• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ananda Rizki Imam Naufal,Jl. Tajung Duren Timur 5 No 27. Jakarta Barat,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ananda Rizki Imam Naufal,Jl. Tajung Duren Timur 5 No 27. Jakarta Barat,"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI SISTEM INFORMASI PEMBELIAN PADA PT. POINT

BREAK INDONESIA

Ananda Rizki Imam Naufal,Jl. Tajung Duren Timur 5 No 27

Jakarta Barat,

[email protected]

, 085719931010

Hardi, Jl. Rambutan barat xi No. 9 , [email protected] ,

083865287778

Rahmad Riaddi , Jl. Jelambar Utama 3 No 27

Jakarta Barat , 082111885004 ,

[email protected]

Abstrak

TUJUAN PENELITIAN, melakukan pengevaluasian pada sistem informasi pembelian pada PT.Point Break Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja sehingga bisa memberikan solusi jika terjadi kesalahan dalam sistem informasi

METODE EVALUASI yang digunakan adalah kualitatif. Proses evaluasi menggunakan kerangka kerja penilaian Maturity Level COBIT 4.1 pada 2 bagian yaitu pembelian, dan IT. kami mengambil 2 responden dari divisi terkait yaitu ke Supervisor dan staf.

ANALISIS yang ditemukan menggunakan metodologi penilaian maturity level COBIT 4.1 menunjukan saat ini pembelian PT. Point Break Indonesia telah mencapai level 2 pada prosesnya

HASIL YANG DICAPAI PT.Point Break Indonesia sudah memiliki pola untuk mengelola proses yang terkait pada sistem informasi pembelian

KESIMPULAN Dari hasil evaluasi pada PT.Point Break Indonesia dengan menggunakan metode COBIT 4.1 belum memiliki perencanaan infrastruktur teknologi,rekomendasi jika terjadi kesalahan,dan belum adanya keamanan pengelolaan pada sistem informasi pembelian.

(2)

Abstract

RESEARCH OBJECTIVES, make evaluating the purchase of information systems at PT.Point Break Indonesia to improve the efficiency and effectiveness of performance so that it can provide a solution if there is an error in the information system

EVALUATION METHOD used is qualitative. The evaluation process using assessment frameworks COBIT 4.1 Maturity Level in 2 parts purchasing, and IT. we took 2 respondents from the relevant division to the Supervisor and staff.

ANALYSIS found maturity level valuation methodologies COBIT 4.1 shows the current purchase PT. Point Break Indonesia has reached level 2 in the process

RESULTS ACHIEVED PT.Point Break Indonesia already have a pattern for managing processes related to the purchase of information systems

CONCLUSION From the results of the evaluation on Break Indonesia PT.Point using COBIT 4.1 does not yet have the technology infrastructure planning, recommendation if something goes wrong, and the lack of security of information systems management in purchasing.

Keywords: Evaluation, Purchase, COBIT 4.1, capability levels.

Perkembangan sistem informasi yang didukung oleh Teknologi Informasi (TI),

telah membawa perubahan dan pengaruh di dalam dunia bisnis. Salah satunya pada

proses bisnis perusahaan yang bergerak di bidang Distributor. Perusahaan Distributor

mempunyai peran penting yaitu memastikan barang bisa sampai ke customer. Selain itu,

juga bertanggung jawab atas penangananmanajemenvendor danpasokan bahan baku dari

supplier. Serta menjagakomunikasi dengan pihak yang terlibat dalam transaksi.

Dukungan sistem informasi yang berbasis pada TI akan mempermudah dan

mempercepat proses bisnis. PT. Point Break Indonesia adalah perusahaan yang bergerak

di bidang Distributor Garment dan aksesoris yangmemiliki sistem informasi yang

berbasis paada TI yang dapat menghasilkan informasi yang tepat, akurat, lengkap dan

(3)

relevan dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan transaksi bisnis, sehingga visi

dan misi perusahaan akan dapat tercapai. Demikian halnya yang terjadi dalam subsistem

informasi yang berhubungan dengan sistem informasi pembelian dalam perusahaan

Distributor Garment dan aksesoris. Proses pembelian merupakan salah satu proses bisnis

yang terjadi pada sistem informasi di PT.Point Break Indonesia.

PT Point Break Indonesia dalam bidang usahanya yang didukung sistem informasi

berbasis pada TI memiliki tanggung jawabuntuk menyediakan Pakaian dan Aksesoris

Garment. Dalam implementasinya PT Point Break Indonesia masih memiliki beberapa

kendala pada sistem informasinya seperti kurangnya sistem infrastruktur yang

berhubungan dengan proses pembelian pada perusahaan sehingga akan berpengaruh pada

efisiensi dan efektivitas perusahaan, belum sepenuhnya beberapa subsistem terintergrasi,

permasalahan dalam dokumentasi, permasalahan dalam pengamanan aset Perusahaan.

Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap implementasi sistem informasi

khususnya subsistem pembelian pada PT.Point Break Indonesia. Evaluasi pada

subsistem proses pembelian merupakan faktor penting dalam sistem informasi pada

PT.Point Break Indonesia. Sehingga, kinerja sistem informasi pembelian dan

pemanfaatannya dalam proses pembeliandapat mencegah terjadinya fraudseperti pada

saat pembuatan PO ( Purchase Order ) dan saat Penerimaan Barang. Dari permasalahan

diatas maka penyusunan skripsi ini berjudul“Evaluasi Sistem Informasi Pembelian pada

PT.Point Break Indonesia”

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah : 1. Studi Kepustakaan

Penelitian dilakukan dengan membaca dan mempelajari sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan penulisan evaluasi pada topik pembahasan, yang dijadikan dasar dalam melakukan evaluasi teknologi informasi.

2. Studi Lapangan

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan kunjungan langsung ke perusahaan dengan menggunakan beberapa metode, antara lain :

(4)

a. Observasi

Pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung penggunaaan sistem dan teknologi informasi yang berjalan pada PT. Point Break Indonesia

b. Wawancara

Pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak – pihak yang bersangkutan mengenai data dan informasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan evaluasi pada PT. Point Break Indonesia.

c. Kuesioner

Pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan beserta pilihan jawaban berupa checklist yang disediakan bagi para responden untuk menjawab hal - hal yang terkait dalam penerapan dan penggunaan sistem.

Berdasarkan hasil evaluasi pada sistem informasi Pembelian yang telah dilakukan dengan metode maturity level pada domain Planning and Organize, Acquire and Implement, Delivery and Support, dan Monitor and Evaluate, telah diperoleh nilai sebagai berikut :

1. Domain PO memiliki nilai maturity level sebesar 2,58 , yaitu pada level Repeatable but intuitive.

2. Domain AI memiliki nilai maturity level sebesar 2,33, yaitu pada level Repeatable but intuitive

3. Domain DS memiliki nilai maturity level sebesar 2,39, yaitu pada level Repeatable but intuitive

4. Domain ME memiliki nilai maturity level sebesar 2,65, yaitu pada level defined process.

Dengan nilai rata-rata 2,48 untuk keempat domain tersebut, maka perusahaan berada pada level 2, yakni Repeatable But Intuitivedimana perusahaan sudah

(5)

memiliki

Tahap di mana manajemen telah memiliki pola

untuk

mengelola

proses

terkait pada sistem informasi Pembelian yang dijalankan, akan tetapi sebaiknya perusahaan melakukan proses perencanaan sistem informasi yang terstandarisasi untuk membantu proses bisnis. Dimana perusahaan harus bisa menciptakan dan mengkomunikasikan standar pengelolaan proses terkait dengan proses bisnis perusahaan level 3, yaitu Difinied process.

Tabel4.27Pengukuran Maturity Level

No. Tipe Rata – Rata domain

1. PO 2,58 2. AI 2,33 3. DS 2,39 4. ME 2,65 Total 9,95 Total rata-rata 2,48 Simpulan

Berdasarkandaripengumpulan data, mengevaluasidananalisayang telahdilakukanterhadapsisteminformasiDelphipadaPt Point Break Indonesiayang dilakukandengancarawawancaradenganpihak terkait, observasilapangan, checklist, makadapat kami simpulkanbahwa :

1. Perusahaan

belummemilikiperencanaaninfrastrukturteknologiterkaitdenganproesbisnispembelianpada perusahan

2. Perusahanbelummembuatrekomendasijikaterjadikesalahandalampengimputan data dalam proses bisnisperusahaan

(6)

4. BerdasarkanhasilevaluasipadasisteminformasiPembelian yang telahdilakukandenganmetodematurity level menunjukanbahwaPT.Point Break Indonesia sudahbisamengelola proses yang terkaitpadasistempembelian.

Saran

Berdasarkansimpulan-simpulandiatas, maka kami bermaksuduntukmemberikan saran-saran yang bergunauntukmeningkatkanataumengoptimalkankinerjadan proses Pembelianyang berjalanpadaPt Point Break Indonesiaantara lain sebagaiberikut :

1. Perusahaan harusmembuatperancanganinfrastrukturteknologisesuaidengan proses bisnispembelian agar dapatterintergrasidengansistemDelphi

2. Perusahanharusmembuatrekomendasiuntukmenyelesaikankesalahanbilaterjadisaatpengim putan data dalam proses bisnisperusahaan

3. Perusahaan harusmemilikipengelolaankinerjakapasitaskinerjadanmenentukanstandard yang ingindicapaiperusahaansertamemilikiantisipasiuntuk men-supportkinerjadankapasitaspadamasamendatang

4. Dengannilai rata-rata 2,31 untukkeempatdomain tersebut, makaperusahaanberadapada

level 2, yakniRepeatable but intuitive,

dimanaperusahaansudahmemilikimanagemenpolauntukmengelola proses terkaitpadasisteminformasiPembelian yang dijalankan, akantetapisebaiknyaperusahaanmelakukan proses perencanaansisteminformasi yang

terstandarisasiuntukmembantu proses bisnis.

Dimanaperusahaanharusbisamenciptakandanmengkomunikasikanstandarpengelolaan proses terkaitdengan proses bisnisperusahaan level 3, yaitudefiend process.

AgusPrasetyoUtomo (2006) DampakPemanfaatanTeknologiInformasiterhadap Proses Auditing danPengendalian Internal.JurnalTeknologiInformasi DINAMIK Volume XI, No. 2, Juli2006 : 66-74, ISSN : 0854-9524

AkshaiAggarwal, SujataKanhere, Vishnu Kanhere, Shankar Kanhere (2009) The Fourth Dimension of Information System Audit and Security. World Scientific and Engineering

(7)

Academy and Society (WSEAS) Stevens Point, Wisconsin, USA, ISBN: 978-960-474-052-9

Arikunto, SuharsimidanCepiSafruddin AJ.2008. Evaluasi Program Pendidikan.Jakarta :BumiAksara.

Arif, Abu bakar.Wibowo .(2008). AkuntansiKeuanganDasar 1. Edisi 3. PT. Grasindo, Jakarta. Basalamah, A. S. (2011). Auditing PDE DenganStandar IAI Edisi 5.Depok: Usaha Kami.

Bayangkara, IBK. (2008). AUDIT MANAJEMEN ProsedurdanImplentasi.SalembaEmpat, Jakarta.

Gelinas,Jr., Ulric J., Dull, Richard B. (2010). Accounting Information Systems, 7th edition.South WesternCengage Learning.

Gondodiyoto, Sanyoto., (2009), PengelolaanFungsi Audit SistemInformasi +contoh Audit charter. Jakarta. MitraWacana Media.

Gondodiyoto,Sanyoto. (2007). Audit Sistem Informasi & Pendekatan Cobit. Jakarta :Mitra Wacana Media.

Gondodiyoto, Sanyoto.(2007).Audit Sistem Informasi: Pendekatan Cobit, Edisi Revisi.Jakarta: Mitra Wacana Media.

Heripracoyo, S. (2009). Pengertian pembelian. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI , 93.

ISACA (2013). COBIT Self-assesment Guide: Using COBIT 5. ISACA 3701 Algonquin Road, Suite 1010, Rolling Meadows, IL 60008.

Indrajit, R. E. (2004).KajianStrategis Cost Benefit TeknologiInformasi.Yogyakarta: PenerbitAndi.

James A. Hall. (2011). Information Technology Auditing and Assurance Third Edition. South- Western, Cengage Learning.

(8)

McMillan JH danSchumacer, S. 2010. Research In Education : Evidence Based Inquiry. New Jersey : Pearson Education Inc.

O’Brien danmaracas : O'Brien, James A., Marakas, George M. (2008). Management Information System. 8th Edition. McGraw Hill, New York.

Putra, I N. B. (2009).Audit Sistem Informasi Perpustakaan Menggunakan Standar COBIT 4.1 Domain Acquire and Implement (Studi Kasus: STIKOM Surabaya), Tugas Akhir, Program Sarjana, Program Studi Sistem Informasi. Retrieved (07-24-2009) from Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya, Surabaya

Rama.Dasartha V & Jones, Frederick L. (2008), SistemInformasiAkuntansi.TerjemahkanWibowo., Salembaempat, Jakarta.

Rainer, R.Kelly& Turban, Efraim.(2009). Introduction to Information Systems.Second Edition- International Systems Control Journal, Volume 3. USA.

Rai, I GustiAgung., (2008) Audit KinerjapadaSektorPublik.SalembaEmpat, Jakarta

Randal J. Elder, Marrk S. Beasley, and Alvin A. Arens. (2010). Auditing and Assurance Services.Upper Saddle River, New Jersey : Pearson Education, Inc

Restianto, Yanuar E. &Bawono, IcukRangga. (2011). Audit SistemInformasiMenggunakanAcitve Data for Excel. Yogyakarta: ANDI.

Suryanto, SanyotoGondodiyoto, Ristianto, Herny, Devi Nathalia (2009). EvaluasiSistemInformasiPersediaanPada PT. SumberMandiri. CommIT, Journal Vol. 3 No. 1 : 50 – 52

Satzinger ,John W., Robert B. Jackson and Stephen D.Burd. (2010). Object-Oriented Analysis and Design with the Unified Process. United State of America : Course Technology, Cengage Learning.

Sarno, R. (2009).Audit Sistem&TeknologiInformasi,Surabaya:ITS Press.

Sarno,R. (2009).Strategi Sukses Bisnis dengan Teknologi Informasi Berbasis Balanced Scorecard & COBIT.Surabaya: ITS Press.

(9)

Surendro, K. (2004). Audit SistemInformasiRumahSakitdenganMenggunakanAcuan COBIT.Gematika Jurnal Manajemen Informatika,6(1), 1-9.

Titan, DevyanoLuhukay, YohannesKurniawan (2012). Analisis Dan PerancanganSistemInformasiPenjualan Dan PersediaanPadaPtNurIslami Tour And Travel. JurnalComTech Vol.3 No. 1 454-463

The Institute of Internal Auditors (2009) Position Paper : The Role of Internal Auditing in Resourcing the Internal Audit Activity

RIWAYAT PENULIS

Ananda Rizki Imam Naufal 8 Maret 1989 Surabaya Hardi 18 Juli 1988 Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Methods Time Measurement (MTM) adalah suatu sistem penerapan awal waktu baku (predetermined time standard) yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelak- sanaan kegiatan kelompok tani ini adalah (1) faktor persiapan lahan dan media tanam yang sudah dilakukan untuk

Dalam hal ini Indonesia belum mengikuti langkah yang dilakukan oleh pemerintah Jerman untuk meredam penyebaran konten negatif dengan memberlakukan denda bagi

Pada Gambar 16 merupakan hasil pengelompokkan analisis komponen utama pada sumbu satu dan sumbu dua terhadap keseluruhan stasiun penelitian didapatkan bahwa karang yang

Sedangkan, perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Herni dengan menggunakan model pembelajaran webbed yakni untuk meningkat literasi sains pada aspek konten,

- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai unsur-unsur

Semakin meneguhkan bahwa memang misi baru Rumah Ceria ini adalah rencana dan proyek besar TUHAN untuk Yayasan Sungai Kasih di masa yang akan datang.. Sampai Desember 2017 ini,

Selain keempat fungsi tersebut, buku bagi bangsa Indonesia juga merupakan sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan merupakan salah satu jenis ciptaan asli yang termasuk