DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 34 BAB II. PERENCANAAN KINERJA
2.1. RENCANA STRATEGIS
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, menyusun perencanaan kinerja berupa Rencana Strategis untuk lima tahunan, dan rencana jangka pendek setiap tahun.
Rencana Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat secara lengkap termuat dalam Rencana Strategis (Renstra) yang disusun melalui suatu proses dengan orientasi pada hasil yang dicapai selama kurun waktu 5 tahun, secara sistematik dan berkesinambungan dengan mempertimbangkan potensi, peluang, tantangan dan hambatan yang memuat visi, misi, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan serta indikator keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan. Secara ringkas Rencana Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut:
2.1.1. VISI DAN MISI
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat harus dibawa dan berkarya, agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif sesuai maksud dengan Permen PAN dan RB No.29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Visi tidak lain adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang ingin diwujudkan.
Dengan mengacu pada bahasan tersebut, guna penyelenggaraan pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat, Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat adalah :
”Sumatera Barat sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan terkemuka di Pulau Sumatera tahun 2015”.
Terwujudnya visi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap
personil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Sebagai bentuk
nyata dari visi ditetapkan misi sehingga hal yang masih abstrak pada visi akan lebih
nyata pada misi.
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 35 Misi organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki organisasi. Misi merupakan sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti pentingnya eksistensi organisasi, karena misi mewakili alasan dasar berdirinya organisasi. Pernyataan misi ini harus menunjukkan secara jelas tentang apa yang dianggap penting oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan. Secara eksplisit mengandung apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan kegiatan spesifik apa yang harus dilakukan untuk mencapainya serta mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap bidang utama yang digeluti organisasi, dengan kata lain misi diperlukan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan manajemen.
Berdasarkan visi yang sudah diuraikan diatas dan sebagai pedoman intern bagi seluruh pengambilan keputusan (decision maker) pada Instansi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat sehingga semua rencana yang dikembangkan mendukung institusi secara keseluruhan agar tujuan dapat tercapai dengan baik.
Adapun Misi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan Renstra Tahun 2011 – 2015, adalah :
“ Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan melalui peningkatan Produksi dan Kesempatan Kerja”
2.1.2. TUJUAN DAN SASARAN
a. Tujuan :
‘Terselenggaranya Pembangunan Kelautan dan Perikanan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara rasional, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Kelautan dan Perikanan’
b. Sasaran
Sasaran Pembangunan Kelautan dan Perikanan tahun 2011-2015 adalah:
1. Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing dengan indikator :
a. kasus illegal fishing 73% pada tahun 2015
2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan Sumberdaya Kelautan, Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil serta perairan umum, dengan indikator:
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 36 a. Luas kawasan konservasi dan Rehabilitasi menjadi 409.000 Ha pada tahun
2015
b. Jumlah Pulau-pulau kecil yang terkelola menjadi 5,41% pada tahun 2015 3. Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan, dengan
indikator:
a. Produksi perikanan laut sebesar 204.499 ton pada tahun 2015
b. Produksi perairan umum sebesar 10.657 ton pertahun pada tahun 2015 c. Pendapatan nelayan:
- Nelayan Pemilik : menjadi Rp. 7.900.000,-/bln pada tahun 2015 - Nelayan buruh : menjadi Rp. 1.750.000,-/bln pada tahun 2015
d. Persentase nelayan yang menggunakan perahu bermotor 95% pada tahun 2015.
4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan budidaya dan kesejahteraan pembudidaya, dengan indikator:
a. Produksi Perikanan Budidaya sebesar 293.650 ton pada tahun 2015
b. Peningkatan Luas area usaha perikanan budidaya: menjadi 450 Ha pada tahun 2015
c. Peningkatan pendapatan pembudidaya: menjadi Rp. 3.000.000,- perbulan pada tahun 2015
d. Usaha perikanan budidaya yg dapat sertifikat CBIB : menjadi 450 unit pada tahun 2015
e. BBI dan UPR yang bersertifikat (CPIB): menjadi 18 unit pada tahun 2015 5. Meningkatnya Pemasaran Hasil Perikanan dan konsumsi ikan
a. Ekspor Hasil Perikanan : 2.191,56 ton pada tahun 2015
b. Tingkat Konsumsi Ikan : menjadi 34 kg/kapita/tahun pd tahun 2015
2.1.3. STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN 1. Strategis Pembangunan
Untuk mencapai visi dan misi tersebut beberapa strategi yang akan dijalankan adalah :
a. Revitalisasi institusional dan sumberdaya manusia b. Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan
c. Eskalasi produksi yang berorientasi pasar dan komoditi unggulan
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 37 d. Penetrasi pasar regional, nasional dan internasional melalui diversifikasi produk
peningkatan industri olahan hasil perikanan
2. Kebijakan
a. Memperkuat pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya Kelautan dan Perikanan
b. Meningkatkan penataan dan pengelolaan lingkungan sumberdaya kelautan dan perikanan secara komprehensif dengan melibatkan peran serta masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
c. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana penangkapan ikan
d. Mengoptimalkan potensi budidaya yang belum tergarap serta membuka lapangan kerja diiringi dengan dukungan pengembangan modal dan kepastian berusaha.
e. Mengembangkan industri pengolahan, perbaikan mutu hasil perikanan dan memperkuat jejaring serta daya tembus pemasaran produk Hasil Kelautan dan perikanan dalam dan luar negeri dalam rangka stabilitas produksi serta ketahanan pangan
2.2. RENCANA KINERJA TAHUNAN
Berdasarkan tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011-2015, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014.
Dalam upaya penyempurnaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP), maka dilakukan perbaikan-perbaikan dalam indikator
kinerja sehingga yang mendukung pencapaian sasaran lebih berorientasi hasil
kinerja (outcome oriented) Untuk tahun 2014 dan 2015 indikator kinerja pada Dinas
Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat yang mendukung pencapaian
sasaran mengalami perbaikan/penyempurnaan, dengan perubahan sebagaimana
pada tabel 2.2.1. berikut.
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 38
Tabel 2.2.1.
RENCANA KINERJA TAHUNAN 2014 DAN REVISI RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014
No.
SEMULA
REVISI SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET
1 2 3 4 5 6
7
1. Berkurangnya kegiatan yang merusak Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta Illegal Fishing
- Usaha perikanan yang memiliki SIUP yang sesuai dengan
ketentuan
350 Berkurangya
kegiatan yang merusak
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing
- kasus Illegal Fishing (%)
75
- Kapal yang
diperiksa
360
- Peningkatan
Kelembagaan POKMASWAS
3
2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan,pesisir dan pulau-pulau kecil serta
mensejahterakan masyarakat pesisir
- Jumlah kawasan konservasi laut yang punya SK Kepala Daerah (lks):menjadi….
9 lks Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil serta perairan umum
- luas kawasan Konservasi dan Rehabilitasi (Ha)
407.000
- Persentase
pulau - pulau kecil yang terkelola dengan baik (%)
4,32
- Jumlah
Konservasi Perairan daratan yang sudah punya SK Kepala Daerah yang dikelola : (lks)
85 lokasi
- Jumlah pulau-
pulau kecil yang terkelola
2 pulau
3. Meningkatnya Produksi Perikanan
tangkap dan
kesejahteraan nelayan
- Jumlah Produksi Perikanan Laut (ton)
202.073,8 Meningkatnya Produksi Perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan
- Produksi Perikanan Laut (ton)
202.074
- Produksi
Perairan Umum (ton)
10.510
- Jumlah Produksi
Perairan Umum (ton)
10.510 - Pendapatan
nelayan : Rp/bln
* Nelayan
pemilik ( Rp/kk/bln )
7.100.000
* Nelayan
buruh (
Rp/kk/bln )
1.641.000
- Pendapatan
Nelayan : Rp/bln
- Persentase
nelayan yang
85
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 39
* Nelayan Pemilik 7.100.000/kk/bln menggunakan
perahu bermotor (%)
* Nelayan Buruh 1.641.000/kk/bln
- Peningkatan
Kapasitas KUB :menjadi….
31 klpk
- Peningkatan
kapasitas kapal penangkap ikan
* Dari perahu
tanpa motor ke perahu bermotor:unit
330 unit
4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan
Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya
- Jumlah Produksi Budidaya (ton)
306.940 Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya
- Produksi Perikanan Budidaya (ton)
253.400
- Peningkatan
Luas area usaha perikanan budidaya
40 Ha/thn - Peningkatan
Luas area usaha perikanan budidaya (Ha)
350
- Pendapatan
Pembudidaya (Rp/kk/bln )
2.500.00 0
- Pendapatan
pembudidaya:
Rp/bln
2,5 jt/kk/bln - Usaha
perikanan budidaya yang mendapat sertifikat CBIB (unit)
350
- Penambahan
jumlah usaha perikanan budidaya yang dapat sertifikat CBIB
50 unit - BBI dan UPR
yang mendapat sertifikat CPIB (unit)
15
- Penambahan
BBI dan UPR yang punya sertifikat (unit)
5
5. Meningkatnya Pemasaran Ikan dalam negeri dan luar negeri, penyediaan ikan untuk dikonsumsi dan unit
pengolahan
- Peningkatan pemasaran ikan dalam negeri dan luar negeri perikanan (ton)
3.618,50 Meningkatnya hasil Pemasaran dan Konsumsi Ikan
- Ekspor hasil perikanan (ton)
2.191,56
- Tingkat
konsumsi ikan (kg/kap/th)
33
- Penyediaan ikan
untuk konsumsi
37 kg/kapita/th
- Jumlah unit
pengolahan ikan (UMKM)
746 unit
- Jumlah unit
pengolahan ikan (SKP)
14 unit
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 40 2.3. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014
Sebagaimana implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) khususnya perencanaan kinerja, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat telah membuat Penetapan Kinerja yang ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Barat dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Penetapan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 adalah dengan komitmen kinerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan telah ditetapkan dan dimuat dalam Buku Perubahan Penetapan Kinerja Provinsi Sumatera Barat.
Ikhtisar Perjanjian/Penetpan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel 2.2.2
Tabel.2.2.2
IKHTISAR PERJANJIAN/PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT
No. SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Target Program / Kegiatan Anggaran (Rp)
1 2 3
4 5 6
1. Berkurangya kegiatan yang merusak
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta illegal fishing
- kasus Illegal Fishing (%)
75 I. Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam
Pengawasan dan
Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
4.284.245.000
1. Pengawasan Sumberdaya Pesisir
dan Perikanan
182.000.000
2. Penyediaan Kapal Pengawas 3.958.585.000
3. Koordinas Pokmaswas Tingkat
Provinsi
77.300.000
4. Peningkatan Kapasitas SDM
Masyarakat Nelayan
66.360.000
II. Program Peningkatan
kesiapsiagaan Menghadapi bencana
63.000.000
1. Sosialisasi melalui publikasi
Mitigasi Bencana
63.000.000
2. Meningkatnya penataan dan pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil serta perairan umum
- luas kawasan konservasi dan Rehabilitasi (Ha)
407.000 I. Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam
141.000.000
- Persentase pulau - pulau kecil yang terkelola dengan baik (%)
4,32 1. Pembuatan Reservat di Perairan Umum Danau Singkarak dan Penyusunan Draft Pergub
141.000.000
II. Program Pengelolaan dan
Rehabilitasi Ekosisten Pesisir dan Laut
778.925.000
1. Penanaman Pohon Pelindung
Pantai
243.200.000
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 41
2. Sosialisasi Pengelolaan dan
Rehabilitasi Mangrove
243.700.000
3. Rehabilitasi Terumbu Karang 292.025.000
III. Program Pengelolaan
Sumber Daya Perairan laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
341.000.000
1. Restocking Perairan Umum 260.100.000
2. Pembinaan Kawasan Konservasi
Lubuk Larangan
80.900.000
IV. Program Pensejahteraan
Ekonomi Masyarakat Pesisir
277.000.000
1. Koordinasi,Sinkronisasi dan
Fasilitasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pensejahteraan Ekonomi Nelayan
225.000.000
2. Peningkatan Kelembagaan
Perempuan Pesisir
52.000.000
3. Meningkatnya Produksi Perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan
- Produksi Perikanan Laut (ton)
202.074 I. Program Pengembangan
dan Pengelolaan Perikanan Tangkap
10.246.231.000
- Produksi Perairan
Umum (ton)
10.510 1. Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Longline
5.873.000
- Pendapatan
nelayan : Rp/bln
2. Operasional Kapal Latih Mini Longline
145.000.000
* Nelayan pemilik
(Rp/kk/bln )
7.100.000 3. Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Gillnet Monofilamen
265.000.000
* Nelayan buruh
(Rp/kk/bln )
1.641.000 4. Peningkatan Penggunaan Alat Tangkap Trammel Net
195.000.000
- Persentase nelayan
yang menggunakan perahu bermotor (%)
85 5. Peningkatan Sarana Bantu Penangkapan Tuna
250.000.000
6. Peningkatan Sarana Bantu
Penangkapan Ikan
196.720.000
7. Peningkatan Akses Permodalan
bagi Peserta SEHAT Nelayan
56.220.000
8. Peningkatan Kapasitas KUB
melalui Forum Koordinasi KUB (FKKUB)
61.560.000
9. Pendampingan Pengembangan
Usaha Mina Pedesaan
55.740.000
10. Sosialisasi Peraturan Perizinan
Kapal
58.340.000
11. Koordinasi Perizinan Usaha
Perikanan
34.000.000
12. Pengembangan dan
Peningkatan Sarana Prasarana PPP Sikakap
627.725.000
13. Pengembangan dan
Peningkatan Sarana Prasarana PPP Carocok
397.750.000
14. Pengembangan Kapal Longline
dan Alat Tangkap (DAK + Pendamping)
5.641.658.000
15. Pengembangan Sarana
Penangkapan Nelayan Kecil
150.000.000
16. Motorisasi Sarana Penangkapan
Ikan
325.300.000
17. Peningkatan Sarana
Penangkapan Ikan bagi Nelayan Tradisional
371.000.000
18. Peningkatan Sarana
Penangkapan Ikan
300.000.000
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 42
19. Penyediaan Mesin Ketinting dan
Mesin Tempel
859.345.000
20. Peningkatan Sarana Nelayan
Tangkap
250.000.000
II. Program Pensejahteraan
Ekonomi Masyarakat Pesisir
1.845.867.360
1. Peningkatan Penggunaan Alat
Tangkap Gillnet Monofilamen Pemberdayaan Desa Terpadu
671.075.000
2. Peningkatan Penggunaan Mesin
Longtail Pemberdayaan Nelayan Desa Terpadu
1.174.792.360
4. Meningkatnya produksi, mutu hasil perikanan Budidaya dan kesejahteraan Pembudidaya
- Produksi Perikanan Budidaya (ton)
253.400 I. Program Pengembangan
Budidaya Perikanan
7.197.952.500
- Peningkatan Luas
area usaha
perikanan budidaya (Ha)
350 1. Peningkatan Mutu Unit Pembenihan Rakyat (UPR)
1.053.050.000
- Pendapatan
Pembudidaya (Rp/kk/bln )
2.500.000 2. Pengendalian Hama Penyakit Ikan
80.000.000
3. Pengembangan Usaha
Perikanan Budidaya pada Lokasi TMMN
140.000.000
- Usaha perikanan
budidaya yang mendapat sertifikat CBIB (unit)
350 4. Peningkatan Kapasitas BBI dan UPR
100.000.000
- BBI dan UPR yang
mendapat sertifikat CPIB (unit)
15 5. Gerakan Pensejahteraan Petani Terpadu
1.000.000.000
6. Pengembangan Kawasan
Agroekowisata Perikanan
300.000.000
7. Peningkatan Produksi Budidaya
Ikan Air Tawar
1.207.192.500
8. Peningkatan Produksi
Perikanan Budidaya
1.104.600.000
9. Peningkatan Sarana Prasarana
Budidaya Ikan Kerapu
1.250.000.000
10. Peningkatan Produksi Budidaya
Ikan Lele
713.110.000
11. Pengembangan Usaha
Budidaya Kepiting
250.000.000
II. Program Pengembangan
Kawasan Sentra Produksi
3.041.014.000
1. Pengembangan Ikan Nila pada
Kawasan Sentra Produksi
866.710.000
2. Pengembangan Ikan Kerapu
pada Kawasan Sentra Produksi
1.165.204.000
3. Pengembangan Ikan Lele, Mas,
Gurami pada Kawasan Sentra Produksi
1.009.100.000
III. Program Penyediaan
Sarana dan Prasarana
2.309.747.500
1. Peningkatan Sarana Prasarana
dan Tekhnologi UPTD BBIP
1.061.160.000
2. Peningkatan Sarana Prasarana
dan Tekhnologi UPTD BBI
1.248.587.500
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 43
IV. Program Pengembangan
Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna
605.800.000
Penerapan Tekhnologi
Pembuatan Pakan Ikan
252.500.000
Peningkatan Tekhnologi Pakan
Ikan
353.300.000
V. Program Pensejahteraan
Ekonomi Masyarakat Pesisir
347.446.000
1. Pengembangan Usaha
Budidaya Ikan Pada
Masyarakat Pesisir
347.446.000
5. Meningkatnya hasil Pemasaran dan Konsumsi Ikan
- Ekspor hasil perikanan (ton)
2.191,56 I. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perikanan
886.940.000
- Tingkat konsumsi
ikan (kg/kap/th)
33 1. Pameran dan Promosi Tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional
265.000.000
2. Penyebarluasan Gerakan
Makan Ikan
162.976.000
3. Pameran Industri Bahari Expo 30.000.000
4. Temu Bisnis dan Investasi Sektor
Kelautan dan Perikanan
95.476.000
5. Peningkatan Pemasaran Pelaku
Usaha Perikanan
123.488.000
6. Forum Peningkatan Konsumsi
Ikan (Forikan)
210.000.000
II. Program Peningkatan Nilai
Tambah Daya Saing Hasil Produksi Pertanian dan Perikanan
1.264.986.800
1. Temu Usaha Akses Permodalan
bagi Pelaku Usaha Sektor Perikanan
85.000.000
2. Dukungan Pengembangan
Gerakan UMKM Terpadu
75.000.000
3. Diversifikasi Pengolahan Ikan 125.000.000
4. Pengembangan Sistem Jaminan
Mutu pada Balai Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan
554.986.800
5. Apresiasi Pembinaan Penerapan
Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan Good Manufacture Practice (GMP) Produk Hasil Perikanan, Good Handing Practice (GHP)
125.000.000
6. Pengembangan Industri
Pengolahan Hasil Perikanan
225.000.000
7. Peningkatan Kapasitas
Pendamping Mitra Bank (KKMB)
75.000.000
III. Program Pensejahteraan
Ekonomi Masyarakat Pesisir
200.000.000
1. Pengembangan dan
Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Masyarakat Pesisir
200.000.000
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT 44
IV. Program Peningkatan
Kapasitas Kelembagaan dan SDM Pertanian
79.946.000
Gelar Tekhnologi Pekan
Nasional Tani
79.946.000
V. Program Pengembangan
Tekhnologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian Tepat Guna
95.172.000
1. Diseminasi Alat Mekanisasi
Perikanan
95.172.000