MATERI (
I)
A. LAHIRNYA SOSIOLOGI
Manusia sejak lahir sudah
berhubungan dengan manusia
dan lingkungan sekitarnya, yaitu :
-
Orang tua
- tempat tinggalnya.
Semakin dewasa semakin luas pula pergaulannya, sehingga
pengetahuannya semakin bertambah. Dia akan mengetahui adanya pelbagai kesamaan dan perbedaan terhadap
orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.
Dia mempunyai sifat yang khas bila
dibandingkan dengan orang lain, orang mempunyai ciri khas yang berbeda
pula. Itu semua merupakan
Abad ke 19, dua pengetahuan baru muncul yaitu :
psikologi (ilmu yang mempelajari
perilaku dan sifat-sifat manusia) dan sosiologi (ilmu yang mempelajari
masyarakat). Sosiologi sebagai ilmu dalam pertumbuhannya dapat
dipisahkan dari ilmu-ilmu
kemasyarakatan (sosial) yang lain
Sosiologi lahir dari ilmu filsafat. Menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena meningkatnya perhatian
terhadap kesejahteraan masyarakat dan pesatnya perubahan-perubahan yang terjadi didalam masyarakat.
Sosiologi terbentuk berdasarkan pengamatan terhadap masyarakat bukan merupakan spekulasi atau karangan
Sosiologi sebagai disiplin ilmu
mengenai pengembangan
pengetahuan yang sistematis
dan terandalkan tentang
hubungan sosial
manusia dan
tentang
produk dari hubungan
Hubungan sosial
Disebut “sosial” apabila manusia dalam kelakuannya selalu
memperhatikan sesamanya dan
berbuat baik untuk sesama / orang lain.
Sikap sosial sering dianggap sama dengan sosiologi, padahal keduanya
berbeda. Sikap sosial merupakan suatu praktek, yaitu rentetan
perbuatan-perbuatan, sedangkan sosiologi adalah ilmu atau sesuatu keseluruhan
Sosiologi juga sering disebut sebagai “Ilmu Masyarakat”.
Kata “masyarakat” dipakai dalam arti “kehidupan bersama” yang
mempunyai berbagai tingkatan. Cotoh, 1. satuan kecil = suami istri,dua
sahabat, keluarga, kelompok arisan; 2. satuan lebih besar (sedang) = kota,
kampung, desa, trah, organisasi, perusahaan, partai politik;
Orang hidup bersama dan saling
mempengaruhi, disana ada “masyarakat”.
Masyarakat merupakan sasaran studi sosiologi.
Sosiologi lahir dari observasi dan renungan ilmiah manusia atas kehidupannya secara bersama-sama.
Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, sosiologi memegang peranan penting dalam membantu
L. Laeyendeker (1983) mengkaitan
kelahiran sosiologi dengan
perubahan yang terjadi di Eropa :
1. Tumbuhnya kapitalisme akhir
abad
15,
2. Perubahaan sosial politik
3. Reformasi Martin Luther
4. Individualisme
5. Lahirnya IPTEK modern
Kekuatan sosial yang
mendorong pertumbuhan
sosiologi (George Ritzer
(1992) :
1. Revolusi politik
2. Revolusi Industri
3. Sosialisme
4. Urbanisasi
Di Indonesia sosiologi merupakan
ilmu baru :
1. Tahun 1948, Soenario
Kolopaking
memberi kuliah pertama di
UGM.
2. Mulai muncul ilmuwan sosiologi
(Hassan Sadily, Mayor Polak,
Harsoyo,
dsb.)
3. Selo Soemardjan secara gigih
mengembangkan sosiologi,
sehingga
mendapat julukan Bapak
Sosiologi
13 materi kuliah sosiologi Agus