PARTIKEL ‘GA’ DI DALAM NOVEL
KITCHEN KARYA YOSHIMOTO BANANA
Naomi Natalia
Jl. Petamburan 4 no. 8, Jakarta Pusat, +6282110340200, [email protected] Prof. Dr. Sheddy Nagara Tjandra, M.A
ABSTRAK
Seiring dengan dengan berkembangnya jaman, banyak orang berlomba-lomba mempelajari bahasa yang digunakan secara internasional. Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang paling diminati oleh para pembelajar bahasa. Di dalam tatabahasa Jepang, ada sebuah kata yang disebut dengan joshi. Joshi adalah partikel dalam bahasa Jepang yang digunakan dalam penyusunan sebuah kalimat. Pembentukan joshi dibagi menjadi 5 jenis yaitu kakujoshi, setsuzokujoshi, teidaijoshi, toritatejoshi, dan shuujoshi. Masing-masing klasifikasi joshi mempunyai fungsi partikel yang hamper mirip sehingga sulit dibedakan. Di dalam novel “Kitchen” karya Yoshimoto Banana terdapat banyak partikel yang memiliki fungsi masing-masing, salah satunya partikel “ga”. Partikel “ga” terdapat dalam 3 klasifikasi joshi yaitu,
kakujoshi, setsuzokujoshi, dan shuujoshi. Fungsi partikel “ga” pada kakujoshi yaitu sebagai penunjuk
subjek. Fungsi partikel “ga” yaitu sebagai penghubung antar 2 kalimat. Dan sungsi partikel “ga” pada shuujoshi yaitu dipakai pada akhir kalimat. Di dalam novel “Kitchen” bagian pertama, terdapat 35 partikel “ga” yang termasuk dalam klasifikasi kakujoshi, 1 partikel “ga” yang termasuk klasifikasi setsuzokujoshi, dan 1 partikel “ga” yang termasuk dalam klasifikasi shuujoshi.
Kata kunci : joshi, kakujoshi, setsuzokujoshi, shuujoshi, Kitchen.
PENDAHULUAN
Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Karena itu jika kita berbicara tentang kapan lahirnya sebuah bahasa, maka jawabannya adalah sejak manusia ada. Meski tidak diketahui dengan pasti kapan asal mula dari bahasa. Tetapi, ada teori yang berasumsi bahwa bahasa adalah sifat manusia yang muncul secara tiba-tiba sejak jaman purba kala. Seorang linguis dan filsuf bernama Noam
aneh, dan menyebabkan reorganisasi pada otak, menanam sebuah organ bahasa dalam otak primata."
Hampir tidak dapat percaya bahwa ada manusia yang hidup tanpa menggunakan bahasa. Itu berarti bahwa sejak manusia ada, bahasa diperlukan untuk berkomunikasi. Dengan kata lain bahasa ada atau diciptakan untuk membantu kehidupan manusia dalam berkomunikasi khususnya. Dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia untuk bersosialisasi satu sama lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989), definisi dari bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer (sewenang-wenang), yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Kajian ilmiah terhadap bahasa itu sendiri disebut linguistik. Ilmu linguistik digolongkan pada kognitif (kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu), psikologi (bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah), dan antropologi (cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu).
Bahasa pun berkembang mengikuti perkembangan jaman. Sekarang ini, kita dapat menjumpai beragam bahasa dan tipe bahasa. Tipe-tipe dari bahasa antara lain : aglutinatif, akusatif, bahasa ibu, baku,
asing, jurnalitis, isyarat, inkorporatif, dan lain sebagainya.
Suatu tata bahasa yang baik dan benar mutlak diperlukan dan tentunya menjadi kunci dalam penyampaian informasi atau gagasan yang akan kita kemukakan agar lebih mudah dipahami. Karena dalam suatu bahasa terdiri dari frase, klausa, anak kalimat hingga kelas kata. Di dalam suatu bahasa tentunya terdapat kalimat-kalimat yang mengandung makna untuk mengungkapkan isi dari percakapan yang dilakukan. Dan didalam sebuah kalimat ada sejenis kata yang disebut partikel. Partikel atau kata tugas adalah kelas kata yang hanya memiliki arti gramatikal dan tidak mempunyai arti leksikal.
Dalam sebuah bahasa, kalimat tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa ada partikel didalamnya. Begitu pula dengan partikel yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa berada dalam sebuah kalimat. Dalam setiap bahasa manapun, partikel memiliki berbagai macam jenis dan fungsi. Contohnya dalam bahasa Indonesia ada partikel yang berfungsi sebagai penegas yaitu : kah, lah, tah dan pun. Fungsi dari partikel penegas lah bisa bermacam-macam. Contohnya saja sebagai penegas predikat baik dalam kalimat perintah, berita, permintaan, maupun harapan. Seperti misalnya dalam kalimat :
“Bacalah dengan seksama!”
“Pergilah dengan segera!”
Di dalam kedua kalimat tersebut, partikel lah berfungsi sebagai penegas perintah. Dalam bahasa Mandarin, partikel yang umum adalah de (的), yang melekat baik pada verba maupun adjektiva. Contoh,
chī (makan) menjadi chīde (yang dimakan).
Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini semakin banyak orang yang tertarik belajar bahasa asing, terutama bahasa-bahasa yang digunakan secara internasional. Bahasa Jepang termasuk salah satu bahasa yang paling diminati, dikarenakan negara Jepang saat ini memiliki peranan penting dalam perekonomian dunia. Tatabahasa bahasa Jepang bukanlah yang mudah untuk dipelajari. Dalam tatabahasa bahasa Jepang terdapat joshi atau partikel. Banyaknya joshi dalam tatabahasa seringkali membuat para pembelajar bahasa Jepang mengalami kesulitan dalam memahami bahasa tersebut. Perumusan masalah dalam skripsi ini ialah, penulis akan menganalisis fungsi atau makna dari partikel ‘ga’ sebagai kakujoshi「格助詞」、setsuzokujoshi 「接続助詞」、dan shuujoshi 「終助詞」dalam novel
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melakukan library
research. Memilih novel yang dipakai sebagai korpus data, lalu melakukan penelitian berdasarkan teori
yang dikemukakan tokoh.
HASIL DAN BAHASAN
Joshi atau partikel digunakan dalam penyusunan sebuah kalimat dalam bahasa Jepang. Masuoka dan
Takubo (2000:49), mengemukakan definisi dari joshi yaitu:
名詞に接続して補足語や主題を作る動きをするもの、語と語、節と節 を接続する動きをするもの、等を一括して「助詞」という。助詞は文 を組み立てにおける動きの違いによって主として、「格助詞」、「提 題助詞」、「取り立て助詞」、「接続助詞」、「終助詞」、等に分か れる。 Terjemahan :
Joshi adalah partikel yang menghubungkan antara kalimat, kata, kata benda sebagai kalimat
tambahan ataupun subjek utama. Pembagian joshi berdasarkan perbedaan penyusunan kalimat dibagi menjadi kakujoshi, teidaijoshi, toritatejoshi, setsuzokujoshi dan shujoshi.
Joshi dipakai setelah kata ataupun antara kata dengan kata untuk menunjukkan hubungan
antara kata tersebut dengan kata lain serta untuk menambah arti dari kata tersebut agar menjadi lebih jelas.
Masuoka dan Takubo juga menjabarkan joshi tersebut, yaitu:
1. Kakujoshi (格助詞) adalah joshi yang pada umumnya dipakai setelah nomina untuk menunjukan
hubungan antara nomina tersebut dengan kata lain. Joshi yang
termasuk dalam kelompok ini adalah ga, o, ni, kara, to, de, e, made, dan yori. Contoh: 鈴木さんが街で旧友に会った。
Terjemahan: Suzuki bertemu dengan teman lama di jalan.
2. Setsuzokujoshi (接続助詞) adalah joshi yang dipakai setelah yogen atau setelah jodoshi untuk
melanjutkan kata yang ada sebelumnya terhadap kata-kata yang ada pada bagian berikutnya.
Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah ba,
to, keredo, keredomo, ga, kara, shi, temo, te, nagara, tsutsu, tari, noni, node, dan
lainnya.
Contoh: 用事はすぐ終わりますから、ここで待っていてください。 Terjemahan: Pekerjaan saya akan segera selesai, silakan tunggu di sini.
3. Teidaijoshi ( 提題助詞 ) adalah joshi yang pada umumnya dipakai untuk menunjuk pada subjek
utama. Pada umumnya, subjek utama dibentuk dari kata benda dan teidaijoshi. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah wa, nara, tte, dan ttara.
Contoh: 日本では、土地の値上がりが深刻化している。 Terjemahan: Di Jepang, harga tanah semakin meningkat.
4. Toritatejoshi (取り立て助詞) adalah joshi yang pada umumnya dipakai di depan ataupun di
belakang kakujoshi. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah wa, mo, sae, demo, sura,
date, made, dake, bakari, nomi, shika, koso, nado, nanka, nante, dan kurai.
Contoh: 花子からも返事がなかった。 Terjemahan: Tidak ada balasan dari Hanako.
終助詞) adalah joshi yang pada umumnya dipakai setelah berbagai macam kata benda
pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan suatu pernyataan, larangan, seruan, rasa haru, dll.
Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah sa (menyatakan keputusan), ga, ka, kai, kana, kashira (menyatakan keraguan), ne, na (menyatakan persetujuan), yo, zo, ze (menyatakan
pemberitahuan), naa, wa (menyatakan perasaan), kke (menyatakan pemastian ingatan), dan lainnya.
Contoh: 財布が落ちましたよ。 Terjemahan: Dompet anda jatuh loh.
Menurut Masuoka dan Takubo (2000), definisi dari kakujoshi (格助詞)adalah :
細く語が術語に対してどのような関係にあるかを表す助詞を、「格助詞」という。
Terjemahan:
Partikel atau kata penghubung yang menunjukkan hubungan terhadap predikat dengan kata pelengkap disebut kakujoshi.
Masuoka dan Takubo (2000:51), menjelaskan perngertian dari setsuzokujoshi, yaitu: 1. 語と語、節と節を接続する助詞を、「接続助詞」と呼ぶ。
Terjemahan:
“Partikel yang menghubungkan kalimat dan kalimat, kata dengan kata, disebut sebagai
setsuzokujoshi.
Menurut Masuoka dan Takubo, shuujoshi adalah:
終助詞は文末に現れる助詞まで、述語の基本形、タ形、等に接続する。
Terjemahan:
Shuujoshi adalah partikel yang diletakkan pada akhir kalimat dan berfungsi untuk
menghubungkan predikat bentuk dasar (kihon-kei) dengan bentuk lampau (ta-kei).
Masuoka dan Takubo juga mengungkapkan :
終助詞には断定を表す「さ」、疑問文を表す「か、かしら」、確認同意を表す 「ね、な」、知らせを表す「よ、ぞ、ぜ」、感嘆を表す「なあ、わ」、記憶の を確認を表す「っけ」、禁止を表す「な」。
Terjemahan :
Di dalam shuujoshi terdapat kata yang menunjukkan kesimpulan (sa), pertanyaan (ka, kashira), penegasan (ne, na), pemberitahuan atau konfirmasi (yo, ze, zo), penegasan terhadap ingatan atau konfirmasi (kke), dan larangan yaitu (na).
Dalam novel “Kitchen” karya Yoshimoto Banana terdapat 3 klasifikasi partikel ‘ga’, yaitu kakujoshi
「格助詞」、setsuzokujoshi 「接続助詞」、dan shuujoshi 「終助詞」. Partikel ‘ga’ yang termasuk
dalam klasifikasi kakujoshi 「格助詞」yaitu: 1. Sebagai penunjuk keberadaan
2. Sebagai penunjuk subjek dari anak kalimat 3. Sebagai penunjuk subjek dari verba intransitif 4. Sebagai penunjuk subjek yang baru
6. Sebagai penunjuk objek dari nomina ketangkasan 7. Sebagai penunjuk objek verba dari adjektiva emosi
Partikel ‘ga’ yang termasuk klasifikasi setsuzokujoshi 「接続助詞」yaitu: Dipakai di antara dua anak kalimat
Partikel ‘ga’ yang termasuk klasifikasi shuujoshi 「終助詞」yaitu: Dipakai di akhir kalimat
Tabel 4.4
Tabel Penggunaan Fungsi Partikel ‘Ga’
Yang Termasuk Dalam Klasifikasi Kakujoshi 「格助詞」「格助詞」「格助詞」「格助詞」 Fungsi Partikel Jumlah Menunjukkan keberadaan
(dipakai dengan verba seperti ある、ございます、いる、いある、ございます、いる、いある、ございます、いる、いある、ございます、いる、い らしゃる
らしゃる らしゃる らしゃる)
5
Menunjukkan subjek dari predikat 20
Menunjukkan subjek dari verba intransitive 3
Menunjukkan suatu subjek yang baru, seperti halnya memperkenalkan seseorang
1
Dipakai sebagai kata interogatif dalam pertanyaan. 1
Menunjukkan subjek dari anak kalimat Tidak ditemukan
Menunjukkan subjek dalam anak kalimat yang berakhiran dengan かか かか
Tidak ditemukan
Menunjukkan subjek dalam anak kalimat penghubung atau anak kalimat pengandaian apabila ia berbeda dari anak kalimat utama
Tidak ditemukan
Menunjukkan objek dari nomina ketangkasan (できる、わかる、できる、わかる、できる、わかる、できる、わかる、dll)
3
Menunjukkan objek dari verba sensasi (みえる、きこえるみえる、きこえるみえる、きこえるみえる、きこえる)
Tidak ditemukan
Menunjukkan objek verba dan adjektiva keperluan (ひつようだ、いるひつようだ、いるひつようだ、いるひつようだ、いる)
Tidak ditemukan
Menunjukkan objek dari adjektiva keinginan (ほしい、たいほしい、たいほしい、たいほしい、たい)
Tidak ditemukan
Menunjukkan objek verba dan adjektiva emosi
(好きだ、嫌いだ、うれしい、かなしい、こわい、しんぱい好きだ、嫌いだ、うれしい、かなしい、こわい、しんぱい好きだ、嫌いだ、うれしい、かなしい、こわい、しんぱい好きだ、嫌いだ、うれしい、かなしい、こわい、しんぱい する、 する、 する、 する、dll) 2
Menunjukkan objek dari adjektiva kemampuan (上手な、へたな、とくいな、きような、上手な、へたな、とくいな、きような、上手な、へたな、とくいな、きような、上手な、へたな、とくいな、きような、dll)
Tabel Penggunaan Fungsi Partikel ‘Ga’
Yang Termasuk Dalam Klasifikasi Setsuzokujoshi「接続助詞」「接続助詞」「接続助詞」「接続助詞」 Fungsi Partikel Jumlah Dipakai antara dua klausa untuk menunjukkan dua anak
kalimat itu berlawanan dalam pengertian; “tetapi, walaupun”
Tidak ditemukan
Menunjukkan dua pemberian subjek yang mempunyai dua perbedaan derajat: “tetapi, walaupun”
Tidak ditemukan
Menghubungkan antara dua klausa tanpa memakai lawan kata
1
Menunjukkan suatu tanda permulaan Tidak ditemukan
Tabel 4.6
Tabel Penggunaan Fungsi Partikel ‘Ga’
Yang Termasuk Dalam Klasifikasi Shuujoshi 「終助詞」「終助詞」「終助詞」「終助詞」 Fungsi Partikel Jumlah
Dipakai pada akhirkalimat 1
Apabila dipakai pada akhir kalimat atau akhir klausa danndidahului oleh といい、といい、menunjukkan pembicara ingin といい、といい、 sesuatu yang dinyatakan benar-benar terjadi
Tidak ditemukan
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis, penulis menarik kesimpulan bahwa di dalam novel Kitchen bagian pertama, terdapat 3 klasifikasi joshi, yaitu kakujoshi yaitu sebanyak 35 buah kalimat,
setsuzokujoshi sebanyak 1 buah kalimat, dan shuujoshi sebanyak 1 buah kalimat. Apabila para pembelajar
ingin meneliti lebih lanjut mengenai partikel lain seperti partikel ‘noni’, ‘kara’, ‘mo’, dan lain sebagainya penulis menyarankan untuk meneliti fungsi partikel lain tersebut yang terdapat dalam korpus data lain seperti komik ataupun lirik lagu.
REFERENSI
Alwi, Hasan, Anton M. Moeliono. et al. (2003). Tata Bahasa Baku Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Chino, Naoko. (1993). Partikel Penting Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Dahidi, Ahmad dan Sudjianto. (2004). Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc. Dra. Sukini, M.Pd. (2010). Sintaksis: Sebuah Panduan Sintaksis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Isao, Iori, Shino Takanashi, et al. (2000). Nihongo Bunpo Handobukku. Japan: 3A Corporation. Kawashima, A. (1992). Particle Plus. Tokyo: Harcourt Brace Jovanovich Japan.
Kokugo Gaku Daijiten. (1987). Setsuzokujoshi.
Masuoka dan Takubo. (2000). 日本語セルフマスターシリーズ3格助詞. Tokyo.
Sudjianto. (2000). Gramatika Bahasa Jepang Modern – Seri B. Jakarta: Kesaint Blanc. Sutedi, Dedi. (2003). Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora. T. Chandra. (2009). Nihongo no Joshi: Partikel Bahasa Jepang. Jakarta: Evergreen Japanese.
RIWAYAT PENULIS
Naomi Natalia lahir di kota Jakarta pada 2 Desember 1989. Penulis aktif di Yayasan Kasih Cendrawasih sebagai sekretariat.