• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Seiring dengan berkembangnya zaman begitu banyak masalah dalam kesehatan yang timbul pada wanita, khususnya pada bagian rahim. Rahim merupakan suatu organ muscular yang berbentuk seperti pir yang terletak diantara kantung kencing dan rektum yang berfungsi sebagai pengeluaran darah haid dengan ditandai adanya perubahan dan pelepasan dari endometrium.

Sebagian besar wanita sering mengalami gangguan pada area rahim tetapi kadang wanita beranggapan bahwa gejala-gejala yang timbul merupakan gejala-gejala umum yang sering terjadi pada wanita lainnya, padahal kemungkinan gejala tersebut merupakan gejala penyakit yang berbahaya seperti kanker.

Kaum wanita ternyata masih belum banyak yang mengetahui tentang gejala dan jenis penyakit rahim itu sendiri. Wanita yang mengalami gangguan atau kelainan pada area rahim ia akan mendatangi dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi, namun pada kenyataannya tidak semua kaum wanita melakukannya. Hal seperti ini dikarenakan faktor perekonomian yang kurang mencukupi ataupun karena kesibukan atau jarak, tempat, dan terdapat pula masalah seperti jam kerja praktek dokter yang terbatas.

Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat akhir-akhir ini sangat membantu dalam proses mendeteksi adanya gejala-gejala pada rahim, ditambah kebutuhan manusia akan informasi kesehatan secara cepat dan akurat. Kapan pun dan dimana pun, mendorong para ahli untuk mengembangkan kegunaan komputer agar dapat mempermudah pekerjaan

(2)

kesadaran akan pola hidup yang sehat terkadang masih terabaikan, hingga banyak gejala dan penyakit yang timbul akibat pola hidup dan pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat, salah satunya adalah penyakit kista pada rahim.

Kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan suatu kantong berisi cairan. Kista seperti balon berisi air dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam (Jacoeb, 2007). Kista ovarium merupkan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium (Agusfarly, 2008). Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak karena kebanyakan penanganannya tidak melalui oprasi besar. Penyebab kista antara lain adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor yang dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia, serta faktor makanan, lemak berlebih yang meningkatkan hormon testosterone akan membantu tumbuhnya kista.

Sistem pakar (Expert System) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matekatik, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Sistem pakar merupakan subset dari Artificial Intelegence (Kecerdasan Buatan). Implementasi sistem pakar dapat diterapkan dalam dunia kedokteran selain sebagai media informasi bagi masyarakat terutama untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita sebagai diagnosa awal, juga sebagai alat bantu bagi seseorang dokter yang kurang berpengalaman untuk dapat mengambil keputusan secara cepat dan lebih akurat, tanpa perlu merujuk kepada dokter pakar yang biasanya sukar dihubungi. Pengetahuan yang disimpan dalam sistem pakar umumnya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam masalah tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodologi dan kinerjanya (performance). (Arhami, 2005).

(3)

Diagnosa, yaitu mentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak. (Arhami, 2005).

Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang kedokteran yaitu sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kista. Penyakit yang dipilih adalah penyakit kista karena penyakit ini merupakan penyakit yang kompleks. Sering sekali orang bingung dengan penyakit yang diderita dan harus ke dokter atau tidak, dan kurangnya kepekaan setiap orang terhadap gejala dari suatu penyakit merupakan faktor penyebab telatnya orang untuk berfikir dalam mencegah penyakit yang ditimbulkan dari gejala yang dialami.

Oleh karena itu agar tidak ada kesalahan diagnosa dan untuk mempermudah masyarakat atau penderita mengetahui sejak dini penyakit yang diderita dan agar tidak terlambat mendapatkan pengobatan dikarenakan seorang dokter atau pakar memiliki keterbatasan waktu maka dibuat suatu sistem pakar dengan menggunakan metode certainty factor yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan mengaplikasikan kedalam sebuah program berbasis website. Metode

certainty factor (CF) merupakan metode yang mendefinisikan ukuran

kepastian terhadap suatu fakta atau aturan, untuk menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi, dengan menggunakan metode certainty factor ini dapat menggambarkan tingkat keyakinan pakar.

Pemikiran akan adanya suatu program aplikasi yang mampu melakukan diagnosis awal telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Tetapi program aplikasi yang diuji cobakan masih belum dapat memberikan diagnosis yang akurat.

Dari latar belakang diatas, penulis bermaksud untuk merancang suatu program aplikasi sistem pakar yang mampu memberikan diagnosis yang akurat akan kemungkinan penyakit kista pada manusia agar cepat dalam penanganan penyakit kisat tersebut dan mengetahui penyakit yang di derita

(4)

1.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah yang terdapat di tugas ini adalah sebagai berikut : a. Bagaimana merancang dan membangun sebuah aplikasi web yang

dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memberikan saran atau solusi serta penanganan lebih lanjut terhadap penyakit kista pada manusia.

b. Bagaimana sistem dan mekanisme aplikasi dengan metode Certainty

Factor dapat melakukan identifikasi terhadap penyakit kista pada

manusia.

1.3 Batasan Permasalahan

Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

a. Sistem pakar yang dibuat hanya dikususkan untuk mengidentifikasi penyakit kista pada manusia.

b. Keluaran yang dihasilkan pada aplikasi ini adalah gangguan yang terdeteksi berdasarkan daftar gejala yang dipilih user sesuai kondisi pasien yang di alami.

c. Penarikan kesimpulan menggunakan metode Certainty Factor. 1.4 Tujuan Penulis

Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir (TA) sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kista pada manusia berbasis website adalah :

a. Untuk mendiagnosa penyakit kista

b. Memudahkan melayani pasien untuk mengenali dan mencari solusi pada jenis penyakit kista secara dini sehingga mencegah penyakit tersebut menjadi lebih berbahaya.

c. Sebagai alat bantu bagi dokter untuk dapat mengambil keputusan secara cepat dan lebih akurat.

1.5 Manfaat

Manfaat yang diperoleh dalam penulisan Tugas Akhir (TA) sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kista pada manusia berbasis website adalah :

(5)

b. Dapat memudahkan user untuk mengetahui gejala-gejala yang dirasakan.

c. Dapat mengetahui hasil yang real untuk wanita dewasa yang terdiagnosa penyakit kista.

1.6 Metode Penelitian

Agar dapat memperoleh data yang cukup akurat dan lengkap, maka dalam perancangannya digunakan beberapa metode, antara lain :

1. Jenis Peneltian, yaitu :

Berdasarkan sumber penelitian, penelitian ini menggunakan metode

field research atau penelitian lapangan, dimana data diperoleh langsung

dari dokter ahli tentang penyakit kista dan melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan data yang digunakan sebagai bahan dalam pembuatan aplikasi. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan cara merumuskan permasalahan lalu meneliti secara mendalam. Berdasarkan eksplanasi laporan penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif. 2. Teknik Pengumpulan Data, yaitu :

a. Observasi

Melakukan pengamatan langsung dilapangan dan mengumpulkan data untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan sistem pakar mendiagnosa penyakit kista pada manusia, untuk menentukan input serta output yang efektif.

b. Wawancara.

Teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan dokter umum di puskesmas kecamatan kebon jeruk terkait dengan permasalahan yang diambil untuk memperoleh data dan informasi.

c. Dokumentasi.

Mengumpulkan data dan informasi berupa asuhan kebidanan pada pasien dengan kistoma ovarii, preoperasi dan post operasi. Dari data-data tersebut dapat menjadi bahan acuan dalam penyelesaian

(6)

3. Pengembangan Sistem

Metodelogi pengembangan sistem yang akan digunakan adalah metode yang biasa dinamakan Sistem Development Life Cycle (SDLC) yang merupakan metode umum dalam pengembangan sistem, sedangkan untuk pendekatan model pengembangan yang digunakan adalah pendekatan air terjun (waterfall).(Ian Sommerville:43) pada pengembangan sistem yang telah dipilih memiliki tahapan – tahapan sebagai berikut :

1. Analisis Sistem

Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem dengan melakukan sebuah penelitian. Tahapan ini akan menghasil dokumen

requirement yang digunakan sebagai dasar kebutuhan terhadap

sistem yang akan dibangun. Dokumen ini yang akan menjadi acuan sistem analis untuk diterjemahkan ke dalam bahasa pemrogramman. 2. Desain

Tahapan ini merupakan tahapan perancangan dan pencarian solusi yang dianggap tepat terhadap permasalahan yang ada dengan pemodelan berorientasi objek menggunakan UML (Unified

Modelling Language) sebagai tool utama dan digambarkan melalui use case diagram, Aktivitas diagram, class diagram, serta sequence diagram.

3. Implementasi

Tahapan ini merupakan implementasi dari hasil perancangan dengan proses pembuatan atau coding aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Pengujian hasil pembuatan aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode Black

Box. Metode Black Box merupakan pengujian terhadap dasar-dasar

fungsi dari program, sehingga dapat diketahui kemampuan dan keefektifan dari sistem yang dibangun serta mendapatkan kekurang sistem agar dapat dilakukan perbaikan terhadap aplikasi.

(7)

Sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari penyelesaian secara garis besar bab demi bab yang tersusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan permasalahan, tujuan penulisan, manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Berisi teori-teori didapat dari studi literature dan konsep-konsep terkait dengan judul tugas akhir ini, beserta penyelesaian masalah yang diambil dalam penyusunan tugas akhir.

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Dalam bab ini akan dibahas mengenai metode perancangan sistem pakar, dimulai dengan proses analisa masalah, identifikasi masalah, pembentukan basis pengetahuan, pembuatan aturan-aturan (rules) sampai rancangan layar.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA PROGRAM

Bab ini menjelaskan bagaimana cara menjalankan program sistem pakar ini, interaksi yang dilakukan antara sistem dengan pemakai dan membahas mengenai jalannya uji coba terhadap program dan hasil yang dicapai oleh program sistem pakar yang dikembangkan serta spesifikasi perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software).

BAB V PENUTUP

Bab penutup yang berisi kesimpulan dari tulisan dan saran-saran yang berhubungan dengan sistem yang dikembangkan.

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan  penyediaan  sanitasi   adalah  meningkatkan  dan  mengembangkan  percepatan   penyediaan  akses  terhadap  produk  dan  layanan  sanitasi  yang

Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang diterapkan adalah memakai metode pendekatan yuridis normatif untuk mengkaji peraturan-peraturan yang berhubungan dengan

Tujuan akhir model indeks tunggal adalah sama halnya dengan analisis Markowitz, melacak batas efisien (efficient frontier) dari set portofolio yang dimana investor akanmemilik

Dari hasil running LINGO, tidak ada beras yang masuk ke gudang BULOG I, jumlah supply beras yang masuk ke gudang BULOG II sebesar 9.678,61 ton dari beras petani Surabaya, 10.000

MH.- Panitera Pengadilan Negeri Medan, yang menerangkan bahwa pada tanggal 07Mei2010 Kuasa Hukum Penggugat / Pembanding telah mengajukan permohonan banding terhadap

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut

Menurut Kotler (2001:298) kepuasan pelanggan adalah sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan pembeli. Jika kinerja produk kurang dari

Dari hasil penelitian dan pembahasan penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa: (a) model pembelajaran menggunakan media wayang kardus dalam pembelajaran IPS dapat