• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI OLEH: TIM PENYUSUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STANDAR PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI OLEH: TIM PENYUSUN"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

70

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

OLEH:

TIM PENYUSUN

(2)

71 SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI Kode : STD/SPMI/.C01 Tanggal : 7/12/2017 STANDAR PROSES PEMBELAJARAN Revisi : 0 Halaman : 1 dari 9

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

Proses PENANGGUNG JAWAB Tanggal

Nama Jabatan Tanda Tangan

1. Perumusan Irwansyah Ketua Tim 1) 2)

2. Pemeriksanan Aa.Bambang AS Waket I

3. Persetujuan Nyoman PD. Dir.Yayasan 3) 4)

4. Penetapam Marlinda Irwanti Ketua Stikom

(3)

72

1. Visi,Misi dan Tujuan Sekolah Tinggi

Visi Stikom InterStudi :

“Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka serta diakui sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu komunikasi yang menghasilkan tenaga profesional, akademik dan riset yang bertaraf internasional pada tahun 2030“

Misi Stikom InterStudi :

1. Menyiapkan peserta didik dan tenaga pengajar yang profesional untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang komunikasi yang mampu bersaing secara nasional dan internasional;

2. Mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan komunikasi yang memberikan manfaat dan menyebarkannya demi kepentingan umat manusia;

3. Menumbuhkembangkan penelitian dasar, terapan, unggulan dan kebijakan

Tujuan Stikom InterStudi :

1. Menghasilkan lulusan profesional di bidang komunikasi yang mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha, pemerintahan, akademisi dan komunitas;

2. Menyiapkan tenaga pengajar yang professional dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Komunikasi yang mampu bersaing secara nasional dan internasional;

3. Menghasilkan program studi dan kurikulum bidang komunikasi yang inovatif;

4. Mengembangkan program sertifikasi bidang komunikasi dan bidang lainnya;

5. Mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang

berkelanjutan;

6. Mengembangkan infrastruktur dan teknologi

pembelajaran 2. Tujuan

Pembuatan Dokumen Kebijakan Mutu

Dokumen tertulis Standar Proses Pembelajaran Sistem Penjaminan Mutu Internal Stikom InterStudi, dimaksudkan untuk :

1. Sarana untuk mengkomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan tentang Standar Proses Pembelajaran yang berlaku di dalam lingkungan Sekolah Tiggi Ilmu Komunikasi InterStudi.

2. Landasan dan arah dalam menetapkan semua standard dan manual atau prosedur proses pembelajaran serta dalam melaksanakan serta meningkatkan mutu Pembelajaran

(4)

73

3. Bukti otentik bahwa Stikom InterStudi telah memiliki dan melaksanakan Standar Proses Pembelajaran sebagaimana diwajibkan menurut peraturan perundang – undangan.

3. Rasionalisasi Dalam rangka meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu

Perguruan Tinggi, pemerintah melalui Ristekdikti telah melakukan berbagai upaya untuk membenahi sistem pengolahan perguruan tinggi. Upaya tersebut telah dilakukan melalui berbagai lokakarya maupun menerbitkan berbagai buku atau pedomanpedoman yang terkait. Pada saat ini terdapat tiga kegiatan yang telah dilakukan oleh Kemendiknas dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, yaitu :

1. Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) dan Pangkalan Data.

2. Akreditasi Perguruan Tinggi.

3. Penjaminan Mutu (Quality Assurance).

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) InterStudi telah mencanangkan Sistem Penjaminan Mutu pada tahun 2015. Kegiatan yang telah dilakukan sampai dengan saat ini adalah pengkajian terhadap tugas pokok dan fungsi unit kerja Pusat Penjaminan Mutu serta penyusunan dokumen-dokumen mutu diantaranya: kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu, prosedur mutu, dan instruksi kerja, dll. Setelah semua berkas-berkas dokumen mutu selesai disiapkan, maka akan dilakukan sosialisasi terhadap seluruh elemen yang ada di Stikom InterStudi untuk membentuk komitmen bersama tentang sistem manajemen mutu Stikom InterStudi. Langkah berikutnya adalah menerapkan sistem manajemen mutu tersebut kedalam seluruh aspek organisasi, kemudian akan dilakukan evaluasi diri atau audit internal untuk mengetahui keberhasilan penerapan sistem manajemen mutu tersebut, dan akhirnya akan dilakukan perbaikan ataupun pengembangan sistem manajemen mutu tersebut dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Stikom InterStudi. Guna peningkatan kualitas dan kemajuan kampus Stikom InterStudi diperlukan komitmen dari para pengelolanya, namun dalam hal ini untuk kemajuan suatu kampus tidak hanya tergantung pada pengelolanya tetapi juga diperlukan usaha dan kreatifitas dari segenap civitas akademika, karena keberhasilan suatu sistem dipengaruhi juga oleh aspek Input dan Proses di dalamnya.

Dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP), Stikom InterStudi telah menyiapkan berbagai dokumen yang terkait SNP, diantaranya dibuatlah Dokumen Standar Proses Pembelajaran. Di dalan dokumen standar proses pembelajaran ini perlu ditetapkan standar mutunya, yaitu :

1) Standar Perencanaan Proses Pembelajaran. 2) Standar Pelaksanaan Proses Pembelajaran. 3) Standar Pengawasan Proses Pembelajaran

(5)

74

4. Pihak yang Bertanggung Jawab untuk Mencapai Standar

1. Ketua sebagai pimpinan Sekolah Tinggi

2. Para Wakil Ketua sebagai pembantu pimpinan Sekolah Tinggi

3. Ketua program studi sebagai pimpinan program studi 4. Ka SPMI

5. Dosen dan tenaga kependidikan

6. Definisi Istilah 1. Student Centered Learning (SCL) adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa;

2. Proses perubahan yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran :

a. Ranah kognitif (learning to know) : kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaran, atau pikiran,

b. Ranah afektif (learning to be) : kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi dan reaksi-reaksi yang berbeda berdasarkan penalaran,

c. Ranah psikomotorik (learning to do): kemampuan yang mengutamakan keterampilan jasmani,

d. Ranah kooperatif (learning to live together): kemampuan untuk bekerjasama.

3. Stakeholder (pengguna lulusan), adalah dari sektor industri atau produksi, masyarakat luas, pemerintah maupun kalangan perguruan tinggi.

4. Konsentrasi adalah unit pelaksana akademik di Stikom InterStudi yang melaksanakan pendidikan akademik dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan /atau seni tertentu. Konsentrasi dapat menyelenggarakan lebih dari satu program Studi.

5. Program Studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan /atau professional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.

6. Pernyataan Isi Standar

1. Standar proses mencakup :

a. Karakteristik proses pembelajaran b. Perencanaan proses pembelajaran c. Pelaksanaan proses pembelajaran d. Beban belajar mahasiswa

2. Karakteristik proses pembelajaran terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.

3. Yang dimaksud dengan interaktif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.

4. Yang dimaksud dengan holistik adalah proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan

(6)

75

luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.

5. Yang dimaksud dengan integratif adalah menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.

6. Yang dimaksud dengan saintifik adalah bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.

7. Yang dimaksud dengan kontekstual adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran

yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan

menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.

8. Yang dimaksud dengan tematik adalah capaian

pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.

9. Yang dimaksud dengan efektif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.

10. Yang dimaksud dengan kolaboratif adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

11. Yang dimaksud dengan berpusat pada mahasiswa adalah capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses

pembelajaran yang mengutamakan pengembangan

kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.

12. Perumusan standar perencanaan proses pembelajaran : a. Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran b. Jadwal dan tempat kuliah

c. Jadwal perwalian akademik

d. Jadwal pendaftaran mata kuliah (rencana studi) oleh mahasiswa

e. Bagi dosen harus merencanakan proses pembelajaran sesuai dengan yang ditetapkan oleh Sekolah Tinggi, dalam hal ini konsentrasi atau prodi.

(7)

76

13. Rencana pelaksanaan Semester (RPS) ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi.

14. Perumusan standar pelaksanaan proses pembelajaran : a. Jumlah maksimal mahasiswa per kelas

b. Beban mengajar maksimal per dosen

c. Rasio maksimal buku pelajaran per mahasiswa d. Rasio maksimal jumlah mahasiswa untuk setiap

dosen

e. Prasarana dan sarana perkuliahan.

15. Rencana pelaksanaan semester (RPS) paling sedikit memuat :

a. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu.

b. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah.

c. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan.

d. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai.

e. Metode pembelajaran

f. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran.

g. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester.

h. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian i. Daftar referensi yang digunakan

16. Rencana pelaksanaan Semester (RPS) wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

17. Pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu.

18. Proses pembelajaran di setiap mata kuliah dilaksanakan sesuai Rencana program semester (RPS).

19. Proses pembelajaran yang terkait dengan penelitian mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Penelitian.

20. Proses pembelajaran yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.

21. Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dan dengan beban belajar yang terukur.

(8)

77

22. Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam matakuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. 23. Metode pembelajaran yang dapat dipilih untuk pelaksanaan

pembelajaran mata kuliah antara lain: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

24. Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa metode pembelajaran di atas dan diwadahi dalam suatu bentuk pembelajaran.

25. Bentuk pembelajaran dapat berupa: a. Kuliah

b. Responsi dan tutorial c. Seminar

d. Praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapangan

26. Bentuk pembelajaran di atas wajib ditambah dengan bentuk pembelajaran yang berupa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

27. Bentuk pembelajaran berupa penelitian merupakan kegiatan mahasiswa di bawah bimbingan dosen dalam rangka pengembangan pengetahuan dan keterampilannya serta meningkatkan kesejahteran masyarakat dan daya saing bangsa.

28. Bentuk pembelajaran berupa pengabdian kepada

masyarakat merupakan kegiatan mahasiswa di bawah bimbingan dosen dalam rangka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

29. Beban belajar dinyatakan dalam besaran satuan kredit semester (sks).

30. Satu sks setara dengan 160 menit kegiatan belajar per minggu per semester.

31. Setiap mata kuliah paling sedikit memiliki bobot 1 sks. 32. Semester merupakan satuan waktu kegiatan pembelajaran

efektif selama 16 minggu.

33. Satu sks pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi dan tutorial, mencakup:

a. Kegiatan belajar dengan tatap muka 50 menit per minggu per semester.

b. Kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 50 menit per minggu per semester.

(9)

78

c. Kegiatan belajar mandiri 60 menit per minggu per

semester.

34. Satu SKS pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, mencakup:

a. Kegiatan belajar tatap muka 100 menit per minggu per semester.

b. Kegiatan belajar mandiri 60 menit per minggu per semester.

35. Satu SKS pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian,

pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk

pembelajaran lain yang setara, adalah 160 menit per minggu per semester.

36. Beban normal belajar mahasiswa adalah 8 jam per hari atau 48 jam per minggu setara dengan 18 sks per semester, sampai dengan 9 jam per hari atau 54 jam per minggu setara dengan 20 sks per semester.

37. Untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan, mahasiswa Program Sarjana wajib menempuh beban belajar paling sedikit 146 sks, untuk Program Magister minimal 42 sks 38. Masa studi terpakai untuk Program Sarjana bagi mahasiswa

adalah 4- 5 tahun, untuk program Magister 2 – 4 tahun. 39. Setelah 2 semester tahun pertama, beban belajar mahasiswa

yang berprestasi akademik tinggi dapat ditambah hingga 24 sks per semester atau setara dengan 64 jam per minggu. 40. Perumusan standar pengawasan proses pembelajaran. Perlu

adanya Standar Mutu Pengawasan Proses Pembelajaran, yang mengatur tentang :

a. Pemantauan b. Supervisi c. Evaluasi d. Pelaporan e. Tindak lanjut

7. Strategi Ketua Stikom InterStudi, Para Wakil Ketua, Ketua Program Studi dan atau Pimpinan Unit lainnya melakukan sosialisasi Standar dan mengawasi serta mengevaluasi tahapan :

1. perencanaan proses pembelajaran 2. pelaksanaan proses pembelajaran 3. pengawasan proses pembelajaran

8. Indikator 1. Proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana,

dibuktikan dengan tingkat kehadiran mahasiswa maupun dosen yang tinggi.

2. Kelengkapan dokumen (borang) dan pengisian yang tertib serta teratur atau tersusun rapi.

3. Rata-rata indeks prestasi kelulusan (IPK) meningkat, rata-rata lama masa studi menurun dan terpenuhinya kompetensi lulusan seperti yang diharapkan.

(10)

79

2. Standar Isi (Kurikulum), 3. Standar Suasana Akademik, 4. Standar Penilaian,

5. Standar Kompetensi Lulusan, 6. Standar Prasarana dan Sarana,

10. Referensi 1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000

tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan.

4. Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Nasional Pendidikan Tinggi.

5. Permenristekdikti nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-PT).

11. Lampiran Standar Akademik Proses Pembelajaran

1. Tujuan Instruksional

a. Proses pembelajaran harus merupakan proses yang sadar tujuan, baik domain kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

b. Harus dilakukan analisis kebutuhan (need analysis) untuk merumuskan tujuan instruksional.

c. Analisis kebutuhan harus dilakukan bersamaan dengan pihak yang berkepentingan (stake holders) antara lain mahasiswa, orang tua mahasiswa, pemakai lulusan (users), pemerintah, organisasi profesi, dan alumni. d. Peningkatan kualitas pembelajaran harus dilaksanakan

dengan meningkatkan tingkat kompetensi (level of

competence) secara bertahap untuk semua domain.

e. Tujuan pembelajaran (tujuan instruksional) harus dijabarkan sampai pada tataran operasional melalui analisis instruksional.

2. Tahapan Pembelajaran

a. Proses pembelajaran harus dimulai dengan tahap pendahuluan yang mencakup deskripsi ringkas materi kuliah, penjelasan tujuan instruksional dan relevansi bahan ajar.

b. Proses pembelajaran harus diakhiri dengan tes formatif, umpan balik dan tindak lanjut yang penting untuk meningkatkan motivasi mahasiswa.

c. Proses pembelajaran harus menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa bertanggung jawab.

(11)

80

d. Proses pembelajaran harus merancang dan

memberikan kegiatan yang merangsang keingin-tahuan (curiosity) mahasiswa.

e. Proses pembelajaran seharusnya memberi umpan balik positif dengan segera atas keberhasilan dan respon yang benar dari mahasiswa.

3. Komponen Pembelajaran

a. Tiga (3) komponen pembelajaran yaitu komponen rutin, komponen pengkayaan dan komponen motivasi harus dilaksanakan secara proporsional.

b. Komponen rutin harus terdiri dari:

1) Uraian penjelasan baik konsep, prinsip maupun prosedur.

2) Memberi contoh-contoh yang aktual relevan dan menarik, termasuk yang bukan contoh (non-example).

3) Merancang/melaksanakan latihan (practice) untuk mahasiswa

c. Komponen pengkayaan (enrichment) seharusnya dilaksanakan dengan menyusun diagram, skema, flow-chart, gambar, peta, kurva, dan sebagainya.

d. Komponen motivasi harus dilaksanakan dalam wujud

munculnya perhatian, relevansi bahan ajar,

menimbulkan percaya diri dan kepuasan di pihak mahasiswa.

e. Proses pembelajaran seharusnya diperkaya melalui lintas kurikulum, hasil hasil penelitian dan penerapannya.

4. Partisipasi Mahasiswa dalam Pembelajaran

a. Mahasiswa harus dibuat aktif untuk memberi respon melalui metode diskusi, simulasi, bermain peran (role

playing) dan penggunaan media slide, kaset audio,

mimbar, dan benda sebenarnya, dsb.

b. Penyampaian kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan menggunakan metoda yang bervariasi seperti diskusi, brainstorming, studi kasus,

role playing, dan demonstrasi.

c. Penyampaian kegiatan belajar mengajar seharusnya menggunakan berbagai media (transparansi, film, videotape, LCD, dsb.)

d. Konsentrasi / Program studi harus menetapkan jumlah optimal mahasiswa per kelas per mata kuliah. 5. Materi Pembelajaran

a. Materi kuliah harus dirinci dalam bagian-bagian kecil mulai dari mata kuliah, pokok bahasan, sub - pokok bahasan, dsb.

(12)

81

b. Penguasaan materi kuliah harus merupakan prasyarat sebelum mempelajari materi lanjutan dengan menggunakan cara belajar tuntas (mastery learning). 6. Keterampilan Pembelajaran

a. Kegiatan belajar mengajar harus memahami

pendidikan berwawasan (different abilities), sehingga ada perbedaan perlakuan melalui bimbingan dalam kelas, pemberian tugas, metode instruksional yang tepat, dsb.

b. Proses pembelajaran harus dilengkapi dengan keterampilan bertanya dasar, meliputi: pemberian acuan, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan ke seluruh kelas, pemberian tuntunan.

c. Proses pembelajaran harus perlu keterampilan bertanya lanjut antara penguatan tuntutan kognitif, afektif, dan psikomotorik; pemberian pertanyaan pelacak dan mendorong terjadinya interaksi.

d. Keterampilan pemberian penguatan (reinforcement) harus melalui penguatan verbal, penguatan non-verbal, hangat, antusias, dan bermakna.

e. Proses pembelajaran adalah interaksi sejumlah sistem yaitu tujuan kondisi awal mahasiswa, bahan, metode, dosen, dan evaluasi. Proses pembelajaran harus direncanakan dalam bentuk:

1) Rumusan tujuan instruksional, 2) Silabus,

3) Recana Pembelajaran Semester (RPS), 4) Kontrak Perkuliahan.

5) Buku Ajar 7. Penilaian Pembelajaran

a. Satuan Kredit Semester (SKS) harus dilaksanakan sepenuhnya, baik unsur tatap muka, tugas terstruktur maupun tugas mandiri.

b. Proses pembelajaran harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitasnya.

c. Komponen dan bobot (weight) penilaian untuk memperoleh nilai akhir (final grade) harus diberitahukan kepada mahasiswa pada kuliah pertama tiap semester.

d. Semua tes sumatif harus mengacu pada tujuan instruksional.

e. Tingkat kompetensi (level of competence) harus ditingkatkan dengan bantuan kisikisi soal.

f. Semua catatan tentang semua tes sumatif harus disusun rapi agar dapat memberi penjelasan kepada mahasiswa yang memerlukan.

(13)

82

g. Semua tes kecil, ujian tengah semester, makalah, tugas-tugas, ujian akhir semester harus diberitahukan penilaian dan komentarnya kepada mahasiswa. h. Penilaian sumatif harus menggunakan pendekatan

kombinasi PAP (Penilaian Acuan Patokan) dan PAN (Penilaian Acuan Normatif)

i. Program studi harus mempunyai suatu kebijakan yang adil, bertanggung jawab dan berkesinambungan teantang evaluasi hasil studi

j. Kebijakan tentang evaluasi hasil studi seharusnya ditinjau secara periodik, didasarkan pada data keberhasilan dan kegagalan / kendala selama pengimplementasian kebijakan sebelumnya dalam rangka mendapatkan kebijakan baru yang lebih adil dan bertanggung jawab.

k. Program studi harus mempunyai program

pembimbingan akademik dan konseling untuk mahasiswa.

l. Program studi harus mempunyai prosedur yang

mengatur tentang mekanisme penyampaian

(14)

83

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

Kode : STD/SPMI/C.02 Tanggal : 7/12/2017 STANDAR MANUAL PROSES

PEMBELAJARAN

Revisi : 0

Halaman : 1 dari 9

STANDAR MANUAL PROSES PEMBELAJARAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

Proses PENANGGUNG JAWAB Tanggal

Nama Jabatan Tanda Tangan

1. Perumusan Irwansyah Ketua.Tim 1) 2)

2. Pemeriksanan Aa.Bambang AS Waket I

3. Persetujuan Nyoman PD. Dir. Yayasan 3) 4)

4. Penetapam Marlinda Irwanti Ketua Stikom

(15)

84

1. Visi,Misi dan Tujuan Sekolah Tinggi

Visi Stikom InterStudi :

“Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka serta diakui sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu komunikasi yang menghasilkan tenaga profesional, akademik dan riset yang bertaraf internasional pada tahun 2030“

Misi Stikom InterStudi :

a. Menyiapkan peserta didik dan tenaga pengajar yang profesional untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang komunikasi yang mampu bersaing secara nasional dan internasional;

b. Mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan

komunikasi yang memberikan manfaat dan

menyebarkannya demi kepentingan umat manusia;

c. Menumbuhkembangkan penelitian dasar, terapan,

unggulan dan kebijakan Tujuan Stikom InterStudi :

1. Menghasilkan lulusan profesional di bidang komunikasi yang mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha, pemerintahan, akademisi dan komunitas;

2. Menyiapkan tenaga pengajar yang professional dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Komunikasi yang mampu bersaing secara nasional dan internasional;

2) Menghasilkan program studi dan kurikulum bidang komunikasi yang inovatif;

3) Mengembangkan program sertifikasi bidang komunikasi dan bidang lainnya;

4) Mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang

berkelanjutan;

5) Mengembangkan infrastruktur dan teknologi

pembelajaran 2. Tujuan

Pembuatan Dokumen Manual Mutu

Dokumen tertulis Standar Manual Proses Pembelajaran Sistem Penjaminan Mutu Internal Stikom InterStudi, dimaksudkan untuk :

1. Sarana untuk mengkomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan tentang Standar Manual Proses Pembelajaran yang berlaku di dalam lingkungan Sekolah Tiggi Ilmu Komunikasi InterStudi.

2. Landasan dana rah dalam menetapkan semua standard dan manual atau prosedur proses pembelajaran serta dalam melaksanakan dan eningkatakan mutu pembelajaran.

(16)

85

3. Bukti otentik Stikom InterStudi telah memiliki dan melaksanakan Standar Manual Proses Pembelajaran sebagaimana diwajibkan menurut peraturan perundang – undangan.

3. Rasional Stikom InterStudi menyelenggarakan pembelajaran berdasarkan

kesadaran bahwa mahasiswa memiliki bakat, kemampuan, dan kepribadian yang unik. Melalui pembelajaran yang berpusat pasa mahasiswa (student centered learning), Stikom InterStudi membantu ke arah perkembangan sepenuh - penuhnya setiap pribadi agar menguasai bidang ilmu (competence), memiliki suara hati (conscience), dan hasrat berbela rasa (compassion). Penjaminan mutu pembelajaran Stikom InterStudi, dipetakan sebagai struktur yang terkait dengan pembelajaran baik di tingkat sekolah tinggi, maupun program Studi. Berdasarkan struktur tersebut, pelaksanaan proses pembelajaran diorganisasi dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

1) Jumlah mahasiswa per kelas

2) Beban mengajar maksimal per dosen 3) Rasio maksimal buku per mahasiswa 4) Prasarana dan sarana perkuliahan 4. Pihak Yang

bertanggung Jawab

1. Ketua Stikom sebagai Pimpinan Sekolah Tinggi 2. Para Wakil Ketua sebagai Wakil Pimpinan 3. Ketua Program Studi

4. Kepala SPMI 5. Ketua LP2M

6. Para Dosen dan Mahasiswa

5. Strategi Mekanisme pemenuhan standar mutu pembelajaran terdiri 3 (tiga) bagian yaitu

1. perencanaan, 2. pelaksanaan, dan

3. monitoring dan evaluasi. A. Perencanaan :

Pada tahap ini diasumsikan telah tersedia silabus matakuliah tertentu yang mengandung standar kompetensi dan kompetensi dasar 3C (competence, conscience, dan compassion) yang dihasilkan oleh tim dosen. Berikut adalah tahap-tahap dalam perencanaan pembelajaran:

1. Dosen mengembangkan silabus ke dalam Satuan Acara Perkuliahan (RPS) untuk setiap kelas dalam satu matakuliah tertentu yang disetujui oleh Kaprodi. Dalam RPS telah memuat: standar kompetensi, kompetensi dasar, pokok-pokok materi perkuliahan, pengalaman pembelajaran, metode, media, rancangan evaluasi, dan sumber materi.

2. Secretariat menyiapkan formulir laporan kegiatan perkuliahan dan presensi kehadiran dosen dan mahasiswa. Sekretariat berkoordinasi dengan BSP

(17)

86

(Bagian Sarana dan Prasarana dan Kepala

Laboratorium.(bila perkuliahan dilaksanakan di laboratorium) untuk menyediakan media pembelajaran yang diperlukan dosen.

B. Pelaksanaan :

Dalam pelaksanaan pembelajaran diasumsikan telah tersedia RPS, bahan ajar, serta media pembelajaran yang diperlukan oleh dosen. Pelaksanaan pembelajaran dapat terjadi di dalam kelas dan laboratorium yang terkait dengan matakuliah tertentu:

1. Pada awal perkuliahan dosen membagikan Silabus dan RPS kepada para mahasiswa. Pembelajaran akan dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang disepakati oleh dosen dan mahasiswa yang berpedoman pada silabus dan RPS.

2. Dalam setiap pertemuan atau minimal dalam setiap pokok bahasan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan siklus Pedogogi yaitu Konteks – Pengalaman – refleksi – tindakan – evaluasi dan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa.

3. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode dan media yang mendukung pencapaian

competence, conscience dan compassion mahasiswa.

4. Dalam setiap pertemuan mahasiswa dan dosen menendatangani daftar hadir dan setiap akhir perkuliahan mahasiswa dan dosen mengisi dan menandatangani laporan kegiatan perkuliahan.

5. Pengukuran terhdap pencapaian competence,

conscience, dan compassion dengan menggunakan

berbagai jenis evaluasi (tes dan non tes) dan bentuk tagihan (ujian, observasi, portofolio, tindakan, unjuk kerja, dll).

6. Hasil evaluasi dilaporkan oleh dosen kepada mahasiswa dan kaprodi paling lambat 2 (dua) minggu setelah diujikan.

C. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring pembelajaran dilaksanakan oleh Kaprodi dan mahasiswa :

1. Ketua Program Studi memonitor pembelajaran para dosen dengan memeriksa laporan kegiatan perkuliahan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu awal, pertengahan dan akhir semester.

2. Mahasiswa menyampaikan masukan terhadap

pembelajaran yang diselenggaran oleh dosen baik langsung maupun tidak langsung melalui Ketua Program Studi.

(18)

87

D. Evaluasi

1. Ketua Program Studi mengevaluasi pembelajaran dengan cara memantau jumlah pertemuan perkuliahan dalam satu semester minimal 14 kali sampai dengan 16 kali, dimana 1 jam pertemuan setara dengan 50 menit. 2. SPMI mengevaluasi pembelajaran dosen, kegiatan

evaluasi meliputi penyiapan instrument, koordinasi dengan waket I Bidang Pendidikan dan Kaprodi, dan dosen, menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa, menganalisa dan membuat laporan evaluasi kepada Ketua, Waket I , Kaporodi dan Dosen

3. Hasil Laporan evaluasi pekuliahan setiap dosen ditindaklanjuti oleh pejabat terkait di tingkat program studi.

6. Indikator Pelaksanaan Pembelajaran yang konduksif, tenang dan kompetitif 7. Dokumen Terkait 1. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan

2. Standar Isi (Kurikulum), 3. Standar Suasana Akademik, 4. Standar Penilaian,

5. Standar Kompetensi Lulusan,

6. Standar Prasarana dan Sarana,

8. Referensi 1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor

045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang

Standar Nasional Pendidikan.

4. Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Nasional Pendidikan Tinggi.

5. Permenristekdikti nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-PT).

9. Isi Standar Standar Akademik Proses Pembelajaran 1. Tujuan Instruksional

a. Proses pembelajaran harus merupakan proses yang sadar tujuan, baik domain kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

b. Harus dilakukan analisis kebutuhan (need analysis) untuk merumuskan tujuan instruksional.

c. Analisis kebutuhan harus dilakukan bersamaan dengan pihak yang berkepentingan (stake holders) antara lain mahasiswa, orang tua mahasiswa, pemakai lulusan (users), pemerintah, organisasi profesi, dan alumni.

(19)

88

d. Peningkatan kualitas pembelajaran harus dilaksanakan dengan meningkatkan tingkat kompetensi (level of

competence) secara bertahap untuk semua domain.

e. Tujuan pembelajaran (tujuan instruksional) harus dijabarkan sampai pada tataran operasional melalui analisis instruksional.

2. Tahapan Pembelajaran

a. Proses pembelajaran harus dimulai dengan tahap pendahuluan yang mencakup deskripsi ringkas materi kuliah, penjelasan tujuan instruksional dan relevansi bahan ajar.

b. Proses pembelajaran harus diakhiri dengan tes formatif, umpan balik dan tindak lanjut yang penting untuk meningkatkan motivasi mahasiswa.

c. Proses pembelajaran harus menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa bertanggung jawab.

d. Proses pembelajaran harus merancang dan memberikan kegiatan yang merangsang keingin-tahuan (curiosity) mahasiswa.

e. Proses pembelajaran seharusnya memberi umpan balik positif dengan segera atas keberhasilan dan respon yang benar dari mahasiswa.

3. Komponen Pembelajaran

a. Tiga (3) komponen pembelajaran yaitu komponen rutin, komponen pengkayaan dan komponen motivasi harus dilaksanakan secara proporsional.

b. Komponen rutin harus terdiri dari:

1. Uraian penjelasan baik konsep, prinsip maupun prosedur.

2. Memberi contoh-contoh yang aktual relevan dan menarik, termasuk yang bukan contoh (non-example).

3. Merancang/melaksanakan latihan (practice) untuk mahasiswa

c. Komponen pengkayaan (enrichment) seharusnya dilaksanakan dengan menyusun diagram, skema, flow-chart, gambar, peta, kurva, dan sebagainya.

d. Komponen motivasi harus dilaksanakan dalam wujud

munculnya perhatian, relevansi bahan ajar,

menimbulkan percaya diri dan kepuasan di pihak mahasiswa.

e. Proses pembelajaran seharusnya diperkaya melalui lintas kurikulum, hasil hasil penelitian dan penerapannya.

4. Partisipasi Mahasiswa dalam Pembelajaran

a. Mahasiswa harus dibuat aktif untuk memberi respon melalui metode diskusi, simulasi, bermain peran (role

(20)

89

playing) dan penggunaan media slide, kaset audio,

mimbar, dan benda sebenarnya, dsb.

b. Penyampaian kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan menggunakan metoda yang bervariasi seperti diskusi, brainstorming, studi kasus,

role playing, dan demonstrasi.

c. Penyampaian kegiatan belajar mengajar seharusnya menggunakan berbagai media (transparansi, film, videotape, LCD, dsb.)

d. Konsentrasi / Program studi harus menetapkan jumlah optimal mahasiswa per kelas per mata kuliah.

5. Materi Pembelajaran

a. Materi kuliah harus dirinci dalam bagian-bagian kecil mulai dari mata kuliah, pokok bahasan, sub - pokok bahasan, dsb.

b. Penguasaan materi kuliah harus merupakan prasyarat

sebelum mempelajari materi lanjutan dengan

menggunakan cara belajar tuntas (mastery learning). 6. Keterampilan Pembelajaran

a. Kegiatan belajar mengajar harus memahami

pendidikan berwawasan (different abilities), sehingga ada perbedaan perlakuan melalui bimbingan dalam kelas, pemberian tugas, metode instruksional yang tepat, dsb.

b. Proses pembelajaran harus dilengkapi dengan keterampilan bertanya dasar, meliputi: pemberian acuan, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan ke seluruh kelas, pemberian tuntunan.

c. Proses pembelajaran harus perlu keterampilan bertanya lanjut antara penguatan tuntutan kognitif, afektif, dan psikomotorik; pemberian pertanyaan pelacak dan mendorong terjadinya interaksi.

d. Keterampilan pemberian penguatan (reinforcement) harus melalui penguatan verbal, penguatan non-verbal, hangat, antusias, dan bermakna.

e. Proses pembelajaran adalah interaksi sejumlah sistem yaitu tujuan kondisi awal mahasiswa, bahan, metode, dosen, dan evaluasi. Proses pembelajaran harus direncanakan dalam bentuk:

1. Rumusan tujuan instruksional,

2. Garis Besar Program Perkuliahan (GBPP), 3. Recana Pembelajaran Semester (RPS), 4. Kontrak Perkuliahan.

5. Buku Ajar 7. Penilaian Pembelajaran

a. Satuan Kredit Semester (SKS) harus dilaksanakan sepenuhnya, baik unsur tatap muka, tugas terstruktur maupun tugas mandiri.

(21)

90

b. Proses pembelajaran harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitasnya.

c. Komponen dan bobot (weight) penilaian untuk memperoleh nilai akhir (final grade) harus diberitahukan kepada mahasiswa pada kuliah pertama tiap semester.

d. Semua tes sumatif harus mengacu pada tujuan instruksional.

e. Tingkat kompetensi (level of competence) harus ditingkatkan dengan bantuan kisikisi soal.

f. Semua catatan tentang semua tes sumatif harus disusun rapi agar dapat memberi penjelasan kepada mahasiswa yang memerlukan.

g. Semua tes kecil, ujian tengah semester, makalah, tugas-tugas, ujian akhir semester harus diberitahukan penilaian dan komentarnya kepada mahasiswa.

h. Penilaian sumatif harus menggunakan pendekatan kombinasi PAP (Penilaian Acuan Patokan) dan PAN (Penilaian Acuan Normatif)

i. Program studi harus mempunyai suatu kebijakan yang adil, bertanggung jawab dan berkesinambungan teantang evaluasi hasil studi

j. Kebijakan tentang evaluasi hasil studi seharusnya ditinjau secara periodik, didasarkan pada data keberhasilan dan kegagalan / kendala selama pengimplementasian kebijakan sebelumnya dalam rangka mendapatkan kebijakan baru yang lebih adil dan bertanggung jawab.

k. Program studi harus mempunyai program

pembimbingan akademik dan konseling untuk mahasiswa.

l. Program studi harus mempunyai prosedur yang

mengatur tentang mekanisme penyampaian

ketidakpuasan mahasiswa.

10. Lampiran Penataan Proses Pembelajaran, berkenaan dengan Dosen dan mahasiswa serta aspek – aspek yang berkaitan dengan manual proses pembelajaran dapat dilihat dalam lampiran atau butir – butir proses pembelajaran.

(22)

91

BUTIR-BUTIR STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

No. Sub Standar Aspek Butir Standar ( Indikator)

1 Penataan Proses Pembelajaran Penyusunan Kalender Akademik

1. Kalender Akademik memuat tentang kegiatan awal pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, hari efektif kuliah, hari libur nasional, cuti bersama, UTS, UAS, Ujian Praktikum, Ujian Simulasi, penyerahan nilai, pra yudisium, yudisium, wisuda dan hari libur semester. 2. Kalender Akademik disusun oleh BAP,

dirapatkan dengan Kaprodi kemudian disahkan oleh Wakil Ketua I dan diterbitkan SK oleh Ketua.

3. Kalender akademik disebarluaskan ke

konsentrasi / program studi/mahasiswa dan unit – unit serta pemangku kepentingan lainnya. 4. Rapat Persiapan Semester; rapat persiapan

semester dilaksanakan menjelang perkuliahan setiap semester di tingkat Sekolah Tinggi diteruskan ke program studi.

5. Pengisian KRS; dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum perkuliahan berlangsung. 6. Kuliah Perdana; dilaksanakan awal tahun

pelajaran baru di tingkat Sekolah Tinggi dengan pembicara pakar dari dalam dan luar (diutamakan dari dalam Stikom InterStudi). 7. Kuliah Efektif; perkuliahan dilakukan

sebanyak 16 kali pertemuan di dalamnya sudah termasuk UTS dan UAS

8. Ujian Tengah Semester; UTS dilaksanakan setelah perkuliahan berjalan 7 s.d. 8 kali pertemuan, dan evaluasi diberikan dalam bentuk soal lisan / tertulis / praktikum.

9. Ujian Akhir Semester; UAS dilaksanakan setelah perkuliahan berjalan 14 s.d. 15 kali pertemuan, dan evaluasi diberikan dalam bentuk soal lisan / tertulis / praktikum.

10. Penerimaan KHS; Penerimaan KHS oleh mahasiswa dilakukan, setelah nilai akhir terkumpul dari semua dosen, paling lambat 15 hari barulah KHS dikeluarkan dan diserahkan kepada mahasiswa.

11. Rapat Akhir Semester; Rapat akhir semester dilaksanakan di tingkat Sekolah Tinggi, sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran selama satu

(23)

92

semester. Tindak lanjut dari hasil evaluasi akhir semester menjadi bagian dari perbaikan semester berikutnya.

12. Penyusunan Jadwal Kuliah Semester

Berikutnya; Penyusunan jadwal semester dilakukan oleh Ketua Program studi dan

Sekretaris Program Studi, dengan

mempertimbangkan komposisi dosen,

kualifikasi akademik, dengan menggunakan azas pemerataan dan kebersamaan. Selanjutnya jadwal tersebut dirapatkan bersama dengan para dosen, setelah mendapat persetujuan dari Wakil Ketua I.

2 Dosen Kegiatan

mengajar

1. Beban mengajar untuk dosen tetap maksimal 12 sks per semester, sedangkan dosen tidak tetap maksimal 9 sks persemester.

2. Silabus dibuat oleh program studi dengan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), materi, dan referensi selanjutnya diinformasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan.

3. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah setiap awal perkuliahan dengan komponen SK, KD, Materi, Metode, Penilaian, dan referensi yang disahkan oleh Ketua Program Studi dan selanjutnya diinformasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan.

4. Berita Acara Perkuliahan (BAP); Dosen menuliskan materi perkuliahan dan mengecek kehadiran mahasiswa, yang ditandatangani oleh dosen dan mahasiswa. Pada akhir semester BAP dikumpulkan pada Ketua Program Studi sebagai bahan evaluasi kinerja dosen pengampu mata kuliah.

5. Dosen membuat bahan ajar (materi) sesuai dengan RPS, yang diambil dari beberapa buku atau sumber yang relevan.

6. Dosen wajib menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan RPS , yang berbasis ICT.

7. Dosen melakukan evaluasi dengan

menggunakan berbagai teknik penilaian untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Evaluasi terdiri dari tes lisan/ tertulis/praktikum (pilihan ganda, uraian, atau praktik).

Etika Dosen 1. Dosen wajib memakai pakaian yang rapi dan sopan

(24)

93

2. Dalam mengajar dan keseharian dosen harus

mengutamakan sikap yang sopan dan

menggunakan kata-kata yang santun dalam berbicara.

3. Dosen wajib mematuhi etika akademik berupa: a. Tidak meminta sesuatu dari mahasiswa

yang dikaitkan dengan prestasi akademik b. Tidak membantu mahasiswa dalam menuliskan artikel ilmiah, skripsi, atau tugas - tugas lain yang seharusnya dikerjakan oleh mahasiswa secara mandiri.

c. Tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam penentuan prestasi mahasiswa. 4. Dosen wajib memenuhi perkuliahan tatap

muka 100%, apabila berhalangan wajib

memberikan tugas atau mengganti perkuliahan pada waktu yang lain.

5. Memberikan evaluasi serta balikan dengan tepat waktu

6. Dosen disiplin dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan jadwal

7. Memberi contoh keteladanan pada mahasiswa 8. Menghargai mahasiswa yang berprestasi 9. Dosen wajib mematuhi kode etik dosen Stikom

InterStudi Proses

Pembelajaran

1. Dosen melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan kurikulum.

2. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan.

3. Dosen menggunakan strategi pembelajaran yang variatif, kreatif, inovatif, interaktif, dan inspiratif

4. Dosen wajib menggunakan media Teknologi

Informasi dan Komunikasi dalam

pembelajaran.

5. Memberikan tugas dan umpan balik kepada mahasiswa

Evaluasi proses Pembelajaran

1. Evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. 2. Evaluasi hasil pembelajaran dilaksanakan

melalui tugas, UTS, dan UAS.

3. Evaluasi terdiri atas tes lisan/tertulis (pilihan ganda, uraian, atau praktikum).

4. Capaian pembelajaran minimal 85%.

5. Dosen melakukan analisis terhadap soal evaluasi.

(25)

94

6. Penilaian dilaksanakan sesuai dengan jadwal akademik.

7. Mekanisme penilaian matakuliah terdiri dari kehadiran 10%, tugas 15% - 25%, UTS 25%-30%, dan UAS 40% - 50%.

8. Minimal persentase kehadiran dosen tetap dan tidak tetap dalam perkuliahan adalah 95% dari jumlah kehadiran yang direncanakan.

9. Dosen mengoreksi hasil ujian bertempat di kampus pada hari yang ditentukan, dengan imbalan tambahan

3 Mahasiswa Kegiatan

perkuliahan

1. Mahasiswa wajib mengisi KRS dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Terdaftar secara resmi sebagai

mahasiswa.

b. Melakukan konsultasi dengan

pembimbing akademik (PA).

c. Menentukan mata kuliah sesuai dengan indeks prestasi yang diperoleh pada semester sebelumnya.

2. Mahasiswa mulai aktif mengikuti perkuliahan setelah mengisi KRS.

3. Dalam perkuliahan mahasiswa wajib

menyerahkan tugas tepat waktu.

4. Mahasiswa wajib mengikuti mata kuliah praktik lapangan di setiap program studi, seperti berikut:

a. Magang (on the job) b. Kuliah Kerja Nyata (KKN)

5. Semua program perkuliahan/kegiatan akademik wajib terstruktur, terencana dan masuk dalam buku panduan akademik.

6. Kegiatan akademik yang dilaksanakan di luar kampus wajib mendapat izin dari pimpinan. Tugas Akhir 1. Pengajuan tugas akhir / skripsi/ thesis dilakukan

setelah mahasiswa menyelesaikan 70%

matakuliah.

2. Mahasiswa mengajukan judul dan mengusulkan

dosen pembimbing ke program studi

dilanjutkan dengan seminar proposal.

3. Penulisan tugas akhir / skripsi mahasiswa harus sesuai dengan pedoman penulisan tugas akhir/skripsi yang berlaku di Stikom InterStudi 4. Proses penulisan tugas akhir/skripsi harus

melakukan konsultasi dengan dosen

pembimbing minimal 8 kali dibuktikan melalui buku konsultasi bimbingan yang ditandatangani oleh dosen pembimbing.

(26)

95

5. Ujian dilakukan setelah mahasiswa mendapat

persetujuan dari dosen pembimbing,

dilanjutkan dengan mendaftar ke Program Studi 6. Revisi tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi

minimal 14 hari dan maksimal 30 hari, jika pada waktu yang ditentukan tidak menyelesaikan diberi tenggang waktu 2 x 15 hari. Jika setelah diberi perpanjangan waktu yang bersangkutan belum menyelesaikan revisi akhir maka yang bersangkutan wajib mengikuti sidang ulang. Kehadiran

mahasiswa di kelas

1. Mahasiswa wajib hadir 75%, jika berhalangan hadir karena sakit harus menyertakan surat keterangan dari dokter, atau berhalangan hadir

karena suatu keperluan maka harus

menyertakan surat keterangan dari wali. 2. Mahasiswa yang berhalangan hadir karena

mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau kegiatan lain dari Stikom InterStudi harus menunjukkan surat penugasan dari Wakil Ketua III dan mendapat persetujuan Ketua Program Studi

3. Mahasiswa wajib hadir 15 menit sebelum perkuliahan dimulai.

4. Toleransi keterlambatan mengikuti perkuliahan maksimal 15 menit setelah dosen berada dalam kelas/ruang praktikum

(27)

96 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 01SOP/SPMI/C.02

Proses Pembelajaran Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Dosen, Mahasiswa, Sekretariat Revisi :

· MONITORING & EVALUASI 1. Kaprodi Memonitor Laporan Kegiatan Perkuliahan . 2. Mahasiswa menyampaikan masukan langsung maupun tidak langsung.

3. Kaprodi mengevaluasi tingkat kehadiran dosen dalam perkuliahan

4. Evaluasi Perkuliahan oleh LPM

PERSIAPAN

1. Silabus / RPS 2. Daftar Presensi.

3. Formulir Laporan Kegiatan. 4. Bahan Ajar

5. Media Pembelajaran 6. Sarana dan Prasarana

HASIL PEMBELAJARAN Laporan Hasil Akhir Penilaian PELAKSANAAN

A. PEMBELAJARAN 1. Pengisian Presensi oleh Mahasiswa dan Dosen. 2. Interaksi Dosen - Mahasiswa 3. Mengisi Laporan Kegiatan Perkuliahan.

B. EVALUASI

1. Pengisian Presensi oleh Dosen dan Mahasiswa.

2. Mahasiswa mengerjakan Soal 3. Mengisi Laporan Kegiatan Akhir Perkuliahan .

(28)

97 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 02SOP/SPMI/C.02

Perencanaan Pembelajaran Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Seluruh departemen Revisi :

Kegiatan Sekretariat Bag.

Sarana & Prasara na (BPS) Dosen Kaprodi /Kajur Dokumen Waktu

Penjadwalan Kuliah Jadwal Kuliah Jadwal

Kuliah

Pemberitahuan ke Dosen ttg Jadwal Perkuliahan

Jadwal Kuliah Sebelum Perkuliahan

Mempersiapkan RPS dan Bahan Ajar

Bahan Ajar, SAP/RPS dan silabus

Sebelum Perkuliahan

Bahan ajar dan RPS tersusun Bahan Ajar, RPS dan silabus Sebelum Perkuliahan Persetujuan RP Rencana Pembelajaran Semester Sebelum Perkuliahan RPS disetujui Rencana Pembelajaran Semester Sebelum Perkuliahan Permintaan Media Pembelajaran Surat Permohonan Sebelum Perkuliahan Persiapan Sebelum Perkuliahan Form.Permintaan Media,presensi, formulir kegiatan perkuliahan Sebelum Perkuliahan Cek Ketersediaan Media dan sarana & Prasarana

Sebelum Perkuliahan

Peminjaman Media dan Sarana Prasarana ke BSP Sebelum Perkuliahan Persetujuan Peminjaman Sebelum Perkuliahan

Menyediakan Media Sebelum

Perkuliahan

Sebelum Perkuliahan

(29)

98 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 03SOP/SPMI/C.02

Pelaksanaan Pembelajaran Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Seluruh departemen Revisi :

Keterangan Sekretarist Dosen Mahasiswa Dokumen waktu

Ketersediaan Silabus, RPS, Bahan ajar dan Media, Sarana dan Prasarana RPS,Silabus dan Bahan Ajar Pembagian Silabus dan RPS Silabus, RPS dan Bahan Ajar serta buku Referensi Membuat Kesepakatan Kontrak Perkuliahan dalam 1 semester Silabus, RPS dan Bahan Ajar serta buku Referensi Proses Pembelajaran Bahan ajar,

Tugas Kelompok , Tugas Pribadi Penandatanganan

Presensi dan Laporan Kegiatan Perkuliahan oleh Dosen dan Mahasiswa Presensi Laporan Kegiatan Perkuliahan Mengarsip Presensi

dan Laporan Kegiatan Perkuliahan Presensi, Laporan Daftar Perkuliahan Setiap Selesai perkuliahan A C B

(30)

99 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 04SOP/STD/SPMI/C.02

Evaluasi Pembelajaran oleh Dosen Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Dosen, Mahasiswa, Sekretariat Revisi :

Keterangan Sekretariat Dosen Mahasiswa Dokumen Waktu

Melanjutkan Proses Pembelajaran Mempersiapkan Jadwal Ujian oleh Sekretarist dan Soal Ujian Oleh Dosen

Jadwal Ujian dan Soal Ujian

Pertegahan dan Akhir semester Menyiapkan perangkat Ujian berupa penggandaan Soal, Presensi dan berita acara Soal Ujia, Presensi dan Berita Acara Pertegahan dan Akhir semester

Prosesi Evaluasi Soal Ujian,

Presensi dan Berita Acara Pertegahan dan Akhir semester Pengumpulan Dokumen Lembar Jawab, Presensi, Berita Acara Setelah Ujian Berakhir Mengarsip Presensi dan Berita Acara Presensi dan Berita Acara Setelah Ujian Berakhir Menerima Laporan Hasil Penilaian Laporan Penilaian dan Lembar Jawaban yang telah di koreksi Akhir Semester Mengarsip Penilaian B B B

(31)

100 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 05.SOP/SPMI/C.02

Monitoring Pembelajaran Kaprodi dan Mahasiswa Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Kaprodi, Mahasiswa, Sekretariat Revisi :

Kegiatan Sekretariat Dosen Kaprodi Mahasiswa Dokumen Waktu

1. Proses Lanjutan 2. Mahasiswa Memberikan Masukan Satu Semester Kaprodi/Kajur dan Mahasiswa memonitor pelaksanaan Pembelajaran Laporan Kegiatan Perkuliahan dan Presensi

Awal, tengah dan akhir semester

Membuat surat yang berisi masukan

Surat Berisi

masukan Satu semester

Mengirim Surat yang berisi masukan

Surat Berisi

masukan Satu semester

Membuat Laporan Monitoring

Laporan Hasil

Monitori Awal, tengah dan akhir semester Mengarsip

Laporan Monitoring

Laporan Hasil

Monitoring Awal, tengah dan akhir semester Merefleksikan

masukan dari kaprodi

Laporan Hasil

Monitoring Awal, tengah dan akhir semester Memperbaiki Proses Pembelajaran Setelah berefleksi Proses Monitoring selesai C END D A

(32)

101 DOKUMEN LEVEL

STANDAR OPERATING PROCEDURE

KODE : 06SOP/STD/SPMI/C.02

Evaluasi Pembelajaran oleh Kaprodi Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Area : Kaprodi/Kajur, Sekretariat , dosen Revisi :

Kegiatan Sekretariat Dosen Kaprodi/kajur Dokumen Waktu Proses Lanjutan Akhir Semester Kaprodi/Kajur Mengevaluasi : tingkat kehadiran dalam perkuliahan Laporan Kegiatan Perkuliahan dan Presensi Akhir Semester Membuat Laporan Evaluasi

Berisi masukan Akhir Semester

Mengarsip Laporan Evaluasi Laporan Hasil Evaluasi Akhir Semester Merefleksi Hasil Evaluasi Laporan Hasil Evaluasi Akhir Semester Memperbaiki Proses Pembelajaran Laporan Hasil Evaluasi Akhir Semester Proses Monitoring Selesai Laporan Hasil Evaluasi Akhir Semester C A End

(33)

102

Dokumen Level Formulir Kode : 01F/STD/SPMI/C.02

Judul : Silabus Perkuliahan

Di Keluarkan Tgl : 7-12-2017 Area : Mahasiswa, Dosen, Sekretariat Revisi

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

PROGRAM STUDI : ILMU KOMUNIKASI

KONSENTRASI : ---

SKS : ………. Semester : ………. Matakuliah Prasyarat : ……… : ……… Dosen : ……….. I. Standar

Pada bagian ini ditetapkan standar pembelajaran berdasarkan Pedagogi yang meliputi competence, Conscienci dan Compassion. Perumusan standar menunjukkan hal – hal yang dicapai mahasiswa setelah selesai mengikuti perkuliahan sebagai akibat / hasil pembelajaran. Perlu ditekankan bahwa standar bukanlah rumusan tentang apa yang dilakukan dosen, melainkan apa yang diperoleh mahasiswa setelah secara penuh mengikuti perkuliahan.

a. Competence /kompetensi

Melalui matakuliah ini, kemampuan-kemampuan kognitif apa saja yang hendak dicapai?

b. Conscience / Suara hati Melalui matakuliah ini

(34)

103

1. Kepekaan suara hati apa yang akan diasah?

2. Kemampuan-kemampuan menentukan pilihan (discernment) dalam hal apakah yang ingin dikembangkan?

c. Compassion / hasrat bela rasa. Setelah mengikuti matakuliah ini,

1. Kepedulian apa yang perlu atau bisa ditumbuhkan untuk menanggapi persoalan sosial/kemasyarakatan?

2. Keterlibatan mana yang akan dipilih dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan untuk membela martabat kehidupan?

II. Kompetensi Dasar dan Indikator

Pada bagian ini dirumuskan kompetensi-kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa berikut dengan indikatorindikator yang relevan untuk mengukur capaian kompetensikompetensi yang telah dirumuskan. Perumusan kompetensi dasar dilakukan untuk setiap pokok bahasan yang mencakup competence, conscience, dan

compassion.

No. PB Kompetensi Dasar Indikator

1 a. Rumuskan rincian kemampuan dasar yang ingin dicapai dalam aspek competence yang terkait dengan standar di atas.

b. Rumuskan Rincian kemampuan dasar yang ingin dicapai dalam aspek conscience yang terkait dengan standar di atas.

c. Rumuskan Rincian Kemampuan dasar yang ingin dicapai dalam aspek Compassion yang terkait dengan standar kompetensi di atas.

Mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan ………… 2. Membedakan ……….. 3. Menidentifikasikan……. Mahasiswa mampu : 1. Mengidentifikasikan nilai 2… 2. Memilah nilai – nilai ……. 3. Memilih nilai – nilai …….

Mahasiswa mampu :

1. Merumuskan keprihatinan….. 2. Memecahkan masalah ……… 3. Memilih keterlibatan pada….

2 ………. ………

PB = Pokok Bahasan

III. Materi dan Kegiatan Pembelajaran

No. PB Materi Pokok Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran 1 Pokok Bahasan 1:……..

……JP Dalam kolom ini dijelaskan bagaimana siklus Pedagogi yang mencakup Konteks – pengalaman – refleksi – tindakan – evaluasi.

(35)

104

Diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar (dapat di terapkan pada setiap pertemuan atau pokok bahasan tegantung pada kekhasan matakuliah atau subtansi pokok bahasan). Kegiatan tersebut mencakup “ dosen melakukan apa, mahasiswa melakukan apa.”

2 Pokok

bahasan 2: …….

…….JP ……….

IV. Penilaian / Evaluasi

Pada bagian ini diuraikan alat penilaian/evaluasi untuk mengukur ketercapaian standar pembelajaran. Alat ukur ini perlu diketahui secara jelas oleh mahasiswa sejak mereka mulai mengikuti perkuliahan.

a. Jenis penilaian/evaluasi dapat berupa penilaian hasil belajar seperti: UTS, UAS, kuis, tugas, praktikum, dll, dan penilaian proses belajar seperti portfolio atau catatan harian mengenai refleksi mahasiswa atas makna atau nilai yang diperoleh setelah mengikuti perkuliahan. Bentuk penilaian / evaluasi adalah tertulis, lisan atau perbuatan.

b. Penilaian / evaluasi mencakup ketiga aspek competence, conscience, dan

compassion. Bobot penilaian atau evaluasi ketiga aspek tersebut

diserahkan kepada dosen pengampu matakuliah untuk memutuskan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

No. Jenis Evaluasi Bentuk Bobot 1 2 3 4 Total 100 % V. Acuan / Referenasi

Tuliskan acuan / referenasi yang digunakan dalam perkuliahan dengan format :

Nama pengarang . tahuan terbit.judul buku/jurnal/artikel.kota penerbit: nama penerbit.

(36)

105

Dokumen Level Formulir Kode : 02F/STD//SPMI/C.02

Judul : Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Di Keluarkan Tgl : 7-12-2017 Area : Mahasiswa, Dosen,Kaprodi/Konsentrasi , Sekretariat Revisi :

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

(RPS)

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP) adalah penjabaran silabus matakuliah yang berisi identitas matakuliah, standar kompetensi, jadwal pertemuan mingguan, pokok bahasan, kompetensi dasar, indikator, materi, kegiatan pembelajaran (Dosen dan mahasiswa), metode, media, evaluasi, dan referensi. Format RPS disampaikan pada halaman berikut:

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI

MATAKULIAH : .... PRASYARAT : .... PROGRAM STUDI : .... KONSENTRASI :…….. TAHUN AKADEMIK : ..../.... SEMESTER : .... DOSEN : .... Standar Kompetensi:

a. Competence / kompetensi Melalui matakuliah ini, kemampuan - kemampuan kognitif apa saja yang hendak dicapai?

b. Conscience/suara hati Melalui matakuliah ini

(37)

106

2. Kemampuan-kemampuan menentukan pilihan (discernment) dalam hal apakah yang ingin dikembangkan?

c. Compassion/hasrat bela rasa Setelah mengikuti matakuliah ini,

1. Niat-niat apa saja yang dapat ditumbuhkan untuk melibatkan diri dalam menanggapi persoalan kemasyarakatan?

2. Hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan demi meningkatkan martabat hidup sesama.

(38)

107 Minggu Ke Pokok Bahasan Kompetensi Dasar Indikator Materi Kuliah Kegiatan Metode dan Media Evaluasi Referensi Dosen Mahasiswa 3.       

(39)

108

Dokumen Level Formulir Kode : 03F/STD/SPMI/C.02

Judul : Koesioner Evaluasi Proses Pembelajaran

Di Keluarkan Tgl : 7-12-2017 Area : Mahasiswa, Dosen,Kaprodi/Konsentrasi, Sekretariat Revisi :

KUESIONER EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN

No PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6 7

1 Penguasaan Dosen atas materi perkuliahan Tdk menguasai Menguasai

2 Kesempatan mahasiswa berpartisipasi aktif melalui bertanya dan berdiskusi Sedikit Banyak 3 Tanggapan dosen atas pertanyaan mahasiswa tentang materi perkuliahan Kurang Perhatian Banyak perhatian

4 Kesesuaian antara materi yang disampaikan dengan silabus Tidak Sesuai Sesuai

5 Penggunaan metode perkuliahan untuk mencapai tujuan pembelajaran Tidak Sesuai Sesuai 6 Kepedualian dosen atas tingkat pemahaman mahasiswa pada materi perkuliahan Tidak Peduli Peduli

PETUNJUK PENGISIAN : Mohon kesediaan anda untuk mengisi koesioner ini dengan baik guna pengembangan dan perbaikan proses pembelajaran di

Stikom InterStudi. Pilihlah bilangan yang sesuai dengan pilihan anda terhadap pernyataan yang disediakan dengan cara memberikan tanda “ “ pada pernyataan – pernyataan di bawah ini . Pernyataan no. 1 s/d 10 digunakan untuk menentukan Indek Kinerja Dosen dalam pembelajaran. Pernyataaan no. 11 s/d 17 menyangkut partisipasi mahasiswa dan pernyataan no. 18 menyangkut kepuasan mahasiswa atas keseluruhan proses belajar mengajar

(40)

109

7 Kedisiplinan dosen secara umum (kedisiplinan, pengembalia berkas ujian,dll) Tidak Disiplin Disiplin

8 Kemampuan Dosen membangkitkan minat belajar mengajar Tidak Mampu Mampu

9 Dosen telah memberikan PR/Tugas/Kuis dengan frekuensi yang cukup untuk menungkatkan pemahaman materi perkuliahan.

Tidak Setuju Setuju

10 Penilaian dosen atas hasil belajar mahasiswa Tidak Obyektif Obyektif

11 Saya dapat menarik manfaat dari matakuliah ini untuk mengembangkan nilai – nilai kemanusiaan ( misal kejujuran, bela rasa, membedakan baik buruk dll.)

Tidak Setuju Setuju

12 Tingkat pemahaman saya atas materi perkuliahan Tidak memahami Memahami

13 Partisipasi saya dalam perkuliahan Tidak Aktif Aktif

14 Konsentrasi saya dalam perkuliahan Rendah Tinggi

15 Kemauan saya dalam membaca buku referensi atau sumber belajar lain yang relevan Rendah Tinggi 16 Saya telah mengalokasikan waktu yang cukup untuk belajar mandiri dalam rangka

memahami materi mata kuliah ini

Tidak setuju setuju

17 Kedisiplinan saya dalam mengikuti perkuliahan (misal:kehadiran, mengumpulkan tugas)

Tidak disiplin Disiplin

18 Kepuasan saya dalam mengikuti proses belajar mengajar mata kuliah ini Sangat tidak puas Sangat puas

(41)

110

1. Sebutkan hambatan – hambatan apa yang dijumpai dalam pelaksanaan perkuliahan ini ( dosen, mahasiswa, metode pembelajaran, saran – prasarana, dll )

2. Hal – hal baik dari dosen yang perlu di pertahankan dalam perkuliahan ini (tuliskan)

(42)

111 DOKUMEN LEVEL

FORMULIR

KODE : 04F/STD/SPMI/C.02

AMAI PROSES PEMBELAJARAN Tanggal di keluarkan : 7/12/2017 Revisi :

No Pertanyaan / pernyataan Pilihan Jawaban 1 Apakah Program Studi mengharuskan dosen

untuk membuat Silabus dan RPS bagi mata kuliah yang diajarkan persemester ?

a. Tidak b. Ya

2 Berapa persenkah (perkiraan) matakuliah yang dilengkapi dengan Silabus dan RPS ?

a. 10 – 25 % b. 25 – 50 % c. 50 – 75 % d. > 75 % e. Tidak tahu 3 Berapa persen (perkiraan) dari buku teks yang

digunakan / dianjurkan dalam Silabus dan RPS tersedia di perpustakaan ? a. 10 – 25 % b. 25 – 50 % c. 50 – 75 % d. > 75 % e. Tidak tahu 4 Berapa persen (perkiraan) matakuliah yang

dilengkapi dengan diktat / hand out / lecture

notes ? a. 10 – 25 % b. 25 – 50 % c. 50 – 75 % d. > 75 % e. Tidak tahu 5 Berapa persen (perkiraan) dosen yang

menggunakan media pembelajaran (LCD, OHP,dll) a. 10 – 25 % b. 25 – 50 % c. 50 – 75 % d. > 75 % e. Tidak tahu 6 Berapa persen rata – rata tingkat kehadiran

dosen per semester

a. < 75 % b. 75 – 85 % c. 85 – 95 % d. 95 – 100 % e. Tidak terpantau 7 Apabila dosen tidak dapat memberikan kuliah,

apakah dosen memberi kuliah diganti pada hari yang lain atau diganti oleh dosen yang lain ?

a. Tidak b. Ya

(43)

112 8 Apakah Program Studi mengharuskan dosen

mengoreksi dan mengembalikan hasil ujian / kuis / tugas - tugas kepada mahasiswa ?

a. Tidak b. Ya

9 Apakah Program Studi menganjurkan metode pembelajaran student-centered learning (learner oriented)?

a. Tidak b. Ya

10 Apakah Program Studi menganjurkan implementasi pembelajaran berbasis Pedagogi ?

a. Tidak b. Ya

11 Berapa banyaknya dosen prodi yang mengimplementasi kan pembelajaran berbasis Pedagogi ?

12 Apakah Program Studi menganjurkan kepada dosen untuk menyediakan waktu bagi mahasiswa di luar jam perkuliahan untuk diskusi materi matakuliah yang diampu?

a. Tidak b. Ya

13 Apakah ada perhatian khusus bagi mahasiswa yang prestasi akademiknya kurang?

a. Tidak b. Ya 14 Bagaimana proses monitoring kegiatan

perkuliahan (kehadiran dosen dan mahasiswa), penyusunan materi perkuliahan, serta penilaian hasil belajar ?

a. Monitoring kehadiran dilakukan untuk mahasiswa dan dosen dan dievaluasi setiap semester

b. Monitoring kehadiran dilakukan untuk mahasiswa dan dosen namun evaluasinya tidak continue

c. Monitoring kehadiran dilakukan untuk mahasiswa dan dosen, namun tanpa ada evaluasi.

d. Monitoring kehadiran hanya dilakukan untuk mahasiswa, berupa absensi namun tanpa ada evaluasi.

e. Tidak ada mekanisme monitoring kehadiran, baik untuk dosen maupun mahasiswa

15 Bagaimana mekanisme penyusunan materi perkuliahan

a. Materi kuliah disusun oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu, dengan memperhatikan masukan dari dosen lain atau dari pengguna lulusan. b. Materi kuliah disusun oleh kelompok

dosen dalam satu bidang ilmu, dengan memperhatikan masukan dari dosen lain.

(44)

113

c. Materi kuliah disusun oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu. d. Matakuliah hanya disusun oleh dosen

pengajar tanpa melibatkan dosen lain. e. Tidak ada mekanisme monitoring 16 Apakah Program Studi memiliki Prosedur

Penilaian Hasil Belajar mencakup aspek : i. Prosedur penyerahan soal ujian. ii. Prosedur analisis soal ujian iii. Prosedur ujian Tugas Akhir iv. Prosedur penilaian tugas akhir

v. Lainnya vi. ………. i) a. Tidak b. Ya ii) a. Tidak b. Ya iii) a. Tidak b. Ya iv) a. Tidak b. Ya v) a. Tidak b. Ya

17 Apakah Program Studi melakukan uji tingkat kesulitan soal pada ujian akhir semester?

a. Tidak dilakukan b. Kadang – kadang c. Dilakukan 18 Apakah Program Studi melakukan uji

kesahihan (validity) dan kehandalan (reliability) soal ujian?

a. Tidak Dilakukan b. Kadang – kadang c. Dilakukan

19 Apakah Program Studi menginformasikan hasil ujian sisipan (US) dan ujian akhir semester (UAS) ke mahasiswa?

a. Tidak b. Ya

20 Apakah Program Studi telah melakukan evaluasi keberhasilan / kepuasan proses belajar mengajar setiap semester berdasarkan hasil dari SPMI?

a. Tidak, mengapa….. b. Ya

21 Apakah Program Studi mempunyai kebijakan sebagai tindak lanjut hasil evaluasi tersebut ?

a. Tidak, mengapa……. b. Ya

22 Berapa skor rata-rata hasil evaluasi SPMI dalam 3 tahun terakhir? Tuliskan rata-rata 3 tahun dalam kolom sebelah

23 Apakah Program Studi melakukan pengkajian (review) soal ujian oleh teman sejawat?

a. Tidak dilakukan b. Kadang – kadang c. Selalu

24 Berapa Rata-rata banyaknya mahasiswa per dosen Pembimbing Akademik (PA) per semester? a. < 20 b. antara 21 s/d 30 c. antara 31 s/d 40 d. antara 41 s/d 50 e. lebih dari 50

Gambar

Gambar Proses Pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

(1) Sistem penjaminan mutu STIKOM InterStudi dilakukan baik dalam bidang akademik (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) maupun dalam bidang

Materi yang disusun oleh peneliti berdasarkan acuan RPS (Rencana Perkuliahan Semester) pada mata kuliah Elektronika Dasar 1, berdasarkan hal tersebut materi yang

Agar kerjasama dalam berbagai bidang yang dilakukan perguruan tinggi dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri dapat terlaksana tanpa melanggar

Kemampuan Peneliti wajib memiliki penguasaan metodologi penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek penelitian, serta tingkat kerumitan dan tingkat kedalaman

a) Menyusun kurikulum KKNI dan Rencana Pembelajaran per Semester (RPS) untuk setiap mata kuliah. b) Menyelenggarakan program pembelajaran sesuai standar isi,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada Rencana Pembelajaran Semester yang telah disusun oleh Tim Dosen Pengampu Mata Kuliah.. RPP dibuat dalam 14 kali tatap

Proses pembelajaran di setiap mata kuliah dilaksanakan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan memiliki karakter interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual,

Perkuliahan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial bersama dengan dosen pengampu mata kuliah