• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK DIFABEL DISERTASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Gelar S-3 Doktor Pendidikan Agama Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK DIFABEL DISERTASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Gelar S-3 Doktor Pendidikan Agama Islam"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK DIFABEL

DISERTASI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Gelar S-3 Doktor Pendidikan Agama Islam

Disusun oleh:

IMAM ROHANI NIM 201710520111008

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2020

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK DIFABEL

IMAM ROHANI

201710520111008

Promotor : Prof. Dr. Tobroni ________________

Ko-Promotor I : Prof. Dr. Ishomuddn ________________

Ko-Promotor II : Dr. Khozin ________________

Direktur Ketua Program Studi

Program Pascasarjana Doktor Pendidikan Agama Islam

Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. Dr. Abdul Haris

(3)

DAFTAR PENGUJI

Disertasi ini telah dipertahankan di depan tim penguji dalam forum Ujian Terbuka pada hari/tanggal, Selasa 07 Juli 2020

DEWAN PENGUJI :

1. Prof. Dr. Tobroni (Promotor) 2. Prof. Dr. Ishomuddin (Ko. Promotor I)

3. Dr. Khozin (Ko Promotor II)

4. Prof. Akhsanul In’am, Ph.D (Penguji)

5. Dr. Abdul Haris (Penguji)

6. Dr. Diah Karmiyati (Penguji)

7. Dr. Romelah (Penguji)

8. Dr. Faridi (Penguji)

(4)
(5)

ii KATA PENGANTAR

Hamdan wa syukran lillah, Puji syukur sepenuhnya kepada Allah Azza wa Jalla atas karunia serta petunjuknya sehingga buku ini dapat terselesaikan. Buku ini ditulis sebagai tugas akhir pada Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Malang dengan sponsor (beasiswa) dari kementrian Agama (Ministry of Religious Affairs) Republik Indonesia dalam program beasiswa 5000 Doktor atau dikenal dengan MORA Scholarship angkatan tahun 2017.

Buku ini merupakan adaptasi dari sebuah Disertasi yang berjudul,

“Pendidikan Agama Islam dengan Model Pengasuhan (Pengalaman Pengasuh dan Anak Asuh di Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo)” yang telah diujikan secara tertutup (tanggal 15 Juni 2020 bertepatan dengan 23 Syawal tahun 1441 Hijriyah). Maksud dari penyusunan buku ini adalah sebagai bentuk diseminasi penulis terhadap hasil penelitian disertasi tersebut supaya bisa dibaca oleh khalayak umum. Melalui modifikasi yang penulis lakukan serta menyesuaikan dengan bentuk buku ilmiah popular, penulis bekerja keras untuk menyelesaikan buku ini di masa new normal Pandemi Corona dan di tengah kesibukan persiapan akreditasi lembaga LKSA kami.

Alhamdulillah semuanya adalah atas pertolongan dari Allah.

Penulisan buku ini ‘barangkali’ tidak akan terselesaikan tanpa bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai bentuk takzim, Penulis menyampaikan banyak terimakasih jazakumullah khairan katsiran khususnya kepada:

1. Rektor, Direktur pascasarjana, kaprodi doktor PAI, para Guru Besar serta Dosen dan staf Universitas Muhammadiyah Malang yang telah mengizinkan, memfasilitasi dan banyak membantu penulis dalam menyelesaikan studi.

2. Kementerian Agama Republik Indonesia khususnya direktur pendidikan tinggi Islam (DIKTIS) beserta stafnya yang telah memfasilitasi penulis menyelesaikan studi tingkat doktoral sejak tahun 2017 hingga lulus.

3. Prof. Dr. Tobroni, M.Si. selaku promotor, Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si.

dan Dr. Khozin, M.Si. sebagai ko-promotor yang telah bersusah payah membimbing Penulis dalam penyelesaian buku.

(6)

iii 4. Dra. Hj.Ummi Mahmudah, M.Ag selaku Rektor IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo yang telah memberikan izin menempuh studi bagi penulis dan para teman sejawat di ‘kampus pesantren’ di bumi ‘reyog’ atas dukungan serta motivasinya.

5. Teman-teman kelas doktor PAI UMM angkatan 2017 yang telah memberikan banyak motivasi, inspirasi dan pengalaman yang luar biasa dalam berbagai diskusi dan perdebatan kita di kelas yang sangat produktif dan inspiratif.

6. Kedua orang tua penulis (Bapak Jauhari dan Ibu Jumaiyah (almh)) di - tanah Sumatra- OKU Timur atas semua doanya. Istri penulis (Nailur Rohmah, S.Pd.I) serta putri pertama penulis, Mahra Muhammidah yang terus mendampingi serta memotivasi penulis hingga terselesaikannya studi ini. Terima kasih juga kepada saudara penulis bersebelas beserta keluarganya) atas dukungannya.

Tentunya penulisan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan meskipun usaha maksimal telah dilakukan. Kritik dan saran para pembaca dan penulis berikutnya untuk kesempurnaan penulisan ini menjadi harapan besar bagi penulis.

Ponorogo, Juni 2020 Penulis

(7)

iv DAFTAR ISI

Kata Pengantar - ii Daftar Isi - iv Daftar Tabel - vii Daftar Gambar - viii

BAB I PENDAHULUAN - 1 A. Latar Belakang - 1

B. Penggunaan Istilah-Istilah Kunci - 12 C. Kerangka Pikir - 14

BAB II KAJIAN PUSTAKA - 17 A. Penelitian Terdahulu - 17 B. Pengasuhan dan Keluarga - 33

1. Definisi, Tujuan, Teknik, dan Prinsip Pengasuhan - 33 2. Pengasuhan dan Keluarga - 52

3. Model Pengasuhan - 55

4. Faktor Pengaruh dan Tanggung Jawab Pengasuhan - 69 5. Standar Nasional Pengasuhan untuk Lembaga Kesejahteraan

Sosial Anak - 84 C. Tunanetra - 93

1. Definisi, Jenis, dan Karekteristik Tunanetra - 94 2. Identifikasi Tunanetra - 98

3. Perkembangan Tunanetra - 100 4. Huruf Braile - 105

D. Fenomenologi – 107

BAB III METODE PENELITIAN - 119 A. Pendekatan dan Jenis Penelitian - 119 B. Data dan Sumber Data - 122

C. Kehadiran Peneliti - 122

D. Teknik Pengumpulan Data - 122 E. Teknik Analisis Data - 123

F. Pengecekan Keabsahan Temuan - 125 G. Tahap-Tahap Penelitian - 127

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - 129 A. Deskripsi Lokasi Penelitian - 129

B. Hasil Penelitian - 133

1. Model Pendidikan Agama Islam untuk penngasuhan anak

(8)

v difabel di panti asuhan tunanetra – 134

2. Makna Pendidikan Agama Islam bagi anak difabel di panti Tunanetra – 200

C. Pembahasan – 213

1. Model Pendidikan Agama Islam untuk penngasuhan anak difabel di panti asuhan tunanetra – 213

2. Makna Pendidikan Agama Islam bagi anak difabel di panti Tunanetra – 221

BAB V KESIPULAN DAN SARAN - 225 A. Kesimpulan - 225

B. Proposisi - 227 C. Saran-saran - 229 RUJUKAN - 230

CURRICULUM VITAE

(9)

vi DAFTAR TABEL

Tabel 1 Model Pengasuhan dan Pengaruhnya Terhadap Anak 68 Tabel 2 Jadwal Pelajaran2019/2020 Panti Asuhan Tunanetra

Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo 135

Tabel 3 Program Kerja Panti Asuhan Tunanetra 141 Tabel 4 Pendidikan Formal dan Non Formal Anak Asuh

Tunanetra 192

Tabel 5 Paradigma Pengasuhan di Panti Asuhan Tunanetra

Aisyiyah 207

(10)

vii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kerangka Pikir 16

Gambar 2 Ikhtisar Penelitian Terdahulu 32 Gambar 3 Teori Pengasuhan Diana Baumrind 67 Gambar 4 Metode Pengasuhan Nashih Ulwan 75 Gambar 5 Instrumen Pengasuhan Di Panti Tunanetra

Terpadu Aisyiyah 177

Gambar 6 Fungsi Pengasuhan di Panti Tunanetra Aisyiyah 189 Gambar 7 Model Pengasuhan Flexibility and Adaptability of

Islamic Parenting Style 228

(11)

230 Rujukan:

Abdullah, F., Saadah, N., Aun, M., Suhaimi, M., Nor, M., & Saim, J.

(2013). Fungsi Keluarga dalam Penjagaan Pesakit Mental: Kajian Kes di Artikel Original Fungsi Keluarga dalam Penjagaan Pesakit Mental. Journal of Psychology and Human Development, 1, 57–72.

Adawiah, R. (2017). Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Anak (Studi pada Masyarakat Dayak di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(1), 33–48.

Agus, Z. (2018). Konsep Pendidikan Islam Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). RAUDHAH Proud To Be Professionals Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 3(1), 39–56.

Ahmad, U. H. (2015). Didiklah Anakmu Ala Rasulullah. Yogyakarta:

Saufa.

Al-Ghazali, I. A. (1980). Ihya’ Ulum ad-Din, Juz VII. Beirut: Dar al-Fikr.

Alfiasari, Latifah, M., & Wulandari, A. (2011). Authoritarian Parenting Potentially Decrease Social Intelligence, Self-Esteem, and Academic Achievement in Adolescent. Jurnal Ilmiah Dan Konseling, 4(1), 46–56.

Amir, A. S., & Trianasari. (2013). Interpersonal Communication Patterns in Parenting: The Case of Parents with Different Religion. Jurnal Komunikasi Kareba, 2(1), 12–29.

Andayani, B. (2000). Profil Keluarga Anak-Anak Bermasalah. Jurnal Psikologi, (1), 10–22.

Arifin, S. (1994). Sufisme dalam Spiritualitas Post Modern. Bestari.

(12)

231 Ariyati, T. (2016). Parenting di PAUD sebagai Upaya Pendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kependidikan, IX(2).

Asih, I. D. (2005). Fenomenologi Husserl: Sebuah Cara “Kembali ke Fenomena.” Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(2), 75–80.

Astono, J., Rosana, D., Sumarna, & Maryanto, A. (2010). Pengembangan Model Praktikum Sains untuk Siswa Tunanetra Melalui Pendekatan Konstruktivis Serta Aplikasinya pada Pendidikan Inklusif.

Cakrawala Pendidikan, XXIX(1), 43–54.

Astuti, D. (2016). Keterlibatan Pengasuhan Ayah sebagai Orang Tua Tunggal dengan Anak Perempuannya Setelah Terjadinya Perceraian (Studi Kasus Komunikasi Antarpribadi di Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo). Jurnal Komuniti, VIII(1), 19–34.

Aye, K. M., Lau, S., & Nie, Y. (2008). Relations of Authoritative Parenting Style to Student Outcomes: The Mediating Role of Self- Efficacy and Task Value. Annual Meeting of the American Educational Research Association. New York.

Aziz, M. Y. (2016). Strategi Guru PAI dalam Menginternalisasikan Nilai- nilai Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SMPLB Putra Jaya Kota Malang.

Barmawi, B. Y. (1993). Pembinaan Kehidupan Beragama Islam Pada Anak. Semarang: Dina Utama.

Baumrind, D. (1966). Effects of Authoritative Parental Control on Child Behavior. Child Development, 37(4), 887–907.

Baumrind, D. (1971). Current patterns of parental authority.

(13)

232 Developmental Psychology, 4(1 PART 2), 1–103.

https://doi.org/10.1037/h0030372

Baumrind, D. (1978a). Parental disciplinary patterns and social competence in children. Youth & Society, 9(3), 239–267.

https://doi.org/10.1177/0044118X7800900302

Baumrind, D. (1978b). Parenting Style and Their Effect. New York:

McGraw Hill Inc.

Baumrind, D. (1983). Rejoinder to Lewis’s reinterpretation of parental firm control effects: Are authoritative families really harmonious?

Psychological Bulletin, 94(1), 132–142.

https://doi.org/10.1037/0033-2909.94.1.132

Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

Baumrind, D. (1996). The Discipline Controversy Revisited. Family Relations, 45(4), 405–414. https://doi.org/10.2307/585170

Bliss, L. A. (2016). Phenomenological Research: Inquiry to Understand the Meanings of People’s Experiences. International Journal of Adult Vocational Education and Technology, 7(3), 14–26.

https://doi.org/10.4018/IJAVET.2016070102

Bog, B. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. New York: Pearson.

Bóia, A., Marques, T., Francisco, R., Ribeiro, M. T., & Pessoa, R. (2018).

International Missions , Marital Relationships and Parenting in Military Families : An Exploratory Study. J Child Fam Stud, 27,

(14)

233 302–315. https://doi.org/10.1007/s10826-017-0873-7

Brooks, J. (2011). The Processes of Parenting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Camalia, F., Susanto, H., & Susilo. (2016). Pengembangan Audiobook Dilengkapi Alat Peraga Materi Getaran dan Gelombang untuk Tunanetra Kelas VIII SMP. Unnes Physics Education Journal, 5(2), 65–75.

Carol, C., Halsey, C., Laurent, S., & Sullivan, K. (2009). Ensiklopedia Perkembangan Anak (Alih Bahasa Listiani Nadia). Jakarta:

Erlangga.

Charoensukmongkol, P. (2018). The Impact of Social Media on Social Comparison and Envy in Teenagers: The Moderating Role of the Parent Comparing Children and In-group Competition among Friends. J Child Fam Stud, 27, 69–79.

https://doi.org/10.1007/s10826-017-0872-8

Colaizzi, P. R. (1973). Reflection and research in psicology. Dubugue:

Kendall/Hunt.

Coleman, J., Butcher, J., & Carson, R. (1980). Abnormal Psychology And Modern Life (6th ed.). New York USA: Scott, Foreman and Company.

Creswell, J. W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design:

Choosing Among Five Traditions. USA: Sage Publications Inc.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, California:

SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-

(15)

234 7.2

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan (Edisi ke-3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Daulay, H. P., & Pasa, N. (2013). Pendidikan Islam dalam Lintasan Sejarah. Jakarta: Kencana.

Daulay, N., Ramdhani, N., & Hadjam, N. R. (2018). Proses Menjadi Tangguh Bagi Ibu yang Memiliki Anak dengan Gangguan Spektrum Autis. Humanitas, 15(2), 96–114.

Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus.

Yogyakarta: Psikosain.

Dhahir, D. F. (2017). Pola Asuh Orang Tua Terhadap Akses Televisi Anak di Indonesia Parenting Patterns for Children in Accessing Television in Indonesia. Jurnal Pekommas, 2(1), 65–74.

Diener, E. (2009). The science of subjective well-being. New York:

Springer.

Donny. (2005). Fenomenologi dan Hermeneutika: sebuah Perbandingan.

Dwijosudarmo, E. H. (1995). Teori Kebenaran Fenomenologis. Jurnal Filsafat.

Eid, M., & Larsen, R. J. (2008). The science of subjective well-being.

New York: The Guilford Press.

Elliston, F. (1992). “The Logical Structure of Islamic Theology.” In Antology of Islamic Studies. Montreal McGill: Indonesia IAIN Development Project.

Erlanti, M. S., Mulyana, N., & Wibowo, H. (2015). Teknik Parenting dan

(16)

235 Pengasuhan Anak Studi Deskriptif Penerapan Teknik Parenting di Rumah Parenting Yayasan Cahaya Insan Pratama Bandung. In RISET & PKM (Vol. 3, pp. 155–291).

Etikawati, A. I., Siregar, J. R., Widjaja, H., & Jatnika, R. (2019).

Mengembangkan Konsep dan Pengukuran Pengasuhan dalam Perspektif Kontekstual Budaya Developing Concept and Measurement of Parenting in Cultural Contextual Perspective.

Buletin Psikologi, 27(1), 1–14.

https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.41079

Faisal, N. (2016). Pola Asuh Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital. Jurnal An-Nisa’, IX(2), 121–137.

Fikri, M. T. (2017). Penguatan Nilai Agama pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Melalui Seni Musik. Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam, II(2), 151–164.

Fitriyani, L. (2015). Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak. Jurnal Lentera, XVIII(1), 93–110.

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif: Teori & Praktik.

Jakarta: Bumi Aksara.

Hadi, S. (2017). Pola Pengasuhan Islami dalam Pendidikan Keluarga (Penguatan Peran Keluarga Jamaah Masjid Baitul Abror Teja Timur). Jurnal Tadris, 12(1), 117–133.

Hajaroh, M. (2009). Paradigma, Pendekatan dan Metode Penelitian Fenomenologi. ., 1–21.

Hamzah, & Zaenal, M. S. (2018). Qur’anic Technobraile: Menuju Tunanetra Muslim Indonesia Bebas Buta Baca Alquran. Jurnal

(17)

236 Sosioteknologi, 17(2), 316–325.

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator, 9(1), 163–

180.

Hidayah, N., Tarnoto, N., & Maharani, E. A. (2018). Profil Kebutuhan Pengasuhan Anak pada Pasangan Muda. Jurnal Ilmu Perilaku, 2(2), 89–106.

Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Karyono. (2002). Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Psikologi Undip, 9(1), 1–10.

Hsiao, Y., Higgins, K., & Diamond, L. (2018). Parent Empowerment Respecting Their Voices. TEACHING Exceptional Cildren, 51(1), 43–53. https://doi.org/10.1177/0040059918790240

Husserl, E. (2013). The Idea of Phenomenology: A Translation of Die Idee Der Phanomenologie Husserliana II. Springer Science &

Business Media.

Hyder, D., & Rheinberger, H. J. (2009). Science and the Life-World:

Essays on Husserl’s Crisis of European Sciences. Stanford:

Stanford University Press.

Ihsan, M., Pibiwanto, Y. M., Ramdlaningrum, H., & Putra, J. (2015).

Pedoman Pengasuhan Anak Muhammadiyah. MPS PP Muhammadiyah. Jakarta.

Ishomuddin, & Mokhtar, S. Bin. (2017). Teaching-Learning Model of Islamic Education at Madrasah Based on Mosque in Singapore.

International Journal of Asian Social Science, 7(3), 218–225.

https://doi.org/10.18488/journal.1/2017.7.3/1.3.218.225

(18)

237 Iskandar, E. (2017). Mengenal Sosok Abdullah Nashih Ulwan dan Pemikirannya tentang Pendidikan Islam (Bagian Pertama dari Dua Tulisan). Jurnal Akademia, XIII(1), 50–67.

Jackson, C. B., & Moreland, A. D. (2018). Parental Competency as a Mediator in the PACE Parenting Program’s Short and Long-term Effects on Parenting Stress. J Child Fam Stud, 27, 211–217.

https://doi.org/10.1007/s10826-017-0859-5

Jannah, H. (2010). Bentuk Pola Asuh Orang Tua dalam Menanamkan Perilaku Moral pada Anak Usia di Kecamatan Ampek Angkek.

Pesona PAUD, 1(1).

Jannah, M. (2015). Pola Pengasuhan Orang Tua dan Moral Remaja dalam Islam. Jurnal Ilmiah Edukasi, 1(1), 63–79.

Kartika, R. S. (2011). Pemberdayaan Penyandang Tunanetra Melalui Pendidikan dan Pelatihan (Studi Kasus di Yayasan Mitra Netra dan PSBN Tan Miyat). Jurnal Widyariset, 14(1), 211–220.

Keen, E. (1975). Doing research phenomenologically. Lewisburg, PA:

Bucknell University.

Kemensos. (2011). Standar Nasional Pengasuhan untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Jakarta: Kemensos RI.

Khozin. (2011). School Culture: Instrumen Untuk Membentuk Karakter Peserta Didik. PROGRESIVA, 5(1), 29–38.

https://doi.org/10.1007/978-3-319-74746-0_10

Kurniasari, A. (2015). Kekerasan versus disiplin dalam pengasuhan anak.

Sosio Informa, 1(2), 141–159.

Kurniasari, N. D. (2015). Pola Pembelajaran dan Pengasuhan Pendidikan

(19)

238 Anak Usia Dini di PAUD Madura. Jurnal Komunikasi, IX(2), 113–

119.

Kuswarno, E. (2006). Tradisi Fenomenologi pada Penelitian Komunikasi Kualitatif: Sebuah Pengalaman Akademis. Mediator, 7(1), 47–58.

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi (Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitian). Bandung: Widya Padjadjaran.

Lestariningrum, A., & Utomo, H. B. (2015). Program Parenting untuk Membangun Generasi Berkarakter pada Anak Usia Dini. In Embracing A New Way of Life: Promoting Positive Psychology for Better A Mental Health (pp. 553–563). Surabaya: Universitas

Katolik Widya Mandala.

https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2554.2487

Littlejohn, S. W. (1996). Theories of Human Communication (5th ed.).

Belmont California: Wadsworth Publishing Company.

Macquarrie, J. (1977). Existentialism. New York: Penguin Books.

Madani, Y. (2003). Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam Panduan bagi Orang Tua, Ulama, Guru, dan Kalangan Lainnya. Jakarta:

Pustaka Zahra.

Mahpur, M. (2015). Pembiasaan Perilaku Islami di Sekolah (Studi Multi Kasus di SMA Negeri 1 Trenggalek dan SMA Hasan Munahir Trenggalek).

Maryatun, T. (2016). Pengelolaan Pembelajaran Membaca Permulaan Tulisan Braille Melalui Sistem Mangold Pada Siswa Tunanetra.

Manajer Pendidikan, 10(5), 502–506.

Mentari, P., & Daulima, N. H. C. (2017). Hubungan Pola Asuh Orangtua

(20)

239 dan Harga Diri Anak Jalanan Usia Remaja. Jurnal Keperawatan Indonesia, 20(3), 158–167. https://doi.org/10.7454/jki.v20i3.630 Missiliana, R., & Handayani, V. (2014). Identifikasi Parenting Belief

Pada Remaja dan Orangtua di Kota Bandung: Pendekatan Psikologi Psikologi Indigenous. Jurnal Psikologi, 10(2), 86–94.

Moeryadi, D. (2009). Pemikiran Fenomenologi menurut Edmund Husserl. Jurnalstudi.blogspot.

Montessori, M. (2015). Metode Montessori, Panduan Wajib untuk Guru dan Orangtua Didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. Thousand Oaks, California: Sage Publications.

Mu’ammar, M. N. (2017). Analisis Fenomenologi Terhadap Makna dan Realita. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 13(1), 120–135.

Mubarok, P. P. (2016). Program Pengasuhan Positif untuk Meningkatkan Keterampilan Mindful Parenting Orangtua Remaja. Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 35–50.

Muhtar, J. (2015). Pengembangan Kreativitas Anak Penyandang Cacat Ganda di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu Kalasan Sleman Yogyakarta. -.

Muslih, M. (2004). Filsafat Ilmu (Kajian atas Asumsi Dasar Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan). Yogyakarta: Belukar.

Mussen, & Conger, P. H. (1994). Child Development and Personality, Third edition,. (3, Ed.). New York: Haper Collins Publisher.

(21)

240 Muzammil. (2018). Hakikat dan Konsep Guru Ideal dalam Perspektif Ki Hadjar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, Hamka, dan Maria Montessori Serta Relevansinya dengan Pendidikan Islam Indonesia. In Memperbincangkan Pemikiran Pendidikan Islam dari Idealisme Substantif Hingga Konsep Aktual.

Jakarta: Prenada Media.

Nahlisa, R. M., & Christiani, L. (2015). Buku Braile Sebagai Jembatan Keterbatasan Akses Informasi Siswa Tunanetra Sekolah Luar Biasa Bagian A Dria Adi Semarang. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 4(2).

Nakata, H. (2003). 2003 Educational Cooperation Bases System Construction Project. Implementation Report, Center for Research on International Cooperation in Educational Development (CRICED), University of Tsukuba, Japan.

Nindito, S. (2005). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Konstruksi Makna dan Realitas dalam Ilmu Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 79–94.

Nurhakim, M. (2011). Imam Zarkasyi dan Pembaharuan Pesantren:

Rekonstruksi Aspek Kurikulum, Menejemen dan Etika Pendidikan.

Progresiva, 5(1), 83–96.

Nurhasanah, I., & Solehuddin, M. S. (2013). Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Perempuan, Telaah atas Pemikiran Mohammad Fauzil Adhim. FORUM TARBIYAH, 11(1), 65–78.

Oktaviana, C. L., & Wibisono, A. (2013). Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak pada Pelayanan Panti Asuhan dengan Studi Kasus Ruang Interior. Jurnal Tingkat Sarjana Bidang Senirupa Dan Desain, 1(1), 1–7.

(22)

241 Park, J., & Yoon, J. (2018). A Phenomenological Study of Parenting Stress Among Korean Mothers of Deaf Children. American Annals

of the Deaf, 163(4), 440–462.

https://doi.org/https://doi.org/10.1353/aad.2018.0028

Pavlov, S. V. (2018). The Structure of Parenting Sense of Competency in Parents of Preschool Children. Journal Plus Education, XX(2), 124–

134.

Payne, R. P. (2013). Baumrind’s Authoritative Parenting Style: A Model for Creating Autonomous Writers. Brigham Young University.

Prabandari, K., & Yuliati, L. N. (2016). The Influence of Social Media Use and Parenting Style on Teenagers’ Academic Motivation and Academic Achievement. Journal of Child Development Studies, 1(1), 40–54. https://doi.org/10.29244/jcds.1.01.39-53

Pratiwi, Y. S., & Rachmawati, M. (2016). Perancangan Pusat Komunitas Tunanetra Indonesia dengan Pendekatan Indera. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373520.v5i2.18603 Pujianto, M. B., & Al-Amin, M. (2016). Konsep Pengasuhan Alternatif

Perspektif UU Perlindungan Anak dan Hukum Islam (Studi Kasus Pengalihan Pengasuhan Anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang). Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(2), 1–19.

Purnasari. (2013). Pola Pengasuhan Anak pada Keluarga Petani Melayu di Desa Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 4(1), 31–44.

Putranti, S. D. (2008). Pola Pengasuhan Anak pada Keluarga Karir Ganda. Jurnal Psikosains, II(3), 44–62.

(23)

242 Putranto, B. (2015). Tips Menangani Siswa yang Membutuhkan

Perhatian Khusus. Yogyakarta: Diva Press.

Rahmat, S. T. (2018). Pola Asuh yang Efektif untuk Mendidik Anak di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 10(2), 143–161.

Rahmawati, S. W. (2017a). Holisctic Parenting: Pengasuhan Religius Berlandaskan Konsep Islam. Jurnal Psiko Utama, 5(2), 3–20.

Rahmawati, S. W. (2017b). Holistic Parenting: Pengasuhan Religius Berlandaskan Konsep Islam. Jurnal Psiko Utama, 5(2), 3–20.

Rahmawati, S. W. (2017c). Peran Pengasuhan Holistik Terhadap Altruisme dan Bullying. Jurnal Humanitas, 14(1), 10–25.

Rahmawati, S. W. (2018). Kontribusi Komitmen Beragama Orang Tua Terhadap Pengasuhan Holistik. Humanitas, 15(2), 114–126.

Rakhmawati, I. (2015). Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak.

Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1), 1–18.

Rifa’i, A. A. (2018). Pendidikan Anak dalam Islam: Upaya Mempersiapkan Generasi Masa Depan Berakhlak Mulia.

EDUGAMA: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 4(2), 73–87.

Rochaniningsih, N. S. (2014). Dampak Pergeseran Peran dan Fungsi Keluarga pada Perilaku Menyimpang Remaja. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1), 59–71.

https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2618

Rojas, I. B., Barandiaran, A. A., & Gonzalez, E. O. (2018). Parental Mediation of The Internet use of Primary Students: Beliefs,

(24)

243 Strategies and Difficulties. Comunicar, 26(54), 71–79.

Rudiyati, S. (2010). Pembelajaran Membaca dan Menulis Braile Permulaan pada Anak Tunanetra. Jurnal Jazzi, 9(1), 57–65.

Salamet. (2012). Karakter Peserta Didik Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pelopor Pendidikan, 3, 33–42. Retrieved from http://www.stkippgrismp.ac.id/jurnal-pelopor-pendidikan-2/

Santoso, M. B., & Apsari, N. C. (2017). Pergeseran Paradigma dalam Disabilitas. Intermestic: Journal of International Studies, 1(2), 166–

176. https://doi.org/10.24198/intermestic.v1n2.6

Santoso, S. H., & Erawan, E. (2016). Coping Stress Penyandang Tunanetra Late-Blind. EXPERIENTIA: Jurnal Psikologi Indonesia, 4(1), 23–40. https://doi.org/10.33508/EXP.V4I1.908

Santrock, J. (2007). Perkembangan Anak (7th ed.). Jakarta: Erlangga.

Saputri, D. R. (2013). Proses Pembelajaran Seni Musik Bagi Siswa Tunanetra. Harmonia, 13(1), 37–44.

Sari, A. (2014). Komunikasi dan Pola Asuh Anak Balita-Remaja dalam Keluarga Betawi Jakarta dan Bekasi. Jurnal Aspikom, 2(2), 63–73.

Sari, A. (2015). Model Komunikasi Keluarga pada Orangtua Tunggal (Single Parent) dalam Pengasuhan Anak Balita. Avant Garde, Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 126–145.

Septiani, D., & Nasution, I. N. (2017). Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Bagi Perkembangan Kecerdasan Moral Anak. Jurnal Psikologi, 13(2), 120–125.

Setiawan, H. H. (2014). Pola pengasuhan keluarga dalam proses

(25)

244 perkembangan anak. Jurnal Informasi, 19(3), 284–300.

Setyawati, B., Irawati, A., & Rachmalina, R. (2016). The Trend of Children Growth Aged 0-12 Month and Differences Based on House Condition, Environment Hygiene and Nurturing Behaviour.

Jurnal Penelitian Gizi Dan Makanan, 39(2), 129–136.

Silalahi, K. (2010). Keluarga Indonesia: Aspek dan dinamika zaman. (A.

M. Eko, Ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Silva, A. B. da. (1982). The Phenomenology of Religion as Philosophical Problem. Swiss: CWK Gleerup.

Smith. (2002). Parent Education. In Bornstein (Ed.), Handbook of parenting volume 4 (pp. 389–444). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Smith, Flowers, L. (2009). Interpretative phenomenological analysis:

Theory, method and research. . Los Angeles, London, New Delhi, Singapore, Washington: Sage.

Somantri. (2006a). Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta: Refika Aditama.

Somantri, S. (2006b). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT Refika Aditama.

Sonita, S. (2013). Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua dengan Disiplin Siswa di Sekolah. Konselor, Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 174–

181.

Spiegelberg, H. (1978). The phenomenological movement: A historical introduction. The hague: Matinus Nijhoff.

Spradley, J. P. (1980). The Ethnographic Interview. New York: Rinehart

(26)

245 and Winston.

Steinberg, L. (1993). Adolescence (Third). New York: McGraw Hill Inc.

Steubert, C. (2003). Qualitative research in nursing: Advancing the humanistic imperative. (3rd ed). Lippincott: Philadelphia.

Steven, C. D., & Sawitri, D. R. (2016). BERSYUKUR DI TENGAH SEDIH DAN SENANGKU: (Studi Kualitatif Subjective Well- Being Pada Mahasiswa Tunanetra). Jurnal Empati, 5(3), 439–442.

Stevick, E. L. (1971). An empirical investigation of the experience of anger. In G. W. F. R. Von Eckartsberg (Ed.), Duquesne studies in phenomenological psichology (1st ed., pp. 132–148). Pittsburgh:

Duguesne University Press.

Sudarman. (2014). Fenomenologi Husserl sebagai Metode Filsafat Eksistensial. Al-Adyan, IX(21), 103–113.

Sugiyono. (2016). Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi.

Bandung: Alfabeta.

Sukarman. (2017). Reaktualisasi Konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Perspektif Pendidikan Islam Bagi Generasi Milenial. Progres: Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim, 5(1), 1–24.

Sukesi. (2015). Hubungan Antara Pola Asuh dengan Mental Emosional Anak Usia Prasekolah. Ponorogo: Forikes.

Sumargi, A. M., & Kristi, A. N. (2017). Well-Being Orang Tua, Pengasuhan Otoritatif, dan Perilaku Bermasalah pada Remaja.

Jurnal Psikologi, 44(3), 185–197.

https://doi.org/10.22146/jpsi.25381

(27)

246 Sumargi, A., Sofronoff, K., & Morawska, A. (2015). Understanding Parenting Practices and Parents Views of Parenting Programs: A survey Among Indonesian Parents Residing in Indonesia and Australia. Journal of Child and Family Studies, 24(1), 141–160.

https://doi.org/10.1007/s10826-013-9821-3

Suryaputri, I. Y., & Rosha, B. C. (2016). Relation of Nutritional Status, Parenting Style to Developmental Delay in 2-5 Years Old Child Case Study in Kebon Kalapa District Bogor. Jurnal Ekologi Kesehatan, 15(1), 56–65.

Susilowati, E. (2012). Pola Asuh Orang Tua dan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah. Majalah Ilmiah Sultan Agung, L(126), 89–111.

Syukur, A. (2015). Peran Pengasuh Membentuk Sikap Sosio Emosional Anak (Studi Kasus di Panti Asuhan). Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 2(1), 1–7.

Tarsidi, D. (2012). Mengatasi Masalah-masalah Psikososial Akibat Ketunanetraan pada Usia Dewasa. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(1), 85–97.

Tirta, Susanto, & Atika. (2013). Pengembangan alat peraga Matematika Berbasis Audio pada Pokok Bahasan Keliling dan Luas Segitiga untuk Siswa Tunanetra SLB TPA Jember. Kadikma, 2(1), 103–114.

Tobroni. (2008a). Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam:

Mencari Format Baru Manajemen yang Efektif di Era Globalisasi.

SOSIO-RELIGIA, 7(3), 829–851.

Tobroni. (2008b). Spiritualitas sebagai Paradigma Perdamaian dalam Keberagaman. Jurnal Ilmiah Bestari, XXI(39).

(28)

247 Tobroni. (2014). Prophetic Character Transformation for Development of Peace Culture in the School in Indonesia. Journal of Education and Practice, 5(32), 111–117.

Tobroni. (2015). Spiritual Leadership: A Solution of The Leadership Crisis in Islamic Education in Indonesia. British Journal of Education, 3(11), 40–53. Retrieved from www.eajournals.org Tobroni. (2018). Character Formation Of The Good Deeds Through

Transformative Fashionable Sufism Human Resources Development Model of Muslim in PT Telkom Indonesia. European Journal of Training and Development Studies, 5(4), 26–44.

Retrieved from www.eajournals.org

Ulwan, A. N. (2012). Tarbiyatul Aulad Fil Islam. Solo: Insan Kamil.

Ulya, E., Budiono, I., & Mardiana. (2014). Efektivitas Media Booklet Braille dalam Meningkatkan Pengetahuan Gizi pada Anak Tunanetra. Unnes Journal of Public Health, 3(4), 48–55.

https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ujph.v3i4.3888

Ünlü, E., Vuran, S., & Diken, İ. H. (2018). Effectiveness of Discrete Trial Training Program for Parents of Children with Autism Spectrum Disorder. International Journal of Progressive Education, 14(3), 12–32. https://doi.org/10.29329/ijpe.2018.146.2

Usmarni, L., & Rinaldi. (2014). Perbedaan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak pada Etnis Minang Ditinjau dari Tingkat Pendapatan. Jurnal RAP UNP, 5(1), 43–52.

Waardenburg, J. (1973). Classical Approaches to The Study of Religion.

Mouton, Paris: The Hague.

(29)

248 Wahyuni, S., Desyanty, E. S., & Redjeki, E. S. (2018). Peningkatan Kompetensi Pengasuh Melalui Pelatihan Pengasuhan Ramah Anak pada Taman Penitipan Anak. ABDIMAS PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 193–204.

Weiss, A. S. (1983). “Marleau-Ponty’s Interpretation of Husserl Phenomenological Reduction, dalam Philosophy Today, vol. xxvii, no. 4.

Wibowo, A., & Saidiyah, S. (2013). Proses Pengasuhan Ibu Bekerja.

Jurnal Psikologi Integratif, 1(1), 105–123.

Widi, R. K. (2010). Asas Metodologi Penelitian (Sebuah Pengenalan dan Penuntun Langkah demi Langkah Pelaksanaan Penelitian.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Widiasari, Y., & Pujiati, D. (2017). Pengasuhan Anak Usia Dini bagi Orang Tua Pekerja. Jurnal Indria, II(2), 68–77. Retrieved from http://journal.umpo.ac.id/index.php/indria/index

Wignjosoebroto, S. (1997). Pengolahan dan Analisa Data. In Koentjaraningrat (Ed.), Metode-Metode Penelitian Masyarakat.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wirawan, I. B. (2014). Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma (Fakta Sosial, Definisi Sosial dan Perilaku Sosial). Jakarta: Prenadamedia Group.

Wong, D. F. K., Ng, T. K., Priscilla, Chung, M. L., & Choi, J. (2018).

Evaluating the Effectiveness of a Group CBT for Parents of ADHD Children. J Child Fam Stud, 27, 227–239.

https://doi.org/10.1007/s10826-017-0868-4

(30)

249 Yusuf. (2011). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

(31)

250 IDENTITAS PENULIS

Dr. Cand. Imam Rohani, M.Pd.I. lahir di OKU Timur, 17 Februari 1988. Alumnus IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo (2010) memperoleh predikat cumlaude di lima semester akhir secara berurutan di Prodi Syari’ah Jurusan Mu’amalah jenjang S1.

Program Magister ditempuh di Institut Sunan Giri Ponorogo (2014).

Pengalaman pekerjaannya menjadi guru dimulai sejak usia SMA tahun 2004 di TPA Al-Hidayah Martapura.

Tahun 2011 menjadi guru di MTs Muhammadiyah 7 Bungkal. Tahun 2015 menjadi guru di SD Muhammadiyah 3 Ponorogo. Tahun 2014 diangkat menjadi Dosen tetap IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo hingga sekarang, dan tahun 2018 ia dipercaya sebagai Sekretaris Prodi PAI di Kampus yang sama. Tahun 2017 ia mendapat Beasiswa S3 di Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan oleh MoRA. Beberapa kontribusi akademiknya tersebar di Jurnal Terakreditasi, non Akreditasi dan Prosiding Internasional. Buku ini adalah karya kelima penulis, di antara beberapa karya bukunya: Memperbincangkan Pemikiran Pendidikan Islam (Sebagai Kontributor, diterbitkan Prenada Media Grup, 2018); Antologi Cerpen (Penerbit Calina Media, 2019); Antologi Pantun (Penerbit Deepublish, 2020); Antologi Puisi (Penerbit Calina Media, 2020); Sejarah Peradaban Islam (Penerbit Calina Media, 2020). Saat ini menikmati hidup bersama keluarga tercinta di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Penulis dapat dihubungi melalui [email protected].

Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si. Lahir di Blitar, 06 Oktober 1965. Guru besar bidang Ilmu Filsafat pendidikan Islam Fakultas Agama Islam, Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang dan Dosen di Program Doktor UIN Malang. Tahun 2008 menjadi Research Fellow di Centre for Civilizational Dialogue University of Malaya Malaysia; tahun 2009–2010 menjadi Visiting Professor di University of Malaya Malaysia. Gelar doktornya diraih dari

(32)

251 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Memperoleh certificate dalam bidang Methodology of Arabic Teaching dari Leipzig University Jerman (2003); certificate on Education System in Europe di Hamburg University Jerman (2003), dan certificate on Higher Education Leadership and Management di McGill University Canada (2006). Melakukan visiting academic and collaboration dengan beberapa universitas di luar negeri seperti Malaysia, Australia, Singapura, Thailand, Saudi Arabia dan China, Vietnam dan Kamboja.

Menulis beberapa buku antara lain: Islam Pluralisme Budaya dan Politik (SI Press), The Spiritual Leadership Pengefektifan Organisasi Noble Industri Melalui Pendekatan Spiritual Etis (UMM Press); Metodologi Penelitian Sosial-Agama (Remaja Rosda Karya Bandug); Rekonstruksi Pendidikan Agama untuk Membangun Etika Sosial dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, (UMM Press);

Relasi kemanusiaan dalam Keberagamaan: Membangun Etika Sosial Melalui Pendidikan (Putra Karya Dewanti Bandung); Dinamika Hubungan Antara Etnik dan Agama di Indonesia: Kasus Jawa Timur (Centre For Civilisational Dialogue University of Malaya). Aktifitas lainnya antara lain: Menjadi Asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN PT); Staf Ahli di Spiritual Capital Management (SCM) PT Telkom Pusat; Asesor Sertifikasi dosen Kopertais IV Jawa Timur; External Examiner University of Malaya (UM) Malaysia; dan external assessor di International Islamic University Malaysia (IIUM). Saat ini beliau menjadi Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis dapat dihubungi melalui [email protected].

Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si, lahir di Lamongan, menekuni bidang Sosiologi

“masyarakat” Islam. Sebuah disiplin yang mencakup di dalamnya budaya, tradisi, sosial, pendidikan, dan politik Islam. Bidang ini terkesan “omnibus’ luas dalam cakupannya.

Akhir-akhir ini Ishomuddin lebih fokus pada

“masyarakat” Islam dalam memahami Islam itu sendiri. Jika Islam yang selama ini dipelajari/

didengar oleh masyarakat Islam dengan menggunakan paradigma Bayani (teks), dan Burhani (filosofis- pemikiran), maka Ishomuddin bergerak kepada peradigma Irfani (ta’wil-ilham-qalb). Disiplin ini mengurai perbedaan sudut pandang mengenai ultimate goal Islam dan metode-mentode untuk

(33)

252 mencapainya oleh sebagian besar masyarakat Islam yang terkungkung dalam teks-tafsir dan filosofi-pemikiran dengan ta’wil- ilhami-qalb dalam tradisi sebelum lima belas abad yang lalu di masa Rasulullah SAW. Disiplin ini berusaha mengembalikan pemahaman Islam pada religious experience dalam studi agama bukan melalui buku-buku yang ditulis oleh para intelektual klasik maupun modern sejak Rasulullah wafat. Sebagai contoh pengetahun yang hakiki

“substansi” manusia hendaknya dipelajari sebagaimana pengertian tentang ruh. Masyarakat Islam dapat membedakan semisal “spirit”,

“ruh” dan “ruh” dari Tuhan, dhahir dan lahir. Ruh yang sering diucapkan masyarakat adalah disitilahkan sebagai ‘noetic’ atau spirit, bukan dalam artian agama, seperti spirit of Islam. Tetapi Ruh yang dikaruniakan Tuhan bukan sembarang ruh/jiwa, melainkan Ruh Yang Suci (Ruhul Quddus). Dalam kajian ilmiah, psikologi Barat menganggap bahwa hakikat manusia itu buruk (Psikoanalisa), netral (Psikologi Perilaku), baik (Psikologi Humanistik), dan potensial (Psikologi Tanspersonal). Sedang dalam psikologi Islam adalah membedakan antara tubuh manusia (the body of human/jasadi- jasmani), manusia (human/insani-nafsani), dan yang menyempurnakan kejadian manusia (perfecting human/ruhani- nurani). Gagasan “holisme” dalam kesehatan adalah melibatkan bio- psiko-sosio-spiritual. Kesehatan spiritual, kadang-kadang tidak melibatkan Tuhan. Hal ini berbeda dengan “ruh” yang justeru wajib melibatkan Tuhan, karena berasal dari Tuhan dan hendak kembali kepada Tuhan. Ternyata, spritualitas itu masih menggunakan basis material (sarat otak atau neososains dan kode jantung/heart’s code) bisa dengan/tanpa Tuhan; sedang ruh yang basisnya non-material (rasa), justeru wajib dengan Tuhan. Dalam prinsip bio-psiko- sosio,spiritual, maka ruh disebut sebagai inner-spirit, sedangkan rasa adalah the real inner-spirit. Jadi ruh (alam atas sadar) adalah pusat diri, sedangkan ‘rasa’ (sumber alam atas sadar) adalah inti pusat diri.

Selain itu tiga cara pandang lain: Pertama, dimensi ‘tubuh manusia’

yang dapat diobati oleh dokter (dawa). Kedua, dimensi ‘manusia’

untuk disembuhkan (syifa’). Ketiga dimensi yang menyempurnakan kejadian manusia (ruh) untuk diselamatkan (syafa’). Muncul trilogi;

dawa-syafa’-syafa’. Dua acara pandang yang terakhir (syifa’ dan syafa’) adalah ranah Tuhan bukan ranah manusia (dokter). Seperti sebuah piramida, level terbawah adalah mengobati, level di atasnya adalah menyembuhkan, dan level paling atas adalah menghidupkan dan mematikan. Dalam mendukung disiplin sebagai ahli Sosiologi

(34)

253 Masyarakat Islam, Ishomuddin telah menulis buku sejumlah 25 judul dan 175 buah model yang sebagian besar tentang kajian irfani.

Semua karya tersebut telah di-HKI-kan sehingga ia memperolah sejumlah 200 HKI. Seorang dosen yang memiliki HKI terbanyak di Indonesia yang mengantarkan Ishomuddin memperoleh penghargaan Musium Record Dunia-Indonesia (MURI) pada tahun 2019. Penulis dapat dihubungi melalui [email protected].

Dr. H. Khozin, M.Si. Dr. H. Khozin, M.Si., Lahir di Lamongan 6 April 1963. Gelar sarjana diperoleh dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel (1991). Gelar Magister di jurusan sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (1993). Gelar doktor di ilmu pendidikan dengan keahlian Integrasi Sains dan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2015).

Berpengalaman banyak melakukan kunjungan luar negeri seperti Cambodia, Vietnam, USA, Belanda, Jerman, dan Perancis. Selain sebagai pengajar dan pakar di idang integrasi sains dan Islam di Universitas Muhammadiyah Malang saat ini dia diamanahi sebagai kepala UPT-P2KK (2015- sekarang). di Muhammadiyah ia adalah sebagai wakil ketua PDM Malang, pembina Majelis pendidikan dasar dan menengah kota malang (2005-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui [email protected].

(35)

254 Sinopsis Buku

Keberhasilan dalam pengasuhan terhadap anak tunanetra tidak terlepas dari pola asuh yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penanaman nilai-nilai Islam kepada anak memerlukan keterampilan khusus disertai kesabaran dan ketelatenan. Buku ini mendeskripsikan pendidikan agama Islam dengan model pengasuhan dan pemaknaannya di Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo.

Teori pengasuhan anak Diana Baumrind dan teori pendidikan anak dalam Islam oleh Abdullah Nashih Ulwan digunakan untuk menganalisis praktik pendidikan agama Islam untuk pengasuhan anak tunanetra di Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo. Hasil analisis menunjukkan suatu penegasan sekaligus kritik dan memberi solusi terhadap teori pengasuhan anak oleh Diana Baumrind. Penelitian ini juga menguatkan teori pendidikan anak dalam Islam oleh Abdullah Nashih Ulwan sehingga meneguhkan temuan model pengasuhan anak. Penelitian menyimpulkan bahwa model pengasuhan yang diterapkan oleh pengasuh di dalam panti asuhan tunanetra lebih didominasi oleh pola pengasuhan authoritative dari pada model pengasuhan permissive dan authoritarian.

Pengasuhan authoritative cukup efektif menghasilkan output pengasuhan dengan prestasi yang membanggakan, kemandirian, serta mengedepankan aspek religiusitas. Pengasuhan di panti tunanetra menggunakan beberapa metode, instrumen, prinsip-prinsip seperti prinsip kasih sayang, disiplin, kemandirian, dan menerapkan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

Pemaknaan yang dapat disimpulkan adalah bahwa anak tunanetra yang diasuh dengan menggunakan pola authoritative akan menjadi lebih baik. Model pengasuhan authoritarian dikonotasikan negatif dan mengakibatkan hasil output yang buruk, namun di sisi lain dapat memotivasi anak tunanetra lain yang memiliki dasar kemampuan yang lebih. Penelitian ini menemukan dua proposisi: Pertama, model pengasuhan authoritarian di satu sisi berdampak pada turunnya kepercayaan diri dan mentalitas anak dan pada sisi lain memacu motivasi anak tunanetra. Kedua, Pola asuh anak tunanetra akan berhasil secara optimal jika yang menjadi patokan adalah fleksibelitas kontrol dan responsivitas pengasuh, bukan pada pola pengasuhannya. Penelitian ini menemukan suatu model pengasuhan flexibility and adaptability of Islamic parenting style.

Gambar

Tabel 1  Model Pengasuhan dan Pengaruhnya Terhadap Anak    68  Tabel 2  Jadwal Pelajaran2019/2020 Panti Asuhan Tunanetra
Gambar 1  Kerangka Pikir  16

Referensi

Dokumen terkait

Pembimbing Skripsi saudara Mawardi , NIM: 40400112026, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan pada Fakultas Adab dan Humaniora, setelah dengan saksama meneliti dan mengoreksi

jamur fitopatogen tanaman kopi Rosselinia bunodes (penyebab penyakit akar hitam) dan Phellinus lamaoensis (penyebab penyakit akar coklat) serta dilakukan fraksinasi senyawa

Mengetahui Pengaruh Hasil Belajar Mata Kuliah Keahlian Pilihan Terhadap Kesiapan Pelaksanaan Riset Agroindustri Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi

Abstract — in this research we examine aspects of the interdependence between economic development and the use of environmental and natural resources assets from global

Siswa cenderung kepada mata pelajaran yang di-UN kan, metode yang digunakan guru dalam mengajar pada umumnya lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab,

etnobotani, pengumpulan sampel dan analisis laboratorium senyawa fitokimia dan aktivitas inhibisi terhadap α -glukosidase. Bahan yang diujikan aktivitasnya adalah

Panitia Pengadaan Barang / Jasa Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nelly Marissa (2012) menunjukkan jumlah anggota keluarga penderita TB paru dalam satu rumah sebagian besar lebih