• Tidak ada hasil yang ditemukan

52 Geometri Analitik Datar dan Ruang 4.1. DEFINISI PARABOLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "52 Geometri Analitik Datar dan Ruang 4.1. DEFINISI PARABOLA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. DEFINISI PARABOLA

Parabola adalah tempat kedudukan titik (himpunan titik) yang berjarak sama terhadap suatu titik dan suatu garis tertentu. Titik tertentu itu disebut Fokus (F), dan garis tetap itu disebut Direktrik

Berdasarkan defenisi di atas, kita dapat melukis parabola titik demi titik dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Tetapkan garis g dan titik F .

2. Tarik sebuah garis melalui titik F (diperoleh sumbu x) tegak lurus () garis g sehingga garis ini memotong g di s.

3. Titik O (0,0) pada garis FS, sehingga

OS

=

OF

4. Buatlah lingkaran yang berpusat di F dan berjari-jari r 

OF

5. Lakukan seperti langkah 4*) dari titik S sehingga memotong SF di A1.

6. Buatlah garis tegak lurus SF sehingga memotong busur lingkaran A pada titik B1, B1 adalah

salah satu pada parabola .

7. Ulangi langkah no. 4, 5, dan 6 untuk mendapatkan titik lain pada parabola.

8. Setelah beberapa titik ditemukan, hubungkanlah titik itu dengan sebuah kurva yang mulus, kurva itulah disebut parabola .

Sb. X Sb. Y S 0 F(p,0) g = - p A1 A2 A3 A4 P(x,y) B1 B2 B3 B4 g1 g2 g3 g4

(2)

4.2.

PERSAMAAN PARABOLA

- Garis g disebut direktrik - Titik F(p,0) disebut fokus - Titik O(0,0) disebut puncak - FS disebut sumbu simetri - FS = 2p = Parameter

- AB garis yang disebut latus rectum, tegak lurus sumbu parabola melalui titik F. Panjang latus

rectum =  4p .

Dari keterangan gambar diatas, dapat diturunkan persamaan parabola sebagai berikut :

Karena FS = 2p, maka eksentritas parabola (e) : e =

PQ

FP

= 1

F(p, 0) dan P(x, y)  pada parabola x = g = -p, direktrik

PF

=

QP

Karena 

FP

 =

(

x

p

)

2

y

2

QP

 =

(

x

p

)

2

(

y

y

)

2

=

(

x 

p

)

2

Maka titik akan terletak di parabola, jika dan hanya jika :

2 2 ) (xpy = (x p)2 (x – p)2 + y2 = ( x + p )2 x2 – 2xp + p2 + y2 = x2 + 2xp + p2 y2 = 2xp + 2xp y2 = 4xp Catatan

1. Untuk persamaan parabola y2 = 4px

- Jika p  0, parabola terbuka ke kanan - Jika p  0, parabola terbuka ke kiri

2. Untuk parabola yang mempunyai F(0,p) dan direktrik y = -p, maka persamaan parabola x2 = 4py

- Jika p  0, parabola terbuka keatas - Jika p  0, parabola terbuka kebawah

Sb. Y Sb. X P(x,y) F(p,0) B A 0 S g = - p

(3)

Sketsa grafiknya

1. Parabola y2 = 4px

2. x2 = 4py

Analog :

- Untuk persamaan parabola dengan dengan puncak (a, b), yaitu : (y – b)2 = 4p (x – a). Dengan F (p + a, b), sumbu simetri y = b, dan garis direktrik g  x = a – p

- Untuk parabola denga puncak (a, b), tapi F (a, p + b), Sumbu simetri x = a, dan garis direktrik L  y = b – p, adalah (x – a)2

= 4p (y – b)

Contoh:

1. Gambarlah grafik dari parabola y2 = 8x !

Penyelesaian : Koordinat puncaknya O (0,0) 4p = 8 p = 2

Titik F(2,0) Persamaan direktriks g = x = - p = - 2 Sumbu simetrinya y = 0 Sb. Y Sb. X F(p,0) g

x = - p Sb. Y Sb. X F(-p,0) g

x = p Sb. Y Sb. X F(0,p) F(0,-p) g

y = - p g

y = p Sb. X Sb. Y

(4)

2. Gambarlah grafik dari parabola 4x2 – 25y = 0 ! Penyelesaian : 4x2 – 25y = 0 4x2 = 25y x2 =

4

25

y Koordinat puncaknya (0,0) 4p =

4

25

p =

16

25

Titik F(0,

16

25

) Persamaan direktriks y = -

16

25

Sumbu simetrinya y = 0 3. Gambarlah grafik dari parabola

a) y2 – 2y – 4x – 9 = 0 ! b) x2 – 2x – 9 = 4y ! Penyelesaian : a) y2 – 2y – 4x – 9 = 0 y2 – 2y + 1 – 1 = 4x + 9 (y – 1)2 = 4x + 9 + 1 (y – 1)2 = 4

2

5

x

Puncak parabola

,

1

2

5

Parameter : 4p = 4

p = 1 Titik fokus F (1 +

2

5

, 1)

F

,

1

2

3

Persamaan direktriks g = x = a – p =

2

3

- 1 =

2

5

Persamaan lotus rectumnya x =

2

3

Sb. Y

Sb. X

0

F

     16 25 , 0

y =

16

25

(5,4)

(-5,4)

(5)

Sketsa grafiknya : b) x2 – 2x – 9 = 4y x2 – 2x + 1 – 1 = 4y + 9 (x – 1)2 = 4y + 9 + 1 (x – 1)2 = 4

2

5

y

Puncak parabola

2

5

,

1

Parameter : 4p = 4

p = 1 Titik fokus F (1, 1 +

2

5

)

F

2

3

,

1

Persamaan direktriks g = y = b – p =

2

3

- 1 =

2

5

Persamaan lotus rectumnya y =

2

3

       ,1 2 3 F 2 5   x        2 3 , 1 F x2 – 2x – 9 = 4y

2

3

 y

l

(6)

4. Carilah persamaan bola yang mempunyai F(0,-2) dan puncaknya O (0,0) dan sebutkan semua sifat dan gambarnya !

Karena puncaknya O (0,0) dan F(0,-2), maka persamaan parabola adalah x2 = 4py

x2= 4 (-2)y

x2 = - 8y

Sifat-sifat parabola ini sebagai berikut : - F(0,-2) dan puncak (0,0)

- Sumbu simetri x = 0

- Persamaan direktriksnya y = 2 - Parameternya p = -2

- Persamaan lotus rectumnya y = -2 - Panjang lotus rectumnya

4

p

= 8

4.3. Garis Singgung

1. Persamaan garis singgung dengan koefisien arah m pada parabola y2 = 4px Misalkan persamaan garis y = mx + n menyinggung parabola y2 = 4px

1 (mx + n)2 = 4px

 m2x2 + 2mnx + n2 – 4px = 0 Dengan diskriminan (D) = b2 – 4ac

(2mn – 4p)2 – 4m2n2

Ingat : - Jika D  0, garis g tidak memotong parabola

- Jika D  0, garis g memotong parabola - Jika D = 0, garis g menyinggung parabola

Jadi, syarat agar garis g menyinggung parabola adalah : D = b2 – 4ac = 0 (2mn – 4p)2 – 4m2n2 = 0  4m2n2 – 16mnp + 16p2 – 4m2n2 = 0 – 16mnp = - 16p2 n =

mp

p

16

16

2

n =

m

p

Jadi, persamaan garis singgung dengan gradien m terhadap parabola y2 = 4px adalah y = mx + n

y = mx +

m

p

Analog : Untuk persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola x2 = 4py adalah y = mx – pm2

(7)

Analog : Untuk persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola

y

b

2

4

p

x

a

adalah (y – b) = m (x – a) +

m

p

Begitu pula untuk persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola

x

a

2

4

p

y

b

adalah y – b = m (x – a) - pm2

Contoh 14

Carilah persamaan garis singgung pada gradien 2, terhadap (masing-masing gambar grafiknya)

a) Parabola

y

8

x

2

b) Parabola

x

3

2

6

y

1

Penyelesaian :

a) Persamaan garis singgung denagan m = 2 pada parabola

y

2

8

x

m

p

mx

y

2

2

2 

y

x

(karena 4p = 8, p = 2)

1

2 

y

x

Titik singgungnya :

x

y

2

8

2

x

1

2

8

x

0

8

1

4

4

x

2

x

x

0

1

4

4

x

2

 x

2

x

2

2

0

2

1

,

0

2

1

2

x

x

Untuk

2

1

x

, y = 2 .

2

1

+ 1 = 2 Titik singgungnya

2

,

2

1

Focus parabola

y

2

8

x

F

2

,

0

)

puncak 0(0,0,0) Persamaan direktriksnya x = – 2

Panjang latus rectumnya

4

p

8

(8)
(9)

b) Persamaan garis singgung dengan m = 2 pada parabola

x

3

2

6

y

1

adalah y – b = m (x – a) – pm2 y + 1 = 2 (x – 3) – pm2 y + 1 =

2

x

6

(

6

)

y + 1 = 2x y = 2x – 1

Titik singgungnya didapat dengan proses

x

3

2

6

2

x

1

1

x

x

x

2

6

9

12

3

0

0

9

6

2 2

x

x

x

3

2 , 1

x

Untuk x = - 3,

y

2

3

1

= - 7 , titik singging (-3,-7) Sketsa grafiknya :  Puncak (3,-1)  F

2

5

,

3

 Panjang lotus rectum

2

3

4

4

p

= 6  Persamaan direktriksnya

p

b

y

2

3

1 

=

2

1

2. Persamaan garis singgung pada parabola y2 = 4px di titik S(x1,y1)

Misalkan garis singgungnya y = mx + n, maka absis titik singgungnya dapat diperolah dari persamaan y2 = 4px

2

1

y

       2 5 , 3 F

x

3

2

6

y

1

y = 2x – 1

(10)

(mx + n)2 = 4px m2x2 +2mnx + n2 = 4px m2x2 +2mnx + n2 - 4px = 0 m2x2 + (2mn – 4p) x + n2 = 0

karena hanya ada titik singgung, maka absisnya diperoleh ;

a

b

x

2

1

2 1

2

4

2

m

p

mn

x

2 1

2

2

2

m

mn

p

x

2 1

2

m

mn

p

x

Dan ordinatnya, y1 = mx1 + n y1 = m

n

m

mn

p

2

2

m

mn

mn

p

y

1

2

m

p

y

1

2

1

2

y

p

m 

Sedangkan persamaan garis dengan gradien m adalah y – y1 = m (x – x1), sehingga;

1

1 1

2

x

x

y

p

y

y

1

1

1

y

y

2

p

x

x

y

1

2 1 1

y

2

p

x

x

yy

...(i)

Titik S (x1, y1) melalui y2 = 4px, sehingga y12 = 4px1...(ii)

Persamaan (i) dan (ii) yy1 – y12 = 2p (x – x1)

yy1 – 4px1 = 2px – 2px1

yy1 = 4px1 – 2px1 +2px

yy1 = 2p (x + x1), persamaan garis singgung di titik S (x1, y1) pada y2 = 4px

Analog :

Untuk persamaan garis singgung pada parabola (y – b)2 = 4p (x-a) di titik S(x1,y1) adalah (y – b) (y1 – b) = 2p (x + x1 -2a)

(11)

Contoh 15:

1. Carilah persamaan garis singgung di titik (–4,2) pada parabola:

a)

y

x

2 b)

y

8

x

2

Penyelesaian:

a) Persamaan garis singgun di (–4,2) pada parabola

y

x

2

1

1

2

p

x

x

yy

4

1

1

4

p

p

4

4

`

1

1

2

x

y

2

2

1

2

y

x

4

2

2

1

y

x

y

x

b) Persamaan garis singgung di (–4,2) pada parabola

y

2

8

x

1

1

2

p

x

x

yy

2

8

4

p

p

4

4

2

y

x

16

4

2

y

 x

0

16

2

4

x

 y

0

8

2

x

 y

2. Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik A(-2,-3) pada parabola y2 = 8x Penyelesaian :

Misalkan titik singgungnya S(xo, yo),

maka persamaan garis singgung di S pada parabola y2 = 8x

)

(

2

1 1

p

x

x

yy

)

(

4

o o

y

x

x

y

, karena 4p = 8 p = 2 Karena titik A(-2,-3) pada garis singgung

)

2

(

4

3

y

o

x

o

atau

4

x

o

3

y

o

8

...(i)

(12)

2 2

8

1

8

o o o o

x

x

y

y

...(ii) (ii)

(i)

4

x

o

3

y

o

8

8

3

8

1

4

2

o o

y

y

8

3

2

1

2

o o

y

y

0

16

6

2

o o

y

y

0

16

6

2

o o

y

y

y

o

8



y

o

2

0

o

y

= - 8 o

y

= 2 Untuk

y

o= - 8

x o = 8, diperoleh S1(8,-8) Untuk

y

o = 2

xo = 8, diperoleh S2

2

,

2

1

Jadi persamaan garis singgung di S1

8

y

4

(

x

8

)

8

2

y

 x

Jadi persamaan garis singgung di S2

2

1

4

2

y

x

2

4

2

y

 x

4.4. Garis Normal

Garis normal parabola adalah garis tegak lurus pada garis singgung parabola di titik singgung itu. Jika SR garis singgung PS

SR, maka PS garis normal

PS’ = sumbu simetri parabola (sumbu Normal)

RS’ = sumbu tangens

Persamaan garis singgung di titik S (x1, y1) pada y2 = 4px

(13)

koofisien garis singgung =

1

2

y

p

, karna garis singgung parabola tegak lurus dengan garis normal maka

ms

mn = - 1 1

2

y

p

mn = - 1,

mn = -

p

y

2

1

Sehingga diperoleh persamaan garis normal di titik S(x1, y1) pada y2 = 4px adalah;

1

1 1

2

p

x

x

y

y

y

Contoh 16 :

Diketahui puncak suatu parabola (1,2) dan F(4,2), tentukanlah : a) Persamaan parabola tersebut

b) Persamaan garis singgung di (2,6) c) Persamaan garis normalnya di (4,0)

penyelesaian :

a) persamaan parabola dengan puncak (1,2) dengan F(4,2), berarti P = 3

)

1

(

3

.

4

)

2

(

2

y

x

12

12

4

4

2

y

x

y

x

y

y

2

4

16

12

b) persamaan garis singgung di (2,6) pada parabola (y – 2) = 12 (x – 1) adalah

)

(

2

1 1

p

x

x

yy

)

2

(

3

.

2

6

y

x

0

12

6

6

0

12

6

6

y

x

x

y

c) persamaan garis normalnya di (4,0) adalah

)

(

2

1 1 1

x

x

p

y

y

y

)

2

(

3

6

6

x

y

6

2 

x

y

2

2 

x

y

4.5. Garis Tengah Sekawan

Garis tengah sekawan pada parabola adalah tempat kedudukan titik-titik tengah dari tali busur. - Jika T1, T2, dan T3 adalah titik tengah tali busur A1B1, A2B2 dan A3B3

(14)

B1 B2 B3 A1 A2 A3 T1 T2 T3

(15)

Persamaan Garis Tengah Sekawan

Misalkan kita ambil persamaan tali busur y = mx + n, dan persamaan parabola y2 = 4px, sehingga ; (mx + n)2= 4px m2x2 + 2mnx +n2 = 4px m2x2 +2mnx – 4px + n2 = 0 m2x2 + (2mn – 4p)x + n2 = 0 Atau y = mx + n mx = y – n

m

n

y

x

y2 = 4px y2 = 4p

m

n

y

y2 =

m

pn

py

4

4

m y2= 4py – 4pn m y2 - 4py + 4pn = 0 y1 + y2 =

a

b

=

m

p

4

=

m

p

4

T1 titik tengah

A

1

B

1 yt =

y 

t

y

t

2

1

yt =

m

p

4

2

1

yt =

m

p

2

, persamaan garis tengah sekawan sejajar sumbu X

Contoh 17 :

1. Diketahui partabola

y

2

2

x

dan garis tengah sekawan y = - 1. jika tali busurnya memotong sumbu x dan membentuk sudut

, hitunglah besar sudut

!

(16)

y2 = 2x p = 1 y = –1

m

p

y 

m

1

1 

m = –1 tg

= –1 tg

= tg 1350

= 1350

2. Tentukan persamaan tali busur suatu parabola

y

2

4

x

, jika (3,-2) merupakan titik tengah sekawan tali busur itu !

Penyelesaian :

Misalkan persamaan tali busur

y = mx + c, potongkan dengan parabola

y

2

4

x

c

mx

y

m

c

y

x

m

c

y

y

2

4

my2 – 4y + 4c = 0 y1 + y2 =

a

b

y1 + y2 =

m

4

yt =

2

2 1

y

y 

2

2

y 

1

y

2

y1 + y2 = - 4 y1 + y2 =

m

4

m

4

4 

m = - 1

(17)

c

mx

y

c

2

(

1

)(

3

)

c

2

3

1

c

Persamaan tali busur yang dimaksud adalah

c

mx

y

y = - 1x + 1 y = - x + 1

Referensi

Dokumen terkait

Misal titik P adalah sembarang titik pada parabola, elips atau hiperbola, maka terdapat titik tertentu F (dinamakan focus atau titik api) dan garis tertentu d (dinamakan direktriks),

Irisan kerucut dapat didefinisikan sebagai: tempat kedudukan titik-titik pada sebuah bidang, sedemikian, sehingga jarak titik-titik tersebut ke sebuah titik tetap F (yang

skema tentang ellips yang dilihat dari visualisasi sumbu mayor dan minor lalu memodifikasi skema bahwa ellips yaitu himpunan titik yang jumlah jaraknya terhadap

Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap.. Titik itu disebut

Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak konstan/sama terhadap sebuah titik tertentu.. Sebuah titik tertentu itu disebut pusat lingkaran dan titik- titik

semua sisinya tidak sama panjang, ruas garis-ruas garis yang membentuk segiempat dinamakan sisi, perpotongan ruas garis-ruas garis disebut titik sudut, sudut dibentuk oleh dua

Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap.. Titik itu disebut

 Sumbu minor sumbu pendek ellips adalah segmen garis yang menghubungkan titik potong ellips dengan sumbu y, yaitu titik dan dengan panjang satuan...  Titik fokus adalah titik- titik