• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA QORI WAHYUNINGSIH FARMASI’13

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA QORI WAHYUNINGSIH FARMASI’13"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Andersen, Q. M., and Markham, K. R. 2006.Flavonoids.Chemistry, Biochemistry, and Applications.Boca. Raton, FL: CRC Press, Taylor & Francis.

Arung ET, kusuma IW, Iskandar YM. Yasutake S. Shimizu K. Kondo R. 2006.Screening of Indonesian plants for tyrosinase inhibitory activity. Journal Wood Science 51:520-525.

Backer, CA and Bakkuizen v/d Brink RC Jr. 1963.Flora of Java vol 1. Wolter-Noordhoff NV. Groningen. P:2.

Balsam, M.S. and Sagarin, E., 1972.Cosmetics Science and Technology, 2 nded, Vol. 3, John Wiley and Sons, New York.

Batubara I, Darusman LK, Mitsunaga T, Rahmniwati M, Djauhari E.2010.

Potency of Indonesia medicinal plants as tyrosinase inhibitors and

antioxidant agent. Journal of Biologi Science, 10 :138- 144.

BPOM. 2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia Volume I. Jakarta : BPOM RI.

Chang T, Ding HY, Tai SSK, Wu CY. 2007. Mushroom tyrosinase inhibitory effects of isoflavones isolated from soygerm koji fermented with

Aspergillus oryzae BCRC 32288. Journal of Food chemistry. 105: 1430-1438.

Chang T. 2009. An updated review of tyrosinase inhibitor. International Journal of molecular science: 2440- 2476.

Depkes, RI. 1979. Farmakope Indonesia ed III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes, RI. 1986. Sediaan Galenika. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

(2)

Depkes RI.2000.Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I).Jilid I. Jakarta : Departemen Kesehatan RI dan Kesejahteraan Sosial RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Halaman 131-132.

Depkes, RI. 2006. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (VI). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tawangmangu.

Food and Drug Administration (FDA). 2003.Guidance for Industry Photosafety Testing, Pharmacology Toxycology Coordinating Committee in the Centre for Drug Evaluation and Research (CDER) at the FDA.

Gennaro, RA., 1995. Remington‟s : Practice of Pharmacy. Nineteenth edition Vol II.Pennsylvania : Mack Publishing Company Easton.

Germano, M.P., Cacciola, F., Donato, P., Dugo, P., Certo, G., D‟Angelo, V., et al., 2012., Betula pendula leaves :polyphenolic characterization and potential innovative usi in skin whitening products, Fitoterapia. 83:877-882.

Harborne.1987.Metode Fitokimia Penuntuk Cara Modern MenganalisisTumbuhan. Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: ITB Press.

Hill, MG. 2010. Specialty Board Review Dermatology.

Katzung, G.B. 1995. Basic and Clinical Pharmacology, a lange medical book.

Prentice-Hall International, USA.

Kim, Y. J., K.J. Kyung, J.H. Lee., and H. Y. Chung. (2004). “4-4‟ -Dihydroxybiphenyl as a New Potent Tyrosinase Inhibitor”. J. Biol. Pharm. Bull. 28 (2) 323-327.

Kubo, I., Ikuyo, KH., Ken, IN., Frida, S., Midori, T., Jose, S., et al., 2003.

Tyrosinase Inhibitors From Galls of Rhus javanica Leaves and Their

Effects on Insects. Naturforsch 719-725.

Lachman, Leon, dkkl. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri II (terjemahan ) Siti suyatmi.Edisi ketiga. Jakarta: UI Press.

Likhitwitayawuid.K. 2008.Stilbenes with tyrosinase inhibitor activity.Current Science, 94: 44- 52.

(3)

Marliana, Soerya dewi, Venty Suryanti, dan Suyono.2005.Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam

(Sechium edule Jacq.Swatrz.)dalam ekstrak etanol. Biofarmasi 3(1): 26-31.

Miyazawa, M. and Naotaka T., 2007. Inhibitory Compound of Tyrosinase Activity from the Sprout of Polygonum hydropiper L. (Benitade). Biol. Pharm.Bull.30(3) 595-597.

Mus. 2008.Informasi Spesies Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). http://www.plantamor.com. Diakses 15 Desember 2012.

Octavia,D. R. 2009. Uji Aktivitas Penangkap Radikal ekstrak petroleum Eter, Etil Asetat dan Etanol Daun binahong (anredera cordifolia(Tenore) Steen)

dengan Metode DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrazil).Skripsi Sarjana pada fakultas farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pink A. 2004.Gardening for the Million. Project Gutenberg Literary Archive Foundation.http://www.gutenberg.org. Diakses 10 Desember 2012.

Rahayu, Elvi. 2012. Aktivitas Gabungan Ekstrak Bakau (Rhizophora apiculata), Alamanda (Allamanda schottii), Dan Binahong (Anredera cordifolia)

Terhadap Enzim Tirosinase. Skripsi Sarjana pada fakultas farmasi Institut Pertanian Bogor.Diakses 12 Juni 2012.

Rochani, N. 2009. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia(Tenore) Steen) Terhadap Candida albicans serta skrining fitokimiannya. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surakarta : Fakultas Farmasi UMS Surakarta.

Rowe RC, Paul JS dan Paul JW. 2003. Handbook of Pharmaceutical Excipients,4thedition. London: Chicago Pharmaceutical Press.

Sembrook, J and David, WR., 2001. Molecular Cloning edisi III. New York. Cold Spring Harbor laboratory Press.

(4)

ATCC 11229 Serta Skrining Fitokimianya. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surakarta :Fakultas Farmasi UMS Surakarta.

Seymour, M.B. 1975. Medicated application, Remington‟s Pharmaceutical hal 295-296, (1523).

Susetya Darma,S.P. 2011. Khasiat & Manfaat Daun Ajaib Binahong. Yogjakarta: Penerbit Pustaka Baru Press.

Voigt, R.1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Ed-5. Noerono Soendani, penerjemah. Samhoedi Raksohadiprojo, editor. Yogyakarta: Gajah Mada Press. Terjemahan dari Lehburch Der Pharmazeutischen Technologie.hlm: 314-316.

Winarsi H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal bebas Potensi dan Aplikasinya Dalam Kesehatan. Yogjakarta: Penerbit Kanisius.

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

Lampiran 4. Hasil aktivitas penghambatan tirosinase

Keterangan :

 Absorbansi kontrol (-) Absorbansi +

enzim

Absorbansi – enzim 1A, 1B, 1C 1D, 1E, 1F

 Absorbansi Hidroquinon (kontrol positif)

Konsentrasi Absorbansi + enzim

Absorbansi - enzim 1,375 1G, 1H, 2A 2B, 2C, 2D

2,75 2E, 2F, 2G 2H, 3A, 3B 5,5 3C, 3D, 3E 3F, 3G, 3H

11 4A, 4B, 4C 4D, 4E, 4F

(11)

Lampiran 5.Perhitungan pembuatan buffer fosfat pH 6,8

Jadi, membuat larutan .2 O 1 M dengan cara menimbang 17,80 g .2 O dan melarutkannya dengan aquabides 100 mL.

b. Pembuatan larutan . O 1 M

(12)

c. Pembuatan buffer fosfat 0,1 M pH 6,8

Pembuatan buffer fosfat 0,1 M pH 6,8 dengan mengambil sebanyak 46,3 mL larutan .2 O 1 M dilarutkan dengan larutan . O 1 M sebanyak 53,7 mL lalu diukur hingga pH 6,8.

d. Pembuatan buffer fosfat 0,02 M pH 6,8

Pembuatan buffer fosfat 0,02 M pH 6,8 dengan melakukan pengenceran dari larutan buffer fosfat 0,1 M pH 6,8.

M1 x V1 = M2 x V2

0,1M x V1 = 0,02 M x 100 mL 0,1M x V1 = 0,02 M x 100 mL V1 =

V1 = 20 mL

(13)

Lampiran 6. Perhitungan pembuatan larutan L-DOPA

BM L-DOPA = 197, 19 g/mol

a. Pembuatan larutan L-DOPA 5 mM M = larutan buffer fosfat 0,02 M pH 6,8.

b. Pembuatan larutan L-DOPA 0,85 mM M1 x V1 = M2 x V2

5 x V1 = 0,85 x 10 5 V1 = 8,5 V1 =

V1 = 1,7 mL

(14)

Tabel 3.Hidroquinon (Kontrol positif)

Konsentrasi Replikasi Absorbansi + Enzim Absorbansi – Enzim

1,375 I 0,188 0,034

Replikasi Absorbansi +Enzim Absorbansi -Enzim

I 0,232 0,033

II 0,225 0,034

III 0,222 0,035

Tabel 5. Ekstrak daun binahong

(15)

Lampiran 7. Perhitungan persentase inhibisi

Rumus = [ ( A B) (C D)] x 100%. A B

Keterangan: A = Absorbansi larutan tanpa sampel + enzim B = Absorbansi larutan tanpa sampel tanpa enzim C = Absorbansi larutan sampel + enzim

D = Absorbansi larutan sampel tanpa enzim

 Perhitungan persentase inhibisi hidroquinon 1. Konsentrasi 1,375 ppm

R1 = [ (0,222 0,034) – (0,188 0,034) ] x 100%

2. Konsentrasi 2,75 ppm

R1 = [ (0,222 0,034) – (0,168 0,033) ] x 100% 0,222 0,034

(16)
(17)

R2 = [ (0,225 0,034) – (0,155 0,034) ] x 100%

 Perhitungan persentase inhibisi ekstrak daun binahong 1. Konsentrasi 50 ppm

R1 = [ (0,222 0,033) – (0,140 0,040) ] x 100% 0,222 0,034

(18)

R2 = [ (0,225 0,033) – (0,147 0,040) ] x 100%

2. Konsentrasi 100 ppm

R1 = [ (0,222 0,033) – (0,149 0,051) ] x 100%

3. Konsentrasi 200 ppm

R1 = [ (0,222 0,033) – (0,176 0,071) ] x 100% 0,222 0,033

(19)

R2 = [ (0,225 0,033) – (0,182 0,071) ] x 100%

4. Konsentrasi 400 ppm

R1 = [ (0,222 0,033) – (0,220 0,123) ] x 100%

5. Konsentrasi 800 ppm

R1 = [ (0,222 0,033) – (0,353 0,289) ] x 100% 0,222 0,033

(20)

R2 = [ (0,225 0,033) – (0,356 0,259) ] x 100% 0,225 0,033

= (0,192 – 0,097) x100% = 49,479 % 0,192

R3 = [ (0,232 0,033) – (0,367 0,259) ] x 100% 0,232 0,033

= (0,199 – 0,108) x100% = 45,728 % 0,199

(21)

Lampiran 8. Gambar pelaksanaan penelitian

A. Pengambilan daun binahong B. Simplisia basah

C. Proses pengeringan D. Simplisia kering daun binahong

E. Serbuk daun binahong F. Proses maserasi

(22)

Lampiran 9.Uji aktivitas penghambatan tirosinase

A. Seri konsentrasi sampel B. Seri konsentrasi kontrol positif

(23)

Lampiran 10. Identifikasi kandungan senyawa

(24)

Lampiran 11. Gambar hasil pengamatan kromatografi lapis tipis ekstrak etil asetat daun binahong

A.

A. Identifikasi Flavonoid B.Identifikasi Tanin (UV366nm) (UV 366nm)

(25)

Lampiran 12. Alat dan bahan

1. Alat- alat gelas 2. Neraca Analitik

3. PH meter (Metrohm) 4. Microplate reader

Gambar

Tabel 4.Kontrol negatif

Referensi

Dokumen terkait

Dari gambar terlihat bahwa koefisien adhesi terbesar terjadi justru pada saat roda belum Lock, yaitu pada kondisi roda Skid sekitar 20%, hal itu menandakan bahwa jika pada

Bahan baku umbi ganyong (Canna edulis) dapat menghasilkan soun yang mempunyai kualitas zat gizi tidak berbeda atau lebih baik bila dibandingkan dengan syarat mutu soun/bihun Standar

Besar kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar!. tersebut, dengan syarat suhu

Sedangkan competitor based criteria terdiri atas 5 atribut yaitu product quality premium,fast new product development, competitive price, variety design dan fast

Dapat menjadi masukan dan informasi bagi BMT mengenai bagaimana pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap pendapatan, sehingga BMT dapat mengetahui sampai sejauh mana

Status gizi di SD Negeri 30 Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2010 meskipun lebih banyak keluarga yang mempunyai tingkat ekonomi tinggi tetapi masih ada keluarga

Hasil penelitian menunjukan niai signifikansi 0,037 ≤ 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara teknik windmill dan windmill jumping terhadap akurasi

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Februari 2013 hingga Juni 2013 secara payung ini ialah interaksi keluarga dalam keluarga ibu bekerja dan