HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN LENGAN DAN DAYA LEDAK TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN RENANG GAYA DADA
PADA KLUB RENANG GARUDA LAUT FIK UNM
OLEH : NADWI SYAM )*
ABSTRAK
Olahraga renang gaya dada merupakan olahraga yang mempunyai resiko tinggi oleh karena itu dalam olahraga renang gaya dada dibutuhkan kekuatan, terutama kekuatan lengan. Kekuatan lengan sangat berpengaruh dalam seorang untuk membawa titik berat badan ke depan dan melaju untuk melawan hambatan. Gerakan lengan pada gaya dada adalah memadukan antara tarikan ke belakang dan dorong ke depan untuk meluncur agar mendapat pencapaian hasil yang maskimal. Keberhasilan dalam gaya dada salah satunya ditentunkan oleh gerakan menendang. Gerakan menendang pada gaya dada menghasilkan dorongan dan gerakan maju yang lebih dibandingkan dengan gaya-gaya yang lain. Gerakannya adalah tumit mendekati pantat dan lutut ditekuk. Sangat penting untuk membawa tumit mendekati pantat, meninggalkan garis paha dan pusar, dari pada menarik lutut kebawah tubuh. Kaki di putar keluar, jari-jari kaki berputar kearah luar sejauh mungkin. Gerakan tendangan adalah kebelakang, turun, membulat dan menekan, dorongan yang bagus dapat dihasilkan dari lebar dan sempitnya tendangan, dan bergantung kepada bagian dari konstruksi fisik dan kekuatan individu. Konstruksi fisik yang dimaksud berupa kemampuan otot tungkai dalam melakukan tendangan, yang erat kaitannya dengan daya ledak otot tungkai. Dengan demikian kekuatan lengan dan daya ledak tungkai memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. Penelitian ini bertujuan antara lain (1) untuk mengetahui hubungan kekuatan lengan terhadap kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM, (2) untuk mengetahui hubungan daya ledak tungkai terhadap kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM, dan (3) untuk mengetahui hubungan kekuatan lengan dan daya ledak tungkai terhadap kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FIK UNM dengan jumlah sampel penelitian 20 orang atlet. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau 0,05. Bertolak dari hasil analisis data,
maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan kekuatan lengan terhadap kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM, terbukti r0 = -0,510 (P < α0,05), (2) ada hubungan yang signifikan daya
ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK, terbukti r0 = -0,508 (P < α0,05), dan (3) ada hubungan antara kekuatan lengan dan
daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK, terbukti R0 = 0,530 (P < α0,05).
Kata Kunci : Kekuatan Lengan, Daya Ledak Tungkai, Renang Gaya Dada
ABSTRACT
Sports breaststroke swimming is a sport that has a high risk therefore in club swimming breaststroke takes strength, especially the strength of the arm. Arm strength is very influential in a point to bring weight forward and drove against the barriers. Arm movements in breaststroke is combining pull back and push forward to slide in order to get the achievement results maskimal. Success in one ditentunkan breaststroke kicking movement. Movement in the breaststroke kick generate thrust and forward motion more than other styles. His movement is approaching heel butt and knees bent. It is important to bring the heels close to the buttocks, thighs and navel left line, from the knee down attractive body. Feet on the turn out, toes rotate outward as far as possible. Movement is kick back, down, round and pressing, a nice boost can be generated from the wide and narrow kick, and depending on the part of the physical construction and the power of the individual. Physical construction is the ability of the leg muscles to kick, which is closely related to leg muscle explosive power. Thus the strength of arms and explosive leg power had significant correlation with the ability of the athlete swimming breaststroke at Sea Garuda FIK UNM. This study aims among other things (1) to determine the relationship of arm strength on the ability of the athlete swimming breaststroke at Sea Garuda FIK UNM, (2) to determine the relationship of the explosive power of the legs to the ability of the athlete swimming breaststroke at Sea Garuda FIK UNM, and (3) to determine the relationship of arm strength and explosive power leg of the ability of the athlete swimming breaststroke at Sea Garuda FIK UNM. This study includes quantitative descriptive research type. The study population was all students FIK UNM with sample number 20 athletes. The data analysis technique used is the correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% significance level or 0.05. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: (1) there was a significant arm strength on the ability of the athlete swimming breaststroke at UNM Garuda FIK Sea, proved r0 = -0.510 (P <α0, 05), (2) there significant correlation with the ability of the explosive power of the legs in athletes swimming the breaststroke Garuda FIK Sea, proved r0 = -0.508 (P <α0, 05), and (3) there is a correlation between the strength of the arms and legs with explosive power breaststroke swimming abilities in athletes Sea eagle FIK, proven R0 = 0.530 (P <α0, 05).
Keyword : Arm strength, explosive power Limbs, Chest Style Pool
PENDAHULUAN
Olahraga yang sedang ber-kembang seyogyanya harus terus
dikembangkan dan ditingkatkan prestasinya minimal dapat mem-pertahankan prestasi yang telah
dicapai. Salah satu adalah cabang olahraga yang telah memberikan prestasi yang tinggi adalah cabang olahraga renang. Selain itu cabang olahraga renang merupakan suatu bentuk kegiatan olahraga yang sangat menyenangkan, tidak mem-bosankan dan selalu marasa gem-bira dengan melibatkan gerakan cepat dan disertai konsentrasi yang tinggi dari pelakunya.
Cabang olahraga renang me-rupakan olahraga yang dilaksanakan dalam air dan terciapat beberapa gaya yang resmi diperlombakan. Ada empat macam gaya, keempat gaya tersebut adalah gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Dari sekian gaya tersebut gaya dada merupakan pokok dari penelitian ini, dimana gaya dada yang paling banyak dilakukan oleh para perenang dan sangat mudah untuk dipelajari.
Bila menganalisis gerakan renang, perenang bergerak maju dengan ayunan lengan, dorongan tangan, kayuhan kaki. Namun untuk bergerak maju lebih cepat tidak hanya memperhatikan ayunan lengan, dorongan tangan, dan kayuhan kaki saja, akan tetapi haruslah juga memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan
strole mechanics atau beomekanika
dalam olahraga renang. Tenaga penggerak atau propulsive force yang paling efisien adalah pada saat lift (daya angkat) dan drag (tahanan) digabungkan akan menghasilkan apa yang disebut dengan resultan force (tenaga resultan). Tenaga result
tersebut merupakan gabungan dari daya angkat dan tahanan.
Renang gaya dada sebagai suatu kemampuan gerak, dalam pengembangannya perlu diberikan latihan tertentu dengan berorientasi pada pengembangan pola gerak dan unsur kondisi fisik. Kemampuan gerak yang efesien, yang mana di dalamnya
dipengaruhi oleh kemampuan motorik, kemampuan penginderaan, dan ke-mampuan perceptual. Adapun kemam-puan motorik meliputi kapasitas kondisi fisik dan anggota tubuh yang bergerak sebagai komponen yang secara mutiak perlu dikembangkan dan di-tingkatkan agar dapat rnenampilkan gerakan yang terampil.
Bentuk usaha untuk mengem-bangkan kemampuan dalam ke-giatan olahraga khususnya terhadap ke-mampuan gaya dada, maka diperlu-kan suatu bentuk latihan atau pola gerak renang gaya dada. Kemampuan renang gaya dada memerlukan suatu kondisi fisik atau adaptasi sistematis dari tubuh agar mencapai prestasi maksimal. Untuk mencapai prestasi yang maksimal pada renang khusus gaya dada, maka harus didukung oleh ke-mampuan fisik. adapun komponen fisik yang dimaksud adalah kekuatan lengan dan daya ledak tungkai.
Komponen fisik tersebut di-gunakan untuk mengembangkan kemampuan renang gaya dada, dimana fisik diarahkan khususnya pada anggota tubuh lengan, tungkai dan tubuh. Keberadaan kekuatan lengan dan daya ledak tungkai untuk menghasilkan kemampuan gaya dada yang maksimal.
Daya ledak merupakan per-paduan antara kecepatan dan kekuatan. Menurut Sajoto (1988), mengemukakan bahwa daya ledak adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kekuatan maksimum, dengan usahanya yang dikerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. Dalam hal ini dikatakan bahwa daya ledak atau power adalah kekuatan kali kecepatan atau velocity. Untuk memberikan tenaga dengan kuat dalam waktu yang sangat singkat serta memberikan momentum sebaik mungkin pada tubuh. Kekuatan lengan
sangat penting di setiap aktifitas pada cabang olahraga, terutama yang mengharuskan penggunaan lengan lebih dominan. Karena renang gaya dada, lengan merupakan bagian ter-penting sebagai daya tarik dan daya dorong untuk mencapai kecepatan yang maksimal.
Renang Gaya dada
Renang gaya dada adalah gaya yang pertama-tama dipelajari oleh kebanyakan orang pada waktu mereka mulai belajar berenang. Gaya dada sering dikatakan juga gaya katak, hal ini disebabkan karena ada kesamaan pada gerakan tungkainya. Gerakan tungkai renang gaya dada adalah membentangkan tungkai ke belakang sama dengan gerakan kaki katak pada saat berenang, yang membedakannya adalah pada kaki katak yang digunakan untuk men-dorong air kebelakang hanya meng-gunakan telapak kaki sedangkan pada renang gaya dada selain telapak kaki juga kaki bagian atas. Menurut Murni (1992) bahwa dalam renang gaya dada ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu : (1) Posisi badan, (2) Gerakan kaki, (3) Gerakan lengan, (4) Pernafasan, dan (5) Koordinasi gerakan.
Teknik gaya dada seperti gaya renang yang lain terdiri dari beberapa gerakan, yaitu: start, posisi badan, gerakan lengan (sapuan luar dan
catch, sapuan dalam dan recovery),
gerakan tungkai, pengambilan napas, dan koordinasi antara gerakan lengan, gerakan tungkai dan gerakan peng-ambilan napas (Tri Tunggal, 2005). a. Start Renang Gaya Dada
Start adalah salah satu kecakapan yang paling mudah untuk di ajarkan. Start gaya dada hampir sama dengan start gaya crawl maupun gaya kupu-kupu, yang
membedakannya adalah sudut masuknya ke air. Sudut masuk ke air pada gaya dada sekitar 20°, sedangkan pada gaya crawl atau gaya kupu-kupu sekitar 15°. Tiga kualitas yang diperlukan untuk menjadi starter yang baik ialah waktu reaksi yang baik, kekuatan otot tungkai dan mekanika yang baik.
b. Posisi tubuh renang gaya dada. Tubuh sejajar dengan permukaan air dengan pinggang dekat dipermukaan air dan tungkai di bawah permukaan air. Wajah atau kepala selalu di bawah permukaan air selama kayuhan lengan dan diangkat ke atas permukaan air selama pengambilan napas. Badan lebih rendah dari kepala dan tungkai lebih rendah dari badan saat tungkai melakukan recovery. (Tri Tunggal, 2005).
c. Gerakan lengan renang gaya dada Gerakan lengan gaya dada terdiri dari menarik (pull) dan memulihkan (recovery). Tarikan lengan pada gaya dada dimulai dengan awal tarikan yang dalamnya sekitar enam inchi di bawah per-mukaan air. Jika perenang memulai tarikan nya pada permukaan, ada kecen-derungan untuk naik terlalu tinggi dan tenaga akan dihamburkan da-lam gerakan naik turun (Soekarno, 1984). Jadi gerakan lengan dalam renang gaya dada sedikit menam-bah daya dorong maju, karena pada gerakan lengan digunakan untuk gerakan naik turun dalam pengambilan napas atau memecah permukaan air. Tri Tunggal (2005) gerakan lengan gaya dada terdiri dari tiga bagian yaitu: gerakan lengan sapuan luar, gerakan lengan sapuan dalam, dan pemulihan (recovery). Berikut gambar dari ketiga gerakan lengan
tersebut 1-2 gerakan sapuan luar, 2-3 gerakan sapuan dalam dan 3-4 gerakan recovery.
d. Gerakan tungkai renang gaya dada Ada dua teori mengenai gerakan tungkai gaya dada, yaitu teori
wedge action (baji) dan teori whip action (cambuk). Kedua teori ini
mengemukakan suatu pendapat yang berbeda, yaitu sumber kekuatan saat melakukan gerakan menendang. Pada teori wedge
action sumber kekuatan berasal
dari menekan air diantara kedua tungkai pada saat melakukan pelurusan. Sedangkan teori whip
action sumber kekuatan diperoleh
dari mendesak air ke belakang dengan telapak kaki.
e. Gerakan pengambilan napas renang gaya dada.
Pengambilan napas pada gaya dada dilakukan dengan cara meng-angkat kepala ke atas permukaan air. Kepala mulai ditarik ke atas ketika lengan melakukan gerakan awal sapuan luar dan mencapai titik tertinggi ketika lengan melakukan akhir sapuan dalam. Kepala kembali dimasukan ke dalam air pada saat lengan melakukan recovery (Tri Tunggal, 2005).
f. Gerakan koordinasi renang gaya dada
Gerakan koordinasi adalah per-paduan antara gerakan lengan, gerakan tungkai dan pengambilan napas. Untuk melaju kedepan dimulai dari gerakan kaki kemudian dilanjutkan dengan gerakan lengan yang bersamaan dengan gerakan pengambilan napas. Jadi untuk gerakan koordinasi renang gaya dada adalah satu gerakan tungkai, satu gerakan lengan dan satu gerakan pengambilan napas.
Kekuatan lengan
Kekuatan lengan merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktifitas fisik, kekuatan yang memegang peranan penting dalam melindungi atlit dari kemungkinan cedera. Kekuatan adalah energi untuk melawan suatu tahanan, atau kemampuan untuk membangkit kan tegangan (tension) terhadap suatu tahanan (resistance). menurut Sugiyanto (1993), kekuatan otot adalah unsur kemampuan fisik yang menjadikan seseorang mampu menahan beban atau tahanan dengan menggunakan kontraksi otot. Kekuatan otot ditentukan oleh besarnya penampang otot serta kualitas kontrol pada otot yang bersangkutan (1986).
Kekuatan otot lengan yang dimaksud disini adalah kemampuan otot untuk menerima beban dalam waktu tertentu dimana kemampuan itu dihasilkan oleh kontraksi otot yang terdapat pada lengan dan kontraksi ini timbul untuk melakukan gerakan atau tahanan pada saat melakukan tarikan dan dorongan pada renang gaya dada.
Kekuatan (strenght) disebut juga sebagai komponen kondisi fisik seseoarang tentang kemampuanya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja (M. Sajoto, 1995). Seperti halnya daya ledak otot tungkai, kekuatan otot tungkai juga salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan renang gaya dada. Menurut Harsono (1988) menyatakan sebenarnya kekuatan,
streng, power dan daya tahan otot
atau endurance otot, mempunyai hubungan dengan faktor dominannya, yaitu kekuatan. Kekuatan tetap merupakan dasar atau basis dari daya ledak otot dan daya tahan otot. Jadi
kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.
Peranan kekuatan lengan sangat penting pada gerakan mengambil nafas sebab dalam gerakan yang cepat. Kesiapan seperti itu mutlak untuk dikuasai bagi setiap atlet. Keterampilan dalam melakukan gerakan tangan harus betul-betul mantap dan sudah merupakan hal yang siap pakai, sehingga latihan yang berkali-kali dan terus menerus pada satu fokus memahirkan keterampilan. Kekuatan merupakan unsur fisik yang perlu dikembangkan karena unsur fisik seperti kecepatan dan daya tahan, biasanya berkembang seiring dengan perkembangan kekuatan otot. Kekuatan otot pada hakekatnya merupakan kontraksi otot yang digunakan untuk menghasilkan tenaga internal yang dapat mengatur gerakan bagian-bagian badan.
Daya ledak tungkai
Daya ledak yaitu kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sesingkat-singkat-nya (Sajoto, 1995). Untuk mendapat-kan tolamendapat-kan yang kuat dan kecepatan yang tinggi seorang atlet harus me-miliki daya ledak yang besar. Jadi daya ledak otot tungkai sebagai tenaga pendorong lompatan pada saat melakukan tolakan pada papan tolak setelah melakukan awalan untuk memperoleh kecepatan vertikal se-hingga dapat menambah jarak lom-patan yang dilakukan. Daya ledak merupakan salah satu komponen fisik yang dibutuhkan oleh banyak cabang olahraga. Istilah lain dari daya adalah eksplosif tiba-tiba sedangkan power adalah daya tenaga atau force. Jadi eksplosif,power adalah kernampuan
otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalarn wakhr yang sangat cepat. Berdasarkan pengertian tentang daya ledak, dapat dikatakan bahwa daya ledak berkaitan dengan keria atau aktivitas yang membutuhkan tenaga dalam waktu singkat. Hubungan antara komponen-komponen yang berkaitan dengan daya ledak, yaitu Power, kerja waktu, kekuatan, kecepatan dan jarak. Dalam gerakan atlet atau pelaksanaan tektik-teknik cabang olahraga yang membutuhkan gerakan kuat dan cepat dalam waktu yang singkat tentunya pula di tunjang oleh kemampuan daya ledak. Daya ledak atau power ber peran sebagai komponen fisik yang di perlakukan dalam renang gaya dada. Karena dalam renang dada kekuatan dan kecepatan otot tungkai yang dikerahkan dalam kontraksi maksimal pada saat melakukan renang.
Daya ledak merupakan kom-binasi antara kekuatan dan kecepatan yang dikerahkan secara bersama - sama dalam suatu pola gerakan seperti gerakan lengan yang cepat dan kuat dalam renang gaya dada. Menurut Dick Harre (1982) bahwa “power is the ability of and athlete to
overcome resistance by a high speed of contraction”. Diartikan secara bebas
bahwa power (daya ledak) adalah kernampuan atlet untuk mengatasi tekanan dengan suatu kontraksi kecepatan tinggi. Sedangkan Fox,e.l (1984) mengemukakan bahwa “power
is used to express work dont in a unit of time”. Diartikan secara bebas
bahwa power adalah kemampuan seseorang untuk menampilkan kerja maksimal per unit waktu.
Untuk mengambangkan daya ledak seseorang dapat melakukan dengan meningkatkan komponen kekuatan dan kecepatan, sebagai mana halnya yang dikemukakan oleh
Jansen, c.r.dkk (1983) bahwa “power
can be mereased by increassing strength with outsacrificing strength, or by increassing strength both speed and strength”. Diartikan secara bebas
bahwa daya ledak dipengaruhi oleh dua unsur, yaitu kekua.tan dan ke-cepatan sehingga dalam pengembanganya dilakukan dengan cara peningkatan kekuatan dan kecepatan secara ber sama-sama. Untuk mendapatkan ke-mampuan daya ledak yang baik, maka unsur kekuatan dan kecepatan perlu dikembangkan yang dapat diintegrasi-kan dalam suatu pola gerak. sehingga akan menimbulkan kemampuan tenaga eksplosif dalam mengarahkan tenaga maksimal untuk mengatasi tahan beban dalam waktu yang relatif singkat. METODE PENELITIAN
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metodologi penelitian perlu diterapkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang sebenarnya untuk menperoleh data yang mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas. Adapun variabel penelitian yang ingin diteliti dalam penelitian ini terdiri atas: (1) variabel bebas yaitu kekuatan lengan, dan daya ledak tungkai, sedangkan (2) variabel terikat yaitu renang gaya dada. Desain penelitian atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Adapun populasi yang menjadi subyek penelitian adalah Atlet Renang putra Garuda Laut yang berjumlah 20 orang. Teknik peng-ambilan sampel menggunakan teknik total sampel (total sampling) dengan jumlah sebanyak 20 orang. Dikatakan sampel total karena masing-masing angggota populasi sekaligus menjadi anggota sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : tes kekuatan lengan, tes
daya ledak tungkai, dan tes renang gaya dada. Data yang terkumpul tersebut perlu dianalisis secara statistik deskriptif, maupun infrensial untuk keperluan pengujian hipotesis penelitian. Jadi keseluruhan analisis data statistik yang digunakan pada umumnya menggunakan analisis komputer pada program SPSS versi 15.00 dengan taraf signifikan 95% atau 0,05.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Ada hubungan kekuatan lengan
dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM
Hasil data yang diperoleh dari penelitian bertujuan untuk men-getahui antara variable bebas dan variable terikat serta mem-buktikan hipotesis yang ada. Oleh karena itu hasil pengujian hipotesis berdasar-kan pengolahan data melalui analisis korelasi dan regresi dari program SPSS tentang hubungan kekuatan lengan dengan kemam-puan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM diperoleh sesuai rangkuman tabel 1 berikut:
Tabel 1
Hasil analisis hipotesis pertama VARIABEL r/R Rs F t Sig. Kekuatan lengan (X1) -0,510 0,260 6,332 -2,516 0,022 Kemampuan renang gaya dada (Y)
Hipotesis statistik yang akan di uji: H0 : rx1.y = 0
H1 : rx1.y 0
Hasil pengujian:
Berdasarkan hasil pengujian analisis korelasi dan regresi data antara kekuatan lengan dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. Diperoleh nilai korelasi dan regresi -0,510 dengan tingkat probabilitas
(0,000) < 0,05, untuk nilai R
Square (koefesien determinasi) 0,260. Hal ini berarti 26% kemampuan renang gaya dada dijelaskan oleh kekuatan lengan. Dari uji Anova atau F test, didapat F hitung adalah 6,332 dengan tingkat signifikansi 0,022. Oleh karena probabilitas (0,022) jauh lebih kecil dari 0,05, maka model
regresi dapat dipakai untuk memprediksi kemampuan renang gaya dada (dapat diberlakukan untuk populasi dimana sampel diambil). Dari uji t diperoleh -2,516 dengan tingkat signifikansi 0,022. Oleh karena probabilitas (0,022) jauh lebih kecil dari 0,05. Maka Ho
ditolak dan H1 diterima atau
koefesien regresi signifikan, atau kekuatan lengan benar-benar ber-pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan renang gaya dada. Dengan demikian dapat disimpul-kan bahwa ada hubungan yang signifikan kekuatan lengan dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. 2. Ada hubungan daya ledak tungkai
dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM
Hasil data yang diperoleh dari penelitian bertujuan untuk menge-tahui antara variable bebas dan variable terikat serta membuktikan hipotesis yang ada. Oleh karena itu hasil pengujian hipotesis ber-dasarkan pengolahan data melalui analisis korelasi dan regresi dari program SPSS tentang hubungan daya ledak tungkai dengan ke-mampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM diperoleh sesuai dari rangkuman tabel 2 berikut:
Tabel 2
Hasil analisis hipotesis kedua VARIABEL r/R Rs F t Sig.
Daya ledak
tungkai (X2) -0,508 0,258 6,245 -2,499 0,022 Renang gaya
dada (Y)
Hipotesis statistik yang akan di uji: H0 : rx2.y = 0
H1 : rx2.y 0
Hasil pengujian:
Berdasarkan hasil pengujian analisis data daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. Diperoleh nilai korelasi dan regresi -0,508 dengan tingkat probabilitas (0,000) < 0,05, untuk nilai R Square
(koefesien determinasi) 0,258. Hal ini berarti 25,8% kemampuan renang gaya dada dijelaskan oleh daya ledak tungkai. Dari uji Anova atau F test, didapat F hitung adalah 6,245 dengan tingkat signifikansi 0,022. Oleh karena probabilitas (0,022) jauh lebih kecil dari 0,05,
maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi kemampuan renang gaya dada (dapat diber lakukan untuk populasi dimana sampel diambil). Dari uji t diperoleh -2,499 dengan tingkat signifikansi 0,022. Oleh karena probabilitas (0,022) jauh lebih kecil dari 0,05.
Maka Ho ditolak dan H1 diterima
atau koefesien regresi signifikan, atau daya ledak tungkai benar-benar berpengaruh secara sig-nifikan dengan kemampuan renang gaya dada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM.
3. Ada hubungan antara kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya
dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM
Hasil data yang diperoleh dari penelitian bertujuan untuk me-ngetahui antara variable bebas dan variable terikat serta membuktikan hipotesis yang ada. Oleh karena itu hasil pengujian hipotesis ber-dasarkan pengolahan data melalui analisis regresi dari program SPSS tentang hubungan antara kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM diperoleh sesuai dari rangkuman tabel 3 berikut:
Tabel 3
Hasil analisis hipotesis ketiga VARIABEL r/R Rs F t Sig. Kekuatan lengan (X1), dan daya ledak tungkai (X2) 0,530 0,281 23,318 5,255 0,000 Kemampuan renang gaya dada (Y)
Hipotesis statistik yang akan di uji: H0 : Rx1.2.y = 0
H1 : Rx1.2.y 0
Hasil pengujian:
Berdasarkan hasil pengujian analisis data antara kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM. Diperoleh nilai regresi 0,530 dengan tingkat probabilitas (0,000) < 0,05, untuk nilai R Square
(koefesien determinasi) 0,281. Hal ini berarti 28,1% kemampuan renang gaya dada dijelaskan oleh kekuatan lengan dan daya ledak tungkai. Dari uji Anova atau F test, didapat F hitung adalah 23,318 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05, maka
model regresi dapat dipakai untuk memprediksi kemampuan renang gaya dada (dapat diberlakukan untuk populasi dimana sampel
diambil). Dari uji t diperoleh 5,255 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05. Maka Ho
ditolak dan H1 diterima atau
koefesien regresi signifikan, atau kekuatan lengan dan daya ledak tungkai benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap kemam-puan renang gaya dada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di kemukakan, maka dapat diterik se buah kesimpulan sebagai berikut: 1. Ada hubungan yang signifikan
kekuatan lengan dengan ke mampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM.
2. Ada hubungan yang signifikan daya ledak tungkai dengan ke mampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM.
3. Ada hubungan yang signifikan kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan kemampuan renang gaya dada pada atlet Garuda Laut FIK UNM.
Beberapa saran yang dapat penulis ajukan berkaitan dengan kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mendapatkan kemampuan renang gaya dada yang maksimal, maka perlu memperhatikan kekuatan lengan dan daya ledak tungkai dengan jalan memberikan latihan secara terprogram dan terencana serta sering melakukan latihan renang gaya dada guna
meningkatkan gerakan kaki dan tangan.
2. Sejalan dengan perkembangan olahraga, maka perlu pembina lewat club-club yang ada di kota Makassar dengan bekerjasama di setiap sekolah untuk mendapatkan atlet yang lebih potensial dengan 3. Bagi peneliti lain yang hendak
mengadakan penelitian sejenis, hendaknya dalam mengambil data atau dalam melakukan tes dilakukan dengan waktu tes yang lebih luas, agar diperoleh hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Counsilman, James E. 1982. The Science of Swimming Terjemahan Soekarno. Yogyakarta: Dirjen Pendidikan Tingggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Depdikbud. 2002. Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Dixon, Joseph.1996. Swimming Coaching. Ramsbury, Melborough: Crowood Press
Eri Pratiknyo Dwikusworo. 2000. Petunjuk Praktis Tes dan Pengukuran Olahraga. Semarang: FIK Universitas Negeri Semarang Harsono. 1988. Coaching dan
Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta:cv.Tambak Kusuma. Haller, David. 1982. Belajar Berenang.
Bandung: Pionir Jaya
Ichsan, Nur. 2009. Tes dan Pengukuran Kesegaran Jasmani. State University of Makassar Press: Makassar.
Jansen.C.R. Cardon and Bangester. BL. 1983. Applied Kinesiology and Biomechanics 3rd. MC Graw Hill Book Company. New York. Kasiyo Dwijoyowinoto. 1980. Renang
Perkembangan Pengajaran
Teknik dan Taktik. Semarang: IKIP Semarang
Murni, Muhammad. 2000. Renang. Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Roeswan dan Soekarno. 1979. Renang dan Metodik Untuk SGO. Editor Dong Kamtomo Jakarta: P.T. Karya Unipress Sajoto, M. 1988. Pembinaan kondisi
fisik dalam olahraga. FPOK IKIP. Semarang
Soedarminto. 1992. Kinesiology. Depdikbud Dirjen Dikti. Jakarta. Soekarno. 1984. Renang Dasar.
Yogyakarta: IKIP Yogyakarta Tri Tunggal Setiawan. 2004. Renang
Dasar 1. Semarang: Universitas Negeri Semarang
___________________. 2005. Renang Dasar 2. Semarang: Universitas Negeri Semarang Ucup Yusup dan Yadi Sunaryadi.
1999. Kinesiologi. Semarang: Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah
Willmore. 1977. Alternation in Strength, Body Compotion and Anthropometric Measurement Conconment to Aw Weight Training Program Murd Sport