-2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 10 16 22
Gambar 1. Pertumbuhan IBS Triwulan IV 2016 dan Triwulan I 2017 Berdasarkan angka
q-to-q dan Kode KBLI
Tw 4 2016 Tw 1 2017
No 25/05/61/Th. XX, 2 Mei 2017
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG (IBS)
SERTA INDUSTRI MIKRO DAN KECIL (IMK) KALIMANTAN BARAT TRIWULAN I
TAHUN 2017
I. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN
SEDANG TRIWULAN I TAHUN 2017 DI KALIMANTAN BARAT
Berdasarkan hasil Survei IBS Bulanan di Kalimantan Barat, pada triwulan I Tahun 2017 Produksi IBS secara q-to-q turun sebesar 0,91 persen dibandingkan triwulan IV Tahun 2016. Sementara secara year-on-year (y-o-y) dibandingkan triwulan I tahun 2016, pertumbuhan produksi IBS pada triwulan I 2017 (y-on-y) meningkat 3,48 persen.
BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) Kalimantan Barat pada Triwulan I (q-to-q) Tahun 2017 turun 0,91 persen dibanding Triwulan IV Tahun 2016, Pertumbuhan Produksi Nasional mengalami peningkatan sebesar 0,86 persen.
Pertumbuhan Produksi (y-on-y) IBS Kalimantan Barat pada Triwulan I Tahun 2017 naik 3,48 persen dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2016, secara nasional pertumbuhan produksi (y-on-y) naik 4,33 persen.
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) di Kalimantan Barat pada Triwulan I Tahun 2017 naik 5,23 persen dibandingkan dengan Triwulan IV Tahun 2016 (q-to-q).
Pertumbuhan IMK Nasional (q-to-q) naik sebesar 2,44 persen.
Pertumbuhan IMK triwulan I untuk (y-on-y) tahun 2017 naik sebesar 0,38 persen, sementara secara nasional pertumbuhan produksi (y-on-y) naik sebesar 6,63 persen.Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) pada triwulan I 2017 tidak ada industri yang mengalami peningkatan produksi. Industri Makanan (KBLI 10) pada triwulan I tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 1,09 persen. Produksi Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, dan Barang anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya (KBLI 16) turun 0,38 persen, dan Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik (KBLI 22) turun sebesar 0,16 persen.
Apabila dibandingkan dengan triwulan I 2016, secara (y-on-y) pada triwulan I Tahun 2017 sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, dan Barang anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya (KBLI 16) mengalami penurunan sebesar 0,96 persen. Sementara dua sektor industri lainnya di Kalimantan Barat mengalami peningkatan produksi. Pertumbuhan paling tinggi berada pada Industri Karet dan Barang dari Karet (KBLI 22) yang meningkat sebesar 5,30 persen, diikuti dengan Industri Makanan (KBLI 10) dengan pertumbuhan sebesar 3,59 persen.
Tabel 1. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Di Kalimantan Barat dan Nasional Triwulan IV 2016 dan Triwulan I Tahun 2017
Kode
KBLI Jenis Industri
Pertumbuhan (%) q- to -q y – on – y Triw IV 2016 Triw I 2017 Triw IV 2016 Triw I 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 10 Industri Makanan -0,72 -1,09 4,58 3,59 16
Kayu dan Barang-Barang dari Kayu (tidak termasuk furniture) dan Barang-Barang Anyaman
-0,06 -0,38 1,96 -0,96
22 Karet, Barang dari Karet dan Plastik 2,01 -0,16 7,79 5,30
IBS Kalimantan Barat -0,61 -0,91 6,07 3,48
IBS Nasional -0,34 0,86 2,06 4,33 -2,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10 16 22
Gambar 2. Pertumbuhan IBS Triwulan I 2016 dan Triwulan I 2017 Berdasarkan angka y-on-y
dan Kode KBLI
Tw 4 2016` Tw 1 2017
0 5 10
q-to-q y-on-y
Gambar 3. Pertumbuhan Produksi IMK Kalimantan Barat dan Nasional Berdasarkan Angka q-to-q dan y-on-y Triwulan I Tahun 2017
Kalimantan Barat Nasional
III. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL
TRIWULAN I TAHUN 2017 DI KALIMANTAN BARAT
Berdasarkan hasil Survei Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) selama Triwulan I tahun 2017, angka produksi IMK triwulan I (q-to-q) Tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5,23 persen dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2016. Secara nasional, pertumbuhan produksi IMK mengalami pertumbuhan sebesar 2,44 persen. Pertumbuhan produksi IMK (y-on-y) di Kalimantan Barat naik sebesar 0,38 persen, sementara pertumbuhan IMK nasional naik 6,63 persen.
Tabel 2 menunjukkan bahwa pada IMK triwulan I Tahun 2017 terdapat 5 (lima) industri yang mengalami penurunan dibandingan dengan triwulan IV Tahun 2016. Tiga jenis industri yang mengalami penurunan terbesar adalah : (1) Industri Tekstil (KBLI 13) turun sebesar 8,05 persen, (2) Industri Alat Angkutan Lainnya (KBLI 30) turun 6,87 persen, dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia (KBLI 20) yang turun sebesar 3,93 persen. Pertumbuhan produksi IMK pada triwulan I tahun 2017 (q-to-q) paling tinggi berada pada Industri Kayu dan Barang dari Kayu, dan Barang Anyaman dari Rotan dan Sejenisnya (KBLI 16) dengan pertumbuhan 26,38 persen. Posisi kedua ditempati oleh Industri Pakaian Jadi (KBLI 14) dengan pertumbuhan 20,02 persen dan di posisi ketiga terdapat pada Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan tradisional (KBLI 21) yang naik sebesar 9,44 persen.
Apabila dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2016 (y-on-y), angka pertumbuhan produksi IMK triwulan I tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen. Pertumbuhan produksi tertinggi berada di Industri Pakaian jadi (KBLI 14) dengan pertumbuhan 42,87 persen. Industri Kertas dan Barang dari Kertas (KBLI 17) berada di urutan kedua dengan pertumbuhan sebesar 21,79 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Industri Kayu dan Barang dari Kayu, dan Barang Anyaman dari Rotan dan Sejenisnya (KBLI 16) dengan pertumbuhan 10,14 persen. Terdapat 7 (tujuh) jenis industri yang mengalami penurunan secara (y-on-y), antara lain Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman (KBLI 18) turun 16,78 persen, Industri Tekstil
(KBLI 13) turun sebesar 12,92 persen, dan posisi ketiga Industri Makanan (KBLI 10) yang turun 9,66 persen.
Tabel 2.Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan I Di Kalimantan Barat Tahun 2017
No Kode
KBLI Jenis Industri
Pertumbuhan Tw I (persen) q-to-q y-on-y (1) (2) (3) (4) (5) 1 10 Industri Makanan -2,33 -9,66 2 11 Industri Minuman 6,87 -0,46 3 13 Industri Tekstil -8,05 -12,92
4 14 Industri Pakaian Jadi 20,02 42,87
5 16
Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
26,38 10,14
6 17 Industri Kertas dan Barang dari Kertas 3,70 21,79 7 18 Industri Percetakan dan Reproduksi Media
Rekaman 2,31 -16,78
8 20 Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan
Kimia -3,93 -3,08
9 21 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat
Tradisional 9,44 0,89
10 22 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik 6,94 6,21 11 23 Industri Barang Galian Bukan Logam 0,11 4,48 12 25 Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan
Peralatannya 1,12 -6,06
13 30 Industri Alat Angkutan Lainnya -6,87 -4,51
14 31 Industri Furnitur 1,14 5,58
15 32 Industri Pengolahan Lainnya -2,26 1,35
IMK Kalimantan Barat 5,23 0,38
Informasi lebih lanjut hubungi: Sukwantono, SE, MM Kepala Bidang Statistik Produksi
Telepon: 0561-735345 E-mail : [email protected]
Website : http://kalbar.bps.go.id