• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumatera Barat sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan terkemuka di Pulau Sumatera tahun 2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sumatera Barat sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan terkemuka di Pulau Sumatera tahun 2015."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 34 BAB II. PERENCANAAN KINERJA

2.1. RENCANA STRATEGIS

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, menyusun perencanaan kinerja berupa Rencana Strategis untuk lima tahunan, dan rencana jangka pendek setiap tahun.

Rencana Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat secara lengkap termuat dalam Rencana Strategis (Renstra) yang disusun melalui suatu proses dengan orientasi pada hasil yang dicapai selama kurun waktu 5 tahun, secara sistematik dan berkesinambungan dengan mempertimbangkan potensi, peluang, tantangan dan hambatan yang memuat visi, misi, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan serta indikator keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan. Secara ringkas Rencana Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:

2.1.1. VISI DAN MISI

Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat harus dibawa dan berkarya, agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif sesuai maksud dengan Permen PAN dan RB No.29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Visi tidak lain adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang ingin diwujudkan.

Dengan mengacu pada bahasan tersebut, guna penyelenggaraan pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat, Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat adalah :

”Sumatera Barat sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan terkemuka di Pulau Sumatera tahun 2015”.

Terwujudnya visi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap

personil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Sebagai bentuk

nyata dari visi ditetapkan misi sehingga hal yang masih abstrak pada visi akan lebih

nyata pada misi.

(2)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 35 Misi organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki organisasi. Misi merupakan sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti pentingnya eksistensi organisasi, karena misi mewakili alasan dasar berdirinya organisasi. Pernyataan misi ini harus menunjukkan secara jelas tentang apa yang dianggap penting oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan. Secara eksplisit mengandung apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan kegiatan spesifik apa yang harus dilakukan untuk mencapainya serta mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap bidang utama yang digeluti organisasi, dengan kata lain misi diperlukan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan manajemen.

Berdasarkan visi yang sudah diuraikan diatas dan sebagai pedoman intern bagi seluruh pengambilan keputusan (decision maker) pada Instansi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat sehingga semua rencana yang dikembangkan mendukung institusi secara keseluruhan agar tujuan dapat tercapai dengan baik.

Adapun Misi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan Renstra Tahun 2011 – 2015, adalah :

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan melalui peningkatan Produksi dan Kesempatan Kerja”

2.1.2. TUJUAN DAN SASARAN

a. Tujuan :

‘Terselenggaranya Pembangunan Kelautan dan Perikanan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara rasional, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelautan dan Perikanan’

b. Sasaran

Sasaran Pembangunan Kelautan dan Perikanan tahun 2011-2015 adalah:

1. Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing dengan indikator :

a. kasus illegal fishing 73% pada tahun 2015

2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan Sumberdaya Kelautan, Pesisir dan

Pulau-Pulau Kecil serta perairan umum, dengan indikator:

(3)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 36 a. Luas kawasan konservasi dan Rehabilitasi menjadi 409.000 Ha pada tahun

2015

b. Jumlah Pulau-pulau kecil yang terkelola menjadi 5,41% pada tahun 2015 3. Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan, dengan

indikator:

a. Produksi perikanan laut sebesar 204.499 ton pada tahun 2015

b. Produksi perairan umum sebesar 10.657 ton pertahun pada tahun 2015 c. Pendapatan nelayan:

- Nelayan Pemilik : menjadi Rp. 7.900.000,-/bln pada tahun 2015 - Nelayan buruh : menjadi Rp. 1.750.000,-/bln pada tahun 2015

d. Persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor 95% pada tahun 2015.

4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan budidaya dan kesejahteraan pembudidaya, dengan indikator:

a. Produksi Perikanan Budidaya sebesar 293.650 ton pada tahun 2015

b. Peningkatan Luas area usaha perikanan budidaya: menjadi 450 Ha pada tahun 2015

c. Peningkatan pendapatan pembudidaya: menjadi Rp. 3.000.000,- perbulan pada tahun 2015

d. Usaha perikanan budidaya yg dapat sertifikat CBIB : menjadi 450 unit pada tahun 2015

e. BBI dan UPR yang bersertifikat (CPIB): menjadi 18 unit pada tahun 2015 5. Meningkatnya Pemasaran Hasil Perikanan dan konsumsi ikan

a. Ekspor Hasil Perikanan : 2.191,56 ton pada tahun 2015

b. Tingkat Konsumsi Ikan : menjadi 34 kg/kapita/tahun pd tahun 2015

2.1.3. STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN 1. Strategis Pembangunan

Untuk mencapai visi dan misi tersebut beberapa strategi yang akan dijalankan adalah :

a. Revitalisasi institusional dan sumberdaya manusia b. Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan

c. Eskalasi produksi yang berorientasi pasar dan komoditi unggulan

(4)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 37 d. Penetrasi pasar regional, nasional dan internasional melalui diversifikasi produk

peningkatan industri olahan hasil perikanan

2. Kebijakan

a. Memperkuat pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya Kelautan dan Perikanan

b. Meningkatkan penataan dan pengelolaan lingkungan sumberdaya kelautan dan perikanan secara komprehensif dengan melibatkan peran serta masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

c. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana penangkapan ikan

d. Mengoptimalkan potensi budidaya yang belum tergarap serta membuka lapangan kerja diiringi dengan dukungan pengembangan modal dan kepastian berusaha.

e. Mengembangkan industri pengolahan, perbaikan mutu hasil perikanan dan memperkuat jejaring serta daya tembus pemasaran produk Hasil Kelautan dan perikanan dalam dan luar negeri dalam rangka stabilitas produksi serta ketahanan pangan

2.2. RENCANA KINERJA TAHUNAN

Berdasarkan tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011-2015, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014.

Dalam upaya penyempurnaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah (SAKIP), maka dilakukan perbaikan-perbaikan dalam indikator

kinerja sehingga yang mendukung pencapaian sasaran lebih berorientasi hasil

kinerja (outcome oriented) Untuk tahun 2014 dan 2015 indikator kinerja pada Dinas

Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat yang mendukung pencapaian

sasaran mengalami perbaikan/penyempurnaan, dengan perubahan sebagaimana

pada tabel 2.2.1. berikut.

(5)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 38

Tabel 2.2.1.

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2014 DAN REVISI RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014

No.

SEMULA

REVISI SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET

1 2 3 4 5 6

7

1. Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta Illegal Fishing

- Usaha perikanan yang memiliki SIUP yang sesuai dengan

ketentuan

350 Berkurangya

kegiatan yang merusak

Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing

- kasus Illegal Fishing (%)

75

- Kapal yang

diperiksa

360

- Peningkatan

Kelembagaan POKMASWAS

3

2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan,pesisir dan pulau-pulau kecil serta

mensejahterakan masyarakat pesisir

- Jumlah kawasan konservasi laut yang punya SK Kepala Daerah (lks):menjadi….

9 lks Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil serta perairan umum

- luas kawasan Konservasi dan Rehabilitasi (Ha)

407.000

- Persentase

pulau - pulau kecil yang terkelola dengan baik (%)

4,32

- Jumlah

Konservasi Perairan daratan yang sudah punya SK Kepala Daerah yang dikelola : (lks)

85 lokasi

- Jumlah pulau-

pulau kecil yang terkelola

2 pulau

3. Meningkatnya Produksi Perikanan

tangkap dan

kesejahteraan nelayan

- Jumlah Produksi Perikanan Laut (ton)

202.073,8 Meningkatnya Produksi Perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan

- Produksi Perikanan Laut (ton)

202.074

- Produksi

Perairan Umum (ton)

10.510

- Jumlah Produksi

Perairan Umum (ton)

10.510 - Pendapatan

nelayan : Rp/bln

* Nelayan

pemilik ( Rp/kk/bln )

7.100.000

* Nelayan

buruh (

Rp/kk/bln )

1.641.000

- Pendapatan

Nelayan : Rp/bln

- Persentase

nelayan yang

85

(6)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 39

* Nelayan Pemilik 7.100.000/kk/bln menggunakan

perahu bermotor (%)

* Nelayan Buruh 1.641.000/kk/bln

- Peningkatan

Kapasitas KUB :menjadi….

31 klpk

- Peningkatan

kapasitas kapal penangkap ikan

* Dari perahu

tanpa motor ke perahu bermotor:unit

330 unit

4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan

Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya

- Jumlah Produksi Budidaya (ton)

306.940 Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya

- Produksi Perikanan Budidaya (ton)

253.400

- Peningkatan

Luas area usaha perikanan budidaya

40 Ha/thn - Peningkatan

Luas area usaha perikanan budidaya (Ha)

350

- Pendapatan

Pembudidaya (Rp/kk/bln )

2.500.00 0

- Pendapatan

pembudidaya:

Rp/bln

2,5 jt/kk/bln - Usaha

perikanan budidaya yang mendapat sertifikat CBIB (unit)

350

- Penambahan

jumlah usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CBIB

50 unit - BBI dan UPR

yang mendapat sertifikat CPIB (unit)

15

- Penambahan

BBI dan UPR yang punya sertifikat (unit)

5

5. Meningkatnya Pemasaran Ikan dalam negeri dan luar negeri, penyediaan ikan untuk dikonsumsi dan unit

pengolahan

- Peningkatan pemasaran ikan dalam negeri dan luar negeri perikanan (ton)

3.618,50 Meningkatnya hasil Pemasaran dan Konsumsi Ikan

- Ekspor hasil perikanan (ton)

2.191,56

- Tingkat

konsumsi ikan (kg/kap/th)

33

- Penyediaan ikan

untuk konsumsi

37 kg/kapita/th

- Jumlah unit

pengolahan ikan (UMKM)

746 unit

- Jumlah unit

pengolahan ikan (SKP)

14 unit

(7)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 40 2.3. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

Sebagaimana implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) khususnya perencanaan kinerja, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah membuat Penetapan Kinerja yang ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Barat dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Penetapan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 adalah dengan komitmen kinerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan telah ditetapkan dan dimuat dalam Buku Perubahan Penetapan Kinerja Provinsi Sumatera Barat.

Ikhtisar Perjanjian/Penetpan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel 2.2.2

Tabel.2.2.2

IKHTISAR PERJANJIAN/PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT

No. SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Target Program / Kegiatan Anggaran (Rp)

1 2 3

4 5 6

1. Berkurangya kegiatan yang merusak

Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing

- kasus Illegal Fishing (%)

75 I. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam

Pengawasan dan

Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

4.284.245.000

1. Pengawasan Sumberdaya Pesisir

dan Perikanan

182.000.000

2. Penyediaan Kapal Pengawas 3.958.585.000

3. Koordinas Pokmaswas Tingkat

Provinsi

77.300.000

4. Peningkatan Kapasitas SDM

Masyarakat Nelayan

66.360.000

II. Program Peningkatan

kesiapsiagaan Menghadapi bencana

63.000.000

1. Sosialisasi melalui publikasi

Mitigasi Bencana

63.000.000

2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil serta perairan umum

- luas kawasan konservasi dan Rehabilitasi (Ha)

407.000 I. Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam

141.000.000

- Persentase pulau - pulau kecil yang terkelola dengan baik (%)

4,32 1. Pembuatan Reservat di Perairan Umum Danau Singkarak dan Penyusunan Draft Pergub

141.000.000

II. Program Pengelolaan dan

Rehabilitasi Ekosisten Pesisir dan Laut

778.925.000

1. Penanaman Pohon Pelindung

Pantai

243.200.000

(8)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 41

2. Sosialisasi Pengelolaan dan

Rehabilitasi Mangrove

243.700.000

3. Rehabilitasi Terumbu Karang 292.025.000

III. Program Pengelolaan

Sumber Daya Perairan laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

341.000.000

1. Restocking Perairan Umum 260.100.000

2. Pembinaan Kawasan Konservasi

Lubuk Larangan

80.900.000

IV. Program Pensejahteraan

Ekonomi Masyarakat Pesisir

277.000.000

1. Koordinasi,Sinkronisasi dan

Fasilitasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pensejahteraan Ekonomi Nelayan

225.000.000

2. Peningkatan Kelembagaan

Perempuan Pesisir

52.000.000

3. Meningkatnya Produksi Perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan

- Produksi Perikanan Laut (ton)

202.074 I. Program Pengembangan

dan Pengelolaan Perikanan Tangkap

10.246.231.000

- Produksi Perairan

Umum (ton)

10.510 1. Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Longline

5.873.000

- Pendapatan

nelayan : Rp/bln

2. Operasional Kapal Latih Mini Longline

145.000.000

* Nelayan pemilik

(Rp/kk/bln )

7.100.000 3. Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Gillnet Monofilamen

265.000.000

* Nelayan buruh

(Rp/kk/bln )

1.641.000 4. Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Trammel Net

195.000.000

- Persentase nelayan

yang menggunakan perahu bermotor (%)

85 5. Peningkatan Sarana Bantu Penangkapan Tuna

250.000.000

6. Peningkatan Sarana Bantu

Penangkapan Ikan

196.720.000

7. Peningkatan Akses Permodalan

bagi Peserta SEHAT Nelayan

56.220.000

8. Peningkatan Kapasitas KUB

melalui Forum Koordinasi KUB (FKKUB)

61.560.000

9. Pendampingan Pengembangan

Usaha Mina Pedesaan

55.740.000

10. Sosialisasi Peraturan Perizinan

Kapal

58.340.000

11. Koordinasi Perizinan Usaha

Perikanan

34.000.000

12. Pengembangan dan

Peningkatan Sarana Prasarana PPP Sikakap

627.725.000

13. Pengembangan dan

Peningkatan Sarana Prasarana PPP Carocok

397.750.000

14. Pengembangan Kapal Longline

dan Alat Tangkap (DAK + Pendamping)

5.641.658.000

15. Pengembangan Sarana

Penangkapan Nelayan Kecil

150.000.000

16. Motorisasi Sarana Penangkapan

Ikan

325.300.000

17. Peningkatan Sarana

Penangkapan Ikan bagi Nelayan Tradisional

371.000.000

18. Peningkatan Sarana

Penangkapan Ikan

300.000.000

(9)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 42

19. Penyediaan Mesin Ketinting dan

Mesin Tempel

859.345.000

20. Peningkatan Sarana Nelayan

Tangkap

250.000.000

II. Program Pensejahteraan

Ekonomi Masyarakat Pesisir

1.845.867.360

1. Peningkatan Penggunaan Alat

Tangkap Gillnet Monofilamen Pemberdayaan Desa Terpadu

671.075.000

2. Peningkatan Penggunaan Mesin

Longtail Pemberdayaan Nelayan Desa Terpadu

1.174.792.360

4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya

- Produksi Perikanan Budidaya (ton)

253.400 I. Program Pengembangan

Budidaya Perikanan

7.197.952.500

- Peningkatan Luas

area usaha

perikanan budidaya (Ha)

350 1. Peningkatan Mutu Unit Pembenihan Rakyat (UPR)

1.053.050.000

- Pendapatan

Pembudidaya (Rp/kk/bln )

2.500.000 2. Pengendalian Hama Penyakit Ikan

80.000.000

3. Pengembangan Usaha

Perikanan Budidaya pada Lokasi TMMN

140.000.000

- Usaha perikanan

budidaya yang mendapat sertifikat CBIB (unit)

350 4. Peningkatan Kapasitas BBI dan UPR

100.000.000

- BBI dan UPR yang

mendapat sertifikat CPIB (unit)

15 5. Gerakan Pensejahteraan Petani Terpadu

1.000.000.000

6. Pengembangan Kawasan

Agroekowisata Perikanan

300.000.000

7. Peningkatan Produksi Budidaya

Ikan Air Tawar

1.207.192.500

8. Peningkatan Produksi

Perikanan Budidaya

1.104.600.000

9. Peningkatan Sarana Prasarana

Budidaya Ikan Kerapu

1.250.000.000

10. Peningkatan Produksi Budidaya

Ikan Lele

713.110.000

11. Pengembangan Usaha

Budidaya Kepiting

250.000.000

II. Program Pengembangan

Kawasan Sentra Produksi

3.041.014.000

1. Pengembangan Ikan Nila pada

Kawasan Sentra Produksi

866.710.000

2. Pengembangan Ikan Kerapu

pada Kawasan Sentra Produksi

1.165.204.000

3. Pengembangan Ikan Lele, Mas,

Gurami pada Kawasan Sentra Produksi

1.009.100.000

III. Program Penyediaan

Sarana dan Prasarana

2.309.747.500

1. Peningkatan Sarana Prasarana

dan Tekhnologi UPTD BBIP

1.061.160.000

2. Peningkatan Sarana Prasarana

dan Tekhnologi UPTD BBI

1.248.587.500

(10)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 43

IV. Program Pengembangan

Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna

605.800.000

Penerapan Tekhnologi

Pembuatan Pakan Ikan

252.500.000

Peningkatan Tekhnologi Pakan

Ikan

353.300.000

V. Program Pensejahteraan

Ekonomi Masyarakat Pesisir

347.446.000

1. Pengembangan Usaha

Budidaya Ikan Pada

Masyarakat Pesisir

347.446.000

5. Meningkatnya hasil Pemasaran dan Konsumsi Ikan

- Ekspor hasil perikanan (ton)

2.191,56 I. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perikanan

886.940.000

- Tingkat konsumsi

ikan (kg/kap/th)

33 1. Pameran dan Promosi Tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional

265.000.000

2. Penyebarluasan Gerakan

Makan Ikan

162.976.000

3. Pameran Industri Bahari Expo 30.000.000

4. Temu Bisnis dan Investasi Sektor

Kelautan dan Perikanan

95.476.000

5. Peningkatan Pemasaran Pelaku

Usaha Perikanan

123.488.000

6. Forum Peningkatan Konsumsi

Ikan (Forikan)

210.000.000

II. Program Peningkatan Nilai

Tambah Daya Saing Hasil Produksi Pertanian dan Perikanan

1.264.986.800

1. Temu Usaha Akses Permodalan

bagi Pelaku Usaha Sektor Perikanan

85.000.000

2. Dukungan Pengembangan

Gerakan UMKM Terpadu

75.000.000

3. Diversifikasi Pengolahan Ikan 125.000.000

4. Pengembangan Sistem Jaminan

Mutu pada Balai Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan

554.986.800

5. Apresiasi Pembinaan Penerapan

Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan Good Manufacture Practice (GMP) Produk Hasil Perikanan, Good Handing Practice (GHP)

125.000.000

6. Pengembangan Industri

Pengolahan Hasil Perikanan

225.000.000

7. Peningkatan Kapasitas

Pendamping Mitra Bank (KKMB)

75.000.000

III. Program Pensejahteraan

Ekonomi Masyarakat Pesisir

200.000.000

1. Pengembangan dan

Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Masyarakat Pesisir

200.000.000

(11)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 44

IV. Program Peningkatan

Kapasitas Kelembagaan dan SDM Pertanian

79.946.000

Gelar Tekhnologi Pekan

Nasional Tani

79.946.000

V. Program Pengembangan

Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna

95.172.000

1. Diseminasi Alat Mekanisasi

Perikanan

95.172.000

Penetapan kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat tahun

2014 ini dijadikan acuan untuk mengukur kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan tahun

2014 dan melaporkan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

(12)

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 45

Referensi

Dokumen terkait

Bidang Pengawasan dan Pengendalian Perikanan dan Sumber Daya Perikanan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara dalam

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) tahun 2020-2024, mengacu pada Renstra Kementerian

Dalam rangka mewujudkan arah perencanaan pembangunan yang tepat, terpadu dan berkelanjutan, perlu disusun Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Peternakan, Perikanan dan

Rencana Strategis Sekretariat Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan 2020-2024 merupakan dokumen yang disusun untuk menjabarkan rencana

Bidang kegiatan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara adalahmengenai sebagian dari urusan pemerintah pusat dalam bidang perikanan darat, perikanan

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) tahun 2020-2024, mengacu pada Renstra Kementerian Kelautan

 Jenis Industri Pengolahan Hasil Perikanan engolahan Hasil Perikanan Provinsi Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat Pengeringan / Penggaraman Pengeringan / Penggaraman

Maksud disusunnya Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2016 - 2021 ini adalah sebagai acuan resmi bagi Dinas Perikanan Kabupaten