• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... PERNYATAAN ORISINALITAS... KATA PENGANTAR... ABSTRAK...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... PERNYATAAN ORISINALITAS... KATA PENGANTAR... ABSTRAK..."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian... 7

1.4 Kegunaan Penelitian ... 8

1.5 Sistematika Penulisan ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori ... 11

2.1.1 Teori tradisional Turnover Intention ... 11

2.1.2 Turnover Intention ... 11

2.1.3 Ketidakamanan Kerja ... 14

2.1.4 Kepuasan Kerja ... 17

2.1.5 Komitmen Organisasional ... 20

2.2 Hipotesis Penelitian ... 22

2.2.1 Pengaruh Ketidakamanan Kerja terhadap Turnover Intention ... 22

2.2.2 Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention ... 23

2.2.3 Pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Turnover Intention ... 24

2.3 Model Konseptual ... 25

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 26

3.2 Lokasi Penelitian ... 26

3.3 Objek Penelitian ... 26

3.4 Identifikasi Variabel ... 26

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 27

(2)

3.5.2 Ketidakamanan Kerja ... 28

3.5.3 Kepuasan Kerja ... 29

3.5.4 Komitmen Organisasional ... 31

3.6 Jenis dan Sumber data ... 32

3.6.1 Jenis Data ... 32

3.6.2 Sumber Data ... 32

3.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 33

3.8 Metode Pengumpulan data ... 34

3.9 Pengujian Instrumen Penelitian ... 35

3.9.1 Uji Validitas ... 35

3.9.2 Uji Reliabilitas... 35

3.10 Teknik Analisis Data ... 35

3.10.1 Analisis Regresi Linier berganda ... 35

3.10.2 Uji Asumsi Klasik ... 36

3.10.3 Uji Simultan (Uji Statistik F) ... 38

3.10.4 Uji Parsial (Uji Statistik T)... 39

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum ... 40

4.1.1 Sejarah Singkat Grand Mirage Resort & Thalasso Bali ... 40

4.1.2 Struktur Organisasi ... 41

4.1.3 Deskripsi Jabatan Masing-masing Departemen ... 41

4.2 Karakteristik Responden Penelitian ... 47

4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Masa Kerja, Pendidikan Terakhir... 47

4.3 Hasil Pengujian Instrumen Penelitian ... 48

4.3.1 Uji Validitas ... 48

4.3.2 Uji Reliabilitas ... 49

4.4 Dekripsi Variabel penelitian... 49

4.4.1 Deksipsi Variabel Ketidakamanan Kerja ... 50

4.4.2 Deksipsi Variabel Kepuasan Kerja ... 51

4.4.3 Deksipsi Variabel Komitmen Organisasional ... 53

4.4.4 Deksipsi Variabel Turnover Intention ... 54

4.5 Analisis Regresi Linier Berganda ... 55

4.6 Uji Asumsi Klasik ... 57

4.7 Uji Signifikan Simultan (Uji Statistif F)... 59

4.8 Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik T) ... 60

4.9 Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

4.9.1 Pengaruh Ketidakamanan Kerja terhadap Turnover Intention ... 61

4.9.2 Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention ... 63

4.9.3 Pengaruh Komitmen Organisaional Kerja terhadap Turnover Intention ... 64

(3)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan... 66

5.2 Saran ... 67

5.2.1 Bagi perusahaan... 67

5.2.1 Bagi Akademis ... 68

DAFTAR RUJUKAN ... 69

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 76

(4)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

1.1 Data Turnover Grand Mirage Resort & Thalasso Bali ... 6

3.1 Distribusi Populasi dan Sampel ... 34

4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Masa Kerja, Pendidikan Terakhir ... 47

4.2 Hasil Uji Validitas... 48

4.3 Hasil Uji Reliabilitas ... 49

4.4 Kreteria Pengukuran Deskripsi Variabel Penelitian ... 50

4.5 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Ketidakamanan Kerja... 50

4.6 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Kepuasan Kerja ... 52

4.7 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Komitmen Organisasional ... 53

4.8 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Variabel Turnover Intention ... 54

4.9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 55

4.10 Hasil Uji Normalitas ... 57

4.11 Hasil Uji Multikolenieritas ... 58

4.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 59

4.13 Hasil Uji F ... 60

(5)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

2.1 Model Konseptual ... ... 25 4.1 Struktur Organisai Grand Mirage Resort & Thalasso Bali... ... 85

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1. Kuesioner ... 76

2. Tabolasi pengaruh ketidakamanan kerja, kepuasan kerja dan Komitmen organisasional terhadap turnover intention pada Grand Mirage Resort & Thalasso Bali ... 81

3. Struktur Organisasi Grand Mirage Resort & Thalasso Bali ... 85

4. Hasil Uji Validitas... 86

5. Hasil Uji Reliabilitas ... 88

6. Hasil Statistik Deskriptif ... 91

7. Hasil Uji Regresi Linier Berganda ... 95

8. Hasil Uji Asumsi Klasik ... 96

(7)

Judul : Pengaruh Ketidakamanan Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention pada Grand Mirage Resort & Thalasso Bali

Nama : Made Yogi Prabawa Nim : 1306205187

Abstrak

Turnover intention merupakan suatu keadaan dimana karyawan memiliki niat yang dilakukan secara sadar untuk mencari suatu pekerjaan lain sebagai alternatif di organisasi yang berbeda. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapat masalah mengenai tingginya niat keluar dari perusahaan yang dipengaruhi oleh ketidakamanan kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketidakamanan kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasional Lokasi penelitian ini adalah Grand Mirage Resort & Thalasso Bali. Jumlah sampel yang diambil adalah 93 orang karyawan, dengan metode proporsional random sampling. Metode penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh atau juga disebut dengan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda.

Hasil analisis regresi linear berganda mengindikasikan bahwa ketidakamanan kerja berpengaruh positif terhadap turnover intention, hasil analisis juga menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap turnover intention dan hasil analisis juga menunjukan bahwa komitmen organisasional berpengaruh negatif terhadap turnover intention.

Saran bagi perusahaan sesuai dengan hasil analisis deskriptif pada penelitian ini terkait variabel ketidakamanan kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasional dan turnover intention adalah perusahaan diharapkan mampu memperhatikan segala keluhan dari karyawannya dan terus menjaga hubungan yang baik antar karyawan.

Kata Kunci: Ketidakamanan Kerja, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional dan Turnover Intention

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara maupun lokal untuk berkunjung. Sangat menjanjikan untuk berbisnis di Bali terutama dalam bidang pelayanan jasa seperti hotel dan villa, namun persaingan juga akan semakin ketat dengan berkembangnya jaman, sehingga sangat dibutuhkan kesiapan dalam bersaing agar perusahaan dapat selalu berkembang. Sumber daya manusia adalah salah faktor yang dapat mempengaruhi peerkembangan perusahaan, sehingga sumber daya manusia suatu perusahaan perlu diperhitungkan kelanjutannya guna menjaga kestabilan organisasi yang terjadi di dalamnya, untuk menjaga karyawan agar tetap bekerja dengan baik makakesejahteraan karyawan haruslah tetap menjadi perhatian suatu perusahaan (Cao, 2013). Kegagalan mengelola sumber daya manusia dapat mengakibatkan timbulnya gangguan dan pencapaian tujuan dalam organisasi, baik dalam kinerja, profit, maupun kelangsungan hidup organisasi itu sendiri (Rayadi, 2012).

Hermawan (2012) mengatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor terpenting dalam suatu perusahaan, maka sudah semestinya SDM menjadi perhatian bagi perusahaan agar dikelola dengan sebaik mungkin sehingga meningkatkan kebutuhan perusahaan agar lebih responsive, fleksibel, kompetitif dan inovatif. Ardana dkk. (2012:3) menyatakan bahwa sumber daya

(9)

manusia adalah harta atau aset yang paling berharga dan yang paling penting dimiliki oleh suatu oerganisasi, Karena keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh unsur manusia. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai maka perusahaan harus memperhatikan dan memelihara para pekerjanya dengan baik agar pekerja yang memiliki kualifikasi yang baik di dalam perusahaan tidak memiliki keiinginan untuk pindah bahkan meninggalkan perusahaan (turnover intention) karena kurang mendapat perhatian dari perusahaan.Green et al. (2013) turnover intention merupakan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, sikap emosional karyawan akan berpengaruh terhadap intensi keluar.

Waspodo, dkk. (2013) Turnover intention merupakan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dan mencoba untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik dari sebelumnya. Penurunan kinerja seorang karyawan dalam sebuah organisasi dapat disebabkan oleh Turnover intention, dimana hal tersebut dapat dipengaruhi oleh bermacam – macam variabel yang terdapat dalam organisasi tersebut (Lambert et al., 2006). Turnover intention merupakan satu masalah besar yang harus dihadapi oleh perusahaan, banyaknya karyawan yang keluar dari perusahaan akan menyebabkan semakin tingginya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengrekrut ulang karyawan dan biaya pelatihan kembali (Cohen & Ronit, 2007). Turnover intention karyawan dapat dilihat dari beberapa indikasi, yaitu: absensi yang meningkat, mulai malas berkerja, naiknya keberanian untuk melanggar tata tertib kerja, keberanian untuk menentang atau protes kepada atasan, perilaku positif yang sangat berbeda dari biasanya (Nasution, 2009).

Dampak negatif turnover adalah dampak terhadap biaya organisasi yang berkaitan

(10)

dengan rekrutmen, seleksi, serta pelatihan personil baru, ditambah lagi turnover dapat menyebabkan penurunan efektivitas dan produktifitas kinerja karyawan karena telah kehilangan rekan kerjanya (jha, 2010). Minanti et al. (2015) menyatakan bahwa turnover intention dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu job insecurity, komitmen organisasional, dan kepuasan kerja.

Keamanan kerja menjadi sebuah jaminan kerja yang sangat penting, sehingga karyawan yang merasa aman dan tidak terancam dalam bekerja akan menikmati kepuasan kerja yang sangat tinggi sehingga kecil kemungkinannya untuk berkeinginan pindah pekerjaan (Utama, dkk., 2015). Itensi keluar diklarifikasikan kedalam dua bagian, yaitu itensi yang tidak dapat dicegah dan itensi yang tidak diinginkan (Kumar dan Singh, 2011). Intensi keluar yang tidak dapat dicegah biasanya terjadi karena umur karyawan sudah didalam katagori pensiun, atau karena mengalami penyakit, sedangkan intensi keluar yang tidak diinginkan disebabkan oleh rasa yang kurang nyaman didalam organisasi, kurangnya kompetensi dari karyawan tersebut didalam menjalankan tugas, hubungan yang kurang baik dengan rekan kerja ditempat kerja (Manuel dan Rahyuda, 2015)

Ketidakamanan kerja juga akan memberikan dampak pada kesehatan karyawan dan tingkat kinerja karyawan, ketika ketidakamanan kerja tinggi akan menyebabkan turunnya kesehatan dan kinerka karyawan (Elst et al., 2012).

Setiawan dan Hadianto (2010) menyatakan ketidakamanan kerja sebagai atmosfer bagi ketenagakerjaan dan akan member dampak yang luas secara langsung terhadap karyawan baik dari sisi psikologis maupun dari sisi fisiologis. Beberapa

(11)

perilaku karyawan yang dapat ditimbulkan dari adanya ketidakamanan kerja yaitu komitmen efektif, ketika ketidakamanan kerja tinggi maka komitmen efektif karyawan akan menurun, kepuasan kerja karyawan juga akan menurun, dan meningkatnya niat karyawan untuk mencari pekerjaan baru karena ketidakamanan kerja yang dirasakan karyawan (Ito et al., 2007)

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja (Johartono dan Retnaningtyas, 2013). Karyawan dalam suatu perusahaan yang memiliki kepuasan kerja akan cenderung lebih produktif, memberikan konstribusi terhadap sasaran dan tujuan organisasi serta memiliki keinginan yang rendah untuk keluar dari perusahaan (Harter et al., 2002).

Swaminathan (2013) menyatakan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan mempengaruhi kualitas kerja karyawan, dimana akan memiliki pengaruh yang baik terhadap pencapain tujuan perusahan.Kepuasan kerja yang lebih tinggi dihubungkan dengan turnover karyawan yang rendah sebaliknya jika kepuasan kerja karyawan rendah sebaliknya jika kepuasan kerja karyaawan rendah maka turnover karyawan cenderung menjadi lebih tinggi. Seseorang yang tidak puas terhadap pekerjaannya cenderung mencari tempat kerja lain, dengan harapan tempat kerja yang baru akan memenuhi kepuasannya (Mangkunegara, 2009).

Salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan turnover intention adalah komitmen organisasional. Komitmen organisasional didefinisikan sebagai kondisi psikologis yang dirasakan oleh anggota organisasi yang dapat dilihat berdasarkan loyalitas, dan fokus terhadap tujuan yang ditetapkan oleh organisasi

(12)

(Crow et al., 2012). Karyawan yang tidak puas dengan aspek-aspek pekerjaannya dan tidak memiliki komitmen terhadap organisasinya akan cenderung mencari pekerjaan pada organisasi lainnya (Andini, 2006). Azeem (2010) menyatakan bahwa keberhasilan suatu organisasi dalam mengejar kualitas tidak hanya tergantung pada bagaimana organisasi mengembangkan kompetensi karyawannya, namun juga pada bagaiana organisasi meningkatkan komitmen karyawannya, baik komitmen pada pekerjaan maupun komitmen pada arahan atasan.

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya pada sepuluh karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso Bali, diantaranya delapan karyawan kontrak menyatakan keinginannya untuk keluar dari perusahaan yang disebabkan oleh ketidakamanan kerja, karena karyawan menganggap ketidakstabilan status kepegawaian mengakibatkan tingkat pendapatan yang tidak bisa diramalkan yang menyebabkan adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan. Faktor kedua selain job insecurity adalah kepuasan kerja, ketika kepuasan karyawan di dalam perusahaan tersebut tidak dapat dipenuhi maka karyawan memiliki niat untuk keluar dari perusahaan. Faktor yang terakhir yang dapat mempengaruhi tingginya turnover intention adalah komitmen organisasi dengan adanya komitmen organisasional yang tinggi maka akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan, sehingga karyawan yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan akan cenderung menetap pada perusahaan sebaliknya jika komitmen organisasional dalam perusahaan rendah maka karyawan cenderung berkeinginan untuk keluar dari perusahaan.

(13)

Tingginya perputaran karyawan kontrak pada Grand Mirage Resort &

Thalasso Bali menunjukan angka diatas batas normal.Gillies (1989) menyatakan perputaran karyawan dikatakan normal berkisar antara 5 – 10 persen per tahun dan dikatakan tinggi apabila lebih dari 10% per tahun. Berdasarkan hasil wawancara dengan Human Resources Development (HRD) didapatkan data perputaran karyawan periode 2013 – 2015 sebagai berikiut :

Tabel 1.1 Data Turnover Karyawan Kontrak Grand Mirage Resort &

Thalasso Bali periode 2013-2015

Tahun Junlah karyawan

Karyawan masuk

Persentase karyawan

masuk (%)

Karyawan keluar

Persentase karyawan

keluar (%)

2013 135 9 6,67 14 10,37

2014 130 7 5,38 15 11,53

2015 122 10 8,19 13 10,65

Sumber : HRD Grand Mirage Resort & Thalasso Bali, 2017

Berdasarkan Tabel 1.1 diatas dapat dikatakan bahwa tingkat perputaran karyawan kontrak pada Grand Mirage Resort & Thalasso Bali menunjukan angka dibatas normal. Tingkat tertinggi perputaran karyawan terjadi pada tahun 2014 dimana sebanyak 15 orang yang keluar dari perusahaan, dengan tingginya persentase karyawan yang keluar maka Grand Mirage Resort & Thalasso Bali harus lebih memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan keluarnya karyawan yang di tandai dengan adanya niat karyawan untuk keluar dari perusahaan (turnover intention)

(14)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan bukti emperis dan hasil sebelumnya yang telah diungkapkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1) Bagaimana pengaruh ketidakamanan kerja terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso

Bali ?

2) Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso Bali ?

3) Bagaimana pengaruh komitmen organisasional terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso

Bali ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Untuk mengetahui pengaruh ketidakamanan kerja terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso

Bali.

2) Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort & Thalasso Bali.

(15)

3) Untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasional terhadap turnover intention pada karyawan kontrak Grand Mirage Resort &

Thalasso Bali.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, diharapkan akan muncul kegunaan penelitian sebagai berikut :

1) Kegunaan teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi bagi peneliti selanjutnya mengenai pengaruh ketidakamanan kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention.

Penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi dibidang ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya dalam aspek turnover intention karyawan.

2) Kegunaan praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran, pemahaman, sebagai pertimbangan evaluasi kinerja dan menyumbangkan pemikiran bagi perusahaan dalam menentukan kebijakannya khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia.

(16)

1.5 Sistematika Penelitian

Untuk mendapatkan gambaran mengenai penelitian ini, maka penyajiannya disusun dalam beberapa bab secara sistematis sehingga antara bab yang satu dengan lainnya mempunyai hubungan yang erat. Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II : Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Bab ini menguraikan tentang kajian pustaka dan teori-teori yang berkaitan dengan ketidakamanan kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasional dan turnover intention. Pada bab ini juga menguraikan beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini dan hipotesis penelitian.

BAB III : Metode Penelitian

Bab ini menguraikan tentang desain penelitian, lokasi penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV : Data dan Pembahasan hasil Penelitian

Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum perusahaan, karakteristik responden, deskripsi dari masing-masing variable yang

(17)

diteliti, hasil dari pengolahan data penelitian, serta menguraikan mengenai pembahasan hasil penelitian.

BAB V : Simpulan dan Saran

Bab ini menguraikan mengenai simpulan dari hasil pembahasan penelitian dan saran-saran yang sesuai dengan hasil penelitian untuk penelitian selanjutnya.

Gambar

Tabel 1.1 Data Turnover Karyawan Kontrak Grand Mirage Resort &

Referensi

Dokumen terkait

1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan farmasi di BEI periode 2012-2015. 2) Untuk mengetahui signifikansi

perusahaan yang baru diterapkan (Herni, 2012). Motivasi peneliti melakukan penelitian mengenai “Pergantian Manajemen Sebagai Pemoderasi Ukuran Kantor Akuntan Publik

Perasaan senang dan puas atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dapat memicu motivasi dan kepatuhan bagi wajib pajak yang akhirnya dapat

DER dapat menunjukkan tingkat risiko suatu perusahaan dimana semakin tinggi rasio DER, maka perusahaan semakin tinggi resikonya karena pendanaan dari unsur hutang

Tabel 1.3 Posisi Persaingan PT PAL Indonesia 7 Tabel 4.1 Penyebab Permasalahan dengan Teknik Fishbone 67 Tabel 4.2 Tanggapan Para Pakar dengan Metode Delphi Putaran I 76

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pengetahuan dan pemahaman peraturan amnesti pajak, persepsi yang baik atas sistem amnesti pajak, tingkat

petelur karena harga telur yang didistribusikan di pasar modern dijual dengan harga yang lebih tinggi. Maka dari itulah penulis meneliti tentang pola belanja masyarakat

Putri Awandari (2016), dalam penelitiannya menyatakan infrastruktur dan investasi memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kesempatan