• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat Luka Dan Penanganan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Referat Luka Dan Penanganan"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

B

BAAGGIIAAN N IILLMMU U KKEEDDOOKKTTEERRAAN N BBEEDDAAHH RREEFFEERRAATT F

FAAKKUULLTTAAS S KKEEDDOOKKTTEERRAANN JJUUNNI I 22001177 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

LUKA DAN P

LUKA DAN PENANGANANN

ENANGANANNY

YA

A

Oleh: Oleh: Mu!" Gh#$$"% Mu!" Gh#$$"% 11 111 2011 201& 2210& 2210 Pe!'#!'#() Su*e"+#,-" : Pe!'#!'#() Su*e"+#,-" : ."/ I"( #%3 S*/B3 M/Ke, ."/ I"( #%3 S*/B3 M/Ke, DIBA

DIBAAKAN AKAN DALAM RADALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN NGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK KLINIK  BAGIAN ILMU KEDOKTERAN BEDAH

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN BEDAH  FAKULTAS KEDOKTERAN

 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR  MAKASSAR 

2017 2017

▸ Baca selengkapnya: vulnus excoriatum icd 10

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1/1 LATAR BELAKANG

Luka merupakan suatu kerusakan integritas kulit yang dapat terjadi ketika kulit terpapar suhu atau pH, zat kimia, gesekan, trauma tekanan dan radiasi. Respon tubuh terhadap berbagai cedera dengan proses pemulihan yang kompleks dan dinamis menghasilkan pemulihan anatomi dan fungsi secara terus menerus disebut dengan penyembuhan luka. Penyembuhan luka terkait dengan regenerasi sel sampai fungsi organ tubuh kembali pulih, ditunjukkan dengan tanda-tanda dan respon yang berurutan dimana sel secara bersama-sama berinteraksi, melakukan tugas dan berfungsi secara normal. Idealnya luka yang sembuh kembali normal secara struktur anatomi, fungsi dan penampilan.

etode pera!atan luka berkembang cepat dalam "# tahun terakhir, jika tenaga kesehatan dan pasiennya memanfaatkan terapi canggih yang sesuai dengan  perkembangan, akan memberikan dasar pemahaman yang lebih besar terhadap  pentingnya pera!atan luka. $emua tujuan manajemen luka adalah untuk membuat luka stabil dengan perkembangan granulasi jaringan yang baik dan suplai darah yang adekuat, hanya cara tersebut yang membuat penyembuhan luka bisa sempurna.

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2/1 DEFINISI

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh atau terjadinya gangguan kontinuitas suatu jaringan, sehingga terjadi pemisahan jaringan yang semula normal. Luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh yang lain. %etika luka timbul, beberapa efek akan muncul seperti hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ, respon stress simpatis,  perdarahan dan pembekuan darah, kontaminasi bakteri, dan kematian sel.

2/2 JENIS4JENIS LUKA

enurut bentuknya luka dibagi atas &

a. Luka tertutup 'closed wound (

Luka tertutup yaitu dimana tidak terjadi hubungan antara luka dengan dunia luar.

)ontoh dari luka tertutup yaitu luka memar *amabar #+ & luka memar  yang dapat digolongkan menjadi " jenis yaitu &

 contusio, dimana kerusakan jaringan diba!ah kulit dari luar hanya tampak  sebagian benjolan

 Hematoma, dimana kerusakan jaringan di ba!ah kulit disertai perdarahan sehingga dari luar tampak kebiruan.

 b. Luka terbuka 'open wound (

Luka terbuka yaitu luka yang berhubungan langsung dengan dunia luar. )ontoh dari luka terbuka yaitu luka lecet (vulnus excoriatum), luka sayat (vulnus scissum),luka tusuk (vulnus ictum), luka robek (vulnus laceratum), luka tembak 'vulnus sclopectorum), luka gigitan(vulnus morsum).

(4)

enurut penyebabnya, luka di bagi atas & / Lu5 6!

emiliki sifat luka yang licin, tidak ada jembatan jaringan dan tidak  mempunyai jaringan yang mati diantaranya. )ontohnya &

 Luka lecet 'vulnus excoriatum(

erupakan luka yang paling ringan dan  paling mudah sembuh. Luka ini terjadi

karena adanya gesekan tubuh dengan  benda-benda rata, misalnya aspal, semen

atau tanah.

*ambar #"& luka lecet  Luka sayat 'vulnus scissum(

Luka dengan tepi luka yang tajam dan licin. ila luka sejajar dengan garis lipatan kulit, maka luka tidak terlalu terbuka. ula luka memotong pembuluh darah, maka darah akan sukar berhenti karena sukar terbentuk

cincin trombosis 'trombose ring (. *ambar #& luka sayat  Luka tusuk 'vulnus ictum(

Luka ini disebabkan oleh benda runcing memanjang. ari luar luka tampak kecil, tetapi didalam mungkin rusak berat. erajat bahaya tergantung atas

 benda yang menusuknya 'besarnya/kotornya(

dan daerah yang tertusuk. *ambar #0 & luka tusuk  

'/ Lu5 6u!*ul

$ifat tepi luka tidak rata banyak jembatan jaringan dan diantaranya terdapat  jaringan yang mati 'nekrosis(, contohnya &

(5)

 Luka robek 'vulnus laceratum(

iasanya disebabkan oleh benda tumpul, tepi luka tidak rata, dan perdarahan sedikit karena mudah terbentuk cincin trombosis akibat  pembuluh darah yang hancur dan memar.

*ambar #1& luka robek 

 Luka tembak 'vulnus sclopectorum(

Luka ini terjadi karena tembakan. 2epi luka dapat tidak teratur dan dapat pula dijumpai  benda asing 'corpus alienum( dalam luka,

misalnya anak peluru.

*ambar #3& luka tembak 

 Luka gigitan 'vulnus morsum(

Luka yang disebabkan oleh gigitan binatang atau manusia. %emungkinan infeksi lebih  besar. entuk luka tergantung bentuk gigi  penggigit.

(6)

2/ KLASIFIKASI LUKA

Luka dibagi atas 0 kategori berdasarkan atas penilaian klinik terhadap kontaminasi bakteri dan resiko terjadinya infeksi &

a. Clean Wounds (Luka bersih), yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak  terjadi proses peradangan 'inflamasi( dan infeksi pada sistem pernafasan,  pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup5 jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup. %emungkinan terjadinya infeksi luka sekitar +6 - 16.

 b.  Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi),  merupakan luka  pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 6 - ++6.

c. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi), termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik  aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna5 pada kategori ini juga termasuk  insisi akut, inflamasi nonpurulen. %emungkinan infeksi luka +#6-+46. d.  Dirt or !n"ected Wounds (Luka kotor atau in"eksi), yaitu terdapatnya

mikroorganisme pada luka.

erdasarkan kedalaman dan luasnya luka

a. $tadium I & Luka $uperfisial '78on-lanching 9rithema( & yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.

 b. $tadium II & Luka 7Partial 2hickness: & yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. erupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal. c. $tadium III & Luka 7;ull 2hickness: & yaitu hilangnya kulit keseluruhan

meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai ba!ah tetapi tidak mele!ati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.

(7)

d. $tadium I< & Luka 7;ull 2hickness: yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

2/8 PERBAIKAN LUKA

eberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka adalah & a. =mur pasien

akin tua pasien makin menurun daya tahan tubuhnya dan semakin mudah terjadi infeksi dengan proses penyembuhan yang lama. Hal ini dapat dihubungkan dengan kemungkinan adanya degenerasi, tidak adekuatnya masukan makanan, dan menurunnya sirkulasi

 b. erat badan pasien

%elebihan lemak pada daerah luka dapat menghambat penyembuhan luka. Hal ini disebabkan karena lemak kurang mendapat suplai darah, sehingga  jaringan mudah mengalami trauma dan infeksi.

c. $tatus nutrisi

 Protein à memperbaiki proliferasi, neoangiogenesis, sintesis kolagen > remodeling

 %arbohidratà supali energi seluler  <it. ?à sintesis kolagen > epitelisasi

 <it. ) à sintesis kolagen > meningkatkan resistensi terhadap infeksi  <it. %à sintesis protombin > faktor pembekuan darah

 @at besi à sintesis kolagen, sintesis Hb, mencegah iskemik

 <it. -comp à Produksi energi, imunitas seluler, sintesis sel darah merah

 @incà $intesis protein d. ehidrasi

ehidrasi dapat menyebakan gangguan keseimbangan elektrolit yang dapat mempengaruhi fungsi jantung, ginjal oksigenasi metabolisme seluler oleh darah dan fungsi hormon.

(8)

Luka akan sembuh dengan cepat pada daerah !ajah, dan leher bila dibandingkan dengan daerah ekstremitas.

f. %eadaan respon imun pasien

Pasien yang terinfeksi HI<, kemoterapi, pemakaian lama steroid dosis tinggi dapat melemahkan respon imun.

g. ?danya penyakit kronik dan keganasan

Pasien dengan penyakit menahun, gangguan endokrin seperti diabetes, dapat menghambat penembuhan luka.

h. Abat-obatan

)ontoh Immunosupressif kortikosteroid, antikanker hormon, radiasi.

2/& FASE PENYEMBUHAN LUKA A/ F,e I($l!,#

;ase inflamasi dimulai dari saat terjadinya luka hingga hari ke lima. $aat terjadi luka maka tubuh akan berusaha untuk menghentikan perdarahan dengan cara memBasokonstriksikan pembuluh darah, pengerutan ujung pembuluh darah 'retraksi(, dan reaksi hemostasis. alam fase inflamasi ini trombosit yang keluar   pembuluh darah akan saling menempel dan bersama-sama dengan benang-benang

fibrin trombosit akan membekukan darah sehingga perdarahan dapat dikontrol isisi lain tubuh memiliki sel mast yang berfungsi untuk meningkatkan  permeabilitas kapiler sehingga sel-sel darah putih sebagai pemakan bakteri atau sel-sel yang mati dapat masuk dengan mudah. $el mast mengeluarkan serotonin yang menyebabkan permeabilitas kapiler meningkat dan Basodilatasi di sekitar  tempat inflamasi, hal inilah yang menyebakan cairan di pembuluh darah masuk di sekitar tempat inflamasi sehingga menyebabkan oedema 'pembengkakan(.

2anda dan gejala pada fase inflamasi&  #alor& 2erasa hangat

 $ubor & er!arna kemerahan  Dolor& 8yeri

%umor& Pembengkakan

(9)

2erjadinya luka menyebabkan terjadinya perpindahan sel-sel darah putih 'Leukosit( ke tempat peradangan. Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik yang membantu mencerna bakteri beserta sel-sel yang rusak. $etelah itu barulah muncul limfosit dan monosit yang memiliki kemampuan mencerna bakteri lebih  baik untuk membantu pertempuran mela!an bakteri.

;ase ini disebut juga dengan fase lamban karena luka masih belum stabil,  pembentukan kolagen masih minimal dan luka hanya ditautkan dengan benang- benang fibrin yang amat lemah.

B/ F,e P"-l#$e",#

;ase proliferasi terjadi antara  sampai "0 hari setelah luka terjadi. 2ujuan utama dari fase ini adalah menumbuhkan jaringan baru dari dasar luka dengan  jaringan penyambung atau biasa juga disebut sebagai granulasi dan menutup bagian atas luka dengan jaringan epitel 'epitelisasi(. ;ibroblas adalah sel-sel yang mensintetis kolagen yang akan menutup luka. ;ibroblas membutuhkan Bitamin , Bitamin ), oksigen dan asam amino agar dapat berfungsi dengan baik.

Luka akan tertutup oleh jaringan-jaringan baru pada periode ini, elastisitas  jaringan yang menutup luka mulai meningkat dan risiko ruptur 'robek/terpisah(

luka akan menurun.

(10)

Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri atas penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dan akhirnya membentuk   jaringan baru yang merupai jaringan normal lainnya. ;ase ini dapat berlangsung  berbulan-bulan hingga + tahun dan dinyatakan berakhir kalau semua tanda radang sudah lenyap. 2ubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Aedema dan sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang  berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada.

$elama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat karena jaringan parut mengandung lebih sedikit sel-sel pigmentasi. 2erlihat pengerutan maksimal pada luka. Pada akhir fase ini, perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira-kira C#6 kemampuan kulit normal. Hal ini tercapai kira-kira -3 bulan setelah  penyembuhan . perupaan luka tulang 'patah tulang( memer lukan !aktu satu tahun

atau lebih untuk membentuk jaringan yang normal secara histologi atau secara  bentuk.

(11)

A/ Pe(%e!'uh( Lu5 P"#!e"

Denis penyembuhan luka primer terjadi bila luka segera diusahakan  bertaut, biasanya dengan bantuan jahitan. Parut yang terjadi biasanya lebih halus

dan kecil.

B/ Pe(%e!'uh( Lu5 Se5u(.e"

Penyembuhan luka sekunder merupakan penyembuhan luka kulit yang terjadi tanpa pertolongan dari luar. Penyembuhan ini berjalan alami atau mandiri dilakukan oleh tubuh. Luka akan terisi jaringan granulasi yang tumbuh dari dasar  luka dan akhirnya akan ditutup oleh jaringan epitel. Penyembuhan seperti ini  biasanya memerlukan !aktu uang cukup lama dan akan meninggalkan jaringan  parut yang kurang baik, terutama bila luka terbuka/mengaga lebar.

9/ Pe(%e!'uh( Lu5 Te",#e" <P"#!e" Te"6u(.=

 8amun, jahitan luka tidak dapat langsung dilakukan pada luka terkontaminasi berat dan/ atau tidak berbatas tegas. Luka yang compang-camping seperti luka tembak, sering meniggalkan jaringan yang tidak dapat hidup yang  pada pemeriksaan pertama sukar dikenal. %eadaan ini diperkirakan akan

(12)

2/7 PERAATAN LUKA

Pera!atan Luka bersih  hari sekali ganti Berban sedangkan Luka kotor  tiap hari " kali ganti Berban 'luka berbau dan ada sekret(.

/ Pe"6( lu5 ,e>" u!u!:

+. Pada setiap perlukaan perhatikan keadaan umum terlebih dulu. ?pabila keadaan umum buruk usahakan terlebih dulu perbaikan keadaan umum.?pabila perdarahan tampak terus berlanjut dan merupakan  penyebab dari keadaan umum yang buruk maka perdarahan dan keadaan

umum buruk diatasi secara bersama-sama. ". $aat terjadinya perlukaan &

 Luka kurang dari 3 jam &

luka ini dianggap luka bersih 'clean !ound( . Luka seperti ini diharapkan akan sembuh per-primam 'dengan tindakan yang adekuat( dan dapat dilakukan tindakan primer / penjahitan primer.

 Luka terkontaminasi&

Luka ini diragukan untuk dapat sembuh secara primer karena itu diberikan tindakan ekspektatip 'kompres zat antiseptika dan diberikan antibiotika(. ?pabila pada hari ke--4 tidak timbul radang bila perlu dapat dilakukan tindakan penjahitan 5 penjahitan disini disebut jahitan  primer tertunda 'delayed primary suture(. ila antara hari ke--4

(13)

 Luka terinfeksi &

setiap luka diatas +" jam dianggap luka terinfeksi. Pada luka ini diberi kompres dan antibiotika sambil menunggu hasil kultur dan resistensi test untuk pemberianantibiotika yang sesuai.. ?pabila kemudian  proses radang sudah tenang dan timbul jaringan granulasi sehat dapat

dilakukan jahitan sekunder. Perkecualian untuk penanganan ini&

 Luka lebih lama dari 3 jam tanpa tanda-tanda radang dan sudah diberi zat antiseptika sebelumnya dapat dilakukan tindakan  primer.

 Luka terkontaminas didaerah !ajah tetap dilakukan penjahitan  primer.

 Luka kurang dari 3 jam didaerah perineum tetap dianggap luka terkontaminasi.

 Perlukaan lebih dari 3 jam tetap dapat dilakukan eksplorasi . Profilaksis tetanus &

apat diberikan dalam bentuk 2oksoid, ?2$ atau imunoglobulin. ?2$ diberikan +1##=,2oksoid +cc atau imunoglobulin "1#= 'pada orang de!asa(.

0. edikamentosa $ebaiknya diberikan antibiotika profilaksis. 1. Pembukaan jahitan &

Pada daerah !ajah jahitan dibuka hari ke-0 untuk menghindari terjadinya Erailroad trackE yang akan sangat sulit untuk dikoreksi. ?pabila pada saat kontrol tampak adanya pus, maka jahitan segera dibuka pada dimana tampak pernanahan.

(14)

'/ Pe"6( lu5 5hu,u,:

+. Perlukaan pembuluh darah &

?pabila terdapat perlukaan pada pembuluh darah sebagai tindakan sementara dapat dilakukan tindakan penekanan daerah luka atau penekanan pada nadi  proksimal dari luka.$ebagai tindakan definitip adalah ligasi atau repair dari  perlukaan pembuluh darah.

". Perlukaan syaraf perifer &

Pada luka bersih, maka repair syaraf dapat dilakukan secara primer, pada luka terkontaminasi atau terinfeksi dilakukan secara sekunder.

. Perlukaan tendo &

ila luka dijahit primer maka tendo juga diusahakan untuk dijahit secara  primer. Perkecualian adalah pada daerah Eno mans landE pada tangan dimana

dimana repair dilakukan secara sekunder. 0. Perlukaan daerah toraks dan abdomen &

Harus selalu ditentukan apakah luka tembus atau tidak. 1. Perlukaan daerah !ajah dan kepala &

?pabila terdapat luka pada daerah kepala maka rambut harus dicukur terlebih dahulu. ?lis tidak diperbolehkan untuk dicukur. ?pabila terdapat perdarahan maka langsung dilakukan penjahitan tanpa hemostasis kecuali bila terkena  pembuluh darah sedang atau besar. Perlukaan pada daerah pipi harus dipastikan bah!a tidak terdapat kerusakan pada n.<II ataupun ductus $tenoni.

3. Perlukaan daerah leher &

?pabila luka dalam dan ada kemungkinan terkena organ penting 'pembuluh darah dsb( maka perlu eksplorasi.

(15)

PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA

Pertama-tama, lakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan apakah ada perdarahan yang harus dihentikan. %emudian, tentukan jenis trauma, tajam atau tumpul. Luasnya kematian jaringan, banyaknya kontaminasi dan berat ringannya luka.

T#(.5(

Pera!atan luka akan tergantung pada jenis luka, berat ringannya luka, ada tidaknya perdarahan dan risiko yang dapat menimbulkan infeksi. Prinsip umum  pertolongan pertama pada luka sebagai berikut

 encuci tangan dengan menggunakan sabun atau larutan antiseptik

 $egera pantau luka kemungkinan adanya benda asing dalam luka

 ersihkan pinggiran luka dengan antiseptik atau sabun antiseptik. ila luka dalam, bersihkan dengan normal saline 'cairan infus/8$, jika tidak  ada gunakan air matang beri sedikit garam( dari pusat luka ke arah luar, setelah luka dibersihkan kemudian lakukan irigasi luka dengan normal salin.

 %eringkan luka dengan kasa steril yang lembut

 erikan antibiotk atau obat antiseptik yang sesuai

 2utup luka dengan kasa steril dan paten

 2inggikan posisi luka bia terjadi perdarahan dan imobilisasi K-(6"-l *e"."h(

 Pantau keadaan luka 'angkat atau gunting pakaian pada area in'ur) bila diperlukan

 ?mbil benda asing secara perlahan bila terdapat benda asing dalam luka

 Lakukan penekanan area perdarahan dengan kasa steril

(16)

 Lakukan pembalutan

 Dressing/Pembalutan 2ujuan &

/ memberikan lingkungan yang memadai untuk penyembuhan luka '/ absorbsi drainase

>/ menekan dan imobilisasi luka

./ mencegah luka dan jaringan epitel baru dari cedera mekanis e/ mencegah luka dari kontaminasi bakteri

$/  meningkatkan hemostasis dengan menekan dressing )/ memberikan rasa nyaman mental dan fisik pada pasien

 Alat Dan Bahan Balutan Untuk Luka  ahan untuk embersihkan Luka

a. ?lkohol 4#6

 anyak digunakan untuk disinfeksi

 $ifat bakterisida kurang

 2idak digunakan untuk sterilisasi

 b. %lorheksin aFuous

 ?ntiseptik yang ideal

 2oksisitas rendah

 efektif terhadap bakyeri gram 'G( > gram '-(

 tidak efektif terhadap 2?, spora bakteri, jamur > Birus

 $aBlon, Hibiscrub c. PoBidone-iodine

 anti-mikroba paten yang digunakan secara luas

 efektif pada disinfeksi dan pembersihan dalam pre-pasca bedah

(17)

 membersihkan dan menghilangkan bau pada luka infeksi

 efek dalam !aktu singkat selama oksigen dibebaskan

 berbahaya pada rongga tertutup 'emboli gas(

 menyebabkan iritasi pada kulit

 ahan untuk enutup Luka & <erband dengan berbagai ukuran  ahan untuk mempertahankan balutan

a. ?dhesiBe tapes

 b. andages and binders

2/? KOMPLIKASI PENYEMBUHAN

a. Infeksi

 %unci pengobatan yang efektif adalah dengan cepat mengidentifikasi

 patogenesanya

 %ultur jaringan harus dianalisis dan diidentifikasi mikroorganismenya.  Penggunaan antibiotik harus segera dimulai pada selulitis dan fascitis

 berdasarkan hasil kultur.  b. *angguan terhadap Luka

 2erutama pada orang tua dan lemah.  Laki-laki lebih sering.

 $ering hari ke 1 - +" postoperasi.

c. ehisensi

 Luka terlipat dan terbuka 'splitting open(.

 Luka terbuka adalah pemisahan sebahagian atau seluruhnya lapisan

 jaringan setelah penutupan.

 2erlipatnya jaringan dapat terjadi akibat& anyaknya tekanan pada

 jaringan yang baru dijahit. d. 9Biserasi

 itandai dengan menonjolnya usus melalui luka pada abdomen yang

(18)

 ?kibat tingginya tekanan intra abdominal kembung, mual, dan batuk  setelah pembedahan akan meningkatkan tekanan pada luka.

BAB III KESIMPULAN

$emua tujuan manajemen luka adalah untuk membuat luka stabil dengan  perkembangan granulasi jaringan yang baik dan suplai darah yang adekuat, hanya

cara tersebut yang membuat penyembuhan luka bisa sempurna.

=ntuk memulai pera!atan luka, pengkajian a!al yang harus dija!ab adalah, apakah luka tersebut bersih, atau ada jaringan nekrotik yang harus dibuang, apakah ada tanda klinik yang memperlihatkan masalah infeksi, apakah kondisi luka kelihatan kering dan terdapat resiko kekeringan pada sel, apakah absorpsi atau drainage objektif terhadap obat topical dan lain-lain.

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, ?. ?ziz ?limul, Hidayat, usrifatul, '"#+"(,  #eterampilan Dasar   raktik #linik, alemba edika, Dakarta.

?llen *abriel, , Doseph ? olnar, . ound Healing and *ro!th ;actor. edscape. =pdate 0 Aktober "#+1.

udley H?;, 9ckersley DR2, Paterson-ro!n $. "#+". edoman %indakan *edik  dan +edah. Dakarta& 9*).

9ffendy, )hristantie dan ?g. $ri Aktri Hastuti. "#+#. #iat ukses menghadapi perasi. ogyakarta& $ahabat $etia

$jamsuhidajat, e Dong. "#+". +uku a'ar !lmu +edah disi . Dakarta & 9*)

*race, Pierce ? > orley 8eil R. "#+. /t a 0lance !lmu +edah. $urabaya& 9rlangga

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan adalah pemberian daun binahong dapat mempercepat durasi penyembuhan luka sayat pada mencit Swiss Webster jantan.. Kata kunci : daun binahong, penyembuhan

Diagnosa keperawatan :Nyeri yang berhubungan dengan saraf yang terbuka, kesembuhan luka dan penanganan luka bakar d.dklien mengeluh nyeri pada area

P1 : Kelinci diberi luka sayat pada daerah punggung dengan kedalaman ±2 mm serta panjang luka 3 cm dan luka sayat dioleskan sediaan asap cair dengan

Resiko infeksi pada luka dapat dikurangi pada penanganan tanpa insisi karena tidak adanya luka terbuka yang merusak jaringan kulit dan mukosa sebagai mekanisme

a) Luka imersi, yang mana bisa saja karena ketidak sengajaan atau kecerobohan dirumah. Luka bakar imersi akibat kecerobohan dirumah sering terjadi karena anak kecil

Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama, luka tersebut adalah “luka percobaan.” Selain

Luka tidak disengaja (Unintentional Traumatis) Integritas Luka Luka tertutup Luka terbuka Mekanisme Luka Luka memar Luka incisi Luka abrasi... Efek samping dari luka

Zulaechah, S., 2010, Perbedaan Kecepatan Penyembuhan Luka Sayat Antara Penggunaan Lendir Bekicot (Achatina Fulica) dengan Povidone iodine 10% dalam Perawatan Luka Sayat pada