• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... BAB I. PENDAHULUAN... 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... BAB I. PENDAHULUAN... 1"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

iii

Hal.

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv BAB I. PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Landasan Hukum ... 9 1.3. Maksud danTujuan ... 11 1.4. Sistematika Penulisan ... 11

BAB II. EVALUASI PELAYANAN RENJA SKPD TAHUN LALU ... 13

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2016 ... 13

BAB III. TUJUAN DAN SASARAN ... 26

3.1. Tujuan ... 26

3.2. Sasaran ... 26

BAB IV. PROGRAM DAN KEGIATAN ... 27

4.1. Program dan Kegiatan 2018 ... 27

4.2. Indikator Kinerja ... 28

4.3. Kelompok Sasaran ... 30

4.4. Lokasi Kegiatan ... 31

4.5. Kebutuhan Dana Indikatif ... 31

(4)

iv

Hal.

Tabel 1. Pencapaian sasaran tertib administrasi dan tata kepemerintahan pada

Tahun 2016 ... 13 Tabel 2. Pencapaian indikator program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian ... 14 Tabel 3. Realisasi Capaian Kinerja Padi pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun 2015,

dan Target Renstra Tahun 2016 ... 15 Tabel 4. Realisasi Capaian Kinerja Jagung pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun

2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 16 Tabel 5. Realisasi Capaian Kinerja Kedelai pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 17 Tabel 6 Realisasi Capaian Kinerja Kacang Tanah pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 18 Tabel 7. Realisasi Capaian Kinerja Kacang Hijau pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 19 Tabel 8 Realisasi Capaian Kinerja Ubi Kayu pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 20 Tabel 9. Realisasi Capaian Kinerja Ubi Jalar pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 20 Tabel 10. Realisasi Capaian Kinerja Luas Pertanaman Tanaman Padi pada Tahun 2016

dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 21 Tabel 11. Realisasi Capaian Kinerja Bawang Merah pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 21 Tabel 12 Realisasi Capaian Kinerja Cabe Besar pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 22 Tabel 13 Realisasi Capaian Kinerja Cabe Rawit pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 22 Tabel 14. Realisasi Capaian Kinerja Jeruk pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun

2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 23 Tabel 15. Realisasi Capaian Kinerja Pisang pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun

2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 24 Tabel 16. Realisasi Capaian Kinerja Durian pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun

2015, dan Target Renstra Tahun 2016 ... 25 Tabel 17. Sasaran Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021 ... 28

(5)

v Tabel 20. Sasaran Luas Tanam Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021 . 30

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana Kerja (Renja) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2018 merupakan penjabaran rencana kerja tahunan dari pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan di dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021. Renja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2018 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dengan tetap memperhatikan kepada Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018.

Renja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Renja ini juga merupakan tahap penting dalam penyelenggaraan pembangunan daerah untuk melaksanakan rencana strategik yang akan menuntun kepala satuan kerja dan seluruh aparat pada capaian kinerja yang diinginkan pada tahun 2018.

Tahapan penyusunan rencana kerja SKPD dimulai dari persiapan Renja SKPD, penyusunan awal rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang didasari dari penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis SKPD, yang kemudian akan dituangkan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan kemudian menjadi Renja SKPD. Rancangan Renja SKPD inilah yang akan dibawa pada pelaksanaan musrenbang RKPD dan mengakomodir hasil dari Musrenbang tersebut. Hasil perumusan akhir rancangan SKPD akan ditetapkan RKPD dalam bentuk Peraturan Gubernur dan Renja SKPD menjadi Dokumen Renja SKPD.

Renja SKPD merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan. Sistem perencanaan pembangunan merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam hal ini keterkaitan suatu dokumen

(7)

2 perencanaan dengan dokumen perencanaan lainnya sangat menentukan dan diupayakan saling bersinergi.

Salah satu prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2015-2019 (Buku I) Prioritas Kementerian Pertanian adalah Ketahanan Pangan, dengan tema prioritasnya adalah

Peningkatan Ketahanan Pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Berdasarkan Visi RPJPD Provinsi Kalimatan Selatan tahun 2005-2025 yaitu Kalimantan Selatan 2025 Maju Dan Sejahtera sebagai Wilayah Perdagangan dan Jasa Berbasis Agroindustri, maka untuk memajukan Provinsi Kalimantan Selatan ke depan ditetapkan visi RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2016-2021 sebagai berikut:

“Kalsel Mapan (Mandiri dan Terdepan) Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri dan Berdaya Saing”

Mapan berarti baik, tidak goyah, stabil. Kondisi pembangunan yang mapan di suatu daerah/ wilayah adalah pembangunan yang dapat memenuhi keperluan generasi masa kini tanpa mengabaikan untuk generasi yang akan datang untuk memenuhi keperluan mereka. Dengan demikian pembangunan yang mapan terkait dengan penekanan pada daya tampung dan daya dukung.

Definisi diatas dapat dilihat dari faktor lingkungan, masa depan dan keadilan, sedangkan aspek-aspek kemapanan tersebut dapat dilihat dari segi: kemapanan ekonomi, kemapanan ekologi, kemapanan sosial, kemapanan budaya, kemapanan pertanian, kemapanan dalam kehidupan beragama dan sebagainya.

MAPAN terdiri dari 2 kata yaitu Mandiri dan Terdepan.

Mandiri berarti terwujudnya kemampuan atau keberdayaan yang dapat membangun dan memelihara kelangsungan hidup, berlandaskan kekuatannya sendiri. Upaya peningkatan kesejahteraan rakyat haruslah dijalankan bersamaan dengan peningkatan kemandirian baik secara ekonomi dan sosial yang dapat dilihat antara lain adalah kemandirian dari segi pembiayaan pembangunan, kemandirian dari segi ketahanan pangan dan kemandirian dari segi energi.

Terdepan mempunyai arti paling muka, paling depan, terdahulu atau utama. Kata ini menunjukkan semangat bagaimana Kalimantan Selatan selama ini dianonimkan KALSEL dengan kata KALAH SELALU berubah untuk bangkit menjadi salah satu provinsi termaju di Indonesia. Untuk ini diperlukan adanya

(8)

3 semangat dan kerja yang luar biasa dari seluruh komponen masyarakat, baik itu aparat pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/ kota), serta seluruh komponen masyarakat lainnya untuk secara bersama-sama mendukung setiap gerak langkah pembangunan yang dilaksanakan oleh daerah.

Dengan demikian diharapkan Kemandirian dan Terdepan pada akhirnya akan berdampak pada perwujudan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasarkan visi di atas, maka ditetapkan misi pembangunan daerah jangka menengah sebagai berikut:

Misi Pertama. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang Agamis, Sehat, Cerdas Dan Terampil Keberhasilan suatu bangsa atau daerah terkait dengan keunggulan sumber daya manusia.

Perkembangan teknologi saat ini menuntut adanya kesiapan masyarakat untuk menerima dan mengadaptasi perubahan secara global, sehingga masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan harus mampu memanfaatkan kemajuan-kemajuan dari hasil implikasi langsung perkembangan teknologi. Untuk itu, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Provinsi Kalimantan Selatan yang mandiri dan berdaya saing tinggi serta memiliki akhlak mulia menjadi misi yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah di tengah kemajuan teknologi saat ini.

Kemandirian merupakan salah satu indikasi dan kriteria manusia unggul, sedangkan ketaqwaan merupakan salah satu indikasi dan kriteria manusia agamis. Beberapa alternatif strategi dan upaya menciptakan manusia yang bersumber daya unggul dan agamis, strategi pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan berdasarkan kepada beberapa pertimbangan, prinsip dasar dan langkah-langkah pemberdayaan masyarakat, strategi pemberdayaan masyarakat yang meliputi kebijaksanaan pendidikan nasional dan keterpaduan pelaksanaan/ operasional dan strategi keterpaduan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan iman dan taqwa (Imtaq)

Misi Kedua. Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah Yang Berbasis Sumberdaya Lokal, Dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan

(9)

4 Ketimpangan pembangunan antarwilayah merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam kegiatan ekonomi suatu daerah dan memiliki dampak langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat kesenjangan pendapatan penduduk adalah Rasio Gini, dengan analisis semakin mendekati angka 1 nilai rasio, maka semakin tidak merata pendapatan penduduknya.

Pengembangan kemandirian ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan merupakan konsep dasar yang akan menunjang pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan daya saing dan sumberdaya yang dimiliki. Pengembangan dan pembangunan kawasan jasa dan perdagangan menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan hidup serta memperkecil ketimpangan kesejahteraan antarwilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kualitas lingkungan hidup merupakan keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung secara optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) berdasarkan tiga kriteria, yakni kualitas air, kualitas udara, dan luas tutupan hutan. Berdasarkan UU Penataan Ruang Nomor 26 tahun 2007 dalam Pasal 17 ayat (5) dinyatakan, dalam rangka pelestarian lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dalam rencana tata ruang wilayah ditetapkan kawasan hutan paling sedikit 30 persen dari luas daerah aliran sungai. Dalam Pasal 29 ayat (2) dikatakan, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota. Untuk mencapai sasaran tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan perlu berkomitmen meningkatkan kualitas lingkungan.

Misi Ketiga Mengembangkan Infrastruktur Wilayah Yang Mendukung Percepatan Pengembangan Ekonomi Dan Sosial Budaya

Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia

(10)

5 dalam lingkup sosial dab ekonomi (Grigg dan Kodoatie, 2003:8). Sistem infrastruktur merupakan pendukung utama fungsi-fungsi sistem sosial dan sistem ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sistem infrastruktur dapat didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas atau struktur-struktur dasar, peralatan-peralatan, instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem

ekonomi masyarakat. Provinsi Kalimantan Selatan dalam

perkembangannya perlu mendukung percepatan pengembangan ekonomi dan sosial budaya dengan membangun infrastruktur wilayah yang merata dan berkeadilan.

Misi Keempat Memantapkan Kondisi Sosial Budaya Daerah Yang Berbasiskan Kearifan Lokal

Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup. Kalimantan Selatan sebagai Provinsi yang masih memegang teguh kearifan lokal sebagai identitas wilayah, kiranya perlu mengembangkan kebudayaan wilayah sehingga menjadi destinasi yang menarik. Walaupun ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada jaminan bahwa kearifan lokal akan tetap kukuh menghadapi globalisasi yang menawarkan gaya hidup yang makin pragmatis dan konsumtif. Secara faktual dapat kita saksikan bagaimana kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis.

Kearifan lokal yang menuntun masyarakat kedalam hal pencapaian kemajuan dan keunggulan, etos kerja, serta keseimbangan dan keharmonisan alam dan sosial. Dalam hal keharmonisan sosial dan budaya, hampir semua budaya di Indonesia mengenal prinsip gotong royong dan toleransi. Dalam suku tertentu yang bermukim di pedalaman juga dikenal kearifan lokal yang bersifat menjaga dan melestarikan alam sehingga alam (misalnya kayu di hutan) hanya dimanfaatkan seperlunya, tidak dikuras habis.

(11)

6

Misi Kelima Mewujudkan Tatakelola Pemerintahan Yang Profesional Dan Berorientasi Pada Pelayanan Publik

Birokrasi pemerintahan daerah tidak hanya menitikberatkan kepada kualitas atau kinerja aparatur, namun juga kepada kelembagaan dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah daerah yang ditopang oleh aparatur dengan kinerja baik, bertanggung jawab, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, profesional, dan efektif dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini diharapkan mampu menjamin kinerja pemerintah dalam menciptakan pelayanan publik yang prima serta menciptakan kepastian hukum dan akuntabilitas publik.

Dalam melakukan reformasi birokrasi, pemerintah melakukan pembenahan sistem birokrasi, mulai dari penataan kewenangan, prosedur operasi standar, kerjasama, sinergi, dan integrasi organisasi, serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Disamping itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga melakukan pembenahan manajemen kepegawaian, serta upaya-upaya terobosan guna meningkatkan kapasitas, mutu, dan kinerja aparatur pemerintah provinsi. Upaya ini dilakukan untuk mengawal pencapaian tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 072 Tahun 2016, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai tugas melaksanakan urusan Pemerintahan daerah Bidang Pertanian sub urusan tanaman pangan dan hortikultura sesuai dengan azas desentralisasi dan dekonsentrasi serta tugas pembantuan.

Tugas pokok tersebut dijabarkan secara lebih rinci sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 072 Tahun 2016 ke dalam masing-masing unsur organisasi yaitu Kepala Dinas, Sekretariat, Bidang Tanaman Pangan, Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Bidang Hortikultura dan Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Penyuluhan.

(12)

7 Tugas pokok tersebut kemudian dijabarkan kedalam tugas masing-masing bidang, yaitu sebagai berikut :

Tugas Sekretariat adalah melakukan koordinasi penyusunan program dan rencana kerja Dinas, pengelolaan urusan keuangan, mengelola urusan ketatusahaan, rumahtangga dan perlengkapan serta mengelola urusan administrasi kepegawaian.

Tugas Bidang Tanaman Pangan adalah melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengendalian, pemantauan dan evaluasi kegiatan peningkatan produksi dan pengembangan tanaman pangan.

Tugas Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian adalah melaksanakan pembinaan, kerjasama, pemantauan dan evaluasi kegiatan pengembangan sarana produksi dan kelembagaan tani, pengelolaan lahan dan perluasan areal serta pengelolaan air.

Tugas Bidang Hortikultura adalah melaksanakan pembinaan, kerjasama, pemantauan dan evaluasi kegiatan peningkatan produksi dan pengembangan hortikultura.

Tugas Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Penyuluhan adalah melaksanakan pembinaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi kegiatan pengembangan pasca panen, pengolahan hasil serta penyuluhan.

Selain tugas pokok, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan teknis kebijakan teknis di bidang produksi tanaman pangan, hortikultura, pengawasan prasarana dan sarana, peningkatan mutu, pengolahan dan pemasaran serta penyuluhan tanaman pangan dan hortikultura;

2. Koordinasi pelaksanaan penataan dan peningkatan prasarana dan sarana; 3. Koordinasi pelaksanaan peningkatan produksi tanaman pangan;

4. Koordinasi pelaksanaan peningkatan produksi hortikultura;

5. Koordinasi pelaksanaan pengolahan dan pemasaran serta penyuluhan;

6. Pengawasan mutu dan peredaran benih serta produksi benih tanaman pangan dan hortikultura;

7. Pengendalian dan penanggulangan hama penyakit tanaman pangan dan hortikultura serta penanggulangan bencana alam;

8. Pemberian izin usaha/ rekomendasi teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura; 9. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian Unit Pelaksana Teknis dan;

(13)

8 Berdasarkan tugas dan fungsi diatas maka tujuan pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai dan komoditas tanaman pangan lainnya.

2. Meningkatkan produksi bawang merah, aneka cabai dan jeruk, serta peningkatan

produksi hortikultura lainnya.

3. Meningkatkan luas tambah tanam khususnya padi.

4. Meningkatkan rendemen gabah-beras.

5. Meningkatkan Balai Penyuluhan dari Utama ke Aditama.

6. Meningkatkan penyuluh yang melaksanakan kaji terap yang dapat diterapkan oleh

petani.

7. Meningkatkan kelas kelompok tani dari Madya ke Utama.

Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut telah ditetapkan beberapa kebijakan sebagai berikut :

1. Kebijakan dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan melalui : - Peningkatan penggunaan benih unggul bermutu/ bersertifikat

- Peningkatan pemberdayaan kelembagaan pertanian

- Peningkatan penerapan teknologi sistem budidaya (Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), Jajar Legowo, Sawit Dupa)

- Pengembangan produksi benih tanaman pangan

- Pengembangan pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran tanaman pangan - Pengembangan pengawasan dan sertifikasi benih tanaman pangan.

- Pengamanan dan pengawalan tanaman dari gangguan OPT dan DFI

- Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas, stakeholder dan petani. 2. Kebijakan dalam peningkatan luas panen dan produktivitas hortikultura melalui :

- Penggunaan benih unggul bersertifikat

- Pengembangan Kawasan sentra produksi hortikultura. - Penerapan GAP/ SOP, dan regristrasi Kebun

- Pemasyarakatan produk hortikultura.

- Pengembangan pengelolaan lahan, pengelolaan air dan perluasan areal hortikultura.

- Pengembangan pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran hortikultura - Pengamanan dan pengawalan tanaman dari gangguan OPT dan DFI

(14)

9 - Pengembangan produksi benih hortikultura

- Pengembangan pengawasan dan sertifikasi benih hortikultura. - Peningkatan investasi

3. Kebijakan dalam peningkatan luas tambah tanam khususnya padi melalui :

- Fasilitasi alat mesin pra tanam, panen, pasca panen dan pengolahan hasil TPH. - Pengembangan aspek lahan dan air

- Peningkatan akses petani terhadap permodalan/pembiayaan pertanian, sarana produksi, teknologi, informasi, dan pasar.

4. Kebijakan dalam peningkatan rendemen gabah-beras melalui : - Peningkatan sarana pasca panen padi

- Peningkatan mutu hasil pengolahan padi - Peningkatan pemasaran hasil padi

5. Kebijakan dalam pemantapan sistem penyuluhan pertanian melalui : - Meningkatkan Balai Penyuluhan dari Utama ke Aditama

- Meningkatkan penyuluh yang melaksanakan kaji terap yang dapat diterapkan oleh petani

- Meningkatkan kelas kelompok tani dari Madya ke Utama

Untuk mencapai pelaksanaan program yang tertuang dalam Renstra dan untuk pelaksanaan operasional, maka disusun Rencana Kerja sebagai dasar pelaksanaan operasional oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dilengkapi dengan sasaran keprograman Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2018.

1.2. Landasan Hukum

Dasar hukum yang melatarbelakangi penyusunan Renja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2018 mengacu pada beberapa produk perundang-undangan sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421).

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

(15)

10 Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849.

3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578).

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Derah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817.

7. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2015 – 2019.

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

10. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 06 Tahun 2008 tentang Pembentukan, organisasi dan Tata kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

11. Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan Provinsi Kalimantan Selatan.

(16)

11 12. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 17 Tahun 2009 Tentang RPJP Provinsi

Kalimantan Selatan 2001 - 2025

13. Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No 06 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur- unsur organisasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan.

14. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 072 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

1.3. Tujuan

Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2018 ini bertujuan sebagai pedoman pelaksanaan Program dan Kegiatan bagi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan yang didalamnya tertuang tujuan, input, output, outcome dan manfaat yang akan dicapai pada tahun 2018 secara berjenjang, sehingga dapat meningkatkan perannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

1.4. Sistematika Penulisan

Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 disusun berdasarkan penjabaran dari Rencana Strategis Tahun 2016 – 2021. Dalam penyusunannya perlu diperhatikan agar kegiatan yang disusun sudah memadai untuk mencapai sasaran hasil pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016 – 2021 serta estimasi biaya yang dibutuhkan dengan mencermati kemampuan keuangan daerah. Adapun sistematika penulisan Rencana Kerja Tahun 2018 sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

1.2. Landasan Hukum

1.3. Maksud dan Tujuan

1.4. Sistematika Penulisan

BAB II. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2016

(17)

12

3.1. Tujuan

3.2. Sasaran

BAB IV. Program dan Kegiatan

4.1. Program dan Kegiatan 2018

4.2. Indikator Kinerja

4.3. Kelompok Sasaran

4.4. Lokasi Kegiatan

(18)

13

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2016

Proses penyusunan suatu perencanaan berkaitan erat dengan proses evaluasi, dari hasil evaluasi dapat teridentifikasi dua hal yaitu sejauh mana proses perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh seluruh SKPD dan permasalahan-permasalahan yang menghambat pelaksanaan perencanaan pembangunan tersebut. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.

Pada tahun 2016 telah dilaksanakan 6 program 34 kegiatan yang terkait dengan pembangunan di bidang pertanian. Adapun capaian untuk masing-masing sasaran dan indikator kinerja berdasarkan dari Laporan Pelaksanaan Renja Tahun 2016 dapat di sampaikan hal- hal sebagai berikut :

1. Tertib Administrasi dan Tata Kepemerintahan

Pencapaian sasaran tertib administrasi dan tata kepemerintahan pada tahun 2016 dilaksanakan melalui 4 program kegiatan sebagai berikut :

Tabel 1. Pencapaian sasaran tertib administrasi dan tata kepemerintahan pada tahun 2016

No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2016 Capaian Tahun

2016

Target Realisasi

1 Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran

% 100 100 100

2 Peningkatan prasarana dan sarana aparatur

% 100 100 100

3 Peningkatan Disiplin Aparatur % 100 100 100

4 Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Laporan 4 4 4

Untuk tahun 2016 capaian sasaran tertib administasi dan tata kepemerintahan tercapai 100% melalui 4 indikator sasaran.

(19)

14

2. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian

Pencapaian indikator program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian terdirii dari indikator sasaran sebagai berikut :

Tabel 2. Pencapaian indikator program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian

No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2016 Capaian

Tahun 2016

Target Realisasi

1 Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah Klp Komoditi 2 2 2 2 2 2

2 Pengembangan kemitraan usaha Gapktan 6 6 6

3. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian

Pencapaian program peningkatan penerapan teknologi pertanian tanaman pangan dan hortikultura terdiri dari beberapa indikator, yaitu :

3.A. Evaluasi Kinerja Peningkatan Produksi A. Produksi Padi

Kinerja Pencapaian Produksi Padi tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 5,85 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 2.346.342 ton, atau meningkat 9,63 % dibanding Tahun 2015.

Keberhasilan dalam peningkatan produksi padi ini diakibatkan oleh : 1. Gerakan Percepatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT);

bantuan benih padi hibrida kegiatan UPSUS Pajale pada lokasi Rehab Jaringan Irigasi Tersier (RJIT)

2. serta dukungan program cetak sawah 4.500 Ha yang di alokasikan di 7 Kabupaten RJIT 3.700 Ha, Optimasi lahan 2000 Ha dan pengembangan dari dana APBN Intensifikasi seluas 39.280 Ha, PAT diluar Lahan Kering seluas 54.920 Ha, PAT Lahan Kering seluas 7.211, Teknologi Hazton (TH) seluas 50 Ha, dan dari APBD 2.525 Ha.

(20)

15 Pencapaian kinerja padi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Realisasi Capaian Kinerja Padi pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS 2015 2016* VS Target 2016 2016* VS Akhir Renstra 1 Luas Tanam (Ha) 531.303 568.434 537.000 623.301 6,99 5,85 (8,80) 2 Luas Panen (Ha) 511.213 544.737 520.790 601.434 6,56 4,60 (9,43) 3 Produksi (Ton) 2.140.276 2.346.342 2.225.000 2.592.092 9,63 5,45 (9,48) 4 Produktivitas (Ku/ Ha) 41,87 43,07 42,72 43,10 2,88 0,82 (0,06)

Realisasi Tahun 2016* Realisasi Tahun 2015 Target Akhir Renstra Target Renstra Tahun 2016 Indikator Kinerja No PADI Pencapaian (%) B. Produksi Jagung

Kinerja Pencapaian Produksi Jagung tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 44,1 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 194.541 ton, atau meningkat 51,39 % dibanding Tahun 2015.

Peningkatan produksi Jagung ini diakibatkan oleh :

1. Pemberian bantuan sarana produksi (benih dan pupuk) pada kegiatan UPSUS Pajale;

2. Pemberian bantuan Alsintan pasca panen (corn sheller dan dryer jagung);

3. Kegiatan pengembangan pengembangan jagung hibrida seluas 325 Ha (Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Banjar), serta

4. Pengawalan organisme pengganggu tanaman oleh UPTD BPTPH; penyediaan benih jagung oleh Balai Benih dan pengawalan benih bersertifikat oleh BPSBTPH.

(21)

16 Pencapaian kinerja Jagung dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4. Realisasi Capaian Kinerja Jagung pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS

2015

2016* VS

Target 2016

2016* VS

Akhir

Renstra

1 Luas Tanam (Ha)

22.660

34.917

25.000

40.073

54,09

39,67

(12,87)

2 Luas Panen (Ha)

21.926

33.321

24.107

38.628

51,97

38,22

(13,74)

3 Produksi (Ton)

128.505

194.541

135.000

236.944

51,39

44,10

(17,90)

4 Produktivitas (Ku/ Ha)

58,61

58,38

56,00

61,34

(0,38)

4,26

(4,82)

Target

Renstra

Tahun

2016

Target

Akhir

Renstra

Realisasi

Tahun 2015

No

JAGUNG

Pencapaian (%)

Realisasi

Tahun 2016*

Indikator Kinerja

C. Produksi Kedelai

Kinerja Pencapaian Produksi Kedelai tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 87,6 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 22.512 ton, atau meningkat 113,67 % dibanding Tahun 2015.

Peningkatan produksi Kedelai ini diakibatkan oleh :

1. Adanya gerakan GP PTT kedelai; PAT kedelai; UPSUS Pajale; kegiatan pengembangan Intensifikasi Kedelai: benih sebanyak 50 kg dan Rhizobium 1 paket.

2. Pengembangan Ekstensifikasi Kedelai : benih sebanyak 50 kg dan Rhizobium 1 paket dan Bahan Organik/ kapur pertanian 1 paket. 3. Pengembangan Intensifikasi Teknologi Budidaya Jenuh Air Kedelai :

Benih 50 kg, Pupuk NPK 150 kg, Pupuk SP-36 150 kg, Urea Daun 50 kg, KCL 40 kg, Rhizobium 1 paket, Pestisida Organik/ An Organik 5 liter, Herbisida 8 liter dan Kapur pertanian 1 paket, pengembangan kedelai melalui APBD 100 Ha (Kabupaten Banjar 25 Ha, Tapin 50 Ha dan Balangan 25 Ha).

4. Pengawalan organisme pengganggu tanaman oleh UPTD BPTPH, penyediaan benih kedelai unggul dan bermutu oleh Balai Benih serta pengawalan benih bersertifikat oleh BPSBTPH.

(22)

17 Pencapaian kinerja komoditas Kedelai dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5. Realisasi Capaian Kinerja Kedelai pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS

2015

2016* VS

Target 2016

2016* VS

Akhir

Renstra

1 Luas Tanam (Ha)

9.194

20.444

8.500

20.927

122,36

140,52

(2,31)

2 Luas Panen (Ha)

7.722

15.730

8.325

17.367

103,71

88,95

(9,42)

3 Produksi (Ton)

10.536

22.512

12.000

45.280

113,67

87,60

(50,28)

4 Produktivitas (Ku/ Ha)

13,64

14,31

14,41

26,07

4,89

(0,72)

(45,10)

Realisasi

Tahun 2015

Realisasi

Tahun 2016*

Target

Renstra

Tahun

2016

Target

Akhir

Renstra

KEDELAI

Pencapaian (%)

Indikator Kinerja

No

D. Produksi Kacang Tanah

Kinerja Pencapaian Produksi Kacang Tanah tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 menurun sebesar 1,15 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 9.638 ton, atau meningkat 5,67 % dibanding Tahun 2015.

Penurunan produksi Kacang Tanah ini Komoditas kacang tanah tidak merupakan komoditas pangan pokok, sehingga dukungan anggaran dari APBN tidak dialokasikan. Dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan dukungan anggaran untuk pengembangan kacang tanah seluas 150 Ha. Produksi kacang tanah selain tergantung bantuan tersebut juga dipengaruhi oleh musim dan harga.

(23)

18 Pencapaian kinerja komoditas Kacang Tanah dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6. Realisasi Capaian Kinerja Kacang Tanah pada Tahun 2016

dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS

2015

2016* VS

Target 2016

2016* VS

Akhir

Renstra

1 Luas Tanam (Ha)

7.458

7.941

8.029

8.866

6,48

(1,10)

(10,43)

2 Luas Panen (Ha)

7.413

7.878

7.868

8.632

6,28

0,13

(8,73)

3 Produksi (Ton)

9.121

9.638

9.750

10.678

5,67

(1,15)

(9,74)

4 Produktivitas (Ku/ Ha)

12,30

12,23

12,39

12,37

(0,57)

(1,28)

(1,10)

KACANG TANAH

Realisasi

Tahun 2015

Realisasi

Tahun 2016*

Indikator Kinerja

Target

Akhir

Renstra

Pencapaian (%)

Target

Renstra

Tahun

2016

No

E. Produksi Kacang Hijau

Kinerja Pencapaian Produksi Kacang Hijau tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 5,91 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 699 ton, atau meningkat 6,72 % dibanding Tahun 2015.

Peningkatan produksi kacang hijau disebabkan oleh peningkatan luas tanam dari tahun sebelumnya yang didukung oleh faktor iklim dan program yang sudah dijalankan serta Pengembangan kacang hijau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah seluas 10 Ha.

(24)

19 Pencapaian kinerja komoditas Kacang Hijau dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7. Realisasi Capaian Kinerja Kacang Tanah pada Tahun 2016

dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS

2015

2016* VS

Target 2016

2016* VS

Akhir

Rentsra

1 Luas Tanam (Ha)

622

642

649

716

3,22

(1,08)

(10,32)

2 Luas Panen (Ha)

634

668

636

698

5,36

5,03

(9,75)

3 Produksi (Ton)

655

699

660

728

6,72

5,91

(10,30)

4 Produktivitas (Ku/ Ha)

10,33

10,46

10,37

10,43

1,29

0,91

(0,58)

KACANG HIJAU

Pencapaian (%)

Realisasi

Tahun 2015

Target

Akhir

Renstra

No

Target

Renstra

Tahun

2016

Realisasi

Tahun 2016*

Indikator Kinerja

F. Produksi Ubi Kayu

Kinerja Pencapaian Produksi Ubi Kayu tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 5,89 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 74.124 ton, atau meningkat 3,31 % dibanding Tahun 2015.

Meningkatnya produksi Ubi Kayu ini Rata- rata pencapaian produksi ubi kayu selama periode tahun 2016 mencapai 105,89% karena iklim yang mendukung dan permintaan konsumen meningkat, serta harga yang membaik.

(25)

20

Tabel 8. Realisasi Capaian Kinerja Ubi Kayu pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS

2015

2016* VS

Target 2016

2016* VS

Akhir

Renstra

1 Luas Tanam (Ha)

2.914

3.124

3.553

3.922

7,21

(12,07)

(20,35)

2 Luas Panen (Ha)

3.478

3.289

3.482

3.820

(5,43)

(5,54)

(13,90)

3 Produksi (Ton)

71.751

74.124

70.000

77.286

3,31

5,89

(4,09)

4 Produktivitas (Ku/ Ha)

206,30

225,36

201,06

202,30

9,24

12,09

11,40

Realisasi

Tahun 2015

Target

Akhir

Renstra

UBI KAYU

No

Realisasi

Tahun 2016*

Indikator Kinerja

Target

Renstra

Tahun

2016

Pencapaian (%)

G. Produksi Ubi Jalar

Kinerja Pencapaian Produksi Ubi Jalar tahun 2016 berdasarkan ARAM II 2016 dibanding target Tahun 2016 meningkat sebesar 22,37 %. Produksi Tahun 2016 sebesar 21.414 ton, atau meningkat 19,54 % dibanding Tahun 2015.

Rata- rata pencapaian produksi ubi jalar selama tahun 2016 mencapai 122,37%. Faktor yang mempengaruhi produksi ubi jalar di Provinsi Kalimantan Selatan adalah iklim yang mendukung sehingga penanaman

bisa optimal terutama di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Pencapaian kinerja komoditas Ubi Jalar dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 9. Realisasi Capaian Kinerja Ubi Kayu pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016* VS 2015 2016* VS Target 2016 2016* VS Akhir Renstra 1 Luas Tanam (Ha) 1.141 1.307 1.336 1.475 14,55 (2,17) (11,39) 2 Luas Panen (Ha) 1.257 1.381 1.309 1.437 9,86 5,49 (3,90) 3 Produksi (Ton) 17.913 21.414 17.500 19.321 19,54 22,37 10,83 4 Produktivitas (Ku/ Ha) 142,51 155,07 133,64 134,50 8,82 16,04 15,30

Realisasi Tahun 2015 Target Akhir Renstra UBI JALAR Pencapaian (%) No Realisasi Tahun 2016* Target Renstra Tahun 2016 Indikator Kinerja

(26)

21

4. Pencapaian Indikator Kinerja Luas Tanam Padi

Sasaran Luas Tanam Tahun 2016 sebesar 537.000 Ha, sedangkan realisasinya 568.434 Ha atau realisasinya meningkat sebesar 5,85 %. Tercapainya realisasi dengan target, diakibatkan oleh tersedianya alat mesin pertanian yang menggantikan tenaga kerja manual, berfungsinya jaringan irigasi pada lahan pertanian dan bertambahnya indeks pertanaman padi.

Kinerja luas tanam padi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 10. Realisasi Capaian Kinerja Luas Pertanaman Tanaman Padi pada Tahun

2016 dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

LUAS PERTANAMAN TANAMAN PANGAN (Ha)

No Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016* Target Renstra Tahun 2016 Pencapaian (%) 2016 VS 2015 2016* VS Target 2016 1 Padi 531.303 568.434 537.000 6,99 5,85

5. Meningkatnya Produksi Hortikultura

Untuk Capaian Kinerja Produksi masing- masing komoditas adalah sebagai berikut :

A. Produksi Sayuran

Indikator Kinerja Peningkatan Produksi Sayuran berdasarkan Data SP Hortikultura sangat Sementara Tahun 2016, dibanding target Tahun 2016 dan realisasi Tahun 2015 bisa dilihat di tabel berikut:

Tabel 11. Realisasi Capaian Kinerja Bawang Merah pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS 2015 2016** VS Target 2016 2016** VS Akhir Renstra

1 Luas Panen (Ha) 148 226 196 281 52,70 15,31 (19,57)

2 Produksi (Ton) 867 1.138 1.495 2.408 31,25 (23,90) (52,75)

3 Produktivitas (Ku/ Ha) 58,57 50,34 76,28 85,80 (14,05) (34,00) (41,33)

Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016** Target Tahun 2016 No Indikator Kinerja Target Akhir Renstra BAWANG MERAH Pencapaian (%)

(27)

22 Tabel 12. Realisasi Capaian Kinerja Cabe Merah pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS 2015 2016** VS Target 2016 2016** VS Akhir Renstra 1 Luas Panen (Ha) 930 1.000 1.097 1.212 7,53 (8,84) (17,49) 2 Produksi (Ton) 5.903 5.463 7.500 9.572 (7,46) (27,17) (42,93) 3 Produktivitas (Ku/ Ha) 63,47 54,63 68,37 78,96 (13,94) (20,10) (30,82)

Target Akhir Renstra CABE MERAH Pencapaian (%) No Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016** Target Tahun 2016

Tabel 13. Realisasi Capaian Kinerja Cabe Rawit pada Tahun 2016 dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS 2015 2016** VS Target 2016 2016** VS Akhir Renstra

1 Luas Panen (Ha) 1.031 1.074 635 719 4,17 69,13 49,37

2 Produksi (Ton) 4.789 6.137 3.359 4.287 28,15 82,70 43,15 3 Produktivitas (Ku/ Ha) 46,45 57,14 52,92 59,65 23,02 7,97 (4,21)

Target Akhir Renstra CABE RAWIT Pencapaian (%) No Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016** Target Tahun 2016

Terdapat kenaikan produksi cabe rawit, sedangkan bawang merah dan cabe merah mengalami penurunan produksi dibandingkan target tahun 2016. Penurunan produksi ini diakibatkan oleh adanya musim penghujan yang panjang sehingga tanaman bawang merah banyak terendam, serta adanya serangan penyakit fusarium yang mengakibatkan produktivitas turun. Sedangkan untuk peningkatan dikarenakan peningkatan luas tanam sehingga mengakibatkan kenaikan luas panen serta adanya sistem budidaya yang bagus, sarana dan prasarana yang menunjang serta tidak adanya serangan OPT mengakibatkan produksi dan provitas juga meningkat.

(28)

23

B. Produksi Jeruk

Indikator Kinerja Peningkatan Produksi Jeruk berdasarkan Data SP Hortikultura sangat Sementara Tahun 2016, capaian Tahun 2016 dibanding Tahun 2015 sebesar 100.838 Ton atau menurun 10,75% Sedangkan bila dibandingkan dengan sasaran Tahun 2016 realisasinya mencapai 77.57%.

Penurunan produksi jeruk ini disebabkan komoditas jeruk terutama di Kabupaten Batola banyak yang tidak merupakan tanaman produktif dan tidak ada lagi peremajaan, yang mengakibatkan produktivitas jeruk menurun.

Pencapaian kinerja komoditas Jeruk dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 14. Realisasi Capaian Kinerja Jeruk pada Tahun 2016 dibanding dengan

Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS

2015

2016** VS

Target 2016

2016** VS

Akhir Renstra

1 Luas Panen (Ha)

3.808

3.803

4.062

4.485

(0,13)

(6,37)

(15,20)

2 Produksi (Ton)

112.986

100.838

130.000

150.705

(10,75)

(22,43)

(33,09)

3 Produktivitas (Ku/ Ha)

296,70

265,14

320,03

336,03

(10,64)

(17,15)

(21,10)

Target

Akhir

Renstra

JERUK

Pencapaian (%)

No

Indikator Kinerja

Realisasi

Tahun

2015

Realisasi

Tahun

2016**

Target

Tahun

2016

C. Produksi Pisang

Indikator Kinerja Peningkatan Produksi pisang berdasarkan Data SP Hortikultura sangat Sementara Tahun 2016, capaian Tahun 2016 dibanding Tahun 2015 sebesar 66.838 Ton atau menurun 24,34 %. Sedangkan bila dibandingkan dengan sasaran Tahun 2016 realisasinya mencapai 74,26 %.

Tidak tercapainya sasaran ini diakibatkan karena penurunan luas panen yang diakibatkan oleh faktor cuaca, dimana hal tersebut meningkatkan serangan hama dan penyakit, yang mengakibatkan tanaman mengalami gagal panen.

(29)

24 Pencapaian kinerja komoditas Pisang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 15. Realisasi Capaian Kinerja Pisang pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS 2015 2016** VS Target 2016 2016** VS Akhir Renstra

1 Luas Panen (Ha) 1.842 1.302 1.860 1.959 (29,31) (30,01) (33,54)

2 Produksi (Ton) 88.339 66.838 90.000 96.956 (24,34) (25,74) (31,06)

3 Produktivitas (Ku/ Ha) 479,70 513,40 483,69 494,80 7,02 6,14 3,76

Akhir Renstra PISANG Pencapaian (%) No Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016** Target Tahun 2016 D. Produksi Durian

Indikator Kinerja Peningkatan Produksi durian berdasarkan Data SP Hortikultura sangat Sementara Tahun 2016, capaian Tahun 2016 dibanding Tahun 2015 sebesar 18.276 Ton atau meningkat 18,53 %. Sedangkan bila dibandingkan dengan sasaran Tahun 2016 realisasinya mencapai 117,36 %.

Peningkatan Produksi ini diakibatkan karena peremajaan durian pada tahun sebelumnya sudah berhasil serta pengembangan durian dibeberapa daerah sudah mulai menampak hasil. Hal ini, berdampak pada peningkatan produksi durian pada Tahun 2016. Selain itu Faktor iklim juga sangat mendukung sehingga pembungaan dan pembuahan sempurna.

(30)

25 Pencapaian kinerja komoditas Durian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 16. Realisasi Capaian Kinerja Durian pada Tahun 2016 dibanding

dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016

2016** VS 2015 2016** VS Target 2016 2016** VS Akhir Renstra

1 Luas Panen (Ha) 1.704 2.131 1.713 1.756 25,04 24,40 21,35

2 Produksi (Ton) 15.419 18.276 15.573 16.367 18,53 17,36 11,66

3 Produktivitas (Ku/ Ha) 90,48 85,77 90,93 93,21 (5,21) (5,68) (7,99)

Target Akhir Renstra Pencapaian (%) DURIAN No Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2015 Realisasi Tahun 2016** Target Tahun 2016

6. Pengembangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Berdasarkan kesepakatan Kinerja antara Gubernur kalimantan selatan dengan kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Rencana Kinerja Tahun 2016, sasaran angka kehilangan hasil padi Tahun 2016 adalah sebesar 10,5 dan terealisasi sebesar 7,46. Semakin kecil angka kehilangan hasil semakin bagus. Dengan kata lain capaian kinerja sudah tercapai.Hal ini tidak terlepas dari pembinaan yang efektif dalam penanganan pasca panen, serta menurunnya angka kehilangan hasil waktu panen, waktu pengeringan, pengangkutan dan pengolahan serta penyimpanan.

Selain itu target randemen gabah-beras di tingkat penggilingan padi sebesar 65% dan dapat direalisasikan sebesar 65.38%. Hal ini diakibatkan adanya revitalisasi penggilingan padi pada beberapa kelompok pelaku usaha penggilingan di Kabupaten/Kota. Beberapa teknologi terbaru telah diperkenalkan kepada para pelaku usaha penggilingan padi yang fungsinya adalah untuk meningkatkan rendemen gabah-beras.

Ditinjau dari sisi kemitraan usaha selama Tahun 2016 terdapat 25 kelompok/ mitra usaha yang menjadi binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan melebihi target 2 dari kelompok/ mitra usaha.

(31)

26

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN

3.1. Tujuan

Tujuan dari Rencana Program dan Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 adalah :

1. Meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai dan komoditas tanaman pangan lainnya. 2. Meningkatkan Produksi bawang merah, aneka cabai dan jeruk, serta peningkatan

produksi hortikultura lainnya.

3. Meningkatkan luas tambah tanam khususnya padi 4. Meningkatkan rendemen gabah-beras.

5. Meningkatkan Balai Penyuluhan dari Utama ke Aditama

6. Meningkatkan penyuluh yang melaksanakan kaji terap yang dapat diterapkan oleh petani

7. Meningkatkan kelas kelompok tani dari Madya ke Utama

3.2. Sasaran

Sasaran pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura pada tahun 2018 adalah :

1. Meningkatnya produksi padi minimal 3% per tahun, meningkatnya produksi jagung minimal 4% per tahun, meningkatnya produksi kedelai minimal 15% per tahun, serta meningkatnya produksi komoditi tanaman pangan lainnya minimal 2% per tahun. 2. Meningkatnya produksi bawang merah minimal 10% per tahun, meningkatnya produksi

aneka cabai minimal 5% per tahun, meningkatnya produksi jeruk minimal 3% per tahun, dan meningkatnya produksi hortikultura lainnya minimal 1 % per tahun.

3. Meningkatnya rendemen gabah-beras 1% per tahun.

4. Meningkatnya luas tambah tanam khususnya padi minimal 2% per tahun.

5. Meningkatkan Balai Penyuluhan dari Utama ke Aditama rata-rata 4 Balai per tahun 6. Meningkatkan penyuluh yang melaksanakan kaji terap yang dapat diterapkan oleh

petani 10 Kelompok

7. Meningkatkan kelas kelompok tani dari Madya ke Utama rata-rata 12 Kelompok per tahun.

(32)

27

BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN

Mengacu kepada RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2016 - 2021 dan RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016 - 2021, maka program dan kegiatan pembangunan tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi Kalimantan Selatan dapat dijabarkan ke dalam program-program sebagai berikut :

4.1. Program dan Kegiatan 2018

1. Program Peningkatan Produksi dan Produktivitas TPH

a. Penyediaan Sarana Peningkatan Produksi Serelia

b. Penyediaan Sarana Peningkatan Produksi Aneka Kacang dan Umbi c. Produksi Benih dan Pengendalian OPT/DPI Tanaman Pangan d. Pengukuran Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura e. Produksi Benih dan Pengendalian OPT/DPI Hortikultura.

f. Penyediaan Sarana Peningkatan Produksi Sayuran dan Tanaman Obat g. Penyediaan Sarana Peningkatan Produksi Buah dan Tanaman Hias

2. Program Peningkatan Mutu Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura

a. Promosi dan pemasaran hasil produksi TPH Unggulan b. Penyediaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil TPH

3. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian

a. Penyediaan Sarana Pertanian

b. Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian

c. Pengawalan Pembiayaan dan Investasi Pertanian

4. Program Pemantapan Sistem Penyuluhan

a. Pemantapan Ketenagaan dan Kelembagaan Penyuluhan b. Pemantapan Penyelenggaraan Penyuluhan

(33)

28

4.2.

Indikator Kinerja

Indikator Kinerja Sasaran Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2018 dapat digambarkan pada tabel berikut.

1. Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura

Sasaran Pembinaan dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura meliputi indikator kinerja luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitas tanaman utama yaitu : padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar, Jeruk, Pisang, Durian, dan Sayuran (Cabe dan Bawang Merah). Secara rinci terlihat pada tabel berikut.

Tabel 17. Sasaran Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021

Base Line Rata 2

2015* 2016 2017 2018 2019 2020 2021 pertahun

I Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Utama

1 Padi (Ton GKG) 2.140.276 2.225.000 2.325.831 2.383.968 2.443.295 2.516.594 2.592.092 3 2 Jagung (Ton Ppk) 128.505 135.000 202.541 210.643 219.068 227.831 236.944 4 3 Kedelai (Ton Bk) 10.536 12.000 25.896 29.772 34.238 39.374 45.280 1

Tanaman Pangan Lainnya

4 Kacang Tanah (Ton) 9.122 9.750 9.945 10.144 10.347 10.511 10.678 2,00 5 Kacang Hijau (Ton) 670 660 673 687 700 714 728 1,97 6 Ubi Kayu (Ton) 71.752 70.000 71.400 72.828 74.285 75.770 77.286 2,00 7 Ubi Jalar (Ton) 17.913 17.500 17.850 18.207 18.571 18.943 19.321 2,00

Hortikultura Utama

8 Bawang Merah(Ton) 867 1.495 1.645 1.809 1.990 2.189 2.408 10,03 9 Cabe Rawit (Ton) 4.789 3.359 3.527 3.703 3.889 4.083 4.287 5,00 10 Cabe Merah (Ton) 5.903 7.500 7.875 8.269 8.682 9.116 9.572 5,00 11 Jeruk (Ton) 112.301 130.000 133.900 137.917 142.054 146.316 150.705 3,00

Hortikultura Lainnya

12 Pisang (Ton) 79.493 90.000 91.350 92.720 94.111 95.523 96.956 1,50 13 Durian (Ton) 15.419 15.573 15.729 15.886 16.045 16.205 16.367 1,00

(34)

29 Tabel 18. Sasaran Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021

Tabel 19. Sasaran Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021

Base Line Rata 2

2015* 2016 2017 2018 2019 2020 2021 pertahun

II Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Utama

1 Padi (ku/ha) 41,87 42,72 41,86 42,06 42,27 42,68 43,10 0,00

0,98% 0,98% 0,98% 0,98% 0,98% 0,98% 2 Jagung (ku/ha) 58,61 56,00 59,01 59,59 60,17 60,75 61,34 0,01 3 Kedelai (ku/ha) 13,64 13,64 13,68 13,75 14,05 14,54 15,20 1,90

Tanaman Pangan Lainnya

4 Kacang Tanah (ku/ha) 12,30 12,39 12,41 12,42 12,44 12,40 12,37 0 5 Kacang Hijau (ku/ha) 10,57 10,37 10,38 10,40 10,41 10,42 10,43 0,11 6 Ubi Kayu (ku/ha) 206,42 201,06 201,31 201,57 201,83 202,06 202,30 -7 Ubi Jalar (ku/ha) 139,40 133,64 133,81 133,98 134,15 134,33 134,50

-Hortikultura Utama

8 Bawang Merah (ton/ha) 5,86 7,62 7,82 7,97 8,15 8,35 8,58 0,03

9 Cabe Rawit (ku/ha) 46,45 52,92 54,19 55,50 56,85 58,23 59,65 0,02 10 Cabe Merah (ku/ha) 63,47 68,37 70,32 72,38 74,51 76,71 78,96 0,03 11 Jeruk (ku/ha) 297,60 320,03 323,17 326,34 329,54 332,77 336,03 0,98

Hortikultura Lainnya

12 Pisang (ku/ha) 431,66 483,69 485,89 488,11 490,33 492,56 494,80 0,46 13 Durian (ku/ha) 90,48 90,93 91,38 91,83 92,29 92,75 93,21 0,50

No. Rencana Kinerja Tahun 2016 - 2021

Base Line Rata 2

2015* 2016 2017 2018 2019 2020 2021 pertahun

III Peningkatan Luas Panen Tanaman Pangan Utama

1 Padi (Ha) 511.213 520.790 555.632 566.744 578.079 589.641 601.434 2,00 2 Jagung (Ha) 21.926 24.107 34.321 35.350 36.411 37.503 38.628 3,00 3 Kedelai (Ha) 7.722 8.800 18.935 21.648 24.361 27.074 29.789 47,63

Tanaman Pangan Lainnya

4 Kacang Tanah (Ha) 7.413 7.868 8.016 8.165 8.318 8.474 8.632 1,87 5 Kacang Hijau (Ha) 622 649 662 675 688 702 716 1,87 6 Ubi Kayu (Ha) 3.476 3.482 3.547 3.613 3.681 3.750 3.820 1,87 7 Ubi Jalar (Ha) 1.285 1.309 1.334 1.359 1.384 1.410 1.437 1,87

Hortikultura Utama

8 Bawang Merah (Ha) 148 196 210 227 244 262 281 7,50 9 Cabe Rawit (Ha) 1.031 635 651 667 684 701 719 2,51 10 Cabe Merah (Ha) 930 1.097 1.120 1.142 1.165 1.188 1.212 2,00 11 Jeruk (Ha) 3.774 4.062 4.143 4.226 4.311 4.397 4.485 2,00

Hortikultura Lainnya

12 Pisang (Ha) 1.842 1.861 1.880 1.900 1.919 1.939 1.959 1,04 13 Durian (Ha) 1.704 1.713 1.721 1.730 1.739 1.747 1.756 0,50

(35)

30 Tabel 20. Sasaran Luas Tanam Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2016 – 2021

2. Pengembangan Kawasan

Pengembangan Kawasan sampai dengan tahun 2018 meliputi Luas Tanam padi, dan Penambahan kawasan jeruk, pisang dan durian, dengan rincian sebagai berikut :

1. Luas Pertanaman padi 587.351 Ha

2. Pengembangan kawasan hortikultura 179 Ha

3. Pengembangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil

Peningkatan Randemen beras ditingkat penggilingan padi (kab/kota) 66%

4.3.

Kelompok Sasaran

Kelompok sasaran yang dituju dari program dan kegaitan yang telah disusun diutamakan adalah para petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, lembaga-lembaga yang dibentuk sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, pelaku usaha agribisnis serta kelompok-kelompok atau lembaga-lembaga usaha yang bergerak dalam bidang pengembangan agroindustry.

Base Line Rata 2

2015* 2016 2017 2018 2019 2020 2021 pertahun

IV Peningkatan Luas Tanam Tanaman Pangan Utama

1 Padi (ha) 531.303 537.000 575.834 587.351 599.098 611.079 623.301 7,23 2 Jagung (Ha) 22.660 25.000 35.604 36.672 37.772 38.905 40.073 42,42 3 Kedelai (Ha) 9.194 9.750 19.333 23.986 26.992 29.998 33.006 0,43

Tanaman Pangan Lainnya

4 Kacang Tanah (Ha) 7.458 8.029 8.190 8.353 8.520 8.691 8.866 2,00 5 Kacang Hijau (Ha) 643 649 662 675 688 702 716 2,00 6 Ubi Kayu (Ha) 2.914 3.553 3.624 3.697 3.770 3.845 3.922 2,00 7 Ubi Jalar (Ha) 1.325 1.336 1.362 1.390 1.418 1.446 1.475 1,96

Hortikultura Utama

8 Bawang Merah (Ha) 245 200 215 231 248 267 287 7,50 9 Cabe Rawit (Ha) 1.114 680 697 711 724 740 758 2,51 10 Cabe Merah (Ha) 941 1.000 1.020 1.040 1.060 1.082 1.104 2,00 11 Jeruk (Ha) 6.903 7.380 7.410 7.455 7.480 7.505 7.535 0,41

Hortikultura Lainnya

12 Pisang (Ha) 4.243 4.301 4.360 4.419 4.479 4.540 4.602 1,36 13 Durian (Ha) 5.271 5.297 5.323 5.350 5.377 5.404 5.431 0,50

Tahun 2016 - 2021 No. Rencana Kinerja

(36)

31

4.4.

Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan yang terdiri dari 11 Kabupaten, 2 Kota

4.5

Kebutuhan Dana Indikatif

Dalam rangka untuk mencapai sasaran dan indikator kinerja yang akan dicapai maka diperlukan pendanaan sebagai berikut.

Gambar

Tabel 3.   Realisasi Capaian Kinerja Padi  pada  Tahun 2016 dibanding  dengan  Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016
Tabel 4.  Realisasi  Capaian  Kinerja  Jagung  pada  Tahun  2016  dibanding  dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016
Tabel 6.  Realisasi  Capaian  Kinerja  Kacang  Tanah  pada  Tahun  2016  dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016
Tabel 7.  Realisasi  Capaian  Kinerja  Kacang  Tanah  pada  Tahun  2016  dibanding dengan Tahun 2015, dan Target Renstra Tahun 2016
+6

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis efek marginal (Marginal Effect) ordinal logit faktor-faktor yang mempengaruhi derajat ketahanan pangan rumah tangga petani padi organik ……… 231 Tabel

Dalam rangka melaksanakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 8

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2020, merupakan suatu bentuk evaluasi yang dilakukan terhadap

xvi Permenhub = Peraturan Menteri Perhubungan. PI =

1) Hasil analisis kapasitas aliran sungai Jeneberang menggunakan Program HEC-RAS debit rencana 25 tahun (Q 25 = 1879.0686 m 3 /dt), diperoleh hasil bahwa, sungai

Pada tahun 2007 Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 532/MENKES/PER/IV/2007 BKPM Bandung ditetapkan menjadi Balai Besar Kesehatan Paru

Penciptaan iklim investasi yang kondusif dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) mutlak diciptakan. Selain tata kelola pemerintahan yang tidak

Kedudukan subsektor tanaman pangan sangat bersentuhan pada prioritas keenam dan ketujuh dari nawacita. Sebagai penanggung jawab simpul koordinasi dalam