Efektivitas pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur - USD Repository

206 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI ELASTISITAS DI KELAS XI SMA BULAN

SABIT KABUPATEN FLORES TIMUR SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Fisika

Disusun Oleh:

Maria Gratiana Adelaide Simon 141424021

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

i

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI ELASTISITAS DI KELAS XI SMA BULAN

SABIT KABUPATEN FLORES TIMUR SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Fisika

Disusun Oleh:

Maria Gratiana Adelaide Simon 141424021

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Hasil karya ini, dipersembahkan untuk:

Tuhan Yesus dan Bunda Maria

Orangtua tecinta:

Bapak Lasarus Ola Peka

Mama Kornelia Perada ola

Ketiga adik tersayang:

Roberto Doni Tela

Simforianus Sili Taka

Epifanius Penana

(6)
(7)
(8)

vii

ABSTRAK

Simon, M. G. Adelaide. 2018. Efektivitas Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran Fisika Pada Materi Elastisitas Di Kelas XI SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2018 – 22 September 2018. Sampel penelitian yang digunakan adalah 23 siswa kelas XI IPA 1 dan 23 siswa kelas XI IPA 2. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berupa pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa dan angket minat belajar untuk mengukur minat belajar siswa. Data hasil belajar siswa dan minat belajar siswa dianalisis menggunakan SPSS, yaitu dengan uji T kelompok independent dan kelompok dependent.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit dikatakan efektif. Hal ini diukur dari hasil belajar dan minat belajar siswa. Hasil belajar dan minat belajar siswa kelas eksperimen lebih meningkat daripada hasil belajar dan minat belajar siswa kelas kontrol.

(9)

viii

ABSTRACT

Simon, M. G. Adelaide. 2018. The Effectiveness of Using Internet to Learn Elasticity in Physics on grade XI of SMA Bulan Sabit in East Flores. Undergraduate Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Departemen of Mathematics and Natural Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta.

This research is conducted to find out how far the effectiveness of using internet to learn physics when studying the elasticity in grade XI SMA Bulan Sabit in East Flores.

This research was held on 27th August- 22nd September 2018. The samples for this research are the students of grade XI IPA 2, 23 students for each group. The instruments for the research are a written test in the form of pretest and posttest to measure the results of the students’ learning outcomes and the form of the students’ interest of learning to measure the interest to study from the students. The data from the results of the students learning outcomes and their interest of learnig were analyzed using SPSS which is a T test of independent and dependent group.

The result of this research show that the use of the internet to learn physics when studying the elasticity in grade XI of SMA Bulan Sabit can be state as an effective activity. This conclusion can be measured from the results of the students’ learning outcomes and their interest of learning. The results of the students’ learning outcomes and their interest of learning from the experimen class are higher from the control class.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran Fisika Pada Materi Elastisitas di Kelas XI SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur” ini dengan baik dan lancar. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di

Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma.

Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini atas doa, dukungan dan bimbingan

dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa dalam menuntun dan memberi berkat;

2. Bapak Drs. T. Sarkim M, Ed., Ph. D. Selaku dosen pembimbing yang

telah meluangkan waktu dan pikiran untuk membimbing dan

mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini;

3. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma;

4. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M. Si. selaku dosen pembimbing

akademik angkatan 2014 yang telah membimbing penulis selama

belajar di Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Sanata

(11)

x

5. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S. selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Fisika dan semua dosen Program Studi Pendidikan Fisika

yang telah memberikan bimbingan, ilmu dan pengalaman selama

penulis belajar di Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Sanata

Dharma;

6. Seluruh karyawan sekretariat JPMIPA dan FKIP yang telah membantu

penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma;

7. Bapak Drs. Lukas Tura Boli, selaku Kepala sekolah SMA Bulan Sabit

yang telah memberikan izin penelitian;

8. Bapak Nikodemus Bin Bernadus, S.Pd., selaku guru mata pelajaran

fisika SMA Bulan Sabit yang telah membantu peneliti selama

persiapan samapai selesai penelitian;

9. Siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Bulan Sabit yang telah

berpartisipasi dalam pelaksanaan penelitian;

10. Kedua orangtua saya Bapak Lasarus Ola dan Ibu Kornelia Perada Ola

yang telah memberikan motivasih dan cinta tanpa batas;

11. Adik Roberto Doni Tela, Simforianus Sili Taka, Epifanius Penana dan

Maria Rosita Barek Benga Sidi yang selalu memberikan semangat;

12. Bapak Ani Ignatius Kia Pati dan Mama Ani Kristina Gita Kiwan yang

memberikan motivasi kepada penulis dari awal perkuliahan sampai

penyusunan skripsi;

13. Mama Rina, Mama Enik, Mama Hiro, Mama Barek dan Opu Jorge

(12)
(13)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ...ix

DAFTAR ISI ... ..xii

BAB I. PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. TujuanPenelitian ... 4

D. ManfaatPenelitian ... 4

BAB II. LANDASAN TEORI ...6

A. Belajar ... 6

1. Pengertian Belajar... ... 6

2. Ciri-Ciri Belajar.. ... 8

3. Sumber Belajar.. ... 9

B. Efektivitas ... 11

C. Internet ... 12

1. Pengertian Internet ... ..12

2. Tujuan Pemanfaatan Internet ... 12

3. Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran... 13

D. Peran Guru dalam E-learning ... 15

(14)

xiii

F. Hasil Belajar ... 19

G. Minat Belajar ... 22

H. Elastisitas Bahan ... 25

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ...31

A. Desain Penelitian ... 31

B. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian ... 31

1. Populasi Penelitian ... 32

2. Sampel Penelitian ... 33

C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

1. Tempat Penelitian ... 33

2. Waktu Penelitian ... 33

D. Treatment ... 34

1. Kelompok Eksperimen (menggunakan internet) ... 34

2. Kelompok Kontrol (tidak menggunakan internet) ... 34

E. Instrumen Proses Belajar... 35

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 35

2. Bahan Ajar ... 35

3. Lembar Kerja Siswa (LKS) ... 35

F. Desain Pembelajaran ... 36

1. Kelas Eksperimen ... 36

2. Kelas Kontrol ... 38

G. Instrumen Pengumpulan Data ... 40

1. Tes Tertulis ... 40

(15)

xiv

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...54

A. Pelaksanaan Penelitian ... 54

1. Tahap Sebelum Pelaksanaan Penelitian ... 56

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ... 58

3. Tahap Setelah Pelaksanaan Penelitian ... 71

B. Data dan Analisis Data ... 72

1. Hasil Belajar ... 72

2. Angket Minat Belajar Siswa ... 77

C. Pembahasan ... 85

1. Hasil Belajar Siswa ... 85

2. Minat Belajar Siswa ... 87

D. Keterbatasan Penelitian ... 89

E. Kendala Penelitian ... 89

BAB V. PENUTUP...91

A. Kesimpulan ... 91

B. Saran ... 92

Daftar Pustaka ...93

(16)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Modulus Elastisitas Berbagai Zat... 28

Tabel 3.1 Pretest dan Posttest Control Group Design... 32

Tabel 3.2 Desain Pembelajaran Kelas Eksperimen... 36

Tabel 3.3 Desain Pembelajaran Kelas Kontrol... 39

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest... 40

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Lembar Angket Minat Belajar Siswa... 42

Tabel 3.6 Validasi Angket... 45

Tabel 3.7 Teknik Penskoran untuk Soal Esai... 46

Tabel 3.8 Penskoran Butir Angket Minat Belajar Siswa... 52

Tabel 3.9 Klasifikasi Minat Belajar Siswa... 53

Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di Kelas XI SMA Bulan Sabit... 54

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan Observasi di Kelas XI IPA 1 dan Kelas XI IPA 2... 57

Tabel 4.3 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 72

Tabel 4.4 Hasil Uji T Pretest Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 73

Tabel 4.5 Hasil Uji T Posttest Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 75

Tabel 4.6 Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol... 76

Tabel 4.7 Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen... 77

Tabel 4.8 Data Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen... 78

Tabel 4.9 Data Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol... 79

Tabel 4.10 Hasil Uji T Minat Belajar Awal Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 80

Tabel 4.11 Hasil Uji T Minat Belajar Awal dan Minat Belajar Akhir Kelas Eksperimen... 81

Tabel 4.12 Hasil Uji T Minat Belajar Awal dan Minat Belajar Akhir Kelas Kontrol... 81

Tabel 4.13 Hasil Uji T Minat Belajar Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol... 82

(17)

xvi

DAFTAR GAMBAR

(18)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Permohonan Izin Penelitian... 97

Lampiran 2 Surat Keterangan Telah Meelaksanakan Penelitian... 98

Lampiran 3 RPP Kelas Eksperimen... 99

Lampiran 4 RPP Kelas Kontrol... 105

Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa (LKS)... 112

Lampiran 6 Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest... 125

Lampiran 7 Soal Pretest... 139

Lampiran 8 Soal Posttest... 143

Lampiran 9 Lembar Angket Minat Belajar Siswa... 147

Lampiran 10 Contoh Hasil LKS... 149

Lampiran 11 Lembar Jawaban Pretest... 162

Lampiran 12 Lembar Jawaban Posttest... 166

Lampiran 13 Lembar Pretest Angket Minat Belajar Siswa... 170

Lampiran 14 Lembar Posttest Angket Minat Belajar Siswa... 174

Lampiran 15 Data Pretest Kelas Eksperimen... 178

Lampiran 16 Data Posttest Kelas Eksperimen... 179

Lampiran 17 Data Pretest Kelas Kontrol... 180

Lampiran 18 Data Posttest Kelas Kontrol... 181

Lampiran 19 Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen... 182

Lampiran 20 Data Posttest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen... 183

Lampiran 21 Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol... 184

Lampiran 22 Data Posttest Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol... 185

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi pada era globalisasi bermanfaat bagi

pendidikan Indonesia. Pada perkembangan ini, beberapa fasilitas sudah

dimiliki oleh siswa baik di rumah maupun di sekolah yang seharusnya

sudah bisa mendukung proses belajar siswa. Siswa sudah memiliki

handphone (HP), komputer dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi

seperti penggunaan alat-alat tersebut sangat berpengaruh terhadap dunia

pendidikan, namun siswa ataupun guru belum bisa memanfaatkan fasilitas

tersebut secara maksimal. Ada beberapa sekolah di Indonesia

kadang-kadang mengalami kekurangan buku, waktu belajar materi di kelas dan

bahkan tenaga pendidik. Buku-buku yang diberikan oleh pemerintah ada

yang belum bisa menutupi kekurangan, waktu belajar di sekolah yang

sudah ditambah jam belajar pun, belum bisa mengejar target materi yang

ingin dicapai untuk meningkatkan pemahaman siswa dan ada beberapa

sekolah yang satu guru mengajar dua mata pelajaran meskipun mata

pelajarannya tersebut tidak sesuai dengan bidangnya.

Berdasarkan hal di atas, sekolah bisa mengambil bagian sebagai

pengguna yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang juga

sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan, yang terkait

dengan informasi dan komunikasi yaitu perkembangan teknologi berupa

(20)

sehingga dengan keberadaan internet, informasi yang dibutuhkan dapat

diperoleh dimanapun dan kapanpun selama tersedia jaringan internet.

Internet adalah sumber daya informasi yang menjangkau seluruh dunia.

Sumber daya informasi tersebut sangat luas dan sangat besar sehingga

tidak ada satu orang, satu organisasi, atau satu negara yang dapat

menanganinya sendiri (Lani Sidharta, 1996).

Dalam dunia pendidikan, internet dimanfaatkan sebagai sumber

pembelajaran yang sangat berguna dalam proses pembelajaran. Masalah –

masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan dapat diatasi dengan

mengakses internet. Masalah-masalah tersebut seperti kurangnya buku

pelajaran, kurangnya guru, kurangnya waktu belajar di sekolah.

Dari tahun ke tahun penggunaan internet berkembang semakin

pesat di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Internet sangat

membantu dunia pendidikan di Indonesia. Namun, di Indonesia

perkembangan internet tidak menyebar merata di semua daerah, sehingga

perkembangan pengetahuan siswa juga tidak merata di setiap daerah

dalam hal menggunakan internet. Ada beberapa sekolah yang sudah sangat

maju dan ada beberapa sekolah yang kurang maju dalam hal menggunakan

internet, meskipun di daerah tersebut sudah terdapat jaringan internet.

Internet dimanfaatkan oleh siswa sebatas untuk kebutuhan media sosial

dan tidak memanfaatkan internet sebagai sumber belajar untuk mengatasi

masalah belajarnya. Oleh karena itu, guru sebaiknya mengenalkan internet

(21)

minat siswa dalam belajar.

Berdasarkan kurikulum pendidikan yang berlaku di Indonesia saat

ini yaitu Kurikulum 2013, siswa dituntut lebih aktif dalam proses belajar

mengajar dan zaman sekarang siswa telah banyak memiliki handphone

(HP), laptop atau komputer yang digunakan untuk mengakses internet,

maka salah satu cara belajar yang melibatkan siswa lebih aktif adalah

dengan memanfaatkan internet. Salah satu mata pelajaran yang dapat

memanfaatkan internet adalah mata pelajaran fisika. Mata pelajaran fisika

merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Faktor yang

menyebabkan siswa menganggap sulit mata pelajaran fisika dapat ditinjau

dari cara mengajar guru yang dianggap oleh siswa kurang menyenangkan,

sehingga siswa merasa bosan dengan pembelajaran fisika maka siswa

merasa sulit dengan materi fisika. Oleh karena itu, sebagai guru harus

mempunyai keahlian dalam menciptakan inovasi belajar yang

menyenangkan untuk siswa, sehingga siswa berminat dalam belajar fisika

dan proses pembelajaran di kelas lebih efektif maka dapat menunjang

siswa memahami materi yang disampaikan guru. Berdasarkan uraian

(22)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan masalah

penelitian sebagai berikut:

Sejauh mana efektivitas pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika

pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk

mengetahui sejauh mana efektivitas pemanfaatan internet dalam

pembelajaran fisika pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit

Kabupaten Flores Timur.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa

Perkembangan teknologi semakin maju, diharapkan siswa tidak lagi

pasif dalam pembelajaran. Siswa dapat secara mandiri ataupun

kelompok, dapat mencari informasi atau materi pembelajaran dengan

memanfaatkan internet baik di kelas maupun di luar kelas.

2. Bagi Guru

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu referensi bagi guru untuk

menerapkan suatu model pembelajaran di kelas. Guru tidak sebatas

(23)

menarik dan menyenangkan yaitu salah satunya memanfaatkan

internet. Oleh karena itu, siswa secara aktif dapat mengakses materi

pembelajaran melalui internet.

3. Bagi Peneliti

Penelitian ini merupakan suatu penelitian ilmiah untuk memenuhi

tugas akhir peneliti. Selain itu, dengan adanya hasil penelitian ini dapat

dijadikan sebagai suatu pengetahuan baru bagi peneliti agar dapat

(24)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Belajar

1. Pengertian Belajar

Belajar ditandai dengan adanya perubahan dalam diri

seseorang. Perubahan dalam diri seseorang dari hasil proses belajar

meliputi perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan

(psikomotorik), dan menyangkut sikap (afektif). Proses belajar yang

terjadi pada seseorang merupakan suatu yang sangat kompleks dan

terjadi sejak bayi hingga orang tersebut meninggal dunia. Oleh karena

itu dalam proses pembelajaran dituntut adanya perubahan sebuah

kondisi dalam diri organisme yang melakukan aktivitas belajar

(Wardoyo, 2013).

Menurut Anthony Robbins (dalam Trianto, 2009: 15),

mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara

sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu pengetahuan

yang baru. Dari defenisi ini dimensi belajar memuat beberapa unsur,

yaitu: (1) penciptaan hubungan, (2) sesuatu hal pengetahuan yang

sudah dipahami, dan (3) sesuatu pengetahuan yang baru. Jadi dalam

makna belajar, di sini bukan berangkat dari sesuatu yang benar-benar

belum diketahui (nol), tetapi merupakan keterkaitan dari dua

(25)

Pandangan Anthony Robbins senada dengan apa yang

dikemukakan oleh Jerome Brunner dalam (Romberg & Kaput, 1999

dalam Trianto 2009), bahwa belajar adalah suatu proses aktif di mana

siswa membangun (mengkonstruk) pengetahuan baru berdasarkan

pada pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya.

Belajar secara umum diartikan sebagai perubahan pada

individu yang terjadi melalui pengalaman, dan bukan karena

pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik

seseorang sejak lahir. Bahwa antara belajar dan perkembangan sangat

erat kaitannya (Trianto, 2009: 16).

Proses belajar terjadi melalui banyak cara baik disengaja

maupun tidak disengaja dan berlangsung sepanjang waktu dan menuju

pada suatu perubahan pada diri pembelajar. Perubahan yang dimaksud

adalah perubahan perilaku tetap berupa pegetahuan, pemahaman,

keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh individu. Sedangkan

pengalaman merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan

sebagai sumber belajarnya. Jadi, belajar di sini diartikan sebgai proses

perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak

paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil,

dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat

(26)

2. Ciri-Ciri Belajar

Dari beberapa defenisi yang telah dikemukakan oleh para ahli

mengenai belajar nampak adanya beberapa ciri-ciri belajar yaitu:

a. Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change of

behavior). Ini berarti bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati

dari tingkah laku yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari yang

tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dan

lain sebagainya. Tanpa pengamatan dari tingkah laku hasil belajar

orang tidak dapat mengetahui ada tidaknya hasil belajar. Karena

perubahan hasil belajar hendaknya dinyatakan dalam bentuk yang

dapat diamati.

b. Perubahan perilaku relatif permanen, ini diartikan bahwa

perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu

tertentu akan tetap atau tidak berubah-berubah, akan tetapi dilain

pihak tingkah laku tersebut tidak akan terpancang seumur hidup.

c. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat

proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut

bersifat potensial. Artinya hasil belajar tidak selalu serta-merta

terlihat segera setelah selesai belajar. Hasil belajar dapat terus

berproses setelah kegiatan belajar selesai.

d. Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.

Artinya belajar itu harus dilakukan secara aktif, sengaja, terencana,

(27)

e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu

yang memperkuat memberikan semangat atau dorongan untuk

mengubah tingkah laku.

3. Sumber Belajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan

oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai

dengan tujuan yang hendak dicapai (Sanjaya,W., 2006: 174).

Dalam proses penyusunan perencanaan program pembelajaran,

guru perlu menetapkan sumber apa yang dapat digunakan oleh siswa

agar mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dalam pengajaran tradisional, guru sering hanya menetapkan buku

sebagai sumber belajar. Itu pun biasanya terbatas hanya dari salah satu

buku tertentu saja. Dalam proses pembelajaran yang dianggap modern

sesuai tuntutan standar proses pendidikan dan sesuai dengan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi

informasi, maka sebaiknya guru memanfaatkan sumber-sumber lain

selain buku. Hal ini penting, sebab penggunaan salah satu sumber

tertentu saja, akan membuat pengetahuan siswa terbatas dari satu

sumber yang ditetapkan itu.

Beberapa sumber belajar yang bisa dimanfaatkan oleh guru

khususnya dalam setting proses pembelajaran di dalam kelas di

(28)

a. Manusia sebagai Sumber Belajar

Manusia merupakan sumber utama dalam proses pembelajaran.

Dalam usaha pencapaian tujuan pembelajaran, guru dapat

memanfaatkannya dalam setting proses belajar mengajar. Misalkan

untuk mempelajari undang – undang lalu lintas, guru bisa menggunakan

polisi lalu lintas sebagai sumber belajar utama siswa. Demikian juga

untuk mempelajari topik-topik yang berhubungan dengan kesehatan,

guru dapat memanfaatkan tenaga medis seperti dokter atau perawat

kesehatan.

Memang pemanfaatan manusia sebagai sumber belajar oleh guru

khususnya dalam setting proses belajar mengajar di dalam kelas, masih

belum memasyarakat. Selama ini penggunaan manusia sumber baru

digunakan di luar kelas, itu pun masih sangat terbatas. Akan tetapi

dalam proses pendidikan modern, hal ini perlu dicoba. Sebab,

penggunaan manusia sumber secara langsung akan menambah wawasan

yang luas, disamping dapat menghindari terjadinya salah persepsi.

b. Alat dan Bahan Pengajaran

Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu

guru; sedangkan bahan pengajaran adalah segala sesuatu yang

mengandung pesan yang akan disampaikan kepada siswa. Alat dan

bahan biasanya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

Yang menjadi bahan pelajaran diantaranya, adalah buku-buku, majalah,

(29)

akan disampaikan, film slide, foto, gambar, dan lain sebagainya.

Sedangkan yang termasuk pada alat adalah seperti overhead projector

(OHP) atau alat pewayang pandang (OHP) untuk memproyeksikan

transparansi, slide Projector untuk menayangkan film slide, tape, video

player memutar kaset audio dan kaset video, dan lain sebagainya.

c. Berbagai Aktivitas dan Kegiatan

Aktivitas adalah segala perbuatan yang sengaja dirancang oleh

guru untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa seperti kegiatan

diskusi, demonstrasi, simulasi, melakukan percobaan, dan lain

sebagainya.

d. Lingkungan atau Setting

Lingkungan atau setting adalah segala sesuatu yang dapat

memungkinkan siswa belajar. Misalnya, gedung sekolah, perpustakaan,

laboratorium, taman, kantin sekolah, dan lain sebagainya.

B. Efektivitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) definisi

efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang

ditimbulkan, manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari

suatu usaha atau tindakan, dalam hal ini efektivitas dapat dilihat dari

tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus yang dicanangkan lebih

(30)

belajar siswa yang diukur menggunakan tes tertulis dan minat belajar

yang diukur menggunakan kuesioner/angket minat belajar siswa.

C. Internet

1. Pengertian Internet

Internet adalah sumber daya informasi yang menjangkau

seluruh dunia. Sumber daya informasi tersebut sangat luas dan sangat

besar sehingga tidak ada satu orang, satu organisasi, atau satu negara

yang dapat menanganinya sendiri (Sidharta, L., 1996).

Menurut Robin Mason dan Frank Rennie (dalam Lani

Sidharta, 1996), internet adalah jaringan kompleks dan cepat meluas

bagi komputer yang saling terjalin. Kesepakatan mengenai seperangkat

protokol bersama memungkinkan komputer mana pun dalam networks

(jaringan) untuk berkomunikasi dengan komputer lain, dengan

menggunakan berbagai jenis cara berbeda. Secara skematik, local area

network (LAN) untuk organisasi atau area geografis tertentu bergabung

bersama dalam jaringan semakin besar untuk memberikan cakupan

lebih global.

2. Tujuan Pemanfaatan Internet

Menurut Gralla (2007: 86), sejak awal konsentrasi utama

internet adalah untuk membuat komunikasi antara orang dengan orang

lain yang menggunakan komputer lebih mudah. Dulu, internet dibuat

(31)

pemikiran mereka, kerja, dan sumber. Dalam militer internet pada

awalnya digunakan untuk komunikasi diantara mereka tentang perang.

Sekarang, setelah dua dekade lahirnya jaringan pertama yang

bertumbuh menjadi internet, peran utamanya masih sebagai media

komunikasi. Lebih lanjut Gralla (2007: 288) menjelaskan bahwa

internet yang awalnya pada militer dan akademik telah berkembang

setiap tahun. Internet telah menjadi bagian vital dalam kehidupan

sehari-hari yang dimanfaatkan saat bekerja, untuk hiburan, untuk

mendapatkan informasi dan untuk belanja.

3. Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran

Guru sekarang ini dapat mengajarkan bahan atau materi

pelajaran dengan bantuan internet. Siswa diberi tugas untuk mencari

bahan dari internet dan juga simulasi yang ada di intrenet. Dengan

model ini, siswa lebih aktif, belajar mengerti bahan yang ada di

internet, dan menjelaskannya di depan kelas. Tentu model ini hanya

dapat dilakukan bila di sekolah ada jaringan internet, atau siswa di

rumah mempunyai jaringan internet juga (Suparno, 2013: 120-121).

Menurut Suparno (2013: 121) keuntungan penggunaan internet dalam

pembelajaran antara lain:

a. Siswa dapat mempelajari dari manapun, termasuk di rumahnya.

Tidak terbatas pada waktu dan tempat. Maka dari itu, siswa akan

(32)

b. Pelajaran dari guru dapat juga diakses orang atau siswa lain tidak

terbatas pada siswanya sendiri. Bahan yang disiapkan guru dapat

berdampak luas.

c. Bahan – bahan dari internet sering lebih lengkap dan lebih menarik

dengan berbagai ilustrasi.

d. Siswa aktif dan sungguh mencari.

Sadirman (2001: 94) menyatakan bahwa perubahan dan

perkembangan yang berlaku dengan cepat, memerlukan penyediaan

sumber belajar yang aktual, kaya informasi dan mudah terjangkau.

Internet adalah teknologi yang telah memberikan landasan kuat bagi

terciptanya lingkungan belajar yang kaya, serta mampu memenuhi

pendidikan dan latihan. Internet adalah jaringan dari jaringan,

sebagaimana jaringan telepon yang mengkomunikasikan suara, internet

mengkomunikasikan data. Internet mengandung kumpulan data dan

informasi yang banyak berkaitan dengan berbagai topik. Dalam

pencarian item informasi tertentu, informasi dapat dibagi menjadi tiga

kategori mudah.

1) Kategori informasi yang sesuai, yaitu lembaran informasi yang

memang dikehendaki.

2) Kategori informasi yang memang tidak diperlukan langsung, yang

merujuk kepada kumpulan informasi yang tidak ada nilai dan tidak

(33)

3) Informasi yang masih samar-samar, merupakan kumpulan

informasi yang perluh diperdebatkan dan dibincangkan sesuai atau

sebaliknya.

Teknologi internet merupakan jenis media e-education yang

dapat menciptakan interaksi dua arah secara online. Media ini

digunakan untuk mengembangkan proses belajar mengajar, karena

selain bersifat interaktif, media ini terhubung dengan jaringan global

dunia, sehingga jangkaun aksesnya tak terbatas. Terdapat 5 kaidah

bagaimana para guru dan siswa boleh menggunakan internet bagi

menyokong proses pengajaran dan pembelajaran. Kelima kaidah

tersebut untuk:

1) Sebagai sumber informasi yang banyak

2) Untuk menyediakan saluran perbincangan

3) Bagi menyokong proyek bersama

4) Sebagai pembekal penerbitan

5) Sebagai peralatan penyelidikan

D. Peran Guru dalam E-learning

E-learning telah memperkuat dan mempercepat terjadinya

pergeseran peran guru. Peran guru dalam e-learning adalah sebagai

desainer instruksional, fasilitator dalam interaksi belajar, dan ahli materi.

Peran guru yang utama adalah untuk mendorong proses perkembangan

(34)

memiliki aksebilitas dan adaptabilitas yang tinggi (Seok, 2008). Dalam

e-learning guru juga dituntut untuk terampil dalam bidang TIK, terutama

dalam pembuatan tampilan bahan ajar melalui media.

Peran guru sebagai sumber utama informasi dan pengetahuan,

menjadi berkurang jauh dalam era e-learning. Berbagai jenis informasi dan

pengetahuan tersedia secara gratis dari internet. Guru harus

mengadaptasikan perannya dari sumber atau penguasa ilmu menjadi

pembimbing siswa dalam memilih dan menyeleksi kegiatan belajar. Peran

guru sebagaimana dikemukakan oleh Barajas, Scheuermann dan Kikis

(2002) adalah sebagai: siswa, tutor, kolaborator, pengembang materi,

peneliti, siswa TIK seumur hidup, dan anggota dari tim pengajar.

E. Peran Internet Dalam Pembelajaran Fisika

Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk

menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses

komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak

akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Media

pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media

pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan

media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain

itu, media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah

dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik

(35)

balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktik-praktik dengan

benar.

Perkembangan internet saat ini telah menjalar dan memasuki setiap

dimensi aspek kehidupan manusia. Salah satu peranan yang besar dapat

dilihat dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam

suatu institusi akademik. Teknologi informasi telah memberikan gambaran

kepada kita bagaimana teknologi informasi telah memainkan peranan yang

penting dalam suatu komunikasi informasi. Di mana pada tahun 50-an

media komunikasi yang dipakai adalah jam, pada tahun 50-an s.d. 70-an

media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an s.d. 90-an media

yang dipergunakan adalah telepon dan faksimile, dan pada tahun 90-an

sampai sekarang, media yang dipergunakan adalah ponsel, komputer, dan

internet.

Berdasarkan data statistik Indonesia, terlihat bahwa khususnya di

Indonesia, terdapat 11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau

5,2% dari total penduduk Indonesia. Hal ini memberikan gambaran

kepada kita bahwa pertumbuhan pengguna internet di seluruh Indonesia

berkembang pesat dan sudah menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang.

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa internet memiliki

peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi kehidupan khususnya

pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar di dalam

membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi

(36)

populer dimanfaatkan karena internet merupakan teknologi informasi yang

mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga

memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat

dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan

khususnya dalam pembelajaran fisika, berkat adanya jaringan internet,

maka dapat membantu dalam mendapat informasi-informasi yang terkini

dan sesuai dengan kebutuhan.

Berdasarkan hal tersebut, maka ada beberapa keuntungan jika kita

menggunakan internet sebagai media dalam pembelajaran fisika, antara

lain:

1. Dengan adanya internet dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan

kualitas pembelajaran fisika yang menyenangkan;

2. Kaidah, hukum dan prinsip fisika yang sulit dapat diatasi dengan

beberapa simulasi dan animasi fisika di internet;

3. Internet dapat mengatasi keterbatasan perpustakaan dan media

pembelajaran fisika.

Pembelajaran fisika dengan media internet ini dapat dilaksanakan

baik secara klasikal, kelompok maupun individual. Pembelajaran secara

klasikal akan menuntut guru dalam pemilihan materi ajar fisika sehingga

dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas lebih efektif dan

menarik. Dalam pencarian materi ajar ini dimulai ketika searching dengan

internet. Setelah memasukkan kata kunci, muncul beberapa halaman,

(37)

yang diinginkan maka disimpan dalam bentuk file. Hasil-hasil ini diolah

menjadi bahan ajar yang siap untuk ditayangkan dengan komputer dan

atau proyektor dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Di bidang pendidikan, internet banyak memunculkan e-learning

dan pembelajaran online, di mana belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan

waktu. Selain sebagai sumber belajar yang hampir tidak terbatas, internet

juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara guru dengan

guru maupun guru dengan siswa.

F. Hasil Belajar

Sudjana (2014: 22) mendefinisikan hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima

pengalaman belajar. Selanjutnya Wahidumudi, dkk. (2010: 18)

menjelaskan bahwa seorang dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar

jika ia mampu menunjukkan adanya perubahan dalam dirinya. Hasil

belajar merupakan perubahan perilaku siswa akibat belajar (Purwanto,

2013: 34). Perubahan tersebut diupayakan untuk mencapai tujuan

pendidikan.

Dari ketiga pendapat di atas dapat dikatakan bahwa hasil belajar

adalah output yang diperoleh seseorang setelah melakukan proses belajar.

Hasil belajar biasanya digunakan sebagai patokan untuk mengetahui

seberapa jauh sesorang menguasai materi yang sudah diajarkan. Jadi hasil

(38)

proses belajar. Karena hasil belajar merupakan salah satu tujuan dari

pendidikan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, maka dapat

dikatakan bahwa pembelajaran berhasil apabila hasil belajar peserta didik

juga berhasil. Salah satu sasaran hasil belajar adalah aspek atau ranah

kognitif. Ranah kognitif (cognitive domain) adalah ranah yang

mencakup kegiatan mental (otak). Artinya, segala upaya yang

menyangkut aktivitas otak termasuk ke dalam ranah kognitif. Oleh karena

itu, ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan akademis peserta didik

yaitu mencakup kegiatan otak (Sudaryono, 2012: 58). Taksonomi Bloom

ranah kognitif yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl (Majid, 2014:

10) yakni :

a. Mengingat (Remember)

Mengingat adalah usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari

ingatan masa lampau yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai

masalah yang kompleks dan konkret.

b. Memahami/mengerti (Understand)

Memahami/mengerti berkaitan dengan aktivitas mengklasifikasikan

(classification) dan membandingkan (comparing). Mengklasifikasikan

akan muncul ketika seorang peserta didik berusaha mengenali

pengetahuan yang merupakan anggota dari kategori pengetahuan

(39)

c. Menerapkan (Apply)

Menerapkan pada proses kognitif memanfaatkan atau mempergunakan

suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan

permasalahan. Mengimplementasikan apabila siswa memilih dan

menggunakan prosedur yang belum diketahui.

d. Menganalisis (Analysis)

Menganalisis merupakan memecahkan masalah suatu permasalahan dan

mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian dari permasalahan dan

mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian tersebut dapat menimbulkan

permasalahan.

e. Mengevaluasi (Evaluate)

Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian

berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria yang biasanya

digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi.

Evaluasi berupa mengecek dan mengkritisi kegagalan suatu produk.

f. Menciptakan (Creat)

Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur

secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan

mengarahkan siswa menghasilkan suatu produk baru dengan

mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang

(40)

G. Minat Belajar

Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan

perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif

menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap

belajar sebab dengan minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu

yang tidak diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin

melakukan sesuatu. Misalnya seorang anak menaruh minat terhadap

bidang kesenian, maka ia akan berusaha untuk mengetahui lebih banyak

tentang kesenian (Muljo Rahardjo, 2012: 8).

Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat

murid, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun

yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya.

William James (1890) melihat bahwa minat siswa merupakan

faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi, efektif

merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam

belajar. Mengingat pentingnya minat dalam belajar, seorang tokoh

pendidikan lain dari Belgia, yakni Ovide Decroly (1871-1932),

mendasarkan sistem pendidikannya pada pusat minat yang pada umumnya

dimiliki oleh setiap orang, yaitu minat terhadap makanan, perlindungan

terhadap iklim (pakaian dan rumah), mempertahankan diri terhadap

macam-macam bahaya dan musuh, bekerja sama dalam olahraga. Mursell

dalam bukunya succesfull teaching, memberikan suatu klasifikasi yang

(41)

mengemukakan 22 macam minat yang diantaranya ialah bahwa anak

memiliki minat terhadap belajar dan guru sendiri hendaknya berusaha

membangkitkan minat anak terhadap belajar.

Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi minat dapat

dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang bersumber dari dalam diri (faktor

internal) maupun yang berasal dari luar (faktor eksternal). Faktor internal

meliputi niat, rajin, motivasi dan perhatian. Sedangkan faktor eksternal

meliputi keluarga, guru, fasilitas sekolah dan teman sepergaulan.

Menurut Safari (dalam Yosefin, 2016) bahwa untuk mengetahui

berapa besar minat belajar siswa, dapat diukur melalui:

C.1 Kesukaan

Pada umumnya individu yang suka pada sesuatu disebabkan karena

adanya minat. Biasanya apa yang paling dia sukai mudah sekali untuk

diingat. Sama halnya dengan siswa yang berminat pada suatu mata

pelajaran tertentu akan menyukai pelajaran itu. Kesukaan ini tampak

dari semangat dan tujuan mengikuti mata pelajaran tersebut.

C.2 Kepuasan

Sering kali dijumpai beberapa siswa yang merespon dan

memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan guru pada saat

proses belajar mengajar di kelas. Tanggapan yang diberikan

menunjukkan apa yang telah disampaikan guru tersebut menarik

(42)

manfaat dalam proses belajar, sehingga timbul rasa ingin tahu yang

besar.

C.3 Keterlibatan

Keuletan dan kerja keras yang tampak melalui diri siswa

menunjukkan bahwa siswa tersebut ada keterlibatannya dalam belajar,

di mana siswa selalu lebih giat, berusaha menemukan hal-hal baru

yang berkaitan dengan pelajaran. Dengan demikian siswa akan

memiliki keinginan atau inisiatif untuk belajar.

C.4 Perhatian

Semua siswa yang mempunyai minat terhadap mata pelajaran

tertentu akan cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap

pelajaran itu. Melalui perhatiannya yang besar ini, seorang siswa akan

mudah memahami inti dari pelajaran tersebut. Perhatian sangat

penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik dan hal ini akan

berpengaruh pula terhadap minat siswa dalam belajar.

Untuk mengetahui apakah siswa berminat dalam belajar, dapat

dilihat dari beberapa indikator mengenai minat belajar. Indikator ini

disusun berdasarkan aspek minat siswa. Aspek mengenai minat siswa

(43)

H. Elastisitas Bahan

1. Sifat Elastisitas Bahan

Pegas dan karet adalah contoh benda elastis. Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu

dihilangkan (dibebaskan). Beberapa benda, seperti tanah liat

(lempung), adonan tepung kue, dan lilin mainan (plastisin) tidak

kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar dihilangkan.

Benda-benda seperti itu disebut benda-benda tak elastis atau benda plastis.

a. Tegangan

Pada gambar 2.1 seutas kawat dengan luas penampang A

mengalami suatu gaya tarik F pada ujung-ujungnya.

Gambar 2.1 Seutas kawat dengan luas penampang A ditarik dengan gaya F

𝐋

L

(44)

Akibat gaya tarik ini, kawat mengalami tegangan tarik , yang didefenisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang

dialami kawat dengan luas penampangnya (A).

(2-1)

Tegangan adalah besaran skalar dan sesuai persamaan (2-1)

memiliki satuan Nm-2 atau Pascal (Pa).

b. Regangan

Perhatikan gambar 2.1 gaya tarik yang dikerjakan pada

batang berusaha meregangkan kawat sehingga panjang kawat

semula L bertambah panjang sebesar . Regangan (tarik) e didefenisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang

(2-2)

Karena pertambahan panjang

besaran yang sama, maka sesuai persamaan (2-2), regangan e tidak

memiliki satuan atau dimensi.

regangan

=

𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒃𝒂𝒉𝒂𝒏𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈

𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈𝒂𝒘𝒂𝒍

atau

e

=

𝑳 𝑳𝟎

tegangan

=

𝒈𝒂𝒚𝒂

(45)

c. Modulus Elastisitas

Gambar 2.2 Grafik tegangan terhadap regangan. Sampai titik A, regangan sebanding dengan tegangan. Diatas batas elastis titik B, kawat logam tidak kembali ke panjang awalnya jika tegangan dihilangkan. Di titik E kawat patah.

Perhatikan gambar 2.2 Dalam daerah OA, yaitu daerah di

mana grafik berbentuk garis lurus, perbandingan antara

tegangan dengan regangan, yaitu ditunjukkan oleh kemiringan

garis OA (tan ) adalah konstan. Konstanta ini disebut Modulus Elatisitas. Dengan demikian, modulus elastisitas E suatu bahan didefenisikan sebagai perbandingan antara tegangan dan regangan

yang dialami bahan.

(2-3)

Modulus elastis juga disebut modulus Young (diberi

lambang Y) untuk menghargai Thomas Young. Modulus elastis = 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏

𝒓𝒆𝒈𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 atau E =

(46)

Satuan SI untuk tegangan adalah Nm-2 atau Pa,

sedangkan regangan e tidak memiliki satuan. Sesuai dengan

persamaan (2-3), maka:

satuan E =

= Nm-2 atau Pa

Modulus elastis sejumlah bahan yang umum digunakan

dalam keseharian dan teknologi ditunjukkan pada tabel 2.1:

Tabel 2.1 Modulus Elastis berbagai Zat Zat Modulus elastis

E (N/m2)

gaya tarik F dengan modulus elastis E.

(47)

d. Hukum Hooke

Pengaruh gaya pada seutas kawat dapat menyebabkan

pertambahan panjang. di sini perhatian utama pada benda

berbentuk spiral yang terbuat dari logam yang disebut pegas.

Gambar 2.3 grafik Gaya F terhadap pertambahan panjang

Grafik gaya tarik F terhadap pertambahan panjang akan berbentuk garis lurus melalui titik asal O. Persamaaan garis yang

sesuai adalah F = k dengan k sebagai gradien garis. Hasil yang sama akan diperoleh untuk pegas-pegas lainnya hanya gradien

k-nya berbeda. Untuk pegas lebih besar, tetapan k yang spesifik

untuk tiap pegas ini kita sebut tetapan gaya. Untuk semua pegas

berlaku,

(2-5)

Persamaan (2-5) dapat dinyatakan dengan kalimat berikut:

Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka

pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan

gaya tariknya.

F = k 𝒙 F

Pegas 3

Pegas 2

Pegas 1

O

(48)

Pernyataan tersebut dikemukakan pertama kali oleh Robert

Hooke, seorang arsitek yang ditugaskan untuk membangun

kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran

pada tahun 1666. Oleh karena itu, pernyataan di atas dikenal

sebagai hukum Hooke.

Dalam penelitian ini, yang dibahas pada materi elastisitas adalah:

1. Tegangan

2. Regangan

3. Modulus Elastisitas

4. Hukum Hooke

Pada penelitian ini, pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika pada

materi elastisitas digunakan untuk mencari bahan-bahan belajar, sehingga siswa

menjadi aktif dalam belajar. Bahan-bahan belajar tersebut berupa:

1. Video penjelasan materi

2. Video eksperimen

3. Video contoh soal

Manfaat internet yang dapat digunakan untuk mencari bahan-bahan belajar

tersebut maka, internet dianggap mempunyai manfaat yang khas sehingga

penelitian ini menggunakan internet. manfaat khas tersebut antara lain:

1. Menarik

2. Komunikatif

(49)

31

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat kuantitaif. Penelitian kuantitatif adalah

penelitian yang secara umum menggunakan data-data yang nantinya akan

diskor dalam bentuk angka dan model analisisnya menggunakan statistik

(Suparno, 2010 :7).

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yang

mempunyai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok

eksperimen yaitu kelompok kelompok yang menerima treatment dan

kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak menerima treatment.

Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah

pretest-posstest control grup. Tes tertulis berupa pretest dan posstest

diberikan pada kelompok eksprimen dan kelompok kontrol. Pretest

diberikan kepada siswa sebelum diberikan treatment dengan tujuan untuk

mengetahui pengetahuan awal siswa dan posttest diberikan setelah diberikan

treatment dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh treatment

terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk mengetahui minat siswa

(50)

Tabel 3.1. Pretest dan posstestcontrol group design

Research Group O1 X1 O1’

Control Group O2 X2 O2’

Keterangan:

O1 = Pretest kelompok eksperimen

X1 = Pembelajaran dengan sumber belajar dari internet

O1’ = Posstest kelompok eksperimen

O2 = Pretest kelompok kontrol

X2 = Pembelajaran dengan ceramah

O2’ = Posstest kelompok kontrol

B. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: subjek atau

objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi bisa

berupa subjek maupun objek penelitian. Dalam penelitian ada populasi

yang tidak dapat diketahui secara pasti jumlahnya dan ada populasi yang

dapat diketahui secara pasti jumlahnya (Sangadji dan Sopiah, 2010

(51)

Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI

SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara

Timur tahun ajaran 2018/2019.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah kelompok kecil yang diamati dan merupakan bagian

dari populasi sehingga sifat dan karakteristik populasi juga dimiliki oleh

sampel. Ferguson (1976) mendefenisikan sampel adalah beberapa

bagian kecil atau cuplikan yang ditarik dari populasi (Sedarmayanti dan

Syarifudin, 2011 :124).

Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 siswa kelas XI IPA SMA

Bulan Sabit tahun ajaran 2018/2019.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Bulan Sabit, kecamatan Ile

Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

2. Waktu Penelitian

(52)

D. Treatment

Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subjek yang akan

diteliti agar nantinya didapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010 :51).

Treatment dalam penelitian ini adalah dua kelas yang dibagi menjadi:

1. Kelompok Eksperimen (menggunakan internet)

Kelompok eksperimen pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 2

SMA Bulan Sabit. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang

diberikan treatment menggunakan sumber belajar dari internet pada

materi elastisitas dan hukum Hooke. Kelompok eksperimen dibagi

menjadi 3-4 siswa dalam satu kelompok kecil. Kelompok kecil ini

melakukan diskusi dengan panduan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang

sudah diberikan peneliti. Diskusi yang dilakukan dengan panduan

sumber belajar dari internet. Setelah itu, siswa menyampaikan hasil

belajar kelompok kecilnya kepada kelompok lain dan kelompok lain

menanggapi/bertanya pada kelompok yang menyampaikan hasil

kerjanya. Kemudian guru menambahkan beberapa hal yang berkaitan

dengan materi dengan sumber dari internet.

2. Kelompok Kontrol (tidak menggunakan internet)

Kelompok kontrol pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 SMA

Bulan Sabit. Pada kelompok kontrol, sumber belajar yang digunakan

tidak bersumber dari internet. Guru melakukan penjelasan dengan

metode ceramah pada materi elastisitas, kemudian siswa mengerjakan

(53)

E. Instrumen Proses Belajar

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan, dibuat

untuk menentukan langkah-langkah pembelajaran yang akan

dilaksanakan di kelas selama pengambilan data penelitian.

2. Bahan Ajar

Pokok bahasan yang diajarkan kepada siswa selama penelitian

adalah elastisitas. Bahan ajar disusun sesuai dengan standar kompotensi

(SK) dan kompetensi dasar (KD) yang berlaku di sekolah. Bahan ajar

dapat dilihat pada BAB II.

3. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat sebagai paduan bagi siswa

dalam proses pembelajaran berlangsung. LKS dikerjakan oleh siswa

secara kelompok. Lembar Kerja Siswa (LKS) hanya diberikan kepada

(54)

F. Desain Pembelajaran

Berikut ini, desain pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol:

1. Kelas Eksperimen

Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan untuk tiga kali

pertemuan membahas tentang materi elastisitas. Berikut disajikan tabel

desain pembelajaran kelas eksperimen:

Tabel 3.2. Desain Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan I

No. Aktivitas Sumber

1. Pengantar Guru 2. Siswa mengakses internet

untuk menonton video tentang elastisitas bahan.

https://www.youtube.com/watc h?v=8HTGbyo8-zs

3. Siswa mempelajari materi tegangan dan regangan secara individu dengan panduan pada LKS 1.

Internet (siswa bebas

mengakses link apapun yang berkaitan dengan tegangan dan regangan, baik berupa teks, gambar maupun video). 4. Siswa mendiskusikan

video materi tegangan dan regangan yang diakses di internet secara kelompok dengan panduan pada LKS 2.

http://www.youtube.com/watch /v=UImTLs7OdRY

5. Siswa memaparkan materi tegangan dan regangan yang telah dipelajari.

LKS 1 dan LKS 2.

6. Tanya jawab antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

Internet, LKS 1, LKS 2 dan guru.

7. Siswa mengakses internet untuk mempelajari contoh soal materi tegangan dan regangan.

https://youtu.be/ebzVe7ooi_0 https://youtu.be/K3AGb73Ulxc https://youtu.be/9AENDGkTPa A

8. Siswa mengerjakan latihan soal.

(55)

No. Aktivitas Sumber 9. Penjelasan materi tegangan

dan regangan yang telah dipelajari secara garis 2. Siswa mengakses internet

untuk menonton video awal tentang modulus elastisitas.

https://www.youtube.com/watc h?v=IuT76XO_igw

3. Siswa mendiskusikan video materi modulus elastisitas yang diakses di internet secara kelompok dengan panduan pada LKS 4.

https://www.youtube.com/watc h?v=gvNHWd_DIS0

4. Siswa memaparkan materi modulus elastisitas yang telah dipelajari.

LKS 4

5. Tanya jawab antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

Internet, LKS 4 dan guru.

6. Siswa mengakses internet untuk mempelajari contoh soal materi modulus elastisitas.

https://www.youtube.com/watc h?v=DYWML5XDSqA

7. Siswa mengerjakan latihan soal.

Buku

(56)

Pertemuan III

No. Aktivitas Sumber

1. Pengantar Guru 2. Siswa mengakses internet

untuk menonton video

2. Siswa mendiskusikan video materi hukum Hooke yang diakses di internet secara kelompok dengan panduan pada LKS 5.

https://www.youtube.com/watc h?v=qn9BdQUNZtE&t=17s

3. Siswa memaparkan materi hukum Hooke yang telah dipelajari.

LKS 5

4. Tanya jawab antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

Internet, LKS 5 dan guru.

5. Siswa mengakses internet untuk mempelajari contoh soal materi hukum Hooke.

Internet (siswa dibebaskan mengakses alamat link internet yang berkaitan dengan contoh soal hukum Hooke)

6. Siswa mengerjakan latihan soal.

Buku

7. Penjelasan materi hukum Hooke yang telah materi hukum Hooke yang telah dipelajari.

Siswa, guru

2. Kelas Kontrol

Pembelajaran pada kelas kontrol dilaksanakan untuk tiga kali

pertemuan membahas tentang materi elastisitas. Berikut disajikan tabel

(57)

Tabel 3.3. Desain Pembelajaran Kelas Kontrol Pertemuan I

No. Aktivitas Sumber

1. Pengantar Guru 2. Siswa memperhatikan

penjelasan materi tegangan dan regangan dengan metode ceramah

Guru

3. Tanya jawab antara guru dengan siswa

Siswa, guru, buku

4. Siswa mempelajari contoh soal

Guru, buku

5. Siswa mengerjakan latihan soal 2. Siswa memperhatikan

penjelasan materi modulus elastisitas dengan metode ceramah.

Guru

3. Tanya jawab antara guru dengan siswa

Siswa, guru, buku

4. Siswa mempelajari contoh soal

Guru, buku

5. Siswa mengerjakan latihan soal 2. Siswa memperhatikan

penjelasan materi hukum Hooke dengan metode ceramah.

Guru

3. Tanya jawab antara guru dengan siswa

Siswa, guru, buku

4. Siswa mempelajari contoh soal

Guru, buku

5. Siswa mengerjakan latihan soal

Buku

(58)

G. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk

mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik

semua fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2015 :148).

Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data

dalam penelitian. Bentuknya dapat berupa tes tertulis, angket, wawancara,

dokumentasi dan observasi.Teknik pengumpulan data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah tes tertulis dan angket/ kuesioner.

1. Soal Tes Tertulis

Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu

alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Tes

tertulis pada penelitian ini berupa tes objektif bentuk pilihan ganda (A,

B, C, D, dan E) dalam bentuk pretest (sebelum pembelajaran dimulai)

dan posttest (setelah pembelajaran berakhir). Tes objektif adalah bentuk

tes yang mengandung kemungkinan jawaban atau respon yang harus

dipilih oleh peserta tes (Widoyoko, 2012). Kisi-kisi soal tes tertulis

pretest dan posstest seperti pada tabel 3.2:

Tabel 3.4. kisi-kisi soal pretest dan posstest

Indikator Materi Bentuk Soal Nomor Soal

(59)

Indikator Materi Bentuk Soal Nomor Soal

2. Angket Minat Belajar Siswa

Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh

informasi dari responden yang ingin diketahui. Dalam penelitian ini,

jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup yaitu, responden

tinggal memilih jawaban yang sudah disiapkan (Suparno, 2010). Berikut

(60)

Tabel 3.5 kisi-kisi lembar angket minat belajar siswa

No Aspek

Minat Indikator Pernyataan

No. Soal 1. Kesukaan a. Siswa senang

belajar fisika.

1. Saya senang belajar fisika.

2. Saya selalu semangat dalam mengkuti

3. Saya tertarik belajar fisika dengan

1. Saya bertanya kepada guru atau teman jika ada yang kurang saya pahami dari video

(61)

No Aspek

Minat Indikator Pernyataan

No. lain selain dari situs Web yang diberikan

1. Saya bekerjasama dalam kelompok

3. Saya selalu turut serta dalam perumusan dan

4. Saya selalu turut serta dalam menyampaikan

(62)

No Aspek

Minat Indikator Pernyataan

No.

1. Saya memperhatikan penjelasan yang

2. Saya menonton video pembelajaran materi

(63)

H. Uji Validasi

Menurut Suparno (2010: 67), validitas dapat mengukur atau

menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur,

yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjuk pada kesesuain,

penuh arti, bergunanya kesimpulan valid bila sesuai dengan tujuan

penelitian. Pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan

mengadakan tes tertulis berupa pretest dan posstest sedangkan minat

belajar dengan menggunakan angket.

Dalam penelitian ini, validitas intrumen tes tertulis divalidasi oleh

dosen pembimbing, sedangkan angket divalidasi oleh dosen pembimbing

dan siswa. Angket divalidasi dengan diuji coba ke 14 orang siswa dan

kemudian diolah menggunakan SPSS. Hasil validasi yang didapat setelah

diolah menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:

(64)

Nomor

I. Teknik Analisis Data 1. Teknik Penskoran

Dalam penelitian ini jumlah skor seluruhnya adalah 100. Soal

pilihan ganda dengan jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban

yang salah diberi skor 0, sehingga skor seluruhnya untuk 10 nomor soal

pilihan ganda adalah 10. Sedangkan penskoran soal esai, untuk

masing-masing kriteria dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.7. Teknik penskoran untuk soal esai

a. Teknik penskoran untuk soal nomor 11 pretest dan 12 posttest :

Menuliskan

No. Indikator yang dinilai Skor

A B C

1. Siswa dapat menuliskan yang

diketahui dengan benar 1 2. Siswa dapat menuliskan rumus

dengan benar 2 2 2

Skor Maksimum 7

Penyelesaian No. Indikator yang dinilai

Skor

A B C

1. Siswa dapat menyelesaikan

perhitungan dengan benar 8 6 7 2. Siswa dapat menyelesaikan

perhitungan dengan rumus namun ada kesalahan perhitungan

(65)

No. Indikator yang dinilai

Skor

A B C

3. Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar beserta satuannya

4 4 4

4. Siswa dapat menuliskan hasil

akhir dengan benar tanpa satuan 2 2 2 5. Siswa menuliskan hasil akhir

yang salah 1 1 1

6. Siswa tidak menuliskan

jawaban 0 0 0

Skor Maksimum 12 10 11

b. Teknik penskoran untuk hitungan soal nomor 12 pretest dan 13

posttest:

Menuliskan

No. Indikator yang dinilai Skor 1. Siswa dapat menuliskan yang

diketahui dengan benar 1 2. Siswa dapat menuliskan rumus

dengan benar 2

Skor Maksimum 3

Penyelesaian

No. Indikator yang dinilai Skor 1. Siswa dapat menyelesaikan

perhitungan dengan benar 7 2. Siswa dapat menyelesaikan

perhitungan dengan rumus namun ada kesalahan perhitungan

4

3. Siswa dapat menuliskan hasil akhir

dengan benar beserta satuannya 3 4. Siswa dapat menuliskan hasil akhir

dengan benar tanpa satuan 2 5. Siswa menuliskan hasil akhir yang

salah 1

6. Siswa tidak menuliskan jawaban 0

Figur

Gambar 2.1 Seutas Kawat dengan Luas Penampang A ditarik
Gambar 2 1 Seutas Kawat dengan Luas Penampang A ditarik . View in document p.17
Gambar 2.1 Seutas kawat dengan luas penampang A ditarik dengan gaya F
Gambar 2 1 Seutas kawat dengan luas penampang A ditarik dengan gaya F . View in document p.43
Gambar 2.2 Grafik tegangan terhadap regangan. Sampai titik A, regangan
Gambar 2 2 Grafik tegangan terhadap regangan Sampai titik A regangan . View in document p.45
Tabel 2.1 Modulus Elastis berbagai Zat
Tabel 2 1 Modulus Elastis berbagai Zat . View in document p.46
Gambar 2.3 grafik Gaya F terhadap pertambahan panjang
Gambar 2 3 grafik Gaya F terhadap pertambahan panjang . View in document p.47
Tabel 3.1.  Pretest dan posstest control group design
Tabel 3 1 Pretest dan posstest control group design . View in document p.50
Tabel 3.2. Desain Pembelajaran Kelas Eksperimen
Tabel 3 2 Desain Pembelajaran Kelas Eksperimen . View in document p.54
Tabel 3.3. Desain Pembelajaran Kelas Kontrol
Tabel 3 3 Desain Pembelajaran Kelas Kontrol . View in document p.57
Tabel 3.4.  kisi-kisi soal pretest dan posstest
Tabel 3 4 kisi kisi soal pretest dan posstest . View in document p.58
tabel 3.5 kisi-kisi lembar angket minat belajar siswa:
tabel 3.5 kisi-kisi lembar angket minat belajar siswa: . View in document p.59
Tabel 3.5  kisi-kisi lembar angket minat belajar siswa
Tabel 3 5 kisi kisi lembar angket minat belajar siswa . View in document p.60
Tabel 4.4. Hasil Uji T Pretest Hasil Belajar Siswa Kelas
Tabel 4 4 Hasil Uji T Pretest Hasil Belajar Siswa Kelas . View in document p.91
Tabel 4.5. Hasil Uji Posttest Hasil Belajar Siswa Kelas
Tabel 4 5 Hasil Uji Posttest Hasil Belajar Siswa Kelas . View in document p.93
Tabel 4.6. Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar Siswa
Tabel 4 6 Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar Siswa . View in document p.94
Tabel 4.7. Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar
Tabel 4 7 Hasil Uji T Pretest dan Posttest Hasil Belajar . View in document p.95
Tabel 4.8. Data Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen
Tabel 4 8 Data Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen . View in document p.96
Tabel 4.9. Data Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol
Tabel 4 9 Data Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol . View in document p.97
Tabel 4.10. Hasil Uji T Minat Belajar Awal Kelas Eksperimen
Tabel 4 10 Hasil Uji T Minat Belajar Awal Kelas Eksperimen . View in document p.98
Tabel 4.12. Hasil Uji T Minat Belajar Awal dan Minat Belajar
Tabel 4 12 Hasil Uji T Minat Belajar Awal dan Minat Belajar . View in document p.99
Tabel 4.13. Hasil Uji T Minat Belajar Akhir Kelas Eksperimen
Tabel 4 13 Hasil Uji T Minat Belajar Akhir Kelas Eksperimen . View in document p.100
Tabel 4.14 Klasifikasi Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas
Tabel 4 14 Klasifikasi Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas . View in document p.102
gambar maupun
gambar maupun . View in document p.118
Grafik manakah yang menunjukkan
Grafik manakah yang menunjukkan . View in document p.148
Tabel Data Pretest Kelas Eksperimen
Tabel Data Pretest Kelas Eksperimen . View in document p.196
Tabel Data Posttest Kelas Eksperimen
Tabel Data Posttest Kelas Eksperimen . View in document p.197
Tabel Data Pretest Kelas Kontrol
Tabel Data Pretest Kelas Kontrol . View in document p.198
Tabel Data Posttest Kelas Kontrol
Tabel Data Posttest Kelas Kontrol . View in document p.199
Tabel Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen
Tabel Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen . View in document p.200
Tabel Data Posttest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen
Tabel Data Posttest Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen . View in document p.201
Tabel Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol
Tabel Data Pretest Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol . View in document p.202

Referensi

Memperbarui...