• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 PK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 PK"

Copied!
214
0
0

Teks penuh

I. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu menganalisis dan menyajikan berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan pendekatan argumentatif yang saling keterhubungan antara aspek ideal, instrumental, dan praksis dari Pancasila. Peserta didik juga diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta memahami dan menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

1.1. Kompetensi Dasar

Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan dan menguraikan konsep HAM dalam konteks Pancasila, mengidentifikasi pelanggaran HAM dalam berbagai regulasi, serta menjelaskan mekanisme penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Indonesia dan internasional.

II. Hak Asasi Manusia dalam Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memuat nilai-nilai yang mendukung perlindungan HAM. Setiap sila dalam Pancasila mencerminkan prinsip-prinsip dasar HAM, seperti hak untuk hidup, hak beragama, dan hak untuk mendapatkan keadilan. Dalam konteks ini, HAM tidak hanya dilihat dari perspektif hukum tetapi juga dari nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam Pancasila.

2.1. Sila-sila Pancasila dan HAM

Setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi terhadap perlindungan HAM. Misalnya, sila pertama menegaskan pentingnya Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjamin kebebasan beragama. Sila kedua menekankan kemanusiaan yang adil dan beradab, yang mendukung kesetaraan dan perlindungan hak individu.

III. Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM

Penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Indonesia dilakukan melalui dua mekanisme utama: pengadilan HAM permanen dan pengadilan HAM Ad Hoc. Pengadilan HAM permanen mengadili kasus yang terjadi setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000, sedangkan pengadilan HAM Ad Hoc mengadili kasus yang terjadi sebelum undang-undang tersebut diundangkan.

3.1. Prosedur Pengadilan HAM

Proses penyelesaian kasus pelanggaran HAM dimulai dengan penyelidikan oleh Komnas HAM, diikuti oleh penyidikan oleh jaksa agung, dan akhirnya pemeriksaan di sidang pengadilan. Setiap tahap memiliki peran penting dalam memastikan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.

IV. Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Pelanggaran HAM dapat berupa tindakan diskriminasi, penyiksaan, atau tindakan lain yang merugikan hak dasar individu. Dalam konteks Indonesia, terdapat berbagai kasus pelanggaran HAM yang menonjol, seperti pembunuhan aktivis HAM, pelanggaran terhadap kebebasan beragama, dan perampasan hak atas tanah.

4.1. Jenis-jenis Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM dibedakan menjadi dua kategori utama: pelanggaran HAM berat, seperti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran HAM yang lebih ringan yang dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum pidana biasa.

V. Referensi dan Sumber Tambahan

Untuk memperdalam pemahaman mengenai HAM dan Pancasila, peserta didik disarankan untuk membaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, serta berbagai literatur yang membahas tentang teori dan praktik HAM di Indonesia.

Gambar

Gambar tersebut berkaitan erat dengan ketentuan

Referensi

Dokumen terkait

39 tahun 1999 mengenai Hak-Hak Asasi manusia dirumuskan: “hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal

Bahan bakar untuk pembangkit listrik nuklir sangat banyak. Meskipun dengan menggunakan bahan yang sedikit dapat menghasilkan energi listrik sangat besar. Hal yang sangat penting

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU No. 39- 1999) dimana dalam Pasal 1 angka 1 bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak

Di Indonesia, pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia “ Hak Asasi Manusia

Di dalam undang-undang no 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dituliskan bahwa Hak asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia

Berdasar pada Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dinyatakan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia

Secara yuridis, Pasal 1 Angka 6 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia mmenyatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia

dipisahkan dan dilanggar oleh siapa pun.2 Hak penyandang disabilitas dalam Pasal 42 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi :