• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Persepsi Pengusaha Terhadap Iklim Usaha di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Persepsi Pengusaha Terhadap Iklim Usaha di Kota Medan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pengusaha tentang iklim usaha di Kota Medan dan faktor apa yang paling dominan sebagai penentu iklim usaha di Kota Medan.

Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data skunder dengan metode pengumpulan data melakukan observasi, studi pustaka, dan kuesioner yang ditujukan kepada 100 pengusaha selaku responden yang dipilih secara acak (random sampling). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dimana data kualitatif didukung oleh pengolahan data kuantitatif.

Hasil analisis persepsi pengusaha menunjukkan bahwa, iklim usaha di Kota Medan kondusif. Hal ini dilihat dari pengaruh kebijakan pemerintah, kestabilan politik dan sosial, birokrasi dan infrastruktur. Dan dari hasil penelitian diketahui bahwa kestabilan politik dan sosial dianggap faktor paling dominan sebagai penentu iklim usaha, diikuti birokrasi dan infrastruktur serta kebijakan pemerintah.

Kata Kunci : Iklim Usaha, Kebijakan Pemerintah, Kestabilan Politik dan Sosial, Infrastruktur, Birokrasi.

(2)

ii

ABSTRACT

This study aims to determine how perceptions of entrepreneurs about the business climate in the city of Medan and what is the most dominant factor as a determinant of the business climate in the city of Medan.

This research uses primary data and secondary data collection methods of data observation, literature review, and a questionnaire addressed to 100 employers as respondents were randomly selected (random sampling). The analysis technique used in this study is a descriptive analysis, which is supported by qualitative data quantitative data processing.

The results of the analysis indicate that the perception of the entrepreneur, the business climate in the city of Medan conducive. It is seen from the influence of government policy, political and social stability, bureaucracy and infrastructure. And from the research result shows that the political and social stability is considered the most dominant factor as a determinant of business climate, followed by bureaucracy and infrastructure and government policy.

Keywords: Business Climate, Government Policy, Politics and Social Stability, Infrastructure, Bureaucracy.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa kelembaban udara ( p=0,013) dan lama penyinaran matahari ( p=0,012) adalah faktor iklim yang paling dominan mempengaruhi

Berdasarkan data primer yang diolah untuk masing-masing variable dapat dilihat bahwa jika dirata-ratakan secara keseluruhan dari 50 orang responden untuk variable daya

Hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa kelembaban udara (p=0,013) dan lama penyinaran matahari (p=0,012) adalah faktor iklim yang paling dominan mempengaruhi kejadian

Alasan Bank Indonesia melakukan kebijakan redenominasi mata uang rupiah salah satunya karena ketidakefisienan dan ketidaknyamanan dalam melakukan transaksi karena pecahan

The purpose of this study is to determine the role of Small Micro Entrepreneurs (SME) in implementation Asean Economic Community(AEC) and to find problems for the role of Small Micro

Namun, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat bertahan dan menjadi pemulih perekonomian di tengah keterpurukan akibat krisis moneter pada berbagai sektor ekonomi.Sebanyak

2013.“Peningkatan Eksistensi Umkm Melalui Comparative Advantage Dalam Rangka Menghadapi Mea 2015 di Temanggung” Ana Syukriah,dkk/ Economics Development Analysis Journal 2

Alasan Bank Indonesia melakukan kebijakan redenominasi mata uang rupiah salah satunya karena ketidakefisienan dan ketidaknyamanan dalam melakukan transaksi karena pecahan