DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM SETELAH PEMERIKSAAN
kPOKOK PERKARA DALAM SIDANG PENGADILAN
(Studi Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim)
TESIS
OLEH
137005120 / HK
ANGGARA SURYANAGARA
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM SETELAH PEMERIKSAAN
POKOK PERKARA DALAM SIDANG PENGADILAN
(Studi Putusan Nomor 19/Pid. Sus/PN.Sim)
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk
Memeperoleh Gelar Magister Hukum
Dalam Program Studi Ilmu Hukum
Pada Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara
OLEH
137005120/HK
ANGGARA SURYANAGARA
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
(LEMBAR PENGESAHAN)
JUDUL TESIS : DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM SETELAH
PEMERIKSAAN POKOK PERKARA DALAM SIDANG PENGADILAN (Studi Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim)
NAMA : ANGGARA SURYANAGARA
N.I.M. : 137005120
PROGRAM STUDI : ILMU HUKUM
MENYETUJUI KOMISI PEMBIMBING
Ketua
Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S.
Dr. M. Hamdan, S.H., M.H.
Anggota Anggota
Dr. Jelly Leviza, S.H., M.H.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Dekan Fakultas Hukum
Telah Diuji Pada
Tanggal : Kamis, 4 Februari 2016
PANITIA PENGUJI TESIS
KETUA
: Prof. Dr. Alvi Syahrin., S.H., M.S
Anggota
: 1. Dr. M. Hamdan.,S.H., M.H
2. Dr. Jelly Leviza.,S.H.,M. Hum
3. Dr. Edy Yunara.,S.H.,M. Hum
4. Dr. M. Ekaputra.,S.H.,M. Hum
ABSTRAK
Surat dakwaan yang dinyatakan hakim batal demi hukum setelah pemeriksaan materi pokok perkara dan pembacaan tuntutan menjadi menarik dilakukan pengkajian karena hakim menyatakannya dalam putusan akhir. Hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor: 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum setelah pemeriksaan materi pokok perkara dan pembacaan tuntutan.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah pertama, mengapa hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan surat dakwaan batal demi hukum setelah pemeriksaan pokok perkara dan pembacaan tuntutan dikaitkan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku? Kedua, apakah dakwaan yang dinyatakan batal demi hukum dalam Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim, dapat diajukan kembali bilamana dikaitkan dengan asas nebis in idem?
Metode penelitian ini adalah penelitian normatif, sifat penelitian deskriptif analitis, sumber data adalah data sekunder, bahan hukum primer yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Kitab Undang-Undang-Undang-Undang Hukum Pidana, UU Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman, dan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Simalungun Nomor: 19/Pid.Sus/2015/PN.Simalungun. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dan analisis data didasarkan pada kualitatif.
Majelis hakim menjatuhkan putusan surat dakwaan batal demi hukum setelah pemeriksaan pokok perkara dalam Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim didasarkan pada uraian karena dakwaan tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap. Orang yang bernama Rikal dalam surat dakwaan tidak pernah dihadirkan, dan tidak dilakukan tindakan apapun, tidak menjadikannya Daftar Pencarian Orang. Peran masing-masing pelaku juga tidak dijelaskan. Jumlah uang yang diterima terdakwa dari Rikal tidak bersesuaian dengan fakta di persidangan. Putusan demikian sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku bertentangan dengan asas legalitas, dan menimbulkan ketidakpastian hukum tentang pembatalan surat dakwaan. Surat dakwaan yang dinyatakan batal demi hukum melekat asas ne bis in idem karena telah dilakukan pemeriksaan terhadap materi pokok perkara dan pembacaan tuntutan pidana dan putusan tersebut terkategori sebagai putusan lepas sehingga melekat asas ne bis in idem artinya penuntut umum tidak bisa lagi mengajukan perkara tersebut untuk diperiksa, dituntut dan diadili dua kali bila suatu waktu diajukan ke persidangan melainkan hanya bisa diajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Agar Pasal 156 ayat (2), Pasal 143 ayat (2) huruf b, dan Pasal 191 ayat (2) KUHAP diinterpretasi secara luas agar putusan lepas bukan saja hanya terkait dengan suatu peristiwa terbukti yang bukan peristiwa pidana, tetapi juga termasuk karena surat dakwaan tidak cermat, tidak lengkap, dan tidak jelas. Agar penuntut umum mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung, bukan ke Pengadilan Tinggi.
Kata Kunci: Surat dakwaan, dakwaan batal demi hukum, pemeriksaan materi pokok perkara, dan asas nebis in idem.
ABSTRACT
It is very interesting to analyze when a summons was legally annulled by the judge after substance of the case was examined and indictment was read and it is stated as the last decision. The judge’s verdict at the Simalungun District Court No. 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim stated that the prosecutor’s summons was legally annulled and the substance of the case was examined and the indictment was read.
The problems of the research were as follows: first, why the judge handed down the verdict which stated that the summons was legally annulled and the examination of the substance of the case and the indictment was related to the prevailing legal provisions; and secondly, whether the summons which was legally annulled in the Verdict No. 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim could be summoned before the court when it is related to the principle of ne bis in idem.
The research was normative with descriptive analytic method. The data were secondary data with primary legal materials such as the Criminal Code, Law No. 48/2009 on Judiciary, and Judge’s Verdict at the Simalungun District Court No. 19/Pid.Sus/2015/PN.Simalungun. The data were gathered by conducting library research and analyzed qualitatively.
The judge’s verdict which stated that the summons was legally annulled after the examination of the substance off the case and the indictment in the Verdict No. 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim was based on the explanation that the indictment was inaccurate, unclear, and incomplete. The person, Rikal, in the summons was not presented, no action was done, and he was listed in the Man Wanted List. Besides that, each person’s role was not explained. The amount of money received by Rikal was not in line with the fact in the proceedings. According to the legal provisions, the judge’s verdict was contrary to the principle of Justice and brought about legal uncertainty in the abrogation of the summons. The abrogation of the summons is bound to the principle of ne bis in idem since the subject of the case had been examined and the indictment had been read so that the verdict was categorized as acquittal and the principle of ne bis in dem was bound which indicated that the prosecutor could not file the case to be examined, indicted, and tried twice; it could only be appealed to the Supreme Court. It is recommended that Article 156, paragraph 2, Article 143, paragraph 2 letter b, and Article 191, paragraph 2 of the Criminal Code be interpreted widely, acquittal is not only related to a criminal case but also the summons is inaccurate, incomplete, and unclear, and the prosecutor appeal the case to the Supreme Court and not to the Higher Court.
Keywords : Summons, Indictment is legally Annulled, Examination of the
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya yang maha pemurah lagi maha penyayang, alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Magister Hukum (M.H) di Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dengan judul penelitian yaitu, ”Dakwaan Batal Demi Hukum Setelah Pemeriksaan Pokok Perkara Dalam Sidang Pengadilan (Studi Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim)”. Penelitian dinyatakan lulus yudisium dengan baik dan tepat pada waktunya pada tanggal Februari 2016.
Sehubungan dengan itu, dengan kerendahan hati yang tulus dan ikhlas, penulis berterima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Prof. Dr. Budiman Ginting, S.H, M.Hum selaku Plt. Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara;
3. Prof. Dr. Suhaidi, S.H, M.H selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum;
4. Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., MS, selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan motivasi mulai sejak awal perkuliahan sampai pada akhirnya meja hijau tidak pernah bosan memberikan petunjuk, arahan, bimbingan, dan semangat yang luar biasa sehingga studi ini dapat selesai tepat waktu dengan nilai yang sangat memuaskan;
5. Dr. M. Hamdan, S.H, M.H, selaku Anggota Komisi Pembimbing II yang telah banyak memberikan koreksi dalam peyelesaian tesis ini sehingga menjadi sempurna;
6. Dr. Jelly Leviza, S.H, M.Hum, selaku Anggota Komisi Pembimbing III yang juga telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan kepada kami dalam peyelesaian tesis ini sehingga menjadi sempurna;
7. Seluruh seluruh dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, seluruh Staf/Pegawai Adminstrasi yang telah melancarkan segala urusan yang berkenaan dengan administrasi dan informasi selama studi berlangsung dan juga pada saat dilakukan penelitian ini;
8. Yang tersayang, Ayahanda dr. H. Ismunarso dan Ibunda Ridho Wahyuningsih, setiap waktu dan sepanjang hari tidak lupa dengan ikhtiar dan berdoa agar penulis dapat mencapai cita-cita yang setinggi-tingginya dan selalu memberikan semangat dan mendukung untuk menyelesaikan studi ini; 9. Yang tercinta, Istri Vina Mahardika Kurniawaty, SE, anak-anak M. Gavino
Ishizaki dan M. Kenji Orlando serta kakak kami dr. Irma Darinafitri, Sp. Rad dan dr. Riske Karina Adhania juga saudara-saudara lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang penulis banggakan dalam keluarga besar;
10.Teman-teman di Kejaksaan Negeri Siantar yang telah membantu dan memberi masukan kepada penulis sampai dengan selesainya penelitian ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Demikianlah sebagai kata pengantar, mudah-mudahan penelitian ini memberi manfaat bagi semua pihak dalam menambah dan memperkaya wawasan ilmu pengetahuan. Khusus kepada penulis, mudah-mudahan dapat memadukan dan mengimplementasikan ilmu serta mampu menjawab tantangan atas perkembangan hukum yang ada dalam masyarakat. Akhir kata, mohon maaf atas ketidaksempurnaan dalam penelitian ini, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan ke depannya.
Medan, Februari 2016 Penulis
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Identitas Pribadi
Nama : Anggara Suryanagara
Tampat & Tgl Lahir : Situbondo, 15 Juni 1983
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Usia : 32 tahun
Status : Kawin
Alamat : Perumahan Griya Shanta Inside Blok HH-36, Malang,
Jawa Timur.
E-mail : [email protected]
II. Pendidikan
1. SD Negeri Patokan III Situbondo (Tamat dan berijazah tahun 1995)
2. SMP Negeri 1 Situbondo (Tamat dan berijazah tahun 1998)
3. SMA Taruna Nusantara Magelang (Tamat dan berijazah tahun 2001)
4. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang (2002-2006)
5. Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... v
DAFTAR ISI ... vi BAB I : PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan Masalah ... 17 C. Tujuan Penelitian ... 17 D. Manfaat Penelitian ... 18 E. Keaslian Penelitian ... 19
F. Kerangka Teori dan Landasan Konsepsi... 19
1. Kerangka Teori... 19
2. Konsepsi ... 24
G. Metode Penelitian... 27
1. Jenis dan Sifat Penelitian ... 27
2. Sumber Data ... 27
3. Teknik Pengumpulan Data ... 28
BAB II : PENJATUHAN PUTUSAN YANG MENYATAKAN SURAT DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM SETELAH PEMERIKSAAN POKOK PERKARA DAN KEKUATANNYA SESUAI KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
BERLAKU ... 30
A. Dakwaan ... 30
1. Pengertian Surat Dakwaan ... 30
2. Syarat-Syarat Surat Dakwaan ... 40
3. Bentuk-Bentuk Surat Dakwaan ... 53
B. Keberatan Terdakwa Terhadap Dakwaan ... 68
C. Putusan Hakim Pengadilan ... 78
1. Pengertian Putusan dan Keputusan Hakim ... 78
2. Putusan Yang Bukan Putusan Akhir ... 84
D. Surat Dakwaan Batal Demi Hukum Setelah Pemeriksaan Pokok Perkara Sesuai Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku ... 89
1. Pemeriksaan Pokok Perkara ... 89
2. Pembatalan Dakwaan Dalam Putusan Akhir ... 94
BAB III : DAKWAAN YANG DINYATAKAN BATAL DEMI HUKUM DALAM PUTUSAN NOMOR 19/PID.SUS/2015/PN.SIM, DIKAITKAN DENGAN ASAS NEBIS IN IDEM... 118
A. Kasus Posisi ... 118
B. Dakwaan Penuntut Umum ... 119
C. Proses Persidangan ... 122
1. Jalannya Persidangan ... 122
3. Tuntutan ... 123
D. Pertimbangan dan Putusan Hakim ... 124
E. Asas Nebis In Idem... 128
F. Analisis Putusan Nomor 19/Pid.Sus/2015/PN.Sim Yang Menyatakan Dakwaan Batal Demi Hukum Dikaitkan Dengan Asas Ne bis In Idem... 137
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN ... 153
A. Kesimpulan ... 153
B. Saran ... 155