Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1742
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE CARD SORT DI KELAS VII SMPN 6 KAHAYAN
HILIR
SRI MENTAYAWATI1
Email [email protected]
ABSTRAK
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memerlukan metode pembelajaran yang tepat agar dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Melalui penggunaan metode card sort diharapkan dapat lebih melibatkan siswa dalam kegiatan belajar yang aktif, mempunyai motivasi belajar yang lebih tinggi dan terus meningkatkan kemampuan belajar siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih mandiri, berfikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran card sort dalam meningkatkan hasil belajar PAI dan Budi Pekerti materi Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman pada siswa kelas VII SMPN 6 Kahayan Hilir. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau yang berjumlah 17 siswa, terdiri atas 12 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini, antara lain observasi, pemberian tes dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar melalui penerapan metode pembelajaran card sort. Hal ini dapat dilihat bahwa pada Siklus I, dari 17 siswa yang tuntas sebanyak 7 siswa (41,18%) dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa (58,82%). Sedangkan pada Siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa (76,47%) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa (23,53%).
Dengan demikian, pada Siklus II hasil belajar dapat dikatakan tuntas.
Kata Kunci : Metode Card Sort, Hasil Belajar
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1743 PENDAHULUAN
Pendidikan Islam berorientasi kepada duniawi dan ukhrawi, berbeda dengan konsep pendidikan barat yang hanya untuk kepentingan dunia semata.
Islam sebagai agama yang universal berisi ajaran-ajaran yang dapat membimbing manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Pendidikan Islam tidak mengenal pemisahan antara sains dengan agama, dan juga prinsipnya seimbang antara dunia dan akhirat. Pendidikan seperti inilah yang perlu diwariskan kepada generasi Islam, sehingga umat Islam mendapat tempat terhormat di dunia dengan ilmunya, dan juga di akhirat juga dengan ilmunya (Ayatullah, 2020:207).
Disamping pendidikan umum, pendidikan agama juga merupakan hal terpenting dan yang diwajibkan untuk dipelajari yang juga dijelaskan dalam Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan agama itu diwajibkan dan menjadi grade kedua setelah pendidikan kewarganegaraan dan bahasa (Soebahar, 2013:186). Menurut Undang-Undang No 20 tahun 2003 bab 1 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dimiliki dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” (UU RI No. 14 Th 2005 tentang Guru dan Dosen serta UU RI No. 20 Th 2003 tentang Sisdiknas, 2006 : 27).
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memerlukan metode pembelajaran yang tepat agar dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar, salah satu metode alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah metode kartu (card sort) karena penggunaan metode ini sangat mudah, praktis dan bisa dipelajari setiap saat. Metode ini juga sangat efektif untuk melatih keterampilan dalam pemahaman suatu materi (Djamarah, 2002:18).
Menggunakan metode card sort banyak hal yang dapat dipelajari oleh siswa, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Pembelajaran semacam ini, diharapkan akan dijumpai dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam, siswa yang cenderung aktif, belajar secara mandiri dan sangat berminat terhadap
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1744
materi. Keaktifan siswa dalam pembelajaran bisa diketahui dari beberapa hal yaitu: keaktifan siswa menjawab pertanyaan, keberanian siswa dalam mengungkapkan pertanyaan, keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat, keaktifan siswa untuk mengungkapkan makna dalam setiap materi dalam aplikasi card sort dan keterampilan siswa untuk menyampaikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Zaini, 2008:50).
Metode card sort dengan menggunakan media kartu dalam praktk pembelajaran, akan membantu siswa dalam memahami pelajaran dan menumbuhkan motivasi dan kemampuan mereka dalam pembelajaran, sebab dalam penerapan metode card sort, guru hanya berperan sebagai fasilitator, yang memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran, sementara siswa belajar secara aktif dengan fasilitas dan arahan dari guru, sehingga yang aktif disini bukan guru melainkan siswa itu sendiri yang harus aktif dalam pembelajaran (Zaini, 2008:55).
Pada dasarnya siswa masih ada yang belum memahami apa itu thaharah, apa saja jenis-jenis najis dan hadas yang harus dibersihkan melalui thaharah, dan bagaimana cara melakukannya. Hal ini disebabkan dari faktor keluarga dan lingkungan. Sebab, dalam sebuah keluarga kadang masih ada yang memelihara atau beternak hewan yang dilarang oleh agama Islam. Selain itu, lingkungan tempat tinggal yang masih berbaur dengan masyarakat non muslim, sehingga menyebabkan hal di atas sah-sah saja jika mereka memelihara atau beternak hewan tersebut. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas guru bagaimana agar siswa dapat menjawab pertanyaan di atas, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.
Penyebab masalah yang perlu diidentifikasi adalah sebagian siswa kurang begitu paham dalam pelajaran dikarenakan hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja tanpa diselingi media pembelajaran yang lain, siswa saat diajak untuk bertanya atau melakukan sesi tanya jawab lebih banyak diam tetapi saat dijelaskan mereka malah ikut berbicara, siswa hanya terpaku dalam tugas menjawab soal tanpa memahami maksud dari isi soal, bahkan siswa kurang begitu fokus dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang disajikan.
Sehingga nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70, hanya dicapai oleh 5 orang siswa dari total 17 orang siswa atau sekitar 29,41% yang dapat mencapai nilai KKM. Dengan menggunakan metode card sort diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1745
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan mengkaji masalah tersebut ke dalam sebuah penelitian tindakan kelas dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar PAI dan Budi Pekerti Dengan Metode Card Sort Di Kelas VII SMPN 6 Kahayan Hilir.”
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Zainal Arifin mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses penyelidikan ilmiah dalam bentuk refleksi diri yang melibatkan guru dalam situasi pendidikan tertentu dengan tujuan memperbaiki praktik pembelajaran (Arifin, 2011:98).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian tindakan kelas. Menurut Wina Sanjaya, PTK merupakan kegiatan ilmiah yakni proses berfikir yang sistematis dan empiris dalam upaya memecahkan masalah yaitu masalah, proses pembelajaran yang dihadapi oleh guru itu sendiri dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar (Sanjaya, 2013:13-14).
Menurut pendapat Arikunto, PTK adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Dengan demikian, PTK adalah jenis penelitian yang memaparkan baik proses maupun hasil, yang melakukan PTK dikelasnya untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya (Arikunto, 2017:1-2).
Menurut Arikunto sebagaimana yang dikutip oleh Zainal Aqib mengatakan bahwa PTK melalui gabungan dari definisi dari tiga kata yaitu makna setiap kata tersebut adalah:
1. Penelitian - kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memeperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dari suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan - suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan.
3. Kelas - sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1746
yang sama dari seseorang guru (Aqib, 2006:12).
Semua penelitian tindakan memiliki dua tujuan utama, yakni untuk meningkatkan dan melibatkan. Menurut Mardianto, penelitian tindakan bertujuan untuk mencapai tiga hal berikut:
1. Peningkatan praktik,
2. Peningkatan (atau pengembangan professional) pemahaman praktik oleh praktisinya,
3. Peningkatan situasi tempat pelaksanaan praktik (Mardianto, 2013:78).
Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau yang berjumlah 17 orang siswa, yang terdiri dari 12 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki-laki.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini diperoleh melalui observasi, pemberian tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, pengambilan keputusan verifikasi dan setelah itu pengambilan keputusan dengan menggunakan teknik induktif.
Untuk mengalinasis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
1. Menilai ulangan
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:
⅀ x x̅ =
⅀ N
Keterangan : x̅ = Nilai rata-rata
⅀ x = Jumlah semua nilai siswa
⅀ N = Jumlah siswa (Sudjana, 2017:109)
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1747 2. Ketuntasan belajar
Untuk kategori ketuntasan belajar dalam bentuk evaluasi secara perorangan.
Seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai nilai 70, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 75%. Dalam menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:
⅀ Siswa yang tuntas belajar P = x 100%
⅀ Siswa
Keterangan :
P = Persentase ketuntasan belajar
Desain PTK yang peneliti gunakan adalah desain model Kemmis dan Mc.
Taggart seperti di bawah ini:
Gambar 1 Desain PTK Model Kemmis dan Mc. Taggart Penjelasan alur di atas adalah:
1. Menyusun rancangan tindakan (planning)
Tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan akan di lakukan. Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses yang di jalankan.
2. Pelaksanaan tindakan (acting)
Tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1748 3. Pengamatan (observing)
Pengamatan adalah kegiatan pengamatan yang di lakukan oleh pengamat.
Dalam tahap ini, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.
4. Refleksi (reflecting)
Merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Dalam tahap ini, guru berusaha untuk menemukan hal-hal yang sudah dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermat mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki
HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Hasil Siklus I
a. Perencanaan
Tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 09 Juni 2022 di SMP Negeri 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Waktu yang dibutuhkan yaitu 3 x 40 menit. Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus I ini sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I, yang disusun dengan langkah-langkah pembelajaran yang meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan dalam siklus I adalah sebagai berikut:
1) Apersepsi memunculkan pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan dipelajari
2) Menyampaikan tujuan pembelajaran
3) Siswa diberikan penjelasan oleh guru mengenai thaharah
4) Guru meminta siswa untuk menonton tayangan video yang ditampilkan
5) Siswa diminta untuk membentuk kelompok berdasarkan kartu yang telah dibagikan oleh guru
6) Siswa diminta untuk menuliskan hasil pengamatannya dari tayangan video dan mendiskusikan permasalahan yang mereka dapat dari kartu
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1749
7) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan meminta siswa lain untuk menanggapi
8) Guru memberikan evaluasi dan menganalisis hasil evaluasi.
Data hasil belajar pada kegiatan siklus I yang diambil kepada siswa di akhir kegiatan Siklus I, secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Hasil Belajar Materi Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman Kelas VII Siklus I
No .
Nama Nilai Siklus I
Ketuntasan
1. AD 60 Belum Tuntas
2. AA 60 Belum Tuntas
3. AT 65 Belum Tuntas
4. BA 60 Belum Tuntas
5. EV 75 Tuntas
6. ID 70 Tuntas
7. LW 75 Tuntas
8. MK 75 Tuntas
9. MR 60 Belum Tuntas
10. NJ 70 Tuntas
11. RH 65 Belum Tuntas
12. RN 65 Belum Tuntas
13. RI 75 Tuntas
14. SL 65 Belum Tuntas
15. SM 70 Tuntas
16. WG 60 Belum Tuntas
17. YT 60 Belum Tuntas
Jumlah 1130 Tuntas : 7 siswa
Rata-rata 66,47 Belum Tuntas :
10
Jumlah Siswa yang Tuntas x 100%
Ketuntasan kelas =
Jumlah Total Siswa
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1750
Ketuntasan kelas = 7 x 100% = 41,18%
17 c. Pengamatan
Dalam tahap pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat, peneliti berdiskusi tentang hasil pembelajaran yang dilaksanakan dengan menganalisis beberapa instrument yang terdiri dari lembar pengamatan pembelajaran dan lembar tes formatif.
d. Refleksi
Berdasarkan tabel di atas, pada siklus I masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman dengan menggunakan metode card sort, hasil belajar siswa serta pemahaman terhadap materi pembelajaran masih kurang maksimal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I secara individu siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu ≥ 70 hanya sebesar 41,18% lebih kecil dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 75%.
2. Deskripsi Hasil Siklus II a. Perencanaan
Tindakan siklus II dilaksanakan pada Senin, 20 Juni 2022 di SMP Negeri 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Waktu yang dibutuhkan yaitu 3 x 40 menit. Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus II ini sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) II, yang disusun dengan langkah-langkah pembelajaran yang meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan dalam siklus I adalah sebagai berikut:
1) Apersepsi memunculkan pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan dipelajari
2) Menyampaikan tujuan pembelajaran
3) Siswa diberikan penjelasan oleh guru mengenai thaharah
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1751
4) Guru meminta siswa untuk menonton tayangan video yang ditampilkan
5) Siswa diminta untuk membentuk kelompok berdasarkan kartu yang telah dibagikan oleh guru
6) Siswa diminta untuk menuliskan hasil pengamatannya dari tayangan video dan mendiskusikan permasalahan yang mereka dapat dari kartu 7) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan
meminta siswa lain untuk menanggapi
8) Guru memberikan evaluasi dan menganalisis hasil evaluasi.
Data hasil belajar pada kegiatan siklus II yang diambil kepada siswa di akhir kegiatan Siklus II, secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2 Hasil Belajar Materi Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman Kelas VII Siklus II
No .
Nama Nilai Siklus II
Ketuntasan
1. AD 70 Tuntas
2. AA 65 Belum Tuntas
3. AT 75 Tuntas
4. BA 65 Belum Tuntas
5. EV 85 Tuntas
6. ID 80 Tuntas
7. LW 85 Tuntas
8. MK 80 Tuntas
9. MR 70 Tuntas
10. NJ 75 Tuntas
11. RH 70 Tuntas
12. RN 70 Tuntas
13. RI 80 Tuntas
14. SL 75 Tuntas
15. SM 75 Tuntas
16. WG 65 Belum Tuntas
17. YT 65 Belum Tuntas
Jumlah 1250 Tuntas : 13
Rata-rata 73,52 Belum Tuntas :
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1752
4
Jumlah Siswa yang Tuntas x 100%
Ketuntasan kelas =
Jumlah Total Siswa
Ketuntasan kelas = 13 x 100% = 76,47%
17
c. Pengamatan
Dalam tahap pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat, peneliti berdiskusi tentang hasil pembelajaran yang dilaksanakan dengan menganalisis beberapa instrument yang terdiri dari lembar pengamatan pembelajaran, lembar tes formatif.
d. Refleksi
Dengan melihat tabel hasil belajar di atas, dapat diketahui bahwa hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup pesat yaitu 76,47% sudah berhasil sesuai dengan KKM yaitu ≥ 70 bahkan ada yang di atas KKM, dan hanya 4 siswa yang belum berhasil dari 17 siswa di SMPN 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II secara keseluruhan siswa telah tuntas, karena siswa yang memperoleh nilai di atas KKM lebih besar dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 75%. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi siswa pada siklus II.
Adapun perbandingan antara kedua Siklus di atas, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3 Perbandingan Hasil Belajar Antara Siklus I dan II
Kategori Pra Siklus/
Prosentase
Siklus I/
Prosentase
Siklus II/
Prosentase Tuntas 5 / 29,41% 7 / 41,18% 13 / 76,47%
Belum Tuntas
12 / 70, 59% 10 / 58, 82% 4 / 23,53%
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1753
Gambar 2 Grafik Perbandingan Antara Siklus I dan II
Melalui metode pembelajaran card sort ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini didukung oleh pendapat dari Ismail mengenai kelebihan card sort bahwa mampu membuat pemahaman materi siswa juga minat belajar menjadi meningkat, membuat siswa semakin paham dengan materi dan semakin bersemangat belajar, siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas, membantu siswa yang lemah dan kurang semangat dan meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru (Ismail, 2008:90). Bahkan, Asis dan Ika menyatakan bahwa metode card sort adalah bagian dari pembelajaran kooperatif yang mana peserta didik bergerak secara aktif dan dinamis mencari pasangan-pasangan kartu (Asis dan Ika, 2014:167).
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting disamping mata pelajaran umum lainnya. Hal ini disebabkan bahwa ada
0 2 4 6 8 10 12 14
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Perbandingan Siklus
Tuntas Belum Tuntas
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1754
beberapa peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam memahami pembahasan materi sehingga memerlukan bimbingan dari guru juga metode pembelajaran yang dapat menarik minat siswa.
Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan peneliti diperoleh hasil belajar pendidikan pada materi Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman kelas VII SMPN 6 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau tahun pelajaran 2021/2022 dapat meningkat melalui penggunaan metode pembelajaran card sort. Hal ini dapat dilihat bahwa pada Siklus I, dari 17 siswa yang tuntas sebanyak 7 siswa (41,17%) dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa (58, 82%). Sedangkan pada Siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa (76,47%) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa (23,52%). Dengan demikian, pada Siklus II hasil belajar dikatakan tuntas.
Oleh sebab itu, penggunaan metode card sort dapat diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta tidak menutup kemungkinan pada mata pelajaran yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2006. Penelitiaan Tindakan Kelas Bagi Pengembangan Profesi Guru, Bandung: Yrama Widya.
Arifin, Zainal. 2011. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2017. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Asis Saefuddin dan Ika Berdiati. 2014. Pembelajaran Efektif. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Ayatullah. 2020. Jurnal Pendidikan dan Sains - Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Madrasah Aliyah Palapa Nusantara.
Volume 2, Nomor 2, Agustus.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Ismail, SM. 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: Rasail Media Group.
Mardianto. 2013. Panduan Penulisan Skripsi. Medan: IAIN Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Sanjaya, Wina. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1755
Soebahar, Abd. Halim. 2013. Kebijakan Pendidikan Islam Dari Ordonansi Guru sampai UU Sisdiknas. Jakarta :RajaGrafindo.
Sudjana, Nana. 2017. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
UU RI No. 14 Th 2005 tentang Guru dan Dosen serta UU RI No. 20 Th 2003 tentang Sisdiknas. 2006. Bandung: Citra Umbara.
Zaini, Hisyam. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogjakarta: Pustaka Insan Madani.