Nama produk: ACUSOL™ 882 Polymer Tanggal Terbit: 12.05.2017 Tanggal Cetak: 15.05.2017 PT ROHM AND HAAS INDONESIA mendorong dan mengharapkan Anda membaca dan memahami LDK secara keseluruhan, karena ada informasi penting dalam seluruh dokumen tersebut. Kami mengharapkan anda untuk mengikuti tindakan pencegahan yang diidentifikasi dalam dokumen ini kecuali kondisi penggunaan akan memerlukan metode atau tindakan lain yang sesuai.
1. PRODUK DAN IDENTIFIKASI PERUSAHAAN
Nama produk: ACUSOL™ 882 Polymer
Penggunaan yang dianjurkan dan pembatasan penggunaan Penggunaan yang teridentifikasi: Modifier reologi
Identitas perusahaan
PT ROHM AND HAAS INDONESIA
A Subsidiary of The Dow Chemical Company WISMA GKBI 20 FLOOR SUITE 2001 JL. JEND. SUDIRMAN NO. 28 10210 JAKARTA
INDONESIA
Nomor Informasi Pelanggan: 62-21-299-56200
[email protected]
Faks: 62-21-574-2121
NOMOR TELEPON DARURAT
Nomor Darurat 24 Jam: (62) 21-7591-2862
Penghubung Tanggap Darurat Lokal: 21-7591-2862
2. IDENTIFIKASI BAHAYA
Klasifikasi GHS
Kerusakan mata serius/iritasi pada mata - Kategori 2A Elemen label GHS
Piktogram bahaya
Kata sinyal: AWAS!
Pernyataan Bahaya
Menyebabkan iritasi mata yang serius.
Pernyataan Kehati-hatian
Pencegahan
Cuci kulit dengan seksama setelah menangani.
Pakai perlindungan mata/ perlindungan muka.
Respons
JIKA TERKENA MATA : Bilas dengan seksama dengan air untuk beberapa menit. Lepaskan lensa kontak jika memakainya dan mudah melakukannya.Lanjutkan membilas.
Jika iritasi mata tidak segera sembuh: Cari pertolongan medis.
Bahaya lain data tidak tersedia
3. KOMPOSISI/INFORMASI TENTANG BAHAN PENYUSUN
Produk ini adalah campuran.
Komponen CASRN Konsentrasi
Diethylene glycol monobutyl ether 112-34-5 >= 20,0 - < 30,0 %
4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
Penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama
Saran umum: Tenaga P3K harus memperhatikan pelindungan diri dan menggunakan pakaian
pelindung yang telah direkomendasikan (sarung tangan tahan kimia, perlindungan terhadap percikan).
Jika potensi untuk pemaparan terjadi, silakan merujuk pada bagian 8 untuk perlengkapan pelindung pribadi tertentu.
Penghirupan: Pindahkan korban ke udara segar; jika ada efek yang terjadi, hubungi dokter.
Kena kulit: Cuci bersih dengan banyak air.
Kena mata: Segera bilas mata dengan air; lepaskan lensa kontak bila ada setelah 5 menit pertama, selanjutnya teruskan pembilasan mata selama sekurang-kurangnya 15 menit. Jangan tunda untuk mendapatkan bantuan pengobatan, sebaiknya dari dokter ahli mata. Fasilitas pencuci mata darurat yang sesuai harus tersedia secepatnya.
Tertelan: Tidak ada perawatan medis darurat yang diperlukan.
Kumpulan gejala / efek terpenting, baik akut maupun tertunda: Selain dari informasi yang
ditemukan dibawah Deskripsi langkah-langkah pertolongan pertama (atas) dan indikasi perhatian
medis segera dan perlakuan khusus diperlukan (dibawah), semua gejala tambahan dan efek-efek
yang dijelaskan dalam seksi 11: Informasi Toksikologi.
Indikasi pertolongan medis pertama dan perawatan khusus yang diperlukan
Instruksi kepada dokter: Tidak ada obat penangkal khusus. Perawatan terhadap pemaparan harus diarahkan untuk mengendalikan gejala dan kondisi klinis pasien
5. TINDAKAN PEMADAMAN KEBAKARAN
Media pemadaman yang sesuai: Semprotan air Serbuk kering Busa Karbon dioksida (CO2) Media pemadaman yang tidak sesuai: data tidak tersedia
Bahaya khusus yang muncul dari bahan atau campuran
Produk pembakaran berbahaya: Selama kebakaran, gas dan/atau asap yang mengiritasi dan sangat beracun dapat terbentuk selama pembakaran atau penguraian.
Bahaya Kebakaran dan Ledakan Luar Biasa: Jangan biarkan sisa air limbah dari pemadaman kebakaran memasuki saluran pembuangan atau saluran air lainnya. Eksposur terhadap produk- produk dekomposisi dapat berbahaya bagi kesehatan.
Saran bagi petugas pemadam kebakaran
Prosedur Pemadaman Kebakaran: Residu kebakaran dan air bekas pemadam kebakaran yang tercemar harus dibuang sesuai dengan peraturan lokal. Kumpulkan air bekas pemadam kebakaran yang tercemar secara terpisah. Air ini tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan.
Alat pelindung khusus bagi petugas pemadam kebakaran: Jika terjadi kebakaran, pakai alat bantu pernapasan SCBA.
6. TINDAKAN PENANGGULANGAN JIKA TERJADI TUMPAHAN DAN KEBOCORAN
Langkah-langkah pencegahan diri, alat pelindung dan prosedur tanggap darurat: Jauhkan orang dari tumpahan/bocoran ke arah yang berlawanan dengan arah angin. Ventilasikan daerah.
Mengaculah pada langkah-langkah perlindungan yang dicantumkan dalam seksi 7 dan 8.
Langkah-langkah pencegahan bagi lingkungan: PERHATIAN: Jaga agar tumpahan dan aliran air pembersih menjauhi saluran pembuangan kota dan genangan-air yang terbuka.
Metode dan bahan untuk penangkalan (containment) dan pembersihan: Tahan dan kumpulkan tumpahan dengan bahan penyerap yang tidak mudah terbakar (misalnya pasir, tanah, tanah
diatomaceus, vermiculite) dan tempatkan dalam kontener untuk dibuang berdasarkan peraturan lokal/nasional (lihat seksi 13).
7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN
Kehati-hatian dalam menangani secara aman: Hindari kontak dengan kulit dan mata. Untuk perlindungan pribadi lihat seksi 8.
Kondisi untuk penyimpanan yang aman: Tutup wadah rapat-rapat. Simpan di area sejuk, kering, yang berventilasi baik.
Kestabilan penyimpanan
Data lain: Tidak terurai jika disimpan dan digunakan sesuai dengan petunjuk.
8. KONTROL PAPARAN/ PERLINDUNGAN DIRI
Parameter pengendalian
Batas paparan didaftarkan berikut ini, jika ada.
Komponen Peraturan Jenis pendaftaran Nilai/Notasi
Diethylene glycol monobutyl ether
ACGIH TWA Fraksi dan uap yang dapat terhirup
10 ppm
Dow IHG TWA 35 ppm
Dow IHG STEL 75 ppm
Pengendalian pendedahan
Kontrol teknik: Gunakan ventilasi lokal, atau perangkat kendali teknik lain untuk mengontrol tingkat kebutuhan kadar udara dibawah batas pemaparan atau petunjuk. Jika tidak tersedia batas pemaparan yang di butuhkan atau petunjuk, ventilasi umum harus mencukupi untuk banyaknya produksi.
Ventilasi pembuangan udara lokal mungkin diperlukan untuk sejumlah kegiatan.
Tindakan perlindungan individual
Perlindungan mata/wajah: Gunakan kacamata pelindung kimia (chemical goggles).
Perlindungan kulit
Perlindungan tangan: Gunakan sarung tangan yang secara kimiawi tahan terhadap bahan ini, apabila terdapat kemungkinan kontak secara berkepanjangan atau
berulang kali. Contoh bahan penghambat teristimewa bagi sarung tangan antara lain:
Karet Butil Laminat alkohol etil vinil ("EVAL"). Contoh bahan penghambat yang dapat diterima bagi sarung tangan termasuk: Karet alamiah ("lateks") Neopren. Karet nitril/butadien ("nitril" atau"NBR"). Polivinil klorida ("PVC" atau "vinil"). Hindari pemakaian sarung tangan yang dibuat dari: Polivinil alkohol ("PVA"). PERHATIAN:
Pemilihan sarung tangan spesifik untuk aplikasi tertentu dan lama pemakaiannya di tempat kerja harus juga memperhitungkan seluruh faktor di tempat kerja, seperti tetapi tidak terbatas pada: bahan kimia lain yang mungkin ditangani, persyaratan fisik (perlindungan terhadap pemotongan/pelubangan, kemudahan penanganan,
perlindungan panas), potensi reaksi tubuh terhadap bahan pembuatan sarung tangan, serta instruksi/spesifikasi yang disediakan oleh pemasok sarung tangan.
Perlindungan lain: Gunakan pakaian bersih berlengan panjang yang menutup seluruh badan.
Perlindungan pernapasan: Perlindungan pernafasan harus dikenakan ketika ada suatu potensi melebihi pedoman-pedoman atau kebutuhan batas pemaparan. Jika tidak tersedia pedoman atau kebutuhan batas pemaparan, pakailah perlindungan pernafasan ketika timbul efek kurang baik seperti iritasi saluran pernafasan atau rasa tidak nyaman telah dialami, atau jika ditandai oleh proses penilaian resiko. Pada sebagian besar peristiwa, tidak diperlukan perlindungan pernafasan; namun jika timbul rasa tak nyaman, gunakan alat respirator pemurni udara yang telah disetujui.
Alat berikut ini diharapkan menjadi jenis alat respirator pemurni udara yang efektif:
Selongsong uap air organik
9. SIFAT FISIKA DAN KIMIA
Tampilan
Keadaan Fisik cair
Warna Tidak berwarna sampai putih Berkabut
Bau Bau manis
Ambang Batas Bau data tidak tersedia
pH 6,0 - 8,0
Titik lebur/rentang 5,00 °C
Titik beku data tidak tersedia
Titik didih (760 mmHg) 100,00 °C Air
Titik nyala >100 °C
Tingkat evaporasi (Butil Asetat = 1)
<1,00 Air
Flamabilitas (padatan, gas) TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.
Terendah batas ledakan Tidak berlaku Tertinggi batas ledakan Tidak berlaku Tekanan Uap data tidak tersedia Relatif Densitas Uap (udara = 1) <1,0000 Air Kepadatan Relatif (air = 1) 1,0000 - 1,2000 Kelarutan dalam air Dapat diencerkan Koefisien partisi (n-oktanol/air) data tidak tersedia Suhu dapat membakar sendiri
(auto-ignition temperature)
data tidak tersedia Suhu penguraian data tidak tersedia Viskositas kinematik data tidak tersedia Sifat peledak data tidak tersedia Sifat oksidator data tidak tersedia Berat Molekul data tidak tersedia Persen sifat atsiri (volatilitas) 61 - 63 %
CATATAN: Data fisik yang disajikan di atas adalah nilai-nilai tipikal dan jangan diartikan sebagai spesifikasi.
10. STABILITAS DAN REAKTIFITAS
Reaktifitas: Tidak ada reaksi berbahaya yang diketahui dalam kondisi penggunaan normal.
Stabilitas kimia: data tidak tersedia
Reaksi berbahaya yang mungkin di bawah kondisi spesifik/khusus: Polimerisasi tidak akan terjadi.
Kondisi yang harus dihindari: data tidak tersedia
Bahan yang harus dihindari: Tidak cocok dengan asam kuat dan oksidator.
Produk berbahaya hasil penguraian: data tidak tersedia
11. INFORMASI TOKSIKOLOGI
Informasi Toksikologi muncul dalam bagian ini ketika data tersebut tersedi
Toksisitas akut
Toksisitas oral akut
Toksisitas sangat rendah jika tertelan. Tidak diharapkan adanya efek berbahaya akibat tertelan dalam jumlah kecil.
Untuk bahan sejenis:
LD50, Tikus, jantan, > 5.000 mg/kg Toksisitas kulit akut
Kontak berkepanjangan dengan kulit kecil kemungkinannya menyebabkan absorpsi dalam jumlah yang membahayakan.
Untuk bahan sejenis:
LD50, Kelinci, jantan, > 5.000 mg/kg Toksisitas inhalasi akut
Pajanan singkat (menit) tidak menyebabkan dampak yang buruk.
LC50 belum ditentukan.
Korosi/iritasi kulit
Kontak singkat umumnya tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
Kerusakan mata serius/iritasi mata Dapat menyebabkan iritasi mata serius.
Dapat menyebabkan cedera ringan pada kornea.
Sensitisasi
Untuk bahan sejenis:
Tidak mengakibatkan reaksi alergi pada kulit ketika diuji pada marmot.
Tidak mengakibatkan reaksi alergi pada kulit ketika diuji pada manusia.
Untuk sensitisasi pernapasan:
Tidak ditemukan data yang relevan.
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Tunggal)
Data yang tersedia tidak memadai untuk menentukan pajanan tunggal toksisitas terhadap target organ spesifik.
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang)
Mengandung komponen(-komponen) yang dilaporkan dapat menimbulkan efek pada organ hewan berikut ini:
Darah.
Ginjal.
Hati.
Karsinogenisitas
Tidak ditemukan data yang relevan.
Teratogenisitas
Untuk komponen yang dianalisa: Tidak menyebabkan cacat lahir atau dampak lainnya terhadap janin,
walaupun pada dosis yang beracun terhadap induknya.
Toksisitas terhadap Reproduksi
Mengandung komponen(-komponen) yang tidak mengganggu kesuburan pada kajian terhadap hewan. Bagaimanapun, berat tubuh dari hewan yang baru lahir diturunkan.
Mutagenisitas (Kemampuan menyebabkan perubahan gen) Kajian sifat mutagenik in vitro menunjukkan hasil negatif.
Bahaya terhirup
Berdasarkan pada sifat fisika, kemungkinan tidak memiliki bahaya aspirasi.
KOMPONEN-KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI TOKSIKOLOGI:
Diethylene glycol monobutyl ether Toksisitas inhalasi akut
Diperkirakan tidak terjadi efek yang merugikan dari pajanan tunggal dengan Untuk iritasi pernafasan dan efek-efek narkotik: Tidak ditemukan data yang relevan.
Sebagai produk LC50 belum ditentukan.
12. INFORMASI EKOLOGI
Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang)