• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 212009121 Full text

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T1 212009121 Full text"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Saat ini, perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat banyak pekerjaan menjadi semakin mudah dikerjakan. Demikian halnya kemajuan teknologi dalam proses pengolahan makanan menjadikan makanan cepat saji menjadi menu pilihan yang kini banyak tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fast food memiliki beberapa kelebihan antara lain penyajian yang cepat sehingga tidak menghabiskan waktu lama dan dapat dihidangkan kapan dan dimana saja, higienis dan dianggap sebagai makanan bergengsi dan makanan gaul (Irianto, 2007).

Masyarakat Indonesia yang berada didaerah perkotaan banyak mengalami pergeseran didalam pola konsumsi makanan. Kemajuan zaman terlebih karena pengaruh globalisasi dan meningkatnya sosial ekonomi masyarakat membuat perubahan dalam mengkonsumsi makanan yang cenderung kebarat-baratan. Makanan cepat saat saji ini telah menjadi kegemaran dan tren di masyarakat (Sulistijani, 2002).

Kecenderungan gaya hidup yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat saat ini mengarahkan mereka memilih makanan yang praktis yang pengolahannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Hal itu menjadi tantangan bagi pengusaha makanan cepat saji Salatigatersebut untuk mengemas strategi promosi agar dapat menarik konsumen untuk membeli. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh

Health Education Authority (2002), usia 15–34 tahun adalah konsumen terbanyak yang memilih menu fast food.

(2)

Persaingan usaha dalam bidang makanan cepat saji membuat beberapa perusahaan melakukan promosi penjualan untuk menarik konsumen agar membeli. Salah satu jenis promosi penjualan yang sering digunakan adalah memberikan voucher/kupon dan pemberian potongan harga. Setiap perusahaan memiliki strateginya sendiri untuk menarik minat beli konsumen agar melakukan pembelian terhadap produknya untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu kegiatannya yaitu promosi dengan memberikan potongan harga (diskon) (Sriyanti, 2009)

Perusahaan makanan cepat saji di Salatiga seperti Mister Burger melakukan promosi penjualan dengan memberikan kupon diawal pembukaan outlet. Yege Steak Keboen memberikan live music setiap hari sabtu dan memberikan diskon potongan harga kepada pelanggan yang datang pada hari besar. Warung Spesial Sambal memberikan kupon sebesar Rp.25.000 kepada setiap konsumen yang telah melakukan pembelian 8 kali sebesar masing masing minimal Rp.30.000. KFC memberikan potongan harga pada periode waktu tertentu serta memberikan kupon promo kepada setiap orang dengan ketentuan pada periode promosi. KFC juga menyediakan CD edisi khusus berisi lagu artis indonesia untuk menarik konsumen melakukan pembelian sejumlah tertentu.

Sebagai perusahaan waralaba makanan cepat saji yang sudah berdiri 35 tahun di Indonesia dan berkembang pesat, KFC tetap melakukan strategi promosi untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Kegiatan promosi akan memperbanyak frekuensi kunjungan pelanggan, selanjutnya akan meningkatkan penjualan dan pangsa pasar (Robinson, 1991). Strategi promosi KFC tersebut dilakukan dengan membuat program promosi yang berlaku pada periode waktu tertentu. Program promosi tersebut dibuat oleh seorang marketing manager yang berada di Jakarta dan berlaku untuk seluruh KFC di Indonesia.

(3)

Berdasarkan dari hasil penelitian Shimp (2004), penelitian efektivitas promosi penjualan dalam skripsi ini akan diukur menggunakan dua indikator:

1. Meningkatnya volume penjualan 2. Meningkatnya frekuensi transaksi

Peneliti memilih dua indikator tersebut karena hanya dua data itu yang tersedia dari objek penelitian.

Rumusan Masalah dan Persoalan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan dan pengamatan di lapangan dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: efektivitas promosi penjualan yang dilakukan oleh KFC Salatiga dari indikator volume penjualan dan frekuensi transaksi.

Rumusan persoalan penelitiannya sebagai berikut: Seberapa efektif promosi penjualan yang dilakukan oleh KFC Salatiga dari indikator volume penjualan dan frekuensi transaksi?

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan masalah diatas tujuan dari penelitian ini adalah mengukur efektivitas promosi penjualan yang dilakukan KFC Salatiga

Manfaat dari penelitian ini adalah

1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan bagi KFC untuk mengambil keputusan mengenai strategi promosi yang akan dilakukan kedepan.

2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi untuk setiap orang yang membacanya mengenai efektivitas promosi penjualan yang dilakukan KFC Salatiga serta dapat dijadikan perbandingan untuk penelitian selanjutnya. 3. Hasil penelitian ini dapat menjadikan pengetahuan bagi penulis sebagai

(4)

TELAAH TEORITIS

EfektivitasPromosi Penjualan

Menurut Saladin (2006), promosi penjualan terdiri atas alat insentif yang beraneka ragam, kebanyakan untuk jangka pendek, dirancang untuk merangsang pembelian produk tertentu lebih cepat dan lebih kuat oleh konsumen atau pedagang. Promosi penjualan (sales promotion) adalah upaya yang dilakukan pemasaran untuk mendorong calon pembeli agar membeli lebih banyak dan lebih sering (Cummins dan Mullen, 2004).

Menurut Tjiptono (1997),”promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impulse buying(pembelian tanpa rencana sebelumnya).”

Menurut Manning dan Reece (2001), impulse buying menitikberatkan pada daya tarik atas sentimen dan gairah membeli. Menurut Schiffman dan Kanuk (2004:25), pengaruh eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk, dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Promosi penjualan dapat menjadi pengaruh eksternal yang dapat mempengaruhi minat beli konsumen.

Cummins dan Mullen (2004) mengatakan salah satu tujuan dari promosi penjualan adalah menciptakan ketertarikan dan mengalihkan perhatian dari harga. Konsumen yang merasa senang dan puas akan barang atau jasa yang telah dibelinya, akan berpikir untuk membeli ulang kembali barang atau jasa tersebut (Band, 1991).

(5)

seringkali menarik perhatian konsumen; tema atau judul peralatan promosi menjadi menarik; konsumen dapat memperoleh sesuatu yang berharga seperti kupon, voucher, hadiah barang gratis, dan lain-lain; menambah jumlah konsumen dan menjaga kesetiaan konsumen; serta meningkatkan daya rangsang ataupun minat beli untuk melakukan pembelian.

Menurut Syuhaily (2011), promosi penjualan secara efektif dapat menstimulus keputusan pembelian konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hubungan yang signifikan antara sikap, harga, diskon, kupon, sampel gratis dan "Buy-one-get-one-free" dengan perilaku pembelian. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diartikan bahwa promosi penjualan terbukti efektif dalam membuat keputusan pembelian konsumen. Dalam penelitian tersebut dapat diartikan bahwa promosi penjualan dapat membuat volume penjualan meningkat.

Untuk mengukur efektivitas promosi penjualan dalam penelitian ini akan menggunakan dua indikator pengukuran diambil dari penelitian Shimp (2004). Dibawah ini 9 generalisasi empiris dari fungsi dan efektivitas promosi penjualan menurut (Shimp, 2004);

1. Penurunan harga ritel untuk sementara secara substansial akan meningkatkan penjualan (disebut sales spikes).

2. Semakin besar frekuensi deals (transaksi) semakin rendah puncak deals spike.

3. Frekuensi deal mengubah harga referensi konsumen.

4. Para pengecer mengalami kurang dari 100 persen trade deal.

5. Pangsa pasar merek yang lebih tinggi kurang lentur terhadap deal.

6. Promosi yang diiklankan dapat menyebabkan meningkatnya lalu lintas toko.

7. Fitur periklanan dan display yang beroperasi secara sinergis untuk mempengaruhi penjualan merek yang dikenakan diskon.

8. Promosi dalam satu kategori produk mempengaruhi penjualan merek dalam kategori komplementer dan kompetitif.

(6)

Berdasarkan dari hasil penelitian Shimp (2004), akan diambil dua indikator yang akan dipilih untuk mengukur efektivitas promosi penjualan pada penelitian ini yaitu volume penjualan dan frekuensi transaksi. Dua indikator itu digunakan karena hanya data tersebut yang tersedia dari obyek penelitian.

Dibawah ini akan dijelaskan masing-masing indikator yang menjadi pengukuran efektivitas promosi penjualan pada penelitian ini.

Volume Penjualan

Menurut Rangkuti (2009), volume penjualan merupakan jumlah total yang dihasilkan dari kegiatan penjualan barang dagangan. Berdasarkan pendapat Swastha dan Irawan (2000) dapat diketahui bahwa pengukuran volume penjualan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Didasarkan jumlah unit produk yang terjual

Volume penjualan yang diukur berdasarkan unit produk yang terjual, yaitu dalam jumlah unit penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu.

2. Didasarkan pada nilai produk yang terjual (omzet penjualan)

Volume penjualan didasarkan pada nilai produk yang terjual, yaitu jumlah nilai penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Rangkuti (2009:204) mengukur volume penjualan dari aspek fisik jumlah barang yang terjual. Menurut Swastha dan irawan (2000), menyatakan bahwa volume penjualan dapat diukur secara fisik dengan menghitung barang yang terjual dan dengan menghitung nilai uangnya. Penelitian ini hendak mengukur volume penjualan dari segi fisik saja, dengan demikian definisi yang akan diikuti adalah definisi menurut Rangkuti (2009:204).

(7)

promosi penjualan yang dilakukan oleh PT. Agronesia efektif karena dapat menarik lebih banyak konsumen untuk melakukan pembelian lebih banyak air minum dalam kemasan BMC. Setelah perusahaan melakukan promosi penjualan maka volume penjualan produk air minum kemasan BMC meningkat.

Pada saat promosi penjualan berlangsung maka volume penjualan meningkat, sehingga dapat dihipotesakan sebagai berikut:

H1 : Rata-rata volume penjualan pada saat promosi penjualan lebih tinggi dari rata-rata volume penjualan pada saat tidak ada promosi penjualan

Frekuensi Transaksi

Usman dan Armando (2006), mengatakan bahwa promosi penjualan menawarkan nilai ekstra dan intensif kepada konsumen untuk mengunjungi toko atau melakukan pembelian barang dagangan pada periode waktu yang spesifik. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa jumlah konsumen yang datang akan meningkat dan promosi penjualan dapat membuat konsumen melakukan pembelian. Jumlah transaksi saat promosi penjualan dilakukan menjadi indikator dari efektivitas promosi penjualan pada penelitian ini. Frekuensi transaksi adalah jumlah transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan dalam satu hari.

Menurut Cummins dan Mullin (2004), promosi penjualan adalah upaya pemasaran untuk mendorong calon pembeli agar membeli lebih banyak dan lebih sering. Nadyati (2007) mengatakan bahwa promosi penjualan yang dilakukan oleh Giant Hypermarket Botani Square Bogor memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan jumlah transaksi dan membuat penjualan meningkat.

Santoso (2010) menunjukkan bahwa promosi penjualan secara signifikan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen PT. Sumber Alfaria Trijaya. Dengan melakukan promosi penjualan frekuensi transaksi meningkat.

Pada saat promosi penjualan diberikan frekuensi transaksi meningkat, sehingga dapat dihipotesakan sebagai berikut:

(8)

H2 H1

Kerangka Konseptual

Abstrak

Empiris

Efektivitas promosi penjualan diukur menggunakan dua indikator yaitu volume penjualan dan frekuensi transaksi.

METODE PENELITIAN

Obyek Penelitian

Obyek penelitian menurut Arinkunto (2000), objek penelitian adalah variabel penelitian, yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Objek penelitian ini adalah KFC yang ada di Salatiga. Dalam penelitian ini yang menjadi satuan analisisnya adalah organisasi, yaitu perusahaan KFC. Peneliti akan mengambil data dari hasil volume penjualan dan frekuensi penjualan selama bulan Januari-April 2014

Jenis dan Sumber Data

Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer didapat dari wawancara langsung dengan pihak manajer KFC Salatiga untuk mendapatkan informasi seputar KFC Salatiga dan data mengenai volume penjualan dan frekuensi penjualan selama periode sebelum dan setelah promosi penjualan berlangsung.

Pengukuran Konsep

Menurut Tjiptono (1997),”promosi penjualan adalah bentuk persuasi

langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang

Efektivitas promosi penjualan

(9)

yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya).”

Alat promosi penjualan bisa berupa sampel produk, kupon, pengembalian tunai, harga khusus, premi, barang khusus iklan, penghargaan dukungan, pajangan dan demonstrasi di titik pembelian, dan kontes, undian serta permainan (Kotler dan Armstrong, 2004).

Efektivitas promosi penjualan dalam penelitian ini diukur dengan indikator volume penjualan dan frekuensi transaksi dalam periode berlangsungnya kegiatan promosi penjualan.

Berikut Tabel Pengukuran Konsep :

Berikut ini akan diuraikan indikator-indikator empiris dari masing-masing tolok ukur tersebut.

Tabel 1

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator Emprisis

Efektivitas Promosi Penjualan

Efektivitas promosi penjualan adalah seberapa jauh target promosi penjualan telah tercapai

1.Volume penjualan 2.Frekuensi transaksi

Teknik Analisa Data

Menurut Sugiyono (2006), mengemukakan teknik analisis data sebagai berikut: mengelompokkan data berdasarkan variabel, mentabulasikan data berdasarkan variabel, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

(10)

package for social science) 16.0 yang akan digunakan untuk menganalisis data yang ada.

Analisis Deskriptif

Metode analisis deskriptif adalah mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya kemudian data diolah dan dianalisis untuk dapat memberikan gambaran mengenai masalah yang ada Sugiyono (2008). Data yang berisi mengenai volume penjualan dan frekuensi transaksi selama 4 bulan akan diolah dan dibagi menjadi beberapa bagian antara lain bulanan, berdasarkan hari biasa/akhir Minggu, jenis promosi penjualan (kupon dan potongan harga). Setiap bagian tersebut akan dideskriptifkan sehingga nampak perbedaan setiap bulannya.

Uji Hipotesis

Efektivitas promosi penjualan diukur dengan volume penjualan dan frekuensi transaksi. Hipotesanya:

1. Rata-rata volume penjualan pada saat promosi penjualan lebih tinggi dari volume penjualan pada saat tidak ada promosi penjualan

Hipotesa statistiknya: Ho: µ11 = µ12

2. Rata-rata frekuensi transaksi pada saat promosi penjualan lebih tinggi dari rata-rata frekuensi transaksi pada saat tidak ada promosi penjualan

Hipotesa statistiknya: Ha: µ11 > µ12

Hipotesis tersebut diuji dengan t-test (paired sample test) yang rumusnya:

Keterangan:

(11)

= Rata-rata sampel 2 = Varians sampel 1 = Varians sampel 2

Apabila tingkat signifikansinya > 0,05 maka Ho diterima dan apabila <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

BAHASAN PENELITIAN

Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah KFC Indonesia1

KFC mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1978 dengan berdirinya PT.

Fast Food Indonesia, Tbk yang didirikan oleh kelompok usaha Gelael. PT. Fast Food Indonesia, Tbk merupakan pemegang hak eksklusif waralaba restoran KFC di Indonesia dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Melalui perjanjian franchise PT. Fast Food Indonesia, Tbk membeli merek dagang KFC untuk membuka restoran di Indonesia. PT. Fast Food Indonesia, Tbk memiliki hak penuh dalam membangun dan mengoperasikan KFC di Indonesia. Setiap kali pembukaan restoran baru, perusahaan berpedoman pada standar yang telah disyaratkan oleh Yum! Brands Inc. sebagai perusahaan franchisor. Kontrak

franchise akan diperpanjang setiap sepuluh tahun sekali dan dapat dibatalkan jika perusahaan tidak mematuhi persyaratan yang tercantum atau melakukan pelanggaran berat terhadap perjanjian franchise seperti pelanggaran dalam ketidaksesuaian aspek mutu, pelayanan, kebersihan dan operasi restoran yang disyaratkan.

Keberadaan KFC mulai dikenal di Indonesia dengan dibukanya restoran KFC yang pertama pada bulan Oktober 1979 di jalan Melawai, Jakarta Selatan. Dengan fokus pada Quality, Service, Cleanliness (QSC), KFC terus berkembang

1

(12)

menjadi sebuah restoran cepat saji dengan mutu, pelayanan dan kebersihan yang terjamin. Keberhasilan pada restoran pertama ini selanjutnya diikuti dengan pembukaan restoran KFC di kota-kota besar lainnya.

Struktur Organisasi PT. Fast Food Indonesia 2

Pengelolaan suatu perusahaan disusun dalam suatu struktur organisasi yang mampu menjelaskan dan membatasi setiap individu dalam perusahaan untuk melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Struktur organisasi adalah bagan yang berisikan kerangka kerja dan garis pertanggungjawaban yang menghubungkan fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi. Struktur PT.

Fast Food Indonesia adalah bentuk organisasi garis dan staf.

Pada organisasi ini terdapat kesatuan perintah yang tetap dipertahankan, dimana atasan memiliki sejumlah bawahan dan bawahan hanya menerima perintah dari satu atasan langsung serta bertanggung jawab penuh terhadap atasan tersebut atas pelaksanaan kerjanya.

Dalam operasionalnya, PT. Fast Food Indonesia memiliki struktur organisasi yang saling berkaitan antara struktur organisasi perusahaan pusat dengan struktur organisasi restoran. Pada struktur organisasi perusahaan pusat, PT. Fast Food Indonesia dipimpin oleh seorang Board of Director (BoD) yang membawahi dua tingkatan dan dibantu oleh seorang Internal Audit. Pada tingkat pertama Board of Director membawahi General Manager Operation, General Manager Business Development dan General Manager Finance &Administration.

Pada tingkat kedua Board of Director membawahi beberapa Departemen Manager yang berada langsung dibawah General Manager tersebut. Sedangkan struktur organisasi untuk setiap restoran dipimpin oleh seorang Restaurant Manager (RM). Masing-masing RM akan bertanggung jawab penuh kepada Area Manager yang berada dibawah Departement Regional Operations. Departemen tersebut berada dua tingkat dibawah BoD. Pada setiap outlet, RM dibantu oleh seorang Assistan Restaurant Manager (ARM) dan langsung membawahi bagian

2

(13)

Cashier, bagian Back Up, bagian Dining, bagian Cooking dan bagian Kitchen. Untuk mempermudah pendataan hasil penjualan setiap harinya, ARM langsung berhubungan dengan seorang Chief Cashier yang posisinya lebih tinggi dari bagian lainnya.

Setiap program promosi yang dilakukan oleh PT. Fast Food Indonesia cabang ditentukan oleh manajer marketing area. Untuk KFC Salatiga, program promosi dibuat oleh manajer marketing PT. Fast Food Indonesia yang ada di Semarang.

KFC Salatiga

KFC Salatiga berdiri tanggal 24 Desember 1993 di Jl. Diponegoro no 35. Visi KFC Salatiga

1. Menjadi restoran cepat saji terdepan di Indonesia 2. Inovatif menampilkan image modern

3. Inovatif menampilkan quality product yang prima

4. Inovatif dalam pelayanan yang lebih dari yang diharapkan 5. Inovatif dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan setiap waktu Misi KFC Salatiga

1. Selalu mengikuti perkembangan global

2. Melakukan perubahan dengan cepat dalam cara berpikir dan cara bekerja 3. Terus berinovasi yang dimulai dari diri sendiri

(14)

Analisis Deskriptif

Data yang ada dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan

Microsoft Excel. Pengolahan ini dilakukan untuk menunjukkan rata rata dari volume penjualan dan frekuensi transaksi tiap bulan. Rata rata tiap penjualan pada hari biasa dan akhir Minggu, rata-rata saat diberikan promosi penjualan dan saat tidak diberikan promosi penjualan.

Paket produk yang termasuk dalam promosi penjualan KFC

Tabel 2

Paket Promosi Penjualan Produk KFC

Sumber : Data primer, Juni 2014

Promosi penjualan yang dilakukan KFC dalam periode Januari-April 2014 adalah KFC Wing Bucket, paket Super Besar 1 dan 2, Snack Attack, paket Wow, paket Super Bola 1 dan 2, kupon Super Bola 1 dan 2. Berikut ini akan dideskripsikan rata-rata volume penjualan dan rata-rata frekuensi transaksi per bulan.

a. Bulan Januari

Promosi penjualan selama bulan Januari 2014 adalah paket Super Besar 1 dan 2, paket Wing Bucket yang diadakan setiap hari Rabu, Snack Attack diadakan setiap hari Senin.

No Nama Paket Isi Harga

Normal

Harga Promo

1 Wing Bucket 7 Ayam (sayap) Rp. 78.000 Rp. 40.000 2 Super Besar 1 1 Ayam (dada/sayap), 1 nasi, 1

pepsi

Rp. 26.000 Rp. 13.000

(15)

Tabel 3

Rata-rata Volume Penjualan dan Frekuensi Transaksi per Januari-April 2014

No Keterangan

Januari Februari Maret April

Penjualan

Sumber : Data primer yang telah diolah, Juni 2014

Dari tabel 3 diatas dapat diketahui bahwa volume penjualan di hari biasa memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan diakhir Minggu. Rata-rata pada saat potongan harga juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata penjualan per hari. Dari tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa hari biasa dimana promosi penjualan diberikan nampak lebih tinggi dibanding akhir Minggu.

Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa frekuensi transaksi paling tinggi dilihat per harinya pada hari biasa yaitu pada hari Senin sampai Jumat sebesar 701 transaksi dibandingkan akhir minggu sebesar 695 transaksi. Frekuensi transaksi pada saat pemberian potongan harga lebih tinggi dibandingkan saat tidak diberikan sebesar 729 transaksi. Dari data tersebut dapat dikatakan saat promosi penjualan pada hari biasa dari Senin sampai Jumat frekuensi transaksi lebih tinggi.

b. Bulan Februari

(16)

Dari tabel 3 diatas menunjukkan rata-rata bulan Februari saat tidak ada promosi penjualan. Hasilnya menunjukkan bahwa akhir minggu rata-rata volume penjualan lebih tinggi yaitu 1693 dibandingkan pada hari biasa dari Senin sampai Jumat yaitu 1687.

Dari tabel 3 menunjukkan rata-rata frekuensi transaksi bulan Februari saat tidak ada promosi penjualan. Rata-rata menunjukkan nilai yang sama yaitu sebesar 424 transaksi per harinya. Rata-rata transaksi pada akhir Minggu lebih besar dibandingkan rata-rata pada hari biasa.

c. Bulan Maret

Promosi penjualan bulan Maret 2014 adalah Wing Bucket diadakan pada tanggal 1-15 Maret setelah itu dilanjutkan setiap hari Senin dan Kamis sampai akhir bulan Maret. Snack Attack diadakan juga diadakan setiap hari Senin dibulan ini.

Dari tabel 3 diatas menunjukkan rata-rata pada hari biasa Senin sampai Jumat lebih tinggi yaitu 1950 dibandingkan akhir Minggu sebesar 1909. Rata-rata volume penjualan saat ada promosi penjualan lebih tinggi yaitu 2013 bila dibandingkan saat tidak ada promosi penjualan rata-rata volume penjualan lebih rendah yaitu 1950. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan saat promosi penjualan diberikan rata-rata volume penjualan akan lebih tinggi dibandingkan saat tidak ada promosi penjualan.

(17)

d. Bulan April

Promosi penjualan bulan April 2014 adalah paket Super Bola 1 dan 2, Wing Bucket, Super Wow diadakan setiap hari selama bulan April. Paket Snack Attack diadakan setiap hari Senin dan pemberian kupon undian paket Super Bola 1 dan 2 selama satu bulan penuh.

Dari tabel 3 diatas menunjukkan rata-rata volume penjualan pada hari biasa lebih tinggi yaitu 2218 dibandingkan rata-rata volume penjualan pada akhir minggu yaitu sebesar 2142. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui hari biasa lebih tinggi karena ada penambahan Snack Attack tiap Senin.

Dari tabel 3 diatas menunjukkan rata-rata frekuensi transaksi dihari biasa lebih tinggi yaitu 734 transaksi dibandingkan rata-rata frekuensi transaksi pada akhir Minggu yaitu 715 transaksi. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui rata-rata transaksi lebih tinggi saat produk yang mendapat promosi penjualan lebih banyak diberikan yaitu hari biasa.

Uji Hipotesis

Untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini maka akan digunakan model Compare Mean. Uji hipotesis dilakukan dengan mengolah data dengan membandingkan volume penjualan-bulan penelitian, volume penjualan-hari biasa (Senin-Jumat)/akhir Minggu, volume penjualan-hari tanpa promosi/hari ada promosi, volume penjualan-jenis promosi penjualan (potongan harga/ kupon dan potongan harga). Data dalam penelitian ini akan diolah menggunakan SPSS 16.0 dengan menguji apakah ada perbedaan rata-rata volume penjualan dan frekuensi sebelum dan setelah promosi penjualan dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05).

Perbedaan Volume Penjualan

(18)

Tabel 7

Perbedaan Volume Penjualan

No Keterangan

Rata-rata (item)

T-test

(Sign) Keputusan Hipotetis

1 Hari Tanpa Promosi 1.821 84.72 hanya mendekati tetapi justru melebihi rata-rata volume penjualan akhir minggu

6 Akhir Minggu 1.928

Sumber : Data primer yang telah diolah, Juni 2014

Berdasarkan tabel 7 diatas menunjukkan rata-rata volume penjualan pada saat ada promosi penjualan lebih besar yaitu 2141 daripada rata-rata volume penjualan pada saat tidak ada promosi penjualan hanya 1821. Berdasarkan tabel 7 dapat dijelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara volume menjualan akhir Minggu dengan hari biasa. Hal itu menunjukkan bahwa program promosi penjualan pada hari biasa berhasil meningkatkan volume penjualan sehingga mendekati volume penjualan akhir minggu.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan paired sample test tabel 7 dapat diketahui bahwa volume penjualan pada bulan Januari sampai April menunjukkan

hasil yang signifikan, dapat dilihat pada tingkat signifikansi = 0,000 < α 0,05

maka Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan yang signifikan pada volume penjualan saat promosi penjualan diberikan yaitu pada hari biasa dibandingkan akhir Minggu. Pada masing masing pengujian, hasil saat promosi penjualan diberikan, maka volume penjualan meningkat signifikan. Hal

itu sesuai dengan pendapat Tjiptono (1997) yang mengatakan bahwa ”promosi

(19)

yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

Simatupang (2007) mengatakan bahwa tujuan dari promosi penjualan adalah meningkatkan volume penjualan jangka pendek dengan menciptakan tampilan dan aktivitas yang menarik untuk mendorong impulse buying atau pembelian tidak terencana. Menurut Cravens (1989), promosi penjualan mempunyai pengaruh sangat penting di dalam menentukan volume penjualan dimana menentukan pula kinerja penjualan. Hasil tersebut menjelaskan bahwa promosi penjualan yang dilakukan efektif.

Perbedaan Frekuensi Transaksi

Dibawah ini akan dideskripsikan rata-rata volume penjualan selama 4 bulan. Berikut ini deskripsi perbedaan frekuensi transaksi menurut ada/tidaknya promosi penjualan dan kategori hari.

Tabel 8

Perbedaan Frekuensi Transaksi

No Keterangan

Rata-rata (kali)

T-test

(Sign) Keputusan Hipotetis

1 Hari Tanpa Promosi 437 49.54

hanya mendekati tetapi justru melebihi rata-rata

frekuensi transaksi akhir minggu 4 Akhir Minggu 584

(20)

Berdasarkan tabel 8 diatas menunjukkan perbedaan yang signifikan pada rata-rata frekuensi transaksi saat ada promosi penjualan lebih besar daripada frekuensi transaksi saat tanpa promosi penjualan. Berdasarkan tabel 8 dapat dijelaskan bahwa perbedaan yang signifikan rata-rata frekuensi transaksi antara akhir Minggu dengan hari biasa. Hal itu menunjukkan bahwa saat hari biasa dari Senin sampai Jumat rata-rata frekuensi transaksi meningkat lebih besar dari pada akhir Minggu.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan paired sample test tabel 8 diatas dapat diketahui bahwa frekuensi transaksi pada bulan Januari sampai April menunjukkan hasil yang signifikan, dapat dilihat pada tabel 8 tingkat signifikansi

= 0,000 < α 0,05 maka Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi

peningkatan yang signifikan pada frekuensi transaksi saat promosi penjualan diberikan terutama pada hari biasa dibandingkan hari minggu. Hal itu sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Cummins dan Mullin (2004:1), promosi penjualan adalah upaya pemasaran untuk mendorong calon pembeli agar membeli lebih banyak dan lebih sering. Hasil tersebut menjelaskan bahwa promosi penjualan yang dilakukan efektif.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan uji hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi penjualan pada KFC Salatiga efektif. Hasil uji hipotesis beda rata-rata terbukti bahwa volume penjualan dan frekuensi transaksi meningkat saat promosi penjualan diberikan. Peningkatan itu terjadi pada hari biasa yaitu Senin sampai Jumat pada saat dilakukan promosi penjualan volume penjualan dan jumlah transaksinya mendekati akhir Minggu.

(21)

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini terbatas hanya meneliti efektivitas promosi penjualan dengan mengukur volume penjualan dan frekuensi transaksi pada KFC Salatiga, belum memperhitungkan efisiensi promosi penjualan. Semakin banyak promosi penjualan yang dilakukan tentu biaya yang dikeluarkan juga ikut bertambah. Oleh karena itu, pada penelitian yang akan datang dapat diteliti mengenai penelitian minimum penjualan (BEP).

Saran

Dari pembahasan yang telah diuraikan diatas, beberapa saran dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi KFC Indonesia:

Dari hasil penelitian terbukti promosi penjualan yang diberikan efektif meningkatkan volume penjualan dan frekuensi transaksi. Oleh karena itu KFC dapat mempertahankan dan meningkatkan program promosi penjualan ini apalagi jika memperhatikan rendahnya penjualan di bulan Februari saat tanpa promosi penjualan sama sekali.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2002. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Revisi. Bandung: CV. Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Edisi Revisi V, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Baker, Gary. 2000. Marketing Management. Twelved Edition. New York: MC Graw Hill, Inc.

Buchari, Alma.1992.Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: CV. Alfabeta.

Cummins, Julian. Roddy Mullin. 2004. Sales Promotion . PPM. Jakarta

Cravens, David, Robert woodruff and Joe Stamper, 1989, An analytical Approach for Evaluating Sales Territory Performance, Journal of Marketing, 36(1):31-37

Fandy Tjiptono, 1997, Strategi Pemasaran, Edisi 1, Penerbit Andi, Yogyakarta

Glanz, Karen, Barbara. K.R., Frances, 2002. Health Behavior & Health Education Theory, Research, & Practise. San Fransisco: Jossey Bass.

Ihalauw, John JOI. 2000. Bangunan Teori Edisi Milenium. Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Satya Wacana: Salatiga

Indriyo Gitosudarmo,1994. Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama, BPFE Yogyakarta

Irianto, Pekik Djoko, 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahraga. Penerbit Andi, Yogyakarta.

J. Paul Peter dan Jerry C.Olson, 1996, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jakarta

Komarudin, 1994, Ensiklopedia Manajemen, Edisi Kedua, Jakarta: Bumi Aksara

Kotler, Philip. Gary Armstrong. 2004, Dasar-dasar pemasaran. Jakarta : PT. Indeks.

(23)

Kotler, Armstrong . 1996. Dasar-dasar Pemasaran. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Kontrol, Jilid 1, Jakarta, PT. Prehalindo

_____, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium, Terjemah Hendra, Teguh, dkk, Jakarta: Prerhallindo

Lisnawaty. Hubungan Pengetahuan dan Pola Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Remaja yang Berkunjung ke Restoran Fast Food di Mall Panakkukang Makassar (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin; 2008.

Nadyati, S. 2007. Analisis Efektivitas Bauran Promosi pada Giant Hypermarket Botani Square Bogor. Skripsi pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Osman, Syuhaily; Fah, Benjamin Chan Yin; Foon, Yeoh Sok. International Journal of Marketing Studies 3 . 3 (Aug 2011): 78-88).

Robinson, W.A., 1991. Promosi Penjualan Terbaik. Seri Pemasaran dan Promosi,Penerbit PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.

Sutardi, Tedy. 2007. Antropologi Mengungkap Keragaman Budaya. Bandung: PT. Setia Purna Inves

Saladin, Djasmin. 2003. Intisari Pemasaran dan Unsur-unsur Pemasaran. Cetakan Ketiga, Bandung: Linda Karya

Saladin, Djasmin. 2006. Manajemen Pemasaran. Edisi Keempat. Bandung: Linda Karya.

Santoso Budi. Pengaruh Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pada PT. Sumber Alfataria Trijaya (Alfamart) Bandung(skripsi). Bandung ; Universitas Pasundan. 2010

Shimp. A Terence. 2004. Periklanan dan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Edisi Kelima. Jilid 2. Penerbit Erlangga

Simamora (2001), Manajemen Sumber Daya Manusia, cetakan ke 3, STIE YKPN, Yogyakarta

Sugiyono. 2002. Statistika Untuk Penelitian. Penerbit Alfabeta, Bandung

(24)

Sulistijani, Dina Agoes, 2002. Sehat Dengan Menu Berserat. Trubus Agriwidya, Jakarta.

Supramono dan Sugiarto., 1993. Statistika. Andi Offset, Yogyakarta.

Usman, Indrianawati dan Rizky Adhitya Arnando. 2006. Pengaruh Promosi Penjualan terhadap Repurchase Melalui Trial dengan Moderasi Fear Of Losing Facepada Sogo Department Strore Surabaya. Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Diakses tanggal 3 Oktober 2012.

(25)

Daftar pertanyaan Wawancara kepada manajer KFC Salatiga

Efektivitas Promosi Penjualan pada KFC Salatiga

1. Bagaimana sejarah dan perkembangan KFC Salatiga? 2. Apa visi, misi dari KFC Salatiga?

(26)

Volume Penjualan di KFC per Januari 2014

Tanggal Volum

e penjua lan

1 Jan 1967

2 Jan 1949

3 Jan 1986

4 Jan 2012

5 Jan 2032

6 Jan 2131

7 Jan 2007

8 Jan 2467

9 Jan 2002

10 Jan 2092

11 Jan 1944

12 Jan 1997

13 Jan 2011

14 Jan 2004

15 Jan 2412

16 Jan 2112

17 Jan 2022

18 Jan 1907

19 Jan 1947

20 Jan 1976

21 Jan 1994

22 Jan 2721

23 Jan 2101

24 Jan 2021

(27)

26 Jan 1989

27 Jan 1948

28 Jan 2398

29 Jan 2027

30 Jan 1979

31 Jan 2078

Total 64180

Volume penjualan KFC per bulan Februari 2014

Tanggal Volum e penjua lan

1 Feb 1774

2 Feb 1764

3 Feb 1656

4 Feb 1784

5 Feb 1745

6 Feb 1687

7 Feb 1545

8 Feb 1681

9 Feb 1545

10 Feb 1687

11 Feb 1645

12 Feb 1740

13 Feb 1789

14 Feb 1735

15 Feb 1644

16 Feb 1748

(28)

18 Feb 1711

19 Feb 1615

20 Feb 1677

21 Feb 1719

22 Feb 1643

23 Feb 1745

24 Feb 1710

25 Feb 1634

26 Feb 1647

27 Feb 1635

28 Feb 1708

Total 47302

Volume Penjualan KFC per bulan Maret 2014

Tanggal Volume Penjualan

1 Mar 2012

2 Mar 1998

3 Mar 1974

4 Mar 1986

5 Mar 1978

6 Mar 1936

7 Mar 1987

8 Mar 1997

9 Mar 2021

10 Mar 2029

11 Mar 1996

(29)

13 Mar 2048

14 Mar 1997

15 Mar 2041

16 Mar 1989

17 Mar 2015

18 Mar 1802

19 Mar 1875

20 Mar 2058

21 Mar 1721

22 Mar 1828

23 Mar 1709

24 Mar 2104

25 Mar 1841

26 Mar 1715

27 Mar 2048

28 Mar 1812

29 Mar 1654

30 Mar 1845

31 Mar 2003

(30)

Volume Penjualan KFC Salatiga per April 2014

Tanggal Volume

penjualan

1 Apr 2242

2 Apr 2189

3 Apr 2311

4 Apr 2021

5 Apr 2019

6 Apr 2359

7 Apr 2213

8 Apr 2589

9 Apr 2912

10 Apr 2012

11 Apr 1933

12 Apr 2017

13 Apr 2314

14 Apr 2001

15 Apr 2689

16 Apr 1955

17 Apr 1897

18 Apr 1986

19 Apr 2012

20 Apr 2112

21 Apr 2021

22 Apr 2771

23 Apr 2215

24 Apr 2010

25 Apr 2031

26 Apr 2109

(31)

Tabulasi Data Volume Penjualan dan Frekuensi Transaksi

Kategori Hari Bulan

(32)

15-Jan Rabu 2412 679 2 1 1 1

16-Jan Kamis 2112 703 2 0 1 1

17-Jan Jumat 2022 589 2 0 1 1

18-Jan Sabtu 1907 717 2 0 2 1

19-Jan Minggu 1947 694 2 0 2 1

20-Jan Senin 1976 688 2 1 1 1

21-Jan Selasa 1994 682 2 0 1 1

22-Jan Rabu 2721 708 2 1 1 1

23-Jan Kamis 2101 796 2 0 1 1

24-Jan Jumat 2021 698 2 0 1 1

25-Jan Sabtu 1947 711 2 0 2 1

26-Jan Minggu 1989 786 2 0 2 1

27-Jan Senin 1948 752 2 1 1 1

28-Jan Selasa 2398 699 2 1 1 1

29-Jan Rabu 2027 734 2 0 1 1

30-Jan Kamis 1979 761 2 0 1 1

31-Jan Jumat 2078 668 2 0 1 1

1-Feb Sabtu 1774 412 1 0 2 2

2-Feb Minggu 1764 423 1 0 2 2

3-Feb Senin 1656 454 1 0 1 2

4-Feb Selasa 1784 428 1 0 1 2

5-Feb Rabu 1745 399 1 0 1 2

6-Feb Kamis 1687 456 1 0 1 2

7-Feb Jumat 1545 457 1 0 1 2

(33)

9-Feb Minggu 1545 401 1 0 2 2

10-Feb Senin 1687 407 1 0 1 2

11-Feb Selasa 1645 398 1 0 1 2

12-Feb Rabu 1740 392 1 0 1 2

13-Feb Kamis 1789 407 1 0 1 2

14-Feb Jumat 1735 432 1 0 1 2

15-Feb Sabtu 1644 456 1 0 2 2

16-Feb Minggu 1748 421 1 0 2 2

17-Feb Senin 1689 421 1 0 1 2

18-Feb Selasa 1711 414 1 0 1 2

19-Feb Rabu 1615 402 1 0 1 2

20-Feb Kamis 1677 423 1 0 1 2

21-Feb Jumat 1719 451 1 0 1 2

22-Feb Sabtu 1643 414 1 0 2 2

23-Feb Minggu 1745 409 1 0 2 2

24-Feb Senin 1710 397 1 0 1 2

25-Feb Selasa 1634 428 1 0 1 2

26-Feb Rabu 1647 472 1 0 1 2

27-Feb Kamis 1635 418 1 0 1 2

28-Feb Jumat 1708 432 1 0 1 2

1-Mar Sabtu 2012 521 2 1 2 3

2-Mar Minggu 1998 590 2 1 2 3

3-Mar Senin 1974 572 2 1 1 3

4-Mar Selasa 1986 545 2 1 1 3

(34)
(35)

31-Mar Senin 2003

531

2 1 1 3

1-Apr Selasa 2242 712 2 2 1 4

2-Apr Rabu 2189 705 2 2 1 4

3-Apr Kamis 2311 732 2 2 1 4

4-Apr Jumat 2021 731 2 2 1 4

5-Apr Sabtu 2019 710 2 2 2 4

6-Apr Minggu 2359 750 2 2 2 4

7-Apr Senin 2213 698 2 2 1 4

8-Apr Selasa 2589 811 2 2 1 4

9-Apr Rabu 2912 739 2 2 1 4

10-Apr Kamis 2012 701 2 2 1 4

11-Apr Jumat 1933 689 2 2 1 4

12-Apr Sabtu 2017 701 2 2 2 4

13-Apr Minggu 2314 721 2 2 2 4

14-Apr Senin 2001 710 2 2 1 4

15-Apr Selasa 2689 823 2 2 1 4

16-Apr Rabu 1955 715 2 2 1 4

17-Apr Kamis 1897 695 2 2 1 4

18-Apr Jumat 1986 701 2 2 1 4

19-Apr Sabtu 2012 686 2 2 2 4

20-Apr Minggu 2112 723 2 2 2 4

21-Apr Senin 2021 711 2 2 1 4

22-Apr Selasa 2771 849 2 2 1 4

23-Apr Rabu 2215 704 2 2 1 4

24-Apr Kamis 2010 679 2 2 1 4

(36)

Jumlah Transaksi per Januari-April 2014

Tanggal Jumlah Transaksi

Januari Februari Maret April

1 631 412 521 712

2 627 423 590 705

3 612 454 572 732

4 645 428 545 731

5 617 399 579 710

6 686 456 539 750

7 694 457 586 698

8 728 462 521 811

9 687 401 589 739

10 683 407 574 701

11 691 398 549 689

12 701 392 568 701

13 778 407 585 721

14 727 432 578 710

15 799 456 549 823

16 703 421 487 715

17 589 421 596 695

18 717 414 495 701

19 694 402 421 686

20 688 423 623 723

26-Apr Sabtu 2109 703 2 2 2 4

27-Apr Minggu 2201 732 2 2 2 4

28-Apr Senin 2664 878 2 2 1 4

29-Apr Selasa 2154 741 2 2 1 4

(37)

21 682 451 521 711

22 708 414 519 849

23 796 409 510 704

24 698 397 589 679

25 711 428 438 710

26 786 472 427 703

27 752 418 580 732

28 699 432 437 878

29 734 468 741

30 761 420 721

31 668 531

Total 22597 11886 16553 21419

Pengolahan Data Volume Penjualan

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1

Volume Penjualan 1979.10 120 255.659 23.338

Bulan penelitian 2014 2.500 120 1.1302 .1032

Pair 2 Volume Penjualan 1979.10 120 255.659 23.338

Hari biasa & akhir minggu 1.28 120 .453 .041

Pair 3 Volume Penjualan 1979.10 120 255.659 23.338

Hari dengan/tanpa promosi 1.55 120 .500 .046

Pair 4

Volume Penjualan 2142.81 58 238.427 31.307

(38)

Paired Samples Test

Pengolahan Data Frekuensi Transaksi

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1

Frekuensi Transaksi 597.7500 120 130.29645 11.89438

Bulan penelitian 2014 2.5000 120 1.13018 .10317

Pair 2 Frekuensi Transaksi 597.7500 120 130.29645 11.89438

Hari biasa & akhir minggu 1.2833 120 .45251 .04131

Pair 3 Frekuensi Transaksi 597.7500 120 130.29645 11.89438

Hari dengan/tanpa promosi 1.6750 120 .47034 .04294

Pair 4

Frekuensi Transaksi 675.3210 81 77.11271 8.56808

(39)

Gambar

Tabel 1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Tabel 2  Paket Promosi Penjualan Produk KFC
tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa hari biasa dimana promosi penjualan
Tabel 7 Perbedaan Volume Penjualan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian Rahmadi (2012) justru tidak menemukan adanya kelengketan biaya penjualan, administrasi, dan umum perusahaan manufaktur tetapi pada penelitian

Pada tahap ini, dilakukan pengujian terhadap aplikasi dengan bantuan saran dalam perancangan sistem transakasi keuangan penjualan barang berbasis client server

Pada Gambar 7 merupakan sequence diagram untuk proses kelola website e- commerce yang akan diambil data-data transaksi penjualan produk. Pada tahap

Koperasi IKASATYA-UKSW adalah sebuah badan organisasi yang bergerak dalam bidang penjualan jasa fotocopy, jilid dan percetakan. Pada saat ini sistem informasi penjualan dan

transaksi penjualan dilakukan tunai, maka kode pelanggan NN. Berikut ini adalah gambar desain form penjualan:.. 69. Gambar 38 Form

Menurut pendeta kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang dapat mengubah dari yang biasa menjadi luar biasa. Dan juga kepemimpinan transformasional

Berdasarkan hasil pengujian dan penelitian mengenai perancangan Video Promosi Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara dapat disimpulkan bahwa video promosi pariwisata

visual didapat dengan cara mencari referensi-referensi gambar organ-organ pada sistem pencernaan pada manusia dan juga pewarnaan pada organ yang biasa dipakai,