Pemerintah Kota Bima
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
i
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
KaruniaNya sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP)
tahun 2016 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota
Bima ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bima Tahun Anggaran 2016 ini
memuat hasil pengukuran dan evaluasi pelaksanaan atas Rencana Strategis
Tahun 2013-2018 dan Rencana Kinerja Tahun 2016.
Pengukuran keberhasilan dengan tolak ukur Renstra dan Renja SKPD
mengandung arti bahwa setiap akhir tahun anggaran dilakukan proses
pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis pencapaian kinerja dengan
membandingkan target kinerja dan realisasinya, untuk mengetahui keberhasilan
atau kegagalan pelaksanaan program / kegiatan / kebijakan pada tahun berjalan.
Dalam kesempatan ini tidak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu sehingga penyusunan Laporan
Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2016 ini dapat disusun dengan baik.
Saran dan masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan guna
penyempurnaan penyusunan LKIP DPPKAD Kota Bima dimasa mendatang.
Raba – Bima, Januari 2017
Kepala BPKAD Kota Bima,
Drs. ZAINUDDIN
Pembina Utama Muda (IV/c)
NIP. 19610804 198603 1 020
KATA PENGANTAR
Pemerintah Kota Bima
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
ii
Kata Pengantar ...
Daftar Isi ...
i
ii
Bab I
Pendahaluan...
1
1.1 Latar Belakang...
1.2 Gambaran Umum Organisasi ...
1.3 Aspek Strategis (Renstra DPPKAD Kota Bima Tahun 2013 –
2018)
1
3
9
Bab II
Perencanaan Kinerja ...
14
2.1 Perencanaan Kinerja Jangka Menengah DPPKAD Kota Bima
2.2 Indikator Kinerja Utama DPPKAD Kota Bima ...
2.3 Ikhtisar Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ...
14
16
18
Bab III
Akuntabilitas Kinerja ...
24
3.1 Capaian Kinerja Organisasi ...
24
3.2 Analisis Capaian Kinerja ...
36
3.3 Akuntabilitas Keuangan ... 43
Bab IV Penutup ...
Simpulan dan Saran ...
46
46
DAFTAR ISI
Pemerintah Kota Bima
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
iii
Kata Pengantar ...
Daftar Isi ... .
Daftar Tabel ...
i
ii
iii
Bab I
Pendahaluan...
1
1.4 Latar Belakang...
1.5 Gambaran Umum Organisasi ...
1.6 Aspek Strategis (Renstra DPPKAD Kota Bima Tahun 2013 –
2018)
1
3
9
Bab II
Perencanaan Kinerja ...
14
2.1 Perencanaan Kinerja Jangka Menengah DPPKAD Kota Bima
2.2 Indikator Kinerja Utama DPPKAD Kota Bima ...
2.3 Ikhtisar Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ...
14
16
18
Bab III
Akuntabilitas Kinerja ...
24
3.1 Capaian Kinerja Organisasi ...
24
3.2 Analisis Capaian Kinerja ...
36
3.3 Akuntabilitas Keuangan ... 44
Bab IV Penutup ...
Simpulan dan Saran ...
47
47
DAFTAR ISI
Pemerintah Kota Bima
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
iv
Tabel 1
1
Tabel 5
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
DPPKAD Kota Bima
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
1
1.1. LATAR BELAKANG
Sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-undang No. 28
Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme terutama yang diatur dalam pasal 3
mengatur asas umum penyelenggaraan negara/daerah meliputi asas
kepastian hukum, asas tertib penyelenggara negara, asas kepentingan
umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas dan
asas akuntabilitas. Asas akuntabilitas mengandung arti bahwa setiap
kegiatan dan hasil akhir dari penyelenggaraan pemerintahan harus dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang
kedaulatan tertinggi negara. Amanah yang terkandung dalam
Undang-undang tersebut dipertegas dengan Instruksi Presiden Indonesia (Inpres)
Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,
Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang
Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk
BAB I
PENDAHULUAN
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
2
Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Oleh karena itu Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bima sebagai salah satu
unsur penyelenggara pemerintahan negara mempunyai kewajiban
menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) sebagai bentuk
perwujudan dari Kinerja dinas sesuai dengan kewenangan dalam
pengelolaan sumber daya berdasarkan Rencana Strategik yang telah
ditetapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang menggambarkan
kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan melalui Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah disusun dengan menggunakan
pengukuran kinerja berupa Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penetapan
Indikator Kinerja (TAPKIN) selanjutnya. Indikator Kinerja Utama (IKU) dan
Penetapan Indikator Kinerja (TAPKIN) dipergunakan sebagai manivestasi
pengukuran pencapaian kinerja tahunan yang tergambar dalam Rencana
Strategis (Renstra) masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD). Dalam rencana kinerja tersebut disusun Rencana Kinerja Tahunan
(Renja) yang merupakan konfilasi keseluruhan program dan kegiatan dalam
satu tahun anggaran. Kesemua ini sebagai langkah awal dalam
pengukuran capaian visi dan misi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terhadap pencapaian sasaran visi dan
misi akhir atau target pencapaian 5 (lima) tahun dan sebagai penjabaran
dan operasionalisasi dari Rencana Kinerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Untuk itu Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
3
sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharuskan
menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dan merupakan
bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas apa yang telah
dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam laporan
tersebut digambarkan mengenai peranan Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset daerah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya
dalam kurun waktu satu tahun penyelenggaraaan urusan pemerintahan di
daerah pada bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah.
1.2. GAMBARAN UMUM ORGANISASI
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD)
Kota Bima terbentuk pada tahun 2010 dengan dasar hukum sebagai berikut:
-
Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perubahan
Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan,
Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas-Dinas Daerah Kota Bima;
dan
-
Peraturan Walikota Bima Nomor 17 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas
dan Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah
Kota Bima
1. Struktur Organisasi, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Walikota Bima Nomor 17 Tahun 2013 tentang Rincian
Tugas dan Fungsi Dinas Pendaatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Kota Bima adalah :
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
4
I.
Struktur Organisasi
a) Sekretariat, terdiri dari 3 Sub. Bag, yaitu :
1.
Sub. Bag. Umum dan Kepegawaian
2.
Sub. Bag. Penyusunan Program dan Pelaporan
3.
Sub. Bag. Keuangan
b) Bidang PBB dan BPHTB, terdiri dari 3 Seksi, yaitu:
1.
Seksi Pendataan, Penilaian dan Penetapan (P3)
2.
Seksi Pengolahan Data dan Informasi
3.
Seksi Penerimaan, Penagihan, dan Keberatan
c) Bidang Pendapatan Daerah Lainnya, terdiri dari 3 Seksi, yaitu:
1.
Seksi Pajak Daerah
2.
Seksi Retribusi Daerah
3.
Seksi Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan
d) Bidang Anggaran, terdiri dari 3 Seksi, yaitu:
1.
Seksi Perbendaharaan dan Gaji
2.
Seksi Anggaran dan Verifikasi
3.
Seksi Akuntansi dan Pertanggungjawaban
e) Bidang Asset Daerah, terdiri dari 3 Seksi, yaitu:
1.
Seksi Penerimaan, Pemanfaatan Asset
2.
Seksi Pengendalian dan Standarisasi
3.
Seksi Inventarisasi dan Dokumentasi
f) UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas)
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
5
2. Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai dengan jiwa dan semangat Undang-undang Republik Indonesia
Nomor : 22 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-undang No. 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 13 Tahun
2002 tentang Pembentukan Pemerintah Kota Bima di Provinsi Nusa
Tenggara Barat, sebagai tindak lanjut Undang-Undang tersebut diatas
ditetapkan Perda Nomor 5 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan
Perda Nomor 4 Tahun 2004 dan terakhir dengan Peraturan Daerah Kota
Bima Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan, Kedudukan,
Tugas Pokok dan Fungsi Dinas-Dinas Daerah Kota Bima, kemudian
diperbaharui dengan Peraturah Daerah Nomor 3 Tahun 2010 pasal 16
tentang Susunan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Asset Daerah yang dijabarkan lebih lanjut dengan Keputusan Walikota Bima
Nomor : 17 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas
Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Bima maka
Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Bima
mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
a. Tugas Pokok :
Berdasarkan pasal 3 ayat (1) Keputusan Walikota Bima Nomor : 17
Tahun 2013, Tugas Pokok Kepala Dinas Pendapatan,Pengelolaan
Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Bima adalah membantu
Walikota dalam memimpin, mengendalikan, dan mengkoordinasikan
penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum yang
menjadi kewenangan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Asset Daerah yang meliputi Bidang PBB dan BPHTB, Bidang Pendapatan
Daerah Lainnya, Bidang Anggaran, dan Bidang Pengelolaan Asset
Daerah.
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
6
b. Fungsi :
Berdasarkan pasal 3 ayat (2) Keputusan Walikota Bima Nomor : 17
Tahun 2013 tersebut diatas, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Asset Daerah Kota Bima mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Perumusan dan Penetapan rencana strategis dan rencana kerja
Dinas sesuai dengan visi misi Daerah;
2. Menetapkan rencana strategis dinas untuk mendukung visi dan misi
daerah serta kebijakan Walikota;
3. Pelaksanaan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan urusan
pemerintahan bidang Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Asset
Daerah;
4. Penyelenggara urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Asset Daerah;
5. Pembinaan
pelaksanaan
hubungan
dan/atau
kerjasama
pembangunan antar Daerah, antar Daerah dengan Pemerintah antar
Daerah dengan Lembaga lainnya;
6. Pemberdayaan sumber daya aparatur serta pengelolaan prasarana
dan sarana Perangkat Daerah;
7. Pembinaan
penyelenggaraan
pelayanan
pemerintahan,
pembangunan, dan kemasyarakatan yang dilaksanakan SKPD;
8. Perumusan bahan penyusunan APBD;
9. Penyampaian
laporan
keuangan
dan
pertanggungjawaban
pelaksanaan tugas dan kinerja Dinas sesuai ketentuan yang berlaku;
10. Perumusan bahan laporan pertanggungjawaban Walikota;
11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota.
3. Sumber Daya Manusia
Kondisi sumber daya manusia pada DPPKAD Kota Bima tergambarkan
pada table berikut :
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
7
Tabel 1,
Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional.No. Nama Jabatan
Status
Jabatan Kualifikasi Pendidikan (Terakhir) Gol. / Pangkat Pendidikan Pelatihan Struktural
Jumlah
Isi Kosong SD SMP SMA D1 D2 D3 S1 S2 I II III IV Pim I Pim II Pim III Pim IV
1 Kepala Dinas √ - - - - - - - - √ - - - √ - √ - - 1 2 Sekretaris √ - - - - - - - √ - - - - √ - - √ - 1 3 Kabid: 4 a. Pendapatan Daerah √ - - - √ - - - √ - - - 1 b. Anggaran √ - - - √ - - - - √ - - √ - 1 c. Asset Daerah √ - - - √ - - - √ - - - - √ 1 d. PBB dan BPHTB √ - - - - √ - - √ - - - - √ 4 Kasubag: 3
a. Umum dan Kepegawaian √ - - - √ - - - √ - - - - -
b. Keuangan √ - - - √ - - - √ - - - - -
c. Program dan Pelaporan √ - - - √ - - - √ - - - - √
5 Kasi: 12
a. Pajak Daerah √ - - - - √ - - - √ - - - - -
b. Retribusi Daerah √ - - - √ - - - √ - - - - -
c. Dana Perimbangan dan
Lain-Lain Pendapatan √ - - - √ - - - √ - - - - -
d. Perbendaharaan dan Gaji √ - - - √ - - - √ - - - - -
e. Anggaran dan Verifikasi √ - - - √ - - - √ - - - - -
f. Akuntansi dan
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
8
g. Penerimaan, Pemanfaatan
dan Kebutuhan Aset √ - - - √ - - - √ - - - - -
h. Pengendalian dan
Standarisasi √ - - - √ - - - √ - - - - -
i. Inventarisasi dan
Dokumentasi √ - - - √ - - √ - - - - -
j. Pendataan, Penilaian Dan
Penetapan (P3) √ - - - √ - - - √ - - - - -
k. Pengolahan Data dan
Informasi √ - - - √ - - - √ - - - - √
l. Penerimaan, Penagihan dan
Keberatan √ - - - √ - - - √ - - - - -
6 Kepala Pasar √ - - - √ - - - - - - - √ - - - - - 1
7 Kepala UPT. PLUT-KUMKM √ - - - - - - - - - - - √ - - - - - 1
8 Staf √ - 1 1 14 - - 5 36 3 1 16 43 - - - - 2 60
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
9
4. Sarana dan Prasarana
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPPKAD Kota Bima
memerlukan sarana dan prasarana yang mendukung, sampai saat ini
DPPKAD Kota Bima belum memiliki gedung kantor sendiri dan sekarang
untuk bidang anggaran dan sekretariat masih bergabung dengan Kantor
Sekretariat Daerah Kota Bima sedangkan bidang Pendapatan dan PBB
masih menempati eks gedung kantor Sat-Pol.PP Kota Bima yang lama.
5. Penganggaran
Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPPKAD Kota
Bima tahun 2016, Tahun 2016 DPPKAD Kota Bima didukung oleh angaran
yang bersumber dari APBD sebesar Rp. 30.084.640.831,65 (Tiga Puluh
Milyar Delapan Puluh Empat Juta Enam Ratus Empat Puluh Ribu Delapan
Ratus Tiga Puluh Satu Koma Enam Puluh Lima Rupiah), dengan realisasi
sebesar Rp. 25.014.272.578 (Dua Puluh Lima Milyar Empat Belas Juta Dua
Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah) atau
83 %.
Tabel 2, Pagu dan Realisasi Anggaran DPPKAD Kota Bima
1.3. ASPEK STRATEGIS
Berdasarkan RPJMD Kota Bima Tahun 2013-2018, Misi Ketiga yaitu “
Mewujudkan masyarakat yang ADIL melalui pembangunan yang
merata dimana masyarakat memiliki akses dan tingkat pelayanan
Pemerintah yang prima” merupakan acuan dasar bagi penyusunan Visi
dan Misi DPPKAD Kota Bima, Terdapat 4 aspek strategis yang diprioritas
yaitu:
1. Aspek Fisik;
2. Aspek Ekonomi;
3. Aspek Sosial, dan;
4. Aspek Kelembagaan.
Prioritas DPPKAD terletak pada aspek ekonomi, namun tetap berkaitan
dengan aspek prioritas lain karena merupakan pusat / kontrol keuangan
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
10
yang meliputi seluruh aspek pembangunan daerah Kota Bima.
1.3.1. Strategi dan Kebijakan SKPD
a. Strategi
Strategi adalah keseluruhan cara atau langkah dengan
penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi
persoalan. Cara atau langkah dirumuskan lebih bersifat makro
dibandingkan dengan teknik yang lebih sempit, dan merupakan
rangkaian kebijakan. Sehingga strategi merupakan cara mencapai
tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan
dan program-program.
Tabel 3, Tujuan dan Strategi
NO.
TUJUAN
STRATEGI
1.
Mewujudkan
pengelolaan pemerintah
yang transparan dan
akuntabel
1. Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Pendapatan
2. Optimalisasi pengawasan, pengendalian internal, dan pengkoordinasian pendapatan sesuai regulasi di bidang pajak dan retribusi daerah
3. Pengembangan sistem informasi pendapatan
4. Optimalisasi pelayanan publik bidang PBB dan BPHTB 5. Pengkajian rencana anggaran
pendapatan dan belanja daerah untuk mewujudkan
pelaksanaan pengelolaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja daerah yang tepat sasaran dan akuntabel 6. Peningkatan sistem
pengelolaan administrasi pendapatan dan belanja daerah.
7. Pengembangan sistem informasi untuk transparansi pengelolaan keuangan daerah 8. Pengembangan dan penerapan
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
11
NO.
TUJUAN
STRATEGI
barang daerah secara optimal 9. Meningkatkan penatausahaan aset daerah melalui SOP yang jelas dan terukur
b. Kebijakan
Kebijakan adalah suatu arah tindakan yang diambil oleh
pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dan digunakan untuk
mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau
maksud tertentu. Oleh karena itu, kebijakan pada dasarnya
merupakan
ketentuan-ketentuan
untuk
dijadikan
pedoman,
pegangan
atau
petunjuk
dalam
pengembangan
ataupun
pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan
keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta visi dan misi
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota
Bima.
Tabel 4, Strategi dan Kebijakan
No.
Strategi
Kebijakan
1
1.
Sosialisasi Peraturan Daerah
tentang Pendapatan
2.
Optimalisasi pengawasan,
pengendalian internal, dan
pengkoordinasian pendapatan
sesuai regulasi di bidang pajak dan
retribusi daerah
3.
Pengembangan sistem informasi
pendapatan
4.
Optimalisasi pelayanan publik
bidang PBB dan BPHTB
5.
Pengkajian rencana anggaran
pendapatan dan belanja daerah
untuk mewujudkan pelaksanaan
pengelolaan anggaran
pendapatan dan anggaran
belanja daerah yang tepat sasaran
1.
Sistem pengelolaan pendapatan
berdasarkan peraturan dan
perundang-undangan yang
memperhatikan perkembangan
dampak ekonomi makro dan mikro
serta peningkatan dan optimalisasi
sarana dan prasarana sebagai
penunjang pelayanan prima
2.
Penerapan penyusunan
penganggaran sesuai dengan
dokumen perencanaan, analisa
standar belanja dan standar satuan
harga
3.
Optimalisasi penggunaan teknologi
informasi
4.
Dilakukan review dan pemutakhiran
terhadap seluruh produk
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
12
dan akuntabel
6.
Peningkatan sistem pengelolaan
administrasi pendapatan dan
belanja daerah.
7.
Pengembangan sistem informasi
untuk transparansi pengelolaan
keuangan daerah
8.
Pengembangan dan penerapan
sistem pengelolaan aset dan
barang daerah secara optimal
9.
Meningkatkan penatausahaan
aset daerah melalui SOP yang jelas
dan terukur
hukum daerah yang berkaitan
dengan pengelolaan keuangan dan
aset daerah beserta pedoman teknis
pelaksanaannya
5.
Peningkatan pemanfaatan aset
6.
Peningkatan pengamanan aset dan
penyelesaian sengketa
1.3.2. Strategic Issued / Identifikasi Permasalahan
Untuk melaksanakan Visi Misi Tujuan dan Sasaran Strategis
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah
(DPPKAD) Kota Bima, tentunya memiliki hambatan-hambatan baik
internal maupun eksternal di dalam pelaksanaannya.
Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain:
Faktor Internal
1. Aplikasi SIMDA berbasis akrual masih dalam proses
penyempurnaan.
2. Pemahaman Penatausahaan Aset terhadap aplikasi SIMDA
BMD berbasis akrual belum maksimal
3. Belum menggunakan Aplikasi SIMDA Pendapatan sehingga
pelaksanaan pelaporan masih manual yang mengakibatkan
pekerjaan pelaporan kurang maksimal.
4. Data mengenai peta blok masih banyak yang belum dilengkapi,
sehingga terdapat kesulitan untuk mengetahui posisi objek
pajak.
5. Ketetapan mengenai zona nilai tanah sudah ada, tetapi peta
tentang zona tersebut belum disediakan.
Pemerintah Kota Bima Bab I Pendahuluan
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
13
Faktor Eksternal
1. Kurangnya pemahaman PPK SKPD tentang laporan keuangan
berbasis akrual
2. Terlambatnya rekon asset yang dilakukan SKPD
3. Wajib pajak tidak memberikan informasi yang sebenarnya
terhadap omset yang mereka miliki.
4. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak;
5. Beberapa SKPD tidak mencapai target pendapatan yang telah
ditetapkan, yang merupakan salah satu ukuran kinerja dan
keberhasilan SKPD terkait;
6. Tidak seluruh masyarakat memahami peraturan tentang pajak
dan retribusi daerah;
7.
Masih terdapat beberapa kelurahan pemekaran yang belum
diselaraskan letak objek pajak dengan batas wilayah kelurahan
pemekaran sehingga masih banyak wajib pajak yang harus
dilakukan penyesuaian, dan keadaan ini kadang dijadikan
alasan untuk tidak membayar pajak.
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
14
2.1. Perencanaan Kinerja Jangka Menengah DPPKAD Kota Bima
Berdasarkan RPJMD Kota Bima Tahun 2013-2018, Misi Ketiga yaitu “
Mewujudkan masyarakat yang ADIL melalui pembangunan yang merata
dimana masyarakat memiliki akses dan tingkat pelayanan Pemerintah
yang prima” merupakan acuan dasar bagi penyusunan Visi dan Misi
DPPKAD Kota Bima, Terdapat 4 aspek strategis yang diprioritas yaitu:
1. Aspek Fisik;
2. Aspek Ekonomi;
3. Aspek Sosial, dan
4. Aspek Kelembagaan.
Prioritas DPPKAD terletak pada aspek ekonomi, namun tetap berkaitan
dengan aspek prioritas lain karena merupakan pusat / kontrol keuangan
yang meliputi seluruh aspek pembangunan daerah Kota Bima.
Tujuan dan sasaran jangka menengah DPPKAD Kota Bima merupakan
penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan tujuan sebagai hasil
akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Tujuan SKPD DPPKAD ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi
dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi
yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun guna
memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi.
Tujuan dan sasaran jangka menengah DPPKAD Kota Bima dapat
dilihat pada table 5 berikut:
BAB II
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
15
Tabel 5. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
DPPKAD Kota Bima
Misi:
Mewujudkan masyarakat yang ADIL melalui pembangunan yang merata dimana masyarakat memiliki akses dan tingkat
pelayanan pemerintah yang prima
TUJUAN
SASARAN Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke-
URAIAN INDIKATOR 2014 2015 2016 2017 2018
Mewujudkan
pengelolaan pemerintah yang transparan dan akuntabel
Meingkatnya Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
LKPD Sesuai Standar Akuntansi
Pemerintah WDP WTP WTP WTP WTP
Persentase SKPD yang Mengelola
Aset Dengan Baik 100% 100% 100% 100% 100%
Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah
Waktu Penerbitan SP2D dalam 2
Hari 100% 100% 100% 100% 100%
Pembayaran Gaji dan Tunjangan
yang Tepat Waktu 100% 100% 100% 100% 100% Penyampian LRA Bulanan Yang
Tepat Waktu 100% 100% 100% 100% 100%
Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil Pegelolaan Kekayaan Daerah Yang di Pisahkan dan Lain-Lain PAD Yang Sah Tiap Tahunnya
Persentase Peningatam Penerimaa
Pajak Daerah Tiap Tahunnya WDP WTP WTP WTP WTP Persentase Peningkatan
Penerimaan Retribusi Daerah Tiap Tahunnya
20% 20% 20% 20% -
Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tiap Tahunnya
20% 20% 20% 20% 20%
Persentase Peningkatan
Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah Tiap Tahunnya
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
16
2.2. Indikator Kinerja Utama DPPKAD Kota Bima
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bima
telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2015 sebagai ukuran
keberhasilan dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan IKU ini
telah mempedomani Indikator Kinerja Daerah pada dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bima Tahun
2013-2018 serta dokumen Rencana Strategis (Renstra) DPPKAD Kota Bima Tahun
2013-2018. Indicator Kinerja Utama ditetapkan dengan memilih
indikator-indikator kinerja yang focus pada tugas pokok dan fungsi DPPKAD Kota Bima.
Penjelasan tentang Indikator Kinerja Utama DPPKAD Kota Bima tahun
2015 sebagaimana tersaji pada table berikut ini :
Tabel 6. INDIKATOR KINERJA UTAMA
DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
TAHUN 2013-2018
No Sasaran Indikator Kinerja Uraian
1 Meningkatnya Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah LKPD Sesuai Standar Akuntansi Pemerintah Formulasi Penghitungan :
Hasil opini pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Persentase SKPD
Yang Mengelola Aset dengan Baik
Formulasi Penghitungan : (Jumlah SKPD melakukan Rekon
Aset)/(Jumlah SKPD yang Menyelesaikan rekon Aset) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari Formulasi Penghitungan :
(Jumlah SP2D yang diajukan)/(Jumlah SP2D yang terbit tepat waktu) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pembayaran Gaji
dan Tunjangan Yang Tepat Waktu
Formulasi Penghitungan :
(Jumlah SP2D Gaji dan Tunjangan yang diajukan)/(Jumlah SP2D Gaji dan Tunjangan yang terbit tepat waktu) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
17
Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat Waktu
Formulasi Penghitungan :
(Jumlah LRA Bulanan yang dikirim)/(Jumlah LRA Bulanan yang dikirim tepat waktu) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah Yang di Pisahkan dan Lain-Lain PAD Yang Sah Tiap Tahunnya Persentase Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Tiap Tahunnya Formulasi Penghitungan : (PPD t_n - PPD t_(n-1))/(PPD t_(n-1) ) x100% Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Persentase Peningkatan Penerimaan Retribusi Daerah Tiap Tahunnya Formulasi Penghitungan : (PRD t_n - PRD t_(n-1))/(PRD t_(n-1) ) x100% Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Persentase Peningatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tiap Tahunnya Formulasi Penghitungan : (PHPKD t_n - PHPKD t_(n-1))/(PHPKD t_(n-1) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Persentase
Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah Tiap Tahunnya
Formulasi Penghitungan :
(PLLD t_n - PLLD t_(n-1))/(PLLD t_(n-1) ) x100%
Tipe Penghitungan : Non Kumulatif Sumber Data : Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
18
2.3. Ikhtisar Perjanjian Kinerja Tahun 2016
Perjanjian Kinerja Tahun 2016 dalam hal ini berupa Dokumen Penetapan
Kinerja yang menurut pasal 3 Permenpan Nomor 29 tahun 2010 merupakan
suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara
atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan
pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Dokumen Penetapan Kinerja
memuat pernyataan dan lampiran formulir yang mencantumkan sasaran
strategis, indikator kinerja utama organisasi, beserta target kinerja dan
anggaran.
Dalam Penetapan Kinerja Tahun 2016 telah disepakati sesuai Renstra
DPPKAD 2013
– 2018, yaitu menetapkan 3 (Tiga) sasaran strategi dengan 9
(sembilan) Indikator Kinerja Utama yang didukung oleh 2 (Dua) progam dan 28
kegiatan wajib. Penjelasan atas Indikator Kinerja Utama dapat dijelaskan
sebagai berikut:
Sasaran Strategis 1 “ Meningkatnya Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan
Daerah” dengan indikator kinerja utama sebagai berikut :
1. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Sesuai Standar Akuntansi
Pemerintah; Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi satu hal
yang penting dalam penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
suatu pemerintahan daerah, apakah realisasi yang disampaikan sesuai
dengan kinerja pemerintah yang direncanakan, sehingga nantinya
kepercayaan publik terhadap pembangunan daerah semakin meningkat.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan dan Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun
2. Penyusunan System dan Prosedur pengelolaan keuangan daerah
3. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
19
5. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD
6. Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran
perubahan APBD
7. Penyusunan
rancangan
peraturan
daerah
tentang
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
8. Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
9. Penyusunan system informasi keuangan daerah.
10. Sosialisasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah.
11. Bimbingan teknis implementasi paket regulasi tentang pengelolaan
keuangan daerah
12. Penyusunan
rancangan
peraturan
KDH
tentang
pedoman
anggaran.
13. Pengelolaan administrasi penerimaan dan belanja daerah
14. Pelaksanaan proses TPTGR asset/barang milik negara.
2.
Persentase SKPD Yang Mengelola Aset Dengan Baik; Penatausahaan
asset daerah sudah semakin membaik seiring dengan diterapkannya
SIMDA BMD tetapi perlu peningkatan sumber daya manusia khususnya
bimbingan khusus untuk bendahara barang SKPD maupun Bendahara
Barang Sekolah.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Peningkatan manajemen asset/barang daerah
2. Revaluasi/appraisal asset/barang daerah
3. Penyusunan data inventarisasi aset daerah
4. Pendataan ulang/pemutakhiran kepemilikan, penggunaan dan
pemanfaatan tanah daerah dan bangunan pemerintah kota bima.
5. Penyusunan laporan tahunan aset / barang daerah
6. Penyusunan system dan prosedur pengelolaan asset/barang
daerah.
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
20
Sasaran Strategis 2 “
Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan
Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah” dengan indikator kinerja utama
sebagai berikut :
1.
Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari; Dalam meningkatkan pelayanan
Pengelolaan keuangan daerah DPPKAD Kota Bima telah menetapkan
Sisdur Pengelolaan keuangan daerah yang salah satunya menetapkan
bahwa penerbitan SP2D dilaksanakan paling lama 2 hari sejak
diterimanya SPM dari SKPD.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Penatausahaan Gaji Pegawai
2.
Pembayaran Gaji dan Tunjangan Yang Tepat Waktu; Bukti
meningkatnya pelayanan pengelolaan keuangan daerah adalah
dilakukannya pembayaran gaji dan tunjangan pegawai yang tepat.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah Program
Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Penatausahaan Gaji Pegawai
3.
Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat Waktu; Penyampaian laporan
Realisasi anggaran bulanan paling telat 7 hari kerja bulan berikutnya di
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal
Perimbangan Keuangan Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi
Keuangan Daerah
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
dengan kegiatan sebagai berikut :
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
21
Sasaran Strategis 3 “
Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil
Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain PAD
yang Sah” dengan indikator kinerja utama sebagai berikut :
1.
Persentase Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Tiap Tahunnya;
Dalam meningkatkan pendapatan asli daerah pajak daerah merupakan
penyumbang paling besar dalam pendapatan asli daerah
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah dan
retribusi daerah
2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber Pendapatan Daerah.
3. Sosialisasi dan pembekalan juru pungut PBB
4. Penagihan PBB pada Seluruh Kelurahan;
5. Pendataan ulang / pemuthahiran Data PBB Sektor Perkotaan;
6. Pengelolaan dan Penagihan Pajak Daerah/Retribusi Daerah;
7. Penatausahaan / Rekonsiliasi Pendapatan dan Belanja Daerah;
2.
Persentase Peningkatan Penerimaan Retribusi Tiap Tahunnya;
Penerimaan Retribusi daerah masih mengalami beberapa kendala
dengan masih tingginya piutang retribusi, hal ini disebabkan karena
kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah Program
Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
1. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah dan
retribusi daerah
2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber Pendapatan Daerah.
3. Pengelolaan dan Penagihan Pajak Daerah/Retribusi Daerah;
4. Penatausahaan / Rekonsiliasi Pendapatan dan Belanja Daerah.
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
22
3.
Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Di Pisahkan; Bagian laba atas penyertaan modal pada
perusahaan milik daerah (BUMD) merupakan hasil pengelolaan
kekayaan daerah yang dipisahkan.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Penatausahaan / Rekonsiliasi Pendapatan dan Belanja Daerah;
,4. Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah;
Penerimaan pendapatan asli daerah dari bunga deposito, jasa giro,
hasil penjualan asset yang tidak dipisahkan dll merupakan penerimaan
daerah dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
Program dan kegiatan yang mendukung sasaran ini adalah
Program
Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Penatausahaan / Rekonsiliasi Pendapatan dan Belanja Daerah;
Informasi mengenai Dokumen Penetapan Kinerja Tahun Anggaran 2016 bisa dilihat
pada halaman lampiran dan tabel Perjanjian Kinerja sebagai berikut:
Tabel 7. Perjanjian Kinerja Tahun 2016
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 Meningkatnya Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Sesuai Standar
Akuntansi Pemerintah
WTP
Persentase SKPD yang
mengelola aset dengan baik 100%
2
Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah
Waktu Penerbitan SP2D dalam
2 hari 100%
Pembayaran Gaji dan
Pemerintah Kota Bima Bab II Perencanaan Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
23
Penyampaian LRA bulanan
yang tepat waktu 100%
3
Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil
Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan lain – lain PAD yang sah
Persentase Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Tiap Tahunnya
20%
Persentase Peningkatan Penerimaan Retribusi Tiap Tahunnya
20%
Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
dipisahkan
20%
Persentase Peningkatan Penerimaan lain – lain PAD yang sah tiap Tahunnya
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
24
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASIAkuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) merupakan wujud nyata Instansi Pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan/kegagalan kepada pemberi mandat atas pelaksanaan kegiatan dan program dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran dalam suatu media pelaporan (LKIP). Penyusunan LKIP Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Bima tahun 2016 ini memuat hasil pengukuran dan evaluasi pelaksanaan atas Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahun 2016.
Pengukuran keberhasilan dengan tolak ukur RENSTRA mengandung arti bahwa setiap akhir tahun anggaran dilakukan proses pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis pencapaian kinerja. Pengukuran Kinerja merupakan proses membandingkan target kinerja dengan realisasinya yang digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan/program/kebijakan sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) yang mengacu pada Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kota Bima.
Penetapan target kinerja atas kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam APBD Tahun Anggaran 2016 telah ditetapkan pada saat pengajuan anggaran untuk kegiatan yang bersangkutan dalam formulir Rencana Kerja Anggaran (RKA-DPA) berupa: input, output, dan outcome. Pengukuran tingkat capaian kinerja DPPKAD tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran dengan realisasinya dan juga mengukur seberapa efektifnya kegiatan – kegiatan tersebut sebagai berikut :
1. Perbandingan antar target dan realisasi kinerja tahun ini.
Perbandingan antara target dan realisasi dimaksudkan untuk melihat target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan strategis (Renstra) dengan realisasi yang dihasilkan pada tahun tersebut seperti terlihat pada table berikut :
BAB III
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
25
NO SASARAN STRATEGIS TARGET CAPAIAN
TARGET
% CAPAIAN
TARGET KETERANGAN
Laporan Keuangan Pemerintah Tahun 2015 dalam proses pemeriksaan BPK RI Perw akilan Denpasar. Cara Pengukuran :
Pengukuran didasarkan kepada hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK RI Perw akilan NTB di mataram
1. Meningkatnya Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Daerah
WTP WTP 100%
% Target =(Jumlah SP2D yang Yang T erbit Dalam 2 Hari )/( Jumlah SP2D yang di
Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari
Cara Pengukuran :
% Target =(Jumlah SKPD yang melakukan Rekon Aset T epat Waktu)/( Jumlah SKPD yang
100% 100% 100%
Cara Pengukuran :
% Target =(Jumlah Penyampaian LRA Bulanan Yang T epat Waktu)/( 12 Bulan)x100%
Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan dan Lain-Lain PAD Yang Sah
Cara Pengukuran :
% Target =(Jumlah Pembayaran Gaji dan T unjangan Yang T epat Waktu)/( Jumlah T otal
2.
3.
Pembayaran Gaji dan Tunjangan Yang Tepat Waktu
Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah
Cara Pengukuran :
% Target = (PPD t_n – PPD t_(n-1))/(PPD t_(n-1))x100%
Dimana :
PPD t_n = Realisasi PPD T ahun Berjalan PPD t_(n-1) = Realisasi PPD T ahun Sebelumnya
Cara Pengukuran : Cara Pengukuran : -136,39% -27,28% 20% 0,00% % Target = (PRD t_n – PRD t_(n-1))/(PRD t_(n-1))x100% Dimana :
PRD t_n = Realisasi PRD T ahun Berjalan PRD t_(n-1) = Realisasi PRD T ahun Sebelumnya
Cara Pengukuran :
Cara Pengukuran :
% Target = (PLLD t_n – PLLAD t_(n-1))/(PLLD t_(n-1))x100%
Dimana :
PLLD t_n = Realisasi PLLD T ahun Berjalan PLLD t_(n-1) = Realisasi PLLD T ahun Sebelumnya
2.
4.Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah
1.Persentase peningkatan Penerimaan Pajak Daerah tiap tahun
INDIKATOR KINERJA
LKPD Sesuai Standar Akuntansi Pemerintah 1.
Persentase SKPD Yang Mengelola Aset Dengan Baik
2.
2.Persentase Peningkatan Penerimaan
Retribusi Daerah Tiap Tahunnya 20% -12,91% -64,56%
0,00% 20%
Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan
3.
CAPAIAN KINERJA SKPD TAHUN 2016 38,74%
% Target = (PHPKD t_n – PHPKD t_(n-1))/(PHPKD t_(n-1))x100%
Dimana :
PHPKD t_n = Realisasi PHPKD T ahun Berjalan PHPKD t_(n-1) = Realisasi PHPKD T ahun Sebelumnya
100% 100% 100% 100% 100% 100% 20% 9,92% 49,59% 100% 100% 100% 3. 1.
Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat Waktu
Tabel 8. Pengukuran Kinerja Tahun 2016
Tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat capaian kinerja sasaran strategis kurang baik yaitu capaian kinerja mencapai 38.74%, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
26
1. Persentase peningkatan Penerimaan Pajak Daerah tiap tahun tidak mencapai target, hal ini di sebabkan oleh masih kurangnya masyarakat untuk membayar pajak.
2. Persentase Peningkatan Penerimaan Retribusi Daerah Tiap Tahunnya tidak mencapai target, hal ini disebabkan oleh masih terdapatnya piutang pada Retribusi Daerah dan terjadinya penurunan pencapaian target pada Retribusi Daerah di karenakan beberapa hal sebagai berikut :
a. Tidak tercapainya/ turunnya target pada penagihan Retribusi Pasar Grosir salah satunya didasari oleh masalah kepemilikan SIM-K (Surat Ijin Menempati Kios) yang sering diperjual belikan atau dipindah tangankan atau sudah berganti nama sehingga timbul ketidakmauan membayar retribusi oleh pemilik kios yang sudah merasa membeli atau memiliki kios grosir;
b. Adanya informasi dari pemilik kios pada pasar grosir mengenai berkurangnya omset usaha mereka dikarenakan sepi pembeli, keadaan ini dijadikan alasan untuk tidak membayar retribusi;
c. Timbulnya piutang Retribusi Daerah ( piutang bawaan) sejak tahun 2010 yang berimbas pada besarnya nilai piutang pada tahun berikutnya;
d. Rusaknya fasilitas pasar diakibatkan terjadinya bencana alam (banjir bandang) pada akhir tahun 2016
3. Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan.
4. Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah sangat menurun disebabkan karena adanya banjir bandang yang terjadi di Kota Bima beberapa waktu yang lalu.
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
27
Perbandingan capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan tahunsebelumnya.
Perbandingan capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan tahun sebelumnya bisa digambarkan dengan table berikut ini:
Tabel 9. Perbandingan data tahun 2014, 2015, dan 2016
Table diatas menunjukkan kemajuan yang sangat baik dengan diperolehnya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI perwakilan NTB di mataram untuk tahun anggaran 2015 dan 2016.
2. Perbandingan kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi.
Tabel 10. Perbandingan Target dan Capaian Target Renstra
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
REALISASI 2016 TARGET RENSTRA PERBANDINGAN TARGET DAN REALISASI 1. Meningkatnya Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah 1. LKPD Sesuai Standar Akuntansi Pemerintah WTP WTP 100% 2. Persentase SKPD Yang Mengelola Aset Dengan Baik 100% 100% 100% 2. Meningkatnya Efektifitas Penatausahaan 1. Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari 100% 100% 100%
TARGET (Rp) REALISASI TARGET (Rp) REALISASI TARGET (Rp) REALISASI
1. LKPD Sesuai Standar Akuntansi
Pemerintah WTP WTP WTP WTP WDP WTP 2. Persentase SKPD Yang Mengelola Aset
Dengan Baik 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3. Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari 100% 100% 100% 100% 100% 100% 4. Pembayaran Gaji dan Tunjangan Yang
Tepat Waktu 100% 100% 100% 100% 100% 100% 5. Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat
Waktu 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6. Persentase PeningkatanPenerimaan
Pajak Daerah Tiap Tahunnya 12.429.601.400 12.342.127.157 11.658.800.000 11.229.060.740 7.727.500.000 8.727.233.964 7. Persentase PeningkatanPenerimaan
Retribusi Daerah Tiapa Tahunnya 1.259.862.868 1.023.950.610 1.206.920.000 1.178.385.710 1.120.000.000 984.898.845 8.
Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan
847.752.281 0 1.271.710.430 1.225.903.335 800.000.000 872.003.922 9. Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah Tiap Tahunnya 1.092.676.812,30 32.500.400,00 6.378.220.000 6.759.489.373,99 4.556.220.000 4.543.080.361
NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN KINERJA
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
28
Pelayanan Pengelolaan Keuangan Daerah
2.
Pembayaran Gaji dan Tunjangan Yang Tepat Waktu
100% 100% 100%
3.
Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat Waktu 100% 100% 100% 3. Meningkatnya Penerimaan Pajak, Retribusi, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan dan Lain-Lain PAD Yang Sah 1. Persentase peningkatan Penerimaan Pajak Daerah tiap tahun
9,92% 20% 49,59%
2.
Persentase Peningkatan Penerimaan Retribusi Daerah Tiap Tahunnya
-12,91% 20% -64,56% 3. Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Di Pisahkan 0,00% 20% 0,00% 4. Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah
-27,28% 20% -136,39%
CAPAIAN KINERJA SKPD TAHUN 2016 38,74%
3. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang dilakukan.
Berikut ini adalah analisis yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja DPPKAD Kota Bima pada tahun 2016 :
1. Indikator Kinerja Utama 1: LKPD Sesuai Dengan Sistem Akuntansi Pemerintah.
Laporan keuangan Pemerintah Kota Bima adalah dokumen yang menyatakan kesanggupan Pemerintah dalam merealisasikan anggaran yang bersumber dari PAD, DAU, DAK, dan DBH guna mensukseskan pembangunan serta visi misi Kepala Daerah yang telah tertuang dalam RPJMD Kota Bima Tahun 2013-2018.
Laporan keuangan pemerintah Kota Bima yang sedang diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTB dan kemudian hasil pemeriksaan akan dikeluarkan berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bima (audited) paling lambat Bulan September tiap tahunnya, LHP ini merupakan dasar terbentuknya opini tentang pengelolaan keuangan pemerintah oleh BPK.
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
29
Target kinerja sasaran strategis untuk pengukuran kinerja tahun 2014 adalah Opini BPK Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bima Tahun Anggaran 2014 dengan capaian adalah Opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini tersebut menandakan terjadinya peningkatan opini dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan semakin baiknya pengelolaan keuangan pemerintah kota bima dan masih terus ditingkatkan pembenahan sistematika pengelolaan keuangan daerah tiap tahunnya pada DPPKAD selaku PPKD dan seluruh SKPD.
Hingga saat LKIP ini disusun, output untuk target kinerja Program dan Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun tersebut sedang dalam proses penyusunan dan dilakukan pendampingan oleh tim dari BPKP perwakilan NTB. Dukungan sistem aplikasi SIMDA berbasis akrual dari BPKP sangat mendukung proses penyusunan laporan keuangan pemerintah kota bima tahun 2016. Dalam pelaksanaan penyusunan laporan tersebut tentunya terdapat faktor-faktor pendukung dan hambatan sebagai berikut:
Faktor Pendukung:
Adanya kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan oleh Tim BPKP perwakilan NTB.
Terus dilakukan penyempurnaan aplikasi simda berbasis akrual
SDM pengelola keuangan (PPK dan Bendahara Pengeluaran) mendapatkan bimtek tiap tahun tentang pengelolaan keuangan daerah.
Faktor Hambatan:
Minimnya SDM penyusun Laporan Keuangan berbasis akrual sehingga waktu penyelesaiannya menjadi lebih lama dari waktu yang ditentukan sebelumnya.
Lambatnya pengumpulan Laporan Keuangan dari SKPD-SKPD lainnya.
Dengan adanya problematika di atas, DPPKAD mengupayakan penyempurnaan aplikasi SIMDA keuangan maupun SIMDA BMD yang berbasis akrual serta penambahan SDM dengan latar belakang pendidikan Akuntansi dan Manajemen Informatika untuk efektifitas kinerja yang lebih
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
30
baik ke depannya serta dikirimnya admin SIMDA BMD ke BPKP perwakilan NTB di mataram untuk memantapkan pemahaman tentang aplikasi simda berbasis akrual. Untuk mendukung Tujuan dan Sasaran Strategis 1, terdapat 2 program dan 15 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016. 2. Indikator Kinerja Utama 2: Persentase SKPD Yang Mengelola Aset Dengan
Baik.
Pada tahun 2016 seluruh SKPD lingkup pemerintah Kota Bima mampu menyelasaikan rekon asset melalui aplikasi SIMDA BMD. Hal tersebut menandakan semakin baiknya pemahaman bandahara SKPD dalam menggunakan aplikasi SIMDA BMD
Faktor Pendukung:
Adanya kegiatan bimbingan teknis tentang SIMDA BMD oleh Tim BPKP perwakilan NTB.
Sosialisasi langsung yang dilakukan oleh admin SIMDA BMD pada bagian asset DPPKAD Kota Bima pada saat melakukan rekon asset.
Faktor Hambatan:
Masih ada beberapa bendahara barang SKPD yang kurang memahami tentang aplikasi SIMDA BMD terutama bendahara barang kelurahan.
Lamanya rekon asset yang dilakukan SKPD pada bidang asset DPPKAD Kota Bima.
Untuk mendukung Tujuan dan Sasaran Strategis 2 harus dilakukan seleksi yang ketat terhadap bendahara barang dimana semua bendahara barang harus memiliki pemahaman memadai tentang penggunaan komputer, terdapat 1 program dan 6 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016. 1 kegiatan mencapai target ≥ 100% yaitu :
a. Pendataan ulang/pemutakhiran kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah daerah dan bangunan pemerintah kota bima dengan realisasi sebesar 100,5%
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
31
3. Indikator Kinerja Utama 3: Waktu Penerbitan SP2D Dalam 2 Hari
Pelayanan penatausahaan pengelolaan keuangan daerah tahun 2016 sudah sangat baik hal tersebut dibuktikan dengan tidaknya SP2D yang dicairkan melebihi 2 hari mulai bulan Januari sampai dengan bulan November tetapi pada bulan Desember ada beberapa SP2D yan dicairkan melebihi 2 hari, hal tersebut disebabkan karena pada akhir bulan Desember terjadi pengajuan pencairan belanja modal secara besar-besaran oleh pihak ke tiga sehingga tidak memungkinkan untuk dicairkannya SP2D dalam 2 hari.
Faktor Pendukung:
Kinerja ASN bidang anggaran yang semakin membaik
Sudah tesedianya sisdur tentang pengelolaan keuangan daerah
Faktor Hambatan:
Pihak ke tiga mengajukan belanja modal secara serentak pada akhir bulan Desember
Terlambatnya realisasi pekerjaan pihak ke tiga sehingga pencairannya dilakukan pada bulan Desember.
Untuk mendukung Tujuan dan Sasaran Strategis 3 harus dilakukan sosialisasi kepada pihak ke tiga dan dinas –dinas terkait untuk memulai pekerjaan fisik lebih awal dan pencairan tidak pelu dilakukan pada akhir bulan Desember, terdapat 1 program dan 1 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016.
4. Indikator Kinerja Utama 4: Pembayaran Gaji dan Tunjangan Yang Tepat Waktu Secara umum pembayaran gaji dan tunjangan dilakukan tepat waktu tetapi pada awal tahun atau bulan Januari terjadi keterlambatan pembayaran gaji yang disebabkan oleh terlambatnya pencaiaran uang ke kas daerah oleh pemerintah pusat.
Faktor Pendukung:
Kinerja ASN bidang anggaran yang semakin membaik
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
32
Faktor Hambatan:
Pengajuan gaji yang tidak sesuai dengan SPD sehingga harus dilakukan perbaikan dulu terhadap SPD.
Untuk mendukung Tujuan dan Sasaran Strategis 3, terdapat 1 program dan 1 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016.
5. Indikator Kinerja Utama 5: Penyampaian LRA Bulanan Yang Tepat Waktu Laporan Realisasi Anggaran bulanan Pemerintah Kota Bima selama ini dilakukan tepat waktu sehingga Pemerintah Kota Bima belum pernah mengalami pemotongan anggaran dari pemerintah puasat dalam hal ini Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. 6. Indikator Kinerja Utama 6: Persentase Penerimaan Pajak Daerah Tiap
Tahunnya.
Untuk menunjang sasaran strategis ke-6 ini, disusun 1 Program dan 8 Kegiatan yang dapat dilihat perencanaan dan realisasinya pada tabel 11. Secara keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan sudah mencapai 100% bahkan terdapat 1 kegiatan yang realisasinya mencapai 200%
Faktor Pendukung:
Kinerja ASN penagih/juru pungut Pajak Daerah cukup memadai
Adanya pemberian penghargaan berupa insentif yang diberikan apabila realisasi Pajak Daerah melebihi target.
Sarana dan prasaran cukup memadai.
Faktor Hambatan:
Tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah
Wajib pajak tidak memberikan informasi yang sebenarnya terhadap omzet yang mereka milki.
Masih dirasakan kesulitan untuk mengukur validitas harga transaksi pada saat pelayanan terhadap pengalihan hak dalam bentuk jual beli. Karena penenuan nilai perolehan adalah antara penjual dan pembeli.
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
33
Masih terdapat SPPT tercetak yang bermasalah dan perlu diklarifikasi dan diselesaikan lebih awal sehingga mempengaruhi hasil penagihan.
7. Indikator Kinerja Utama 7: Persentase Penerimaan Retribusi Daerah Tiap Tahunnya.
Tidak tercapainya/ turunnya target pada penagihan Retribusi Pasar Grosir salah satunya didasari oleh masalah kepemilikan SIM-K (Surat Ijin Menempati Kios) yang sering diperjual belikan atau dipindah tangankan atau sudah berganti nama sehingga timbul ketidakmauan membayar retribusi oleh wajib retribusi yang sudah merasa membeli/ membayar pada pihak yang tidak bertanggung jawab yang telah menyalahgunakan SIM-K tersebut.
Untuk menunjang sasaran strategis ke-7 ini, disusun 1 Program dan 8 Kegiatan yang dapat dilihat perencanaan dan realisasinya pada tabel 11. Secara keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan sudah mencapai 100%.
Faktor Pendukung:
Kinerja ASN penagih/juru pungut Retribusi Darerah cukup memadai
Adanya pemberian penghargaan berupa insentif yang diberikan apabila realisasi Retribusi Daerah melebihi target.
Sarana dan prasaran cukup memadai.
Faktor Hambatan:
Tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar Retribusi derah masih rendah
Adanya Wajib Retribusi yang menjual SIMK nya kepada pihak lain sehingga banyak wajib retribusi yang memiliki piutang retribusi dari tahun-tahun sebelumnya.
8. Indikator Kinerja Utama 8: Persentase Peningkatan Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah Yang di Pisahkan.
Dalam rangka mendukung misi ke tiga pemerintah kota bima yaitu Mewujudkan masyarakat yang ADIL melalui pembangunan yang merata dimana masyarakat memiliki akses dan tingkat pelayanan pemerintah yang prima, pemerintah kota bima melakukan penyertaan modal pada perusahaan
Pemerintah Kota Bima Bab III Akuntabilitas Kinerja
LKIP DPPKAD Kota Bima Tahun Anggaran 2016
34
milik daerah (BUMD) dan pemerintah kota bima mendapatkan deviden dari penyertaan modal tersebut yang masuk menjadi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan.
9. Indikator Kinerja Utama 9: Persentase Peningkatan Penerimaan Lain-Lain PAD Yang Sah.
Pendapatan asli daerah dari bunga deposito, jasa giro, hasil penjualan asset daerah yang tidak dipisahkan, hasil penerimaan dari TPTGR, dll merupakan pendapatan asli daerah dari lain-lain PAD yan sah, dimana dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.