• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 2 MATERI BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH DI SMAN 4 JENEPONTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 2 MATERI BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH DI SMAN 4 JENEPONTO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 2 MATERI

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH DI SMAN 4 JENEPONTO

Faisal

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini yaitu bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 materi beriman kepada kitab-kitab Allah di SMAN 4 Jeneponto ? Sedangkan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 materi beriman kepada kitab- kitab Allah di SMAN 4 Jeneponto.Penelitian ini menggunakan tindakan ( action research ) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester Ganjil bulan Desember 2022. Data yang diperoleh berupa hasil tes tulis dan observasi ( pengamatan ). Hasil belajar PAI pada materi Beriman kepada kitab-kitab Allah kelas XI IPA 2 SMAN 4 Jeneponto, dapat meningkat melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Hal ini dapat dilihat bahwa pada Siklus I, dari 16 siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa ( 75% ) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa ( ( 9,87% ). Sedangkan pada Siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa ( 93,75% ) dan yang belum tuntas sebanyak 1 siswa ( 6,25% ). Dari Siklus I ke Siklus II ada peningkatan hasil belajar. Dengan demikian, pada Siklus II hasil belajar dikatakan TUNTAS.

Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar.

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan harus mampu membuat manusia yang siap hidup di dalam perubahan. Sehingga manusia tidak ambil bagian dalam arus yang menghantam, tetapi mampu menerima arus perubahan, di mana kehidupan masyarakat selalu terkontrol (Aziz, 2020:). Selain itu, Pendidikan juga merupakan kunci penting dalam aktifitas kehidupan manusia. SDM yang baik atau buruk tergantung pada pendidikan yang mereka dapatkan. Jika pendidikan yang diperoleh memiliki kualitas yang baik, maka akan baik dan bagus untuk sumber daya manusianya.

Oleh karenanya, desain pendidikan harus disiapkan dengan cermat sehingga hasil yang diperoleh akan memuaskan. Pendidikan adalah proses yang memiliki tujuan. Meskipun tujuan tersebut bukan tujuan yang tertutup, itu harus diarahkan menuju kebebasan manusia dalam pendidikan.

Selama ini pendidikan hanya tampak dari kemampuan peserta didik menghafal fakta-fakta, meskipun banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafala yang baik terhadap materi yang diterimanya, akan tetapi pada kenyataannya mereka sering sekali tidak memahami secara mendalam subtansi materi yang dipelajari. Fakta dilapangan menunjukkan metode pembelajaran yang digunakan pada umumnya berpusat pada guru (teacher oriented) yang terlihat dari metode ceramah secara dominan pada setiap materi. Walaupun metode ceramah tidak selamanya buruk, namun tidak semua materi cocok menggunakan metode tersebut. Dalam metode ceramah peserta didik hanya bisa menerima apa yang diberikan oleh guru sehingga siswa menjadi malas bahkan bosan dalam belajar. Akibatnya motivasi peserta didik untuk belajar menjadi berkurang dan hasil belajar yang diperoleh kurang memuaskan.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang penting, karena Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diajarkan pada semua tingkat pendidikan dan Agama merupakan kunci sukses seseorang meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semakin jauh manusia mencapai kemajuan semakin memerlukan agama. Tanpa agama, setiap kemajuan belum tentu membahagiakan manusia, malah mungkin membinasakan manusia.

Sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti peneliti berharap motivasi dan keaktifan belajar siswa tinggi. Karena hasil belajar tinggi mengakibatkan hasil belajar tinggi. Prestasi belajar tinggi merupakan harapan semua guru, termasuk guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Arti yang lebih substansial, bahwa proses pembelajaran dewasa ini masih memberikan dominasi bagi guru untuk menuntut peserta didik agar belajar dan jarang memberikan pelajaran tentang bagaimana siswa belajar. Guru juga menuntut peserta didik untuk menyeesaikan masalah tapi jarang mengajarkan bagaimana siswa seharusnya menyelesaikan masalah sehingga dalam hal ini guru kurang memberikan akses bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berfikirnya. Disamping itu, situasi kelas

(3)

sebagian besar berfokus pada guru (teacher) sebagai sumber utama ilmu pengetahuan, serta penggunaan metode ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar mengajar. Oleh karena itu perlunya peningkatan kualitas pembelajaran dengan melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan mengembangkan pendekatan, strategi, model, dan metode pembelajaran yang sudah ada. Selain itu untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, guru harus pandai memilih metode yang cocok untuk tujuan dan bahan mengajar serta sesuai dengan kemampuan siswa, disamping itu dapat meningkatkan minat siswa atau semangat belajar siswa, guru juga harus menciptakan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa, guru harus memahami dan mengembangkan berbagai media ketrampilan dalam mengajar, serta harus tepat dalam menggunakan metode yang akan diterapkan.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa selama ini pelaksanaan pengajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam secara teoritik dan metode yang digunakan tidak menarik. Selain itu, pembelajaran yang selama ini dilakukan adalah pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi saja. Apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus maka akan menyebabkan kemampuan peserta didik tidak akan mengalami peningkatan dan kurang maksimal. Sehingga nantinya akan menghasilkan SDM yang berkualitas rendah dan tidak mampu menghadapi persaingan dan serangan akidah yang semakin parahdi era global ini.

Fenomena yang telah diuraikan, juga terjadi di SMAN 4 Jeneponto, menunjukkan bahwa nilai para siswa kurang memenuhi standar penilaian khususnya untuk pelajaran Pendidikan Agama Islam. Disamping itu kegiatan belajar mengajar cenderung berpusat pada guru, sebagian besar aktivitas dilakukan oleh guru sedangkan siswa hanya menerima sejumlah informasi.

Keadaan seperti itu tidak membiasakan siswa mengembangkan keterampilan proses berfiki kritis hingga pada akhirnya hasil belajar peserta didik khususnya pelajaran PAI kurang optimal. Dari permasalah tersebut, perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran di kelas melalui penelitian tindakan kelas. Di dalam penelitian, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas karena ada permasalahan yang harus disembuhkan dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan data yang didapatkan sebelumnya. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Peneliti menggunakan model pembelajaran ini karena disesuaikan dengan standart kompetensi dan kompetensi dasar, menekankan siswa untuk lebih aktif dan bertanggung jawab baik secara individual mauppun secara kelompok. Miarso ( artikel Nasution, 2017, hal 3 )Strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam suatu sistem pembelajaran, yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umumpembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah dan atau

(4)

teoribelajar tertentu. Menurut Romiszowsky (arikel Nasution, Strategi pembelajaran, 2017, hal 4 ) Strategi dalam konteks kegiatan pembelajaran mengandung makna, yaitu untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajardengan memilih metode-metode yang dapat mengembangkan kegiatanbelajar peserta didik secara lebih aktif. Rahma (Dalam Artikel, Devy Habib Muhammad:Pendidikan Humanisme, Religius, Pendidikan Agama Islam, 2020 ) Pendidikan saat ini belum mampu mencapai titik ideal memanusiakan manusia, sebaliknya yang benar, yaitu menambah derajat rendah dan martabat manusia. Keberadaan yang benar-benar menjadi hak untuk mengendalikan hidupan, menghilang dan melarikan diri dengan arus yang menghantamnya . Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Pembelajaran ini merupakan pengembangan pengajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kompetensi yang dimaksud adalah perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak secara terus- menerus dan konsisten sehingga menjadi kompeten. Bertolak dari pemikiran diatas, maka perlu diadakan penelitian tentang “ Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 Materi Beriman Kepada kitab-kitab Allah di SMAN 4 Jeneponto”.

METODOLOGI PENELITIAN

Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas XI IPA 2 SMAN 4 Jeneponto Kecamatan Bangkala Barat Kabupate Jeneponto Tahun Pelajaran 2022/ 2023 pada pokok bahasan Beriman Kepada Kitab-kitab Allah Swt. Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05 Desember tahun 2022, semester Ganjil tahun ajaran 2022 / 2023. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMAN 4 Jeneponto yang terletak di Dusun Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi-selatan. Pada tahap perencanaa perbaikan ini yang meliputi : Pertama, menentukan tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran atau indikator memuat tentang kompetensi-kompetensi umum yang diharapkan dikuasai oleh siswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.

Tujuan pembelajaran diharapkan dari proses pembelajaran ini adalah siswa mampu mendeskripsikan, memahami materi melalui model Problem Based Learning. Kedua, menetukan materi pelajaran. Sebelum pelaksanaan proses pembelajaran terlebih dahulu menetukan materi pelajaran yang akan diajarkan. Ketiga, Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran oleh peneliti. Keempat, membuat alat evaluasi. Alat evaluasi yang digunakan adalah soal tes yang diberikan pada akhir Tindakan yang dibuat oleh peneliti.

Pada tahap pelaksanaan perbaikan ini Langkah-langkah yang dilakukan meliputi : Pertama, dilakukan melalui prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu

(5)

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kedua, saat pelaksanaan tindakan, peneliti bertindak sebagai guru dan di bantu oleh kepala sekolah dan teman sejawat. Kegiatan pengumpulan data dilakukan bersama-sama dengan pelaksanaan tindakan. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pencatatan kegiatan lapangan. Hal-hal yang diobservasi dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang terjadi selama pelaksanaan tindakan.

Kegiatan yang dilakukan observer adalah mengamati dan mencatat tindakan peneliti. Dalam hal ini yang bertindak sebagai observer adalah teman sejawat.

Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini sama dengan pelaksanan siklus I. hanya saja siklus II ini digunakan untuk memperbaiki kendala yang dialami pada siklus I. Kegiatan observasi pada siklus II dilakukan bersama-sama dengan pelaksanaan tindakan, metode yang digunakan adalah metode pencatatan lapangan. Dalam penelitian ini yang diobservasi adalah segala sesuatu yang terjadi selama pelaksanaan tindakan pembelajaran dan pada saat siswa mengerjakan soal ulangan.

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

X =

X

N

Dengan : X = Nilai rata-rata

Σ X = Jumlah semua nilai siswa \ Σ N = Jumlah siswa

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan klasikal. Seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 70% atau nilai 70, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 70%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P =

Siswa _ yang _ tuntas _ belajar

x100%

Siswa

HASIL PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan di kelas XI IPA 2 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diawali dengan pembuatan perencanaan dan pelaksanaan tindakan. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Pelaksanaan tindakan setiap siklusnya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada setiap siklus.

Pada siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2022. Waktu yang dibutuhkan yaitu dua jam pelajaran atau 2 x 35 menit. Pelaksanaan

(6)

pembelajaran pada Siklus I ini sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I, yang disusun dengan Langkah langkah pembelajaran yang meliputi:

kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Data hasil belajar pada kegiatan siklus 1 yang diambil kepada siswa di akhir kegiatan Siklus 1. Secara terperinci hasil belajar PAI pada materi Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt Siklus I dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 4.1. Hasil Belajar PAI Materi Beriman Kepada kitab-kitab Allah Swt kelas XI IPA 2 Siklus I

No Nama siswa Nilai Siklus I Ketuntasan

1 AFRIANSYAH 80 Tuntas

2 AMELIA 77 Tuntas

3 ANDI AWAL 75 Tuntas

4 ANDI NADIA 76 Tuntas

5 ARDINA 75 Tuntas

6 DIAN MAGFIRA 65 Belum Tuntas

7 ELSA PRATIWI 70 Tuntas

8 MUH SANDI 74 Tuntas

9 NOVITASARI 80 Tuntas

10 PRIMA JULIA 60 Belum Tuntas

11 SERLI 80 Tuntas

12 SIRAJUDDIN 60 Belum Tuntas

13 SURYA NENGSI 70 Tuntas

14 NUR ANDINA 73 Tuntas

15 MUH ANDIKA 74 Tuntas

16 WIDYA 65 Belum Tuntas

Rata-rata dan Jumlah 72.12 % Tuntas: 12 Ketuntasan kelas = Jumlah Siswa yang Tuntas x 100%

Jumlah Total Siswa Ketuntasan kelas = 12/16 x 100 % = 75%

Berdasarkan tabel di atas, pada siklus I masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt dengan Model pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar siswa serta pemahaman terhadap materi pembelajaran masih kurang maksimal. Dan sekitar empat orangf siswa yang mendapat nilai belum tuntas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai di atas

(7)

KKM yaitu ≥ 70 hanya sebesar 75% lebih kecil dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.

Pada siklus II, yang dilaksanakan pada tanggal 12 desember 2022. Waktu yang dibutuhkan yaitu dua jam pelajaran 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan Siklus II ini sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) II, yang disusun dengan langkah-langkah pembelajaran yang meliputi : kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Siklus II ini peneliti berusaha untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan pada siklus I. Data hasil belajar belajar pada kegiatan siklus II yang diambil kepada siswa di akhir kegiatan siklus II.

Secara terperinci hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi Beriman Kepada Kitab-kitab Allah Swt dapat dijelaskan pada table berikut :

Tabel 4.2. Hasil Belajar PAI Materi Beriman Kepada kitab-kitab Allah Swt kelas XI IPA 2 Siklus II

No Nama siswa Nilai Siklus I Ketuntasan

1 AFRIANSYAH 90 Tuntas

2 AMELIA 85 Tuntas

3 ANDI AWAL 78 Tuntas

4 ANDI NADIA 80 Tuntas

5 ARDINA 78 Tuntas

6 DIAN MAGFIRA 80 Tuntas

7 ELSA PRATIWI 78 Tuntas

8 MUH SANDI 80 Tuntas

9 NOVITASARI 80 Tuntas

10 PRIMA JULIA 77 Tuntas

11 SERLI 78 Tuntas

12 SIRAJUDDIN 60 Belum Tuntas

13 SURYA NENGSI 78 Tuntas

14 NUR ANDINA 80 Tuntas

15 MUH ANDIKA 78 Tuntas

16 WIDYA 80 Tuntas

Rata-rata dan Jumlah 78,75% Tuntas: 15

Ketuntasan kelas = Jumlah Siswa yang Tuntas x 100%

Jumlah Total Siswa Ketuntasan kelas = 15/16 x 100 % = 93.75%

Dengan melihat tabel hasil belajar di atas, dapat diketahui bahwa hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup pesat yaitu 15 siswa ( 93.75% ) sudah berhasil sesuai dengan KKM bahkan ada yang di atas KKM, hanya 1 siswa yang belum berhasil dari 16 siswa kelas XI IPA 2 di SMAN 4

(8)

Jeneponto Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Yang tadinya pada siklus I empat orang siswa yang nilainya tidak tuntas dan pada siklus II tinggal satu orang yang nilainya tidak tuntas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II secara klasikal siswa telah tuntas, karena siswa yang memperoleh nilai di atas KKM lebih besar dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hasil penelitian pembelajaran pada siklus I, untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Beriman kepada kitab-kitab Allah masih belum sepenuhnya dipahami anak. Beberapa hal yang menyebabkan antara lain:

Siswa kurang termotifasi untuk belajar Pendidikan Agama Islam. Model yang diterapkan guru masih belum bisa membuat siswa aktif dalam pembelajaran dikelas.

Hasil akhir siklus pembelajaran ke I ini semakin meningkat dibandingkan sebelum siklus, dan rata-rata 37,51% menjadi 75%. Namun, secara klasikal belum tuntas. Hasil penelitian pembelajaran pada siklus II, untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. Pada siklus II ini data yang diperoleh.

Antusiah siswa untuk mengikuti pembelajaran semakin meningkat, karena pembelajaran dengan Model Probem Based Learning semakin lebih terarah.

Interaksi antara guru dan siswa juga sering terjadi karena guru meperhatikan dan menghargai ide atau pendapat siswa. Hasil akhir siklus pembelajaran II ini semakin meningkat dibanding siklus I, dari rata-rata 75% menjadi 93,75%.

Dengan demikian, secara klasikal hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi beriman kepada kitab-kitab Allah Swt dinilai tuntas.

Tabel 4.3. Perbandingan Hasil Belajar PAI pada materi Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt Siklus I dan II :

Kategori Siklus I / Prosentase Siklus II / Prosesentase

Tuntas 12 75% 15 93,75%

Belum Tuntas

4 9,87% 1 6,25%

KESIMPULAN

Dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa: Bahwa Hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi tentang Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt di SMAN 4 Jeneponto kelas XI IPA 2 tahun pelajaran 2022/2023 dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal ini dapat dilihat bahwa pada siklus I, dari 16 siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa ( 75% ) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa ( 9,87% ). Sedangkan pada siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa ( 93.75% ) dan yang belum tuntas sebanyak I siswa ( 6,25% ).

Dengan demikian, pada siklus II hasil belajar dikatakan TUNTAS.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Muslim Ibrahim dan Muhammad Nur, 2005, Pembelajaran Berdasarkan masalah, Surabaya: Unesa Press,

Dimyati dan Mudjiono, 2006, belajar dan pembelajaran, Jakarta : Trineka Cipta,

Supiyadi, 2011, Strategi Belajar dan Mengajar, Surabaya : Penerbit Parama Ilmu Subandi, 2016, Metodologi Pengajaran Pendidikan Agama islam, Suhuf

Media Insani , 2016

Arif, 2002, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta Ciputat Press

Nurhadi dkk, 2004 Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannyadalam KBK, Malang, UM Press,

Fatthurrohman dan Sutikno, 2009, Strategi Belajar Mengajar, Bandung, Refika Aditama,

Ngalimun,2019, Komunikasi Pembelajaran, Bantul Yogyakarta, Parama Ilmu, Muslich, 2011 Pendidikan Karakter, Jakarta, Bumi Aksara,

Sisdiknas, 2009 Jakarta : Sinar Gtrafika

Jasiah. 2022, Pengantar Strategi Belajar Mengajar : Yogyakarta, Byakta Cendikia

Syaiful Sagala, 2010, Supervisi Pembelajaran, Bandung, Alfabeta,

Ahmad Tafsir, 2005, Ilmu Pendidikan Dalam Perspertif Islam, Bandung, Pt.

Remaja Rosdakarya,

Zuriah, 2011, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti Dalam Perspektif Perubahan, Jakarta, Bumi Aksara,

Mulyasa, 2007, Menjadi Guru Profesional, Bandung, PT Remaja Rosdakarya Yuyun,2021.” makalah Belajar

Jasiah, Metodologi Pengajaran Pendidikan Agama Islam

Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press

Zaini, Hisyam. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas di Kelas XII lPS-1 SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi

Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil angket dari motivasi belajar PAI materi Iman kepada Allah kelas VII SMPN 2 Kahayan Kuala Kecamatan kahayan Kuala

Hasil penelitian tindakan kelas tentang pemanfaatan media visual untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa pada materi beriman kepada Allag SWT di Kelas IV SDN

Upaya peningkatan motivasi belajar pada Materi Meyakini Kitab-Kitab Allah Mencintai Al-Qur’an melalui metode tutor sebaya pada saat belajar PAI dan BP pada peserta didik

PENUTUP 1 Hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT siswa yang menerapkan teknik pembelajaran Value Clarification di kelas VIII MTs Nurul

Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Classroom Action Research.Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Problem Based Learning PBL dapat meningkatkan kemampuan pemahaman materi

Oleh karena itu, peneliti mengambil judul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematis Siswa Pada Materi Operasi Bentuk Aljabar di

Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, peneliti mengambil judul tentang Upaya meningkatkan hasil belajar pada materi orang jujur disayang Allah dengan model cooperative