33 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sragen di jalan Perintis Kemerdekaan No. 16, Dusun Kebayanan Sragen Manggis, Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alasan pemilihan tempat di SMA Negeri 1 Sragen karena proses pembelajaran yang dilaksanakan di SMA ini belum menggunakan model pembelajaran yang berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) selain itu masih rendahnya pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik sehingga layak untuk diteliti. Berikut lokasi SMA Negeri 1 Sragen ditinjau melalui citra ikonos.
Gambar 3.1 Peta Administrasi Kabupaten Sragen
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini menggunakan satu kompetensi dasar yaitu atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi.
Tabel 3.1. Jadwal Kegiatan Penelitian
B. Metode dan Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental (eksperimen semu). Menurut Sudjana dan Ibrahim (1989: 43) penggunaan metode penelitian quasi eksperimental dimaksudkan bahwa pembelajaran di kelas dalam situasi interaksi antara manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan akan sulit dilakukan pengontrolan sehingga desain yang cocok digunakan adalah desain dengan pengontrolan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Maksudnya kelas yang akan dijadikan penelitian tidak mungkin dilakukan pengubahan tetapi harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
No Jadwal Kegiatan
Waktu Pelaksanaan Nov
„18
Des
„18 Jan
„19
Feb- Mei
‟19
Jun- Sept‟
19
Okt- Des
„19 1 Pengajuan Judul
2 Penulisan Proposal Penelitian
3 Penyusunan Instrumen Penelitian
4 Pengumpulan Data 5 Penyusunan Laporan
Penelitian
6 Pelaksaan Ujian Skripsi dan Revisi
1. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-posttest Nonequivalent Control Group Design.
Tabel 3.2 Nonequivalent Control Group Design
Sumber : Arikunto, 2002
Populasi terdiri dari dua kelas yaitu satu kelas untuk kelas kontrol dan satu kelas untuk kelas eksperimen. Masing-masing kelas akan dikenai postest.
Dalam hal ini rancangan yang digunakan adalah pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Subjek penelitian dikelompokkan dalam dua kelas, yaitu 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, peserta didik mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbasis HOTS dengan metode diskusi kelompok, sedangkan pada kelas kontrol peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran ekspositori dengan media buku LKS.
2. Variabel Penelitian
Sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan, terdapat dua macam variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang dipilih untuk dicari pengaruhya terhadap variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran (model pembelajaran CIRC berbasis HOTS), sedangkan variabel terikat adalah variabel yang kehadirannya dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA pada kompetensi dasar atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi. Variabel penelitian dapat dilihat pada tabel 3.3.
Kelas Pretest Perlakuan Postest
Kontrol Eksperimen
Tabel 3.3 Variabel Penelitian No Variabel Kompetensi
Dasar
Indikator Instrumen Sumber Data 1 Variabel
Terikat
Keterampilan Berpikir Kritis Pada Atmosfer Dan
Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Di Muka Bumi
1. Peserta didik mampu
menyebutkan dan mendeskripsikan lapisan-lapisan atmosfer Bumi 2. Peserta didik
mampu menjelaskan Klasifikasi Tipe Iklim dan Pola Iklim Global bumi dan dampaknya terhadap kehidupan 3. Peserta didik
mampu menganalisis karakteristik iklim di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia
Tes hasil keterampilan berpikir kritis
Peserta didik
2 Variabel Bebas
Model pembelajaran CIRC dengan
berbasis HOTS
Lembar Observasi
Observer
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IIS SMA Negeri 1 Sragen tahun ajaran 2018/2019.
2. Sampel Penelitian
Sampel penelitian yang digunakan adalah dua kelas dari sembilan kelas X yang ada di SMA Negeri 1 Sragen, yaitu kelas X IIS 1 dan kelas X IIS 2. Dalam penelitian ini untuk mengambil dua kelas dari sembilan kelas yang ada di SMA N 1 Sragen dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. Dipilihnya kelas X IIS 1 dan kelas X IIS 2 karena kedua kelas mempunyai kedua kelas mempunyai KD yang dibahas sama yaitu atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi dan dalam ruang lingkup sekolah yang sama.
Namun, untuk menentukan kelas mana yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas mana yang akan dijadikan kelas kontrol, kedua kelas dipilih dengan melakukan undian. Kelas yang keluar pertama pada saat dilakukan undian maka kelas tersebut yang akan dijadikan kelas eksperimen.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan tes. Ketiga teknik pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut.
1. Metode dokumentasi yang dilakuan peneliti yaitu untuk memperoleh berupa surat-surat perijinan penelitan dan presensi peserta didik serta gambar-gambar ketika proses belajar mengajar berlangsung.
2. Metode observasi yang dilakukan peneliti yaitu untuk memperoleh data kesesuaian model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti selama berlangsungnya proses pembelajaran. Instrument observasi berisikan tentang aktivitas guru dan peserta didik pada saat proses pembelajaran.
Guru pengampu dalam penelitian yang dilakukan berperan sebgai pengamat, sementara yang di observasi atau guru pelaksana adalah peneliti sendiri. Setiap kali guru pelaksana melakukan pembelajaran, guru pengamat akan memberikan ceklis pada instrumen lembar observasi.
Berikut ini adalah kisi-kisi observasi :
Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi
No Aspek yang diamati Butir Jumlah
Nomor Butir
1 Awal Pembelajaran 1,2,3 3
2 Inti Pembelajaran 4,5,6,7 4 3 Akhir Pembelajaran 8,9,10 3
Jumlah 10
Sumber : Hasil analisis, 2019
3. Metode tes digunakan untuk memperoleh data keterampilan berpikir kritis peserta didik dari kedua kelas yaitu kelas ekperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran geografi dengan kompetensi dasar Klasifikasi Tipe Iklim dan Pola Iklim Global dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi. Bentuk soal yang digunakan adalah tes essay yang menghendaki agar testee memberikan jawaban dalam bentuk uraian atau kalimat- kalimat yang disusun sendiri. Dalam penelitian ini untuk melakukan pengumpulan data menggunakan metode tes yang digunakan pada tes awal (pratest) dan tes akhir (posttest). Tes awal menggunakan nilai tes ulangan tengah semester (uts) peserta didik yang bertujuan mengetahui bahwa dikedua kelas yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah kelas yang homogen. Tes akhir digunakan untuk mengetahui hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah dibekali materi pembelajaran. Soal tes yang digunakan antara soal pratest dan postest sama dan disusuan sesuai dengan kis-kisi dan mengacu pada materi yang disampaikan. Kisi-kisi soal tes yang akan digunakan dapat dilihat dalam 3.5
Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Pratest dan Postest Keterampilan Berpikir Kritis No Indikator Aspek Keterampilan
berpikir Kritis (Facione, 2011)
Jenjang Soal (Anderson W, 2010)
Jumlah Butir
Soal A B C D E F C1 C2 C3 C4 C5 C6
1. Menyebutkan dan
mendeskripsikan Klasifikasi Iklim di Indonesia
1,5 1,5 2
2. Menjelaskan Klasifikasi Tipe Iklim dan Pola Iklim Global bumi dan dampaknya terhadap kehidupan
2 4,2 6 3
3. Menganalisis karakteristik iklim di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia
3 6 4 3 1
Jumlah 2 1 1 1 1 6
Keterangan
A : Interpretasi(interpretation) C1 : Mengingat B : Analisis(analysis) C2 : Memahami C: Evaluasi(evaluation) C3 : Mengaplikasi D : Kesimpulan(inference) C4 : Menganalisis E : Penjelasan(explanation) C5 : Mengevaluasi F : Pengaturan diri(self-regulation) C6 : Mencipta
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka data yang diambil Keterampilan berpikir kritis peserta didik Geografi SMA kompetensi dasar Klasifikasi Tipe Iklim dan Pola Iklim Global dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi dengan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) ditinjau dari aspek kognitif yang diperoleh langsung dari peserta didik dengan menggunakan tes objektif.
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskiptif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripisiam atau memberikan gambaran data dalam bentuk tabel dan grafik dari nilai rata-rata agar dengan mudah memperoleh gamabran mengenai sifat atau karakteristik obyek dari data tersebut. Sebelum analisis untuk pengujian hipotesis dilakukan, perlu dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu dengan uji normalitas dan uji homogenitas.
1. Uji Prasyarat Analisis
Uji prasayarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenitas.
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang normal atau tidak. metode yang digunakan dalam uji normalitas adalah metode Liliefors dengan taraf signifikan 5%.
Adapun prosedur ujinya adalah sebagai berikut :
1) Pengamatan , , ... , dijadikan bilangan baku , , ... , dengan rumus ̅ dengan ̅ rerata dan SD simpangan baku.
2) Data dari sampel kemudian diurutkan dari skor terendah sampai skor tertinggi
3) Untuk tiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku. kemudian dihitung peluang F P ( ).
4) Menghitung perbandingan antara nomor subyek dengan subyek.
S ∑
Keterangan :
cacah Z dimana cacah semua observasi 5) Statistik Uji
| | 6) Daerah Kritik
DK { | } 7) Keputusan Uji
Jika maka hipotesis diterima. Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
(Budiyono, 2004 : 170) b. Uji Homogenitas
Uji Homogenitas digunakan untuk menguji apakah k sampe mempunyai variansi yang sama. untuk menguji homogenitas ini maka digunakan metode Bartlet dengan statistik uji Chi Kuadrat sebagai berikut :
1) Hipotesis
:
: Variansi populasi tidak homogen 2) Statistik Uji
( ∑ )
Keterangan :
f = jumlah derajat kebebasan N = banyaknya seluruh nilai
k = cacah sampel
= derajat kebebasan untuk = cacah pengukuran pada sampel ke- j
= 1 (∑ )
= ∑ ∑
= ∑ (∑ )
3) Daerah Kritik
DK = { | } 4) Keputusan Uji
Jika , maka populasi homogen
(Budiyono, 2000 : 176-178) Setelah terkumpul data, maka langkah selanjutnya adalah analisis data.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian satu jalur dengan taraf signifikasi 5% ( . Hasil anava satu jalan bertujuan untuk mengetahui bahwa perlakuan yang teliti lakukan memberikan pengaruh yang berbeda. Hipotesis tersebut diuji berdasarkan hasil posttest kelas ekperimen dan kelas kontrol. kelas eksperimen diberian perlakuan dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Ekspositori. Dalam penelitian ini ada dua hipotesis yang perlu dilakukan analisis data yaitu:
1. Hipotesis
Hipotesis pertama berbunyi “Ada perbedaan nilai keterampilan berpikir kritis peserta didik yang signifikan antara peserta didik SMA yang diajar dengan
model pembelajaran CIRC berbasis HOTS pada mata pelajaran Geografi kompetensi dasar atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi”.
Hipotesis pertama mengunakan teknik analisis data uji t (t test) karena data yang digunakan berupa data interval dengan hipotesis komparatif dua sampel independen. Dua sampel independen tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang hanya dicari perbandingannya yaitu ada perbedaan atau tidak. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis apakah hipotesis diterima atau tidak. Syarat diterimanya hipotesis (Ha) apabila nilai t hitung > t tabel ( t hitung merupakan harga mutlak, jadi tanda (+) atau (-) tidak dilihat/diperhatikan). Dalam pengujian hipotesis taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%.
2. Hipotesis 2
Hipotesis yang kedua berbunyi “ model pembelajaran CIRC berbasis HOTS lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori dalam meningkatkan Keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA pada kompetensi dasar atmosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi”. Teknik analisis data yang digunakan pada hipotesis kedua sama dengan hipotesis pertama yaitu uji t, hanya saja dalam hipotesis kedua uji t digunakan untuk memperkuat dugaan bahwa Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC) berbasis HOTS lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori, dan pada hakekatnya indikator dari lebih baik adalah perolehan nilai rata-rata peserta didik pada saat dilakukan postest. Apabila nilai rata-rata postest kelas eksperimen (model pembelajaran CIRC) lebih besar daripada nilai rata-rata kelas kontrol (model pembelajaran ekspositori ) maka model pembelajaran CIRC berbasis HOTS dianggap lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori.