lainnya yang t elah ada berdasarkan ant ara lain dokumen permint aan pat en, dokumen pat en sert a dokumen-dokumen lainnya yang t elah ada sebelumnya;
b. mempert imbangkan pandangan at au keberat an yang diaj ukan masyarakat , bila ada, sert a sanggahan at au penj elasan t erhadap pandangan at au keberat an t ersebut ;
c. mempert imbangkan dokumen-dokumen yang diaj ukan sebagai pemenuhan kekurangan at au kelengkapan yang dimint a Kant or Pat en dan mengundang orang yang mengaj ukan permint aan pat en unt uk memberikan t ambahan penj elasan yang diperlukan.
(2) Pelaksanaan kegiat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat pula dilakukan Kant or Pat en dengan memperhat ikan ket ent uan Pasal 58 dan Pasal 59 ayat (1) Undang-undang Pat en.
(3) Tat a cara pelaksanaan permint aan kelengkapan at au t ambahan penj elasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c dan kegiat an pemeriksaan subst ant if sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diat ur lebih lanj ut oleh Ment eri.
Pasal 56
Penent uan bahwa suat u penemuan yang dimint akan pat en dapat diberi at au t idak dapat diberi pat en dilakukan ant ara lain dengan mempert imbangkan:
a. aspek kebaruan penemuan;
c. dapat at au t idaknya penemuan dit erapkan at au digunakan dalam indust ri;
d. apakah penemuan yang bersangkut an t ermasuk at au t idak t ermasuk dalam kelompok penemuan yang t idak dapat diberikan pat en;
e. apakah penemu at au orang yang menerima lebih lanj ut hak penemu berhak at au t idak berhak at as pat en bagi penemuan t ersebut ;
f . apakah penemuan t ersebut bert ent angan dengan perat uran perundang-undangan, ket ert iban umum sert a kesusilaan.
Pasal 57
(1) Pemeriksaan subst ant if dilaksanakan oleh Kant or Pat en dalam wakt u paling lama 24 (dua puluh empat ) bulan t erhit ung sej ak t anggal dit erimanya surat permint aan pemeriksaan subst ant if .
(2) Dalam j angka wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Kant or Pat en memberikan keput usan apakah t erhadap penemuan yang dimint akan pat en dapat diberi pat en at au dit olak.
BAB IX
KEPUTUSAN PEMBERIAN ATAU PENOLAKAN PATEN
Pasal 58
(2) Apabila yang mengaj ukan permint aan pat en adalah Konsult an Pat en selaku kuasa, t embusan surat pengant ar penyampaian dan salinan Surat Pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan pula kepada penemu at au orang yang berhak at as penemuan.
Pasal 59
(1) Pat en dianggap diberikan pada t anggal pencat at an Surat Pat en dalam Daf t ar Umum Pat en dan selanj ut nya diumumkan dalam Berit a Resmi Pat en.
(2) Dalam Surat Pat en dicant umkan :
a. nomor pat en;
b. j udul penemuan;
c. nama dan alamat pemegang pat en;
d. nama penemu;
e. t anggal penerimaan permint aan pat en dan nomor permint aan pat en;
f . nama negara at au negara-negara dimana permint aan pat en t elah diaj ukan, dalam hal permint aan diaj ukan dengan hak priorit as;
g. t anggal pemberian pat en.
Pasal 60
Selain berisikan ket erangan mengenai hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2), Surat Pat en dilengkapi dengan dokumen pat en yang berisikan :
b. t anggal pengumuman permint aan pat en;
c. nama dan alamat lengkap Konsult an Pat en, j ika ada;
d. abst raksi;
e. klaim dan deskripsi;
f . gambar, j ika ada.
Pasal 61
(1) Kant or Pat en mencat at dalam Daf t ar Umum Pat en set iap pat en yang t elah diberikan dengan memuat hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) dan Pasal 60 huruf a, b, dan c.
(2) Kant or Pat en mengumumkan dalam Berit a Resmi Pat en set iap pat en yang t elah diberikan dengan memuat hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) dan Pasal 60 huruf a, b, c, dan d.
Pasal 62
(1) Set iap orang dapat melihat Daf t ar Umum Pat en dan dapat memperoleh kut ipan Daf t ar Umum Pat en dengan membayar biaya yang dit et apkan oleh Ment eri.
BAB X
PERMINTAAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PATEN
Pasal 63
(1) Jangka wakt u pat en dapat diperpanj ang dua t ahun dengan mengaj ukan permint aan t ert ulis kepada Kant or Pat en dalam j angka wakt u t idak lebih dari dua belas bulan dan sekurang-kurangnya enam bulan sebelum j angka wakt u pat en t ersebut berakhir disert ai dengan pembayaran biaya yang besarnya dan t at a cara pembayarannya dit ent ukan oleh Ment eri.
(2) Permint aan perpanj angan j angka wakt u pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disert ai bukt i t ert ulis mengenai hal-hal sebagaimana dit ent ukan dalam Pasal 43 ayat (1) huruf b Undang-undang Pat en.
Pasal 64
(1) Kant or Pat en hanya memberikan perpanj angan j angka wakt u pat en apabila persyarat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) dipenuhi dan dapat dit erima kebenarannya oleh Kant or Pat en.
(2) Perpanj angan j angka wakt u pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan sebelum t anggal berakhirnya j angka wakt u pat en yang bersangkut an.
BAB XI
PEMBATALAN PATEN
Pasal 65
Ket ent uan mengenai pembat alan pat en karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a Undang-undang Pat en t idak diberlakukan apabila t idak dilaksanakannya at au digunakannya pat en di Indonesia berkait an dengan t idak diperolehnya ij in pembuat an at au pemasaran produk yang dihasilkan dengan pat en yang bersangkut an di Indonesia.
Pasal 66
(1) Pelaksanaan pat en t ert ent u di luar wilayah Negara Republik Indonesia dianggap sebagai pemenuhan kewaj iban melaksanakan pat en di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 Undang-undang Pat en, sepanj ang:
a. produk yang dihasilkan dengan pat en yang bersangkut an dipasarkan di wilayah Republik Indonesia dan negara-negara disekit arnya; dan
b. unt uk keperluan penent uan kelayakan ekonominya harus digunakan kawasan t ert ent u sebagai sat u kesat uan pasar.
(2) Keput usan mengenai hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan oleh Ment eri berdasarkan permint aan t ert ulis yang diaj ukan oleh Pemegang Pat en set elah mempert imbangkan dat a dan alasan yang disert akan dalam permint aan t ersebut dan set elah mendengar pert imbangan Ment eri at au pej abat Pemerint ah lainnya yang t ugas dan t anggung j awabnya meliput i bidang pat en yang bersangkut an.
KETENTUAN PERALIHAN
Bagian Pert ama
Pengaj uan Kembali Permint aan Pat en Yang Telah Terdaf t ar Berdasarkan Pengumuman Pemerint ah Tahun 1953
Pasal 67
Permint aan pat en yang t elah diaj ukan berdasarkan Pengumuman Pemerint ah Tahun 1953 yang dit erima sert a t erdaf t ar di Kant or Pat en ant ara t anggal 1 Agust us 1981 sampai dengan 1 Nopember 1989 dapat diaj ukan kembali kepada Kant or Pat en berdasarkan ket ent uan Undang-undang Pat en, t erhit ung mulai t anggal 1 Agust us 1991 sampai dengan t anggal 31 Juli 1992.
Bagian Kedua
Penyesuaian Penerapan
Pasal 68
(1) Dengan mengingat kekhususan pengert ian dan proses permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Perat uran Pemerint ah ini, maka ket ent uan mengenai bat asan at au dasar penilaian unt uk menent ukan kebaruan suat u penemuan disesuaikan penerapannya dalam memproses permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67.
Pasal 69
(1) Pengaj uan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 dapat dit erima apabila :
a. dipenuhi segala ket ent uan sebagaimana diat ur dalam Perat uran Pemerint ah ini;
b. melampirkan salinan yang sah bukt i penerimaan pendaf t aran permint aan pat en berdasarkan Pengumuman Pemerint ah Tahun 1953;
c. t idak mengubah deskripsi yang t elah diaj ukan sewakt u mendaf t arkan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam huruf b;
d. melampirkan salinan Surat Pat en berikut dokumen pat en yang bersangkut an, dalam hal t erhadap penemuan t ersebut t elah diberikan pat en oleh Kant or Pat en di negara lain, j ika ada.
(2) Apabila ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipenuhi, t erhadap permint aan pat en yang bersangkut an diberi t anggal penerimaan yang sama dengan t anggal penerimaan pendaf t aran permint aan pat en yang diaj ukan berdasarkan Pengumuman Pemerint ah Tahun 1953.
Pasal 70
(1) Apabila permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 t idak diaj ukan sampai dengan t anggal 31 Juli 1992, permint aan pat en t ersebut dianggap dit arik kembali.
(3) Kant or Pat en menyampaikan penolakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) secara t ert ulis kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en selambat -lambat nya 30 (t iga puluh) hari sej ak dit erimanya permint aan pat en yang melewat i bat as wakt u t anggal 31 Juli 1992 t ersebut .
Pasal 71
(1) Apabila karena sesuat u sebab, pemeriksaan subst ant if at as permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 belum t erselesaikan, sement ara j angka wakt u pat en sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Undang-undang Pat en akan segera at au t elah t erlampaui, sedangkan hasil pemeriksaan t ersebut kemudian menyimpulkan bahwa t erhadap penemuan yang dimint akan pat en it u dapat diberi pat en, maka t erhadap penemuan yang bersangkut an hanya diberikan pat en unt uk j angka wakt u selama masa perpanj angan yang lamanya 2 (dua) t ahun.
(2) Jangka wakt u sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak dapat diperpanj ang lagi.
Bagian Ket iga
Kesempat an Unt uk Mengaj ukan Permint aan Pat en At as Penemuan Yang Kebaruannya Berakhir Dalam
Jangka Wakt u Ant ara 1 Nopember 1989 Sampai Dengan 31 Juli 1991
Pasal 72
(1) Penemuan yang dihasilkan di Indonesia dan t elah diumumkan dalam pameran nasional at au int ernasional yang resmi at au diakui sebagai resmi Yang kebaruannya berakhir ant ara 1 Nopember 1989 sampai dengan 31 Juli 1991, t idak kehilangan kemungkinan unt uk diberi pat en apabila t erhadap penemuan t ersebut diaj ukan permint aan pat en dalam j angka wakt u ant ara 1 Agust us 1991 sampai dengan 31 Januari 1992.
(2) Dengan t idak mengurangi persyarat an sebagaimana dimaksud dengan Pasal 4 dan Pasal 5, permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilampiri pula dengan ket erangan yang sah t ent ang keikut sert aan dalam pameran yang dilengkapi dengan ket erangan mengenai wakt u penyelenggaraan pameran t ersebut .
(3) Apabila permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan set elah lewat nya t anggal 31 Januari 1992, permint aan pat en dit olak oleh Kant or Pat en.
Bagian Keempat ,
Kesempat an Unt uk Mengaj ukan Permint aan Pat en Bagi Permint aan Pat en Yang Telah Diaj ukan Di Luar Negeri
Yang Jangka Wakt u Priorit asnya Berakhir Ant ara Tanggal 1 Nopember 1989
Sampai dengan 31 Juli 1991
Pasal 73
(1) Permint aan pat en Yang t elah diaj ukan pert ama kali di luar negeri dan j angka wakt u priorit asnya berakhir ant ara t anggal 1 Nopember 1989 hingga 31 Juli 1991 dapat mengaj ukan permint aan pat en di Indonesia mulai t anggal 1 Agust us 1991 sampai dengan t anggal 31 Januari 1992.
(2) Pengaj uan permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan memperhat ikan ket ent uan t ent ang permint aan pat en dengan hak priorit as sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 sampai dengan Pasal 45.
(3) Tanggal penerimaan permint aan pat en bagi permint aan pat en sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah t anggal dipenuhinya kelengkapan dokumen permint aan pat en yang bersangkut an.
Bagian Kelima
Permint aan Pat en Yang Telah Diaj ukan Di Luar Negeri Yang Jangka Wakt u Priorit asnya Berakhir Ant ara Tanggal
Pasal 74
Permint aan pat en yang t elah diaj ukan pert ama kali di luar negeri dan j angka wakt u priorit asnya berakhir ant ara t anggal 1 Agust us 1991 sampai dengan 30 Sept ember 1991 diberi kesempat an unt uk mengaj ukan permint aan pat en sampai dengan paling lambat t anggal 31 Okt ober 1991.
BAB XIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 75
Perat uran Pemerint ah ini mulai berlaku pada t anggal diundangkan.
Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Perat uran Pemerint ah ini dengan penempat annya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Dit et apkan di Jakart a pada t anggal 11 Juni 1991
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
t t d
Diundangkan di Jakart a pada t anggal 11 Juni 1991
MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA
t t d
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1991
TENTANG
TATA CARA PERMINTAAN PATEN
UMUM
Sebagaimana dit egaskan dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 1989 t ent ang Pat en, ket ent uan-ket ent uan yang berkait an dengan persyarat an dan t at a cara pengaj uan permint aan pat en akan diat ur lebih lanj ut dalam perat uran pelaksanaan yang lebih rinci dan bersif at operasional. Perat uran pelaksanaan t ersebut pada dasarnya diperlukan unt uk memberikan pedoman, khususnya bagi penemu at au orang yang mengaj ukan permint aan pat en mengenai t at a cara dan persyarat an yang harus dipenuhi dalam pengaj uan permint aan pat en.
Dalam ket ent uan mengenai permint aan pat en, secara t egas dibedakan ant ara surat permint aan pat en dengan surat permint aan unt uk mendapat kan pat en.
Yang t erakhir ini merupakan sat u dokumen t ersendiri yang lazim dikenal dengan "request f or pat ent ".
Sedangkan surat permint aan pat en lazim disebut "pat ent applicat ion" yang berisikan beberapa dokumen. Dilengkapinya dokumen yang t erakhir inilah yang selanj ut nya dij adikan dasar unt uk menent ukan t anggal penerimaan dokumen permint aan pat en at au "f iling dat e". Permint aan pat en t ersebut pada dasarnya harus diaj ukan oleh penemu at au yang berhak at as penemuan disert ai pembayaran biaya yang dit ent ukan oleh Ment eri.
Dalam hal permint aan pat en t idak diaj ukan oleh penemu sendiri, maka hal it u harus disert ai dengan peryat aan yang dilengkapi bukt i mengenai hak orang yang mengaj ukan permint aan pat en t ersebut at as penemuan yang dimint akan pat en. Masalah-masalah yang prinsip sepert i it u diat ur dengan berbagai variasi kemungkinan.
Unt uk memberikan landasan pengat uran mengenai kemungkinan dilakukannya perubahan at au pemecahan at as permint aan pat en yang t elah diaj ukan, dalam Perat uran Pemerint ah ini diat ur ket ent uan mengenai t at a cara penyelesaian kedua masalah t ersebut .
diat ur dengan syarat -syarat t ert ent u, t erut ama yang berkait an dengan konsekuensi perubahan it u sendiri.
Sebagai kelengkapan yang harus dipenuhi unt uk dapat dipenuhinya persyarat an administ rat if , dokumen yang meliput i deskripsi, klaim, gambar, dan abst raksi dit ent ukan pula pengat urannya t ermasuk persyarat an mengenai cara penulisan, bent uk dokumen dan penyampaiannya kepada Kant or Pat en. Dalam kait an ini, yang perlu dit egaskan adalah ket ent uan mengenai dokumen permint aan pat en yang memerlukan uraian t ent ang j asad renik (micro-organisma).
Yang dimaksud dan dij angkau dalam pengat uran ini pada dasarnya adalah j asad renik di luar yang dikecualikan dari ket ent uan Pasal 7 Undang-undang Pat en. Hal ini t erut ama menyangkut penemuan micro-organisma yang dari segi karakt erist ik dan manf aat at au penggunaannya t ermasuk t eknologi yang dapat dimint akan pat en. Masalah ini perlu memperoleh penegasan. Sebab, adakalanya pembat asan yang dimaksud dalam pengecualian Pasal 7 Undang-undang Pat en t ersebut , khususnya t erhadap penemuan micro-organisma, dipandang semat a-mat a dari segi wuj udnya sebagai bio-t eknologi dan bukan dari segi manf aat at au kegunaannya. Karenanya, Perat uran Pemerint ah ini t et ap memberikan landasan pengat uran unt uk permint aan pat en yang berkait an dengan j asad renik. Misalnya j asad renik yang digunakan unt uk membersihkan air sungai dari pencemaran karena minyak oli at au limbah indust ri lainnya.
memenuhi kelengkapan at au melakukan perbaikan apabila permint aan pat ennya masih mengandung kekurangan.
Pemenuhan kekurangan t ersebut dikait kan dengan bat as wakt u sert a kemungkinan penolakan at au put usan bahwa permint aan pat en dianggap dit arik kembali, apabila bat as wakt u t ersebut t idak dipenuhi.
Selain it u, t erhadap permint aan pat en yang t elah diaj ukan di luar negeri dan ingin dimint akan pat en di Indonesia, hal it u dimungkinkan dengan menggunakan hak priorit as. Tat a cara pengaj uan dan persyarat an yang harus dipenuhi t ermasuk bat as wakt u priorit as, diat ur dan merupakan landasan yang bersif at umum.
Kecuali it u diat ur pula permint aan pat en dengan hak priorit as yang khusus berlaku bagi permint aan pat en selama masa t ransisi at au masa awal berlakunya Undang-undang Pat en. Yang t erakhir ini diat ur sebagai mat eri ket ent uan peralihan. Yait u unt uk permint aan pat en yang t elah diaj ukan di luar negeri yang j angka wakt u priorit asnya berakhir t anggal 1 Nopember 1989 sampai dengan 31 Juli 1991.
Pengat uran secara khusus ini dirancang dan diberlakukan t erut ama karena mengingat bahwa t erhadap permint aan pat en t ersebut perlu penanganan secara berbeda. Demikian pula bagi penemuan-penemuan yang kebaruannya (novelt y) berakhir dalam j angka wakt u ant ara 1 Nopember 1989 sampai dengan 31 Juli 1991.
Apabila menurut hasil pemeriksaan subst ant if t ernyat a permint aan pat en t ersebut memenuhi persyarat an unt uk diberi pat en, maka pat en diberikan. Hal-hal yang harus dicant umkan dalam Surat Pat en dan kewaj iban Kant or Pat en unt uk mengadminist rasikan pencat at annya dalam Buku Resmi Pat en memperoleh penegasan pula dalam Perat uran Pemerint ah ini.
Dalam kerangka kesempat an unt uk mengaj ukan permint aan perpanj angan j angka wakt u pat en diat ur pula ket ent uan yang berlaku umum dan yang khusus,
Pengat uran yang bersif at khusus t erut ama diperlukan unt uk mengant isipasi kebut uhan yang mungkin t imbul. Sebab, t erhadap permint aan pat en yang t elah diaj ukan dan t elah t erdaf t ar selama j angka wakt u 10 (sepuluh) t ahun t erakhir sebelum berlakunya Undang-undang Pat en, kemungkinan memperoleh pat en apabila diaj ukan permint aan ke Kant or Pat en. Masalahnya adalah karena j angka wakt u pat en berlaku mundur sej ak "f iling dat e" maka besar kemungkinannya bahwa pada saat diberikan, j angka wakt u pat en selama 14 (empat belas) t ahun sudah at au akan segera berakhir. Hal ini mengingat penent uan "f iling dat e" at as permint aan pat en serupa it u dihit ung berdasarkan t anggal yang t ercat at sewakt u dilakukan pendaf t aran permint aan pat en menurut Pengumuman Pemerint ah Tahun 1953. Dalam hal demikian, perlu diberikan kesempat an kepada penemu at au orang yang memperoleh pat en t ersebut menikmat i masa perlindungan secara layak. Permint aan perpanj angan j angka wakt u pat en ini t et ap dikait kan dengan syarat -syarat sebagaimana dit ent ukan dalam Undang-undang Pat en.
menet apkan sanksi pembat alan pat en apabila pat en t ersebut t idak dilaksanakan di wilayah Indonesia.
Dalam kait an ini, pelaksanaan pat en t ert ent u di luar wilayah negara Republik Indonesia dapat dianggap sebagai pemenuhan kewaj iban melaksanakan pat en apabila hal it u dimint akan ij in dan diset uj ui oleh Ment eri. Pelaksanaan pat en serupa it u dengan demikian dianggap t elah memenuhi ket ent uan Pasal 18 Undang-undang Pat en. Alasan lain yang j uga dapat dij adikan dasar unt uk t idak dibat alkannya pat en adalah apabila t idak dilaksanakannya pat en t ersebut berkait an dengan perij inan dalam pemasaran produk dari penggunaan pat en yang bersangkut an. Hal ini dapat t erj adi dalam kait an pat en at as produk f armasi.
Dengan memperhat ikan kebut uhan akan pengat uran yang bersif at khusus sebagaimana disinggung di at as, Perat uran Pemerint ah ini mengat ur beberapa ket ent uan mengenai permint aan pat en t ert ent u, baik bagi permint aan pat en yang t elah diaj ukan ke Kant or Pat en selama 10 (sepuluh) t ahun t erakhir sebelum Undang-undang Pat en berlaku maupun ket ent uan unt uk memberi kesempat an secara sama bagi permint aan pat en yang t idak dapat diaj ukan ke Kant or Pat en karena dihent ikannya pendaf t aran permint aan pat en sebagaimana dinyat akan dalam Keput usan Ment eri Kehakiman Nomor M. 01-HK. 02. 01 Tahun 1989.
PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup j elas
Ayat (1)
Pembayaran biaya yang dimaksud dalam ket ent uan ini adalah biaya permint aan pat en yang besarnya dit et apkan oleh Ment eri secara berbeda unt uk permint aan pat en biasa dan permint aan pat en sederhana Biaya t ersebut harus dibayarkan bersamaan dengan pengaj uan permint aan pat en yang pemenuhannya merupakan salah sat u syarat unt uk dapat nya memperoleh t anggal penerimaan permint aan pat en (f iling dat e).
Pembayaran biaya permint aan pat en t ersebut t idak t ermasuk biaya pemeriksaan maupun lain-lain biaya yang berkenaan dengan pat en. Apabila karena sesuat u alasan, permint aan pat en dit arik kembali oleh orang yang mengaj ukan, maka biaya yang t elah dibayar t ersebut t idak dapat dimint a kembali.
Ayat (2)
Indonesia. Hal ini secara t egas diat ur dalam Pasal 28 Undang- undang Pat en.
Ayat (3)
Cukup j elas
Ayat (4)
Bukt i penerimaan hak at as penemuan dari penemu harus dinyat akan secara t ert ulis dan disert akan dalam pengaj uan permint aan pat en. Ket ent uan mengenai kelengkapan bukt i sebagai di at as j uga berlaku dalam hal permint aan pat en diaj ukan oleh orang yang berhak at as penemuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 Undang-undang Pat en.
Ayat (5)
Cukup j elas
Pasal 3
Ayat (1)
Cont oh: A dan B bersama-sama adalah penemu sat u penemuan. Dalam hal permint aan pat en diaj ukan oleh A, maka permint aan t ersebut waj ib dilengkapi pernyat aan t ert ulis dari B bahwa ia set uj u dengan pengaj uan permint aan pat en it u. Pernyat aan t ersebut dapat dibuat sendiri oleh B di at as kert as bermet erai secukupnya.
Ayat (2)
Cukup j elas
Ayat (3)
permint aan pat en diaj ukan oleh A yang j uga bert indak unt uk dan at as nama B dan C, maka permint aan pat en t ersebut harus -dilengkapi dengan :
a. bukt i t ert ulis bahwa A, B dan C bersama-sama berhak at as penemuan t ersebut .
b. pernyat aan t ert ulis yang berisikan perset uj uan B dan C at as pengaj uan permint aan pat en.
Ayat (4)
Sepert i dalam cont oh Ayat (3), t et api kali ini pengaj uan permint aan pat en dilakukan melalui kuasa. Dalam hal demikian, maka selain surat kuasa, pengaj uan permint aan pat en t ersebut harus pula dilengkapi dengan bukt i mengenai hak seseorang at au hak mereka at as penemuan yang bersangkut an.
Ayat (5)
Ayat ini mengat ur kemungkinan dimana salah seorang diant ara penemu at au orang yang berhak at as penemuan t elah meninggal dunia. Dalam hal ini haknya dilaksanakan oleh ahli warisnya. Ket ent uan-ket ent uan sebagaimana diat ur dalam ayat (1) sampai dengan ayat (4) dinyat akan berlaku pula t erhadap ahli waris t ersebut .
Pasal 4
Mengenai apa yang dimuat dalam surat permint aan unt uk mendapat kan pat en ini, lihat ket ent uan Pasal 5. Keseluruhan surat -surat yang dilampirkan dalam permint aan pat en secara bersama disebut pula dokumen permint aan pat en.
Pasal 5
Orang yang mengaj ukan permint aan pat en pada dasarnya adalah penemu at au orang yang berhak at as penemuan.
Dalam hal permint aan pat en diaj ukan melalui Konsult an Pat en selaku kuasa, maka Konsult an Pat en dianggap sebagai orang yang mengaj ukan permint aan pat en, Alamat Konsult an Pat en t ersebut digunakan sebagai alamat penemu at au orang yang berhak at as penemuan selaku pemberi kuasa dalam segala keperluan yang berkait an dengan permint aan pat en yang diaj ukannya. Sedangkan penent uan mengenai cont oh f ormulir t ersebut dimaksudkan unt uk mengat asi kemungkinan t idak at au kurang cukup t ersedianya f ormulir di Kant or Pat en at au t empat -t empat t ert ent u yang dit unj uk di Indonesia. Dengan demikian surat permint aan unt uk mendapat kan pat en t ersebut dapat saj a dibuat sendiri oleh yang berkepent ingan dengan menggunakan f ormulir t ersebut sebagai cont oh.
Yang dimaksud dengan j enis pat en adalah pat en biasa at au pat en sederhana.
Pasal 6
Ayat (1)
wakt u penerimaan yang sangat diperlukan unt uk menent ukan saat penerimaan secara persis. Hal ini perlu diperhat ikan karena permint aan pat en yang diaj ukan lebih dahulu it ulah yang dit erima. Oleh karenanya wakt u penerimaan t ersebut j uga menunj ukkan j am, menit , dan bahkan det ik.
Ayat (2)
Dalam pengat uran ini ant ara lain dapat dit et apkan secara lebih rinci bent uk, t at a cara pemberian t anda penerimaan dokumen permint aan pat en dan lain-lainnya, baik unt uk permint aan pat en yang dit erima secara langsung maupun yang melalui j asa pos.
Pasal 7
Ket ent uan ini pada dasarnya memberi kesempat an pada penemu at au orang yang mengaj ukan permint aan pat en unt uk memperbaiki kemungkinan kesalahan misalnya dalam penyusunan klaim at au deskripsi. Kesalahan t ersebut khususnya menyangkut uraian pada klaim yang dimint akan pat en yang seharusnya diaj ukan dalam dua at au lebih permint aan pat en. Hal it u dapat diket ahui oleh penemu at au orang yang mengaj ukan permint aan pat en it u sendiri at au oleh pemeriksa pat en sewakt u melakukan pemeriksaan subst ant if .
Selanj ut nya, t erhadap masing-masing permint aan pat en hasil pemecahan t ersebut diberikan t anggal penerimaan permint aan pat en sesuai dengan t anggal penerimaan permint aan pat en semula.
Pasal 8
Ayat (1)
Permint aan unt uk melakukan pemecahan permint aan pat en harus diaj ukan secara t ert ulis yang selanj ut nya oleh Kant or Pat en dicat at dan digunakan sebagai dasar proses penanganan pemecahan permint aan pat en yang bersangkut an.
Ayat (2)
Dengan t elah selesainya pemeriksaan subst ant if , berart i t elah diperoleh hasil at au keput usan t erhadap permint aan pat en yang bersangkut an. Dengan begit u apabila t erhadap permint aan pemecahan t ersebut dipenuhi, maka akan mement ahkan seluruh proses penanganan permint aan pat en yang bersangkut an yang t elah dilakukan oleh Kant or Pat en. Karenanya, sekalipun keput usan t ersebut belum secara resmi disampaikan oleh Kant or Pat en kepada penemu at au yang mengaj ukan permint aan pat en, permint aan pemecahan harus dit olak.
Ayat (3)
seluruh kelengkapan dokumen permint aan pat en hasil pemecahan t ersebut t idak disampaikan dalam bat as wakt u 3 (t iga) bulan maka permint aan pemecahan t ersebut dianggap dit arik kembali. Dalam hal sepert i ini maka permint aan pat en dianggap t idak j adi dipecah. Kant or Pat en harus mencat at penarikan kembali permint aan pemecahan t ersebut dalam dokumen permint aan pat en yang bersangkut an.
Ayat (4)
Pembayaran biaya yang harus dipenuhi meliput i biaya-biaya yang berkait an dengan set iap t ambahan permint aan pat en. Misalnya, apabila dari permint aan pat en semula kemudian dipecah menj adi dua permint aan, maka t ambahan biaya yang harus dibayarkan t ersebut merupakan pembayaran bagi permint aan pat en yang kedua.
Pasal 9
Ayat (1)
Dalam hal permint aan pemecahan t ersebut berkait an dengan permint aan pat en yang diaj ukan dengan hak priorit as, padahal permint aan pert ama t idak dipecah, maka adalah sewaj arnya bilamana Kant or Pat en diberi kewenangan unt uk menilai. Kewenangan penilaian oleh Kant or Pat en ini j uga waj ar mengingat masalahnya menyangkut penilaian aspek t eknologi yang dikait kan dengan kepent ingan lainnya.
Ayat (2)
t elah diaj ukan dengan hak priorit as dan t erj emahannya dianggap berlaku unt uk semua permint aan pat en hasil pemecahan dari permint aan pat en semula.
Pasal 10
Ayat (1)
Saran unt uk dilakukannya pemecahan permint aan pat en ini biasanya berlangsung pada saat dilakukan pemeriksaan subst ant if . Dalam hal pemeriksa pat en menget ahui bahwa permint aan pat en t ersebut mengandung dua at au lebih penemuan yang sebenarnya dapat diaj ukan masing-masing secara t ersendiri, maka Kant or Pat en dapat memberikan saran t ert ulis kepada orang yang mengaj ukan permint aan pat en agar permint aan pat en t ersebut dipecah. Sekalipun demikian saran ini t idak bersif at mut lak dan dapat saj a t idak dit erima bilamana secara t eknologi dapat dibukt ikan bahwa penemuan yang dimint akan pat en t ersebut lebih mengunt ungkan apabila diperlakukan sebagai sat u penemuan.
Ayat (2)
Karena perubahan ini membawa akibat perlunya diaj ukan dokumen- dokumen t ert ent u yang diperlukan, maka perlu ada pengat uran mengenai kapan dokumen t ersebut harus diaj ukan. Unt uk kej elasan mengenai bat as wakt u, lihat penj elasan Pasal 8 ayat (3).
Ayat (3)
Lihat penj elasan Pasal 8 ayat (4).
Cukup j elas
Pasal 12
Karena akibat dari perubahan ini pada dasarnya hampir sama dengan pemecahan permint aan pat en maka unt uk kej elasannya lihat pula penj elasan Pasal 8 ayat (2).
Pasal 13
Ayat (1)
Terhadap pengaj uan permint aan pat en t ersebut perlu pula dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan yang disesuaikan dengan j enis pat en yang dimint a.
Ayat (2)
Dengan kewaj iban memperhat ikan persyarat an t ersebut maka bukan saj a harus diperhat ikan kelengkapan dokumen yang diperlukan t et api t ermasuk pula masalah pemenuhan biaya permint aan pat en yang bersangkut an.
Namun sej auh mengenai kewaj iban pembayaran biaya ini pada dasarnya pengat uran selanj ut nya diserahkan kepada Ment eri.
Pasal 14
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
Cukup j elas
Pasal 15
dimaksudkan unt uk memenuhi keperluan Kant or Pat en dalam menangani proses penyelesaian permint aan pat en yang bersangkut an.
Pasal 16
Cukup j elas
Pasal 17
Ket ent uan ini dimaksudkan unt uk memudahkan Kant or Pat en menangani permint aan pat en yang bersangkut an. Misalnya dalam hal asli dokumen permint aan pat en t ersebut dit ulis dalam bahasa Jepang, at au It alia yang t ent u lebih sulit unt uk dipahami dibandingkan apabila dibuat dalam bahasa Inggeris.
Ket ent uan ini t et ap dilakukan t anpa mengurangi persyarat an sebagaimana dit ent ukan dalam Pasal 2 ayat (1).
Pasal 18
Ayat (1)
Yang dimaksud j asad renik at au mikro organisma t ert ent u adalah j asad renik yang dapat dimint akan pat en dan bukan t ermasuk dalam j enis penemuan yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-undang Pat en.
Ayat (2)
Cukup j elas
Ayat (3)
permint aan unt uk it u, pengeluaran cont oh t ersebut oleh lembaga t empat penyimpannya t et ap memerlukan ij in t ert ulis dat i Kant or Pat en.
Pasal 19
Cukup j elas
Pasal 20
Ayat (1)
Lihat penj elasan Pasal 18 ayat (3)
Ayat (2)
Cukup j elas
Ayat (3)
Cukup j elas
Pasal 21
Cukup j elas
Pasal 22
Yang harus dij elaskan dalam deskripsi ini adalah kekhususan penemuan yang dimint akan pat en t ersebut dibandingkan dengan penemuan yang t elah ada sebelumnya.
Sedangkan penj elasan ringkas mengenai gambar yang dilampirkan, dimaksudkan unt uk lebih menj elaskan deskripsi.
Dalam uraian mengenai cara pelaksanaan hal it u menyangkut cara penggunaan at au pemakaian at au penerapan.
Pasal 23
Ket ent uan ini pada dasarnya dimaksudkan unt uk memberikan arahan agar penulisan deskripsi disusun sesuai dengan urut -urut an yang dapat memudahkan pemeriksaan. Namun begit u apabila unt uk keperluan kej elasan t eknis diperlukan susunan dengan urut -urut an yang berbeda, hal it u dimungkinkan.
Pasal 24
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
Pemberian nomor urut pada set iap klaim semat a-mat a dimaksudkan unt uk keperluan ident if ikasi bagi masing-masing klaim yang dimint akan perlindungan pat en. Dengan begit u, set iap nomor klaim harus merupakan sat u klaim yang ut uh yang berbeda dengan klaim-klaim lainnya.
Ayat (3)
Cukup j elas
Pasal 25
Ayat (1)
kemudian diikut i pernyat aan at au penj elasan mengenai int i penemuan yang dimint akan pat en.
Misalnya, "t erdiri dari", "t erbuat dari". "yang pengembangannya lebih lanj ut mencakup" at au kat a-kat a lain yang serupa dengan it u.
Ayat (2)
Cukup j elas
Pasal 26
Ayat (1)
Pernyat aan at au kalimat yang t idak boleh dicant umkan adalah misalnya : "sepert i dij elaskan dalam deskripsi" at au "sepert i t ert era dalam gambar".
Ayat (2)
Bahwa rumus kimia at au mat emat ika ini adalah rumus-rumus yang t elah, h ada yang digunakan dalam penemuan at au digunakan unt uk menj elaskan int i penemuan t et api bukan rumus it u sendiri -yang merupakan penemuan.
Ayat (3)
Sej auh disert akan gambar-gambar unt uk penj elasan t eknis maka di dalam klaim t ersebut dapat dit ambahkan t anda-t anda yang dit uliskan diant ara t anda kurung yang menunj ukkan at au meruj uk pada gambar.
Pasal 27
Adakalanya suat u permint aan pat en diaj ukan dengan klaim yang t erdiri dari dua at au lebih klaim mandiri. Hal it u dimungkinkan apabila klaim-klaim t ersebut mengacu pada penemuan yang sama yang uraian mengenai int i penemuannya t idak dapat dicakup dalam sat u klaim saj a. Karenanya dimungkinkan unt uk mengaj ukan dua at au lebih klaim mandiri sekaligus dengan variasi sepert i yang dit ent ukan dalam ket ent uan ini.
Misalnya dalam kesat uan penemuan dalam variasi a. obyek yang diacu dalam ket iga klaim mandiri yang meliput i klaim t ent ang produk, proses yang digunakan unt uk pembuat an produk dan pemakaian produk t ersebut adalah produk at au proses yang sama.
Pasal 28
Ayat (1)
Ket ent uan ini pada dasarnya t idak dimaksudkan unt uk membat asi j umlah klaim yang diaj ukan. Hal ini diserahkan sepenuhnya kepada penemu at au yang mengaj ukan permint aan pat en dan j uga dengan memperhat ikan sif at dan ciri penemuan it u sendiri.
Namun begit u, mengingat konsekuensi pemeriksaan yang harus dilakukan oleh Kant or Pat en menj adi lebih luas maka cukup waj ar apabila t erhadap klaim yang melebihi klaim ke sepuluh dikenakan biaya t ambahan.
Besarnya biaya t ambahan unt uk set iap kelebihan klaim t ersebut dit et apkan oleh Ment eri.
Ayat (2)
Ayat (3)
Cukup j elas
Pasal 29
Ayat (1)
Gambar yang disebut dan disert akan dalam deskripsi diperlukan unt uk memperj elas uraian t ent ang cara melaksanakan penemuan yang dimint akan pat en.
Jika dipandang perlu, salah sat u gambar dapat dibuat dengan kert as kalkier agar kualit as gambar dapat t erj amin baik t erut ama apabila diperlukan unt uk pembuat an salinannya.
Ayat (2)
Permint aan gambar oleh Kant or Pat en disampaikan secara t ert ulis sebagai kelengkapan bahan yang diperlukan dalam pemeriksaan.
Pasal 30
Ayat (1)
Tulisan yang diperbolehkan unt uk dicant umkan dalam gambar pada dasarnya hanya berupa sat u kat a sepert i "air", "uap", "logam".
Ayat (2)
Cukup j elas
Pasal 31
Ayat (1)
penelusuran t erhadap bidang t eknik dari penemuan yang dimint akan pat en t ersebut dan dapat pula memberi pet unj uk mengenai perlu at au t idaknya membaca deskripsi dari penemuan yang bersangkut an.
Ayat (2)
Cukup j elas
Pasal 32
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan uraian yang bersif at spekulat if adalah pernyat aan yang didasarkan pada perkiraan at au dugaan at au kemungkinan sehingga t idak dapat menunj ukkan kepast ian at as penemuan yang bersangkut an. Lazimnya hal it u diungkapkan dengan perkat aan : kira-kira, mungkin , barangkali at au ist ilah yang sej enis lainnya.
Pasal 33
Adakalanya penemu at au orang yang mengaj ukan permint aan pat en merasa perlu unt uk menampilkan gambar penemuannya sewakt u permint aan pat ennya diumumkan.
Tuj uannya, agar masyarakat dapat memahami secara lengkap dan j elas int i penemuan at au cara kerj anya. Kej elasan serupa it u dirasa perlu unt uk mencegah kesalah pahaman penilaian yang diakibat kan karena kurangnya dat a at au bahan inf ormasi t erut ama apabila masyarakat ingin mengaj ukan keberat an at as penemuan yang dimint akan pat en t ersebut .
Tersedianya gambar serupa it u dengan demikian j uga dapat digunakan masyarakat sebagai bahan unt uk dapat dibandingkan dengan penemuan lainnya.
Pasal 34
Ayat (1)
Pemeriksaan kelengkapan dokumen permint aan pat en ini dilakukan unt uk menget ahui ada at au t idaknya kekurangan yang masih harus dipenuhi. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah kelengkapan persyarat an sebagaimana dit ent ukan dalam Pasal 4 dan Pasal 5. Kegiat an pemeriksaan administ rat if ini t erbat as pada bidang-bidang di at as dan bukan merupakan kegiat an pemeriksaan subst ant if .
at au pat en sederhana. Selain it u, dilakukan pula pengklasif ikasian permint aan pat en menurut bidang-bidang penemuan. Misalnya, elekt ronika, konst ruksi, kimia dan sebagainya.
Ayat (2)
Seluruh dokumen yang dit erima dan diperiksa, sesuai dengan ket ent uan Undang-undang Pat en diperlakukan sebagai dokumen rahasia.
Pasal 35
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
Sekalipun sesuai dengan penj elasan Pasal 5 bahwa alamat Konsult an Pat en selaku kuasa digunakan sebagai alamat penemu, t et api t et ap merupakan
kewaj iban Konsult an Pat en unt uk meneruskan at au menyampaikan kepada penemu di
at au melalui alamat yang sebenarnya.
Hal ini pent ing j ust ru unt uk menj aga kelancaran pemenuhan kelengkapan permint aan pat en at au proses permint aan pat en pada umumnya, t erut ama kalau kelengkapan t ersebut menyangkut hal-hal yang secara t eknis hanya dikuasai oleh penemu.
Ayat (3)
Cukup j elas
Ayat (4)
meyakinkan Kant or Pat en. Hal ini t erut ama yang berkait an dengan kesulit an t eknis yang t idak dapat diat asinya unt uk memenuhi j angka wakt u t ersebut .
Pasal 36
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
Cukup j elas
Pasal 37
Ayat (1) dan Ayat (2)
Sej auh kekurangan it u menyangkut kesalahan yang t idak bersif at prinsip sepert i f ormat at au bent uk dokumen at au cara penulisannya, pada dasarnya t idak mengurangi art i bahwa permint aan pat en t ersebut t elah memenuhi persyarat an administ rat if . Karenanya, Kant or Pat en t idak boleh menunda unt uk memberikan t anggal penerimaan permint aan pat en.
Melalui ket ent uan ini set idaknya dapat dihindarkan pengat uran yang bersif at kaku yang dapat merugikan kepent ingan orang yang mengaj ukan permint aan pat en at au penemu. Namun begit u, unt uk kepent ingan kelancaran proses penanganan permint aan pat en it u sendiri, pemenuhan kekurangan at au perbaikan it u sudah selayaknya dilakukan segera meskipun dalam ket ent uan ini dibat asi selambat nya sebelum diaj ukan permint aan pemeriksaan subst ant if .
Pasal 38
Pasal 39
Dalam hal ini maka t anggal dit erimanya surat permint aan pat en dianggap sebagai t anggal penerimaan permint aan pat en (f iling dat e).
Pasal 40
Cukup j elas
Pasal 41
Ayat (1)
Dalam hal penemuan dihasilkan oleh dua penemu at au lebih maka surat permint aan penarikan kembali permint aan pat en dit anda-t angani oleh semua penemu yang bersangkut an. Begit u pula apabila yang berhak at as penemuan t ersebut lebih dari sat u.
Ayat (2)
Konsult an Pat en pada dasarnya t idak berhak menarik kembali permint aan pat en t anpa perset uj uan penemu. Ket ent uan ini dimaksudkan unt uk mencegah t imbulnya akibat -akibat yang dapat merugikan kepent ingan penemu. Apabila Konsult an Pat en karena kesalahannya merasa perlu unt uk menarik kembali permint aan pat en unt uk dapat memperbaiki kesalahan it u, ia harus mint a perset uj uan penemu.
Ayat (3)
Cukup j elas
Pasal 42
Cukup j elas
Ayat (2)
Pengesahan t ersebut diperlukan unt uk menj amin kebenaran dokumen yang bersangkut an.
Pasal 43
Ayat (1)
Kemungkinan usaha unt uk mendapat kan salinan yang sah t ersebut mungkin saj a t idak mudah. Sebab, pemberian pengesahan sepert i it u kadangkala dipandang sebagai bukan t ugas pokok yang harus dilayani oleh kant or dimana permint aan pat en yang pert ama kali diaj ukan. Oleh karenanya, unt uk t idak merugikan kepent ingan orang yang mengaj ukan permint aan pat en, persyarat an kelengkapan salinan dokumen t ersebut unt uk sement ara dianggap t elah dipenuhi apabila disampaikan bukt i berupa surat yang berisi permint aan pengesahan at as salinan surat permint aan pat en.
Ayat (2)
Dengan mengacu pada ket ent uan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Pat en, maka pemenuhan t ersebut merupakan dasar bagi Kant or Pat en memberikan t anggal penerimaan permint aan pat en (f iling dat e).
Pasal 44
Ayat (1)
Cukup j elas
Ayat (2)
masih dalam j angka wakt u priorit as, kiranya t idak menj adi soal. Namun, apabila permint aan pat en diaj ukan pada bat as akhir bagi hak priorit as yang bersangkut an, maka kesempat an selama 4 (empat ) bulan t ersebut berart i perpanj angan hak priorit as it u sendiri menj adi 16 (enam belas) bulan.
Pasal 45
Yang akan diat ur lebih lanj ut meliput i ant ara lain pengat uran mengenai priorit as ganda sert a t at a cara pengaj uannya.
Pasal 46
Ayat (1)
Unt uk keperluan pengamanan dokumen dan ket ert iban penyelenggaraan pengumuman, t erut ama dengan mengingat t erbat asnya media yang digunakan sebagai papan pengumuman, Kant or Pat en dapat menent ukan cara yang dipandang paling ef isien. Misalnya, cukup dengan mencant umkan inf ormasi singkat yang dapat digunakan sebagai pet unj uk unt uk melihat dokumen secara lengkap di t empat yang disediakan.
Demikian dan pula cara pengumuman di dalam Berit a Resmi Pat en. Yang t erakhir ini harus memperhat ikan ef isiensi t et api t et ap mempert ahankan kej elasan inf ormasi.
Ayat (2)