BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Penelitian l. Data Efektifitas Pembelajaran
Hasil penelitian menunjukkan untuk data efektifitas
pembelajaran (X1) diperoleh skor tertinggi 119 dan terendah 88.
Nilai rata-rata x = 101,63, standar deviasi s =7,44, varians s2 =
55,32, median Me = 100,5, serta Modus Mo = 96.
2. Data Aktivitas Belajar Siswa
Hasil penelitian untuk variable aktivitas belajar (X2)
diperoleh skor tertinggi 140 dan terendah 94. Nilai rata-rata x =
117,43, standar deviasi s = 11,71, varians s2 = 137,12, median
Me = 119,5, serta Modus Mo = 107.
3. Data Hasil Belajar Bahaa Inggris
Data hasil penenlitian skor hasil belajar Bahasa Inggris (Y)
menunjukkan bahwa skor tertinggi 80 dan terendah 69. Nilai
rata-rata x = 73,25, standar deviasi s = 2,59, varians s2 = 6,71,
B. Uji Persyaratan Analisis Data
Uji persyaratan analisis data yang dilakukan pada
penelitian ini adalah uji normalitas data dan uji keberartian dan
kelinieran garis regresi.
1. Pengujian Normalitas Data
Pengujian normalitas data untuk masing-masing data
penelitian digunakan uji Normalitas Galat Taksiran. Untuk
menarik kesimpulan apakah galat taksiran Yˆ atas
variabel-variabel X1 dan X2 berdistribusi normal atau tidak dilakukan
dengan uji Lillieofors. Hasil perhitungan dari harga Lhitung
kemudian dicari harga tertinggi yang kemudian disebut dengan
Lo. Selanjutnya Lo ini dikonsultasikan dengan Ltabel dengan dk =
n pada taraf signifikansi = 0,05. Suatu galat taksiran Yˆ atas
variabel-variabel X1 dan X2 berdistribusi normal jika Lo < Ltabel .
Sebaliknya, jika harga tersebut tidak terpenuhi maka galat
taksiran Yˆ atas variabel-variabel X1, dan X2 berdistribusi
normal
Rangkuman hasil pengujian normalitas galat taksiran Yˆ
atas variabel-variabel X1 dan X2 berdistribusi normal dapat
Tabel 3. Rangkuman Uji Normalitas
Galat Taksiran Yˆ
atas
dk Lo Ltabel (0,05) Keterangan
X1 40 0,13
0
0,140 Distribusi Normal
X2 40 0,13
0
0,140 Distribusi Normal
Dari Tabel 4 di atas dapat dijelaskan bahwa galat taksiran
Yˆ atas X1 diperoleh Lo = 0,130 dan untuk dk = 40 pada =
0,05 Ltabel = 0,140, sehingga Lo = 0,130 < Ltabel= 0,140.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa galat taksiran Yˆ
atas X1 memiliki sebaran normal. Kemudian untuk galat
taksiran Yˆ atas X2 diperoleh Lo = 0,130 dan untuk dk = 40
pada = 0,05 Ltabel = 0,140, sehingga Lo = 0,130 < Ltabel=
0,140. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa galat
taksiran Yˆ atas X2 memiliki sebaran normal.
Sehingga sebagai kesimpulan secara umum, bahwa galat
taksiran Yˆ atas variabel-variabel X1 dan X2 memiliki distribusi
“normal”.
2. Pengujian Linieritas dan Keberartian Koefisien Garis Regresi
hubungan yang linier terhadap variabel terikat, maka
dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini:
Tabel 4. Rangkuman Uji Linieritas Regresi
Variabel
Dari Tabel 4 di atas dapat dijelaskan bahwa untuk variabel
X1 terhadap Y diperoleh Fhitung = 0,655 dan Ftabel = 2,168 pada
= 0,05 dengan dk = (18,20), sehingga jelas untuk variabel X1
terhadap Y, Fhitung = 0,655 < Ftabel = 2,168. Dengan demikian
hasil uji linieritas menyimpulkan bahwa model regresi variabel
X1 terhadap Y adalah linier. Untuk variabel X2 terhadap Y
dengan dk = (20,18), sehingga jelas untuk variabel X1 terhadap
Y, Fhitung = 0,768 < Ftabel = 2,168. Dengan demikian hasil uji
linieritas menyimpulkan bahwa model regresi variabel X2
terhadap Y adalah linier.
C. Pengujian Hipotesis Penelitian
Pengujian persyaratan anailisis menunjukkan bahwa skor
tiap variabel penelitian telah memenuhi persyaratan untuk
pengujian statistik lebih lanjut. Berikut ini akan disajikan
pengujian hipotesis penelitian.
1. Hubungan Efektivitas Pembelajaran Dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa
Hasil perhitungan analisis regresi sederhana untuk variabel
efektivitas pembelajaran dengan hasil belajar bahasa inggris
diperoleh persamaan garis regresi Yˆ 55,740,17X1. Ringkasan
hasil uji signifikasi koefisien regresi dan linieritas dapat dilihat
seperti pada Tabel 5 di bawah ini:
Tabel 5. Analisis Varians untuk Pengujian Signifikasi dan Linieritas Regresi Yˆ 55,740,17X1
Sumber
Variasi dk JK RJK Fh Ft: = 0.05
Total 40 214884.00 214884.00
Regresi (a) 1 214622.50 214622.50
(b/a)
Residu 38 197.4416 5.20
Tuna Cocok 18 73.19 4.07 0.655 2.168
Galat 20 124.25 6.21
Keterangan:
dk = derajat kebebasan
JK = jumlah kuadrat
RJK = Rata –rata Jumlah Kuadrat
Fh = harga Fhitung
Ft = harga Ftabel
Perhitungan keberartian regresi Y atas X1 pada Tabel 5 di
atas menunjukkah bahwa harga Fh = 12,39 > Ft =4,098. Ini
berarti bahwa koefisien arah regresi Y atas X1 signifikan pada =
0,05. Dengan demikian persamaan regresi Yˆ 55,740,17X1 dapat
dipertanggungjawabkan untuk menarik kesimpulan mengenai
hubungan efektifitas pembelajaran dengan hasil belajar bahasa
inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Balai. Dari
persamaan ini dapat dijelaskan bahwa peningkatan satu skor
efektifitas pembelajaran menyebabkan peningkatan sebesar 0,17
skor hasil belajar bahasa inggris siswa pada konstanta 55,74.
Bentuk hubungan efektifitas pembelajaran dengan hasil
belajar bahasa inggris dengan persamaan Yˆ 55,740,17X1 dapat
digambarkan bentuk model hubungan seperti Gambar 3 di bawah
Gambar 3. Grafik regresi linier sederhana hubungan efektifitas
pembelajaran dengan hasil belajar bahasa inggris
siswa
Berdasarkan perhitungan korelasi variabel X1 dengan Y
diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,495 dan harga t = 4,041.
Harga ttabel dengan dk = 38 pada taraf signifikansi = 0,05
diperoleh ttabel = 2,02. Oleh karena thitung = 4,041 > ttabel = 2,02
maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak. Dengan
demikian hipotesis penelitian yang diajukan “terdapat hubungan
antara efektifitas pembelajaran dengan hasil belajar bahasa
inggris siswa” teruji kebenarannya.
Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi X
Y
antara X1 dengan Y yaitu sebesar 0,245. Ini menunjukkan bahwa
24,5% variasi yang terjadi pada hasil belajar bahasa inggris siswa
dapat dijelaskan oleh efektifitas pembelajaran melalui persamaan
garis regresi Yˆ 55,740,17X1.
2. Hubungan Aktivitas Belajar dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa
Hasil perhitungan analisis regresi sederhana untuk variabel
aktivitas belajar dengan hasil belajar bahasa inggris siswa
diperoleh persamaan garis regresi Yˆ 60,260,11X2. Ringkasan
hasil uji signifikasi koefisien regresi dan linieritas dapat dilihat
seperti pada Tabel 6 di bawah ini:
Tabel 6. Analisis Varians untuk Pengujian Signifikasi dan Linieritas Regresi Yˆ 60,260,11X2
Sumber
Variasi dk JK RJK Fh Ft: = 0.05
Total 40 214884.00 214884.00
Regresi (a) 1 214622.50 214622.50
Regresi (b/a) 1 65.48 65.48 12.694 4.098
Residu 38 196.02 5.16
Tuna Cocok 20 90.27 4.51 0.768 2.191
Galat 18 105.75 5.88
Keterangan:
dk = derajat kebebasan
JK = jumlah kuadrat
Fh = harga Fhitung
Ft = harga Ftabel
Perhitungan keberartian regresi Y atas X2 pada Tabel 6 di
atas menunjukkah bahwa harga Fh = 12,694 > Ft = 4,098. Ini
berarti bahwa koefisien arah regresi Y atas X2 signifikan pada =
0,05. Dengan demikian persamaan regresi Yˆ 60,260,11X2 dapat
dipertanggungjawabkan untuk menarik kesimpulan mengenai
hubungan aktivitas belajar dengan hasil belajar bahasa inggris
siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Balai. Dari persamaan ini
dapat dijelaskan bahwa peningkatan satu skor aktivitas belajar
menyebabkan peningkatan sebesar 0,11 skor hasil belajar bahasa
inggris siswa pada konstanta 60,26.
Bentuk hubungan kebiasaan belajar dengan hasil belajar
fisika dengan persamaan Yˆ 60,260,11X2 dapat digambarkan
Gambar 4. Grafik regresi linier sederhana hubungan aktivitas
Belajar dengan hasil Belajar bahasa inggris
Berdasarkan perhitungan korelasi variabel X2 dengan Y
diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,500 dan harga t = 3,085.
Harga ttabel dengan dk = 38 pada taraf signifikansi = 0,05
diperoleh ttabel = 2,02. Oleh karena thitung = 3,085 > ttabel = 2,02
maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak. Dengan
demikian hipotesis penelitian yang diajukan “terdapat hubungan
antara aktivitas belajar dengan hasil belajar bahasa inggris
siswa” teruji kebenarannya.
Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi
antara X2 dengan Y yaitu sebesar 0,250. Ini menunjukkan bahwa
X Y
25% variasi yang terjadi pada hasil belajar bahasa inggris siswa
Tabel 7 tentang Analisis Varians untuk Regresi Linier Ganda.
Tabel 7. Analisis Varians untuk Regresi Linier Ganda
Regresi 2 66.628 33.314 6.33 3.08
Residu 37 194.87 5.2668
bahwa persamaan garis regresi Yˆ 20,900,02X1 0,10X2 dapat
dipertanggungjawabkan untuk manarik kesimpulan mengenai
hubungan antara efektifitas pembelajaran dan aktivitas belajar
secara bersama-sama dengan hasil belajar bahasa inggris siswa.
Perhitungan korelasi ganda antara X1 dan X2 dengan Y
mendapatkan nilai koefisien korelasi sebesar Ry.12 = 0,505.
Selanjutnya uji signifikansi koefisien korelasi mendapatkan nilai
thit = 3,60 > ttabel=2,02 pada taraf signifikansi = 0,05. Dengan
demikian hipotesis penelitian yang berbunyi “Terdapat hubungan
positif yang signifikan antara efektifitas pembelajaran dan
aktifitas belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar
bahasa inggris siswa” teruji kebenarannya. Selanjutnya
perhitungan koefisien determinasi menunjukan hasil 0,255, hal ini
berarti 25,5 % variasi yang mempengaruhi hasil belajar bahasa
Selanjutnya, untuk melihat hubungan antara variable bebas
dengan variable terikat dalam korelasi ganda, dilakukan
pengontrolan statistik dengan menggunakan analisis korelasi
parsial. Jika variabel aktivitas belajar dikontrol, maka koefisien
inggris sebesar 0,1763. Dengan harga r sebesar 0,176 maka
dihitung harga t sebesar 1,35 < ttabel = 1,98 pada taraf
signifikansi 0,05 dengan dk = 38. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa variabel efektifitas pembelajaran tidak
memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar bahasa
inggris siswa pada saat variable aktivitas belajar siswa dikontrol.
Jika variabel efektifitas pembelajaran dikontrol, maka
koefisien korelasi antara aktivitas belajar dan hasil belajar
variabel penelitian dapat dilihat seperti Tabel 8 di bawah ini:
5 8
Keterangan :
ry1.2 = koefisien korelasi antara Y dengan X1, X2 dikontrol
ry2.1 = koefisien korelasi antara Y dengan X2, X1 dikontrol
n = jumlah sampel
sumbangan relatif variabel efektifitas pembelajaran dan aktivitas
belajar terhadap hasil belajar bahasa inggris siswa.
Tabel 9. Sumbangan Efektif (SE) dan Sumbangan Relatif (SR)
Variabel bebas terhadap Variabel terikat
Variabel SE (%) SR (%)
yang cukup signifikan (90%) terhadap hasil belajar bahasa inggris
siswa.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan
bahasa inggris siswa SMAN Negeri 1 Tanjung Balai . Hal ini
berarti bahwa semankin tinggi efektifitas pembelajaran yang
dilakukan oleh guru maka akan menyebabkan semakin tinggi
hasil belajar bahasa inggris siswa. Efektifitas pembelajaran
didalamnya adalah berisikan tentang kemampuan guru dalam
merancang dan melakanakan pembelajaran. Pembelajaran yang
efektif terjadi apabila pembelajaran yang dilakukan oleh guru
mememuhi target yang telah ditentukan. Target tersebut berupa
tercapainya standar kurikulum yang telah ditetapkan pada awal
program pembelajaran dilaksanakan. Sebagai indikatornya adalah
prestasi belajar siswa yang memuaskan. Berdasarkan analisis
data yang dilakukan bahwa variabel efektifitas pembelajaran
memberikan sumbangan sebesar 10% bagi peningkatan hasil
belajar bahasa inggris siswa. Hasil penelitian ini memberikan
sumbangan pemikiran bagi guru, khususnya guru bahasa inggris
agar lebih baik lagi dalam membuat rancangan pembelajarannya.
Bagaimana mengkomunikasikan pelajaran dengan tepat sesuai
dengan bahan pelajaran yang akan dipelajari juga merupakan
satu hal yang harus diperhatikan oleh guru. Guru harus kreatif,
memaksimalkan lingkungan yang ada untuk dapat dijadikan
sebagai media pembelajaran. Upayakan pembelajaran tidak
apa materi tersebut dipelajari.
Hasil penelitian yang selanjutnya memberikan kesimpulan
bahwa aktivitas belajar siswa berhubungan positif dengan hasil
belajar bahasa inggris siswa. Berdasarkan perhitungan bahwa
aktivitas belajar siswa memberikan sumbangan efektif yang
sangat signifikan bagi hasil belajar bahasa inggris yaitu 90%. Hal
ini menunjukkan bahwa 90% hasil belajar siswa sangat
dipengaruhi oleh aktivitas belajar siswa. Telah dijelaskan pada
bab sebelumnya bahwa aktivitas belajar siswa melibatkan aspek
fisik dan mental dari siswa. Siswa yang aktif dalam belajar sudah
pasti akan memperoleh hasil belajar yang berbeda dengan siswa
yang tidak aktif dalam belajar. Siswa yang aktif akan selalu
membuat catatan-catatan, mengulang-ulang pelajaran, membaca
buku, mencari referensi lain yang relevan dengan materi
palajaran dan sebagainya. Hal ini akan membuat materi pelajaran
bertahan lebih lama dalam memori jangka panjang siswa
tersebut. Dalam bahasa inggris, salah satu aktivitas belajar siswa
dengan melalukan percakapan bahasa inggris dengan sesame
rekannya. Dengan berlatih, maka siswa akan terbiasa dengan
bahasa tersebut, berbeda dengan siswa yang tidak pernah.
Kaitannya dengan hasil belajar, bahwa aktivitas belajar memiliki
semakin tinggi aktivitas belajar siswa, maka aka semakin tinggi
pula hasil belajar yang diraih oleh siswa.
Hasil pengujian hipotesis selanjutnya menunjukkan bahwa
kedua variabel bebas yakni, efektifitas pembelajaran dan
aktifitas belajar siswa secara bersama-sama memiliki hubungan
yang positif dengan hasil belajar bahasa inggris siswa SMA
Negeri 1 Tanjung Balai. Hal ini berarti semakin tinggi efektifitas
pembelajaran dan aktivitas belajar maka akan semakin tinggi
pula hasil belajar bahasa inggris siswa. Hal ini ditunjukkan oleh
koefisien korelasi ganda sebesar 0,505. Perhitungan indeks
determinasi menunjukkan angka 25,5%, artinya 25,5% hasil
belajar bahasa inggris dapat dijelaskan secara bersama-sama