Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2011 Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Pada periode triwulan IV-2007, perekonomian di Zona Padang tumbuh lebih ekspansif daripada triwulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan PDRB Zona Padang pada
Kegiatan intermediasi perbankan bank umum konvensional di Sulsel menunjukan perlambatan, sebagaimana terlihat dari penurunan pertumbuhan kredit yang disalurkan dan DPK pada
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Papua triwulan I-2017, lapangan usaha yang memberikan sumbangan pertumbuhan terbesar adalah lapangan usaha
Selanjutnya, sejalan dengan menurunnya tingkat ekspektasi pada akhir triwulan laporan, maka secara tahunan inflasi kelompok core (inti) juga mengalami
Grafik 2.13.. bahan makanan tidak diikuti oleh perkembangan kelompok makanan jadi. Inflasi tahunan kelompok makanan jadi meningkat dari 4,01% pada triwulan I-2011 menjadi 4,97%
Dengan minyak dan gas bumi dibandingkan dengan triwulan I-2013 (q-to-q), pertumbuhan Provinsi Papua Barat mengalami kontraksi sebesar minus 3,61 persen pada triwulan
Laju kumulatif ekspor Papua Januari-Agustus 2016 mengalami penurunan pada ekspor konsentrat tembaga, kayu lapis, dan non migas lainnya bila dibandingkan periode yang sama
Apabila dilihat perkembangan ekspor non migas berdasarkan data dari Ditjen Bea dan Cukai yang diolah oleh Bank Indonesia, ekspor non migas Kaltim triwulan I- 2012 mencapai USD