• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)



Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2009 meningkat 4,76 persen dibandingkan tahun 2008, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan-komunikasi sebesar 9,04 persen dan terendah sektor industri pengolahan 1,11 persen.



PDRB harga berlaku Kalimantan Barat tahun 2009 sebesar Rp.53,87 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp.29,00 triliun.



Secara triwulanan, PDRB Kalimantan Barat Triwulan IV/2009 dibandingkan triwulan III/2009 (q-to-q) meningkat sebesar 5,02 persen, dan bila dibandingkan dengan triwulan IV/2008 (y-o-y) tumbuh sebesar 5,15 persen.



Dari sisi penggunaan, kenaikan PDRB Kalimantan Barat tahun 2009 sebesar 4,76 persen didukung oleh komponen konsumsi pemerintah sebesar 11,64 persen dan konsumsi rumah tangga/swasta sebesar 8,01 persen.



Pertumbuhan PDRB penggunaan Kalimantan Barat triwulan IV/2009 terhadap triwulan III/2009 (q to q) 5,02 persen didorong oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 19,34 persen dan PMTB sebesar 3,18 persen, namun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2008 (y-on-y) pertumbuhan dipicu oleh konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,13 persen dan 5,10 persen.



Dari sisi sektoral, perekonomian Kalimantan Barat masih ditunjang oleh sektor pertanian 25,85 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 23,66 persen, dan sektor industri pengolahan 17,97 persen, sedangkan dari sisi penggunaan didominasi oleh konsumsi rumahtangga/swasta sebesar 57,42 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 28,64 persen dan ekspor barang dan jasa sebesar 21,82 persen.



Sumber utama pertumbuhan ekonomi tahun 2009 berdasarkan sisi supply adalah berasal dari sektor pertanian (1,17%) dan sektor perdagangan-hotel-restoran (1,16%), sedangkan dari sisi

demand berasal dari komponen konsumsi rumah tangga 4,32 persen.



PDRB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 mencapai Rp.12,47 juta, lebih tinggi dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp.11,39 juta atau mengalami kenaikan riil sebesar 9,46 persen.

No. 09/02/61/Th. XIII, 10 Februari 2010

P

EREKONOMIAN

K

ALIMANTAN

B

ARAT

T

AHUN

2009

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(2)

I. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2009

Perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 4,76 persen dibandingkan tahun 2008. Berdasarkan nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2009 mencapai Rp.29.001,84 miliar, dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 27.682,85 miliar. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDRB tahun 2009 naik sebesar Rp.5.451,39 miliar (11,26%), yaitu dari Rp.48.414,40 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp.53.865,79 miliar tahun 2009.

Tabel 1

Nilai PDRB Tahun 2008-2009 dan

Laju Pertumbuhan Tahun 2009 menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah)

Atas Dasar Harga Konstan (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha 2008 2009 2008 2009 Laju Pertumbuhan 2009 (Persen) Sumber Pertumbuhan 2009 (Persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

12.834,64 13.926,03 7.055,61 7.380,87 4,61 1,17 2. Pertambangan dan Penggalian 691,42 795,15 383,27 415,67 8,45 0,12 3. Industri Pengolahan 8.872,54 9.678,11 4.909,10 4.963,70 1,11 0,20 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 267,03 286,40 118,44 124,20 4,86 0,02 5. Konstruksi 4.180,78 4.785,93 2.195,78 2.350,75 7,06 0,56 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 11.349,12 12.743,53 6.518,08 6.838,01 4,91 1,16 7. Pengangkutan dan Komunikasi 3.323,03 3.877,43 2.089,31 2.278,11 9,04 0,68 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perush. 2.265,70 2.492,76 1.339,27 1.395,86 4,23 0,20 9. Jasa-jasa 4.630,15 5.280,47 3.073,98 3.254,67 5,88 0,65

PDRB Kalimantan Barat 48.414,40 53.865,79 27.682,85 29.001,84 4,76 4,76

Selama tahun 2009, semua sektor ekonomi yang membentuk PDRB mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan-komunikasi dengan pertumbuhan sebesar 9,04 persen, diikuti kemudian oleh sektor pertambangan-penggalian 8,45 persen, sektor konstruksi 7,06 persen, jasa-jasa 5,88 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 4,91 persen, sektor listrik-gas-air bersih 4,86 persen, sektor pertanian 4,61 persen, sektor keuangan-persewaan-jasa perusahaan 4,23 persen, dan sektor industri pengolahan 1,11 persen.

Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi ternyata tidak selalu memberikan konstribusi yang signifikan dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi. Sektor pengangkutan-komunikasi misalnya, dengan pertumbuhan 9,04 persen ternyata hanya memberikan sumbangan 0,68 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Sementara itu sektor pertanian yang tumbuh 4,61 persen mampu menyumbang 1,17 persen bagi pertumbuhan ekonomi, berbeda tipis dengan sektor perdagangan-hotel-restoran yang menyumbang 1,16 persen. Secara lebih rinci sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat dapat dilihat pada Grafik 1.

(3)

Grafik 1

Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Kalimantan Barat Tahun 2009 Atas Dasar Harga Konstan 2000

(Persen) 4,61 8,45 1,11 4,86 7,06 4,91 9,04 4,23 5,88 0,65 0,20 0,68 1,16 0,56 0,02 0,20 0,12 1,17 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pertanian Pertambangan Industri LGA Konstruksi Perdagangan Pengangkutan Keuangan Jasa-jasa Pertumbuhan Ekonomi

Sumber Pertumbuhan

II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV/2009

Perekonomian Kalimantan Barat pada Triwulan IV/2009 dibandingkan dengan Triwulan III/2009 (q-to-q) tumbuh sebesar 5,02 persen. Alokasi belanja pemerintah yang besar pada Triwulan IV/2009 menjadi salah satu pemicu pertumbuhan pada periode ini terutama pada sektor jasa-jasa khususnya jasa pemerintahan. Beberapa peristiwa penting selama triwulan IV/2009 seperti Idul Adha, Natal, dan tahun baru turut memicu pertumbuhan terutama di sektor angkutan-komunikasi dan sektor perdagangan-hotel-restoran.

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha (Persen) Lapangan Usaha Trw IV/2009 Terhadap Trw III/2009 (q-to-q) Trw IV/2009 Terhadap Trw IV/2008 (y-on-y) Trw I s/d IV 2009 Terhadap Trw I s/d IV 2008 (c-to-c) (1) (2) (3) (4)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

-0,87 7,91 4,61 2. Pertambangan dan Penggalian 0,93 8,01 8,45 3. Industri Pengolahan 1,74 1,45 1,11 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,54 0,55 4,86

5. Konstruksi 8,63 9,16 7,06

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 6,64 3,92 4,91 7. Pengangkutan dan Komunikasi 10,76 8,70 9,04 8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perush. 4,14 3,82 4,23

9. Jasa-jasa 14,15 3,06 5,88

PDRB Kalimantan Barat 5,02 5,15 4,76

Jika ditinjau lebih rinci menurut sektor, maka hampir semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pertanian yang mengalami kontraksi minus 0,87 persen.

(4)

Penurunan pada sektor pertanian disebabkan menurunnya produksi pada beberapa komoditi utama di sub sektor tanaman bahan makanan, kehutanan, dan perikanan. Sektor-sektor yang pertumbuhannya cukup tinggi pada Triwulan IV/2009 dibandingkan Triwulan III/2009 adalah sektor jasa-jasa yaitu 14,15 persen, sektor pengangkutan-komunikasi 10,76 persen, dan sektor konstruksi 8,63 persen.

Perekonomian Kalimantan Barat Triwulan IV/2009 dibandingkan dengan Triwulan IV/2008 (year-on-year) tumbuh sebesar 5,15 persen. Sektor konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,16 persen, diikuti kemudian oleh sektor pengangkutan-komunikasi 8,79 persen dan sektor pertambangan-penggalian 8,01 persen. Sementara sektor listrik-gas-air bersih mengalami pertumbuhan terendah dengan 0,55 persen.

III. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha

Struktur perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2009 masih didominasi oleh tiga sektor ekonomi yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri. Ketiga sektor tersebut peranannya mencapai 67,48 persen. Sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar 25,85 persen, diikuti kemudian oleh sektor perdagangan-hotel-restoran 23,66 persen, dan sektor industri 17,97 persen. Sektor yang paling kecil sumbangannya adalah sektor listrik-gas-air bersih dengan 0,53 persen.

Tabel 3

Struktur Ekonomi Kalimantan Barat Tahun 2008-2009 (Persen)

Lapangan Usaha 2008 2009

(1) (2) (3)

1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

26,51 25,85 2. Pertambangan dan Penggalian 1,43 1,48 3. Industri Pengolahan 18,33 17,97 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,55 0,53

5. Konstruksi 8,64 8,88

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 23,44 23,66 7. Pengangkutan dan Komunikasi 6,86 7,20 8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perush. 4,68 4,63

9. Jasa-jasa 9,56 9,80

PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00

Peranan sektor pertanian di tahun 2009 cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2008 peranan sektor pertanian masih tercatat sebesar 26,51 persen dan pada tahun 2009 peranannya menjadi 25,85 persen. Kondisi ini terjadi karena melemahnya perkembangan hampir di semua sub sektor pertanian terutama kehutanan, tanaman bahan makanan, perkebunan dan peternakan. Berkurangnya ketersediaan bahan baku turut mempengaruhi perkembangan di sektor

(5)

industri, dimana peranannya juga turut terkoreksi dari 18,33 persen tahun 2008 menjadi 17,97 persen di tahun 2009.

IV. PDRB Menurut Penggunaan

PDRB atas dasar harga berlaku Kalimantan Barat tahun 2009 sebesar Rp. 53.865,79 miliar, sebagian besar (57,42%) digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan swasta (KRT) sebesar Rp.30.932,35 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi swasta nirlaba sebesar 433,22 miliar (0,80%) konsumsi pemerintah (KP) sebesar Rp. 9.261,76 miliar (17,19%), pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar Rp. 15.246,52 miliar (28,64%), perubahan inventori berkurang sebesar Rp. 2.269,05 miliar, transaksi ekspor (Eks) sebesar Rp. 11.750,92 miliar (21,82%) dan impor (Imp) sebesar Rp. 11.669,93 miliar (21,66%) .

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2009 tercatat sebesar 4,76 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh beberapa komponen PDRB penggunaan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah sebesar 11,64 persen, diikuti oleh konsumsi rumah tangga/swasta sebesar 8,01 persen dan selanjutnya adalah komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 3,45 persen, Dua komponen lainnya yaitu ekspor dan impor jutsru mengalami penurunan pada tahun 2009. Komponen ekspor dan impor masing-masing megalami penurunan sebesar 9,91 persen dan 4,96 persen.

Sumber utama pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dari sisi penggunaan berasal dari komponen konsumsi rumahtangga yang menyumbang 4,32 persen, diikuti kemudian oleh komponen komsumsi pemerintah (1,51%), pembentukan Modal tetap Bruto (0,91%). Sedangkan komponen ekspor justru mengurangi pertumbuhan sebesar 2,97 persen.

Tabel 4

Nilai PDRB Tahun 2008-2009 dan

Laju Pertumbuhan Tahun 2009 menurut Komponen Penggunaan

Atas Dasar Atas Dasar Laju Sumber Harga Berlaku Harga Konstan Pertumbuhan Pertumbuhan (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah) (Persen) (Persen) Komponen Penggunaan

2008 2009 2008 2009 2009 2009

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Konsumsi Rumah Tangga/Swasta 27.034,50 30.932,35 14.257,37 15.399,86 8,01 4,32 2. Lembaga Swasta Nirlaba 370,81 433,22 256,36 274,14 6,94 0,07 3. Konsumsi Pemerintah 7.831,05 9.261,76 3.362,81 3.754,40 11,64 1,51 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 13.619,20 15.246,52 7.379,96 7.634,88 3,45 0,91 5. Perubahan Inventori (1.639,51) (2.269,05) 714,73 797,79 - - 6. Ekspor Barang dan Jasa 14.556,40 11.750,92 9.647,17 8.690,82 -9,91 -2,97 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 13.358,05 11.669,93 7.935,55 7.542,06 -4,96 -1,29

PDRB Kalimantan Barat 48,414,40 53.865,79 27.682,85 29.001,84 4,76 -

(6)

Pertumbuhan PDRB pada triwulan IV terhadap triwulan III tahun 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 19,34 persen diikuti pembentukan modal tetap bruto sebesar 3,18 persen, sedangkan ekspor mengalami kontraksi sebesar 6,36 persen.

Grafik 2

Nilai PDRB Penggunaan Tahun 2008-2009 (Miliar Rupiah) -2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000

KRT/ Swasta KP PMTB EKS IMP

2008 2009

Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y) secara umum pada triwulan IV tahun 2009 menunjukan peningkatan kecuali pada komponen ekspor dan impor yangmasing-masing mengalami kontraksi sebesar 6,27 persen dan 6,95 persen. Konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga/swasta tumbuh masing-masing sebesar 5,13 persen dan 5,10 persen, angka ini sedikit lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto yaitu sebesar 3,02 persen.

Tabel 5

Laju Pertumbuhan PDRB Triwulanan menurut Komponen Penggunaan Tahun 2009 (Persen) Lapangan Usaha Trw IV/2009 Terhadap Trw III/2009 (q-to-q) Trw IV/2009 Terhadap Trw IV/2008 (y-on-y) Trw I s/d IV 2009 Terhadap Trw I s/d IV 2008 (c-to-c) (1) (2) (3) (4)

1. Konsumsi Rumah Tangga 1,35 5,10 8,01

2. Lembaga Swasta Nirlaba 1,66 4,99 6,94

3. Konsumsi Pemerintah 19,34 5,13 11,64

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 3,18 3,02 3,45

5. Ekspor Barang dan Jasa -6,36 -6.27 -9,91

6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 0,45 -6,95 -4,96

(7)

Grafik 3

Laju Pertumbuhan Ekonomi q to q Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2009 (Persen) -40,00 -30,00 -20,00 -10,00 0,00 10,00 20,00 30,00

I/2009 II/2009 III/2009 IV/2009

Kons ruta Kons Pem PMTB Ekspor Impor

Bila dilihat dari pola distribusi PDRB penggunaan, beberapa komponen penggunaan tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008 kecuali untuk komponen ekspor dan impor justru mengalami penurunan. Kontribusi paling besar didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang masih merupakan penyumbang utama dalam penggunaan PDRB Kalimantan Barat yaitu dari 55,84 persen tahun 2008 menjadi sebesar 57,42 persen tahun 2009.

Tabel 6

Struktur PDRB menurut Komponen Penggunaan Tahun 2008 – 2009

(Persen)

Komponen Penggunaan 2008 2009

(1) (2) (3)

1. Konsumsi Rumah Tangga 55,84 57,42

2. Lembaga Swasta Nirlaba 0,77 0,80

3. Konsumsi Pemerintah 16,18 17,19

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 28,13 28,64

5. Perubahan Stok -3,39 -4,21

6. Ekspor Barang dan Jasa 30,07 21,82

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 27,59 21,66

PDRB Kalimantan Barat 100,00 100,00

(8)

Komponen kedua penyumbang terbesar pada tahun 2008 adalah ekspor yaitu sebesar 30,07 persen, akan tetapi karena kondisi ekspor Kalimantan barat yang mengalami penurunan secara tajam pada tahun 2009 maka pada tahun 2009 komponen penyumbang terbesar kedua beralih kepada Pembentukan Modal Tetap Bruto yang meningkat sebesar 0,51 poin, kemudian diikuti oleh ekspor yang menurun sebesar 8,25 poin, komponen impor juga mengalami penurunan sebesar 5,93 poin dan komponen konsumsi pemerintah mengalami peningkatan sebesar 1,01 poin.

V. PDRB Per Kapita

PDRB per kapita merupakan rasio antara PDRB atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB per kapita Kalimantan Barat tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp.12,47 juta. Nilai tersebut meningkat 9,49 persen dibandingkan PDRB per kapita tahun 2008 yang mencapai Rp. 11,39 juta. Peningkatan yang terjadi pada PDRB per kapita tahun 2009 terhadap tahun 2008 relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan perubahan yang terjadi antara tahun 2007 ke tahun 2008.

Tabel 7

PDRB Per Kapita Kalimantan Barat Tahun 2008-2009 Uraian Satuan 2008 2009 (1) (2) (3) (4) (Juta Rupiah) 11,39 12,47 - Nilai US$ 1.040,18 1.223,53 - Perubahan Persen 12,08 9,49

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Adhi Wiriana, MSi Kepala Bidang Neraca Wilayah

dan Analisis Statistik Telepon: 0561-735345 E-mail : [email protected]

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Referensi

Dokumen terkait

TPAK tertinggi di Kalimantan Barat pada tahun 2013 dijumpai di Kabupaten Sintang (77,58 %) disusul kemudian Kabupaten Sekadau dan Melawi masing-masing 76,92 persen

; Jumlah penduduk Kalimantan Barat yang bekerja mencapai 2,15 juta orang, bertambah 71 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 sebesar 2,08 juta orang, atau

Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Tanaman Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 143,61 poin pada

Sementara itu, jika diamati sumber utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan IV- 2014 berasal dari lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,98

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to-q) Indonesia pada triwulan I tahun 2016 perlahan tumbuh sebesar 0,76 persen dari triwulan IV tahun 2015, sementara

Pada bulan Maret 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 98,26 poin mengalami penurunan 1,87 persen dibanding NTPR

Konsumsi Rumah Tangga, yaitu, subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,02 persen, subkelompok Makanan jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau turun sebesar 0,05 persen,

Nilai ITK di Kalimantan Barat pada Triwulan II-2013 diperkirakan sebesar 108,05, artinya kondisi ekonomi konsumen diprediksi membaik dani tingkat kepercayaan atau optimisme