• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Tinjauan Pustaka

BAB II

LANDASAN TEORI

Dalam melakukan pengembangan Sistem Informasi Sewa Alat outdoor dengan model pembangunan Waterfall dibutuhkan pemahaman dari berbagai penelitian tedahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan di lakukan mengenai metode waterfall, pengumpulan data kebutuhan atau elisitasi, pengimplementasian hingga pengujian sistem.

Dari banyaknya studi kasus yang dipelajari, beberapa studi kasus berkaitan dengan penelitian ini yang akan mendukung semua yang terkait dalam penelitian ini. Salah satu jurnal yang menjadi referensi dalam penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Shidqy Hafiz Nugraha dan Rinanta Arnie. Jurnal tersebut membahas tentang “Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Penyewaan Peralatan Camping Berbasis Web Pada Oasis Camp” dengan mengimplementasikan proses dari input data, pengolahan data, pemesanan barang, transaksi penjualan dan penyewaan serta pengiriman barang. Sistem ini mempunyai keunggulan dari sistem konvensional karena waktu yang digunakan untuk mencari pengolahan data serta penyajian laporan yang dibutuhkan relatif cepat dan bisa di akses dimana saja, sehingga sangat membantu dalam meningkatkan efektifitas kerja [3].

Penelitian selanjutnya merupakan “Perancangan Sistem Informasi Berbasi

Website Pada Persewaan Alat Camping “ penelitian ini diteliti oleh Sukemi Tri

Astuti dan Paulus Tofan Rapiyanta. Jurnal tersebut membahas pembuatan website

yang akan mempermudah proses sewa alat camping secara online dengan

menggunakan metode waterfall, dan pada proses pengujian sistem menggunakan

black box testing. Hasil dari perancangan website ini memberikan kemudahan

kepada para customer yang ingin melakukan penyewaan alat camping, dan

customer juga akan lebih mudah melihat referensi barang tanpa harus datang ke

toko [4].

(2)

Jurnal selanjutnya yang menjadi referensi yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ari Muzakir penelitian itu bertujuan untuk “Mengimplementasikan manajemen perpustakaan menggunakan framework CI (codeigniter) dengan teknik Hierarchial Model-View-Controller (HMVC)”. Selain itu penelitian ini menggunakan teknik Hierarchial Model View Controller (HMVC) karena memiliki keuntungan yang akan didapat antara lain pengembangan perangkat lunak yang besar mudah untuk dilakukan perbaikan, penambahan atau pengurangan kode serta menggunakan teknik modularisasi, organisasi, reusabiliti, dan extendibiliti pada siklus pengembangan, dan teknik HMVC akan dimanfaatkan pada implementasi struktur kode program dengan framework Codeigniter (CI) [5].

2.2 SDLC (System Development Life Cycle)

Model waterfall adalah salah satu dari beberapa model pengembangan perangkat lunak yang ada di dalam model SDLC (System Development Life Cycle).

SDLC merupakan sebuah mekanisme pengembangan untuk mengidentifikasi perangkat lunak. Pada proses pengembangan sistem melewati beberapa tahap mulai dari sistem tersebut direncanakan, diterapkan, dioperasikan. Siklus tersebut merupakan suatu bentuk yang digunakan sebagai tahapan dan langkah utama dalam proses pengembangannya [6].

2.3 Waterfall

Metode pengembangan Waterfall adalah suatu pross pengembangan perangkat lunak berurutan di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian Metode Waterfall memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut :

Gambar 2.1 Metode Waterfall [7]

(3)

a. Requirements analysis and definition

Layanan sistem, kendala, dan tujuan ditetapkan oleh hasil konsultasi dengan pengguna yang kemudian didefinisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem [7].

b. System and software design

Tahapan perancangan sistem mengalokasikan kebutuhan-kebutuhan sistem baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan membentuk arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan penggambaran abstraksi sistem dasar perangkat lunak dan hubungannya [7].

c. Implementation and unit testing

Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian melibatkan verifikasi bahwa setiap unit memenuhi spesifikasinya [7].

d. Integration and system testing

Unit-unit individu program atau program digabung dan diuji sebagai sebuah sistem lengkap untuk memastikan apakah sesuai dengan kebutuhan perangkat lunak atau tidak. Setelah pengujian, perangkat lunak dapat dikirimkan ke customer [7].

e. Operation and maintenance

Biasanya (walaupun tidak selalu), tahapan ini merupakan tahapan yang paling panjang. Sistem dipasang dan digunakan secara nyata. Maintenance [7].

2.4 MVC (Model, View, Controller)

Sebuah konsep yang di perkenalkan oleh penemu smalltalk (Trygve

Reenskaug) untuk meng-enkapsulasi data bersama pemrosesan (model),

mengisolasi dari proses manipulasi (controller), dan pada tampilan (view) untuk di

persentasikan pada sebuah user interface [8].

(4)

Gambar 2.2 Arsitektur MVC [9]

a. Model

Model merupakan struktur data yang mempresentasikan table-tabel di dalam database. Kelas ini memiliki fungsionalitas untuk memanipulasi (insert, update, delete, dan select) pada table yang terkait dengan kelas tersebut [9].

b. View

View merupakan informasi yang disampaikan kepada penguna, sebuah view biasanya berupa halaman web. Sebuah view bisa juga berupa fragmen halaman seperti header dan footer. View juga bisa berupa halaman RSS atau jenis halaman web lainnya [10].

c. Controller

Controller bertugas untuk menangani input yang dikirim oleh user kemudian menugaskan model dan view melaksanakan input. Secra garis besar

controller untuk menjembatai dan mengatur interaksi antara model dan view sehingga controller bertanggung jawab atas respon pemetaan aksi pengguna akhir [9].

2.5 HMVC (Hierarchical Model, View, Controller)

Hierarchical Model, View, Controller atau sering di sebut HMVC adalah

evolusi dari pola MVC (Model, View, Controller) yang bersifat modular atau per

modul-modul, dimana setiap modul mempunyai fungsi masing-masing mulai dari

model, view dan controller. Karena HMVC adalah pengembangan dari arsitektur

MVC, istilah MVC akan terus digunakan dalam aplikasinya. Setiap modul memiliki

MVC yang berdiri sendiri. Modul tidak akan mengganggu modul lainnya. Dengan

(5)

Pada tahap ini akan dibangun sistem informasi rental outdoor pada Kubu Barat Camp dengan mengimplemntasikan arsitektur HMVC (Hierarchical, Model, View, Controller), keunggulan menggunakan arsitektur HMVC diantaranya menjadikan sistem lebih mudah untuk dikembangkan dan lebih memudahkan programmer dalam menyelesaikan modul tanpa mengganggu modul lain [12].

Gambar 2.3 Arsitektur HMVC [11]

2.6 Perbedaan struktur MVC dan HMVC

Gambar 2.4 Struktur Directori MVC

Semua file controller, model dan view tergabung di masing-masing folder.

(6)

Gambar 2.5 Struktur Directori HMVC

Controller, model, dan view terdapat pada modul masing-masing secara terpisah.

2.7 Website

Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar, data animasi, suara, video dan gabungan dari semua itu, baik yang bersifat statis maupun dinamis dan membentuk satu rangkaian bangunan yang saling tekait, dimana masing-masing dihubungkan dengan halaman (hyperlink)” [13].

Website merupakan kumpulan dari halaman-halaman web yang berhubungan dengan file-file lain yang terkait. Dalam sebuah website terdapat suatu halaman yang dikenal dengan sebutan home page, home page ialah sebuah halaman yang pertama kali dilihat ketika seseorang mengunjungi website, pengunjung dapat mengklik hyperlink untuk pindah kehalaman lain yang terdapat dlaam website tersebut [14].

Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan adalah sebuah software yang

berfungsi untuk menampilakan sebuah dokumen pada suatu web yang membuat

pengguna dapat mengakses internet melalui software yang terkoneksi dengan

(7)

2.8 Sistem Informasi

Berdasarkan sumber sitem informasi dapat diartikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling terhubung, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling terintegrasi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima input berupa data-data kemudian diprocess dan menghasilkan output berupa informasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata dan dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu ataupun masa mendatang, mendukung, mendukung kegiatan operasional, managerial, dan strategi organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai hasil dan tujuan [15].

Sistem informasi adalah sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang di proses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan. Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang diperlukan. [16] ada juga pendapat lain yang mengatakan sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi. [17] Dari definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem informasi adalah suatu kesatuan elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk membentuk suatu aliran informasi yang akan membuat pendukung keputusan dan melakukan pengendalian [17].

2.9 UML (Unified Modelling Language)

Unified Modelling Language (UML) merupakan bahasa yang telah menjadi

standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan

sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model

sebuah sistem. Dengan menggunakan UML dapat dibuat model untuk semua jenis

aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras,

sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman

apapun [18].

(8)

UML di deskripsikan oleh beberapa diagram diantaranya : a. Use Case Diagram

Use Case diagram digunakan untuk menggambarkan sistem dari sudut pandang pengguna sistem tersebut (user). sehingga pembuatan use case diagram lebih dititik beratkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur atau urutan kejadian. Sebuah use case diagram mempresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem[19].

b. Class Diagram

Class adalah spesifikasi yang akan menghasilkan objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut atau properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metode atau fungsi)[19].

Kelas memiliki tiga area pokok:

1. Nama (Class Name) 2. Atribut

3. Metode (Operation) c. Statechart Diagram

Menggabungkan semua state (kondisi) yang dimiliki dari suatu objek dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Statechart diagram tidak digambarkan untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh state yang berbeda[19].

d. Sequence Diagram

Menggambarkan interaksi antara sejumlah objek dalam urutan waktu.

Kegunananya untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim antara objek juga interaksi antar objek yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem[19].

e. Activity Diagram

Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk

mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat

juga digunakan untuk aktifitas lainnya. Diagram ini sangat mirip dengan

(9)

lainnya, atau dari aktifitas ke status. Pembuatan activity diagram pada awal

pemodelan proses dapat membantu memahami keseluruhan proses. Activity

diagram juga digunakan untuk menggambarkan interaksi antara beberapa use

case[19].

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai metode pengembangan perangkat lunak lifecycle untuk mengembangkan solusi berbasis SOA, atau solusi dengan menggunakan prinsip berorientasi layanan, SOMA mendefinisikan

Menurut penulis android SDK adalah suatu set alat pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan untuk pembuatan aplikasi untuk software tertentu, kerangka kerja

Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat

Produk dapat berupa sistem atau perangkat lunak yang sedang atau akan dibangun dengan suatu model pengembangan.. Orientasi objek adalah cara pandang bukan sekedar

10 pemodelan informasi pada proses pembuatan perangkat lunak, seperti pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya (Riansyah, 2015). Penelitian ini menggunakan

Sistem pakar dapat diartikan sebagai sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang

Menurut Sibero (2013:11) “Web server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.” Web server merupakan perangkat lunak pada server yang memiliki

Dengan menggunakan metode black box testing memungkinkan pengembangan perangkat lunak jauh dari masalah atau disfungsi kode program yang artinya kode yang