12 BAB III PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan
Kehadiran Kompas Gramedia tak lepas dari sejarah panjang demi mencapai cita-cita mulia mencerdaskan bangsa. Berawal dari terbitnya majalah Intisari pada 17 Agustus 1963 oleh Petrus Kanisius (PK) Ojong dan Jakob Oetama (JO), bersama J. Adisubrata dan Irawati SH. Majalah bulanan ini utamanya ditujukan untuk memberi bacaan bermutu dan membuka cakrawala masyarakat Indonesia.
Saat itu, Intisari terbit dengan tampilan hitam putih, tanpa sampul, berukuran 14 x 17,5 cm, dan tebal 128 halaman. Meskipun demikian, Intisari mendapat sambutan baik dari pembacanya dan beroplah 11.000 eksemplar., kemudian disusul oleh Harian Kompas pada 28 Juni 1965 yang berawal dari ide menerbitkan koran untuk melawan pers komunis.
KOMPAS awalnya terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali seminggu, hingga kemudian dalam waktu 2 tahun telah berkembang menjadi surat kabar harian nasional dengan oplah 30.650 eksemplar. Nama KOMPAS sendiri adalah pemberian dari Ir. Soekarno, presiden RI kala itu, yang artinya penunjuk arah, Setelah Koran Kompas muncul lalu disusulah dengan munculnya toko buku Gramedia pertama kali pada 2 februari 1970 Sebagai langkah awal, dibuka sebuah toko kecil seluas 25 meter persegi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Hingga kini, Toko Buku Gramedia Gajah Mada tersebut masih beroperasi melayani para pelanggannya.
Kini sudah lebih dari 100 toko buku tersebar di kota-kota besar Indonesia.Kompas Gramedia terus mengembangkan unit-unit usahanya yang bergerak di bidang media informasi, hingga hari ini. Menaungi 22.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Kompas Gramedia bukan hanya hadir sebagai sebuah entitas bisnis saja, melainkan juga berkontribusi langsung membangun karakter insan manusia, baik yang bekerja di dalamnya
sebagai karyawan, maupun masyarakat luas yang selalu menikmati produk dan jasa persembahan Kompas Gramedia.
Selama 52 tahun perjalanan Kompas Gramedia menemani berbagai generasi bangsa ini, kami memiliki segudang cita-cita. Bersama seluruh komponen bangsa, Kompas Gramedia terus bergerak dinamis, mencerahkan manusia, enlightening people. Kompas Gramedia, bersama seluruh komponen masyarakat, akan terus menyebarkan semangat positif bagi bangsa dan negara, Indonesia.
2. Visi, Misi, dan Nilai Keutamaan Perusahaan a. Visi dan Misi
Menjadi Perusahaan yang terbesar, terbaik, terpadu dan tersebar di Asia Tenggara melalui usaha berbasis pengetahuan yang menciptakan masyarakat tedidik, tercerahkan, menghargai kebhinekaan dan adil sejahtera.
b. Nilai Keutamaan Persahaan
Terdiri dari lima sifat yang dikenal dengan 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive, Customer Delight) dan ditetapkan sebagai pedoman perilaku karyawan dalam berpikir, bersikap dan bertindak.
Caring adalah nilai yang didasarkan pada filosofi Humanisme Transendental, artinya berperi kemanusiaan, berdasarkan keyakinan akan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menyelenggarakan segala sesuatu.
Credible adalah nilai yang didasarkan pada filosofi bahwa manusia yang bekerja selalu berdimensi sosial, menuntut interaksi timbal balik dengan lingkungannya. Dengan melaksanakan tanggung jawabnya secara ikhlas, disiplin, konsisten dan profesional, maka ia akan dipercaya dan dapat diandalkan oleh orang lain.
Competent adalah nilai yang didasarkan pada filosofi bahwa manusia bekerja harus selalu berkembang dan mengembangkan dirinya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi dirinya dan lingkungannya.
Competitive adalah nilai yang didasarkan pada filosofi bahwa di jaman modern yang serba tidak pasti yang dibutuhkan adalah keberanian
menghadapi tantangan. Menunjukkan kecerdasan mental (Adversity Quotient) yang mengubah ancaman menjadi peluang, untuk selalu berkembang dan berorientasi pada daya saing.
Customer Delight adalah nilai yang didasarkan pada prinsip memenangkan hati pelanggan dengan memberikan pelayanan yang melebihi harapannya.
3. Tujuan Perusahaan
Kompas ingin terus menemani serta mencerahkan masyarakat dan bangsa Indonesia dengan berbagai aktivitasnya, menyebarkan semangat positif bagi sesama. Seperti yang dikatakan oleh salah satu founder Kompas gramedia yaitu Jakob Oetama Pohon yang kita tanam berbuah, mekar, berkembang, sehingga jadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang.
4. Struktur Organsasi
Struktur organisasi Kompas Gramedia ditunjukkan pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Kompas FOUNDERS
President Commisioner Founder
KG MANAGEMENT CEO
DIRECTORS Group of Retail &
Publishing
Group of Regional
Newspaper Group of Magazine Group of Digital Group of Hotels &
Resorts Group of Radi Group of Printing Group of Television Harian Kompas dan
KG Advertising
Harian Ekonomi KONTAN &
Sirkulasi Jasatama
Tabloid Olahraga BOLA
GKU - Tissue Manufacturing Rector of
Multimedia Nusantara University
Transito Advertising Corporate Circulation
Corporate Communications Corporate IT & IS Corporate Human
Resources
Corporate Strategy Management
Corporate Comptroller Corporate Finance & Legal Corporate Facility
Management Corporate Secretary
B. Laporan Magang Kerja 1. Pengertian Magang Kerja
Magang kerja merpuakan bentuk kegiatan penunjang perkuliahan dan bersifat wajib yang dilakukan mahasiswa diluar kampus secara kelompok atau individu dengan terjun langsung dalam dunia kerja maupun dimasyrakat. Kegiatan magang kerja dilakukan oleh mahasiswa untuk mendapatkan data dalam membuat/menyusun Tugas Akhir.
2. Tujuan Magang Kerja
Tujuan dari Magang Kerja adalah sebagai berikut:
a. Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman langsung dan pengetahuan tentang aktivitas dalam dunia kerja.
b. Mahasiswa dapat melakukan adaptasi sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya, sehingga dapat menciptakan tenaga terampil yang siap kerja.
c. Mahasiswa dapat lebih mengetahui dan memahami permasalahan yang timbul serta memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut di dalam dunia kerja.
3. Manfaat Magang Kerja
Adapun manfaat Magang Kerja adalah sebagai berikut:
a. Bagi Mahasiswa
1) Dapat mengetahui secara jelas bagaimana proses kegiatan yang terjadi pada objek penelitian
2) Dapat menerapkan materi-materi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja
3) Dapat menyelesaikan masalah yang timbul di dalam dunia kerja nantinya
b. Bagi Perusahaan
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan mengenai Strategi pemasaran yang harus di terapkan pada rebranding majalah kaWanku.
4. Pelaksanaan Magang Kerja a. Tempat Magang Kerja
Tempat: Corporate Advertisement Kompas Gramedia Alamat : Jl. Palmerah Selatan 11, Jakarta Pusat. 10270 Waktu : Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00-17.00 WIB b. Kegiatan Magang Kerja
Magang Kerja dilaksanakan selama 2 bulan mulai tanggal 19 Januari 2016 sampai dengan 18 Mei 2016. Kegiatan magang kerja sesuai dengan jam kerja perusahaan. Pada saat magang kerja mahasiswa tidak diwajibkan menggunakan seragam. Apabila ingin ijin keluar atau tidak masuk harus ijin terlebih dahulu.
Adapun rincian kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama 1 bulan magang dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Rincian Kegiatan Magang
Minggu ke- Kegiatan
1 Pengenalan mengenai pekerjaan yang harus dilakukan
Perkenalan kepada staff dan karyawan perusahaan 2
Mengerjakan Proyek event Love Hunter.
Love Hunter adalah event yang diadakan Kompas Gramedia untuk anak muda yang berada di Jakarta dalam mencari pasangan.
3
Mengerjakan Proyek event Money Diary
Money Diary adalah event pendidikan keuangan yang diberikan Kompas Gramedia untuk anak muda agar dapat membeli barang yang diinginkan dengan uang milik sendiri.
4 Mengerjakan Proyek untuk Kompas Gramedia toko buku 5 Mengerjakan Proyek penelitian dari majalah kaWanku
6
Meeting dengan tim majalah kaWanku mengenai penelitian
Memperbaiki proposal penelitian untuk majalah kaWanku
7
Memulai mengumpulkan data intern untuk proyek penelitian
Meeting dengan tim research Kompas Gramedia Bersambung...
Minggu ke- Kegiatan
8
Memulai mengumpulkan data pelanggan dan menyebar kuisoner untuk penelitian
Membuat kuisoner untuk majalah kaWanku untuk website dan cetak
Berpamitan pada seluruh staff dan karyawan
C. Pembahasan Masalah
Kompas Gramedia sedang melakukan strategi pemasaran baru kepada salah satu produknya yaitu majalah kaWanku. Strategi yang diterapkan yaitu rebranding dengan harapan bahwa dengan brand yang baru dan lebih update, maka pelanggan akan lebih menyukai, membaca, dan membeli majalah kaWanku.
Namun baik Kompas Gramedia atau majalah kaWanku sendiri belum mengetahui keberhasilan strategi yang diterapkan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu mengetahui berhasil atau tidaknya strategi yang diterapkan dengan menyebarkan kuisoner kepada pembaca majalah kaWanku baik cetak atau online untuk mengetahui penilaian pembaca terhadap strategi tersebut. Dari penelitian didapatkan data sebanyak 1308 responden pengisi kuisioner. Data tersebut meliputi data psikografi, demografi, penilaian pelanggan, dan harapan pelanggan terhadap majalah Kawanku. Berikut ini merupakan analisis dari data yang didapatkan:
1. Profil Responden a. Analisis Psikografi
Berdasarkan hasil kuisioner yang disebarkan kepada 1308 responden dapat diketahui karakteristik umum pembaca majalah kaWanku sebagai berikut:
Tabel 3.2 Deskripsi Data Profil Responden
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden
Usia
10 – 12 tahun 8 % 105
13 – 15 tahun 21 % 275
16 – 18 tahun 35 % 457
19 – 21 tahun 19 % 249
22 – 24 tahun 8 % 105
>24 tahun 9 % 118
...Lanjutan
Bersambung...
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden
Jenis Kelamin Laki – laki 2 % 26
Perempuan 98 % 1282
Pendidikan
SD / Sederajat 1 % 11
SMP / Sederajat 10 % 104
SMA / Sederajat 37 % 484
Kuliah 39 % 510
Bekerja 13 % 170
Uang Saku
500.000 – 1.000.000 79 % 1033
1.000.001 – 2.000.000 16 % 209
2.000.001 – 3.000.000 4 % 52
3.000.001 – 4.000.000 3 % 13
≥ 4.000.001 0 0
Demografi
Jabodetabek 44 % 575
Jawa Barat 12 % 157
Jawa Timur 8 % 105
Jawa Tengah 18 % 235
Yogyakarta 7 % 93
Sumatra 4 % 52
Kalimantan 1 % 13
Sulawesi 1 % 13
Bali 5 % 65
Dari Tabel 3.2 dapat dilihat bahwa responden majalah kaWanku terbanyak berusia 16 – 18 tahun, berjenis kelamin perempuan, duduk di bangku perkuliahan, dengan uang saku 1.000.000 – 2.000.000 per bulan, serta berdomisili di Jakarta.
Berikut penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Usia
8%
21%
35%
19%
8%9%
Rata-rata Usia Responden
10-12 tahun 13-15 16-18 19-21 22-24
>24 tahun
Gambar 3.2 Rata-rata Usia Responden
Berdasarkan Gambar 3.2 dapat diketahui bahwa rata-rata usia pembaca majalah kaWanku mayoritas berusia 16-18 tahun atau sebanyak 35%, disusul pembaca usia 13-15 tahun (21%), usia 19-21 tahun (19%), usia lebih dari 24 tahun (9%), dan yang paling sedikit adalah usia 22-24 tahun dan usia 10-12 tahun yaitu sebanyak 8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembaca majalah kaWanku rata-rata berusia 15-19 tahun. Hal ini sesuai dengan riset yang telah dilakukan majalah kaWanku pada tahun 2013. Dari Gambar 3.2 juga dapat dilihat bahwa terdapat banyak pembaca majalah kaWanku yang berusia lebih dari 20 tahun. Data ini menunjukkan adanya loyalitas yang tinggi terhadap brand majalah kaWanku dimana pembaca majalah kaWanku yang berusia lebih dari 20 tahun adalah pembaca majalah kaWanku yang sudah membaca sejak berusia 16-19 tahun.
Berdasarkan penjabaran diatas dalam strategi rebranding yang diterapkan oleh Kompas Gramedia untuk majalah kaWanku menurut teori Philip Kotler tentang bauran pemasaran, maka strategi produk dan strategi promosi yang ditetetapkan harus beorientasi pada target primer yaitu pembaca berusia 15-19 tahun dan target sekunder yaitu pembaca berusia 10-13 tahun sedangkan untuk usia 20 tahun keatas tidak perlu mendapatkan perhatian lebih karena pembaca tersebut akan berhenti membaca setalah berusia lebih dari 24 tahun dikarenakan segmentasi majalah sudah berbeda dengan kebutuhan pembaca.
2) Jenis Kelamin
Gambar 3.3 Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan Gambar 3.3 dapat diketahui bahwa dari 1308 responden, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 1286 responden (98%) dan responden yang berjenis kelamin laki-laki hanya 21 responden (2%). Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh Kompas Gramedia pada majalah kaWanku dalam hal target yang dituju adalah tepat dimana target utama pembaca majalah kaWanku adalah perempuan.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk dan strategi promosi yang ditetapkan harus beorientasi pada mayoritas jenis kelamin pembaca yaitu perempuan.
3) Pendidikan
Gambar 3.4 Pendidikan Responden
Berdasarkan Gambar 3.4 dapat diketahui bahwa responden yang mengisi kuisoner mayoritas sedang berada pada tingkat pendidikan perkuliahan yaitu sebanyak 510 responden (39%), kemudian disusul tingkat SMA/Sederajat 484 responden (37%), sudah bekerja 170 responden (13%), tingkat SMP/Sederajat 104 responden (10%), dan tingkat SD/Sederajat 11 responden (1%). Hal ini menunjukkan sinkronisasi antara tingkat pendidikan pembaca dan usia pembaca, dimana pembaca majalah kaWanku yang memili tingkat pendidikan kuliah adalah pembaca loyal yang sudah membaca sejak smp atau sma. Data diatas juga menunjukkan adanya pasar potensial yang harus diperhatikan yaitu pembaca berusia 10-13 pada tingkat pendidikan SMP/Sederajat.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk dan strategi promosi yang diterapkan harus berorientasi pada mayoritas reponden yaitu pembaca yang berada pada tingkat pendidikan SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat. Untuk pembaca pada tingkat pendidikan lain menjadi target sekunder.
4) Uang Saku
Gambar 3.5 Jumlah Uang Saku Responden
Berdasarkan Gambar 3.5 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang mengisi kuisoner memiliki jumlah uang saku 500.000-1.000.000 yaitu sebanyak 1033 responden (79%), disusul responden dengan jumlah uang saku 1-2 juta rupiah sebanyak 209 responden (16%), uang saku 2-3 juta rupiah sebanyak 52 responden (4%), uang saku 3-4 juta rupiah sebanyak 13 responden (3%), dan tidak terdapat responden dengan uang saku lebih dari 4 juta rupiah (0%). Hal ini menunjukkan tidak ada pergeseran pada pembaca majalah kaWanku dalam
jumlah uang saku pembaca jika dibandingkan dengan riset sebelumnya yaitu jumlah uang saku pembaca terbanyak berada diantara Rp.500.000 hingga Rp.2000.000. Terbukti dengan data terbaru menunjukkan sebanyak 1242 responden (95%) memiliki jumlah uang saku pada kisaran tersebut.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi harga yang diterapkan oleh Kompas Gramedia tidak harus mengalami pergantian karena tidak ada pergeseran pembaca berdasarkan jumlah uang saku responden.
b. Analisis Kegemaran Responden
Berdasarkan hasil kuisioner yang disebarkan kepada 1308 responden dapat diketahui kegemaran umum pembaca majalah kaWanku sebagai berikut:
Tabel 3.3 Deskripsi Data Kegemaran Responden
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden
Mata pelajaran kesukaan
Sosiologi
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk
prosentase karena responden
dapat memilih lebih dari satu pilihan
43
Kesenian 139
Bahasa Inggris 512
Bahasa Indonesia 71
Ekonomi 26
Akuntansi 59
Geografi 22
Sejarah 60
Kimia 54
Biologi 89
Fisika 22
Matematika 148
Lainnya 63
Eskul yang diikuti
Paduan Suara 17% 223
Teater 8% 106
OSIS 14% 188
Musik 17% 226
Fotografi 12% 160
Paskibra 8% 113
Dance/Cheerleader 8% 107
Mading 21% 268
English Club 30% 381
KIR 9% 121
Bersambung…
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden
Olahraga 20% 265
Kerohanian 19% 247
Jurusan Perkuliahan
Ekonomi 6% 81
Akuntansi 7% 95
Psikologi 7% 91
Komunikasi 9% 125
Kedokteran 5% 63
Arsitektur 2% 25
Sosiologi 0 5
Hubungan Internasional 6% 77
Komunikasi 9% 125
Sastra 7% 102
Teknik 7% 97
Matematika 0 0
Fisika 0 2
Keguruan 7% 89
Lainnya 19% 263
Belum menentukan
jurusan 8% 111
Hobi
Olahraga
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk
prosentase karena responden
dapat memilih lebih dari satu pilihan
181
Menulis 458
Fotografi 282
Blogging 163
Belajar bahasa asing 526
Membuat kerajinan 218
Memasak 284
Dance 169
Menyanyi 614
Game online 136
Menggambar 261
Membaca 968
Dari Tabel 3.3 dapat dilihat bahwa responden majalah kaWanku terbanyak menyukai pelajaran bahasa inggris, mengikuti eksul English Club, mengambil jurusan komunikasi pada perkuliahan dan memiliki hobi membaca. Berikut
…Lanjutan
penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Mata Pelajaran Kesukaan
Gambar 3.6 Mata Pelajaran Kesukaan Responden
Berdasarkan Gambar 3.6 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyukai Bahasa Inggris yaitu sebanyak 512 rsponden, selanjutnya Matematika sebanyak 148 responden, Kesenian sebanyak 139 responden, Biologi sebanyak 89 responden, Bahasa Indonesia sebanyak 71 responden, Sejarah sebanyak 60 responden, Kimia 54 sebanyak responden, Akuntansi sebanyak 59 responden, Ekonomi sebanyak 26 responden, Sosiologi sebanyak 43 responden, Geografi sebanyak 22 responden, dan pelajaran lainnya sebanyak 63 responden.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk yang diterapkan Kompas Gramedia terhadap majalah kaWanku kususnya pada konten pengetahuan harus menyesuaikan dengan data diatas dimana mayoritas menyukai Bahasa Inggris misalnya dengan menetapkan konten pengunaan Bahasa Inggris yang cukup banyak sehingga dapat menarik minat pembaca.
Strategi produk pada marketing mix juga bisa diterapkan dalam hal lain yaitu dengan mengangkat konten khusus tentang mata pelajaran sekolah berdasarkan tiga peringkat teratas yatu Bahasa Inggris, Matematika, dan Kesenian.
2) Ekstrakulikuler yang Diikuti
Gambar 3.7 Ekstrakulikuler yang Diikuti Responden
Berdasarkan Gambar 3.7 dapat diketahui bahwa mayoritas responden sering mengikuti ekskul English Club yaitu sebanyak 381 responden (30%), kemudian Mading atau Majalah Sekolah sebanyak 268 responden (21%), Olahraga sebanyak 265 responden (20%), Kegiatan Kerohanian Agama sebanyak 247 responden (19%), Paduan Suara sebanyak 223 responden (17%), Musik sebanyak 226 responden (17%), OSIS sebanyak 188 responden (14%), Fotografi sebanyak 160 responden (12%), Karya Ilmiah Remaja sebanyak 121 responden (9%), Paskibra sebanyak 113 responden (8%), Dance/Cheerleader sebanyak 107 (8%), dan Teater sebanyak 106 responden (8%).
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk yang diterapkan oleh kompas Gramedia dalam majalah kaWanku adalah dengan mengangkat konten atau isi majalah tentang eskkul di sekolah berdasarkan data diatas. Data diatas juga dapat digunakan sebagai strategi promosi misalnya dengan mengadakan event bertema ekstrakulikuler.
3) Jurusan Perkuliahan
Gambar 3.8 Jurusan Kuliah Responden
Berdasarkan Gambar 3.8 dapat diketahui bahwa mayoritas responden mengambil jurusan kuliah Komunikasi yaitu sebanyak 125 responden (9%), selanjutnya jurusan Sastra sebanyak 102 responden (7%), Teknik sebanyak 97 responden (7%), Akuntansi sebanyak 95 responden (7%), Psikologi sebanyak 91 responden (7%), Keguruan sebanyak 89 responden (7%), Ekonomi sebanyak 81 responden (6%), Hubungan Internasional sebanyak 77 responden (6%), Kedokteran sebanyak 63 responden (5%), Arsitektur sebanyak 25 responden (2%), Sosiologi sebanyak 5 responden, Fisika 2 responden, jurusan lain sebanyak 263 responden (19%), dan sisanya yang belum menentukan jurusan kuliah sebanyak 111 responden (8%). Data diatas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jurusan mata kuliah yang diambil.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk yang diterapkan oleh Kompas Gramedia untuk majalah kaWanku adalah mengangkat konten atau isi majalah khusus tentang jurusan kuliah dapat diurutkan berdasarakan yang paling diminati pembaca hingga yang paling tidak diminati pembaca. Selain itu, kaWanku dapat menambahkan info beasiswa sesuai dengan mayoritas jurusan kuliah pembaca.
4) Hobi
Gambar 3.9 Hobi Responden
Berdasarkan Gambar 3.9 dapat diketahui bahwa responden yang memiliki hobi membaca yaitu sebanyak 968 responden (74%), menyanyi sebanyak 614 responden (47%), belajar bahasa asing sebanyak 526 responden (40%), menulis sebanyak 458 responden (35%), memasak sebanyak 284 responden (22%), fotografi sebanyak 282 responden (21%), menggambar sebanyak 261 responden (19%), membuat kerajinan sebanyak 218 responden (16%), olahraga sebanyak 181 (13%), dance sebanyak 169 responden (12%), blogging sebanyak 163 responden (12%), bermain Game online sebanyak 136 responden (10%), dan yang memiliki hobi lain sebanyak 151 responden (11%).
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk yang dapat diterapkan oleh Kompas Gramedia untuk majalah kaWanku adalah dengan menggangkat konten tentang hobi yang diminati oleh pembaca dengan urutan berdasarkan hobi yang paling diminati hingga hobi yang paling tidak diminati atau bisa juga dengan menghubungkan dengan hobi-hobi artis yang sedang trend sehingga dapat dengan efektif menarik minat pembaca.
c. Analisis Pola Hidup Responden
Berdasarkan hasil kuisioner yang disebarkan kepada 1308 responden dapat diketahui pola hidup pembaca majalah kaWanku sebagai berikut:
Tabel 3.4 Deskripsi Pola Hidup Responden
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah
Responden
Penyebab Stres
Keuangan
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk prosentase karena
responden dapat memilih lebih dari satu pilihan
500
Hubungan Keluarga 369
Hubungan Percintaan 265
Hubungan Pertemanan 391
Penampilan fisik 392
Pergaulan Pribadi 184
Pergaulan di sekolah 251
Sekolah (Nilai akademis) 712
Lainnya 75
Cara Mengurangi
Stress
Minum alkohol
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk prosentase karena
responden dapat memilih lebih dari satu pilihan
3
Merokok 6
Belanja 253
Traveling 324
Baca buku 672
Nonton film 811
Dengerin Musik 1097
Makan makanan kesukaan 531
Berolahraga 153
Konsultasi ke psikolog/BK 28
Berdoa 887
Curhat ke keluarga 318
Curhat ke teman 573
Lainnya 73
Kualitas Hidup
Cantik
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk prosentase karena
responden dapat memilih lebih dari satu pilihan
155 Punya banyak pengikut di
sosial media 28
Punya kulitas yang bagus 101
Kualitas suara yang bagus 126
Jago main alat musik 160
Punya kemampuan fotografi 106
Jago memimpin 408
Bersambung…
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden
Kuat 439
Ahli dalam sains 83
Percaya diri 1139
Trendsetter dalam hal fashion 95
Pintar 1052
Lainnya 177
Dari Tabel 3.4 dapat dilihat pola hidup responden majalah kaWanku dimana responden majalah kaWanku kebanyakan adalah orang yang percaya diri.
Kebanyakan dari mereka mengalami stres karena sekolah (nilai akademis) dan untuk menghadapi tekanan tersebut, responden menonton film kesukaan mereka.
Berikut penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail mengenai pembagian atau persebaran data responden:
1) Penyebab Stress dan Cara Menguranginya
Gambar 3.10 Penyebab Stress Responden
Berdasarkan Gambar 3.10 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang mengalami stress karena sekolah yaitu sebanyak 712 responden (54%), keuangan sebanyak 500 responden (38%), penampilan fisik sebanyak 392 responden (29%), hubungan pertemanan sebanyak 391 responden (29%), hubungan keluarga sebanyak 369 responden (28%), hubungan percintaan sebanyak 265 responden (20%), pergaulan di sekolah sebanyak 251 responden
…Lanjutan
(19%), pergaulan pribadi sebanyak 184 responden (14%), dan lainnya sebanyak 75 responden (5%).
Gambar 3.11 Cara Responden Mengurangi Stress
Berdasarkan Gambar 3.11 dapat diketahui bahwa jumlah responden menghilangkan stress dengan cara nonton film yaitu sebanyak 1097 responden (83%), berdoa sebanyak 887 responden (67%), nonton film sebanyak 811 responden (62%), baca buku sebanyak 672 responden (51%), curhat ke teman sebanyak 573 responden (43%), traveling 324 responden (24%), belanja 253 responden (19%), berolahraga sebanyak 153 responden (11%), berkonsultasi dengan psikolog/guru bk sebanyak 28 responden (2%), meminum alkohol dan merokok sebanyak 9 responden (0%), dan yang mengunakan cara lain untuk sebanyak 73 responden (5%).
2) Kualitas Hidup
1052 95
1139 83
439 408 106
160 126 101 28
155 177
0 200 400 600 800 1000 1200
Pintar Trendsetter dalam hal fashion Percaya Diri Ahli Dalam Sains Kuat Jago Memimpin Punya Kemampuan Fotografi Yang Bagus Jago Memainkan Alat Musik Tertentu Kualitas suara yang bagus untuk menyanyi Punya kulit yang bagus Punya banyak followers di social media
Cantik Other
Kualitas Hidup
Gambar 3.12 Kualitas Hidup yang Ingin Dimiliki Responden
Berdasarkan Gambar 3.12 dapat diketahui bahwa kualitas hidup yang diinginkan responden yaitu percaya diri sebanyak 1139 responden (87%), pintar sebanyak 1052 responden (80%), kuat sebanyak 439 responden (33%), jago memimpin sebanyak (31%), jago alat musik sebanyak 160 responden (12%), cantik sebanyak (11%), suara bagus sebanyak 126 responden (9%), bisa fotografi sebanyak 106 responden (8%), memiliki kulit yang bagus sebanyak 101 responden (7%), menjadi trendsetter dalam fashion sebanyak 95 responden (7%), ahli dalam sains sebanyak 83 responden (6%), memiliki banyak followers di social media sebanyak 28 responden (2%), dan lainnya sebanyak 177 responden (13%).
d. Analisis Pengunaan Social Media Pembaca Majalah kaWanku
Berdasarkan hasil kuisioner yang disebarkan kepada 1308 responden dapat diketahui karakteristik pengunaan social media pembaca majalah kaWanku sebagai berikut:
Tabel 3.5 Deskripsi Pola Pengunaan Social Media Responden
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah
Responden
Social media yang digunakan
Snapchat Hasil tidak
ditampilkan dalam bentuk prosentase karena
responden dapat memilih lebih dari satu pilihan
516
Twitter 1226
Path 693
Instagram 1196
Google Plus 652
Facebook 1176
Lainnya 156
Socia Media Favorit
Snapchat 4% 57
Twitter 32% 418
Path 5% 63
Instagram 45% 588
Google Plus 0 4
Facebook 12% 148
Lainnya 2% 29
Aplikasi chating digunakan
Facebook Messenger
Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk prosentase karena
responden dapat memilih lebih dari satu pilihan
317
WhatsApp 849
Wechat 25
Snap Chat 285
Line 1123
Kakao 32
Blackberry Messenger 834
Lainnya 18
Aplikasi chating favorit
Facebook Messenger 0 5
WhatsApp 20% 261
Wechat 0 5
Snap Chat 0 5
Line 48% 627
Kakao 0 5
Blackberry Messenger 28% 366
Lainnya 0 5
Dari Tabel 3.5 dapat dilihat pola pengunaan social media responden majalah kaWanku dimana kebanyakan responden majalah kaWanku mengunakan hampir seluruh media sosial dan media chatting. Media yang paling disukai adalah Instagram dan aplikasi chatting yang paling disukai adalah Line. Berikut
penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Social Media yang Digunakan dan Favorit
Gambar 3.13 Social Media yang Digunakan Responden
Berdasarkan Gambar 3.13 dapat diketahui bahwa responden menggunakan sosial media twitter sebanyak 1226 responden (93%), Instagram sebanyak 1196 responden (91%), facebook sebanyak 1176 responden (89%), Path sebanyak 693 responden (52%), Google plus sebanyak (49%), Snapchat 516 responden sebanyak (39%), dan lainnya sebanyak 156 responden (11%)
Gambar 3.14 Social Media Favorit Responden
Berdasarkan Gambar 3.14 dapat diketahui bahwa urutan social media favorit sesuai dengan yang Gambar 3.13 yaitu Instagram sebanyak 588 responden (45%), twitter sebanyak 418 responden (32%), facebook sebanyak 148 responden (12%), Path sebanyak 63 responden (5%), Snapchat sebanyak 57 responden (4%), Google plus sebanyak 4 responden sebanyak, dan lainnya
sebanyak 29 responden (2%). Data diatas akan dapat membantu Kompas dalam penerapan strategi rebranding kususnya dalam strategi promotion tepatnya sosial media apa yang akan digunakan oleh majalah kaWanku untuk melakukan promosi agar target dari promosi itu berhasil.
2) Aplikasi Chatting yang Digunakan dan Favorit
Gambar 3.15 Aplikasi Chatting yang Digunakan Responden
Berdasarkan Gambar 3.15 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menggunakan aplikasi chating Line yaitu sebanyak 1123 responden, WhatsApp sebanyak 849 responden, Blackberry Messenger sebanyak 834 responden, Snapchat sebanyak 285 responden, Kakao talk sebanyak 50 responden, We Chat sebanyak 30 responden, dan aplikasi chating lain sebanyak 23 responden.
Gambar 3.16 Aplikasi Chatting Favorit Responden
Berdasarkan Gambar 3.16 dapat diketahui bahwa responden memilih Line sebagai aplikasi chating terfavorit yaitu sebanyak 627 responden (48%),
Blackberry Messengger sebanyak 366 responden (28%), WhatsApp sebanyak 261 responden (20%), dan aplikasi lainnya tidak ada yang lebih dari 5 responden.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi promosi yang diterapkan oleh Kompas Gramedia untuk majalah kaWanku dapat berdasarkan pada aplikasi chatting terfavorit yaitu Line sehingga promosi yang dilakukan dapat lebih efektif untuk menarik minat membeli majalah pada responden.
e. Analisis Demografi
Analisis demografi mengenai kuisioner adalah sebagai berikut:
Gambar 3.17 Wilayah Tempat Tinggal Responden
Berdasarkan Gambar 3.17 dapat diketahui bahwa pembaca majalah kaWanku berasal dari wilayah yang berbeda-beda antara lain Jabodetabek sebanyak 44% responden, Jawa Tengah sebanyak 18%, Jawa Barat sebanyak 12%, Jawa Timur sebanyak 8%, Yogyakarta sebanyak 7%, dan daerah luar jawa sebanyak 11%.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk dan promosi majalah Kompas Gramedia harus disesuaikan dengan wilayah responden majalah kaWanku yang tersebar diseluruh Indonesia sehingga dapat menjangkau seluruh pembaca.
2. Penilaian Pelanggan
a. Penilaian Terhadap Perubahan Majalah kaWanku
Adapun penilaian responden terhadap perubahan majalah kaWaku adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6 Deskripsi Penilaian Responden Terhadap Perubahan Majalah kaWanku
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah
Responden Kesadaran
terhadap perubahan
majalah kaWanku
Motto Hasil tidak ditampilkan dalam bentuk prosentase
karena responden dapat memilih lebih dari satu
pilihan
785
Isi Artikel 611
Desain 1151
Gaya Bahasa 234
Logo 1106
Penilaian Logo Majalah kaWanku
Suka banget 50% 648
Suka 44% 575
Biasa aja 5% 65
Engga suka 1% 13
Penilaian Perubahan Desain Majalah
kaWanku
Suka banget 56% 785
Suka 38% 500
Biasa aja 4% 50
Engga suka 2% 19
Penilaian Perubahan Motto
majalah kaWanku
Suka banget 51% 662
Suka 32% 423
Biasa aja 13% 173
Engga suka 4% 50
Dari Tabel 3.6 dapat dilihat bahwa reponden majalah kaWanku sadar terhadap perubahan yang dilakukan pada rebranding yang diterapkan dan kebanyakan dari responden tersebut menyukainya. Berikut penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Kesadaran Terhadap Perubahan Majalah kaWanku
Gambar 3.18 Kesadaran Responden Terhadap Perubahan Majalah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.18 dapat diketahui bahwa responden menyadari adanya perubahan majalah kaWanku terbukti dengan 1151 responden menyadari perubahan pada design dan 1106 responden menyadari perubahan logo. Dengan kata lain, lebih dari 80% responden menyadari perubahan yang dilakukan pada Desain dan Logo. Tidak hanya itu, lebih dari 40% responden juga menyadari perubahan pada Motto dan artikel yang ditampilkan. Namun hanya sedikit yang menyadari perubahan gaya bahasa dalam majalah kaWanku.
Berdasarkan penjabaran diatas, maka strategi produk dan promosi yang dterapkan oleh majalah kaWanku telah berhasil karena lebih dari 90%
responden menyadari ada perubahan dalam majalah kaWanku.
2) Penilaian Perubahan Logo
44% 50%
5%
1%
Penilaian Logo Majalah kaWanku
Suka banget Suka Biasa saja Enggak suka
Gambar 3.19 Penilaian Responden Terhadap Perubahan Logo Majalah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.19 diketahui bahwa responden menyukai perubahan logo pada majalah kaWanku dilihat dari penilaian responden yang menyatakan suka banget sebanyak 654 responden (50%), suka sebanyak 575
responden (44%), biasa saja sebanyak 65 responden (5%), dan yang tidak suka hanya 13 responden (1%). Maka bisa dikatakan bahwa pembaca menyukai perubahan logo majalah kaWanku sehingga salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena perubahan disukai oleh 94% responden.
3) Penilaian Perubahan Desain
Gambar 3.20 Penilaian Responden Terhadap Perubahan Desain Majalah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.20 dapat diketahui bahwa responden menyukai perubahan desain yang dilakukan pada majalah kaWanku dilihat dari penilaian yang menyatakan suka banget sebanyak 785 responden (56%), suka sebanyak 500 responden (38%), biasa saja sebanyak 50 responden (4%) dan engga suka dengan hanya sebanyak 19 responden (2%). Maka bisa dikatakan bahwa pembaca menyukai perubahan desain majalah kaWanku sehingga salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena perubahan disukai 94%
responden.
4) Penilaian Perubahan Motto
Gambar 3.21 Penilaian Responden Terhadap Perubahan Motto Majalah kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.21 diketahui bahwa responden menyukai perubahan pada motto majalah kaWanku dilihat dari penilaian responden yang menyatakan suka banget sebanyak 662 responden (51%), suka sebanyak 423 responden (32%), biasa saja sebanyak 173 responden (13%), dan tidak suka sebanyak 50 responden (4%). Maka dapat dikatakan bahwa pembaca menyukai perubahan motto majalah kaWanku sehingga salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena perubahan disukai 83% responden.
b. Penilaian Terhadap Isi Artikel Majalah kaWanku
Adapun penilaian responden terhadap isi artikel majalah kaWaku adalah sebagai berikut:
Tabel 3.7 Deskripsi Penilaian Responden Terhadap Isi Artikel Majalah kaWanku
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah
Responden
Penilaian artikel fashion
Suka banget 53% 692
Suka 40% 518
Biasa aja 7% 83
Engga Suka 0 % 5
Penilaian Artikel Kecantikan
Suka banget 56% 729
Suka 37% 476
Biasa aja 7% 92
Engga suka 0 % 2
Penilaian Tips Sekolah dan Persahabatan
Suka banget 58% 751
Suka 33% 430
Biasa aja 9% 116
Engga suka 0 % 4
Penilaian Artikel Hollywood
Profil dan Gosip 31% 406
Seputar film 30% 390
Seputar Musik 35% 448
Serial Tv 1% 16
Engga Suka Artikel 3% 41
Penilaian Artikel Hiburan Lokal
Profil dan Gosip 20% 256
Seputar film 36% 466
Seputar Musik 28% 371
Serial Tv 3% 37
Engga Suka Artikel 13% 169
Bersambung…
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden Penilian Pengaruh Kuis
bagi kunjungan Webstie
Tetap Mengunjungi 97% 1258
Engga Mengunjungi 3% 41
Hadiah Kuis yang Diinginkan
Tiket Konser 44% 569
Gadget 26% 344
Voucher Belanja 15% 201
Make up 8% 99
Lainnya 7% 87
Dari Tabel 3.7 dapat dilihat bahwa reponden atau pembaca majalah kaWanku menyukai artikel yang diangkat oleh majalah kaWanku baik artikel fashion, kecantikan, tips sekolah dan persahabatan, artikel hollywood dan artikel hiburan lokal. Hasil data ini sinkron dengan hasil dari pertanyaan pengauh kuis bagi responden dimana responden tetap akan mengunjungi website dan membaca majalah kaWanku walaupun tidak ada kuis. Berikut penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Penilaian Artikel Fashion
Gambar 3.22 Penilaian Responden Terhadap Artikel Fashion Majalah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.22 dapat diketahui bahwa responden menyukai artikel fashion yang terdapat pada majalah kaWanku dilihat dari penilaian yang menyatakan suka banget sebanyak 692 responden (53%), suka sebanyak 518 responden (40%), biasa aja sebanyak 83 responden (7%), dan hanya 5 responden yang menyatakan tidak suka.. Maka dapat dikatakan bahwa pembaca menyukai artikel fashion yang diangkat oleh majalah kaWanku sehingga salah
satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena konten disukai 93%
responden.
2) Penilaian Artikel Kecantikan
37% 56%
7%
0%
Penilaian Artikel Kecantikan
Suka banget Suka Biasa aja Engga suka
Gambar 3.23 Penilaian Responden Terhadap Artikel Kecantikan Majalah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.23 dapat diketahui bahwa responden menyukai artikel kecantikan yang diangkat oleh majalah kaWanku dilihat dari penilaian yang menyatakan suka banget sebanyak 729 responden (56%), suka sebanyak 476 responden (37%), biasa aja sebanyak 92 responden (7%), dan tidak suka hanya 2 responden. Maka dapat dinyatakan bahwa responden menyukai artikel kecantikan majalah kaWanku sehingga bisa dikatakan bahwa salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena konten disukai 93% responden.
3) Penilaian Artikel Tips Sekolah dan Persahabatan
Gambar 3.24 Penilaian Responden Terhadap Artikel Tips Sekolah & Persahabatan Majalah kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.24 dapat diketahui bahwa responden menyukai artikel tips sekolah dan persahabatan yang diangkat oleh majalah kaWanku
dilihat dari penilaian responden yang menyatakan suka banget sebanyak 751 responden (58%), suka sebanyak 430 responden (33%), biasa aja sebanyak 116 responden (9%), dan tidak suka 4 responden. Maka dapat dinyatakan bahwa pembaca menyukai artikel tips sekolah dan persahabatan yang diangkat oleh majalah kaWanku sehingga bisa dikatakan bahwa salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena konten disukai 91% responden.
4) Penilaian Artikel Hollywood
Gambar 3.25 Penilaian Responden Terhadap Artikel Hollywood Malajah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.25 dapat diketahui bahwa responden menyukai artikel Hollywood yang diangkat oleh majalah kaWanku dilihat dari penilaian responden yang menyatakan tidak suka hanya sebanyak 41 responden (3%) dan yang lain menyatakan suka pada topik tertentu yaitu musik disukai 448 responden (35%), profil dan gossip Hollywood disukai oleh 406 responden (31%), film Hollywood disukai oleh 390 responden (30%), serial TV hanya 16 responden. Maka dapat dinyatakan bahwa pembaca menyukai artikel Hollywood majalah kaWanku sehingga bisa dikatakan bahwa salah satu strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena rata-rata jumlah responden (30%) menyukai artikel Hollywood pada topik-topik tertentu.
5) Penilaian Artikel Hiburan Lokal
Gambar 3.26 Penilaian Responden Terhadap Artikel Hiburan Lokal Malajah kaWanku Berdasarkan Gambar 3.26 dapat diketahui bahwa responden menyukai artikel hiburan lokal yang diangkat oleh majalah kaWanku dilihat dari penilaian responden yang menyatakan tidak suka sebanyak 169 responden (13%) dan yang lain menyatakan suka pada topik tertentu seperti film sebanyak 466 responden (36%), musik sebanyak 371 responden (28%), profil dan gossip sebanyak 256 responden (20%), film dan sinetron hanya 37 responden (3%).
Maka dapat dinyatakan bahwa pembaca menyukai artikel hiburan lokal sehingga bisa dikatakan bahwa salah satu strategi rebranding yang dilakukan kurang berhasil karena rata-rata jumlah responden (30%) kurang menyukai artikel hiburan lokal.
6) Penilaian Pengaruh Kuis Bagi Kunjungan Website kaWanku
Gambar 3.27 Penilaian Responden Terhadap Pengaruh Kuis Bagi Kunjungan Website kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.27 dapat diketahui bahwa responden akan tetap mengunjungi website majalah kaWanku walau tidak ada kuis online terbukti dengan 1258 responden (97%) menyatakan tetap mengunjungi dan hanya 41 responden (3%) yang menyatakan tidak mengunjungi. Maka bisa dikatakan bahwa strategi rebranding yang dilakukan berhasil karena pembaca tetap loyal mengunjungi website walaupun tidak ada kuis.
7) Hadiah Kuis yang Diinginkan Responden
Gambar 3.28 Hadiah Kuis yang Diinginkan Responden
Berdasarkan Gambar 3.28 dapat diketahui bahwa responden menginkan hadiah kuis yang berbeda-beda seperti tiket konser sebanyak 569 responden (44%), gadget sebanyak 344 responden (26%), voucher belanja sebanyak 201 responden (15%), make up sebanyak 99 responden (8%), dan hadiah sebanyak 87 responden (7%). Hasil ini dapat membantu majalah kaWanku dalam menentukan strategi product seperti penentuan hasiah untuk setiap event atau kuis.
3. Karakteristik Interaksi Pembaca kaWankumagz Online
Berikut ini merupakan karakteristik pembaca kaWankumagz online atau majalah kaWanku dalam bentuk online:
Tabel 3.8 Deskripsi Karakteristik Interaksi Responden Terhadap Majalah kaWanku
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah
Responden
Cara Membaca kaWankumagz Online
Langsung ketik di
browser 32% 419
Search di google 6% 79
Link Media Social 60% 780
Lainnya 2% 21
Pengikut Social Media kaWankumagz online
Mengikuti 83% 1210
Tidak Mengikuti 7% 93
Social Media kaWanku yang diikuti
Instagram 9% 824
Facebook 22% 264
Youtube 0 3
Twitter 68% 824
Google Plus 1% 9
Pembelian Majalah kaWanku Bentuk Digital
Beli 8% 73
Engga beli 92% 881
Alasan tidak membeli majalah digital
Engga tau ada versi digital
40% 335
Engga tau cara downloadnya Binggung cara bayarnya
Tidak Suka membaca
lewat Gadget 28% 371
Lebih suka baca Web
karena Gratis 29% 227
Laiinya 2% 20
Karakteristik Pembelian majalah
Engga Pernah 14% 183
Jarang banget 39% 500
Sering 39% 507
Langganan 5% 67
Lainnya 0 0
Alasan Tidak Membeli Majalah kaWanku Cetak
Sudah Berlangganan majalah lain
Tidak bisa diberikan keterangan
dalam prosentase
11 Suka membaca Web
karena gratis 474
Bersambung…
Karakteristik Kelompok Hasil Jumlah Responden Kurang suka desain majalah karena jumlah
responden berbeda
2 Kurang suka dengan isi
majalah 7
Susah menemukan toko
buku dan agen 285
Lainnya 99
Kuis Online yang sering di
ikuti
Menjawab pertanyaan
simple Hasil tidak
ditampilkan dalam bentuk prosentase karena responden dapat memilih lebih
dari satu pilihan
1015
Blog competion 93
Video competion 77
Photo competion 396
Engga pernah 177
Lainnya 57
Event yang diikuti
Festival Seni
Hasil tidak ditampilkan dalam
bentuk prosentase karena responden dapat memilih lebih
dari satu pilihan
456
Kumpul Fanbase Idola 512
Beauty Class 460
Fashion Show 200
Nonton bareng 537
Kompetisi Olahraga 85
Musik 1040
Lainnya 56
Dari Tabel 3.8 dapat dilihat bahwa reponden atau pembaca majalah kaWanku membaca kaWankumagz online melalui link social media. Selain itu, responden juga mengikuti social media kaWanku khususnya twitter.
Data diatas juga menunjukkan bahwa kebanyakan responden tidak membeli majalah digital kaWankumagz online dikarenakan responden tidak memahami bagaimana cara membeli, men-download, bahkan responden tidak mengetahui jika majalah kaWanku memiliki bentuk digital. Alasan responden tidak membeli majalah cetak pun berbeda dengan media digital, dimana responden tidak ingin membeli majalah karena lebih suka membaca majalah gratis dan responden kesulitan dalam menemukan toko buku atau agen yang menjual majalah kaWanku.
Data diatas juga menunjukkan bahwa responden suka mengikuti kuis online dan event yang diadakan, khususnya kuis yang menyakan pertanyaan simple dan event musik/konser. Berikut penjelasan deskripsif untuk mengetahui lebih detail pembagian atau persebaran data responden:
1) Cara Membaca kaWankumagz Online
Gambar 3.29 Cara Responden Membaca kaWankumagz Online
Berdasarkan Gambar 3.29 dapat diketahui cara responden membuka website kaWankumagz online paling banyak yaitu lewat link pada media sosial yaitu sebanyak 780 responden (60%), lalu langsung mengetik di browser sebanyak 419 responden (32%), search di google sebanyak 79 responden (6%), dan cara lain hanya 21 responden (2%). Data diatas menunjukkan bahwa media sosial merupakan cara efektif untuk digunakan sebagai media promosi.
2) Pengikut Social Media kaWankumagz Online
Gambar 3.30 Responden Pengikut Social Media kaWankumagz Online
Berdasarkan Gambar 3.30 dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden mengikuti media sosial kaWankumagz online yaitu sebanyak 1210 responden (83%) dan yang tidak mengikuti hanya 93 responden (7%) sehingga bisa dikatakan bahwa kaWankumagz online memiliki pembaca yang loyal.
Maka strategi pemasaran melalui media sosial dinilai efektif.
3) Social Media kaWanku yang Diikuti
Gambar 3.31 Social Media kaWanku yang Diikuti Responden
Berdasarkan Gambar 3.31 dapat diketahui bahwa media sosial Twitter merupakan yang paling banyak diikuti dengan responden pengikut sebanyak 824 responden (68%), disusul Facebook dengan pengikut sebanyak 264 responden (22%), Instagram sebanyak 109 responden (9%), Google plus sebanyak 9 responden (1%), dan Youtube hanya diikuti oleh 3 responden. Hasil ini dapat digunakan sebagai strategi promosi dalam penetapan media sosial yang efektif untuk melakukan promosi.
4) Pembelian Majalah kaWanku Bentuk Digital
Gambar 3.32 Jumlah Responden Pembeli Majalah kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.32 dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden tidak pernah membeli majalah digital yaitu sebanyak 881 responden (92%) dan yang pernah membeli majalah digital hanya 73 responden saja (7%).
5) Alasan Tidak Membeli Majalah kaWanku Bentuk Digital
Gambar 3.33 Alasan Responden Tidak Membeli Majalah Digital kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.33 dapat diketahui berbagai alasan responden tidak membeli majalah digital kaWanku. Alasan paling banyak adalah lebih suka membaca web kaWankumagz karena gratis yaitu sebanyak 227 responden (29%). Namun banyak alasan lain yang mengindikasikan bahwa majalah kaWanku kurang dalam melakukan strategi promosi pada majalah digital karena ada 335 responden (40%) yang beralasan tidak mengtahui cara men-download majalah kaWanku versi digital, ada yang bingung cara membayar bahkan ada yang tidak mengetahui bahwa kaWankumagz ada versi digital. Alasan yang lain adalah ada responden yang tidak suka membaca majalah di gadget sebanyak 240 responden (28%) dan alasan lainnya ada 20 responden (2%). Hasil ini menunjukkan bahwa strategi promosi berupa majalah bentuk ditigal dinilai kurang berhasil.
6) Karakteristik Pembelian Majalah kaWanku Cetak
Gambar 3.34 Karakteristik Responden Dalam Membeli Majalah Cetak kaWanku Berdasarkan Gambar 3.34 dapat diketahui karakteristik responden dalam membeli majalah kaWanku dimana mayoritas responden membeli majalah kaWanku walau dengan tingkat pembelian yang berbeda yaitu sebanyak 1074 responden (83%), dimana 507 responden menyatakan sering membeli, 500 responden menyatakan jarang membeli, dan 67 responden menyatakan berlanggan. Namun ada juga responden yang tidak pernah membeli majalah kaWanku yaitu sebanyak 183 responden (14%). Hasil ini menunjukkan bahwa pembaca majalah kaWankumagz online juga membaca majalah kaWanku cetak.
Maka, strategi pemasaran yang telah diterapkan (online maupun cetak) dikatakan berhasil.
7) Alasan Tidak Membeli Majalah kaWanku Cetak
Gambar 3.35 Alasan Responden Tidak Membeli Majalah Cetak kaWanku
Berdasarkan Gambar 3.35 dapat dilihat bahwa alasan responden tidak membeli majalah kaWanku adalah karena responden lebih suka membaca
website gratis yaitu sebanyak 474 responden (64%). Hal ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi minat membaca majalah cetak menurun seperti yang diungkapkan pada latar belakang masalah penelitian. Namun hal ini bukan menjadi masalah utama majalah kaWanku karena sebanyak 285 responden (39%) menyatakan bahwa sulit untuk menemukan toko buku atau agen yang menjual majalah kaWanku karena kemungkinan adanya permasalahan pada bagian sirkulasi majalah kaWanku.
Alasan yang lain membuktikan bahwa secara garis besar strategi rebranding yang dilakukan majalah kaWanku dengan mengganti desain dan isi majalah dikatakan berhasil karena 9 responden menyatakan tidak suka dengan isi dan desain majalah kaWanku, 11 responden menyatakan berlangganan majalah lain, dan 99 responden menyatakan alasan lain yaitu jarang ada waktu membeli majalah, lebih suka membeli album Kpop, dan tidak suka membaca majalah.
8) Kuis Online yang Sering Diikuti
Gambar 3.36 Kuis Online yang Diikuti Responden
Berdasarkan Gambar 3.36 dapat diketahui kuis online yang sering diikuti pembaca yaitu menjawab pertanyaan simple sebanyak 1015 responden (78%), photo competition sebanyak 396 responden (30%), blog competition diikuti oleh 93 responden (7%), video competition diikuti oleh 77 responden (6%), dan 57 responden (4%) mengikuti kuis online yang lain. Namun ada 177 (13%) responden yang tidak pernah mengikuti kuis online sehingga tidak bisa
dipungkiri ada beberapa responden yang tidak suka berpartisipasi dalam kuis online.
9) Event yang Diikuti
Gambar 3.37 Event yang Diikuti Responden
Berdasarkan Gambar 3.38 dapat diketahui event yang diikuti pembaca yaitu musik/konser sebanyak 1040 responden (80%), nonton bareng 537 responden (41%), kumpul fanbase idola 5112 responden (32%), beauty class 460 responden (35%), festival seni 456 responden (35%), fashion show 200 responden (15%), kompetisi olahraga 85 responden (6%), dan 56 responden (4%) memilih event lain. Hasil ini dapat digunakan untuk menentukan event yang efektif digunakan sebagai sarana promosi majalah.