• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web A. Internet

Menurut Maryono dan Istiana (2008:3), “Internet (Interconnected-Networks) adalah kumpulan jaringan-jaringan komputer (networks) yang saling berhubungan satu sama lain”. Dengan internet, sebuah komputer dapat terhubung dengan komputer lain di benua yang berbeda. Sejak kemunculannya pada tahun 1969 dan kemudian perkembangan yang sangat pesat, kehadiran internet telah membawa perubahan yang signifikan terhadap aspek kehidupan manusia, terutama dari sisi kebebasan memperoleh dan menyebarkan informasi tanpa batas geografis.

B. Website

Menurut Hidayat (2010:2) ,“Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semuanya baik bersifat statis atau dinamis”. Website awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.

(2)

Menurut Hidayat (2010:4) , jenis-jenis web berdasarkan fungsinya: 1. Personal website

Website-website yang berisi informasi pribadi seseorang. 2. Commercial website

Website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bersifat bisnis. 3. Government website

Website yang dimiliki oleh instansi pemerimtah, pendidikan, yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna.

4. Non-profit Organization website

Dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis. Jenis-jenis web berdasarkan sifat atau style:

1. Website Dinamis

Sebuah website yang menyediakan sebuah content atau isi yang sering berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemograman yang sering dipakai antara lain web jenis ini adalah yaitu PHP, ASP, .NET serta memanfaatkan database MySql atau MS SQL. Contoh dari website jenis ini seperti detik.com atau artikel-it.com

2. Website Statis

Website yang halamannya statis atau tidak berubah-ubah. Web statis biasanya digunakan untuk web profil atau organisasi. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database. Misalnya: Web Profile Organisasi, dan lain-lain.

(3)

C. Bahasa Pemrograman

Terdapat banyak bahasa pemrograman dalam membangun aplikasi berbasis website. Dalam tugas akhir ini penulis hanya membahas 5 bahasa pemrograman web yaitu:

1. HTML (Hypertext Markup Language)

Menurut Raharjo, dkk (2010:286) ,“HTML merupakan file teks yang ditulis menggunakan aturan-aturan kode tertentu untuk kemudian disajikan ke user melalui suatu aplikasi web browser”.

2. PHP (Personal Home Page)

Menurut Raharjo, dkk (2010:41), “PHP adalah salah satu bahasa pemograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web”.

3. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Kadir (2013:8) ,”CSS adalah kode yang ditujukan untuk mengatur tampilan halaman web”. Sebagai contoh, judul yang dibentuk oleh pasangan tag <h1>..</h1> bisa diatur agar diberi warna latar belakang dan dipasangi bingkai dengan kode CSS.

4. JavaScript

Menurut Kadir (2013:14) ,“Javascript adalah bahasa skrip yang biasa diletakkan bersama kode HTML untuk menentukan suatu aksi”.

5. Jquery

Menurut Kadir (2013:15) yaitu, “Jquery adalah pustaka yang dibangun dengan menggunakan javascript”. Tujuannya adalah agar program pembuatan javascript bisa dilakukan dengan ringkas.

(4)

D. Basis Data

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2014:43), “Basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, yang disebut skema.

1. MYSQL (My Structured Query Language)

Menurut Raharjo, dkk (2010:216) ,“Mysql merupakan sistem database yang banyak digunakan untuk pengembangan aplikasi web”.

2. XAMPP (Cross-Platform, Apache, MySQL , PHP and Perl )

Menurut Abdulloh (2015:5) ,“Xampp adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server, dan phpmyadmin sebagai aplikasi yang digunakan untuk perancangan database MySQL”.

E. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Membutuhkan aturan dan standar sebagai pedoman dalam hal perancangan perangkat lunak yang dijelaskan dalam siklus hidup sistem.Fungsi dari penerapan metode perangkat lunak juga digunakan sebagai kontrol kerja dari unit yang saling berkait. Setiap unit di divisi Teknologi akan mempunyai tugas yang berbeda, sesuai tahapan di metode itu sendiri.

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:28), menjelaskan: “Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linier)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau urut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung (support).

(5)

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2016:28) Gambar II.1. Ilustrasi Model Waterfall

Berikut adalah penjelasan dari tahapan-tahapan tersebut : 1. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan. 2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

Sistem/ Rekayasa Informasi

Pengujian

(6)

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Model air terjun sangat cocok digunakan kebutuhan pelanggan sudah sangat dipahami dan kemungkinan terjadinya perubahan kebutuhan selama pengembangan perangkat lunak kecil. Hal positif dari model air terjun adalah struktur tahap pengembangan sistem jelas, dokumentasi dihasilkan disetiap tahap pengembangan, dan sebuah tahap dijalankan setelah tahap sebelumnya selesai dijalankan (tidak ada tumpang tindih pelaksanaan tahap).

(7)

2.2. Teori Pendukung

Adapun teori pendukung dalam penyusunan tugas akhir ini sebagai berikut :

A. Struktur Navigasi

Menurut Binanto dalam Andriansyah (2010:269) , pengembangan web terdapat beberapa navigasi dasar, yang harus dikenal dengan baik oleh desainer. Alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan Website. Rancangan yang dibuat seperti rancangan antar muka, rancangan basis data, dan rancangan struktur navigasi diimplementasikan ke perangkat lunak .

Adapun bentuk dasar dari struktur navigasi sebagai berikut:

1. Struktur Navigasi Linear (Satu Alur)

Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan dari frame atau byte yang satu ke yang lainnya.

Sumber : Binanto (2010:269)

(8)

2. Struktur Navigasi Hirarkis (Bercabang)

Struktur dasar ini disebut juga dengan “struktur linear dengan percabangan”, karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.

Sumber : Binanto (2010:269)

Gambar II.3.Struktur Navigasi Hirarki (Bercabang)

3. Struktur Navigasi non linear

Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sumber : Binanto (2010:270)

(9)

4. Struktur Navigasi Komposit

Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (non linear) tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan/atau pada data yang terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.

Sumber : Binanto (2010:270)

Gambar II.5. Struktur Navigasi Komposit

B. ERD (Entity Relationship Diagram)

ERD biasanya memiliki hubungan binary (suatu relasi menghubungkan dua buah entitas). Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan relasi ternary (suatu relasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas), tapi banyak metode perancangan ERD tidak mengizinkan hubungan ternary atau N-ary .

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2016:50), ERD terbagi atas 6 komponen yaitu:

(10)

Entitas merupakan data inti yang akan disimpan pada basis data. Benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer. Penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.

2. Atribut (Atribbute)

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas. Atribut dapat sebagai key yang bersifat unik yaitu primary key atau Foreign key. 3. Atribut kunci primer

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam satu entitas dan digunakan sebgai kunci akses. Record yang diinginkan biasanya berupa id. Kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).

4. Atribut multinilai /multivalue

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.

5. Relasi (Relation)

Relasi yang menghubungkan antar entitas. Biasanya diawali dengan kata kerja. Kumpulan relationship yang sejenis disebut relationship set.

6. Asosiasi atau Association

Penghubung antara relasi dan entitas dimana dikedua ujungnya memiliki multipicity kemungkinan jumlah pemakai.

(11)

C. LRS (Logical Relational Structure)

Menurut Andriansyah (2016:53) ,“LRS merupakan transformasi dari penggambaran ERD dalam bentuk yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami”. Penggambaran LRS hampir mirip dengan penggambaran normalisasi file tidak digambarkan simbol asterix (*) sebagai simbol primary key (kunci utama) dan Foreign key (kunci tamu).

Apabila dalam penggambaran ERD pada point sebelumnya terdapat tabel yang dapat didetailkan, maka pada LRS dapat digambarkan secara jelas perincian tabel tersebut dengan tabel baru.

Sumber: Andriansyah (2016:53)

Gambar II.6. Logical Record Structure

D. Pengujian Web

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2016:275), mengemukakan bahwa: “Black Box Testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar

(12)

dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:

1. Jika user memasukan nama dan kata sandi yang benar.

2. Jika user memasukan nama pemakai yang salah, misalnya nama pemakai benar namun kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Gambar

Gambar II.2. Struktur Navigasi Linear (Satu Alur)
Gambar II.4. Struktur Navigasi Non Linear
Gambar II.5. Struktur Navigasi Komposit
Gambar II.6. Logical Record Structure  D.  Pengujian Web

Referensi

Dokumen terkait

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai.. lebih

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki lebih dari satu. Relasi Relasi

Atribut Kunci Primer Filed atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan,.. biasanya berupa id, kunci primer dapat

3 Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

Atribut kunci primer, Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

atribut kunci primer field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses recordyang diinginkan; biasanya berupa id;

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas ddan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id, kunci primer dapat