• Tidak ada hasil yang ditemukan

1465963831 BMTR 1st Quarter Financial Statements 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "1465963831 BMTR 1st Quarter Financial Statements 2016"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)

PT. GLOBAL MEDIACOM Tbk

DAN ENTITAS ANAK/

AND ITS SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015

UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2016 DAN 2015/

MARET 31, 2016 AND DECEMBER 31, 2015

(2)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI DIRECTORS’ STATEMENT LETTER

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN – Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2014 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – As of March 31, 2016 and December 31, 2015 and for the nine months period then ended March 31, 2016 and 2015

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 Consolidated Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

Lain Konsolidasian 3

Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Consolidated Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Consolidated Statements of Cash Flows

(3)
(4)

31 Maret/ 31 Desember/

Catatan/ March 31, December 31,

Note 2016 2015

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 5 Cash and cash equivalents

Pihak berelasi 441,926 326,448 Related party

Pihak ketiga 312,767 304,961 Third parties

Aset keuangan lainnya - lancar 6 1,988,078 2,125,038 Other financial assets - current

Piutang usaha - setelah dikurangi Trade accounts receivable - net of

cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses

Rp 69.048 juta pada 31 Maret 2016 dan Rp 69,048 million at March 31, 2016 and

Rp 115.233 juta pada 31 Desember 2015 7 Rp 115,233 million at December 31, 2015

Pihak berelasi 41 77,924 139,536 Related parties

Pihak ketiga 3,219,058 3,315,847 Third parties

Piutang lain-lain kepada pihak ketiga - setelah Other accounts receivable from third parties -

dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 235,782 457,159 net of allowance for impairment losses of

Rp 17.459 juta pada 31 Maret 2016 dan Rp 17,459 million at March 31, 2016 and

Rp 30.130 juta pada 31 Desember 2015 8 Rp 30,130 million at December 31, 2015

Persediaan 9 1,987,015 1,911,910 Inventories

Uang muka dan biaya dibayar dimuka 10 1,211,902 1,158,284 Advances and prepaid expenses

Pajak dibayar dimuka 11 196,926 160,829 Prepaid taxes

Jumlah Aset Lancar 9,671,378 9,900,012 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Piutang lain-lain Other accounts receivable

Pihak berelasi 41 12,727 30,484 Related parties

Pihak ketiga - 2,545 Third parties

Aset pajak tangguhan - bersih 35 451,633 460,953 Deferred tax assets - net

Uang muka investasi 309,082 300,278 Investment advances

Investasi pada entitas asosiasi 70,432 70,809 Investments in associates Aset keuangan lainnya - tidak lancar 12 3,563,694 3,563,097 Other financial assets - non-current

Properti investasi - setelah dikurangi Investment properties - net of

akumulasi penyusutan sebesar 9,948 10,008 accumulated depreciation of

Rp 6.526 juta pada 31 Maret 2016 dan Rp 6,526 million at March 31, 2016 and

Rp 6.466 juta pada 31 Desember 2015 Rp 6,466 million at December 31, 2015

Aset tetap - setelah dikurangi Property and equipment - net of

akumulasi penyusutan sebesar 8,204,777 7,949,132 accumulated depreciation of

Rp 5.071.890 juta pada 31 Desember 2015, dan Rp 5,071,890 million at March 31, 2016 and

Rp 4.850.293 juta pada 31 Desember 2015 13 Rp 4.850.293 million at December 31, 2015

Goodwill 14 2,978,622 2,995,191 Goodwill

Aset tidak berwujud - bersih 15 932,509 976,903 Intangible assets - net

Aset lain-lain 16 302,354 232,767 Other assets

Jumlah Aset Tidak Lancar 16,835,778 16,592,167 Total Non-current Assets

JUMLAH ASET 26,507,156 26,492,179 TOTAL ASSETS

(5)

31 Maret/ 31 Desember/

Catatan/ March 31, December 31,

Note 2016 2015

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Utang bank 17 258,096 272,056 Bank loans

Utang usaha 18 Trade accounts payable

Pihak berelasi 41 29,539 86,214 Related parties

Pihak ketiga 1,585,945 1,522,910 Third parties

Utang lain-lain 41 Other accounts payable

Pihak berelasi 8,358 8,358 Related parties

Pihak ketiga 593,222 499,576 Third parties

Pendapatan diterima dimuka 170,670 164,580 Unearned revenues

Utang pajak 19 208,177 223,565 Taxes payable

Biaya masih harus dibayar 20 292,696 267,137 Accrued expenses

Uang muka pelanggan 27,560 23,090 Customer deposits

Liabilitas jangka panjang jatuh Current maturities of long-term

tempo dalam satu tahun liabilities

Pinjaman jangka panjang 21 3,262,814 3,379,121 Long-term loans

Liabilitas sewa pembiayaan 14,312 20,476 Finance lease obligations

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6,451,389 6,467,083 Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas pajak tangguhan - bersih 35 27,531 27,158 Deferred tax liabilities - net

Utang kepada pihak berelasi 41 13,543 1,961 Other accounts payable to related parties Liabilitas jangka panjang - setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term liabilities - net of current

dalam satu tahun maturities

Pinjaman jangka panjang 21 3,748,913 3,654,073 Long-term loans

Liabilitas sewa pembiayaan 70,603 68,103 Finance lease obligations

Utang obligasi 22 752,100 751,775 Bonds payable

Liabilitas imbalan kerja 38 226,857 226,500 Employee benefits obligation

Liabilitas jangka panjang lainnya 935 914 Other non-current liabilities

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4,840,482 4,730,484 Total Non-Current Liabilities

JUMLAH LIABILITAS 11,291,871 11,197,567 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Ekuitas yang diatribusikan kepada Equity attributable to the owners of

pemilik entitas induk the Company

Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Capital stock - Rp 100 par value per share

Modal dasar - 55.750.000.000 saham Authorized - 55,750,000,000 shares

Modal ditempatkan dan disetor - Issued and paid-up

14.198.613.922 saham pada 31 Maret 14,198,613,922 shares at March 31,

2016 dan 31 Desember 2015 23 1,419,861 1,419,861 2016 and December 31, 2015

Agio saham 24 1,924,884 1,924,884 Additional paid-up capital

Modal sumbangan 410 410 Donated capital

Modal lain-lain - opsi saham 39 8,389 8,389 Other capital - stock option

Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 25 2,107,071 2,412,380 Difference due to change in equity of subsidiaries

Selisih transaksi ekuitas dengan pihak Difference in value of equity transaction with

non-pengendali 26 (898,747) (750,652) non-controlling interest

Penghasilan komprehensif lain 27 144,953 (63,646) Other comprehensive income

Saldo laba Retained earnings

Ditentukan penggunaannya 7,000 7,000 Appropriated

Tidak ditentukan penggunaannya 6,245,133 6,032,306 Unappropriated

Jumlah 10,958,954 10,990,932 Total

Dikurangi harga perolehan saham diperoleh kembali - (467,287) (339,599) Less cost of treasury stocks -

Jumlah Ekuitas yang diatribusikan kepada Total Equity attributable to the owners of pemilik entitas induk 10,491,667 10,651,333 the Company

Kepentingan non-pengendali 29 4,723,618 4,643,279 Non-controlling interests JUMLAH EKUITAS 15,215,285 15,294,612 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 26,507,156 26,492,179 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

(6)

Catatan/

2016 Note 2015

PENDAPATAN 2,490,482 30 2,656,280 REVENUES BEBAN LANGSUNG 1,504,326 31 1,688,638 DIRECT COSTS LABA KOTOR 986,156 967,642 GROSS PROFIT

Beban umum dan administrasi (492,887) 32 (410,603) General and administrative expenses Kerugian kurs mata uang asing - bersih 257,263 45 (305,177) Loss on foreign exchange - net

Beban keuangan (133,007) 33 (131,765) Finance charges

Penghasilan bunga 15,332 29,080 Interest income

Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih (107,624) 34 138,580 Other gains and losses - net

LABA SEBELUM PAJAK 525,233 287,757 PROFIT BEFORE TAX BEBAN PAJAK PENGHASILAN (140,494) 35 (97,598) INCOME TAX EXPENSES LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 384,739 190,159 NET INCOME FOR THE YEAR

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - OTHER COMPREHENSIVE INCOME

-SETELAH PAJAK PENGHASILAN NET OF INCOME TAX

Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi Items that will not be reclassified

ke laba rugi: subsequently to profit or loss:

Pengukuran kembali atas program Remeasurement of defined benefit

imbalan pasti - obligation

Pos-pos yang akan direklasifikasi Items that may be reclassified subsequently

ke laba rugi: to profit or loss:

Selisih kurs karena penjabaran laporan Exchange difference on translating

keuangan dari kegiatan usaha luar negeri 208,599 244,166 foreign operations

Jumlah penghasilan komprehensif lain Total other comprehensive income

tahun berjalan setelah pajak 208,599 244,166 for the current year net of tax

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

TAHUN BERJALAN 593,338 434,325 FOR THE YEAR

LABA YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: NET INCOME ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk 212,827 90,448 Owners of the parent entity

Kepentingan non-pengendali 171,912 29 99,711 Non-controlling interests

Laba bersih tahun berjalan 384,739 190,159 Profit for the year

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk 421,426 334,614 Owners of the parent entity

Kepentingan non-pengendali 171,912 99,711 Non-controlling interests

Jumlah laba komprehensif Total comprehensive income

tahun berjalan 593,338 434,325 for the year

LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE

(dalam Rupiah penuh) 15.1 36 6.4 (in full Rupiah amount)

(7)

ditempatkan Agio perubahan ekuitas Difference in Penghasilan saham entitas induk/

dan disetor/ saham/ Modal Modal lain-lain - entitas anak/ value of equity komprehensif diperoleh Equity Kepentingan Jumlah

Issued and Additional sumbangan/ opsi saham/ Difference due to transaction with lain/Other Ditentukan Tidak ditentukan kembali/ attributable to non-pengendali/ ekuitas/

Catatan/ paid-up paid-up Donated Other capital - change in equity non-controlling comprehensive penggunaannya/ penggunaannya/ Treasury the owners of Non-controlling Total

Note capital capital capital stock option of subsidiary interest income Appropriated Unappropriated stocks parent entity Interests equity

Saldo per 1 Januari 2015 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,560,694 (655,263) (2,489) 6,000 6,315,907 (298,524) 11,279,869 4,606,123 15,885,992 Balance at January 1, 2015 Jumlah laba komprehensif - - - - - - 244,166 - 82,293 - 326,459 94,376 420,835 Total comprehensive income

Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of treasury stocks

diperoleh kembali oleh Perusahaan 24.28 - - - - - - - - - - T - - - by the Company Pelaksanaan opsi saham karyawan 39 - - - - - - - - - - - - - Employees stock option Perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - - - - - - - - Change in equity of subsidiaries Dividen tunai 37 - - - - - - - - - - - - - Cash dividends

Pembentukan cadangan umum 37 - - - - - - - - - - - - - Allocation for general reserve

Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of subsidiary's

entitas anak melalui pasar 26 - - - - - 42,366 - - - - 42,366 - 42,366 shares through market

Setoran modal non-pengendali - Non-controlling paid-up capital

pada entitas anak - - - - - - - - - - - - - in subsidiary

Pembagian dividen entitas anak ke Dividend distributed by subsidiaries

kepentingan non-pengendali - - - - - - - - - - - - - to non-controlling interest Saldo per 31 Maret 2015 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,560,694 (612,897) 241,677 6,000 6,398,200 (298,524) 11,648,694 4,700,499 16,349,193 Balance at March 31, 2015

Saldo per 1 Januari 2016 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,412,380 (750,652) (63,646) 7,000 6,032,306 (339,599) 10,651,333 4,643,279 15,294,612 Balance at January 1, 2016 Jumlah laba komprehensif - - - - - - 208,599 - 212,827 - 421,426 171,912 593,338 Total comprehensive income

Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of treasury stocks

diperoleh kembali oleh Perusahaan 28 - - - - - - - - - (127,688) (127,688) - (127,688) by the Company Akuisisi entitas anak - - - - - - - - - - - - - Acquisition of subsidiary Perubahan ekuitas entitas anak - - - - (305,309) - - - - - (305,309) 27,034 (278,275) Change in equity of subsidiaries Dividen tunai 37 - - - - - - - - - - - - - Cash dividends

Pembentukan cadangan umum 37 - - - - - - - - - - - - - Allocation for general reserve

Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of subsidiary's

entitas anak melalui pasar 26 - - - - - (148,095) - - - - (148,095) (118,607) (266,702) shares through market

Setoran modal non-pengendali Non-controlling paid-up capital

pada entitas anak - - - - - - - - - - - - - in subsidiary

Pembagian dividen entitas anak ke Dividend distributed by subsidiaries

kepentingan non-pengendali - - - - - - - - - - - - - to non-controlling interest Saldo per 31 Maret 2016 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,107,071 (898,747) 144,953 7,000 6,245,133 (467,287) 10,491,667 4,723,618 15,215,285 Balance at March 31, 2016

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements.

(8)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan 2,970,136 2,900,826 Cash receipts from customers

Pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya (1,890,833) (1,936,019) Cash paid to suppliers and others Kas dihasilkan dari operasi 1,079,303 964,807 Cash generated from operations Pembayaran pajak penghasilan (124,958) (108,422) Income tax paid

Pembayaran beban keuangan (105,147) (95,578) Interest and financial charges paid

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 849,198 760,807 Net Cash Provided by Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Penerimaan bunga 15,332 29,080 Interest received

Pembayaran piutang dari pihak berelasi (10,182) (10,177) Payment of receivables from related parties

Penarikan (penempatan) aset keuangan Redemption (placement) of other current

lancar lainnya - bersih 109,815 132,266 financial assets - net

Penambahan aset keuangan tidak Addition to other noncurrent

lancar lainnya - bersih - - financial assets - net

Perolehan aset tetap (483,065) (352,002) Acquisitions of property and equipment Hasil penjualan aset tetap 494 1,408 Proceeds from sale of property and equipment Kenaikan aset tidak berwujud (32,218) Additions to intangible assets

Kenaikan aset lainnya dan uang muka (69,584) (56,866) Addition to other assets and advances

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (437,190) (288,509) Net Cash Used in Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES

Penerimaan utang bank 26,734 - Proceeds from bank loans Pembayaran utang bank (100,858) (37,875) Payment of bank loans

Setoran modal non-pengendali pada entitas anak (91,573) - Non-controlling paid-up capital in subsidiary Pembelian saham diperoleh kembali oleh

entitas anak (127,687) - Purchase of treasury stock by subsidiaries Penerimaan (pembayaran) utang

kepada pihak berelasi 11,581 (3,733) Proceeds (payments) of payable to related parties Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan (6,921) (6,834) Payments of finance lease obligation

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used in) Aktivitas Pendanaan (288,724) (48,442) Financing Activities

PENURUNAN BERSIH KAS DAN NET DECREASE IN CASH AND

SETARA KAS 123,284 423,856 CASH EQUIVALENTS

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 631,409 1,485,421 BEGINNING OF YEAR

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 754,693 1,909,277 END OF YEAR

(9)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT. Global Mediacom Tbk (Perusahaan)

didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 60 tanggal 30 Juni 1981 dan diubah dengan akta No. 81 tanggal 29 Januari 1982 keduanya dari Lukman Kirana, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/84/22 tanggal 22 Mei 1982 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 tanggal 5 Juli 1985, Tambahan No. 912.

PT. Global Mediacom Tbk (the Company) was established in Jakarta based on deed No. 60 published in Supplement No. 912 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 54 dated July 5, 1985.

Anggaran Dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 51 tanggal 20 May 2015 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan beberapa ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/ 2014. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU.AH.01.03.0943978 tanggal 19 Juni 2015.

The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently by deed No. 51 dated May 20, 2015 of Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notary in Jakarta concerning the changes in some of the Company’s articles of association to adjust and comply with the Financial Service Authority Regulation No. 32/POJK.04/2014. This notarial deed had been received and recorded in the Legal Entity Administration system with Letter of Acceptance Notification of Change in Articles of Association No. AHU-AH.01.03.0943978 dated June 19, 2015.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah di bidang perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, telekomunikasi, real estate, arsitektur, pembangunan (developer), percetakan, jasa dan perdagangan, media dan investasi. Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang investasi dan merupakan induk perusahaan dari beberapa entitas anak.

In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of its activities is in the fields of industry, mining, transportation, agriculture, telecommunications, real estate, architecture, construction (developer), printing, services and trade, media and investment. Currently, the Company is engaged in investment sector and the parent company of several subsidiaries.

Perusahaan beroperasi secara komersil mulai tahun 1982. Perusahaan beralamat di MNC Tower, Lt. 27 - 29, Jl. Kebon Sirih No. 17 - 19, Jakarta Pusat. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) masing-masing sebanyak 12.688 dan 12.485 karyawan.

The Company started commercial operations in 1982. The Company is located at MNC

Entitas anak telah memperoleh perizinan dalam bidang industri media sebagai berikut:

Subsidiaries obtained their media industry licenses as follows:

MNCSV telah memperoleh izin dari Menteri Penerangan dengan surat keputusannya No. 1848/RTF/K/XI/1993, untuk menyalurkan program televisi seperti CNN, HBO, ESPN, Discovery, TNT dan program sejenis lainnya. Sesuai dengan surat keputusan No. 2142/RTF/K/XII/1995 tanggal 14 Desember 1995, Menteri Penerangan memberikan izin kepada MNCSV untuk menambah program internasional baru seperti Star Plus, Prime Sports, BBC World Service, CNBC Asia News Service, Channel V dan program sejenis lainnya. Keputusan ini telah diperbaharui dengan izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 40/KEP/M.KOMINFO/01/2010.

(10)

Pada tanggal 3 Nopember 2014, MNCSV mengajukan permohonan rencana penambahan program siaran dan telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika telah mencatat perubahan tersebut dalam Database Perizinan Penyiaran berdasarkan surat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. B-275/M.KOMINFO/PI.03.02/3/2015 tanggal 27 Maret 2015.

On November 3, 2014, MNCSV has applied for the additional of broadcasting programs and has been approved by the Directorate General of Post and Information. Directorate General of Post and Information had been recorded those changes in the Broadcasting License Database based on the letter from the Minister of Communications and Information of the Republic of Indonesia No. B-275/M.KOMINFO/PI.03.02/3/2015 dated March 27, 2015.

RCTI telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 105/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal 16 Oktober 2006 tentang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.

RCTI has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 105/KEP/M.KOMINFO/10/2006 dated October 16, 2006 to engage in private television broadcast activities.

CTPI telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 154/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal 16 Oktober 2006 tentang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.

CTPI has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 154/KEP/M.KOMINFO/10/2006 dated October 16, 2006 to engage in private broadcasting television broadcast activities.

GIB telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 106/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal 16 Oktober 2006 tentang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.

GIB has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 106/KEP/M.KOMINFO/10/2006 dated October 16, 2006 to engage in private television broadcast services activities.

DTV telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 707 Tahun 2013 tanggal 12 Agustus 2013 tentang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.

DTV has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 707 Year 2013 dated August 12, 2013 to engage in private television broadcast services activities.

GTT telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 644/KEP/M.KOMINFO/12/2011 tanggal 14 Desember 2011 tentang izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.

GTT has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 644/KEP/M.KOMINFO/12/2011 dated Decemmber 14, 2011 to engage in private television broadcast services activities.

Izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi yang dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk RCTI, CTPI, dan GIB berlaku selama 10 tahun sejak tanggal 16 Oktober 2006. Saat ini, izin tersebut sedang dalam proses perpanjangan.

(11)

c. Penawaran Umum Saham Perusahaan c. Public Offering of the Company’s Shares

 Pada tanggal 20 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-795/PM/1995 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 200 juta saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Juli 1995.

 On June 20, 1995, the Company obtained the effective notice from the Chairman of The Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (presently the Financial Services Authority) in his letter No. S-795/PM/1995 for the Initial Public Offering of 200 million shares with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 1,250 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on July 17, 1995.

 Pada tanggal 8 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-1648/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 308.798.987 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 2.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Juni 2004.

 On June 8, 2004, the Company obtained the effective notice from the Chairman of The Capital Market Supervisory Agency (presently the Financial Services Authority) in his letter No. S-1648/PM/2004 for the Limited Offering I of a maximum of 308,798,987 shares through Rights Issue with preemptive rights to the stockholders with par value Indonesia tanggal 27 April 2007 sehingga jumlah saham Perusahaan menjadi 13.018.201.550 lembar.

 Stock split through reduction of par value per share from Rp 500 per share to memesan efek terlebih dahulu sebanyak 685.168.503 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 22 Juni 2007.

 Addition of new shares without pre-emptive rights amounted to 685,168,503 shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange on June 22, 2007.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, saham Perusahaan sebanyak 14.198.613.922 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company’s shares totalling to 14,198,613,922 shares, respectively, have been listed on the Indonesian Stock Exchange.

d. Penawaran Umum Obligasi d. Public Offering of Bonds

Pada tanggal 29 Juni 2012, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-8144/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Global Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat (Catatan 22).

(12)

e. Entitas Anak e. Consolidated Subsidiaries Perusahaan memiliki, baik langsung maupun

tidak langsung, lebih dari 50% saham entitas anak berikut:

The Company has ownership interest of more than 50%, directly or indirectly, in the following subsidiaries:

Tahun operasi komersial/

31 Maret/ 31 Desember/ Start of 31 Maret/ 31 Desember/

Domisili/ March 31, December 31, commercial March 31, December 31,

Domicile 2016 2015 operations 2016 2015

(%) (%)

Media berbasis konten dan iklan/ Content and advertising based media

PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan entitas

anak/and its subsidiaries Jakarta 64.70 64.64 1997 14,815,734 14,474,557

PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) *) Jakarta 100.00 100.00 1989 4,562,872 4,145,961

PT. Global Informasi Bermutu (GIB) *) Jakarta 100.00 100.00 2002 1,751,957 1,594,446

PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) *) Jakarta 75.00 75.00 1990 2,560,073 2,511,809

PT. Sun Televisi Network (STN) dan entitas anak

and its subsidiaries *) Jakarta 100.00 100.00 2008 1,393,462 1,329,734

PT. Deli Media Televisi (DTV) *) Medan 90.00 90.00 2008 8,299 6,204

PT. Global Telekomunikasi Terpadu (GTT) *) Semarang 49.00 49.00 2008 4,501 2,669

PT. Tivi Bursa Indonesia (TB)) *) Jakarta 55.00 55.00 2015 34,626 38,098

PT. MNC Networks (MNCN) dan entitas anak/

and its subsidiaries *) Jakarta 98.95 98.95 2005 112,072 116,543

PT. Radio Trijaya Shakti (RTS) dan entitas

entitas/and its subsidiaries*) Jakarta 95.00 95.00 1971 31,407 37,208

PT. Radio Prapanca Buana Suara (RPBS) *) Medan 91.60 91.60 1978 4,896 5,293

PT. Radio Mancasuara (RM) *) Bandung 100.00 100.00 1971 1,046 1,582

PT. Radio Swara Caraka Ria (RSCR) *) Semarang 100.00 100.00 1971 1,893 1,363

PT. Radio Efkindo (RE) *) Yogyakarta 70.00 70.00 1999 1,348 1,178

PT. Radio Tjakra Awigra (RCA) *) Surabaya 100.00 100.00 1971 5,050 5,827

PT. Radio Suara Monalisa (RSM) *) Jakarta 80.00 80.00 1971 10,857 12,548

PT. Mediawisata Sariasih (MS) *) Bandung 100.00 100.00 2007 441 339

PT. Radio Arief Rahman Hakim (RARH) *) Jakarta 100.00 100.00 2007 9,235 10,860

PT. Radio Sabda Sosok Sohor (RSSS) *) Jakarta 100.00 100.00 1981 7,050 6,516

PT. Media Nusantara Informasi (MNI) dan entitas anak/

and its subsidiary *) Jakarta 99.00 99.00 2005 238,333 251,198

PT. Media Nusantara Distribusi (MND) *) Jakarta 99.00 99.00 2011 4,302 4,369

PT. Menado Nusantara Informasi (MENI)*) Manado 99.00 99.00 2014 9,569 8,644

PT. MNI Global (MNIG) *) Jakarta 100.00 100.00 2005 20,875 20,484

PT. MNI Publishing (MNIP) dan entitas anak/

and its subsidiary *) Jakarta 75.00 75.00 2008 4,572 4,149

PT. MNI Entertainment (MNIE) *) Jakarta 95.00 95.00 2008 4,200 3,927

PT. Okezone Indonesia (Okezone) *) Jakarta 99.90 99.90 2011 11,245 11,245

PT. Cross Media Internasional (CMI) dan

entitas anak/and its subsidiaries *) Jakarta 99.99 99.99 2001 197,850 220,035

PT. Mediate Indonesia (MI) *) Jakarta 99.97 99.97 2001 226,621 208,679

PT. Multi Advertensi Xambani (MAX) dan entitas anak/

and its subsidiary *) Jakarta 51.20 51.20 1996 4,054 4,054

PT. Citra Komunikasi Gagasan Semesta (CKGS) *) Jakarta 80.00 80.00 2004 2,672 2,672

PT. MNC Pictures (MNCP) *) Jakarta 70.00 70.00 2009 182,613 140,557

MNC International Middle East Limited (MIMEL)

dan entitas anak/and its subsidiaries *) Dubai 100.00 100.00 2007 637,804 450,470

MNC International Limited (MIL) Cayman Islands 100.00 100.00 2007 201,234 204,105

MNC Pictures FZ LLC (MP) *) Dubai 100.00 100.00 2007 2,267 2,355

PT. Star Media Nusantara (SMN) *) Jakarta 70.00 70.00 2008 35,920 34,123

PT. MNC Lisensi Internasional (MLI) *) Jakarta 99.99 99.99 2013 2,600 2,808

PT. MNC Media Utama (MMU) *) Jakarta 99.99 99.99 **) 15,000 15,000

Media berbasis pelanggan/ Subscribers based media

PT. MNC Sky Vision Tbk (MNCSV) Jakarta 77.68 77.30 1988 5,950,397 6,568,893

Jumlah aset sebelum eliminasi Persentase kepemilikan/

The subsidiaries

Entitas anak/

(13)

Tahun operasi komersial/

31 Maret/ 31 Desember/ Start of 31 Maret/ 31 Desember/

Domisili/ March 31, December 31, commercial March 31, December 31,

Domicile 2016 2015 operations 2016 2015

(%) (%)

Media berbasis online/ Online based media

Global Mediacom International Ltd. (GMI) dan entitas anak/

and its subsidiaries Dubai 100.00 100.00 2012 1,982,654 2,174,396

MNC Media Investment Ltd (MMIL) dan entitas anak/

and its subsidiaries *) Cayman Islands 79.88 79.88 2002 1,859,116 2,044,643

Letang Game Ltd. (Letang) *) China 50.01 50.01 2009 238,435 234,515

PT. Linktone Indonesia (Linktone) *) Jakarta 100.00 100.00 2009 128,222 50,046

MNC Innoform Pte. Ltd (Innoform) dan entitas anak/ Singapura/

and its subsidiary *) Singapore 87.50 87.50 2001 137,712 143,787

MNC Innoform (Singapore) Pte. Ltd (Alliance) *) Singapura/

Singapore 100.00 100.00 1999 398 793

Lain-lain/Others

PT. Infokom Elektrindo (Infokom) dan entitas anak/

and its subsidiaries Bekasi 99.99 99.99 1998 394,322 401,832

PT. Telesindo Media Utama (TMU) *) Jakarta 99.99 99.99 1999 1 1

PT. Sena Telenusa Utama (STU) dan entitas anak/

and its subsidiaries *) Jakarta 99.99 99.99 2003 12,532 12,892

PT. Flash Mobile (FM) *) Jakarta 84.99 84.99 2004 11,271 11,624

PT. MNC GS Homeshopping (MNC Shop) Jakarta 60.00 60.00 2013 48,398 48,598

PT. Sky Vision Networks (SVN) Jakarta 100.00 100.00 2007 504,929 505,120

PT. Citra Kalimantan Energi (CKE) Jakarta 80.00 80.00 **) -

-Universal Media Holding Corp. (-Universal) Cayman Islands 100.00 - 2015 198,185

-*) Pemilikan tidak langsung/Indirect ownership

**) Belum beroperasi/Not yet operating

Jumlah aset sebelum eliminasi Persentase kepemilikan/

The subsidiaries

Entitas anak/

Percentage of ownership Total assets before elimination

RCTI dan GIB memiliki secara langsung saham entitas anak yang didirikan dengan tujuan untuk jasa penyiaran televisi sebagai berikut:

RCTI and GIB have direct ownership in the following subsidiaries, which are established to engage in television broadcasting service as follows:

Domisili/ Domisili/

Domicile Domicile

PT. RCTI Satu Bandung PT GTV Satu Bandung

PT. RCTI Dua Semarang PT GTV Dua Semarang

PT. RCTI Tiga Surabaya PT GTV Tiga Surabaya

PT. RCTI Empat Medan PT GTV Empat Medan

PT. RCTI Lima Palembang PT GTV Lima Palembang

PT. RCTI Enam Makassar PT GTV Enam Makassar

PT. RCTI Tujuh Denpasar, Bali PT GTV Tujuh Banjarmasin

PT. RCTI Delapan Banjarmasin PT GTV Delapan Jambi

PT. RCTI Sembilan Bandar Lampung PT GTV Sembilan Jayapura

PT. RCTI Sepuluh Pekan Baru PT GTV Sepuluh Bali

PT. RCTI Sebelas Padang

PT. RCTI Duabelas Pontianak

PT. RCTI Tigabelas Manado

PT. RCTI Empatbelas Ambon

PT. RCTI Limabelas Aceh Besar

PT. RCTI Enambelas Manokwari

Entitas Anak/ Subsidiaries

Entitas Anak/ Subsidiaries

Sampai dengan tanggal 31 Maret 2016, seluruh entitas anak RCTI dan GIB di atas belum melakukan aktivitas.

As of March 31, 2016, all subsidiaries of RCTI and GIB above are not yet operating.

Pengembangan Usaha Development of Business

Pada tahun 2015, Perusahaan melakukan tambahan pembelian dan penjualan kepemilikan sahamnya di MNC dan MNCSV, entitas anak, melalui pasar. Pada tanggal 31 Maret 2016, kepemilikan saham Perusahaan di MNC sebesar 64,70% dan di MNCSV sebesar 77,68%.

(14)

Pada bulan April 2015, MNC melakukan tambahan kepemilikan sahamnya di STN melalui eksekusi obligasi konversi. Pada tanggal 31 Desember 2015, kepemilikan MNC atas saham STN menjadi 100%.

In April 2015, MNC obtained share ownership in STN through conversion of convertible bond. As of December 31, 2015, MNC’s ownership interest in STN is 100%.

Pada bulan April 2015, MNI melakukan tambahan kepemilikan sahamnya di MENI sehingga menjadi 99%.

In April 2015, MNI has additional share ownership in MENI resulting to ownership interest of 99%.

Pada bulan Nopember 2015, STN mendirikan TBI yang bergerak di bidang jasa rumah produksi seni dengan kepemilikan saham sebesar 55%.

In November 2015, STN established TBI, which is engaged in production house, with equity ownership of 55%.

Pada bulan Desember 2015, MNC mendirikan MMU, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa periklanan media luar ruang, dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 99% bersama dengan CMI, entitas anak.

In December 2015, MNC established MMU, a company which is engaged in outdoor media advertising area services, with total ownership of 99% equity ownership together with CMI, a subsidiary.

Pada tahun 2015, RCTI mendirikan PT. RCTI Enambelas yang berdomisili di Manokwari, Papua Barat.

In 2015, RCTI establish PT. RCTI Enambelas, which is domiciled in Manokwari, West Papua.

Pada tahun 2015, Perusahaan mendirikan Universal, sebuah perusahaan yang berdomisili di Cayman Island dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 100%.

In 2015, the Company established Universal, a company which is domiciled in Cayman Island, with total ownership of 100%.

f. Susunan Pengurus dan Informasi Lain f. Management and Other Information Susunan Komisaris, Direksi, Komite Audit,

Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

The Company’s Commissioners, Directors, Audit Committee, Corporate Secretary and Internal Audit as of March 31, 2016 and December 31, 2015 consisted of the following:

Komisaris Commissioners

Komisaris Utama : Rosano Barack : President Commissioner

Wakil Komisaris Utama : B. Rudijanto Tanoesoedibjo : Vice President Commissioner

Komisaris Independen : Mohamed Idwan Ganie : Independent Commissioners

John Aristianto Prasetio Beti Puspitasari Santoso

Direksi Directors

Direktur Utama : Hary Tanoesoedibjo : President Director

Direktur : Handhianto Suryo Kentjono : Directors

Oerianto Guyandi David Fernando Audy

Syafril Nasution Christophorus Taufik Siswandi

Direktur Independen : Indra Pudjiastuti : Independent Director

Komite Audit Audit Committee

Ketua : Beti Puspitasari Santoso : Chairman

Anggota : Mohamed Idwan Ganie : Members

Hery Kusnanto John Aristianto Prasetio

Sekretaris Perusahaan : Ajun Sri Damayanti : Corporate Secretary

(15)

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)

2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“PSAK”) AND INTERPRETATION OF PSAK (“ISAK”)

a. Standar yang berlaku efektif pada tahun

berjalan a. Standards effective in the current year

Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015.

In the current year, the Group has adopted all of the new and revised standards and interpretations issued by the Financial Accounting Standard Board of the Indonesian Institute of Accountants that are relevant to its operations and effective for accounting periods beginning on January 1, 2015.

 PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan

Keuangan 

PSAK 1 (revised 2013), Presentation of Financial Statements

Berdasarkan amandemen terhadap PSAK 1, laporan laba rugi komprehensif telah diubah namanya menjadi “laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain”. Amandemen terhadap PSAK 1 juga mengharuskan tambahan pengungkapan dalam bagian penghasilan komprehensif lain dimana pos-pos dari penghasilan komprehensif lain dikelompokkan menjadi dua kategori: (1) Tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (2) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Under the amendments to PSAK 1, the statement of comprehensive income is renamed as a “statement of profit or loss and other comprehensive income”. The amendments to PSAK 1 also require additional disclosures to be made in the other comprehensive income section such that items of other comprehensive income are grouped into two categories: (1) items that will not be reclassified subsequently to profit or loss; and (2) items that may be reclassified subsequently to profit or loss when specific conditions are met.

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif, dan oleh karena itu penyajian pos penghasilan komprehensif lain telah dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan tersebut.

The amendments have been applied retrospectively, and hence the presentation of items of other comprehensive income has been modified to reflect the changes.

Amandemen PSAK 1 juga menjelaskan bahwa laporan posisi keuangan ketiga diharuskan jika a) suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi dari pos-pos dalam laporan keuangannya, dan b) penerapan penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi mempunyai pengaruh material atas informasi dalam laporan posisi keuangan ketiga. Amandemen menjelaskan bahwa catatan terkait tidak perlu disajikan dalam laporan posisi keuangan ketiga.

The amendment to PSAK 1 specify that a third statement of financial position is required when a) an entity applies an accounting policy retrospectively, or makes a retrospective restatement or reclassification of items in its financial statements, and b) the retrospective application, restatement or reclassification has a material effect on the information in the third statement of financial position. The amendments specify that related notes are not required to accompany the third statement of financial position.

 PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada

Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 

PSAK 15 (revised 2013), Investments in Associates and Joint Ventures

PSAK 15 (revisi 2009), “Investasi pada Entitas Asosiasi” telah diubah namanya menjadi PSAK 15 (revisi 2013), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”. Ruang lingkup standar revisi diperluas untuk mencakup entitas yang merupakan investor dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas

investee.

PSAK 15 (revised 2009), “Investments in Associates” has been renamed PSAK 15 (revised 2013), “Investments in Associates and Joint Ventures”. The scope of the revised standard was expanded to cover entities that are investors with joint control of, or significant influence over, an investee.

Penerapan PSAK 15 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

(16)

 PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja  PSAK 24 (revised 2013), Employee Benefits

Amandemen terhadap PSAK 24 atas akuntansi program imbalan pasti dan pesangon. Perubahan paling signifikan terkait akuntansi atas perubahan dalam kewajiban manfaat pasti dan aset program. Amandemen mensyaratkan pengakuan perubahan dalam kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program ketika amandemen terjadi, dan karenanya menghapus pendekatan koridor yang diizinkan berdasarkan PSAK 24 versi sebelumnya dan mempercepat pengakuan biaya jasa lalu. Amandemen tersebut mensyaratkan seluruh keuntungan dan kerugian aktuaria diakui segera melalui penghasilan komprehensif lain agar supaya aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Selanjutnya, biaya bunga dan imbal hasil aset program yang digunakan dalam PSAK 24 versi sebelumnya digantikan dengan nilai ”bunga neto” berdasarkan PSAK 24 (Revisi 2013) yang dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto.

The amendments to PSAK 24 change the accounting for defined benefit plans and termination benefits. The most significant change relates to the accounting for changes in defined benefit obligations and plan assets. The amendments require the recognition of changes in defined benefit obligations and in fair value of plan assets when they occur, and hence eliminate the 'corridor approach' permitted under the previous version of PSAK 24 and accelerate the recognition of past service costs. The amendments require all actuarial gains and losses to be recognised immediately through other comprehensive income in order for the net pension asset or liability recognised in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit or surplus. Furthermore, the interest cost and expected return on plan assets used in the previous version of PSAK 24 are replaced with a “net interest” amount under PSAK 24 (revised 2013) which is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset.

Perubahan ini berdampak pada jumlah yang diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun-tahun sebelumnya (untuk rincian lihat tabel di bawah ini). Selanjutnya PSAK 24 (revisi 2013), memperkenalkan perubahan tertentu dalam penyajian biaya manfaat pensiun termasuk pengungkapan yang lebih luas.

These changes have had an impact on the amounts recognized in profit or loss and other comprehensive income in prior years (see the tables below for details). In Konsolidasian dan Tersendiri, yang mengatur dengan laporan keuangan konsolidasian, dan ISAK 7, Konsolidasian – Entitas Bertujuan Khusus.

PSAK 65 replaces the parts of PSAK 4 (revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements; that deal with consolidated financial statements, and ISAK 7, Consolidation – Special Purpose Entities.

Berdasarkan PSAK 65, terdapat hanya satu dasar untuk konsolidasian bagi seluruh entitas, dan dasarnya adalah pengendalian.

Under PSAK 65, there is only one basis for consolidation for all entities, and that basis is control.

Definisi pengendalian yang lebih tegas dan diperluas termasuk tiga elemen: (a) kekuasaan atas investee; (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Sebelumnya, definisi pengendalian adalah

(17)

kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.

operating policies of an entity so as to obtain benefits from its activities.

PSAK 65 juga menambahkan pedoman penerapan untuk membantu dalam penilaian apakah investor mengendalikan

investee dalam skenario yang kompleks.

PSAK 65 also adds an application guidance to assist in assessing whether an investor controls an investee in complex scenarios.

PSAK 65 mensyaratkan investor menilai kembali apakah investor tersebut mempunyai pengendalian atas investee pada saat ketentuan transisi, dan mensyaratkan penerapan pernyataan ini secara retrospektif.

PSAK 65 requires investors to reassess whether or not they have control over the investees on transition, and requires retrospective application.

Manajemen melakukan penilaian apakah Grup memiliki pengendalian atas entitas yang dimiliki oleh Grup kurang dari 50% kepemilikan saham pada saat penerapan awal standar dan memutuskan bahwa Grup tidak memiliki pengendalian atas entitas terkait dan penerapan ini tidak berdampak atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi dapat mempengaruhi transaksi di masa depan.

Management assessed whether or not the Group has control over entities owned by Group with less than 50% of the voting shares at the date of initial application of the standard, and concluded that they have no control over such entities and therefore such application would not impact the amounts reported in the Group’s consolidated financial statements but may impact future transactions.

 PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan

dalam Entitas Lain 

PSAK 67, Disclosures of Interests in Other Entities

PSAK 67 adalah standar pengungkapan baru dan berlaku untuk entitas yang mempunyai kepentingan dalam entitas anak, pengaturan bersama, entitas asosiasi atau entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi.

PSAK 67 is a new disclosure standard and is applicable to entities that have interests in subsidiaries, joint arrangements, associates or unconsolidated structured entities.

Pada umumnya, penerapan PSAK 67, memberikan tambahan pengungkapan yang lebih luas atas laporan keuangan konsolidasian lihat Catatan 1e, 4, dan 29.

In general, the application of PSAK 67, has resulted in more extensive disclosures in the consolidated financial statements as stated in Notes 1e, 4, and 29.

 PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar  PSAK 68, Fair Value Measurement PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas

pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar. Standar tersebut tidak mengubah persyaratan mengenai pos-pos yang harus diukur atau diungkapkan pada nilai wajar.

PSAK 68 establishes a single source of guidance for fair value measurements and disclosures about fair value measurements. The standard does not change the requirements regarding which items should be measured or disclosed at fair value.

PSAK 68 mendefiniskan nilai wajar, menetapkan suatu kerangka dasar atas pengukuran nilai wajar, dan mensyaratkan pengungkapan tentang pengukuran nilai wajar.

PSAK 68 defines fair value, establishes a framework for measuring fair value, and requires disclosure about fair value measurements.

Ruang Lingkup PSAK 68 adalah luas; Standar tersebut berlaku baik pada pos-pos instrumen keuangan dan pos-pos-pos-pos instrumen non-keuangan ketika PSAK lain mensyaratkan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar, kecuali kondisi tertentu.

(18)

PSAK 68 diterapkan secara prospektif; persyaratan pengungkapan ini tidak perlu diterapkan dalam informasi komparatif yang disediakan untuk periode sebelum penerapan awal standar ini. Secara umum, penerapan PSAK 68 tidak menyebabkan pengungkapan lebih luas dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.

PSAK 68 is applied prospectively; the disclosure requirements need not be applied in comparative information provided for periods before initial application of the standard. In general, the application of PSAK 68 has not resulted in more extensive disclosures in the consolidated financial statements.

Penerapan PSAK dan ISAK dibawah ini tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan tahun berjalan:

The application of the following PSAK and ISAK has had no material impact on the disclosures or on the amounts recognized in the current year consolidated financial statements:

 PSAK 4 (revisi 2013), Laporan Keuangan

Tersendiri 

PSAK 4 (revised 2013), Separate Financial Statements

 PSAK 46 (revisi 2014), Pajak Penghasilan  PSAK 46 (revised 2014), Income Taxes

 PSAK 48 (revisi 2014), Penurunan Nilai

Aset 

PSAK 48 (revised 2014), Impairment of Assets

 PSAK 50 (revisi 2014), Instrumen

Keuangan: Penyajian 

PSAK 50 (revised 2014), Financial Instruments: Presentation

 PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen

Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 

PSAK 55 (revised 2014), Financial Instruments: Recognition and Measurement

 PSAK 60 (revisi 2014), Instrumen

Keuangan: Pengungkapan 

PSAK 60 (revised 2014), Financial Instruments: Disclosures

 PSAK 66, Pengaturan Bersama  PSAK 66, Joint Arrangements

 ISAK 26, Penilaian Kembali Derivatif

Melekat 

ISAK 26, Reassessment of Embedded Derivatives

b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan

tapi belum diterapkan b. Standards and interpretations issued not yet adopted Standar, penyesuaian dan amandemen

standar serta interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016:

Standard, standard improvements and amendment also interpretation effective for periods beginning on or after January 1, 2016:

Penerapan dini yang diperkenankan: Early application permitted:

Standar Standard

 PSAK 110 (revisi 2015): Akuntansi

Sukuk. 

PSAK 110 (revised 2015): Accounting for Sukuk.

Penyesuaian Improvements

 PSAK 5: Segmen Operasi,  PSAK 5: Operating Segments,

 PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak

Berelasi, 

PSAK 7: Related Party Disclosures,

 PSAK 13: Properti Investasi,  PSAK 13: Investments Property,

 PSAK 16: Aset Tetap,  PSAK 16: Property, Plant and Equipment,

 PSAK 19: Aset Takberwujud,  PSAK 19: Intangible Assets,

 PSAK 22: Kombinasi Bisnis,  PSAK 22: Business Combination,

 PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan,

 PSAK 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors,

 PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham,

dan 

PSAK 53: Share-based Payments, and

 PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar.  PSAK 68: Fair Value Measurement.

Penerapan secara retrospektif: Retrospective application:

Amandemen standar dan interpretasi Standard amendment and interpretation

(19)

tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri,

about Equity Method in Separate Financial Statements,

 PSAK 15: Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 15: Investment in Associates and Joint Venture about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception,

 PSAK 24: Imbalan Kerja tentang

Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja, 

PSAK 24: Employee Benefits about Defined Benefit Plans: Employee Contributions,

 PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 65: Consolidation Financial Statements about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception,

 PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, dan

 PSAK 67: Disclosures of Interest in Other Entities about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception, and

 ISAK 30: Pungutan.  ISAK 30: Levies.

Diterapkan secara prospektif: Applied prospectively:

Amandemen standar Standard amendment

 PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi,

 PSAK 16: Property, Plant and Equipment about Clarification of Acceptable Methods of Depreciation and Amortization,

 PSAK 19: Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi, dan

 PSAK 19: Intangible Asset about Clarification of Acceptable Methods of Depreciation and Amortization, and

 PSAK 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.

 PSAK 66: Joint Arrangements about Accounting for Acquisitions of Interests in Joint Operation.

Amandemen standar dan interpretasi efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan dan ISAK 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi.

Amendments to standard and interpretation effective for periods beginning on or after January 1, 2017, with early application permitted are amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements about Disclosure Initiative and ISAK 31, Scope Interpretation of PSAK 13: Investment Property.

Standar dan amandemen standar efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu PSAK 69; Agrikultur dan amandemen PSAK 16; Agrikultur; Tanaman Produktif.

Standard and amendment to standard effective for periods beginning on or after January 1, 2018, with early application permitted are PSAK 69: Agriculture and amendments to PSAK 16: Agriculture: Bearer Plants.

Manajemen belum melaksanakan analisis rinci dari dampak penerapan standar ini dan karenanya belum dikuantifikasi luas dari dampaknya.

The management have not yet performed a detailed analysis of the impact of the application of these standards and hence have not yet quantified the extent of the impact.

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance

Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

(20)

b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp).

The consolidated financial statements have been prepared on the historical cost basis except for certain properties and financial instruments that are measured at revalued amounts or fair values at the end of each reporting period, as explained in the accounting policies below. The presentation currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah (Rp).

Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Grup memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas, jika pelaku pasar memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian ditentukan berdasarkan basis tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran berbasis saham dalam ruang lingkup PSAK 53, transaksi sewa dalam ruang lingkup PSAK 30, dan pengukuran yang memiliki beberapa kemiripan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi neto dalam PSAK 14 atau nilai pakai dalam PSAK 48.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date, regardless of whether that price is directly observable or estimated using another valuation technique. In estimating the fair value of an asset or a liability, the Group takes into account the characteristics the asset or a liability if market participants would take those characteristics into account when pricing the asset or liability at the measurement date. Fair value for measurement and/or disclosure purposes in these consolidated financial statements is determined on such a basis, except for share-based payment transactions that are within the scope of PSAK 53, leasing transactions that are within the scope of PSAK 30, and measurements that have some similarities to fair value but are not fair value, such as net realizable value in PSAK 14 or value in use in PSAK 48.

Selain itu, untuk tujuan pelaporan keuangan, pengukuran nilai wajar dikategorikan ke Level 1, 2 atau 3 berdasarkan tingkat input untuk pengukuran nilai wajar yang dapat diobservasi dan signifikansi input pada pengukuran nilai wajar secara keseluruhan, yang digambarkan sebagai berikut:

In addition, for financial reporting purposes, fair value measurements are categorized into Level 1, 2 or 3 based on the degree to which the inputs to the fair value measurements are observable and the significance of the inputs dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran;

- Level 1 inputs are quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that the entity can access at the measurement date;

- Input Level 2 adalah input, selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1, yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung; dan

- Level 2 inputs are inputs, other than quoted prices included within Level 1, which are observable for the asset or liability, either directly or indirectly; and

- Input Level 3 adalah input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

(21)

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.

c. Dasar Konsolidasian c. Basis of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur). Pengendalian tercapai dimana Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities (including structured entities) controlled by the Company and its subsidiaries. Control is achieved where the Company has the power over the investee; is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee; and has the ability to use its power to affect its returns.

Perusahaan menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan di atas.

The Company reassesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control listed above.

Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas pada investee, Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya.

When the Company has less than a majority of the voting rights of an investee, it has power over the investee when the voting rights are sufficient to give it the practical ability to direct the relevant activities of the investee unilaterally. The Company considers all relevant facts and circumstances in assessing whether or not the Company’s voting rights in an investee are sufficient to give it power, including (i) the size of the Company’s holding of voting rights relative to the size and dispersion of holding of the other vote holders; (ii) potential voting rights held by the Company, other vote holders or other parties; (iii) rights arising from other contractual arrangements; and (iv) any additional facts and circumstances that indicate that the Company has, or does not have, the current ability to direct the relevant activities at the time that decisions need to be made, including voting patterns at previous shareholders’ meetings.

Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk mengendalikan entitas anak.

Consolidation of a subsidiary begins when the Company obtains control over the subsidiary and ceases when the Company loses control of the subsidiary. Specifically, income and expense of a subsidiary acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income from the date the Company gains control until the date when the Company ceases to control the subsidiary.

Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan untuk kepentingan nonpengendali. Perusahaan juga

Gambar

Tabel berikut ini berisi informasi mengenai jumlah aset tercatat yang diasuransikan dan nilai pertanggungan:

Referensi

Dokumen terkait

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas-entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan,

Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan

Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan yang

Instrumen keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung saat perolehan atau menerbitkan

Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan

Pengakuan awal aset tetap diakui sebesar biaya perolehan aset tersebut, biaya peroelehan mencakupi harga beli, biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi