7
BAB II
PROFIL INSTANSI
A. Sejarah Singkat PT BANK SUMUT
Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1955 merupakan tonggak awal
berdirinya Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia dan dinyatakan bahwa di
daerah-daerah Provinsi dapat didirikan Bank Pembangunan Daerah.
Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) didirikan pada tanggal 4
November 1961 dengan Akte Notaris Rusli No. 22 dalam bentuk Perseroan Terbatas
berdasarkan pada awal berdirinya BPDSU ini pengelolaan dilakukan dengan
sederhana dan dilengkapi dengan badan-badan seperti dewan pengurus yang diketuai
langsung oleh Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara dan Direksi adalah para wakil
pemegang saham pemerintah dan swasta.
Berdasarkan undang-undang Nomor 13 tahun 1962 tentang ketentuan Pokok Bank
Pembangunan Daerah, pada tanggal 23 September 1965 Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Utara merubah status dari bentuk Perseroan Terbatas menjadi Bank
Pembangunan Daerah Sumatera Utara, dengan pengertian sahamnya 100% dimiliki
oleh Pemerintah Daerah Sumatera Utara dan seluruh modal / saham pihak swasta
dikembalikan sebagaimana mestinya. Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 1965
menetapkan besarnya modal dasar yang dimiliki sebesar Rp 100.000.000, dan saham
dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah
Tingkat II Sumatera Utara. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan
kebutuhan, terjadi beberapa kali perubahan peraturan pemerintah daerah untuk
Pada tanggal 16 April 1999 bentuk Badan Hukum diubah kembali menjadi
Perseroan Terbatas sesuai dengan Akte Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 38
Tahun 1999 Notaris Alina Nasution, SH yang telah mendapat pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C-8224 HT.01.01 Tahun 1999 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 54 tanggal 6 Juli
1999, dengan modal dasar Rp 400.000.000.000. Dasar perubahan bentuk hokum dan
modal dasar sebelumnya telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Tingkat I
Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 1999. Sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan
selanjutnya dengan Akte Nomor 31 Tanggal 15 Desember 1999 modal dasar
ditingkatkan menjadi Rp 500.000.000.000.
Dalam pelaksanaan operasionalnya, nama Bank Pembangunan Daerah Sumatera
Utara (BPDSU) yang disingkat menjadi PT BANK SUMUT Pada Tanggal 16 April
1999 tercatat pernah menempati kantor di Jl. Palang Merah Medan, kemudian
dipindahkan ke Jl. Imam Bonjol Nomor 7 Medan. Pada Tanggal 20 April 1989.
Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri yang menjabat pada saat itu berkenan
meresmikan pemakaian gedung kantor baru yang cukup megah yang terletak di
jantung bisnis kota Medan tepatnya di Jl. Imam Bonjol Nomor 18 Medan yang
ditempati hingga saat ini.
Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat, PT BANK
SUMUT kini telah memiliki unit kerja yang berjumlah 23 Kantor Cabang yang terdiri
dari 20 Kantor Cabang Konvensional dan 3 Kantor Cabang Syariah, 60 Kantor
Cabang Pembantu, 2 Payment point yang berfungsi untuk melayani pembayaran
Visi dan Misi BANK SUMUT
Visi BANK SUMUT adalah menjadi bank andalan bagi membantu dan mendorong
pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah
satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Misi BANK SUMUT adalah mengelola dana pemerintah dan masyarakat secara
professional yang didasarkan pada prinsip-prinsip compliance.
Tujuan PT Bank Sumut
Tujuan PT Bank Sumut adalah:
1. Menghasilkan laba
2. Meningkatkan pertumbuhan daerah diberbagai sector
3. Meningkatkan taraf hidup rakyat
B. Kegiatan Organisasi
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara disingkat menjadi PT Bank Sumut dan
lebih dikenal sebagai Bank Sumut ini adalah salah satu bank yang berstatus sebagai Bank
Pembangunan Daerah (BPD) dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Meskipun statusnya
Bank Pembangunan Daerah untuk Sumatera Utara bukan berarti Bank Sumut tidak bias
menjalankan kegiatannya di daerah-daerah lainnya termasuk dipusat pemerintahan Indonesia
yaitu Jakarta.
Penghimpunan dana masyarakat dengan sistem konvensional menjadi salah satu kegiatan
usaha yang dijalankan oleh Bank Sumut. Produk yang ditawarkan dalam bentuk simpanan
yaitu berupa giro, tabungan dan deposito berjangka seperti umumnya bank lain dengan sistem
lebih beragam seperti Tabungan Simpeda, Tabungan Martabe, Tabungan Haji Makbul dan
Tabunganku.
Bank Sumut memperhatikan nasabahnya dengan menerapkan motto pelayanan terbaik
guna menjaga loyalitas nasabah. Citra pelayanan terbaik yang diusung juga dapat menjadi
promosi tersendiri guna membangun pola piker dalam mendorong keputusan masyarakat agar
tertarik menjadi calon nasabah baru di Bank Sumut. Memberikan pelayanan terbaik
merupakan statement budaya perusahaan yang telah diwujudkan dengan menerapkan standar
layanan yang berlaku diseluruh unit Bank Sumut. Jaringan pelayanan Bank Sumut juga terus
bertambah sampai pada bulan Mei tahun 2010 sudah mencapai 249 unit pelayanan. Unit
pelayanan ini juga dibarengi penerapan sistem internet yang ditujukan untuk memudahkan
akses masyarakat
luas diharapkan dapat dimanfaatkan semua kelompok masyarakat seperti PNS, TNI/POLRI,
Pensiunan, Mahasiswa dan sebagainya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dan pertumbuhan perekonomian nasional
tidak terlepas dari peran serta dunia perbankan, yang sangat besar memberikan jasa-jasa
kepada khalayak Indonesia, mulai dari kredit usaha kecil menengah ataupun kredit usaha
lainnya. Bahkan sebagai tempat penjaminan simpanan oleh masyarakat.
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Pembentukan struktur organisasi dalam suatu perusahaan besar termasuk salah satu hal
yang paling penting yang harus diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Dengan adanya
struktur organisasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan aktivitas perusahaan, maka segala
sesuatu diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan tidak membingungkan bawahan dalam
Terbentuknya struktur organisasi biasanya diikuti dengan pembagian tugas, sehingga tiap
bawahan akan dapat mengetahui apa yang harus dikerjakannya, kepada siapa ia harus
bertanggung jawab, apa fungsi maupun tugasnya. Jika membuat laporan maka harus
diketahui kepada siapa ia harus melapor. Struktur organisasi yang digunakan berbentuk garis
yang menggambarkan bahwa pendelegasian wewenang dimulai dari pimpinan sampai kepada
bagian yang paling rendah dalam struktur organisasi perusahaan.
Struktur Organisasi PT Bank Sumut Cabang Syariah Medan dapat dilihat pada Gambar
Struktur Organisasi PT. Bank Sumut Cabang Syariah Medan
Sumber : PT Bank Sumut Cabang Syariah Medan (2015)
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Bank Sumut Cabang Syariah Medan
PIMPINAN PT BANK SUMUT CABANG SYARIAH MEDAN
Pimpinan : Aminuddin Sinaga
Wakil Pimpinan : Andria Pelop Muswar
Pimpinan Seksi Pemasaran : Ahmad Affandy Lubis
Pelaksana Madya Pemasaran/Analis :
1. Rizki Anzah (AO)
2. T. Musliadi (AO)
3. Syamsul Haq (AQ Gadai)
4. M. Mustakim Kaloko (AQ)
Pimpinan Seksi Admin dan Pembiayaan : Ali Yusran Siregar
Pelaksana Madya Admin dan Pembiayaan :
1. Heru Kurniawan
2. Aulia Akbar
Pimpinan Seksi Operasional : Yuna Teruna
Pelaksana Madya Operasional :
1. Aulia Sufyan Lubis (AKL)
2. M. Tirta (Transfer dan Verifikasi)
3. Sulaiman Nst (Kliring dan Umum)
Pelaksana Madya Pelayanan Nasabah :
1. Rina Ariyani (Head Teller)
2. Dwi Siti Yulia (Teller)
3. Rafikah Amelia Nst (CS)
Divisi Pengawasan :
1. Kontrol Intern Muda : Abdul Jarot
2. Kontrol Intern Pratama : 1. Razniati, 2. Zul Azmi, 3. Andrico
D. Job Description (Uraian Pekerjaan)
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Rapat umum pemegang saham (RUPS) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi
persero yang diadakan setiap tahunnya. Pada rapat tersebut dewan komisaris dan
direksi melaporkan dan mempertanggungjawabkan kinerja perseroan kepada
pemegang saham.
2. Dewan Komisaris (DEKOM)
Dewan komisaris terdiri dari 3 orang dengan masa kerja 4 tahun untuk satu periode.
Dewan komisaris bertanggungjawab kepada pemegang saham dalam mengawasi
kebijakan direksi terhadap operasional bank secara umum yang mengacu kepada
rencana bisnis yang disetujui dewan komisaris dan Bank Indonesia serta memastikan
kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundangan yang berlaku.
3. Dewan Pengawasan Syariah (DPS)
Dewan pengawasan syariah dipilih dan diangkat oleh RUPS. Dimana dewan ini
adalah badan independen yang ditempatkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN)
4. Direksi
Direksi PT BANK SUMUT berjumlah 4 orang terdiri dari Direktur Utama, Direktur
Pemasaran, Direktur Umum dan Direktur Kepatuhan. Direksi bertanggungjawab
sepenuhnya terhadap pengelolah bank dan mematuhi peraturan perundang-undangan
dan ketentuan yang berlaku. Direktur kepatuhan membawahi divisi perencanaan serta
divisi kepatuhan dan manajemen resiko yang melaksanakan fungsi kepatuhan dalam
rangka untuk memastikan proses pengambilan keputusan tidak bertentangan dengan
peraturan dan perundangan yang berlaku.
5. Divisi Pengawasan
1) Menyelamatkan dan mengamankan harta bank
2) Mengawasi dan membina seluruh unit kerja bank untuk mencapai efisiensi
dan efektivitas.
6. Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Pembinaan Cabang
1) Merumuskan langkah-langkah strategi untuk pengembangan bank,
2) Merencanakan pengembangan usaha,
3) Menilai dan membina kantor cabang bank.
7. Divisi Kepatuhan
1) Menata setiap kebijakan dan ketentuan bank agar tidak bertentangan dengan
peraturan dan perundangan yang berlaku,
2) Memantau, mengkaji ulang, mengevaluasi dan memberi rekomendasi serta
menyampaikan laporan profil/komposisi risiko secara berkala.
8. Divisi Sumber Daya Manusia
1) Menyediakan kebutuhan sumber daya manusia untuk kelangsungan
2) Menciptakan dan mengembangkan sumber daya manusia bank yang
professional.
9. Divisi TI dan Akuntansi
1) Memutuskan system administrasi keuangan bank yang handal,
2) Memelihara dan mengembangkan program tekonologi sistem informasi.
10.Divisi Umum
1) Memenuhi kebutuhan dan memelihara sarana dan prasarana kerja bank.
11.Divisi Treasury
1) Mengelola sumber dana bank untuk mendapatkan hasil yang optimal
2) Mengevaluasi sasaran dibidang sumber dana,
3) Mereview skin produk dan jasa yang ada untuk meraih potensi pasar,
4) Memperluas pangsa pasar produk dan jasa.
12.Divisi Kredit
1) Mengevaluasi sasaran di bidang perkreditan,
2) Mereview skin kredit yang ada untuk meraih potensi pasar,
3) Memperluas pangsa pasar kredit.
13.Divisi Penyelamatan Kredit
1) Mengelola penyelesaian dari kredit yang bermasalah
14.Secretariat Direksi
1) Menyelenggarakan kegiatan tata usaha pelaksanaan tugas direksi,
2) Menyelenggarakan tugas-tugas kehumasan dan protokoler direksi.
15.Kantor Cabang Utama
1) Menyelenggarakan kegiatan usaha perbankan berupa penghimpunan dana,
penyaluran kredit dan jasa-jasa perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan
2) Membantu direksi dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
16.Kantor Cabang
1) Menyelenggarakan kegiatan usaha perbankan berupa penghimpunan dana,
penyaluran kredit dan jasa-jasa perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan
yang berlaku,
2) Membantu direksi dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
17.Kantor Cabang Pembantu
1) Menyelenggarakan kegiatan usaha perbankan berupa penghimpunan dana,
penyaluran kredit dan jasa-jasa perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan
yang berlaku,
2) Membantu kantor cabang induk dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
18.Kantor Kas
Merupakan perpanjangan tangan kantor cabang induk dalam menyelenggarakan
kegiatan usaha perbankan berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit serta
jasa-jasa perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
19.Kas Mobil / Payment Point
Merupakan perpanjangan tangan kantor cabang induk dalam menyelenggarakan
kegiatan usaha perbankan berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit serta
E. Jenis Usaha / Kegiatan
Sebagai alat kelengkapan otonomi daerah dibidang perbankan, PT Bank Sumut berfungsi
sebagai penggerak dan pendorong laju pembangunan di daerah. Sebagai pemegang kas
daerah yang melaksanakan penyimpanan uang daerah serta sebagai salah satu sumber
pendapatan asli daerah dengan melakukan kegiatan usaha sebagai Bank Umum. Bank umum
ini dimaksudkan pada undang-undang nomor 7 tahun 1992, tentang perbankan sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998.
Produk yang disediakan oleh PT Bank Sumut dalam melayani para nasabah adalah
sebagai berikut :
1. Produk Dana
1) Simpanan Giro Manfaat :
a. Dana anda akan tersimpan dengan aman
b. Cek / bilyet giro Bank Sumut dapat diterima dimana saja
2) Tabungan Simpeda yaitu berhadiah dan diundi 2 x setahun Pajak Undian
25% ditanggung pemenang.
3) Tabungan Martabe yaitu perlindungan asuransi jiwa, bebas biaya premi
asuransi, Kartu ATM, berhadiah dan diundi 2 x setahun.
4) Tabungan Haji Makbul yaitu perlindungan asuransi jiwa, bebas biaya
premi asuransi.
5) Deposito berjangka :
a. Deposito dapat digunakan sebagai agunan kredit
b. Suku bunga bersaing
c. Jangka waktu bervariasi, yaitu 1.3.6.12 dan 24 bulan.
6) Sertifikat deposito :
b. Dana tersimpan dengan aman
c. Deposito dapat digunakan sebagai agunan kredit
d. Dapat diperpanjang automatis (Automatic Roll Over)
2. Produk Kredit
Produk kredit yang ditawarkan oleh PT Bank Sumut adalah sebagai berikut :
1) Kredit Umum
2) Kredit Pensiunan
3) Kredit Peduli Usaha Mikro
4) Kredit Program Pemerintahan
5) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
6) Kredit Kepemilikan Sepeda Motor
7) Kredit Investasi
8) Kredit Modal Kerja, dan lain-lainnya.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumut selalu berupaya untuk meningkatkan
perannya sebagai agent of development ditengah-tengah masyarakat Sumatera Utara
(khususnya) dan Indonesia (umumnya).
F. Kinerja Usaha Terkini di PT Bank Sumut
Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan
tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua. Begitu juga pada PT Bank Sumut,
Bank Sumut terus berupaya untuk dapat mewujudkannya karena itu semua membutuhkan
kerja keras yang tinggi, disiplin dan loyalitas dalam bekerja.
Untuk mendorong pencapaian hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan
Syariah adalah menyelenggarakan program pembiayaan, Murabahah, KPR ib Griya, Gadai
Emas, Dana Talangan Haji dan lain-lainnya, sehingga nasabah dapat memilih sesuai dengan
kebutuhan dan keinginannya. Bank Sumut khusunya di Unit Usaha Syariah lebih berpedoman
pada syariat agama islam sehingga keuntungan antara perusahaan/bank dengan nasabah
dilakukan dengan sistem bagi hasil. Bank Sumut Cabang Syariah Medan juga memiliki