• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Materi Pembelajaran. revisidocx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Materi Pembelajaran. revisidocx"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KURIKULUM 2013

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MATERI PELATIHAN:

ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH

(2)

ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN

A. Konsep

Materi pembelajaran adalah bagian dari isi rumusan Kompetensi Dasar (KD), merupakan objek dari pengalaman belajar yang diinteraksikan di antara peserta didik dan lingkungannya untuk mencapai kemampuan dasar berupa perubahan perilaku sebagai hasil belajar dari mata pelajaran. Materi pembelajaran sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan ataupun ketercapaian siswa di dalam belajar.

B. Deskripsi

Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan), disesuaikan dengan silabus. Selain berdasarkan IPK, pengembangan materi pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.

a. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

b. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.

c. Kebermanfaatan bagi peserta didik. d. Struktur keilmuan.

e. Alokasi waktu.

Pengembangan materi pembelajaran dapat berupa content knowledge

(isi pengetahuan) dan paedagogical knowledge (dimensi pengetahuan). Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan ruang lingkup materi pembelajaran. Ruang lingkup materi mata pelajaran disusun dengan tujuan untuk memberi pengalaman kongkret dan abstrak kepada peserta pelatihan.

(3)

b. Kelas maya;

c. Presentasi video;

d. Presentasi video untuk branding dan marketing;

e. Simulasi visual;

f. Aplikasi pengolah simulasi visual tahap produksi dan pascaproduksi, dan

g. Buku digital.

1. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD). Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b dinyatakan bahwa indikator pencapaian kompetensi adalah:

a. kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan

b. kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4.

Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD. Hal ini sesuai dengan maksud bahwa indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Setelah membuat IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan menentukan materi pembelajaran.

Untuk merumuskan IPK dapat digunakan rambu-rambu sebagai berikut.

(4)

b. Perilaku sikap spiritual dari KI-1 dan sikap sosial dari KI-2 tidak diturunkan ke dalam KD dan juga tidak memiliki indikator pencapaian kompetensi pada RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.

c. Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) menggunakan dimensi proses kognitif (dari memahami sampai dengan mengevaluasi dan dimungkinkan sampai kreasi untuk kelas XII jika ketercapaian hasil belajar siswa di atas rata-rata) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya C2 sampai setara dengan KD hasil analisis dan rekomendasi.

d. IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1) tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan tuntutan KI;

2) tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif);

3) tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan konkret;

4) untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan untuk kelas XI minimai sampai pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya untuk kelas XII minimal sampai pada tingkat ‘menjadi gerakan mahir/presisi hingga alami/artikulasi serta kelas XIII orisinal/naturalisasi pada taksonomi psikomotor

Simpson atau Dave, dan

5) rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal memiliki 2 (dua) indikator.

2. Tujuan Pembelajaran

(5)

pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Perumusan tujuan pembelajaran menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan. Perumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen Audience, Behaviour,

Condition dan Degree (ABCD), yaitu:

a. Audience adalah peserta didik;

b. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan dicapai setelah mengikuti pembelajaran;

c. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar tujuan pembelajaran tercapai, dan

d. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus dicapai peserta didik mencakup aspek afektif dan attitude.

Berdasarkan contoh IPK dari mata pelajaran simulasi digital yang tersebut di atas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu:

a. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan pengertian komunikasi daring online sesuai dengan buku teks secara santun.

b. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan 4 simbul yang digunakan pada pengelolaan informasi digital daring online sesuai dengan buku teks secara santun.

c. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan 2 jenis pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online dengan santun.

d. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menentukan kebutuhan pokok fasilitas yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital daring online secara mandiri.

(6)

f. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik akan dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan percaya diri.

g. Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik akan dapat mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri.

C. Contoh

Tabel 1 berikut merupakan contoh penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran yang dikutip dari Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014.

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

(dari Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014) Mata Pelajaran: Simulasi Digital

KI Kelas X KompetensiDasar IPK PembelajaraTujuan n

Materi Pembelajara

n 1. Menghayati

dan

mengamalkan ajaran agama yang

dianutnya. 2. Menghayati

dan

mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-royong, kerja sama,

(7)

KI Kelas X KompetensiDasar IPK PembelajaraTujuan n

Materi Pembelajara

n secara efektif

dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatka n diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami,

menerapkan, rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan dan kejadian, serta

menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai

dengan bakat dan minatnya didik akan dapat didik akan dapat

 Komunikasi daring asinkron.

(8)

KI Kelas X KompetensiDasar IPK PembelajaraTujuan didik akan dapat

 Komunikasi daring

4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 Mengikuti (Meniru)

Disediakan peralatan didik akan dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarka n contoh dengan percaya diri

(9)

KI Kelas X KompetensiDasar IPK PembelajaraTujuan n

Materi Pembelajara

n dan sinkron

berdasarka n tugas sesuai prosedur dengan percaya diri

Kurikulum 2013 mengharuskan adanya analisis dan integrasi Muatan Lokal dan Ekstrakurikler Kepramukaan pada setiap mata pelajaran. Integrasi Muatan Lokal pada mata pelajaran Simulasi Digital dimaknai sebagai materi yang kontekstual sesuai lingkungan sekitar dan atau topik kekinian. Tabel 2 di bawah ini merupakan contoh bagaimana integrasi Muatan Lokal ke dalam mata pelajaran simulasi digital.

Tabel 2. Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual) ke dalam Mata Pelajaran Simulasi Digital

Kompetensi Dasar dalam Materi Mata PelajaranIntegrasi Muatan Lokal ke

3.2Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan komunikasi daring (online).

Menggunakan komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron pada bidang usaha

pertambangan yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

4.2 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan informasi pengelolaan informasi digital melalui

komunikasi daring (online).

Setiap pengampu mata pelajaran harus melakukan analisis pengintegrasian muatan lokal ke dalam mata pelajaran yang diampunya. Lebih lanjut dikoordinasikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai bahan untuk penentuan kegiatan pembelajaran.

(10)

diintegrasikan pada kegiatan Kepramukaan, maka tentukan bentuk kegiatannya dan lakukan komunikasi dengan pembina Pramuka pada rapat dewan guru untuk dijadikan materi program aktualisasi pembinaan ekstrakurikuler Pramuka yang dilakukan 2 jam/minggu. Tabel 3 di bawah ini merupakan contoh bagaimana integrasi mata pelajaran Simulasi Digital pada kegiatan aktualisasi Kepramukaan.

Tabel 3. Pengintegrasian Mata Pelajaran Simulasi Digital pada Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan

Kompetensi Dasar pelajaran pada AktualisasiIntegrasi materi mata Ekstrakurikuler Kepramukaan

3.2 Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan komunikasi daring (online).

Menggunakan kompetensi

komunikasi daring (online) dalam kegiatan kepramukaan (mengirim dan menerima email, chatting, dst).

4.2 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring (online).

Setiap pengampu mata pelajaran harus melakukan analisis pengintegrasian mata pelajaran yang diampunya pada kegiatan aktualisasi kepramukaan. Lebih lanjut dikoordinasikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai bahan untuk penentuan kegiatan aktualiasi ekstrakurikuler Kepramukaan.

D. Latihan/Tugas

1. Buat analisis keterkaitan KI, KD, Materi, Tujuan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi seperti contoh di atas dari pasangan KD-3 dan KD-4 (Tabel 1).

Gambar

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator PencapaianKompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran
Tabel 2. Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual)
Tabel 3. Pengintegrasian Mata Pelajaran Simulasi Digital padaKegiatan Aktualisasi Kepramukaan

Referensi

Dokumen terkait

Setelah membaca teks, Peserta didik dapat menggali informasi mengenai kegiatan di rumah yang berkaitan dengan aturan pemanfaatan air.. Setelah berdiskusi, Peserta didik

Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat memperaktikkan kerja sama dalam menegakkan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi sesuai syariat Islam5. Setelah

Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat Menggunakan aturan sinus dan kosinus dalam penyelesaian soal dengan teliti.. Setelah berdiskusi dan menggali

- Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik akan dapat : Menganalisis hikmah beriman kepada Hari Akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak

Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik mampu menjelaskan prinsip tata letak irama (rythm) dalam pembuatan desain grafis dengan percaya diri.. Setelah berdiskusi

Setelah berdiskusi dan menggali informasi , peserta didik akan dapat, Membandingkan Jenis-Jenis sistem operasi jaringan, Menentukan spesifikasi hardware

Setelah berdiskusi, menggali informasi melalui model pembelajaran cooveratif learning peserta didik dapat menganalisis Fungsi Kuadrat, menggambar grafik , menentukan

Setelah peserta didik berdiskusi dan menggali informasi tentang fenomena sifat koligatif larutan (tekanan osmosis) dari berbagai sumber, maka diharapkan peserta didik dapat